REVIL – 2 “Like a Fool“

Part Two of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀

“Dan Maaf kalau nama ceritanya aku izin lagi menggunakan nama artis . Mungkin Cuma nama panggilannya saja. Semoga dapat mengerti , Dan jika ada kesamaan nama tolong dimaafkan..Ini hanya cerita Fiksi dan tidak nyata. Kalau ada yang merasa dirugikan aku sangat minta maaf “

REVIL – 2
“Like a Fool“

Alyssa masuk kedalam rumahnya, setiap harinya ia selalu naik bus untuk menuju sekolah. Bukan karena ia tidak memiliki mobil., Namun baginya keserdehanaan itu penting sekali. Alyssa bisa dibilang termasuk anak orang berada. Papanya adalah seorang pengusaha percetakan ternama. Mamanya pun dulu seorang pemilik bank swasta. Namun dikarenakan penyakit kanker rahim membuat mamanya harus hilang nyawanya sejak 5 tahun yang lalu. Namun gadis ini selalu berusaha untuk tegar dan selalu tersenyum apapun yang terjadi.
Dan ditambah saat ini Papanya mengalami penyakit struk. Menyebabkan papanya lumpuh total dan hanya bisa diam di kamar saja.

“Papaa . . “teriak Alyssa penuh senyuman. Gadis ini selalu langsung masuk kedalam kamar papanya jika sepulang sekolah. Ia merawat papanya dengan baik. Alyssa berlari kedalam pelukan sang papa yang hanya diam seperti mayat hidup diatas kasur sana.

“Papa hari ini Kak Rio sangat tampan sekali. Papa setuju kan Alyssa berpacaran dengan Kak Rio . Dia pria yang sangat baik Pa . Alyssa sangat cinta sama Kak Rio setelah Alyssa cinta dan sayang kepada Papa”Gadis ini mulai bercerita. Dan itulah yang selalu ia lakukan. Karena baginya hanya Papanya lah yang ia miliki saat ini. Alyssa sebisa mungkin merawat papanya. Alyssa sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain papanya ini.

“Alyssa besok masakin kak Rio pancake lagi Pa. Papa mau juga ??”

“Pa . Dapat salam loh dari Sivia. Papa suka kan sama Sivia. “

“Sivia minta maaf karena jarang kesini. Dia lagi sibuk Pa sama pemotretannya. Maklum dia kan baru-baru ini memenangkan miss. Model 2013. Alyssa jadi iri sama sivia. Dia sangat cantik sih:”

“udah gitu dia juga ikut ekstra judo. Hebat banget ya pa Sivia”

“Tapi Alyssa juga hebat kan Pa. Alyssa hebat karena punya Papa “

“Papa cepat sembuh ya . Alyssa sayang sama Papa”gadis ini pun mengakhiri ceritanya. Ia segera berdiri dan beranjak untuk menuju kamarnya sendiri.

****
Lux-art

Sivia mengakhiri pemotretannya untuk sebuah product mobil. Dan itu merupakan kebanggan baginya karena seorang pengusaha terkenal lah yang memintanya untuk menjadi bintang model iklan tersebut.

“Kamu sangat cantik “puji pengusaha tersebut saat melihat Sivia. Sivia jadi malu sendiri. Ia menjabat tangan pria yang sudah berumur tersebut. Pengusaha ini bernama Pak Jo dan sangat terkenal sekali namanya dikalangan pengusaha-pengusaha lainnya baik didalam negri maupun di luar negri.

“Ayo duduk dulu nak via”suruh pria tersebut. Sivia pun dengan sedikit tidak enak lantas duduk di hadapan pengusaha tersebut.

“Saya sangat suka dengan kerja kamu. Saya yakin mobil ini pasti akan sangat laris jika mobilnya secantik kamu”

“Enggak juga kok Om. Om bisa aja”balas Sivia dengan sangat senang. Ia mengakui bahwa pria berumur di hadapannya ini mempunyai kharisma yang tinggi dan kuat sekali. Meskipun rambutnya sudha sedikit putih namun wajahnya masih terlihat muda dan tampan.

“Kamu masih sekolah ??”

“Masih om”

“Kelas berapa? Dimana??”

“masih kelas 1 SMA om. Di SMA Veter”jawab Sivia.

“SMA VETER?? Cucu om juga sekolah disana. “ujar pak Jo sedikit terkejut. Sivia mengernyitkan keningnya,

“Iya kah Om ?? siapa ?? kelas ??”

“Namanya Alvin. Dia kelas 2 SMA . “

“SIAPA OM??”teriak Sivia keras tanpa sadarnya membuat Pak Jo sedikit terkejut.

“Alvin . kamu kenal ??”

“Alvin ?? Alvin Jonathan ?? Yang temannya Rio sama gabriel ??”

“Ya Ya Ya itu. kamu kenal ??”Pak Jo terlihat senang karena gadis ini mengenal Alvin.

“Waahh. Bukan kenal lagi Om. Seluruh sekolah juga kenal siapa dia”jawab Sivia blak-blakan.

“beneran itu cucu om ? Sumpah ?? beda banget”ujar Sivia sangat jujur membuat Pak Jo tertawa renyah.

“kamu sangat lucu ya. Udah cantik, manis, Baik, imut . semuanya deh. Top banget kamu”

“hahaha. Enggak juga Om “

“Alvin gimana disekolah ? apakah dia tidak membuat masalah disana ??”

“Om gak tau ya bagaimana kelakuan cucu om disekolah ??”

“Kelakukan ?? memangnya Alvin kenapa??”tanya Pak Jo yang memang tidak tau apa-apa. karena selama ini ia begitu sibuk dengan bisnisnya. Dan merasa cucunya tersebut tidak bermasalah dan sangat percaya kepada Alvin.

Sivia tersenyum penuh kemenangan . Merasa mendapatkan pencerahan bahkan kemenangan tiada tanding. Dalam hatinya ia mengumpati Alvin. Dan mendoakan nasib Alvin setelah ini.

“Kak Alvin disekolah gak pernah masuk kelas Om. Sivia sering lihat dia di kantin sama Kak Rio dan kak gabriel”

“hah??”

“Udah gitu Sivia juga pernah lihat Kak Alvin merokok om”

“Hah??”

“terus selalu cari masalah di sekolah. Gak pernah bersikap baiks ama guru. Selalu telat. Apa om tidak tau ??”

“Alvin seperti itu?”Pak Jo terlihat sangat terkejut sekali. Bahkan raut wajahnya sudah sangat berubah saat ini.

“Hmm. Sivia saja enggak percaya kalau Om itu kakeknya kak Alvin. Beda banget Om. Bedaaaaaaaa baaaaangeeeettttt”

“Sivia harap sih Om bisa buat kak Alvin berubah. “ujar Sivia sok prihatin.

“Alviiinnnn. . . “desis Pak Jo merasa cucunya tersebut telah membodohinya selama ini.

“Nak Sivia, kita lanjutkan pembicaraan kita besok ya. Kamu masih ada pemotretan kan besok ? Om mau pulang dulu. Mau memberi pelajaran anak itu!!”

“Iya om masih kok. Siap om !! beri aja perlajaran om biar kak Alvin gak kayak gitu lagi”dukung Sivia dengan semangat 45. Pak Jo menganggukkan kepalanya lantas beranjak dari sana dengan wajah penuh kemarahan. Sivia tertawa penuh kemenangan.

“Mampus loe !!”

*****
Rumah Alyssa.

Alyssa membaca comic detective conan di ruang tamu dengan ditemani makanan ringan dan secangkir coklat hangat. Inilah yang selalu ia lakukan saat selesai belajar. Jam dirumahnya sudah menunjukkan pukul 9 malam.

TookkToookkk

Alyssa mengernyitkan keningnya, heran siapa yang bertamu dimalam seperti ini dan tidak seperti biasanya. Alyssa pun berjalan kearah pintu rumahnya dan segera membukanya. Matanya membulat dan tubuhnya langsung mematung kaku melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.

“Gini ekpresi loe waktu lihat pacar loe ngapel ke rumah loe ?”sinis orang tersebut yang tak lain adalah Rio. Alyssa langsung tersadar dan tersenyum senang seketika itu.

“Maaf kak. Ayo masuk”ujar Alyssa. Dan tanpa menjawab ucapan gadis tersebut Rio langsung masuk saja dan duduk di kursi ruang tamu. Pria ini melihat ke sekitarnya. Merasa sedikit kagum dengan desain didalam rumah ini yang menurutnya keren. Setelah menutup pintu rumahnya Alyssa segera berjalan menghampiri Rio.

“Kakak mau minum apa ??”

“gak perlu”jawab Rio dingin. Alyssa masih mencoba sabar. Ia tetap tersenyum saja dnegan sifat Rio yang sangat dingin kepadanya.

“Alyssa akan ambilin apa saja yang kakak mau. Kakak beneran gak mau minum??”

“Gue bilang enggak ya enggak”

“tapi kakak gak haus?? “

“Baiklah. Loe mau ngasih gue minum apa aja yang gue pingin kan??”

“Iya kak”jawab Alyssa dengan senang sekali. Merasa usahanya membujuk Rio tidak sia-sia.

“Gue mau alcohol. Loe ada gak ??”seketika itu wajah gadis ini berubah drastis. Ia tak menyangka bahwa Rio akan memintanya minuman haram tersebut.

“Alcohol??”tanya Alyssa memastikan sekali lagi. Rio mendesisi sinis kearahnya.

“Gue udah bilang kan. Gue gak mau minum. Cepet duduk”suruh Rio dingin. Alyssa mengangguk saja dan segera duduk dihadapan Rio.

“Ngapain loe duduk disana. Disini lah “tegas Rio menunjuk kearah sampingnya.

“Hah??”kaget Alyssa.

“Hah? Hah ? hah? Apa loe sebodoh itu? apa loe gak ngerti bahasa gue ?”

“Ngerti kok kak”dengan sedikit takut bercampur malu Alyssa segera berdiri dan segera duduk di samping Rio. Rio mendesis sinis sekali lagi.

“Loe fikir gue lagi bertamu di rumah saudara ? lebih dekat lagi”suruh Rio tanpa menatap wajah gadis tersebut. Karena Alyssa memang sedikit duduk jauh dari Rio. Alyssa menunduk takut. Ia pun sedikit bergeser. Karena merasa gemas juga dengan gadis ini. Rio langsung menarik tangan Alyssa dan menyebabkan gadis itu tertarik olehnya.

“Maaf kak”lirih Alyssa merasa bersalah. Kini ia sudah duduk pas disebelah Rio bahkan tanpa celah sama sekali diantara mereka . Tubuh mereka berdampingan sangat dekat. Rio mengambil comic yang tadi dibaca oleh Alyssa.Seketika terasa hening. Tak ada yang membuka pembicaraan diantara mereka berdua. Rio sibuk melihat-lihat comic dan Alyssa gugup dengan kondisi saat ini yang baru pertama kali ia rasakan. Jantungnya benar-benar berdetak sangat cepat.

“Loe udah makan?”tanya Rio tanpa menoleh sedikit pun.

“Udah kak”

“bagus deh. Gue gak suka punya pacar kurus cungkirng “Alyssa mengangguk-anggukan kepalanya. Ia merasa Rio perhatian kepadanya walaupun perhatian tersebut tersirat.

“Kakak ngapain kesini ?”tanya Alyssa memberanikan dirinya.

“Loe gak suka??”

“Suka kok kak. Cuma tumben aja.”

“gue males dirumah”

“Kenapa ??”

“Aissh. . gue gak suka loe bawel. Jadi diem. Tanya yang penting-penting aja”

“Maaf kak”

“berhenti ngucapin kata maaf. Gue gak suka”

“Iya kak”Alyssa menuruti saja semua ucapan pria ini. Ia masih mencoba beradaptasi dengan semua yang ada didalam diri Rio. Ini sudah dua harinya ia berpcaran dengan pria ini.

“Loe suka baca comic ??”

“Cuma suka baca detective conan kak”Rio mengangguk-angguk. Ia masih terus membalik-balik comic tersebut.

“besok gue pingin makan pancake chocolate .”

“kakak mau Alyssa buatin ?”

“hm”dehem Rio dingin. Alyssa tersenyum senang dan mengangguk setuju.

“Alyssa akan buatin buat kakak. Dan rasanya yang paling enak”

“Hm”

Keheningan pun terjadi kembali. Alyssa begitu senang sekali hari ini. Ia berharap Rio bisa berubah perlahan menjadi baik kepadanya. Karena jujur saja Alyssa sudah benar jatuh hati kepada Pria ini.

“Jam 10 ?”Rio melihat ke arah jam tangannya. Tak terasa sudah 1 jam ia disini dan tidak ada yang penting yang mereka lakukan selama 1 jam tersebut.

“Gue pergi dulu”ujar Rio menutup comic yang dibawahnya tadi. Ia berdiri dari kursinya. Alyssa sedikit kaget dan penasaran.

“Kakak mau pulang?”:

“Enggak”

“terus ??”

“Ke discotik. Loe mau ikut ??”tawar Rio tanpa beban sedikit pun. Alyssa mengigit bibirnya agar tidak terkejut atau apapun. Ia seharusnya sudah tau bagaimana sifat dan sikap pacarnya ini. Bukankah ia sudah mencari semua informasi tentang Rio.

“Gak kak Makasih .”

“Loe gak keberatan kan gue ke discotik??”

“enggak kok kak. Terserah kakak aja”

“bagus deh”tanpa menunggu apapun lagi, Rio segera beranjak dari rumah Alyssa. Meninggalkan gadis ini tanpa satu kata pun yang lembut dari bibirnya.

Alyssa menghembuskan nafas beratnya, Ia harus menambah semua kesaarannya. Ia menutup kembali pintu rumahnya dan setelah itu berjalan masuk. Ia mengambil comicnya dan berjalan kearah kamarnya sengan wajah yang seidkit blank.

“Aku harus mengerti tentang kak Rio. Aku harus sabar”

“Kak Rio pasti bisa berubah”

“Kak Rio pasti tidak seburuk yang di ucapkan banyak orang”

****
Rumah Alvin.

BRAAAAKKKK

“ALVIINNN!!!”

Alvin yang baru saja terlelap di kasurnya langsung terbangun dengan kegetnya. Ia melihat kakenya sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah penuh amarah.

“Kakek? Apaan sih malem-malem berisik!!”gumel Alvin dan berniat kembali tidur.

‘Bangun kamu anak nakal!! Cepat bangguunnn!!!”teriak Pak Jo. Mau tak mau Alvin segera bangun menuruti kaketnya dengan mata sedikit mengantuk.

“Apa yang kamu lakukan selama ini disekolah hah?? Merokok? Berantem? Bolos kelas?? Apa lagi??”seketika itu Alvin langsung membelakakan matanya. Tentu saja ia sangat terkejut bagaimana sang kakek bisa mengetahui hal ini.

“Kenapa? kaget kakek tau ?? “

‘Kalau saja tidak ada Sivia yang memberitahu kakek. Pasti kakek tidak akan tau apa yang kamu perbuah selama ini disekolah!!”

“Sivia? Sivia siapa? Alvin gak kenal”

“Kamu tidak perlu tau siapa dia. Kalau kamu tidak bisa merubah sikap kamu. Kakek pastikan, kakek akan pindahkan kamu ke asrama”ancam Pak Jo.

“Yah yaah kek jangan jangan, Alvin gak mau!!”

“kalau gak mau jangan melakukan hal nakal seperti itu lagi”

“Iya iya kek maaf”lirih Alvin yang takut kepada kakeknya.

“Sebagai hukumannya. Selama 1 minggu tidak ada jatah uang jajan untuk kamu. Semua atm kamu dan karti kredit kamu kaket blokir selama 1 minggu. Kalau mau makan silahkan makan dirumah “

“YA KEK KOK GITU?? KEK JANGAN DONG> YA YA YA . . . “Pak Jo segera pergi saja dari kamar Alvin. Tak mempedulikan cucunya berteriak-teriak seperti kebakaran jenggot.

Alvin mengacak-acak rambutnya penuh frustasi. Bagaimana bisa kakeknya tau akan semua ini. Dan Sivia? Siapa gadis itu/?? apa dia mengenalnya??.

“Sivia?? . . ..”

“Siapa sih ??. aaisshh. . . “Alvin mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi Rio.

“Hah? Sivia? Bukankah itu . . . . .’

“Sialaan tuh cewek . .”kini Alvin nampaknya mulai ingat tentang gadis itu. Dimana gadis yang menghina dia dan kedua sahabatnya. Gadis yang tak lain adalah sahabat dari Alyssa.

“Nyari mati tuh cewek. Bagaimana bisa dia kenal sama kakek ??”

“Gue harus tanya Om key “ujar Alvin dan segera menghubungi pria bernama Key yang tak lain adalah asisten pribadi dari kakeknya.

Tak perlu menunggu lama, kini Alvin mendapat semua info tentang siapa gadis itu dan bagaimana kakeknya bisa mengenal Sivia. Alvin tersenyum licik.

“jadi dia model ? cissh . . gadis kayak gitu model?? . “

“Model apaan? Model TTS .”gidik Alvin merendahkan Sivia.

“Lihat aja. Apa yang akan gue lakuin besok sama loe. Mati loe !!”

*****
Discotik.

Rio menghampiri gabriel yang berada di atap discotik ini. Mereka bertiga memang selalu pergi ke discotik namun tidak pernah berada di dalam. Karena mereka tidak suka dengan kebisiningan. Rio melihat gabriel yang sedang menikmati rokoknya.

“Dari mana loe ?”

“Kerumah Alyssa”

“What ?? gak salah denger gue ??”sindir gabriel dengan wajah sinis.

“Diem loe.”

“Ngapain loe kensa??”

“Gak apa-apa. penasaran aja gue”

“Penasaran sama tuh cewek ?”

‘Loe bisa diem gak ?”

“hahahahaha. . .”Gabriel hanya tertawa ringan. Menurutnya sahabatnya ini begitu lucu.

“Alvin mana ??”tanya Rio yang tak melihat keberadaan sahabatnya satu lagi.

“Dia katanya kecapean .dia gak bisa datang”

“Cissh, . . selalu aja anak itu. Besok tanding yuk”

“Motor??”tanya Gabriel memastikan

“Yoi”

“Boleh juga. Loe ajak Si Shilla gih. Gue akan ajak Alyssa”

“Loe masih ngira gue ada apa-apa sama tuh cewek??”

“cisshh . . Loe gak kasihan sama dia. Dari Smp dia suka sama loe”ujar Rio tenang dan mulai menghisap rokok ditangannya .

“Udahlah. Gue males bahas itu”

“Dia cantik. Baik kan? Loe juga suka kan sama dia??”

“Loe bisa diem gak??”balas Gabriel meniru kata-kata yang biasanya diucapkan oleh Rio.

“HAHAhahahaha”Rio tertawa begitu puas. Ia sangat tau bahwa gabriel tidak pernah suka jika membahas tentang seorang gadis.

“Gimana? Tanding gak ??”tanya Rio sekali lagi.

“Gue oke-oke aja. Loe boleh bawa Alyssa . Gue gak akan bawa siapapun”

“Oke kalau gitu”

“Sip. Taruhannya ??”tanya Gabriel

“terserah loe aja yang nentuin”

“Beneran ??Gue yang nentuin?? “

“Yah Yah. Loe mau apa aja pasti gue kasih “ujar Rio menampakkan kekuasannya. Gabriel mengangguk-angguk dan sedikit tersenyum licik.

“Oke gue pegang kata-kata the King Of dead eye. “

*****
00.0 Rumah Gabriel

Gabriel memasuki rumahnya dengan sedikit mabuk. Karena ia dan Rio sedikit meminum Alcohol saat di diskotik tadi.

Gabriel sejak masuk di SMA, Ia memilih tinggal sendiri di Indonesia. Papa dan mamanya sudah lama bercerai. Dan Gabriel begitu benci melihat keegosisan kedua orang tuanya. Oleh karena itu ia tidak memilih ikut dengan siapapun. Dan tetap tinggal dirumahnya. Sedangkan papanya menikah lagi di Jepang. Mamanya pun begitu menikah lagi dengan seorang pengusaha terkenal di negri tetangga yang tak lain adalah malaysia.

Gabriel sedikit muak dengan sikap kedua orang tuanya. Namun ia tak pernah banyak memfikirkan atau mencemaskan tentang itu. ia cukup suka dengan kehidupannya yang sendiri tanpa ada gangguan siapapun.

“Kak Iel “Gabriel membelakakan matanya melihat siapa yang ada diruang tamunya. Ia mencoba mengontorl kesadannya. Gadis tersebut mendekati Gabriel dan mencoba membantu Gabriel bercajalan karena pria ini sudah sempoyongan.

“Kakak mabuk lagi”potes gadis tersebut.

“Shilla . . “lirih gabriel ringan.

“Duduk dulu kak”gadis yang bernama Shilla tersebut mendudukan Gabriel di kasur. Gabriel memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Shilla pun mengambilkan Gabriel air putih.

Setelah meminum segelas Air putih, kesadaran Gabriel mulai kembali. Ia mulai membaik saat ini. Ia lantas melirik gadis yang ada disebalahnya saat ini.

“Loe gak punya jam di rumah ?? loe gak pulang ??”

“Shilla gak mau pulang”

“Loe kabur lagi ???”tanya Gabriel dengan wajah heran kepada gadis disebalahnya tersebut.

“Pipi loe kenapa ??”tanya Gabriel yang menyadari pipi gadis tersebut memerah. Bahkan di bagian ujung bibir gadis ini terdapat luka.

“Gak apa-apa kak”Shilla menepis tangan Gabriel yang menyentuh pipinya untuk memeriksa dirinya.

“Papa loe mukulin loe lagi ??”tanya Gabriel yang sudah dapat menebak. Shilla mempunyai Papa tiri yang sangat jahat sekali kepadanya. Bahkan mama Shilla pun harus mendapatkan perlakuan buruk dari ulah papanya tersebut. Oleh karena itu Mama Shilla sejak 3 tahun yang lalu melarikan diri meninggalkan Shilla. Dan membuat Shilla terjebak di dalam neraka kepedihan.

“Gak kok kak”jawab Shilla mencoba berbohong. Gabriel tentu tau tentang dirinya. Karena Shilla selalu bercerita kepada pria ini. Dan terakhir kali ia dipukuli oleh Papanya. Dengan gilanya Gabriel menghampiri Papanya dengan keadaan mabuk dan membuat gabriel hampir kehilangan nyawanya sendiri. Dan Shilla tidak mau itu terjadi kembali kepada orang yang sangat ia cinta dari dulu.

“Cissh . . Tunggu disini”Gabriel berdiri dan berjalan kedalam . Shilla menundukkan kepalanya. Rasa panas dipipinya yang memang benar akibat ulah papa tirinya tersebut masih sanat terasa.

5 menit kemudian Gabriel kembali dengan membawa kompresan dan juga kotak P3K. Gabriel duduk kembali disamping Shilla.

“Sini bibir loe. “dengan pelan-pelan Gabriel mengobati luka bibir gadis ini. Gabriel tak pernah suka dengan kekerasan. Apalagi kepada wanita.

“Loe kalau di pukul sama Papa loe. Seharusnya loe lawan jangan diem aja. Loe mau mati idup-idup”omel Gabriel namun Shilla hanya tersenyum saja. Ia sangat senang jika Gabriel perhatian kepadanya.

“Berhenti nunjukin wajah kalau loe gak apa-apa”sinis Gabriel dan sedetik kemudian membuat Shilla memanyunkan bibirnya. Gabriel selalu bersikap dingin kepadanya dari dulu .

“Shilla tidur disini ya kak”pinta Shilla.

“Loe selalu ya ngerepotin gue”gidik gabriel. Ia pun mengmbil ponselnya dan mencoba menelfon seseorang.

“Pak , saudara saya tinggal beberapa hari dirumah saya. Maaf ya Pak malam-malam menganggu”Gabriel menutup kembali sambungannya. Ia sedang melaporkan ke pak RT yang ada diperumahannya. Ia tak ingin mendapat laporan yang tidak-tidak.

“Loe udah makan ??”

“Belum”

“Dari ??”

“Dari . . . .mmm. . . “

“Papa loe niat bunuh loe ya ??? “

“Diem aja disitu”Gabriel kembali berdiri dan berjalan ke arah dapur. Pria ini segera membuka kulkasnya dan mengambil apa saja yang dapat dimakan oleh gadis tersebut.

Gabriel pun memasakkan nasi goreng untuk Shilla. Berharap memberikan sedikit energy kepad gadis tersebut. Dengan cepat Gabriel memasak. Ia memang ahli dalam hal memasak. Dulu mamanya suka sekali mengajaknya memasak.

“Nih makan”suruh Gabriel membawa sepiring nasi goreng dan juga segelas teh hangat. Shilla dengan ragu menerima piring tersebut.

“Awww . .. “ringis Shilla menahan pergelangan tangan kanannya yang sakit. Gabriel mengambil kembali piring yang dibawah oleh Shilla. Dan segera membuka lengan baju panjang Shilla, Dan benar seperti dugaan gabriel lengan Shilla lembab-lembab seperti dihantam dengan barang keras.

“Aisshhh . . “desisi gabriel fruastasi dan segera duduk disebalah gadis ini.

“Gue boleh bunuh papa loe gak ?? . Atau loe sendiri yang bunuh papa loe!! “omel Gabriel merasa muak dengan perlakuan Papa Shilla kepada gadis ini. Shilla hanya menundukkan kepalanya saja takut dengan emosi gabriel. Gabriel melihat kearah gadis ini. perlahan tubuh gadis tersebut bergetar.

Yah, Shilla menangis degan suara yang ditahan. Gadis ini begitu memiliki banyak kesulitan. Ia harus mendapat siksaaan yang seharusnya tidak ia dapat.

“Udah jangan nangis . .”Gabriel menarik tubuh gadis ini dalam pelukannya. Dan saat itu tangisan Shilla benar-benar memecah dalam pelukan Gabriel. Dengan sabar Gabriel membelai lembut rambut panjang gadis ini.

“Sekali lagi papa loe berbuat gini. Loe jangan pernah sedikit pun melarang gue buat ngasih pelajaran ke papa loe. Ngerti ??”

“Shilla gak mau tinggal disana lagi Kak. Papa jahat sama Shilla”

“Shilla benci sama Papa. Shilla benci !!!”Gabriel semakin mengeratkan pelukannya Ia sangat kasihan kepada gadis ini. Walaupun ia memiliki hati dingin, namun terhadap gadis ini, Gabriel tidak bisa berbuat apapun.

“Yaudah sekarang loe makan dulu”ujar Gabriel perlahan melepaskan pelukan Shilla. gadis ini menganggukkan kepalanya. Gabriel pun mengambil piring tersebut. Dan segera menyuapi Shilla.

Shilla sedikit malu, baru pertama kalinya lah gabriel menyuapi dirinya. Shilla tak berani menatap mata Gabriel yang terus menatapnya.

“Besok loe gak sekolah ??”tanya Gabriel karena gadis ini tidak membawa apapun kesini.

“Sekolah gue libur kak”

“Yaudah besok gue akan temenin loe disini”

“Gak usah kak. Kakak sekolah aja”

“Udah gak usah bantah. Cepet habisin makanan loe. Terus tidur “

“Kak Iel . . “panggil Shilla pelan.

“hmm . . “sahut Gabriel

“Shilla mohon berhenti minum ya “pinta Shilla penuh harap. Ia tak tega melihat wajah gabriel yang tak karuan . Efek alkohol memang sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kak . . .”panggil Shilla sekali lagi karena Gabriel hanya diam saja.

“Kalau kakak gak berhenti minum atau merokok, Shilla mau balik aja kerumah sekarang”ujar Shilla tenang dan bersiap berdiri dari kurisnya.

“Gue akan berhenti minum dan merokok seperti yang loe pingin. “jawan Gabriel tanpa ekspresi dan hanya menatap ke arah nasi goreng tersebut. Shilla tersenyum senang dan kembali duduk.

“Janji ??”

“Asal loe bsia jaga diri loe dan gak akan dapat perlakuan seperti itu lagi dari papa loe”

“Oke. Shilla juga janji akan melawan Papa . “gabriel mengangguk-anggukan kepalanya. Ia menghelakan nafasnya mulai tenang tak khawatir lagi dengan gadis ini.

“Kalau sampai Shilla lihat kak Gabriel mabuk atau merokok lagi. Shilla janji gak akan nemuin kakak lagi”

“Loe lagi ngancem gue ??”tantang Gabriel balik. Gadis ini selalu saja bersifat seperti ini kepadanya.

“Enggak “jawab Shilla polos.

“Cissh. . iya iya gue gak akan minum atau merokok lagi”

“Anak pinter”puji Shilla dengan senyum yang terus merekah. Gabriel selalu senang saat melihat gadis ini tersenyum seperti itu.

“Udah sana tidur”suruh Gabriel. Piring tersebut pun sudah habis tak ada nasi yang tersisa. Shilla terdiam sebentar tak menanggapi ucapan Gabriel.

“Kenapa lagi ??”

“Shilla cinta sama kakak”gabriel terpelonjat sedikit namun segera mungkin menghilangkan ekpresinya tersebut.

“Iya gue tau. Udah sana tidur “

“Kaakk . “rengek Shilla menatap Gabriel yang sepertinya tak peduli.

“Udah malam. Sana tidur “

“Kakak cinta gak sama Shilla??”

“Shilla. Gue bilang tidur!!”tegas Gabriel tak berniat menjawab pertanyaan gadis ini.

“Yaudah Shilla tidur dulu. “dengan langkah lemas gadis ini berjalan menuju kamar tamu. Dimana kamar tersebut memang gabriel khususkan jika dirinya tidur dirumah Gabriel.

Gabriel menghembuskan nafasnya beberapa kali. Ia sendiri binggung dengan dirinya sendiri. Ia tak pernah bisa menjawab pertanyaan Shilla tentang hal tersebut. Bahkan ia bisa langsung marah jika ada orang lain yang membahas tentang hubungannya dengan Shilla seperti Rio tadi.
****
00.0 Rumah Rio.

Rio masuk kedalam rumahnya dengan sedikit mengendap-endap. Takut ada yang bangun. Namun seperti dugaanya pasti akan ada yang menungguinya di dalam kamarnya.

“Pindah sana”usir Rio kepada orang tersebut yang yang saat ini berada diatas kasurnya. Rio menutup kembali pintu kamarnya .

“Kakak dari diskotik lagi ya ??”tuding seorang gadis yang tak lain adalah adik satu-satunya dari pria ini.

“Berisik. Sana pergi ke kamar kamu”

“Gak mau!! Salsha mau tidur disini”ujar gadis tersebut yang bernama Salsha.

“Aissh. . kamu itu udah SMP , udah besar. Udah sana tidur sendiri”

“Aaaaarrghh . kak Rio gak asik”ujar Salsha sedikit marah. Ia pun segera bangun dari tempat tidur Rio.

“udah sana keluar!!”usir Rio. Mau tak mau gadis tersebut keluar dari kamar Rio. Rio yang merasa sudah lelah langsung terhuyung di kasurnya . dan terlelap disana. Ia merasa sedikit kecapean saat ini.

****

Aku cinta sama kakak . . .

Aku sangat berharap kakak bisa perlahan mencintaiku . . .

Cinta sangat menyakitkan bukan ?? . .

Sejak kapan aku menjadi kekasihmu ??

Kamu begitu lucu? Hahahaha !!!

Bersambung . . . .

Terima kasih yang sudah baca😀 . Ini part duanya semoga banyak yang suka. Dan semakin suka melebihi DELOV amin😀 . tetap ikuti terus ya . Makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s