REVIL – 4 “Perjanjian adalah perjanjian . . “

Part Four of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀

“Dan Maaf kalau nama ceritanya aku izin lagi menggunakan nama artis . Mungkin Cuma nama panggilannya saja. Semoga dapat mengerti , Dan jika ada kesamaan nama tolong dimaafkan..Ini hanya cerita Fiksi dan tidak nyata. Kalau ada yang merasa dirugikan aku sangat minta maaf “

REVIL – 4
“Perjanjian adalah perjanjian . . “

“Kak paswordnya apaan ??”tanya Shilla duduk tepat disamping Gabriel.

“Nama loe”

“Hah??”Kaget Shilla sedikit binggung dengan ucapan Gabriel.

“Nama Shilla ??”

“Hmm”sahut Gabriel tanpa menoleh sedikit pun. Shilla pun mencoba membuka kuci tersebut dengan namanya, Dan benar saja kombinasi namanya benar dipakai Gabriel sebagai kombinasi pasword di ponsel Gabriel.

Shilla mematung, ia menatap gabriel tanpa berkedip sedikit pun. Merasa begitu kaget dengan hal ini. Gabriel sedikit merasa canggung juga. Ia tau bahwa Shilla sedang menatapnya sedari tadi dan membuatnya sedikit tak nyaman dan salah tingkah sendiri.

Cuuppp . .

Kini giliran Gabriel yang mematung seperti patung hidup. Tiba-tiba saja Shilla mencium pipi kirinya. Jantung gabriel berdetak begitu cepat saat ini. Tak tau harus berbuat apa saat ini. Sedangkan gadis disebalahnya sudah asik memainkan ponselnya.

“Shilla cinta sama kak gabriel “ujar Shilla tanpa malu-malu.Dan ia langsung menyenderkan kepalanya di bahu Gabriel. Membuat pria ini semakin mematung seribu kali lipat.

“Kakak jangan pernah tinggalin Shilla ya “

Gabriel diam saja tak membalas ucapan Shilla. Ia cukup binggung dengan situasi saat ini, entahlah ia selalu tak bisa berbuat apapun untuk gadis ini.

****
Sivia hampir saja menangis didalam mobil, kata-kata pedas Alvin sangat menyakitkan hatinya. Baginya ini adalah untuk pertama kali ia di permalukan didepan banyak orang seperti itu. Sivia sangat tak terima dengan ucapan Alvin.

“Gue gak akan maafin loe brengseekk!!! “

“Gak akan!! Gak akan pernaaaahhhh!!!!”

“Loe emang cowok paling brengesseekkk!!! “

“Loe nyoba mau bikin perhitungan sama gue ??”

“Gue akan bales semua perbuataan loe !!!!”Sivia menghapus air matanya yang terlanjur jatuh. Ia tidaklah mudah menangis. Namun yang dilakukan Alvin tadi sudah keterlaluan menurutnya.

****
White Restorant

Rio dan Alyssa masuk kedalam restoran tersebut. Restoran yang elegant dan tentunya berkelas. Rio memang sengaja membawa gadis ini kesini, Dimana Restoran ini pun milik pribadi Rio. Papanyalah yang membuat usaha ini untuknya.

“Silahkan pesan tuan Rio”ujar salah satu pelayan yang memang sudah mengenal pemilik restoran ini. Alyssa sedikit kaget bagaimana bisa pelayan ini mengenal Rio .

“Loe pesan apa?”tanya Rio tak ada lembut-lembutnya.

“terserah”

“Loe beneran gak punya kata lain selain terserah ??”

“Maaf kak”

“Loe sebenarnya mau makan apa sih??”kesal Rio akhirnya kepada Alyssa.membuat gadis ini menundukkan kepalanya. Rio menghelakan nafas beratnya. Ia tiba-tiba terbayang dengan janjinya kepada Gabriel.

“Makanan yang loe suka apa?”tanya Rio mulai memelan.

“Spaghetti . .”jawab Alyssa masih takut

“Minumnya ??”

“Capucino “

“Mbak spagehtti 2 sama capucino 2 . cepet !”

“Iya tuan. “pelayan tersebut pun beranjak pergi. Rio menatap Alyssa dengan tatapan entahlah. Bagaimana bisa ia menjadikkan gadis ini sebagai pacarnya yang sebenarnya sama sekali bukan kriteria cewek idealnya.

“Pelayan tadi tau nama kakak?”tanya Alyssa penasaran

“Loe cemburu sama pelayan?”

‘Enggak cemburu. Cuma heran aja “

‘Restoran ini milik keluarga gue”

“Iya kah ? waahh hebat “puji Alyssa yang benar-benar kagum. Ia mengakui kemewahan dari restoran ini. Dan banyak pengunjung juga yang makan disini.

“Besok hari apa ??”

“Sabtu kak”

“Gue kerumah loe”

“Ngapain ??’

“Bakar rumah loe. Yah main lah”jawab Rio dingin. Alyssa mengangguk-anggukan kepalanya.

Mereka pun saling diam, Sibuk dengan fikiran masing-masing. Mata Rio teredarkan ke seluruh penjuru restoran. Ia merasa puas dengan kinerja pelayan-pelayannya.
Namun ketika ia melihat satu pemandangan yang menurutnya , . . .

“Papa??”lirih Rio pelan. Ia melihat papanya dengan seorang gadis. Dimana gadis tersebut bukanlah mamanya. Bahkan gadis tersebut terlihat masih muda.

“Cisshh. . memalukkan”Rio segera berdiri dan menyeret Alyssa dari sana. Alyssa hanya binggung dan mengikuti Rio saja. Ia merasa takut dan binggung. Rio terus saja berjalan keluar. Alyssa merasakan cengkraman tangan Rio di pergelangan tangannya pun semakin kuat.

‘Apa aku buat salah lagi ??”batin Alyssa takut sendiri. Mereka pun telah sampai diparkiran.

“Masuk mobil”suruh Rio tanpa ekspresi namun tatapannya menakutkan sekali. Alyssa pun mengangguk saja dan segera masuk kedalam mobil Rio.

Rio tak membuka suaranya lagi. Ia hanya fokus menyetir dengan kecepatan yang diatas rata-rata. Alyssa pun memilih diam dan diam, Ia memegangi sabuk pengamannya. Merasa takut degan kondisi saat ini.

Tak sampai 15 menit mereka sudah sampai didepan rumah Alyssa. Rio diam saja tak menyuruh Alyssa keluar dari mobilnya atau apapun. Ia hanya menatap kosong didepannya.

“Kak Alyssa masuk dulu “pamit Alyssa dan perlahan keluar dari mobil Rio. Rio masih saja diam. Alyssa pun menutup kembali pintu mobil Rio dan seketika itu mobil tersebut sudah melesat degan cepat. Alyssa hanya bisa mematung.

“Sabar sabar sabar “lirih Alyssa. Ia pun segera masuk kedalam rumahnya dengan masih tetap tersenyum. Ia selalu tetap tersenyum dalam kondisi apapun.

Seperti biasanya, Alyssa segera masuk kedalam kamar papanya. Alyssa masuk dengan perasaan sangat senang sekali.

“Dokter . . “kaget Alyssa melihat dokter pribadi keluargannya berada di kamar papanya.

“Alyssa.. lama tidak jumpa”sapa Dokter Andi balik.

“Iya dok. Gimana keadaan papa??”

“Keadaanya . . “

“Luamyan sedikit menurun. . Kamu harus terus ajak Papa kamu berkomunikasi yah. Dengan itu siapa tau kondisinya semakin baik. Obatnya juga jangan lupa selalu diminumkan”

“Papa . . . “lirih Alyssa merasa sedikit bersalah.

“Gak usah sedih. Papa kamu menurunny tidak parah-parah sekali. Cuma menurun biasa”

“Iya dok. Alyssa pasti akan terus jagain papa. Makasih ya dok”

“Iya sama-sama. Saya pamit dulu ya Al. Minggung depan saya kesini lagi”

“Iya dok. Makasih”

“Iya”

Alyssa meletakkan tasnya di kursi dan segera mendekati papanya. Alyssa menatap papanya penuh kasihan. Perlahan gadis ini memeluk tubuh papanya yang begitu dingin .

“Papa maafin Alyssa , , , “

“Alyssa janji akan terus jaga Papa”

“Papa juga janji ya akan terusa bertahan demi Alyssa”

‘Alyssa sayang sama papa. Papa harus tetap berada disisi Alyssa”

“Jangan pernag tinggalin Alyssa ya Pa”

Perlahan gadis ini melepaskan pelukannya dari papanya. Ia menatap papanya dan membelai lembut pipi pucat papanya.

“Papa cepat sembuh. Alysa kanget dengan suara papa”

“Papa gak kasihan sama Alyssa sendirian di rumah”

‘Alyssa sangat sangat merindukkan papa”

“Alyssa sayang papa”

Gadis ini menyunggingkan senyumnya, meskipun air matanya sendiri telah berjatuhan begitu saja. Merasa sudah tak kuat lagi. Alyssa memilih segera beranjak dari kamar papanya. Ia tak ingin memperlihatkan bahwa dirinya lemah di depan papanya. Karena ia adalah gadis yang tegar dan penuh semangat. Itulah Alyssa.

*****
Rumah Rio.

Rio memasuki rumahnya dengan ekpsresi wajah menakutkan. Mamanya yang sedang menyiapkan makan malam menjadi binggung dengan wajah anaknya yang sangat aneh. Begitu pun juga dengan salsha.

“Yo. Kamu kenapa ??”tanya Bu Amanda yang tak lain adalah mama Rio. Bu Manda perlahan mendekati sang anak yang ingin berjalan ke arah tangga.

“Yo”panggil Bu Amanda sekali kagi. Rio menghentikkan langkah kakinya.

“Apa yang Rio tidak ketahui dari mama dan papa??”

“Maksud kamu ??”

“Kalian bertengkar ??”

“Atau bahkan kalian sudah bercerai diam-diam ??”

“Yo kamu bicara apa sih “

“Kak Rio kok ngomongnya gitu “

‘Mama gak usah bohong sama Rio. “

“Rio udah tau semuanya. Kalian sudah bercerai diam-diam kan? Kalian egois tau gak !! “Rio pun segera melanjutkan jalannya lagi. Nampaknya Bu Amanda terdiam mematung. Tak menyangka sang anak akan mengetahui semuanya. Yang sudah lama ia pendam sendiri selama beberapa minggung ini.

Salsha menghampiri mamanya, dengan wajah yang binggung dan tak percyaa.

“Mama cerai sama Papa ?? Mama bohongkan yang diucapkan sama kak Rio ??”

“Ma ?? mama kok diem aja??”

“Ma itu semua bohongkan ??’

“Gak mungkin mama sama papa cerai”

“Ma . . . .”Salsha hanya bisa menatap kesal mamanya saat ini yang terus diam, Salsha menahan emosinya sama seperti yang dilakukan oleh Rio.

“Salsha benci mama dan papa!! “teriak Salsha dan segera berlari naik ke atas menuju kamarnya.

Bu Amanda hanya bisa menangis dalam diamnya. Ia sebenarnya tak ingin ini semua terjadi. Namun sepertinya takdir sudah meluruskan jalan seperti ini. Dan Bu Amanda sudah dapat memastikan bahwa kedua anaknya akan sangat marah kepadanya. Seperti saat ini.

****
Keesokan Harinya . . .

Hari minggu bagi SMA VETER bukanlah hari libur. Mereka masih masuk seperti biasanya dan mengikuti pelajaran seperti biasaya. Namun jam pulang mereka 2 jam lebih cepat dari jam biasanya.

Hari ini anak kelas satu-A menjalani ulangan matematika. Alyssa benar-benar benci dengan pelajaran ini. pelajaran yang paling menakutkan baginya. Ia sangatlah lemah dalam matematika. Ditambah lagi ia tidak bisa bertanya dengan Sivia. Karena sedari pagi tadi Sivia hanya diam dengan wajah menakutkan. Membuat gadis ini takut untuk mengjak bicara.

“Mampus gue. Kalau gini bisa remidi gue . terus pasti gak bisa pulang. Haduuuh. Gimana ini “cemas Alyssa yang benar-benar sama seklai tak bisa satu pun menyelesaikan soal di lembar kertas hadapannya saat ini.

“Mampus deh gue “

2 jam berlalu bagaikan 2 detik bagi gadis ini. Dan saat ini lembaran jawabannya hanya terisikan 2 jawaban dari 10 soal. Alyssa mengumpulkannya saja mau tak mau. Dan benar saja Bu Winda sang guru matematika langsung memanggilnya tanpa ba bi bu.

“Alysa kamu benar-benar tidak bisa metematika ??”

“Bu Maaf . Maaf”

“harus kah ibu meminta Rio mengajarimu ??”

“Hah??”

“Jangan Bu Jangan Jangan . . “tolak Alyssa dengan cepat. Ia masih memfikirkan bagaimana kelanjutan nyawanya apabila Rio tau hal ini. Bukan karena malu namun pasti Rio akan memarahinya habis-habisan.

“Kenapa ? dia pacar kamu kan ?? “berita tentang hubungan dan Rio dan Alyssa tentunya sudah menyebar begitu cepat sampai seentero sekolah pun telah tau.

“Bu jangan. Alyssa mau deh bu dikasih remidian apa aja. Asal jangan di bilangin ke Kak Rio”

“Yaudah kalau gitu kamu sekarang ke perpustakaan dan kerjakan 10 soal ini lagi. “

“Iya Bu makasih”Alyssa pun kembali ke bangkunya mengambil peralatan tulisnya. Dan setelah itu pergi ke perpustakaan seperti yang disuruh oleh Bu Winda kepadanya.

****

Rio, Gabriel dan Alvin sedang bertenger ria di kantin. Nampaknya mereka bertiga tidak mengikuti pelajaran kembali. Bu Winda yang tak sengaja keluar dari kelas dan melihat Rio nlantas menghampiri pria tersebut.

Tiga pria ini bahkan tidak takut apapun cemas saat Bu Winda menghampiri mereka. Mereka hanya menatap Bu Winda dengan wajah tanpa dosa yang mereka punya.

“Yo. Bu Winda bisa minta tolong gak ??”

“Minta tolong? Tumben bu ”tanya Rio balik. Rio tentu saja cukup kenal dengan guru ini yang merupakan guru pembinannya saat olimpiade. Dan ia juga cukup kenal akrab dengan Bu Winda.

“Alyssa sangat lemah matematika. Apakah kamu bisa mengajarinya “

“Hah? Kenapa harus saya Bu ??”

“tenang aja Bu. Rio pasti mengajari Alyssa dengan baik. Dan pasti gadis itu langsung pintar matematika. Iel jamin deh Bu “sahut Gabriel tanpa dosanya. Rio menatap gabriel dengan tatapan Blank.

“Yaudah kalau begitu. Dia sekarang lagi di perpustakaan mengerjakan remidiannya. Dia pasti kesulitan disana. Ibu harap kamu bisa mengajarinya ya Yo. Terima kasih”Bu Winda pun beranjak dari sana meninggalkan tiga pria ini. Sedangkan Rio masih menatap Gabriel.

“Loe apaan sih iel. Ogah gue”

“taruhannya . . . “

“Aisshh. . Iya Iya. “mau tak mau Rio harus menuruti ucapan gabriel. Ia pun berdiri dari tempat duduknya dan segera beranjak menuju perpustakaan dengan langkah gontai.

****
Perpustakaan

Rio memasuki perpustakaan. Dimana tempat yang menurutnya sangat membosankan seakali. Ia mencari-cari keberadaan Alyssa. Dan benar saja ia melihat kekasihnya itu berada di ujung ruangan dengan wajah yang kusut sekali. Bahkan rmabut gadis itu sudah acak-acakan tak karuan.

“Menyusahkan saja “gumam Rio pelan dan segera berjalan menghampiri Alysa.

Alyssa nampaknya tak menyadari kehadiran Rio. Ia memang dibuat frustasi dnegan 10 soal didepannya yang sedari tadi tak ada yang ia bisa.

“Loe bodoh banget matematika ya ?”suara tersebut langsung mengangetkan gadis ini. Alyssa segera mendongakkan wajahnya dan emndapati Rio saat ini didepannya.

“ bu Winda. .. “lirih Alyssa lemas. Ia hanya menundukkan kepalanya saja. Rio segera menyeret kursi dan menaruhnya disamping gadis ini. Ia pun duduk disebalah kanan Alyssa. Rio melihat sebentar kertas yang ada di depan gadis ini. Dan benar saja kertas itu masij saja kosong tak terisi satu pun jawaban dari Alyssa.

“Yaudah kerjain”suruh Rio karena gadis ini hanya diam tertunduk takut.

“Gak bisa kak:”jujur Alyssa dengan suara yang sangat pelan.

“Aisshh . .” Rio mendecak sinis. Ia mengambil pensil yang ada di tangan gadis ini.

“Lihat ke sini . . “suruh Rio. Ia pun mulai menjelaskan kepada gadis ini bagaimana cara untuk mengerjakan soal trigonometri yang bagi siapapun pasti juga akan seperti Alyssa. Soal yang membuat otak menjadi kacau dan frustasi.

“Kalah sin+cos itu sama dengan . . . . . . bla bla bla “Alyssa benar-benar tak ingin membuat Rio marah. Jadi ia benar-benar mendengarkan baik-baik semua penjelasan pria ini. meskipun terkadang ia binggung sendiri. Namun dengan sedikit sabar Rio menjelaskannya kembali.

“Selesai kan. “Rio meletakkan pensilnya kembali. Dan lembar kertas yang awalnya kosong tersebut kini sudah berisikan penuh dengan jawaban-jawaban yang sudah dipastikan akan benar semua.

“Makasih kak”ujar Alyssa sangat senang. Rio langsung aja berdiri dan meninggalkan Alyssa disana. Sedangkan gadis tersebut hanya melengos saja melihat kepergian Rio yang tak acuh kepadanya.

“Setidaknya dia masih ada perasaan peduli sama gue”ujar Alyssa mencoba menyenangkan dirinya sendiri.

*****
Toilet Sekolah.

Sivia merapikan bajunya yang sedikit kusuk, setelah itu ia segera keluar dari toilet. Hari ini ia harus mengikuti pelajaran Fisika. Gadis ini berjalan dengan tenang menuju kelasnya. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Ia melihat tiga cowok yang sedang bertenger di kantin. Siapa lagi jika bukan “3 pria brengsek” menurutnya.

“Gue gak akan pernag maafin loe !!! “Sivia yang merasa emosinya kembali muncul segera berjalan kembali. Namun ia tidak menuju ke arah kelasnya. Melainkan ia menuju kearah kantin. Yah, Sivia mungkin ingin menyerahkan naywanya hidup-hidup kepada 3 pria itu.

Rio, Gabriel dan Alvin menyadari kedatangan gadis ini. Namun mereka bersikap seolah tak peduli dan menganggap Sivia tidak ada di depan mereka.

Sivia kini sudah berhenti didepan 3 pria ini. tepatnya ia berdiri didepan Alvin. Sivia menunjukkan ekpresi tak sukanya kepada pria tersebut.

“Loe beneran kampungan ya “

“Puas banget loe kemarin buat gue marah ? Hah?”

“Loe itu pria gak punya otak !! “caci Sivia bertubi-tubi kepada Alvin. Namun Alvin hanya menatapnya remeh dan tak berniat meladeni gadis ini.

“Siapa Vin ? Model? Model apaan? TTS??”tiba-tiba saja Rio mengeluarkan suaranya yang berisi tentang hinaan untuk Sivia. Sivia tentu saja kaget bercampur emosi dengan ucapannya barusan.

“Yoi Yo. Model kampungan , rendahan. Model apaan kayak gini. “balas Alvin tak tanggung-tanggung.

“Loe yang kampungan !! mulut loe gak pernah diajarin orang tua loe ? Apa gini orang tua loe didik loe ?? Apa orang tua loe sama brengseknya kayak loe!!!”Sivia sudah sangat kalut dan terbawa semua emosinya. Alvin langsung berdiri dari tempat duduknya.

“Loe . . ??? Jangan bawa-bawa nama orang tua gue “

“Kenapa ??? Loe takut ketahuan kalau orang tua loe sama brengsek kayak kelakukan loe ?? Hah ??” Rio dan gabriel sudah melihat bau-bau tak enak dari Alvin. Alvin memang sangat tak suka jika ada yang membahas bahkan menghina orang tuanya. Dan yang dilakukan Sivia sudah membuat Alvin tak terkendali lagi saat ini.

“Vin udah Vin. Jaga emosi loe. Loe bisa bunuh nih anak kalau loe gak kontrol emosi loe “bisik gabriel mencoba menahan Alvin.

“Betul banget. Orang tua gue emang brengsek. Puas kan loe ?? “

“Kampungan . . “Alvin mendengarkan ucapan gabriel. Ia segera beranjak dari sana. Meninggalkan Sivia yang sama emosinya seperti dirinya. Melihat Alvin pergi , Rio dan gabriel pun segera menyusul pria tersebut.

“Cisshh. . dasar pengecut. Gak punya otak !!”

“Mati aja loe bertiga . . . .”

Alvin menaiki tangga menuju atap sekolah dengan emosi yang masih meluap-luap. Sedangkan gabriel dan rio mengikutinya dari belakang dengan saling bertatapan binggung. Jika Alvin sudah seperti ini tentunya akan menakutkan bagi siapa saja.

“Minum dulu nih “ujar gabriel melemparkan sebotol minuman ke arah Alvin. Alvin pun menerimannya dan segera meminumnya.

“Gadis brengseekk .. Loe beneran cari mati sama gue . .. . “

“Loe sudah bawah-bawah orang tua gue ?? Loe ngibarkan bendera perang sama gue ??”

“Lihat aja. Dia akan tau siapa gue. Dia bener-bener cari mati sama gue “

“Brengsek ?? dia akan tau gimana brengseknya gue . . .”Alvin menatap ke depan dengan tatapan etahlah. Tatapanya seperti ingin membunuh seseorang. Gabriel dan Rio hanya diam saja, karena mereka memang tak pernah melihat Alvin semarah ini. tatapan Alvin benar-benar sangat menakutkan dan membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri.

*****
14.00 Pulang sekolah

Rio berdiri di depan mobilnya. Hari ini memang dirinya sengaja bawa mobil sendiri. Alvin dan Gabriel sudah pulang duluan sedari 10 menit yang lalu. Rio melihat ke sekitarnya banyak murid yang sudah mulai pulang. Namun matanya haya mencari satu orang saja.

“Lama banget sih . . “kesal Rio yang memang paling tak suka menunggu. Tak lama kemudian orang yang Rio tunggu akhirnya datang juga. Gadis itu berlarian menghampiri Rio seperti terburu-buru.

“Kak maaf . Maaf. Tadi disuruh Bu Winda ke kantor guru dulu”Rio tak mempedulikan ucapan gadis tersebut dan langsung masuk kedalam mobilnya. Gadis yang tak lain adalah Alyssa hanya dapat menunduk dan mengigit bibirnya takut. Ia pun berjalan ke arah pintu mobil Rio dan segera masuk sebelum Rio kembali marah kepadanya.

Rio pun segera menjalankan mobilnya, saat istirahat sekolah tadi memang Rio mengajak Alyssa untuk pulang bersama. Rio hanya ingin menepati janjinya ke Gabriel.

“Loe udah makan ?”tanya Rio memecah keheningan diantara mereka.

“Udah kak”

Dan keheningan pun terjadi kembali. Entahlah dua pasangan ini memang tidak terlalu banyak berkomunikasi mungkin dari Rio,nya yang mempunyai sifat dingin sekali bagaikan es. Dan Alyssa pun hany diam saja karena terlalu takut dengan Rio.

15 menit kemudian pun mereka telah sampai di depan rumah Alyssa. Gadis ini segera keluar dari mobil Rio.

“Nanti malam gue kesini”ujar Rio singkat tanpa menoleh ke arah Alyssa yang sudah berdiri di depan gerbang rumahnya. Setelah itu pria ini langsung menjalankan mobilnya kembali.

Alyssa melihat kepergian kekasihnya tersebut dengan perasaan yang entahlah. Ia sendiri tidak tau bagaimana perasaan Rio kepadanya. Apa yang harus ia lakukan setelah ini. Hubungan mereka tidak seperti hubungan pasangan kekasih yang lazimnya. Toh, saat Rio menembaknya pun sudah begitu aneh. Mereka sama sekali tidak saling kenal dan tiba-tiba memutuskan menjadi sepasang kekasih. Freak Couple .!!!.

****
Lux-art

Pak Jo membawa Alvin kemari untuk meminta maaf kepada Sivia. Kabar kemarin tentang Alvin yang menghina-hina Sivia sudah terdengar sampai telinga pria berumur ini. Mau tak mau Alvin harus menuruti semua kata kakeknya. Sivia pun sepulang sekolah langsung ke studio ini.

Alvin dan Sivia sudah saling berhadapan. Namun mereka berdua sepertinya enggan untuk bertegur sapa. Melihats satu sama lain saja rasanya tidak akan mereka lakukan saat ini.

“kalian sebenarnya ada apa ? kalian saling bertengkar ??”tanya Pak Jo yang tidak tau apa masalah utamanya.

“Vin kenapa ??”Alvin hanya mengangkat bahunya tak mau tau dan hanya ingin segera pergi dari stuido ini.

“Via kenapa ??”

“Maaf om sebelumnya. Tapi ucapan Kak Alvin gak bisa ditolelir Om. Kak ngatain Sivia seenaknya “ ujar Sivia mencoba sesopan mungkin kepada Pak Jo.

“Kak?? Cisshh . .”desis Alvin yang merasakan bahwa Sivia sedang beracting sebagai seorang angle didepan kakeknya.

“Alvin kenapa kamu kemarin menghina Sivia ? dia itu model terbaik kita”

“Terbaik ? Model panjangan plus kampungan kayak gitu terbaik. ??”Sivia menahan emosinya untuk saat ini. ia tak mungkin mengata-ngatai Alvin didepan orang terhormat seperti Pak Jo. Sivia masih punya etika.

“Alvin jaga ucapan kamu”tegas Pak Jo membuat Alvin langsung memilih diam.

“Sivia karena ini kesalahan dari Alvin ma . . “

“Alvin yang salah ? Alvin gak salah kek. !!Kenapa jadi Alvin yang salah sih ??”protes Alvin tak terima.

“Alvin diam!!”

“Kami mohon maaf ya Via. Dan kamu masih mau kan menjalani kontrak dengan perusahaan kita ??”lanjut Pak Jo. Sivia sebenarnya memang sangat mau menjadi bintang model di product perusahaan ini. Sangat mau malah. Namun karena Alvin lah, ia harus berfikir ulang tentang hal ini.

“Sivia sebenarnya mau Om. Tapi kalau kak Alvin masih kayak gitu. Sivia memilih tidak”jujur Sivia

“Kalau itu Om jamin. Alvin tidak akan berbuat seperti itu lagi”

“Alvin sekarang kamu minta maaf sama Sivia”suruh Pak Jo.

“Minta maaf ?? gak akan”

“Alvin minta maaf sekarang!!”

“Enggak ya enggak kek!!”Alvin menjadi emosi sendiir. Ia langsung memilih berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Sivia serta pak Jo yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakukan pria itu.

“Maafkan Alvin ya nak Via. Alvin memang muda marah sejak kedua orang tuanya lama meninggal”

“Eh??”kaget Sivia mendengar hal tersebut.

“Dia menjadi sedikit manja. Mungkin dia melampiaskan emosinya karena sudah tidak bisa merasakan kasih sayang orang tuanya dari kecil”

“Alvin eh . maksud Sivia kak Alvin sudah tidak punya orang tua ??”tanya Sivia . kini wajahnya mulai sedikit tak enak. Ia teringat dengan ucapannya tadi pagi kepada Alvin.

“Iya . Tolong dimaklumi ya Via. “

“i .. ya . . om”jawab Sivia terbata-bata. Kini fikirannya mulai memecah. Sedikit perasaan bersalahnya kepada Alvin.

“Nanti Om buatkan kontraknya kembali. Kamu bisa mulai kembali sesi pemotretan terakhirnya. Om ucapkan banyak terima kasih ya Via”Pak Jo berdiri dan menjabat tangan Sivia. Sontak saja Sivia pun ikut berdiri dan menjabat tangan Pak Jo kembali.

“Sama-sama Om”

“Saya pergi dulu ya Via”pamit Pak Jo dan berjalan keluar dari stuido tersebut. Sivia masih mematung disana. Binggung harus berbuat apa sekarang.

“Gimana ini ? bodoh amat ah. Gue juga gak tau kalau orang tuanya meninggal”

‘Dia duluan kan yang emang brengsek cari masalah . “

“Bodo amat” Sivia pun memilih tak memfikirkan masalah ini terus-terusan. Ia memilih fokus untuk pemotretannya hari ini.

*****
Rumah gabriel

Gabriel masuk kedalam rumahnya setelah mengantarkan Shilla pulang kerumahnya. Meskipun sedikit cemas, namun mau tak mau Gabriel harus megembalikkan Shilla. Ia tidak ingin disebut sebagai penculik anak orang.

Gabriel merebahkan tubuhnya di kursi ruang tamu. Sedikit merenggangkan badanya yang terasa sedikit sakit.

“Gadis itu bisa membuat gue seperti orang bodoh saat ini . . . “

“Kenapa gue tak bisa apa-apa jika sudah didepan dia”

“Apa beneran gue menyukainya ?”

“Apa ini yang dinamakan cinta?”

“enggak mungkin. Gue hanya menggap dia sebagai adik. Tidak akan lebih “

“yah, hanya sebagai adik. Adik dan Adik . “:

****
Rumah Rio 19.00 p.m

Rio mengunci kamarnya, ia tak ingin mendengar pertengkaran orang tuanhya dibawah sana. Sejak kemarin saat dia tau tentang perceraian papa dan mamanya. Rio merasa tak ada lagi yang bisa ia percaya.

“Aaisshh . . . . “Rio sudah merasa muak dengan tingkah lagu kedua orang tuanya. Ia segera membuka pintu kamarnya dan keluar tepatnya kearah Mama dan papanya yang bertengkar disana.

“Papa itu yang selingkuh . . . “

“Papa main perempuan sana-sini . .”

“Mama juga selingkuh kan ?? Mama fikir papa tidak tau ??”

“Mama itu munafik. Tidak usah sok baik didepan anak-anak”

“Menyalahkan semuanya kepada Papa. Mama yang salah bukan papa”

“STOOOPPPPPP!!!!!!”teriak Rio dengan suara menggelegar di seluru tempat ini.

“Kalian mau tau siapa yang salah ? Hah?? Mau tau ??”

“Kalian berdua yang salah !! “

Kalian sama-sama tidak tau malu !”

“Loe berdua munafik !!”

“Lebih baik kalian berdua pergi dari rumah ini. Rio Persetan dengan orang seperti kalian!!” Setelah melupakan semua emosinya Rio segera beranjak pergi dari rumahnya. Sedangkan Mama dan papa Rio hanya mematung membatu. Ucapan tajam Rio tentu saja bagai cambuk bagi kedua orang ini.
****

Rio menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia sudah begitu kalut. Rasa emosinya sudah diambang kepalanya. Ia memang tak pernah tahu dengan pertengkaran kedua orang tuanya. Bagi Rio mama dan papanya adalah segalanya dan yang ia percaya. Namun kalau sudah seperti ini? Siapa lagi yang akan dia percaya.

Rio memberhentikkan mobilnya di depan suatu rumah bercat putih. Yah tentu saja itu merupakan rumah kekasihnya yang telah 4 harinya menjadi pacarnya. Rio segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah bernuansa putih ini. Wajahnya masih penuh dengan kemarahannya. Ia hanya diam dan terus berjalan.

TINTTONG . .

Ia memencet bel rumah tersebut. Dan tak perlu menunggu lama seorang gadis keluar dengan wajah yang penuh senyuman. Rio menatap gadis tersebut dari atas sampai bawah. Gadis ini mengerai rambut indahnya dan memakai kaos pendek berwarna putih serta celana pendek berwarna toska. Tentu saja sangat cocok di tubuh gadis ini.

Alyssa menatap Rio heran, tidak biasanya Rio terdiam dengan wajah kosong seperti biasanya. Sepertinya Rio memiliki masalah saat ini.

“Kakak kenapa ?”tanya Alyssa khawatir kepada Rio. Dan saat itu juga Rio lantas menarik gadis ini dalam pelukannya. Rio memeluk Alyssa begitu erat sekali. Seolah ia sangat butuh senderan untuk meluapkan semua rasa amarahnya.

Alyssa terdiam binggung beserta kaget. Ia tidak tau sama sekali ada apa dengan pria ini. Namun ia merasa pria tersebut ada masalah. Dan perlahan tangan Alyssa membalas pelukan dari Rio. Berharap ia bisa menenangkan Rio.

“Alyssa . . . . “

Bersambung . . . . .. .

Keep like and comment guys😀 . Tungguin part selanjutnya. Dan semota tambah suka dengan cerita-ceritanya . Ayo semangat baca !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s