REVIL – 5 “ . . . . . . . . . . . ??? “

Part Five of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀

“Dan Maaf kalau nama ceritanya aku izin lagi menggunakan nama artis . Mungkin Cuma nama panggilannya saja. Semoga dapat mengerti , Dan jika ada kesamaan nama tolong dimaafkan..Ini hanya cerita Fiksi dan tidak nyata. Kalau ada yang merasa dirugikan aku sangat minta maaf “

REVIL – 5
“ . . . . . . . . . . . ??? “

Rio dan Alyssa saat ini telah berada di taman dekat rumah Alyssa. Mereka duduk di salah satu kursi panjang yang disediakan taman tersebut. Alyssa hanya diam saja disamping Rio begitu pun dengan Rio yang masih memfikirkan masalah keluargannya.

“Ka . . kak . . ke . .na . .pa?”tanya Alyssa memberanikan diri membuka suaranya. Mendengar pertanyaan Alyssa Rio lantas menolehkan wajahnya.

“Loe beneran suka sama gue ??”tanya Rio tanpa mengindahkan pertanyaan Alyssa.

“Hah?”

“Loe beneran suka sama gue ??”ulang Rio kembali karena gadis ini terlihat terkejut dengan pertanyaanya.

“I . .ya . . “

“Cinta ??”

“I .. ya . .”

“Seberapa besar ??”

“Sebe . .. sar .. . apapun yang tak bisa terhitung . . “jawab Alyssa binggung. Rio mengernyitkan keningnya.

“Loe gak tanya gue kenapa gue bisa minta loe jadi pacar gue kemarin ??”

“Enggak perlu kak. Alyssa percaya takdir. Mungkin emang ini adalah takdir Alyssa dan jodoh Alyssa. “

“Jodoh ?? loe gak takut kalau gue Cuma mainin loe ?”

“Enggak. Kalau memang aku Cuma mainan kakak .. . “

‘Aku terima . . .”Rio tertawa pelan dengan senyum sinis. Jawaban Alyssa baginya adalah jawaban yang sangat bodoh.

“Ayo kita putus “

“Hah?”

“Loe budek ?”

“Putus ? kenapa ?”

“Karena gue gak suka sama loe. Gue Cuma mainin loe. “Alyssa menatap Rio lantas menyunggingkan senyumannya.

“Putus ? kakak mau putus ?? “

“baiklah . .”jawab Alyssa pelan. Ia hanya bisa mengigit bibirnya berharap ia tidak menangis. Rio menolehkan wajahnya ke arah gadis ini.

“Loe benaran setuju ??”

“Aku bisa apa kak? Kalau kakak mau putus dan seandainya aku tidak mau. Pasti kakak tetap memilih kita putuskan”

“Enggak “

“Hah?”binggung Alyssa

“Kalau loe nolak putus yaudah kita gak akan putus. “

“Maksud kakak ??”Alyssa benar-benar tak mengerti maksud Rio. Pria terse but sedikit membingungkan dan Alyssa sama sekali tak bisa menebak apa yang difikirkan oleh pria didepannya ini. Rio menghelakan nafasnya sebentar

“Lupakan . . “desis Rio malas juga menghadapi gadis polos seperti Alyssa.

“Jadi kita putus ?”tanya Alyssa kembali. Namun Rio hanya diam tak menjawab pertanyaan gadis tersebut. Alyssa pun ikut diam namun matanya menatap wajah Rio yang tenang dan dingin.

“Apa yang sangat loe inginin dalam diri gue ??”tanya Rio kembali tanpa menjawan pertanyaan Alyssa tadi.

“Ingin ? apa ? gak ada”

“Sama sekali ??”

“Kalau boleh alyssa ingin kita gak putus”jawab Alyssa pelan dan sangat penuh harap.

“Loe beneran suka sama gue ??”tanya Rio dengan wajah tak menyangkannya.

“Hmm”dehem Alyssa sambil menganggukkan kepalanya. Rio menghelakan nafasnya kembali. Ia mergoh saku celananya dan mengambil sesuatu disana.

“Nih pakai “suruh Rio , ia memberikan gadis ini sebuah kalung putih polos tanpa ada gantungan atau apapun.

“Kalung ? buat Alyssa??”

“iya. Cepat pakai.!”tegas Rio kembali. Alyssa pun segera menerimannya dan menuruti ucapan Rio untuk memakai kalung tersebut.

“Simpan baik-baik”

“Pasti kak. Alyssa akan menyimpannya dan akan terus memakainya . “jawab Alyssa dengan nada yang sangat bahagia. Ia tak menyangka bahwa Rio akan memberinya sebuah kalung. Namun dalam hati Alyssa yakin bahwa Rio mempunyai sisi baik yang tersimpan didalam lubuk hatinya.

“Nomer ponsel loe berapa ?”tanya Rio sambil menyodorkan ponselnya ke Alyssa. Alyssa semakin tersenyum senang sekali. Ia pun langsung mengetikkan nomernya di ponsel Rio.

“nanti malam gue telfon”ujar Rio yang sudah menyimpan nomer kekasihnya itu. Alyssa mengangguk-anggukan kepalanya seperti anak kecil yang begitu lucu dan polos.

“Jadi kita gak putus kan kak?”tanya Alyssa kembali yang masih belum tau bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka berdua.

“Menurut loe ??”

“Enggak “

“Yaudah “jawab Rio seadanya. Ia masih terus menatap kearah depan tanpa menatap wajah gadis disebalahnya tersebut. Tatapan Rio pun sama sekali tak berubah.

SEEEEEEEERTTTTT . . ..

Tiba-tiba saja rintikkan hujan mulai berjatuhan dan lama kelamaan semakin banyak. Alyssa dan Rio pun dibuat terkejut tak menyangka tiba-tiba akan hujan. Mereka langsung panik sendiri karena mobil Rio masih didepan rumah Alyssa.

“Ayo balik . . “ajak Rio dan dengan spontannya langsung menggandeng tangan gadis ini.

“Ehh .. . “kaget Alyssa namun sedetik kemudian ia tersenyum senang. Ia pun mengikuti Rio yang terus berlari ditengah hujan.

Mereka berdua seperti layaknya sepasang kekasih yang berada di film romance. Berlari ditengah hujan dengan kebahagiaan cinta masing-masing. Langkah mereka diiringi oleh gemercik hujan yang mungkin ikut tersenyum dengan hubungan mereka.

“Kak masuk dulu”suruh Alyssa karena Rio langsung berhenti didepan gerbang rumah Alyssa. Tangan Rio masih menggandeng tangan Alyssa. Rio berdiri di hadapan gadis ini dan untuk pertama kalinya memberanikan diri menatap mata gadis ini.

Mata yang membulat indah walaupun rintikkan hujan membasahi wajahnya. Tatapan yan begitu polos. Raut wajah putih pucat namun terlihat cantik.

Rio sepertinya terhipnotis dengan paras cantik dan polos dari gadis ini. Perlahan Rio melepaskan genggaman tangannya dari Alyssa. Tangan kanan Rio ia sentuhkan pada dagu Alyssa. Alyssa hanya menatap Rio dengan tatapan polosnya tak tau apa yang akan Rio lakukan.

Perlahan dan perlahan Rio mendekatkan wajahnya pada gadis ini. Kedua matanya pun secara perlahan mulai tertutup. Dan sampai akhirnya jarak diantara mereka tidak ada lagi celah yang membentangi. Alyssa hanya bisa membulatkan matanya saat ia merasakan bibir dingin Rio mengecup bibirnya. Rio semakin memperdalam ciumannya, Dan entah menagapa saat itu Alyssas ikut memejamkan matanya.

Rio merasa semuanya begitu damai saat didekat gadis ini ia merasa hatinya ada yang menenangkan, Rio merasa bibirnya menjadi hangat. Ditengah hujan dan tak akan ada yang tahu bahwa saat ini Rio sedang menangis. Yah, pria ini tiba-tiba saja meneteskan air matanya bersamaan dengan air hujan yang membasahinya. Menangis tanpa suara mencoba melepaskan semua bebannya.

Rio melepaskan bibirnya dan bibir Alyssa. Ia juga menurunkan tangan kananya dari dagu gadis ini. Alyssa perlahan membuka matanya memberanikan menatap Rio. Ini adalah untuk pertama kalinya ia mendapat ciuman di bibirnya oleh seorang pria.

“Alyssa masuk dulu kak”ujar Alyssa yang tak tau harus berbuat apa saat ini. Ia tentu saja malu bercampur senang. Namun saat ini jantungnya tak dapat ia kendalikan. Detakan jantungnya terus berdetak cepat.

“hm .. “Rio hanya membalas dengan deheman biasa. Ia tak tau apa yang telah ia lakukan tadi. Mencium gadis tersebut ?? benarkah ia telah mencium Alyssa ?? . Alyssa pun telah masuk kedalam rumahnya meninggalkan Rio yang masih berdiri disana.

Rio memejamkan matanya mengatur nafasnya sebentar. Setelah itu ia memilih segera beranjak dari sana. Ia masuk kembali ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk kesuatu tempat yang bisa membuat ia melupakan semua masalahnya.

****

Lux-art 23.00

Sivia telah selesai menjalani pemoteretannya sampai tengah malam seperti ini. Tubuhnya sedikit lelah. Semua staff pun terlihat lelah dan mulai membereskan barang-barang mereka. Sivia mengambil barang-barangnya dan kunci mobilnya. Ia memilih segera pulang karena managernya sendiri telah meninggalkannya satu jam yang lalu karena ada urusan. Dan terpaksa Sivia harus pulang sendiri dan hal itu sudah menjadi hal biasa pada gadis ini.

“Terimah kasih semuanyaa !! sivia ucapin banyak terima kasih “teriak Sivia kepada para staff tersebut.

“Sama-sama Sivia. Kamu benar-benar hebat “puji sang fotografer

“Terima kasih Om . Sivia pulang dulu ya “pamit Sivia.

“Kamu pulang sendiri ?? Apa perlu om antarkan ??”

“Tidak usah Om. Sivia berani pulang sendiri. udah biasa”

“Beneran Vi ? ini udah malam loh “ujar salah satu staff yang lain. Mereka tentu khawatir seorang gadis pulang malam-malam sendiri seperti ini.

“Iya gak apa-apa. tenang aja “

“Yaudah hati-hati Vi. Suksesya “

“Iya makasih semuanya. Selamat malam .. .”

Sivia mengganti pakaiannya dahulu dengan baju seragam sekolah yang ia pakai waktu ke studio. Ia pun tak lupa membawa tas sekolahnya. Perlahan gadis ini berjalan keluar untuk menuju parkiran. Sivia sangat senang sekali dengan hasil pemotretannya. Ia melangkah dengan hati yang begitu berbunga-bunga. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba saja ada yang membekapnya dari belakang.

“Mmmmm. . mmmm. . .mmmm. . .”Sivia mencoba untuk memberontak . Namun apa daya ia diberi obat bius dan menyebabkan dirinya langsung pingsan tak sadarkan diri. Sivia pun tak bisa merasakan apa-apa lagi.

*****
Lux-Hotel kamar 121

Pria ini berdiri di sebelah kasur yang telah ada seorang gadis berbaring tak sadarkan diri. Pria ini menatap gadis tersebut dengan penuh kebencian yang ia miliki. Ia merasa muak dengan gadis ini. yah, pria ini adalah Alvin dan gadis tersebut tentu saja tak lain adalah Sivia. Alvin lah yang membekap Sivia dan membawa gadis ini ke sebuah hotel.

BYUUUURRR

“Bangun . .!! “

Alvin langsung mengguyur wajah Sivia dengan air putih. Dan perlahan gadis itu pun membuka matanya dengan berat, Sivia sendiri merasa kepalanya sakit. Ia melihat ke sekitarnya yang masih belum terlihat jelas pada pengelihatannya.

“Al .. vin ??”kaget Sivia melihat pria tersebut berdiri disampingnya dengan tatapan dingin dan tajam.

“Gue . . gue .. gue dimana ??”kaget Sivia. Ia langsung terduduk dan juga takut. Alvin mendesis sinis melihat wajah takut gadis ini.

“Hotel”jawab Alvin singkat dan membuat Sivia membelakakan matanya.

“Hotel ? Ngapain loe bawah gue kesini ?? Gue mau pulaanggg!!!! “teriak Sivia emosi. Ia pun mencoba untuk berdiri namun saat ini kakinya sudah terikat rapi dan kencang . Bahkan kedua tangannya pun sudah terikat juga. Sivia menatap Alvin tajam.

“GUE MAU PULAANGG!!! “

“Loe mau apa ? Hah? Lepasin guee !!!! “berontak Sivia mencoba melawan.

“Lepasin ? Apa ? gue gak denger ??”balas Alvin yang berlagak bodoh. Alvin perlahan menarik dagu Sivia dan mecengkramnya sangat erat. Sivia pun hanya bisa meringis kesakitan.

“Loe ingin tau gue mau apa ?? loe pensaran ??”

“Gue akan tunjukin sama loe seberapa brengseknya gue seperti yang loe bilang !!! “

“Gue akan tunjukin ke loe bagaimana kedua orang tua gue didik gue jadi anak brengsek seperti yang loe bilang!!! “

“Gue akan tunjukin sama loe bagaimana membedakan orang yang brengsek dan orang yang benar-benar brengsek kayak gue seperti yang loe bilang !!! “Sivia mulai gemetar, ia ketakutan. Tatapan Alvin, ucapan Alvin begitu tajam dan menakutkan sekali. Sivia takut Alvin berbuat macam-macam kepadanya.

“le . .pasin . gue . . .”ujar Sivia gugup. Alvin tersenyum sinis.

“Kak lepasin gue.!!!. “

“Loe takut sekarang ??”

“Mana makian busuk loe ? keluarin !!! “

“Mana Sivia yang mengeluarkan cacian bodohnya !! Cacian kampungannya !! Hah? Keluarin !! Gue mau denger !! “

“Takut loe sekarang ?? !!! “

“Gue gak pernah takut !! “Sivia mencoba melawan dengan sisa keberanian yang ia punya. Alvin melepaskan cengkramannya dengan kasar.

“gak takut ?? baiklah .. .”Alvin menatap Sivia sebentar . menatap tepat di kedua mata gadis itu.

“Gue jadi penasaran bagaimana bentuk tubuh model terkenal ini . . “

“Loe . .loe . . loe jangan macam-macam . . .”

“Gue akan bunuh loe kalau loe macem-macem !! “

“Loe jangan macem-macem kak !! “

“Bunuh gue ?? silahkan kalau loe bisa “ tantang Alvin penuh kelicikan.

“Gue gak akan macem-macem sama loe . tenang aja. “

“tapi . . . .. “

“Gue Cuma mau lihat bentar aja . . . .”

“Sebagus apa sih tubuh model cantik ini . .. “

KREEEEEEKKKKKK

KKREEEEEKKKK

KREEEEEKKKKKKK

“ALVIIIINNNNNN JANGAAAANNNNNNN !!!! “teriak Sivia parau. Ia tak bisa apa-apa dengan kedua tangan yang diikat erat seperti itu. Untuk bergerak saja baginya sangat susah sekali saat ini. Alvin terus bersuaha merobek bajunya degan kedua tangannya.

“ALVVVVVIIIIIINNNNNNNNNN !!!!! “

“Teriak sepuas loe. Siapa yang akan dengar ? Hah??hahahahahaha”tawa Alvin begitu puas sekali. Sivia hanya bisa berteriak dan menangis ketakutan saat ini. sebagian tubuhnya sudah terekspose tanpa sehelai kain pun. Alvin benar-benar sudah gila karena dendamnya pada Sivia.

“Alvin gue mohon jangaann !! Kak gue mohon lepasin gue. Kak gue mohon . .”isak Sivia ketaktan. Namun Alvin sama sekali tak menggubrisnya. Alvin perlahan membuka jaket yang ia pakai.

“Panas juga yah . . . “

“Tubuh loe ternyata bagus juga . . “

“Kak gue mohon lepasin gue !! GUE MAU PULAAANGGG!!! LEPASIIINNNN “

“Lepasin loe ??? begitu aja ?? “

“Sayang kalau tubuh loe belum gue coba “ujar Alvin tanpa dosanya dan wajah yang menakutkan lebih dari apapun. Tubuh Sivia bergetar hebat saat ini. Ia benar-benar takut tidak bisa apa-apa/. Ia tak menyangka Alvin akna melakukan hal ini kepadanya. Alvin begitu dendam kepadanya sampai seperti ini.

“Loe tau Vi ?? . . . . ”perlahan Alvin mendekati Sivia dan mendorong kasar tubuh gadis ini sehingga terhempas di kasur.

“Mulut loe itu harimau loe sendiri . jadi Jaga mulut loe dengan baik”

“Dan sekarang loe tau kan ? GIMANA BRENGSEKNYA SEORANG ALVIN????”teriak Alvin begitu kencang.

“Gue mohon lepasin gue. !! Kak Gue mohon gue mau pulaanggg!!! “tangis Sivia semakin menjadi. Melihat Sivia menangis seperti itu Alvin sama sekali tak berkutik dan tidak punya rasa iba.

“Kak Alvin maafin Sivia. Sivia salah . Sivia mengaku salah. Sivia mohon maafin Sivia kak. Sivia mohon “tangis Sivia tak dapat terbendungkan. Air matanya sudah membasahi semua wajahnya.

“KAAK SIVIA MINTAA MAAAF !! LEPASIN SIVIA !! SIVIA MINTA MAAF KAK !! MAAFIN SIVIAAAAA!!?”

“Minta maaf ? TELAT !! “

“kak Sivia benar-benar minta maaf . .Kak Alvin . . Maaf . . . “

“Sivia mau pulang kak. . . Sivia mohon lepasin Sivia. . Sivia mau pulang. . Maaf kak . . “

“Kak Sivia mohon. . Sivia mohooonnn !!! “Alvin hanya menatap Sivia seolah tak peduli dan tak mendengarkan tangisan gadis manis ini. Alvin malah menatapnya dengan sangat sinis.

“KAAAKKKK LEPASIN SIVIA !! SIVIA MINTA MAAF !! SIVIA JANJI GAK AKAN NGEHINA-HINA KAKAK LAGI !! LEPASIN SIVIAAA!!! “teriak Sivia yang sudah kalut dengan ketakutannya dan tangisannya.

“Persetan sama janji loe !! “

Alvin berdiri dari kasur tersebut. Ia berjalan ke arah meja dan disana terdapat sebotol wine . Alvin berjalan kembali menghampiri Sivia dengan senyum penuh kepicikan. Sivia semakin takut dan takut sekali.

Alvin mencengkram kembali dagu Sivia dan menyebabkan gadis ini mau tak mau membuka mulutnya. Dan saat itu Alvin mengguyur wine tersebut kedalam mulut Sivia.

“Minummm !!!! “bentak Alvin.

Uhuuukkkk . . Uhuuukkkkk . . .

“Ka . . k . . . . .le . . pa. . sin. . Si .. vi .. a”

Uhuuukkk. . . Uhuuuukkk

“Ka . . k . Alvi . . n cuku .. .p . . .”

Uhuuukkk uhuuukkk . . .

Sivia mencoba memberontak, mencoba mengekuarkan air tersebut dari mulutnya. Namun tentu saja tidak sedikit wine yang masuk kedalam kerongkongannya saat ini.

“Enak ?? ?”

“Pusing ??”

“mau lagi ??

“Kak Alvin , Sivia mohon lepasian Sivia . .”pinta Sivia. Tubuhnya mulai melemas. Kesadarannya perlahan menghilang. Kepala Sivia terasa berat. Efek wine tersebut mulai bekerja pada dirinya.

“Kak Sivia mau pulang. Sivia takut. Sivia minta maaf. Sivia mohon lepasin Sivia. Sivia benar-benar minta maaf . .. “

“Kak Alvin maaf . . .”

“permainan baru dimulai Sivia sayang . . “Alvin melemparkan begitu saja botol wine yang sudah kosong tersebut. Ia menatap Sivia dnegan tatapan yang tak bisa dijelaskan lagi. Setan dalam otak Alvin benar-benar menguasainya. Alvin pun perlahan mendekati Sivia .

“Kaakk . .jangan kak. . . Sivia mohon. . . “

“kak Sivia mohon jangan Kak. . Maaf kak . .” Sivia meminta maaf dengan sisa kesadarannya. Sivia masih terus menanngis dan semakin ketakutan. Alvin tak mempedulikkan setiap kata yang keluar dari gadis ini. Alvin tak peduli dengan jeritan dan tangisan Sivia. Ia terus mendekati gadis ini. dan semakin dekat.

“KAK SIVIA MOHON JANGAN !! “

“KAAAAAKKK AAALVIIIIINNN!!!!! “

*****
Kamar Alyssa

Ify baru saja selesai mandi, bibirnya pun tak ada henti-hentinya menyunggingkan senyuman yang membahagiakan. Bagaimana ia tidak bahagia. Hari ini Rio memberiknnya sebuah kalung, Rio meminta nomer ponselnya bahkan Rio mengandeng tanganya. Dan yang paling ia tidak sangka. Rio menciumnya.

“Kak Rio . . .”Alyssa senyum-senyum sendiri dikamarnya. Merasa malu dengan kejadian yang terjadi 1 jam yang lalu. Alyssa menyentuh bibirnya sendiri.

“Fisrt kiss . . .”

“jadi gini rasanya. .. .”Alyssa seperti orang gila dikamarnya. Ia tak pernah merasakan suatu hal yang seperti ini. Ia baru pertama kalinya merasa cinta yang begitu indah dalam hidupnya. Meskipun pria yang ia cinta tersebut berhati dingin sekali. Namun Alyssa begitu menyuaki pria tersebut.

Alyssa menatap ponselnya masih belum ada telfon dari Rio. Ia begitu berharap Rio akan menelfonnya seperti yang diucapkan Rio kepadanya tadi.

“Alyssa sangat cinta sama Kak Rio . . . . “

“Alyssa akan jadi pacar yang baik buat Kak Rio . .. “

“Alyssa janji !! “

Alyssa segera mengganti bajunya dengan baju tidurnya. Setelah itu ia bersender dikasurnya menyibukkan membaca comic kesayangannya. Ia pun masih terus menunggu telfon dari Rio.

****
Rumah Gabriel

Gabriel memejamkan matanya dan membuka matanya. Memejamkan matanya dan membuka matanya kembali, Entah mengapa ia mmiliki perasaan yang tidak enak. Seperti sesuatu buruk sedang terjadi. Gabriel mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang.

“Hallo . . “

“iya kak “

“Loe dimana ??”

“rumah , kenapa ??

“Loe gak apa-apa? papa loe dirumah ??”

“enggak apa-apa kok kak. Papa lagi keluar kota”

“Loe beneran gak apa-apa kan ??”

“Iya Shilla gak apa-apa kak. Kenapa sih ??”Gabriel menghembuskan nafasnya penuh kelegaan.

“ gak apa-apa kok. Tidur sana”

Gabriel menutup sambungannya. Ia membuang nafasnya sesekali. Ia benar-benar sudah gila karena gadis itu. Gadis yang menyukainya sejak 4 tahun yang lalu dan sampai sekarang. Dan setia menunggu cintanya selama itu. Hebat bukan ?? . dan ia hanya Cuma bisa diam dan tak bisa apa-apa. Dan hanya menggantungkan nasib cinta gadis tersebut.

“Gue harus apa ??”

“Gue nembak dia ??”

“Gue cinta sama dia ??”

“Aaaisshhh. .Kenapa sih loe iel ??”

“Sebenarnya apa yang ada di otak loe saat ini”

“Gabriel come on . Come on . . .”

“Jangan jadi gila seperti ini Iel . . . “

Gabriel pun memilih untuk segera tidur. Ia tak ingin benar-benar menjadi orang gila malam ini. Ia berusaha untuk menutup matanya rapat-rapat.
****
Discotik

Rio menghabiskan malamnya di tempat ini. Entah sudah beberapa botol minuman yang ia habiskan, Kesadarannya pun sudah diambang-ambang. Ia terlalu pusing memfikirkan keluargannya yang sudah hancur.

“Hahahahaha. . . .Semuanya brengsek . . . “

“Papa brengsek . . . “

“Mama juga brengsek . . .”

“Kalian berdua munafik . . “

“Gue benci sama loe loe semua . . . hahahahaha . .. .”

“Gue akan jalani apa yang gue suka .. .”

“uhuukkk uhuukkkk . . . “

“Gue gak mabuk tenang yo tenang loe masih sadar “

“Loe punya segalanya. Loe bisa ngelakuin apapapun yang loe suka . .hahaha”

“Loe bisa mempermainkan wanita manapun seperti papa loe hahahah”

“Ya ya gue emang brengsek dan itu gara-gara papa . . ahahahahaha “

“Gue brengsek . . . “Rio memegangi kepalanya yang terasa semakin berat. Rio benar-benar mabuk berat kali ini. Ia menengadahkan kepalanya. Melihat awan yang pekat karena mendung. Dan bau udara setelah hujan tadi.

“Gue akan lakuin apapun yang gue suka . . “

“Gue gak pernah punya keluarga hahahaha. . . .”

“HAHAHAHAHAHAHAAHAHAHA”

*****
Kamar Alyssa 02.00 a.m

Alyssa sudah tak kuat menahan kantuknya. Ia menghela nafas beratnya. Sepertinya penantiannya sia-sia dan Rio tidak akan pernah menelfonnya.

“Kak Rio mungkin lupa”

“Dia pasti kelelahan dan sudah tidur”

“Hmm. Dia pasti sudah tidur . . “

“Kak Rio selamat malam. Alyssa sayang sama Kak Rio”ujar Alyssa sambil memegang kalung pemberian Rio yang ada di lehernya saat ini.

Setelah itu gadis ini memilih untuk berbaring di kasurnya . Ia menutup comicnya dan segera tidur. Berharap besok pagi akan lebih baik dari hari ini.

****
Keesokan harinya.

Lux-hotel

Sivia menangis tiada hentinya sejak satu jam yang lalu. Ia mengigit jarinya kuat-kuat menahan semua rasa ketakutannya saat ini. tubuhnya bergetar hebat. Ia tak bisa membuka suaranya sedikit pun saat ini.

Sivia hanya bisa menggengam erat selimut yang menutupi tubuhnya. Kejadian semalam, kejadian yang dilakukan Alvin kepadanya sama sekali tak pernah tebayangkan didalam hidupnya.

Sivia tidak pernah menyangka bahwa Alvin akan melakukan hal ini kepadanya. Sivia tidak menyangka Alvin akan merebut suatu hal yang snagat penting dalam dirinya. Yah, Alvin benar-benar melakukannya. Alvin benar-benar merebut keperawanan gadis manis ini.

Nampaknya Alvin sangat tidak punya hati. Alvin meninggalkan Sivia begitu saja disana tanpa memberikan baju satu pun. Meninggalkan Sivia dengan tubuh tak berbalut apapun hanya selimut tipis. Bahkan Alvin memberikan satulembat kertas yang ditinggalkan diatas tubuh Sivia. Tulisan kertas tersebut benar-benar tak berkemanusiaan.

“ Thanks semalam gue puas !! Tubuh loe bagus juga ! gue tinggalkan uang 1 juta sebagai bayaran semalam ! “

“Aa . . .ll . . viiii . . . nnn . . . .”geram Sivia ditengah-tengah tangisnya. Ia meremas kuat-kuat kertas tersebut . Meremasnya sehingga tak berbentuk lagi.

Sivia memejamkan matanya, Ia benar-benar ketakutan dan tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Ia merasa bawa dirinya sudah menjadi gadis yang paling hina.

“Mama , . . . .”

“Papa . . .”

“Alyssa . . . “

“Tolong Sivia . . . tolong Sivia . .. . “tangisan Sivia semakin kencang dan kencang.

“Apa gue sehina ini tuhan ??Dia benar-benar brengsek !! “

“Loe brengsek kak . . Loe benar-benar brengsek !! loe tega hancurin hidup gue kak !!”

“Loe brengsekkk !!! “

Sivia mulai mencakar-cakar bandannya sendiri. ia tidak peduli rasa sakit yang ada ditubuhnya. Ia terus memukuli tubuhnya sendiri dengan air mata yang memunuhi semua wajahnya. Rambutnya sudah acak-acakan tak karuan. Wajahnya benar-benar berantakkan.

“AAAAAAAAARRRRGGHHHSSSSSSS !!!!! “

“MAMAAAAAAAAAAAA”

“PAAPAAAAAAAAAAA”jerit Sivia tak tertahankan lagi. Ia menagis sekeras mungkin. Berharap mamanya atau papanya datang dan memeluknya saat ini.

“AAAARGGGHSSSSSSS!!!!! “Sivia kembali mencakar tubuhnya. Membuat tubuh putih gadis itu kini berbekas cakarannya sendiri. tentu saja rasa ditubuh Sivia saat ini adalah perih. Namun tentu tidak seperih dan sakit hatinya saat ini.

“Loe tega lakuin ini kak sama gue ?? Loe tega ngerampas semuanya dari gue ??”

“Loe .. . loe .. sangat brengsek !! “

“Sangat sangat brengsek !! “

“ALVVVIINN LOE BRENGSEK !!! BRENGSEEEKKK!!! “

“AAAAAAARGGGGGSSSSSSSSSSSHHHHHHHH !!!!!! “
Bersambung . . …. .

Tunggu part selanjutnya. .. Selalu baca New Story ini ya😀 dan ajak teman-teman kalian membaca okey😀 . terima kasih bagi yang selalu jadi pembaca setia😀 . like dan comment selalu ya guys😀 . terima kasih😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s