REVIL – 6 “ Semuanya berakhir mengerikkan . . . “

Part Six of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀

“Dan Maaf kalau nama ceritanya aku izin lagi menggunakan nama artis . Mungkin Cuma nama panggilannya saja. Semoga dapat mengerti , Dan jika ada kesamaan nama tolong dimaafkan..Ini hanya cerita Fiksi dan tidak nyata. Kalau ada yang merasa dirugikan aku sangat minta maaf “

REVIL – 6
“ Semuanya berakhir mengerikkan . . . “

Alvin terdiam di kamarnya. Ia berdiri didepan kaca yang ada dikamarnya. Entah menagapa ia memfikirkan kejadian semalam. Alvin diam dan hanya diam saja. Semua kejadian tersebut berputar sempurna diotaknya.

“Apa gue begitu jahat ??”

“Apa gue keterlaluan ?? “

“Apa gue . . . . “

Alvin memejamkan matanya, ia sedikit gemetar mengingat kejadian semalam. Hal tersebut untuk pertama kalinya ia lakukan. Ia benar-benar melakukannya, Dengan semua emosi yang ada dikepalanya.

“Si . vi .. a . . .”

*****
Rumah Alyssa

Gadis ini sedang sarapan di ruang makannya. Ia melirik ke ponselnya. Dan sama sekali belum ada telfon dari siapapun. Alyssa benar sangat berharap bahwa rio akan menelfonnya hari ini. Ia memakan makannya dengan sedikit tak nafsu.

“Kak Rio beneran gak nelfon ??”

“Apa dia lupa ??”

“Aisshh. Alyssa kamu harus ingat kak rio itu bagaimana”

“Kamu itu tidak boleh terus berharap Alyssa . . “

“Kamu harus sabar menghadapi kak Rio “

‘Demi Kak Rio. . Semangat demi kak Rio !!! “

Alyssa pun mencoba tersenyum kembali. Ia memakan sarapannya berusaha tetap tersenyum. Menyemangati dirinya sendiri walau hal itu sedikit susah untuk ia lakukan. Yah, seperti inilah perasaan seseorang yang sedang terjebak cinta buta. Dan belum merasakan bagaimana pahitnya cinta nantinya.
****
Lux-Hotel

Gabriel memasuki hotel ini dengan langkah santai. Ia hanya ingin mengunjungi apartemennya yang lama tidak ia datangi. Entah menagapa hatinya menyuruhnya untuk kesini. Seorang satpam yang sudah sangat mengenal Gabriel pun memberi hormat dengan membukukan badanya ke Gabriel.

“Selamat pagi Den .. .”

“Pagi pak. . “Sahut Gabriel dengan sopan.

“Den iel nyari den Alvin ? “

“Alvin kesini ?”kaget gabriel yang memang tidak tau bahwa Alvin kesini.

“Iya. Semalam Den Alvin kesini sambil membopong seorang cewek “jelas satpam tersebut. Gabriel mengernyitkan keningnya.

“Cewek ?? “

“Sekarang Alvin dimana Pak ??”

“tadi saya lihat Den Alvin pagi-pagi sekali sudah keluar. Tapi dia keluar sendirian tidak dengan cewek yang dia bawah “Gabriel berfikir. Merasa penasaran juga dengan cewek yang dibawah Alvin.

“Alvin dikamar berapa pak semalam ?”

“Coba tanya ke resepsionis aja den “

“Baiklah. Makasih Pak “ Gabriel segera menemui petugas resepsionis. Ia menyanyakan dimana kamar Alvin semalam dan meminta kunci kamar tersebut.

“terima kasih mbak”ujar Gabriel setelah mendapat kunci itu. Setelah itu tanpa menunggu lama. Gabriel beranjak menuju kamar 121. Dimana semalam Alvin membawa Sivia ke kamar tersebut.

Gabriel berlarian kecil. Ia benar-benar sangat penasaran apa yang dilakukan oleh Alvin. Tidak pernah Alvin membawa gadis ke hotel dan itu bukan di apartemennya sendiri. melainkan dikamar lain. Namun Alvin sendiri tidak pernah membawa gadis di apartemannya ataupun hotelnya. Alvin tidaklah seburuk Rio yang benar-benar suka mempermainkan cewek. Oleh karena itu Gabriel begitu terkejut mendengar penjelasan satpam tadi.

Gabriel akhirnya sampai didepan kamr tersebut. Ia segera membuka pintu kamar itu. Dan memasuki kamar tersebut.

Gabriel hanya bisa mematung melihat siapa yang sedang duduk diatas kasur tersebut dengan keadaan yang kacau dan masih menangis. Gabriel hanya bisa menatap gadis itu tanpa bisa melakukan apapun. Ia benar-benar sangat terkejut.

Gadis itu tertunduk, tubuhnya bergetar hebat. Ia hanya tertutupi dengan sehelai selimut putih tipis. Gadis tersebut tentu saja Sivia. Sivia sepertinya tak menyadari kehadiran gabriel disana.

“Sivia . .. “lirih gabriel pelan. Perlahan Gabriel mendekati Sivia.

“Sivia . .”panggil Gabriel. Sivia pun menegadahkan kepalanya dan melihat siapa yang memanggilnya.

“mau apa loe kesini?? Mau lihat tubuh gue ??”

“Apa loe mau nyoba tubuh gue juga ? Hha??”bentak Sivia begitu saja. Ia sudah lelah untuk menangis. Matanya memerah . Bibirnya memucat. Gabriel terkejut dengan ucapan Sivia.

“Apa teman loe itu cerita kalau dia udah memperkosa gue ??”

“Dan sekarang loe kesini mau memperkosa gue juga ? “

“Hahahahahahahaha”Sivia hanya bisa tertawa dalam tangisnya saat ini. Gabriel masih terlihat blank. Ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.

“Al . Alvin yang ngelakuinnya ??”tanya gabriel yang memang tak tahu apa-apa .

“Hahahahha. Loe masih tanya ??”

“menurut loe siapa ?? Hah?? “

“Teman loe puas ? puas sudah merebut keperawanan gue ? Sudah puas ??”

“LOE SEMUAA BRENGSEEEKKK !!! “

“LOE SEMUAAAAA MEMANG BRENGSEEEKKK!!! “

“GUE BENCI LOE SEMUAAAAA “histeris Sivia meluapkan segala emosinya kembali. Gabriel semakin tak percaya. Namun apa yang ada didepannya saat ini benar-benar nyata. Gadis ini menangis dan dengan tubuh yang hanya tertutupi selimut putih.

Sivia menunduk dan menangis kembali. Ia sedari tadi tidak bisa berbuat apa-apa. Ia binggung harus pulang kemana. Dia tidak punya baju sama sekali. Ia harus menelfon siapa saat ini. Kepalanya sudah tak bisa ia buat berfikir kembali.

“Alvin loe jahat banget . .. loe jahat banget . .. . .”

“Loe brengseekkk . . . “Sivia membuang kertas yang sedari tadi ia pegang. Gabriel melihat kertas tersebut. Gabriel pun mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada didalamnya.

“ Thanks semalam gue puas !! Tubuh loe bagus juga ! gue tinggalkan uang 1 juta sebagai bayaran semalam ! “

“HAH??”Gabriel menganga syok, bercampur kaget. Ia ingin tidak percaya bahwa Alvin yang melakukan hal ini. Namun dikertas tersebut jelas sekali itu adalah tulisan tangan Alvin. Gabriel sangat hafal bagaimana tulisan seorang Alvin.

Gabriel membuang kertas tersebut begitu saja. Ia segera melepaskan jaket putih yang ia pakai dan memakaikannya ke tubuh Sivia.

“Via . . . “panggil gabriel merasa kasihan tentunya. Ia tak menyangka Alvin akan melakukan perbuatan keji seperti ini.

“Lepasin gue !! Gue gak butuh!! “sentak Sivia dan membuang jaket gabriel.

“Gue anterin loe pulang “

‘gak perlu .. “

“Via gue gak tau kalau Alvin bakal ngelakuin ini ke loe”jujur Gabriel. Untuk saat ini Gabriel sendiri tidak tau harus bagaimana. Kejadian ini terlalu mengejutkannya.

“Loe semua brengsek “

“Brengsek . . “

“Brengsek . . .”

“Brengsek . . .”Sivia mulai kalut. Ia mulai bicara tak karuan. Gabriel semakin merasa kasihan. Gadis ini harus menderita karena sahabatnya sendiri.

“Sivia maaf . . “gabriel langsung merengkuh tubuh Sivia kedalam pelukannya. Dan saat itu juga tangisan Sivia memecah kembali.

“Kak salah gue apa sama loe semua ??”

‘Apa karena ucapan gue ??”

“Apa karena makian gue ??”

“gue tau kak gue salah. Tapi apa seperti ini balasannya ke gue ??”

“Dengan cara memperkosa gue ?? Dengan cara membuat gue menjadi cewek yang paling hina saat ini ??. Kenapa loe semua jahat banget sama gue Kak ?? Kenapa loe semua brengsek kak ? Kenapa ??”

“Apa sebegitu bencinya loe semua kepada gue sama pria brengsek itu ngelakuin ini sama gue kak ??”

“JAWAB KAK !! JAWABBB !!!! “teriak Sivia meluapkan emosinya ke Gabriel. Gabriel menahan emosinya . Ia memejamkan matanya erat-erat. Hanya ada satu nama saat ini didalam otaknya.

“Vi tenang Vi tenang . . . “

“Gue harus gimana sekarang kak ?? Gue harus apa ?? Gue udah gak berguna Kak . . .”isak Sivia tersedu-sedu bercampur kelelahan. Ia lelah menangis dari 3 jam lalu. Ia lelah memfiirkan semua ini. Ia benar-benar sangat lelah.

“Gue udah hina. Gue udah gak perawan. Gue . . gue . . . . “gabriel melepaskan pelukannya. Ia memakaikan kembali jaketnya ke gadis ini.

“Via gue anterin loe pulang ya “

“Gue mau pulang kemana ?? gue bilang apa kak ke mama dan papa gue ?? “

“Apa Gue harus bilang kalau gue abis diperkosa ?? hahahahahahahaha”

“Kak gue harus apa . . Gue harus apa ??? . . .”

“Vi gue akan bawah loe ke apartemen gue. Gue gak bisa biarin loe disini “ujar Gabriel. Ia segera membopong tubuh Sivia begitu saja. Gabriel tidak peduli apapun saat ini. Ia tidak peduli jika akan ada yang melihatnya membawa gadis dengan berbalutkan selimut.

Gabriel terus berjalan menuju apartemennya yang tidak terlalu jauh dari kamar 121 tersebut. Dan Sivia hanya diam saja menutupi wajahnya di tubuh Gabriel. Ia sudah tak dapat berfikir saat ini.

Gabriel membuka pintu apartemennya dan segera masuk kedalam sana. Gabriel menaruh Sivia dikamarnya. Setelah itu Gabriel mengambil beberapa baju untuk Sivia. Gabriel memberikan bajunya yang lengan panjang kepada gadis ini.

“Loe mandi dulu. “suruh Gabriel dan menyerahkan baju tersebut. Setalah itu Gabriel memilih meninggalkan Sivia sendirian di apartemennya .

Gabriel memilih kembali ke kamar 121 tersebut. Ia mengambil semua baju seragam Sivia yang telah robek dan tas Sivia. Gabriel juga mengambil kertas yang ditulis oleh Alvin dan mengambil uang 1 juta yang ditinggalkan oleh Alvin. Setelah itu ia kembali ke apartemennya kembali. Ia hanya tak ingin ada orang yang tahu tentang kejadian memalukan ini.

Setelah kembali ke apartemennya. Gabriel berjalan ke arah dapur untuk membuatkan Sivia susu hangat beserta bubur hangat.

Gabriel memasak dengan menahan semua emosinya saat ini. Ia harus mengurusi Sivia terlebih dahulu sebelum mengurusi satu orang yang harus ia temui setelah ini.

Setelah masakan yang ia buat matang. Gabriel berjalan ke kamarnya. Ia masuk ke kamarnya dan melihat Sivia sudah mandi dan memakai baju yang ia fikirkan. Sivia hanya tertunduk dalam diam. Tatapannya terlihat kosong , wajahnya pun begitu pucat .

“Via makan dulu “suruh Gabriel . ia duduk disebelah gadis ini.

“Gue gak laper”jawab Sivia dingin.

“Setidaknya minum susunya “

“Gue udah kenyang wine semalam “Gabriel hanya bisa memejamkan matanya mendengar ucapan Sivia. Gabriel tau pasti alvin memberikan wine kepada Sivia dan memaksa gadis ini meminumnya.

“Gue anterin loe pulang?”tawar Gabriel

“Loe gak usah sok baik sama gue “sinis Sivia tak ingin sama sekali menatap Gabriel. Gabriel mulai binggung kembali harus bagaimana saat ini.

“Gue keluar dulu. Nanti gue kembali lagi. Kalau ada apa-apa loe bisa telfon gue. Nomer gue ada di laci meja sana. “ujar gabriel namun tak ada tanggapan dari Sivia. Gabriel pun langsung meninggalkan Sivia disana. Ia harus menyelesaikan satu hal. Ia harus menemui seseorang yang sangat dan sangat ia temui. Yah, orang tersebut tentus aja Alvin. !! .

****
Rumah Alvin

Pria ini keluar dari kamar mandi, entah sudah berapa jam ia berendam didalam bathup. Ia pun segera mengambil bajunya di lemari dan memakainya. Fikirannya saat ini sedang tidak terkendali. Tentu saja ia sedang memfikirkan satu sosok gadis yang bersamannya semalam.

BRAAAAKKKKK

Suara kamar Alvin tiba-tiba terbuka dengan sentakkan keras. Alvin menolehkan wajahnya ke arah pintu kamarnya. Ia mengernyitkan keningnya melihat orang yang telah berdiri didepan sana dengan emosi yang entahlah~ .

“Iel ? ngapa . . . “

“Otak loe udah gak kepakai ??”

“Atau loe mau gue beliin otak baru ??”sinis Iel masih tetap berdiri disana. Ia menatap Alvin dengan tatapan penuh kemarahan.

“Ma . . .ma. . ksu. . d lo . . . ??”

“Maksud gue ?? Loe tanya maksud gue ? cisshh .. . .”Gabriel menyunggungjan senyum sinisnya.

“Segitu dendamnya loe sama Sivia ? Loe beneran gak pakai otak loe dulu saat loe berbuat hal keji itu ??”Alvin langsung gemetar mendengar ucapan Gabriel tersebut. Ia bingung bercampur takut. Bagaimana bisa Gabriel tau akan masalah ini.

“Loe gak kasihan sama nasib dia ?? Sebangsat-bangsatnya kita . Kita gak akan pernah Vin berbuat sebodoh itu. Otak loe dimana ? Hah??”suara Gabriel mulai meninggi. Dan Alvin masih tetap diam saja. Ia hanya bisa mendudukan kepalanya saat ini tak berani menatap Gabriel.

“Apa sih Vin yang loe fikirin ?? Loe kejam tau gak ??”

“Gadis itu nangis Vin terus menerus. Loe gak tau kan tangisannya dia ? apa kuping loe pura-pura ketutup ?? Hah??”

“Sekarang loe akan ngapain ? minta maaf ?? hahahahahaha”

“Gue yakin maaf loe gak akan berguna . . “desis Gabriel semakin memojokkan Alvin.

“Gue ngerasa malu Vin saat ini, Malu punya teman yang ngelakuin hal hina kayak loe “

“Tapi tenang aja gue masih mau jadi teman loe. Masih akan jadi sahabat loe. Sahabat pria paling tak berotak sedunia!! “

“Oh ya satu lagi . . . . . .”Gabriel menghembuskan nafas beratnya sekali.

“Gue gak akan ikut campur akan masalah loe ini.Loe yang ngelakuin dan loe juga yang harus tanggung jawab. Sebenarnya Gue kesini pun Cuma mau kasih tau satu hal ke loe. Satu hal kalau loe itu . .. . . .”

“Benar-benar BANGSAT!!”Gabriel membalikkan badannya dan segera beranjak dari rumah Alvin. Sebelum emosinya benar-benar kalap dan akan membunuh pria tersebut dengan tangannya sendiri. Ia melakukan hal ini bukan ia mempunyai rasa kepada Sivia atau apapun. Dia hanya sangat kasihan kepada gadis itu apalagi memang tindakkan Alvin sudah begitu sangat keterlaluan.

Perlahan Alvin merasakan semua tubuhnya bergetar hebat, keringatnya mulai memenuhi tubuhnya. Kakinya melemas dan membuat dia terduduk di lantai. Ia hanya bisa memejamkan matanya. Ucapan Gabriel yang terakhir begitu mengena sekali. Dan membuatnya sadar bahwa dia memang pria yang bangsat .

*****
Apartemen Gabriel

Sivia keluar dari kamar mandi setelah fikirannya sedikit tenang,. Ia membuka tasnya dan mengambil ponselnya disana. Sivia menghela nafasnya sesaat melihat layar ponselnya. 70 panggilan tak terjawab dari mamanya . 80 panggilan tak terjawab dari papanya. 35 pesan dari mamanya dan 30 pesan dari papanya. Sivia yakin kedua orang tuanya sedang mencarinya. Karena orang tua Sivia pun hari ini pulang dari luar negri. Kedua orang tua Sivia sudah 5 bulan yang lalu mulai menetap di Thailand dan setiap sebulan sekali atau 2 kali akan pulang untuk menjenguk anaknya. Kedua orang tuanya memiliki bisnis besar disana. Dan karena terlalu cinta dengan kenangan di rumahnya, pekerjaanya dan tidak mau berpisah dengan Alyssa akhirnya Sivia memilih untuk tinggal di rumah bersama managernya.

Sivia menelfon mamanya, Ia menyiapkan berjuta alasan untuk membuat mamanya percaya kepadanya.

“sivia . . . kamu dimana sayang ?? kamu gak apa-apa kan?? Sivia mama cemas sama kamu. Kamu kenapa tidak pulang . . kam . . .. “

“Sivia gak apa-apa ma. Sivia ada dirumah Alyssa. Maaf sivia gak bilang . “suara Sivia mulai sedikit gemetar. Namun ia menahannya agar mamanya tak curiga.

“Syukurlah. Mama kira kamu kenapa-kenapa. Mama sama papa cemas sama kamu sayang . .”

“Maaf ma . Sivia gak bermaksud “

“Iya sayang. Mama dan papa sudah legah sekarang. “

“Oh ya . .Mama sama Papa harus balik ke Thailand. Gak apa-apa kan sayang ??”

“Iya gak apa-apa Ma. Kapan-kapan Sivia yang main kesana biar mama dan papa gak capek bolak balik ke Indonesia “

“yaudah. Mama tunggu kamu kesana ya. Kamu baik-baik disini. Jaga diri kamu”Sivia menghapus air matanya yang jatuh tanpa ia rasa. Ingin sekali rasanya Sivia memeluk mamanya saat ini.

“Ma . . “panggil Sivia dengan suara yang lemas. Suara penuh kerinduan.

“Sivia sayang sama mama sama Papa. Sivia minta maaf kalau Sivia buat mama dan Papa sakit hati. Sivia sangaaat sayang sama kalian berdua. “

“You are everything . . .“

“I love you too sweety . . “

KLIIIIKKK

Sivia membuang begitu saja ponselnya. Ia terduduk lemas dan kembali menangis. Ia tak tau harus apa sekarang. Ia merasa sudah mengecewakan kedua orang tuanya. Mengecewakan dirinya sendiri.

“Ak .. u . ha .. ru . , s ap . . a . . sekk. . . ara . . ng . . . . .”

“Aku harus apa tuhaan???. . . . “

*****
Didalam mobil gabriel

Gabriel berfikir keras, ia binggung harus bagaimana kepada sivia dan harus membawa Sivia kemana saat ini. Ia pun teringat dengan seorang gadis yang merupakan sahabat dekat Sivia. Yah, gadis itu adalah Alyssa. Gabriel segera memutar balik mobilnya untuk menuju rumah Alyssa.

“Gue harus cepat kerumah Alyssa. Hanya Dia yang bisa bantu Sivia “

“Gue gak bisa ngelakuin ini sendirian”
*****
Rumah Alyssa.

Alyssa menemani dokter Andi yang sedang memerikasa papanya. Kondisi Papa Alyssa sedang tidak stabil saat ini. Detakan jantungnya tiba-tiba menurun. Alyssa menatap papanya sangat khawatir.

“Dok gimana keadaaan papa??”tanya Alyssa

“Kita berdoa aja semoga papa kamu bisa kembali pulih, Saya akan menambahkan resep obat . dan kamu cepat tebus obat ini. Obat ini harus diminum siang ini juga “ujar Dokter andi dan menyerahkan selembar kertas resep kepada Alyssa.

“Baiklah dok . Kalau gitu Alyssa pergi ke apotik dulu. Alyssa nitip papa dulu ya dok”

“Iya”Alyssa pun beranjak dari kamar papanya. Ia keluar dari rumahnya untuk mencari taksi. Alyssa memang tidak mempunyai supir pribadi. Karena dirinya sendiri tidak emmbutuhkannya. Ia lebih suka jalan kaki atau naik angkutan umum.

Alyssa tiba diluar perumahan setelah 10 menit berjalan. Ia pun segera memberhentikkan sebuah taxi dan dengan cepat menaikinya.

“Pak apotik terdekat ya “ujar Alyssa kepada sang supir. Taxi itu pun kembali berjalan.

Alyssa menatap ke arah jendela selama perjalanan. Fikirannya memecah menjadi dua. Ia memfikirkan kondisi ayahnya dan juga memfikirkan dimana Rio saat ini. Alyssa begitu menginginkan pria itu benar-benar menghubunginya. Alyssa merindukkan pria itu.

“Kak rio . . . .”

Alyssa mengernyitkan keningnya. Saat taxi ini melewati sebuah Bar yang buka 24 jam. Ia tak sengaja melihat sebuah mobil yang begitu familiar baginya. Yah. Mobil tersebut adalah mobil Rio.

“Pak berhenti pak. Berhenti . . “ujar Alyssa cepat kepada sang supir

“Tapi non ini kan belum sam . . “

“Gak apa-apa pak. Saya ada urusan bentar.Ini pak uangnya. Makasih “setelah membayar, Alyssa turun dari taxi yang berhenti tak jauh dari bar tadi. Alyssa pun berjalan untuk memastikan apakah yang dilihatnya itu benar atau tidak.

Alyssa melihat plat mobil tersebut. Dan benar itu merupakan plat mobil Rio. Alyssa terdiam sebentar di depan Bar. Ia binggung harus apa saat ini. dalam hatinya ia ingin memastikan bahwa Rio ada disana dan juga ingin menemui pria tersebut.

“Masuk enggak masuk enggak masuk . . . .”

‘masuk aja deh”Alyssa pun memilih untuk masuk walau sedikit takut. Ia membuka pintu bar tersebut. Dan kondisi didalamnya begitu ramai sekali. Dan bau rokok ditambah alkohol begitu menyengat di tempat ini;. Alyssa menahan tubuhnya karena kepalanya mulai terasa pusing.

Meskipun telah pagi kondisi bar/diskotik ini terlihat sangat ramai. Banyak gadis dan pria disini yang sedang merokok atau pun minum. Dan tak sedikit gadis-gadis yang memakai pakaian serba minim. Alyssa mulai takut sendiri.

“Kak rio mana ya ?? . . .”Alyssa berjalan lebih masuk. Tak jarang banyak pria mabuk yang menggodanya . Namun dengan cepat gadis ini segera menghindar.

Alyssa terus mengedarkan pandangannya ke segala penjuru . Ia berharap dapat menemukkan pria itu disini. Dan benar saja tak selang berapa lama kemudian. Alyssa menemukan pria itu. Menemukan sesosok Rio yang sedang berada di suatu meja bundar bersama teman-temannya dengan memegang kartu remi. Alyssa membelakakan matanya melihat Rio yang sedang mabuk.

“kak Rio. . . “dengan cepat Alyssa berjalan menghampiri Rio yang sedang memainkan kartu tersebut.

Rio memang sedari malam memilih mabuk-mabukan. Fikirannya sangat kacau saat ini. Dan sedari malam pula ia bermain kartu bersama teman-temannya. Dengan taruhan sejumlah uang. Dan sudah berkali-kali dirinya bermain, Rio selalu kalah. Sampai uangnya habis dan juga ia menaruhkan mobilnya sendiri. Wajah Rio semakin terlihat kacau. Ia seperti mencari-cari barang lagi untuk dipertaruhkan.

“Kak Rio . . “panggil Alyssa yang telah berdiri disamping Rio. Rio menolehkan wajahnya ke gadis ini. Bukan hanya Rio saya melainkan bebeerapa pria yang menjadi alwan main Rio pun terpusatkan pada Alyssa.

“Alyssa . .. . hehehehe. . . “balas Rio kacu. Ia sudah tak sadar karena banyak minum,

“Yo gimana ? kamu terus gak nih ??? “tanya salah satu teman Rio.

“Loe udah gak punya apa-apa.Udah sana pulang . .”usir satu pria lagi.

“Udah dari pada loe malah ngacau. Pulang sana . pulang . . “mendengar ucapan teman-temannya membuat Rio naik pitam. Rio menatap temannya sangat tajam.

“Kata siapa gue udah gak punya taruhan. Gue masih punya . . . “ujar Rio dengan senyum liciknya.

“Gue menaruhkan dia . . . “ujar Rio dan langsung memegang tangan Alyssa begitu erat. Alyssa membelakakan matanya tak percaya. Ia kaget dengan ucapan Rio saat ini. Bahkan teman-teman Rio pun terkejut mendnegarnya.

“Loe taruhin dia ?? siapa dia ??”

“Dia pacar gue hehe. Tapi gue gak pernah suka sama dia. Hehehe gue Cuma mainin dia . . jadi karena dia barang gak berguna dan gak penting. Gue taruhin ke loe semua . . . hahahahaha”

“Kak Rio apaan sih. Kak lepasin. Kak sadar kak. Kak ini Alyssa . . .Kak Rio . kak. . “Alyssa mulai kebinggungan sendiri. Ia mencoba melepaskan cengkraman Rio dari tangannya. Namun tenaga Rio begitu kuat saat ini.

“Sssttt. . Loe diam disini. Gue sedang naruhin loe. Kalau loe banyak ngomong gue bisa kalah. Ngerti ??”ujar Rio dingin dengan kondisi yang sudah tak bisa dijabarkan lagi. Matanya memerah, wajahnya berantakkan karena banyak minum.

“Kak Alyssa mohon sadar. Kakak gak boleh kayak gini . . .”

“Loe yakin mau gadein dia ??”tanya seorang pria yang begitu tertarik kepada Alyssa. Alyssa semakin takut dengan tatapan pria –pria ini yang seolah ingin menerkamnya.

“Oh jelas. . Kalian gak akan rugi kalau dapetin dia. Hahahha. Masih fresh . . masih remaja hahahaha”

“Yakin masih fresh ? belum pernah loe coba kan? Hahahahahaa”seketika semua orang yang disana tertawa penuh kesenangan. Alyssa mulai gemetar ketakutan saat ini. Ia masih tetap mencoba melepaskan tangannya.

“Loe . . . loe . . . ngeraguin ?? hahahaha. Dijamin masih 100% fresh guys. Belum pernah gue sentuh sama sekali Paling Cuma bibirnya doang hahaahhaha”

“Kak Rio . . .”Alyssa benar-benar tak menyangka dengan apa yang dikatakan Rio saat ini., Perlahan air mata gadis ini jatuh. Ia menyesali karena ia masuk ke dalam tempat bagaikan neraka baginya. Ia menangisi ucapan Rio yang sangat tega kepadanya”

“Kalau gitu gue ikut . . . .Gue akan naruhin semua uang gue !! lumayan kalau gue menang . hahah”

“Gue juga . . “

“Gue juga . . .”

“Gue juga . . . “

“Gue juga . . . “

“Gue juga . . .”

“Gue ikut . . .”

“Gue ikut . . . “meja bundar ini pun langsung ramai dikerumuni banyak Pria saat mereka tau seorang gadis remaja polos menjadi taruhannya. Alyssa memejamkan matanya ketakutan. Ia menutupi mulutnya dengan tangan kirinya. Berharapo suara isakannya tak terdengar. Ia menangis saat ini.

“Kak Rio lepasin Alyssa. Kak lepasin Alyssa. Alyssa mohon. Kak sadar!! Kakak gak jual Alyssa kan. Alyssa ini pacar kakak . . “Rio menolehkan wajahnya ke Alyssa dengan tatapan tajam.

“Apa loe bilang ?? Pacar ?? Pacar ?? hahahaha gak sudi gue pacaran sama loe hahahaha . . “

“Dengerin baik-baik Alyssa . .. gue hanya mainin loe. . hahaha loe bukan tipe cewek gue hahaha . . . “

“Dan karena gue udah berhasil mainin loe., . . gue akan mutusin loe sekarang hahahahahaha”

“Ngerti ??”Alyssa merasakan sakit yang tak terkira di dadanya. Ucapan Rio tersebut begitu menyakitkan sekali baginya. Perlakukan Rio sangat keterlaluan dan buruk sekali.

“Tunggu . tungguu. Tungguu guys , , . . . “Rio mencoba berdiri dengan tenaga sisa kesadaran yang ia punya. Ia pun naik ke atas meja bundar tersebut dan juga menarik paksa Alyssa untuk baik bersamanya. Alyssa mencoba melawan dan memberontak namun Rio menariknya begitu kasar sekali.

“CEPAT NAIK GOBLOK !!! “Alyssa terpaksa naik diatas meja tersebut, Tangannya terasa sakit sekali saat ini. Ia mengigit bibirnya menahan rasa takut dan tangisnya saat ini.

Semua mata ditempat ini mengarah kepada dua orang ini. Rio pun dengan bangganya mulai eicara kembali didepan banyak orang tersebut.

“karena banyak yang menginginkan gadis manis ini. . Gimana kalau gue adain lelang . . . .ada yang setuju ?? hahahahaha . . . . “Alyssa menatap Rio dan hanya bisa menganga terpatunng. Rio menjualnya ?? Rio sedang menjual dirinya saat ini ??

“Setuju . . “

“setujuuu . . “

“Setujuuu . . . . “

“setuju . . . “

“Setujuu . . . .”riuhan banyak pria ditempat tersebut terdengar dimana-mana. Rio yang terkendali akan mabuknya hanya tertawa puas. Sedangkan gadis polos itu ?? hanya bisa menahan takutnya.

“Kakak kok jahat sih ? Kak lepasin Alyssa . Alyssa mau pulang!!! Jangan giniin alyssa !! “isak Alyssa dengan nada sedikit tinggi. Ia tak peduli tangisannya mulai terdengar siapapun. Ia sangat tak peduli.

“KAK RIO LEPASIN ALYSSA !!! “

“Gue gak akan jual dia begitu saja guys. Gue akan sewain dia biar semuanya bisa kebagian gimana ? gimana ? hahahhahahaha . setuju kan ? hahahahahha”

“Kak sumpah. Kakak jahat banget!! Sumpah Kak. Sumpaahh loe jahat banget !!!”Alyssa mencoba menghentak-hentakkan tangannya yang dicengkram oleh Rio. Namun masih tetap tak bisa.

“SETUJUUUUU”

“SETUJU BANGET YO “

“SETUJU”

“SETUJUU!!!”

“SETUJUUUU!!!!”

“Loe diem bisa kan ??”sinis Rio ke Alyssa. Alyssa membalas tatapan Rio tersebut dengan tatapan kekecewaanya. Alyssa sangat dan sangat kecewa kepad pria ini.

“Gue mulai dengan harga 1 juta semalam ? gimana ? gimana ??”

“KAK LEPASIN ALYSSA LEPASSIINN LEPASIIINN!!! “

“2 juta Yo “

“5 juta “

“10 juta “

“15 juta . . .”’

“15 juta ?? ayo ada yang berani lebih tinggi hahahaha. Come on guys . . . “Rio tak mempedulikkan gadis yang ada disampingnya itu sudah menangis penuh ketakutan. Rio tak mempedulikkan renggekan gadis itu agar ia lepaskan.

“25 juta Yo “

“30 juta “

“31 juta “

“ 32 juta . . .”

“33 juta . . . “

“100 juta lepasin dia !!! “ semua mata menatap ke arah belakang. Tentu saja mereka kaget dengan jumlah yang diajukkan oleh seorang pria disana. Alyssa pun ikut kaget namun kekagetannya tak selang berapa lama. Ia menatap pria tersebut dengan takut sendiri.

Pria itu perlahan mendekati meja tersebut. Ia mengeluarkan sebuah kertas berbentuk cek dan segera menelusikan nominal sebesar 100 juta disana. Pria itu menatap Rio dengan tatapan sangat dan sangat tajam.

“Ambil ini . . “pria tersebut melemparkan kertas tersebut dan dengan sekali sentakkan langsung melepaskan cengkaram tangan Rio dari lengan Alyssa.

“Kak Rio . Kak tolong Alyssa . . Kak Rio . . . “isak Alyssa. Karena pria tersebut langsung menarik Alyssa dan membopong tubuh Alyssa dibahunya. Alyssa mencoba memberontak.

“Lepasin !!! Lepasiiinn !!! jangan bawa Alyssa !! lepasssinnnnn !!!”teriak Alyssa. Semua orang disana hanya diam dan menonton kejadian tersebut. Rio pun sama seperti yang lain. Ia hanya diam saja tanpa mengatakkan sepata kata pun dari mulutnya yang terasa kaku.

Bersambung . .. . .
Oke part ini selesai😀 . maaf kalau ada kata-kata yang salah. Cerita ini memang bergenre sedikit sadis. Jadi mohon maaf kalau ada dialog yang sedikit kasar. Dialog tersebut hanya untuk membantu agar feelnya dapat. Dan semoga banyak yang suka ya😀 . makasih makasih All😀 . Tunggu dan Baca part-part selanjutnya ya Makasih semua😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s