REVIL – 7 “ Tak berotak . . . !!! “

Part Seven of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀

REVIL – 7
“ Tak berotak . . . !!! “

****

“Dan Maaf kalau nama ceritanya aku izin lagi menggunakan nama artis . Mungkin Cuma nama panggilannya saja. Semoga dapat mengerti , Dan jika ada kesamaan nama tolong dimaafkan..Ini hanya cerita Fiksi dan tidak nyata. Kalau ada yang merasa dirugikan aku sangat minta maaf “

****

Pria itu memasukkan Alyssa kedalam mobilnya. Begitu pun dengan dirinya yang ikut masuk kedalam. Sosok pria ini begitu tampan postur tubuhnya pun sangat bagus. Tinggi jenjang dan berisi. Kulitnya yang bersih bahkan pakaiannya pun sangat rapih sekali. Ia terlihat begitu mudah.

“Tolong lepasin Alyssa. . .Lepasin aku . . “mohon Alyssa dengan menakupkan kedua tangannya memohon kepada pria yang telah duduk disampingnya tersebut. Pria itu hanya diam saja dan segera menjalankan mobilnya pergi dari sana.

“Aku ingin pulang. Lepasin !! Aku mohon lepasin aku . . . .”Isakan Alyssa semakin terdengar keras. Dan pria itu masih tak bergeming sedikitpun. Tatapannya dingin dan hanya menatap lurus saja saat ini.

“Papa Alyssa sakit. Alyssa mohon. Alyssa harus membeli obat buat papa, Alyssa mohon Alyssa mau pulang. . . “tangis Alyssa sangat memohon kepada pria itu.

“Dimana rumah kamu ??”Alyssa menolehkan wajahnya terkejut dengan ucapan pria itu. Namun ia langsung mengembangkan senyumnya senang.

“Diperumahan Puri Indah . Alyssa mohon Alyssa mau pulang . . “pria itu tak mengindahkan ucapan Alyssa kembali. Ia hanya konsen dengan aktivitas menyetirnya. Alyssa menghapus air matanya . Ia sedkit tersenyum legah. Pria ini sepertinya memang akan membawanya pulang kerumah.

10 menit perjalanan akhirnya mobil ini sampai didepan rumah Alyssa. Pria tersebut memang benar membawa Alyssa pulang kerumahnya. Namun Alyssa seketika diam saat melihat sebuah ambulan dirumahnya. Dan banyak dokter dirumahnya.

“Papa kamu dokter ?”tanya orang tersebut . Alyssa hanya menggelengkan kepalanya pelan. Hati Alyssa mulai cemas bahkan snagat takut. Lebih takut saat Rio menjualnya tadi.

“Papa . . . “Alyssa segera keluar dari mobil itu. Ia langsung berlari masuk kedalam rumahnya. Fikirannya hanya tertuju kepada papanya saat ini.

Didalam rumah Alyssa semuanya hanya diam tak berkata apapun saat melihat gadis cantik itu mulai masuk kedalam rumah. Alyssa menahan tubuhnya agar tidak gemetar. Setiap langkah kakinya semakin terasa berat.

“Pa . . pa . . . .”gadis ini langsung terjatuh terduduk. Melihat tubuh papanya yang sudah ditutup dengan kain putih. Bahkan sudah akan dilapisi dengan kain kafan.

“Papa . . . .”Alyssa tak tau harus bagaimana saat ini. tatapannya sangat lemah. Tubuhnya sama sekali tak ada energi sedikit pun.

“Papa . … “

“Pa . . . pa . pergi . . . ??”Alyssa mengigit bibirnya merasakan air matanya kembali keluar dari pelupuk kedua matanya. Dokter Andi yang berada disamping jasad papanya Alyssa pun hanya bisa diam. Ia tak bisa apa-apa saat ini. Kejadiannya pun begitu cepat. Papa Alyssa mengalami kejang hebat dan nyawanya sudah tak bisa diselamatkan. Hal itu terjadi saat 10 menit Alyssa beranjak dari rumahnya tersebut.

“Apa karena Alyssa telat bawa obatnya ??”

“Papa beneran pergi ??”

“Papa pergi karena Alyssa ?? . . “semua orang disana menahan air mata mereka. Mereka tentu kasihan dengan gadis ini. Yang harus ditinggal satu-satunya yang ia punya.

“Papa bangun pa . . “pinta Alyssa lemah. Alyssa masih saja terduduk tak jauh dari tubuh Papanya.

“Papa gak ninggalin Alyssa sendiri kan ? Papa lagi bercanda kan ?? Iya kan Pa ??”perlahan gadis ini menundukkan wajahnya. Memejamkan kedua matanya . mengatur hembusan nafasnya yang semakin tak karuan. Ia menengkram kedua tangannya sangat erat.

“Hahahaha. .. hahahahaha . . . hahahahaha . . . “Alyssa mulai tertawa pelan. Ia tertawa sendiri. membuat semua orang disana semakin takut akan keadaan gadis ini.

“Alyssa kamu yang sabar sayang . . “ujar salah satu tetangga Alyssa. Seorang wanita itu mendekati gadis ini.

“Sumpah lucu banget sih ?? hahahahahahahha”Alyssa semakin tertawa begitu kencang saat ini.

“tante kalian Cuma ngerjain Alyssa kan ? Papa gak beneran pergi kan? Iya kan tante ? Iya kan kalian Cuma ngerjain Alyssa ??”wajah Alyssa kembali meredup saat semua orang hanya diam tetunduk tak ada yang menjawab pertanyaan gadis ini.

“Alyssa , papa kamu akan segera dimakamkan saat ini juga”ujar dokter Andi meminta persetujuan. Fikiran Alyssa yang sudah sanbgat kacau hanya bisa mengangguk lemas. Ia harus menerima. Bahwa papanya meninggalkannya.

Alyssa perlahan berdiri dan berjalan mendekati jasad papanya. Dan saat itu Alyssa segera memeluk papanya sangat erat dan erat sekali. Tangisan gadis ini kembali memecah.

“Alyssa sayang sama papa. Alyssa sangat sayang sama papa. Alyssa sayang sama papa. Alyssa sayang sama papa”

“Papa sudah capek ? Apa papa capek punya anak alyssa ?? Papa maafin Alyssa . Maaf alyssa gak bisa jaga papa. Maaf alyssa gak bisa nepatin janji Alyssa buat papa sembuh “

“Maaf pa . . . “air mata gadis ini menetes sempurna di kain putih yang ada ditubuh papa Alyssa. Semua orang pun tak kuasa meneteskan air mata mereka melihat tangisan gadis tersebut. Bahkan dokter andi segera memilih beranjak dari sana tak tega melihat Alyssa menangis seperti itu.

“Pa . Papa pergi yang tenang ya. Papa gak usah fikirin alyssa . Alyssa akan baik-baik aja pa disini. Papa jangan sedih. Alyssa . . .Alyssa. . Alyssa gak nangis kok. Alyssa relain kepergian papa . Alyssa tau papa udah capek kan ?? Alyssa tau pa . . “

“Pa . . Alyssa sayang sama papa . . . .”lirih Alyssa sangat pelan sekali. Perlahan Alyssa menghampus air matanya yang sudah membasahi seluruh wajahnya saat ini. Gadis ini mencium kening papanya dengan lembut. Setelah itu ia menutup kain putih tersebut kembali. Alyssa mulai berdiri.

“Papa . .. sampai jumpa . . . Semoga papa bertemu mama. Alyssa sayang kalian berdua . . . “Alyssa mencoba untuk tersenyum . Walau air matanya kembali mengalir kembali. Alyssa mengedarkan pandangannya untuk mencari dokter Andi .

Alyssa berjalan masuk ke kamar papanya. Alyssa pun menemukan dokter Andi yang sedang menangis terduduk di kasur papa Alyssa.

“Dok . . “panggil Alyssa pelan. Dokter andi langsung berdiri dan menghampiri Alyssa. Dokter Andi langsung memeluk gadis ini.

“Maafin dokter Al . Dokter gak bisa tepatin janji dokter ke kamu . . .”

“Dok . . Alyssa tau semuanya sudah ada yang ngatur. Alyssa gak nyalahin siapapun. . . “

“Ini salah alyssa gak bisa jaga papa alyssa. Salah Alyssa yang telat bawa obatnya kan ?? ini bukan salah dokter . . “isak Alyssa kembali dalam pelukan dokter andi.

“Enggak sayang.Ini bukan salah kamu. Ini bukan salah kamu . . .”Alyssa melepaskan pelukannya dari dokter Andi. Alyssa menghapus air matanya dan mencoba tersenyum.

“Dok . . Alyssa serahkan semuanya ke dokter. Alyssa mau pergi jauh. Alyssa mau pergi . . .”

“Kamu mau kemana Al?? Kamu punya keluarga ? siapa ? kamu ikut dokter aja”Alyssa menggelengkan kepalanya.

“Alyssa mau pergi tanpa satu orang pun yang tau. Alyssa janji alyssa akan kembali dan nemuin dokter. Alyssa janji “

“tap . . . .”

“Terima kasih dokter atas semua bantuannya. Alyssa titip papa Alyssa ke dokter. Maaf dok. “

“Selamat tinggal . .. “Alyssa pun segera beranjak dari sana. Sedangkan dokter Andi hanya mematung tak mengerti maksud gadis itu. Ia seperti patung yang membeku.

*****

Alyssa berjalan keluar, ia berniat untuk pergi sejauh mungkin tanpa membawa apapun. Ia tak peduli lagi. Ia merasa tak punya apapun. Apalagi dengan kejadian Rio menjual dirinya tadi. Membuat Alyssa merasa sangat terhina sekali.

Alyssa melihat mobil pria yang membawanya pulang masih berada di depan rumahnya. Alyssa pun berjalan menghampiri mobil tersebut .

JREEEEKKKK

Alyssa masuk kedalam mobil itu dan membuat pria tersebut langsung kaget melihatnya.

“Loe gak apa-apa? papa loe gak apa-apa ?”tanya pria tersebut yang begitu ingin tau. Alyssa menatap kedepan dengan tatapan kosong.

“Loe udah beli gue kan ? sekarang terserah loe mau apain gue . terserah .. “

“Hah??”

“Bawa gue kemaanapun loe suka. Gue akan lakuin apapun yang loe suruh. Loe mau apain tubuh gue. Loe mau jual gue lagi. Terserah “

“Hah??”

“Apa ucapan gue belum jelas ?”tanya Alyssa dengan suara yang datar. Dan tak ada tenaga sedikit pun. Pria itu hanya menatap gadis ini binggung.

“Gu . gue . . gue . . tadi Cuma ingin nyelametin loe. Gak lebih. Gue gak tertarik sama loe bahkan tubuh loe .. “jujur Pria ini yang memang ia tak punya maksud.

“Lalu kenapa loe masih disini ? kalau bukan nungguin barang yang udah loe beli ini??”

“Gu ,, gu .. guee Cuma kha . . watir sama loe”jawb pria ini sedikit kaku. Alyssa menundukkan kepalanya sejenak.

Setelah itu Alyssa lantas menolehkan wajahnya ke pria ini. Ia menatap pria ini dengan tatapan sangat dan sangat memohon. Alyssa perlahan menakupkan kedua tangannya seperti seorang yang benar-benar memohon. Pria itu menatap Alyssa dengan tatapan binggungnya.

“Siapapun kamu .. Aku gak kenal kamu. Aku gak tau kamu. Tapi . . . . “Alyssa menahan isakannya Ia kembali menangis saat ini.

“Tapi . Aku mohon. . bawa Alyssa sejauh mungkin dari sini. Alyssa mau ikut sama kamu. Alyssa mau lakuin apapun yang kamu suruh. Alyssa mohon. Alyssa sudah gak punya siapa-siapa. Alyssa mohon . . . “Alyssa mulai sesenggukan. Ia tak bisa mengontrol tangisannya saat ini. Air matanya benar-benar mengalir begitu deras.

“Alyssa mohon . .. . . . “pria itu menatap gadis ini begitu kasihan sekali. Belum sampai 1 jam tadi gadis ini hampir di jual oleh kekasihnya sendiri dan saat ini ia harus melihat papanya meninggalkannya.

“Pakai sabuk pengamanmu .. “ujar pria ini tanpa bicara apapun lagi dan langsung menjalankan mobilnya beranjak dari sana.

Alyssa menyunggingkan senyumnya sedikit legah. Entah menagapa ia menginginkan hal itu. Namun dalam hati Alyssa ia memang ingin sekali pergi dari sini. Pergi sejauh mungkin meninggalkan kepedihannya dan kesedihannya serta rasa sakitnya.

“Aku berharap bisa amnesia untuk saat ini . .. “

****

Tak selang berapa lama mobil yang Alyssa tumpangi itu pergi, sebuah mobil tiba di depan rumah Alyssa. Siapa lagi jika bukan mobil Gabriel. Gabriel keluar dari mobilnya dengan wajah yang binggung. Melihat banyak orang di rumah Alyssa.

Gabriel yang begitu penasaran segera berjalan untuk masuk ke halaman rumah Alyssa. Gabriel pun mencoba bertanya kepada salah satu seorang ibu-ibu yang duduk didepan teras rumah Alyssa.

“Maaf bu. Mau tanya. Ini ada apa kok rame ??”

“Itu mas, pemilik rumah ini meninggal”jawab ibu-ibu tersebut dan membuat Alvin membelakkaan matanya.

“meninggal ?? Siapa bu ???? Alyssa ??”ujar Gabriel spontan .

“Bukan mas. Papanya neng Alyssa . kasihan dia mas . . Mas ini siapa ya ??”

“Sa . .saya temannya Bu .. .Alyssanya dimana sekarang ??”tanya Gabriel yang sudah lebih binggung dari sebelumnya.

“Neng Alyssa tadi saya lihat pergi keluar. Enggak tau kemana. Dia benar-benar kasihan mas. Dia dari tadi nangis. Dia udah gak punya siapa-siapa lagi disini. Gak punya keluarga siapapun”jelas ibu-ibu ini. Gabriel pun menganggukkan kepalanya mengerti.

“jadi alyssa gak dirumah ??”

“Enggak mas . “

‘Yaudah Bu makasih banyak. Saya permisi dulu “

“Iya sama-sama “

Gabriel berjalan kembali kedalam mobilnya dengan keadaan blank . Masalah yang satu belum selesai kini masalah lain sudah datang kembali. Dan ia sendiri binggung harus berbuat apa untuk Sivia. Harus mencari Alyssa kah ?? atau bagaimana. Ia merasa seketika dilanda stress . dalam hidupnya ia tak pernah sepeduli dengan orang lain seperti ini.

“Gue harus temui Sivia dulu .. “ujar Gabruel dan segera menjalankan mobilnya.

****
Rumah Alvin

Alvin mencerna semua kata-kata Gabriel. Ia sadar bahwa perbuatannya begitu keterlaluan sekali. Namun semua itu telah terjadi. Dan ia harus bagaimana saat ini. Ia sudah tak dapat memfikirkannya kembali. Otaknya begitu buntu saat ini.

“Sivia . maaf .. “

“Maaf . .. “

“Maaf . .. “

“Apa loe bisa maaafin gue Vi ??”

“AAARGSSS gue harus gimanaaaaaa ??”

“AARGHHSS!!!”Alvin menjambak-jambak rambutnya sendiri penuh frustasi. Ia binggung dan sangat binggung. Semuanya serba rumit .

“Gue temui Sivia ? Atau gimana ??”

“Alvin !!! kenapa loe bodoh banget sih!!!”

“Alvin setan apa yanga da diotak loe !! Alvin Alvin Alvin Alvin !!! “

“GILAAA GILAAA GUE BISA GILAAA!!! “

“YA TUHAAAAANNN!!!! “

****
Apartemen Gabriel

Sivia sudah mengganti bajunya. Ia duduk diatas kasur dengan tatapan kosong. Langkah kaki seseorang seketika itu menyadarkannya. Dan Gabriel lah yang datang. Dan segera berjalan menghampiri Sivia.

“Loe udah gak apa-apa??”tanya Gabriel pelan .

“menurut loe kondisi gadis yang setelah diperkosa apa akan baik-baik saja ?”tanya Sivia balik dengan dingin tanpa menatap Gabriel sedikit pun. Gabriel terdiam merutuki pertanyaanya tersebut .

“Sorry … “

“Sorry ?? hahahaha . “Sivia terkekeh sinis.

“Papa Alyssa meninggal . . .”ujar Gabriel dan seketika itu raut wajah Sivia berubah. Berubah kaget dan mematung dalam sekejab.

“Alyssa gimana??”tanya Sivia masih menatap kedepan dengan tatapan kosong.

“Dia gak ada dirumahnya. Gue tanya ke orang disana katanya Alyssa pergi begitu saja”

“Kak . . . . “panggil Sivia lemas.

“Dia gak punya siapa-siapa lagi Kak . . Di .. a . . di .. a . .. “

“Kita harus cari dia . . “ujar Sivia dengan cepat . Seketika itu ia langsung berdiri dari tempat duduknya. Gabriel kaget dengan perubahan ekspresi Sivia yang seperti itu penuh kecemasan.

“Loe gimana??”

“Udah gue gak apa-apa . tenang aja. Setelah Diperkosa sama teman loe gak bakal buat gue mati sekarang kan !!”ujar Sivia tanpa dikifir. Gabriel pun hanya meneguk ludahnya saja. Sivia meraih tasnya .

“Sampai kapan loe berdiri disana? Mau bantun gak ??”teriak Sivia yang sudah berada di luar kamar.

“Iya iya iya “jawab gabriel terbata-bata dan segera menyusul Sivia. Mereka berdua pun segera pergi untuk mencari Alyssa. Sivia sangat cemas dengan keadaan sahabatnya tersebut. Sivia tau bahwa Alyssa akan terpuruk saat ini. Alyssa begitu sayang kepada papanya. Apalagi ia saat ini sudah tak ada keluarga. Seketika itu Sivia lupa dengan masalah yang menimpahnya.

****
Rumah Rio . 19.00 p.m

Sejak 2 jam yang lalu Rio hanya mematung dibalkon kamarnya. Ia hanya menatap selembar cek yang berada ditangannya. Otaknya hanya teringat dengan kejadian siang tadi. Kejadian yang sangat tak pernah ia bayangkan.

“Apa yang udah gue lakuin . . . “

“Gue jual dia ??”

“Alyssa . . . . “Rio melirik ke ponselnya. Ia pun sudah mencoba menghubungi Alyssa beratus-ratus kali namun tak ada jawaban sama sekali dari ponsel tersebut.

“Dia kemana ??”

“Apa dia mungkin dirumah sudah pulang ??”

“Gue kenapa bodoh banget ..”

“Apa yang udah gue lakuin sama Alyssa??”

“AISSgghhh. .RIOOO !! LOE SEHARUSNYA GAK MABUK!!! “

“AISSSGGHHH!!! “

KREEKK KREEKK KREEEKKK

Rio langsung menyobek cek terebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu ia membuangnya begitu saja di tempat sampah. Rio baru menyadari akan kesalahan besarnya tersebut. Alkohol yang ia minum sangat membuatnya tak sadarkan diri dan mabuk berat saat itu.

“Gue harus kerumahnya . .”

“Gue harus minta maaf”

“Gak peduli appaun. Gue harus minta maaf “

Rio pun segera mengambil kunci motornya. Karena mobilnya sendiri sudah hilang ia taruhkan di bar tadi. Tanpa menunggu lama Rio memilih cepat untuk menuju ke rumah Alyssa. Ia benar-benar sangat merasa bersalah. Hal ini merupakan pertama kali yang ia lakukan.

*****
Mobil Gabriel

Sudah 3 jam lebih Gabriel dan Sivia mencari Alyssa. Mulai dari ke tempat yang Alyssa suka. Ke rumah Alyssa bolak balik 7 kali. Ke tempat perpustakaan yang selalu dikunjungi Alyssa. Ke penjual comic langganan gadis ini. bahkan ke sekolah pun mereka cari. Namun mereka sama sekali tak menemukkan keberadaan gadis tersebut.

Gabriel yang sudah lelah akhirnya mengajak Sivia untuk makan dulu di sebuah restoran sambil memfikirkan kembali mereka harus kemana saat ini.

Sivia pun sudah beribu kali mencoba menghibungi Alyssa namun tak ada jawaban sama sekali dari pemilik ponsel.Alyssa sendiri memang sengaja tak membawa ponselnya saat pergi tadi. Ia benar-benar memilih untuk pergi sejauh mungkin bersama dengan pria yang baru ia kenal tersebut.

“Gimana masih gak diangkat ??”tanya Gabriel yang sudah menghabiskan makananya. Sivia menggeleng lemas.

“Alyssa kamu dimana sih . . . “

“Kita harus cari loe kemana lagi. Loe sebenarnya ada dimana . .. “cemas Sivia. Gabriel tiba-tiba teringat akan satu orang.

“Rio . . “ujar Gabriel tiba-tiba membuat Sivia pun langsung menoleh ke arahnya.

“Kak Rio?? Bener kak. Mungkin Alyssa datengin kak Rio. Ayo kita samperin kak Rio kak . Ayo . . “ajak Sivia yang sudah beridir dari tempat duduknya. Gabriel pun menganggukkan kepalanya.

“Gue bayar makannya dulu”ujar Gabriel dan menuju ke kasir terlebih dahulu.

Setelah membayar makanan. Mereka berdua pun langsung melesat untuk menuju kerumah Rio. Mereka berdua sangat berharap Alyssa bersama Rio saat ini.

‘Kak . . loe telfon kak Rio dulu deh. Semoga aja beneran sama kak Rio”ujar Sivia. Gabriel pun menganggukkan kepalanya. Ia mengambil ponselnya yang ada di sakunya.

Dan dengan cepat ia mencari kontak Rio di ponselnya dan menghubungi pria terebut.

“Hallo Yo .. Loe dimana sekarang “

“Gue lagi mau kerumahnya Alyssa”

“Hah? Jadi loe sekarang gak sama dia ??”

“Enggak. Emang kenapa Iel ? Alyssa kenapa ??”

“Kita ketemu aja di Rumahnya Alyssa. Nanti gue jelasin disana. Gue sekarang sama Sivia. Loe tungu disana “

“Oke”

KLIIIKKK

Gabriel menutup sambungan telfonnya dengan nada frustasi. Wajahnya langsung drop begitu saja.

“Kak gimana?”tanya Sivia yang mencium bau-bau tak enak.

“Dia gak sama Rio. Kita kerumah Alyssa dulu. Siapa tau dia udah pulang. Rio juga menuju kesana”

“Ya ampun. Ya tuhan. Dimana sih tuh anak. Gue takut dia akan lakuin hal aneh “

“Gak usah berfikiran buruk. Berdoa aja”ujar Gabriel yang sebenarnya juga cemas.

Gabriel menjalankan mobilnya dengan sangat cepat, ia ingin cepat sampai di rumahnya Alyssa. Hari pun sudah semakin malam dan mereka takut Alyssa benar-benar akan hilang saat ini.

****
Ditengah Jalan

Merasakan ponselnya berdering disakunnya tadi Rio memolih untuk berhenti, ia mengira Alyssa menelfonnya kembali. Namun Gabriel lah yang menelfonnya.

Dan setelah berbicara dengan Gabriel di telfon Rio semakin merasa khawatir dan juga bersalah. Inilah untuk pertama kali seorang Mario khawatir dengan soerang gadis . Bahkan ia mengaku sangat bersalah sekali. Sifatnya yang aslinya dingin dan kasar entah saat ini berubah menjadi seorang pria yang begitu penuh dengan kesalahan kepada seorang gadis yang tak lain adalah Alyssa.

“gue harus cepat kesana “Rio kembali memasukkan ponselnya kedalam saku. Ia pun menjalankan kembali motornya dengan kecepatan yang lebih cepat. Ia sangat ingin segera sampai.

****
Rumah Alyssa

Rio sampai duluan di sini. Ia hanya menunggu di depan Rumah Alyssa. Karena rumah ini terlihat begitu sepi. Bahkan gerbang rumah ini pun terkunci begitu rapat. Rio menunggu Gabriel untuk datang .

“Alyssa. . .maaf . maafin gue . . . “lirih Rio sangat bersalah.

Tak lama kemudian sebuah mobil pun berhenti didepan Rio. Dan dua orang dengan cepat keluar dari mobil tersebut. Yang tak lain adalah gabriel dan Sivia. Rio sedikit binggung memang kenapa Sivia bisa bersama gabriel. Namun ia tak harus memfikirkan hal itu.

“Yo . Alyssa tiba-tiba hilang. Dna kita sudah mencarinya kemanapun. Tapi kita gak nemuin dia”ujar Gabriel langsung sebelum Rio membuka suaranya. Mendengar ucapan Gabriel tersebut membuat Rio langsung mematung. Ia semakin merasa bersalah.

“Kak loe beneran gak bersama Alyssa sama sekali ? Loe gak tau dia dimana ??”tanya Sivia dengan suara cepat. Gadis inilah yang paling mengkhawatirkan kondisi Alyssa. Mereka sudah berteman sejak kecil. Dan bagi Sivia alyssa adalah sahabatnya sehidup semati. Namun Rio masih tetap diam saja.

“Yo . Papanya Alyssa meninggal tadi siang. Dan gue takutnya dia gak nerima itu dan dia pergi jauh . Kata Sivia , Alyssa sayang banget sama Papanya”jelas Gabriel dan langsung membuat Rio terkejut.

“Papanya Alyssa meninggal ? kapan ?”tanya Rio dengan wajah tak bisa dibayangkan kagetnya.

“Tadi siang. Sekitar jam 1.an mungkin “jawab Gabriel mencoba mengira-ngira.

“Jam 1 ??”Rio langsung teringat bahwa jam segitu adalah Alyssa telah pergi dari bar dengan dibawah oleh seorang pria.

“Iel gue . gu . . gu .e . .. “Rio binggung menjelaskannya. Ia gugup beserta sedikit cemas bagaimana ekspresi Gabriel jika tau yang sebenarnya. Gabriel dan Sivia menatap Rio sedikit aneh.

“Iel . sumpah gue saat itu mabuk. Jadi . .. “

“Yo . .. “gabriel mulai mencium bau tak enak. Ia menatap Rio penuh harap. Sedangkan Sivia hanya diam disamping gabriel tak mengerti apapun.

“Gue daritadi mabuk berat. Gue stress karena keluarga gue . Papa dan mama gue cerai jadi gue milih mabuk dan taruhan sama anak-anak di bar biasa sampai agak siang . . . . .”

“terus ???”sahut Gabriel. Ia mulai gemetar sendiri. Entah mengapa ia juga tak tau. Karena ia yakin Rio akan membawa satu masalah lagi yang lebih besar.

“Terus . . gue gak tau tiba-tiba dia datang dan ada disamping gue ., . “

“Dia siapa ? Alyssa ??”Rio megangguk lemas. Gabriel menghembuskan nafas beratnya .

“Apa yang loe lakuin ??”Gabrie tau jelas bahwa Rio akan seperti macan gila jika sudah mabuk berat. Ia akan berbuat hal sesukannya tanpa ia sadari.

“Gue jadiin dia taruhan gue sama anak-anak . “

“HAH??”teriak Sivia langsung begitu kaget. Sedangkan gabriel hanya menganga dengan menatap Rio tak percaya.

“Loe masih waras kan ??”ujar Gabriel tak habis fikir dengan sahabatnya satu ini. Sivia menahan semua emosinya saat ini.

“Oh my God !! . . . “desisi Sivia ingin sekali mencekik pria didepannya ini.

“LOE GAK PUNYA OTAK?? BEGO ATAU GIMANA SIH ??”teriak Sivia mulai meluapkan emosinya. Gabriel sudah menduga gadis ini akan sangat emosi.

“Gu . gue .. gue . .mabuk saat itu.. Gu . .gu . . . “

“DIA ITU PACAR LOE BEGO !! LOE GAK NGANGGAP DIA PACAR ??”

“OH JADI BENERAN LOE CUMA NGANGGAP DIA MAINAN? SAMPAI LOE TARUHUN DIA ???”

“TEGA BANGET LOE KAK . . .GILA TAU GAK !!. . . . “

“Vi tenang dulu. . Tenang . . . “

“Gimana gue bisa tenang. Sahabat gue dibuat taruhan sama pria brengsek ini”emosi Sivia memprotes ucapan gabriel.

“Sekarang dia dimana Yo ?? Loe gak beneran nyerahin dia sebagai taruhan kan? Loe menang kan ??”
Rio menatap Gabriel dengan tatapan ~ ~ ~

“Gu . . gu . . .gue . . . gak jadi naruhin dia. . . “ujar Rio dan seketika itu membuat Sivia dan gabriel menatap Rio penih kelegaan.

“Tapi . . .. .”

“Tap?? Tapi apa ??”tanya Sivia kembali cemas . Rio binggung harus jelasin bagaimana. Tapi jika ia tidak menceritakan ini, ia sendiri tak akan bisa menyelesaikan masalah ini.

“Sumpah demi tuhan. Gue mabuk saat itu. Jadi gue gak sadar sama apa yang gue lakuin”

“YAUDAH TAPI APA??”teriak Sivia tak sabar. Gabriel pun menatap Rio untuk seger jujur saja.

“Gue adain lelang buat ju . . al di .. a . .. “

JDYAAAAAAARRRRRRRRRR

Sivia membelakakan matanya. Bahkan ia merasa saat ini nyawnya akan segera melayang. Sedangkan gabriel hampir saja tak bisa bernafas mendengar pernyataan Rio tersebut.

PLAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Rio. Sivia menamparnya dengan semua emosinya saat ini. Bahkan Sivia langsung menarik baju Rio tanpa rasa takut sedikit pun. Rio pun hanya diam saja.

“LOE JUAL BERAPA DIA ?? HAH??”

“LOE JUAL BERAPA ??”

“SATU JUTA ?? DUA JUTA ???”

“LOE BUTUH UANG ?? BERAPA ???”

“GUE BISA BELI DIA DENGAN HARGA SEPULUH KALI LIPAT DARI HARGA YANG LOE DAPAT !!!! “teriak Sivia dengan mata yang tajam dan melotot memerah. Emosinya sudah tak dapat ia kontrol lagi. Bahkan jika ia membunuh pria didepannya ini. ia tak akan menyesal.

“Vi .. via . .vi tenang . . “Gabriel mencoba melepaskan tangan Sivia yang beralih untuk mencekik leher Rio.

“LEPASIN !! LOE GAK USAH IKUT CAMPUR !!!”bentak Sivia ke arah gabriel dan membuat Gabriel takut sendiri. Sivia sangat menakutkan saat ini. Rio tetap diam. Ia hanya menahan tubuhnya untuk tetap bisa bernafas. Lehernya sedikit sakit dengan cekikan Sivia.

“Loe gak punya otak atau gak punya hati sih ?? sampai tega loe jual orang ??. ya ampun . . . “

“Loe. . . loe . . . loe . . sumpah Yo brengsek . . . Loe brengsek kayak teman loe !!”

“Apa belum puas yang dilakuin sahabat loe itu ke gue ? dan sekarang loe juga berbuat sama ke sahabat gue ? Hah? Apa belum puas ??’”

“APA BELUM PUAS SAHABAT LOE NGEREBUT KESUCIAN GUE ??”teriak Sivia begitu keras. Gabriel langsung memejamkan matanya. Ia takut tetangga-tetannga akan keluar.

“Vi jangan keras-keras”ujar Gabriel mencoba menenangkan Sivia. Namun Sivia semakin menjadi.

“Ma .. kasud loe ??”tanya Rio yang memang tak mengerti .

“Maksud gue ?? Loe tanya maksud gue ?? . hahahahaha?”Sivia tertawa begitu menakutkan sekali.

“MAKSUD GUE !! SAHABAT LOE YANG BERNAMA ALVIN ITU UDAH MEMPERKOSA GUE !! NGERTI KAN SEKARANG ?? APA BELUM NGERTI JUGA MAKSUD GUE??!!”Rio membelakakan matanya tentu saja ia terkejut. Rio menatap gabriel meminta penjelasan. Namun Gabriel hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya dengan wajah binggungnya dan merasa bersalahnya saat ini.

“DAN SEKARANG LOE JUAL TEMAN GUE ?? “

“Hahahahahahahahahahaha”Sivia tertawa dengan kerasnya.

“SUMPAH LOE SEMUA BRENGSEK TAU GAK !!! LOE SEMUA ITU BAJINGAANN!!!”Sivia mulai melepaskan cekikannya. Ia mengatur semua nafasnya sesaat.

Sivia menundukkan kepalanya. Rasanya ia ingin mati saja saat ini. gadis ini langsung terduduk lemas begitu saja. Ia tak peduli bajunya akan kotor atau apapun. Fikirannya benar-benar kacau.

“Apa sebegitu benci kalian sama gue dan Alyssa ??”

“Apa dosa kita berdua sama kalian ??”

“Apa kesalahan kita sampai loe semua tega sama gue dan alyssa ??”

“Apa salah kita kak sama loe semua . . “Sivia mulai menangis saat ini. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya. Tubuhnya sudah bergetar menahan tangisnya dari tadi yang kini mulai memecah.

“Kenapa loe semua gak bunuh gue sama Alyssa aja. “

“Sampai hati loe semua ngelakuin itu. Bunuh gue sama Alyssa aja kak. Bunuh . . “

“Loe tega banget buat gue dan alyssa menderita kayak gini. . .Loe semua jahat banget , Loe semua brengsekk . . .”

“BRENGSEEEKKKKK !!”teriak Sivia parau. Gabriel menatap Sivia dengan penuh iba. Sedangkan Rio hanya bisa menundukkan kepalanya merasa lebih bersalah lagi.

“Ya tuhan. Dosa apa gue ? Apalagi sahabt gue ?? dia dosa apa ya tuhan ??”

“Yo sekarang Alyssa dimana? Loe jual dia kesiapa ??”tanya Gabriel berharap Rio akan ingat

“Gu . . e gak ingat wajah orangnya iel. Dia langsung bawa Alyssa pergi gitu aja”

“Dan loe gak ngejar ??”tanya Sivia yang mendongakkan wajahnya menghadap ke Rio. Dan dengan lemasnya Rio menggeleng.

“Eh Sumpah ya Yo loe itu busuk!! Brengsek!! Mati aja loe !!!! MATI SANA SAMA SAHABAT LOE ITU !! MATI LOE !!!”

Gabriel memegangi kepalanya yang hampir pecah. Ia tak tau jalan fikiran kedua temannya tersebut. Ada apa dengan mereka berdua sampai bisa melakukan hal gila seperti ini.

“Ya ampun loe berdua gila tau gak sih . . “desis Gabriel tak tau harus apa sekarang. Sivia mulai berdiri kembali. Ia menatap Rio dengan tajam.

“Demi apapun. Gue gak akan maafin loe sampai Alyssa beneran gak balik. Gue akan sumpahin loe seumur hidup akan merasa bersalah !!! Loe denger itu !!”

“Loe semua brengsek !!”Sivia pun dengan cepat meninggalkan dua orang ini yang hanya mematung. Sivia menemukan sebuah taxi yang berhenti didekat sana dan langsung menaiki taxi tersebut. Otaknya sudah memanas saat ini. Dan ia tak ingin emosinya terpancing kembali.

Gabriel menatap Rio dengan tatapan nanar bercampur emosi yang tak bisa ialuapkan saat ini. Gabriel menghembuskan nafas beratnya beberapa kali.

“Iel sumpah gue mabuk saat itu. . Gue gak tau . . .”

“Sumpah gue ngerasa bersalah banget iel. Gue . .gue . . .ARRRGHHHHHSSSSS”teriak rio frustasi .

“nasi udah menjadi bubur Yo. Gue juga binggung harus apa “

“Iel gue harus nemuin Alyssa . Gue harus minta maaf. Gue takut dia kenapa-kenapa”

“Telat Yo loe berfikiran kayak gitu. Bahkan kita gak tau dia ada dimana saat ini”

“Iel pliss. Gue mohon bantuin gue cari dia. Gue mohon”Gabriel terdiam sejenak. Lalu mengangguk ringan.

“Gue pasti bantu loe. Asal loe beneran minta maaf sama dia Yo. Dia gadis yang sangat baik Yo. Bahkan dia sangat cinta sama loe. Tapi loe tega banget yo “

“Iya iel gue tau. Mangkannya gue nyesel. Gu .. gue . .. entahlah. Gue gak tau harus gimana lagi. Yang gue tau gue emang brengsek. Gue sangat brengsek”

“Bukan loe aja. Kita semua yo emang brengsek”

“Oh ya Alvin . . Alvin. . . . “

“Iya Yo. . Alvin semalem ngelakuin itu ke Via. Dia mungkin terlalu emosi sampai ngelakuin hal bodoh itu:

“Yatuhann. . . . .”

“Entahlah yo. Gue binggung. Dan sekarang gue mau pulang dulu. Istirahat, kita fikirin besok bagaimana caranya temuin Alyssa. “

“Loe juga pulang sana.

“Thanks Iel “Gabriel mengangguk saja Setelah itu berjalan ke arah mobilnya. Rio pun bersiap menaiki motornya.

Tak lama kemdudian dua orang ini langsung melesat meninggalkan rumah Alyssa. Terlalu banyak kejadian dihari ini. Dan semua kejadian tersebut membuat kepala mereka terasa panas dan ingin pecah.

Bersambung . . .

Okey part 7 selesai. Gimana? Feelnya dapet gak ?? semoga semakin suka guys. Makasih masih tetap baca dan selalu nungguin. Like dan Comment ya😀 . dan kasih tau teman-teman kalian juga bair banyak yang baca REVIL😀 okey makasih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s