REVIL – 13 “ The Dream “

Part Threeteen of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀 .
PG-13 (pengawasan Bapak/Ibu) .

REVIL – 13
“ The Dream “

****

Alyssa berdiri di depan rumahnya. Ia menundukkan kepalannya sejenak, lalu menatap rumahnya kembali. Betapa ia merindukkan rumahnya ini. Perlahan Alyssa melangkahkan kakinya , ia membuka pintu gerbang rumahnya dan memasuki halaman rumahnya.

Entah mengapa ia merasa semuannya bergetar, tubuhnya, hatinya, dadanya, kakinya dan tangannya. Seluruhnya tak bisa ia kendalikkan. Alyssa memilih duduk dikursi teras rumahnya. Ia menatap halaman rumahnya dengan tatapan kosong.

“Apakah tidak ada satu kebahagian saja yang dapat aku rasakan tuhan ? apakah sebegitu banyak dosa yang telah aku berbuat kepadamu ?”

“Apakah aku sebegitu hinannya ? Alyssa kangen sama papa”gadis ini mencoba mengembangkan senyumnya sedikit berharap bahwa itu bisa menghibur dirinnya saat ini. Namun yang dirasakan Alyssa sebaliknya. Senyuman itu lebih tepatnya senyum kesedihan sama sekali tak terlihat seperti senyum sebuah sedikit kebahagiaan.

Alyssa berdiri dari tempat duduknya, gadis ini menghelakan nafas beratnya sesaat. Ia menatap lantai di bawahnya dengan datar.

“Aku harus segera menyelesaikannya”ujar Alyssa pelan dan mulai berjalan keluar dari halaman rumahnya.

Alyssa berjalan langkah demi langkah menelusuri jalanan setapak. Langit diatas sana sudah mulai menghitam dan berbagai ribuan bintang-bintang mulai bergemerlap . Dan itu semua menujukkan bahwa hari sudah mulai malam. Namun gadis cantik nan mungil ini masih terus menjalankan langkah demi langkahnya. Ia menuju ke suatu tempat yang sangat dan wajib ia datangi.

****

Alyssa kini berdiri di sebuah rumah yang menjulang besar dan terlihat sangat mewah. Rumah besar yang pernah ia datangi satu kali saat sebelum ia mengalami kejadian “sangat menyakitkan “ ini. Alyssa mengembangkan senyumnya sedikit lantas perlahan memencet bel pada gerbang rumah tersebut tanpa ada perasaan ragu sedikit pun.

Ting Tong . . . . .Ting Tong

Alyssa memencetnya dua kali. Dan menunggu siapa saja yang keluar dari rumah ini. Kurang lebih 10 menitan ia harus menunggu dan akhirnya ada juga yang membuka pintu rumah tersevut. Dan tanpa ia prediksi Seorang gadis cantik keluar dari rumah mewah ini. Gadis itu berjalan dengan malas menuju gerbang. Rambutnya terlihat acak-acakkan dan tangan kananya memegang sebuah bolpoin.

“Ma . . . Kak Alyssa “gadis itu langsung melongo kaget melihat Alyssa. Ia baru saja membuka gerbang rumahnya dan ingin mengomeli tamu yang datang tersebut langsung ia undurkan. Tentu saja ia dapat mengingat jelas wajah Alyssa. Wajah gadis yang dapat menjadi pacar kakaknya tersebut.

Gadis cantik ini tak lain adalah Salsha dan rumah mewah ini adalah rumah Rio. Dan saat ini gadis bernama Alyssa sedang berdiri dirumah Rio dan entah apa yang akan dilakukan oleh gadis malang ini.

Salsha mengerutkan keningnya, merasa ada yang aneh dengan gadis didepannya. Salsha dapat melihat jelas wajah Alyssa yang begitu pucat. Bibirnya sedikit memutih dan matannya yang mulai memerah.

“Kak Alyssa nyari kak Mario ?”tanya salsha mencoba membungkam keheningan. Alyssa menganggukan kepalannya.

“Apa dia ada ??”tanya Alyssa tenang. Salsha langsung mengangguk-angguk cepat.

“Ada-ada . Dia baru pulang dari restorannya dan marah-marah gak jelas. Isshh sumpah nyebelin ban . .. . “

“Bisa kamu panggilkan sekarang ??”pinta Alyssa yang langsung memotong ucapan Salsha yang menurutnya tidak perlu ia dengar . Salsha terdiam sejenak , matannya menatap Alyssa kembali. Terlihat sebuah tatapan memohon dapat salsha tangkap dari tatapan Alyssa. Dan mau tak mau Salsha langsung mengangguk.

“Masuk dulu kak , Salsha akan pang . . .”

“Aku tunggu didepan aja”sahut Alyssa dengan cepat. Salsha sedikit tertegun kembali. Namun beberapa detik berikutnya Salsha memilih mengangguk dan cepat-cepat masuk kedalam rumahnya untuk memanggil sang kakak.

Alyssa menghelakan nafasnya beberapa kali, ia menatap rumah mewah ini lagi seperti sedang menerawang sesuatu. Dan memfikirkan sesuatu yang harus ia lakukan hari ini juga.

***
Rio segera mengganti pakaiannya dengan baju santai, ia masih merasa sangat kesal karena Gabriel dan Shilla yang tidak datang sesuai dengan rencanannya. Ditambah lagi akibat pertengkaran singkat dirinnya dan Salsha dikarenakan bel pintu yang berbunyi tadi. Dan Salsha yang teriak-teriak dan mengomelinnya agar membukakan pintu gerbang dan alahasil Salsha sendirilah yang harus turun tangan.

Baru saja ia selesai memakai pakaiannya pintu kamarnya tiba-tiba ada yang membuka dengan cepat dan tentu saja mengangetkan Rio. Rio melihat orang yang masuk kekamarnya tersebut dan wajah dingin serta emosinya kembali datang.

“Apa sih mau loe? Gak pernah diajarin mama ngetuk pintu dulu ?? udah sana per . . . “Salsha menatap Rio dengan malas karena omelan Rio yang menurutnya sama sekali tak berguna. Dengan cepat Salsha memotong ucapan pria dengan wajah dingin ini.

“Diluar ada yang kak Alyssa. “

DEGGG . . .

Rio benar-benar dibuat mematung dengan ucapan Salsha. Dia mencoba mencerna kembali tak dan penengarannya, Rio masih mematung disana tanpa mengucapkan sekata apapun bahkan untuk bernafas saja rasanya sedikit susah.

“Dia gak mau gue suruh masuk jad . … “

Salsha hanya bisa melongo dengan mata yang melebar melihat kakaknya langsung berlari keluar melewatinnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Salsha sedikit binggung apa yan terjadi dengan kakaknya barusan. Namun gadis ini tidak memfikirkannya terlalu jauh. Salsha berjalan kembali untuk menuju ke kamarnya.

“begitu lah kakak gue . … .”

“Aneh !!”

***
Rio segera keluar dari rumahnya, ia tak memfikirkan apakah yang dibicarakan adiknya adalah sebuah kebenaran atau kebohongan. Yang ia tau hanya ia harus keluar rumahnya saat ini juga. SAAT INI JUGA!.

Rio membuka gerbang rumahnya dan disambut oleh sebuah senyuman canggung oleh Seorang gadis. Rio sedetik kemudian mematung di tempat. Dengan kedua matannya yang masih normal. Ia dapat melihat Seorang Alyssa di depannya. Seorang gadis yang berminggu-minggu ini ia cari. Dan saat ini dengan jelasnya berada di depan matannya.

“Al . ..Al .. Alyssa . .. .”ujar Rio gugup dan kaku. Ia tak tau apa yang harus ia katakana saat ini. Ia masih seyok degan keadatangan Alyssa. Alyssa menyunggingkan senyumnya kembali.

“Malam. .”sapa Alyssa tanpa kecanggungan atau keraguan sedikit pun.

“Ka .. lo . . loe . .. gak ap .. apa-apa kan ? lo . . loe . . lo . .. .”Rio menghelakan nafas beratnya. Bibirnya terasa kaku dan sulit untuk mengeluarkan beberapa kalimat yang telah terangkai jelas di otaknya. Namun mulutnya ini tak dapat diajak berpartisipasi untuk beberapa detik saja. Alyssa menatap Rio dengan tatapan entahlah. Matannya menujukkan sedikit kesayuan.

“Ada yang ingin aku katakana kepada kakak. Bisa bicara sebentar ?”dengan cepat Rio langsung menganggukan kepalannya.

“Alyssa sedikit butuh udara segar. Ayo kita jalan disekitar komplek sambil membicarakan apa yang ingin Alyssa bicarakan”tanpa menunggu jawaban Rio kali ini, Alyssa langsung berjalan duluan. Mau tak mau Rio pun segera mengikuti Alyssa. Ia mencoba menyamai langkah Alyssa yang tak terlalu cepat. Mata Rio tak pernah teralih dari sosok Alyssa. Rio benar-benar masih belum percaya bahwa gadis yang ada disampingnya adalah Alyssa.

Mereka berdua berjalan langkah demi langkah diiringi oleh angin malam yang begitu sejuk. Langit pun Nampak mendukung situasi malam ini.

***

“Alyssa baik-baik aja. Kakak gak perlu khawatir”ujar Alyssa setelah mereka membungkam suara selama 10 menit. Rio Nampak sedikit terkejut dengan ucapan gadis ini.

“Kita duduk disana”tunjuk Alyssa ke sebuah ayunan kecil yang berada di depan salah satu rumah tetangga Rio. Rio mengangguk saja dan segera megikuti Alyssa yang lagi-lagi berjalan mendahuluinnya.

Mereka berdua duduk berdampingan di sebuah ayunan panjang yang terbuat dari kayu. Hari yang semakin malam membuat situasi menjadi sunyi. Dan terkadang hanya suara tokek maupun jangkrik yang dapat mereka berdua dengar.

Alyssa menundukkan kepalannya dan mengambil nafasnya beberapa kali. Ia sama sekali tak menatap wajah Rio lagi. Sedangkan Rio masih saja terus menatap dirinnya.

“Apakah kakak sudah puas ??”

“Ha?”Alyssa tertawa pelan dengan seringan miris. Ia merasa bahwa Rio seolah tak merasa bersalah sama sekali.

Alyssa mulai berdiri dari duduknya. Ia berjalan perlahan kearah depan Rio lantas menghadap ke Rio. Rio mendongakkan kepalannya agar dapat melihat wajah gadis ini. Alyssa mulai memberanikan diri menatap wajah Rio yang masih terlihat binggung.

Alyssa mencoba menerawang sesuatu dari mata pria ini. Jujur ia tak tau bentuk dan wujud apa pria yang ada didepannya ini.

“Apa kakak sedikit gak punya hati nurani ?”

“heh?”sekali lagi Rio hanhya menjawab dengan kebingungan. Sebenar nya ia mengerti arah tujuan gadis ini. Dimana gadis ini ingin seklai marah kepadanya namun terlihat ucapannya yang sulit dirangkainya sendiri. Mungkin terlalu baik dan polosnya gadis ini sampai tak tau cara memarahi orang.

“Apa kak Rio gak tau sebegitu besar cinta Alyssa buat kakak?”

“Apa salah Alyssa sama kakak?”

“Apa Alyssa terlalu menyebalkan dan terlalu memuakkan sampai kakak tega melelang Alyssa seperti itu ??”

Rio memilih diam saja, ia tak berani mengucapkan sekata apapun. Toh, ia sendiri tak punya pembelaan karena yang dikatakkan gadis ini benar adannya. Semua adalah sebuah fakta. Dan tatapan Alyssa perlahan mulai menajam. Rio tak pernah melihat tatapan gadis yang sebelumnya begitu polos bagaikkan Seorang peri kini berubah seperti seekor ruba yang ingin mencengkram mangsannya.

“Loe brengsek banget tau gak sih kak”

DEGHH

Rio mulai susah untuk bernafas. Bahkan cara bicara Alyssa sendiri mulai berubah. Alyssa yang biasannya sopan kini mulai berbicara frontal kepadannya. Dan Rio masih tetap diam.

“Loe budek ?gak punya otak ? gak waras ? atau gak punya hati ?sampai loe menjual gue dengan harga 100 juta Kak?? ?”

“ hahahahaha”Alyssa mulai tertawa sinis, dan berhasil membuat semua bulu kuduk Rio berdiri. Gadis ini memang berubah menjadi seekor rubah.

Alyssa mencoba meredamkan sedikit emosinya, ia sadar bahwa ini bukan dirinnya. Tidak seharusnya dia seperti ini. Gadis ini mencengkram erat kedua tangannya yang mulai ia kepalkan kuat-kuat.

“Loe gak pernah cinta kan sama gue ? Loe gak pernah kan nganggap gue ada ? Loe gak pernah kan mikirin bahkan khawatirin gue ? Dan seharusnya kak, , . . Seharusnya dari awal loe gak perlu buat gue seperti boneka mainan loe . Gue manusia bukan mainan murahan. Gue punya harga diri. “

“Yang loe lakuin itu udah keterlaluan banget kak. !!!”

Alyssa mulai lelah dengan kemarahannya yang ia sendiri tak tau harus bagaimana sekarang. Ia sama sekali tak bisa marah tak bisa mengeluarkan semua unek-uneknya. Melihat Rio yang menatapnya diam seperti itu membuatnya tak sanggup meneruskan.

“Gue tau gue sal . . .”

“YA LOE SALAH!!”potong Alyssa dengan cepat menatap Rio tajam.

“Loe salah dari awal kenapa loe harus milih gue jadi pacar loe. Loe salah dari awal memberikan gue sebuah harapan palsu dan membuat gue benar-benar jatuh cinta sama loe. Dan loe memang sangat sangat salah karena gara-gara loe, gue mau melakukan apapun untuk loe. Dan loe salah karena loe telah buat gue jadi seperti ini. Buat gue jadi gadis bodoh hanya karena pria brengsek seperti loe !!”Rio mulai mendudukan kepalannya, ia tersenyum pedih. Dia menyadari bahwa ia sangat jahat sekali dengan gadis ini.

Alyssa Nampak terlihat begitu tegar, setetes air mata saja tak keluar dari pipi gadis ini. Gadis ini hanya menunjukkan bagaimana sakit hatinnya dan sakitnya diperlakukan seperti itu oleh pria ini. Bagaimana menderitanya dirinya ?.

“Sekarang giliran kakak yang berbicara”suruh Alyssa memberikan kesempatan untuk pria itu mengeluarkan unek-uneknya. Rio menggelengkan kepalannya pelan.

“gak ada. “

“Semua yang loe ucapkan benar. Gue cowok jahat cowok brengsek yang gak punya hati dan gak pantas buat loe. “

“Maaf . … “

“Maaf gue telah nyakitin loe sampai seperti ini. dan Buat loe banyak menderita “

“Alyssa maaf . .”Rio sama sekali tak menatap Alyssa. Ia hanya terus menundukkan kepalannya. Ia dapat melihat kaki Alyssa yang masih didepannya. Melihat tubuh bahwa gadis ini saja rasannya sudah membuat ia gemetar akan rasa bersalahnya.

“Cuma itu yang bisa loe ucapkan ?”sindir Alyssa dengan nada yang pelan dan lembut namun sangat menyakitkan untuk Rio. Walaupun ucapan gadis ini masih terlihat sama seperti tadi.

“Gue gak pantas dapat maaf dari loe. Gue harus apa lagi ? sujud di depan loe agar loe maafin gue ? cish . .”Rio mendesis, tertawa remeh seolah meremehkan dirinnya sendiri. Meremehkan betapa bodohnya dia.

“Bahkan gue sama sekali sepertinya gak akan dapat maaf dari loe. Loe terlalu baik jika maafin gue Al . jadi lebih baik loe keluarin semua kemarahan loe ke gue. Loe bisa hajar gue. Loe bisa tendang gue bahkan loe bis . . . .”

PLAAAKKK

Rio sedikit tertegun dan memegangi pipinya yang sedikit panas. Ia meringis pelan. Tamparan Alyssa sangat kuat sekali. Rio tersenyum pelan dengan tatapan masih melihat ke bawah dan tak berani menatap kedua mata Alyssa.

“Tamparan yang bagus . Tapi sepertinya belum bisa menebus sem . ..”

PLAAAKKK

“Aww .. .”ringis Rio sekali lagi. Pipi kanannya mendapatkan sebuah tamparan panas kembali dari gadis didepannya ini.

“Kalau loe belum puas loe bisa tam . .. “

PLAAAKKK

Rio memejamkan kedua matannya, menghilangkan semua bayangan wajah Alyssa yang murka kepadannya. Mencoba menahan semua rasa sakit tamparan gadis ini. Mencoba untuk menerima semuannya bahwa dirinnyalah yang sangat bersalah dalam situasi dan kejadian yang terjadi antara dirinya dan alyssa.

PLAAAKKK

“Alyssa benci sama Kak Rio !!!”

PLAAAKKK

“Alyssa benci banget sama kak Rio !!!”

PLAAAKKK

“Alyssa sangat sangat benci sama kak Rio !!!!”

PLAAAKKK

“ Denger gak sih !!! Alyssa benci sama kak rio !! Benci sangat benci !!!”

PLAAAKKK

PLAAAKKK

PLAAAKKK

PPPPLAAAAAAAKKKKKK!!!!!

Rio tertawa pelan, darah segar menetes dari bibirnya. Rio membiarkannya saja dan tak membersihkan darah yang semakin terus mengalir itu. Rio mencoba menahan rasa sakit di bibirnya. Perih, panas, nyeri semuannya bercampur satu di bibirnya. Bahkan Rio dapat merasakan asinnya darahnya yang tak sengaja masuk kedalam mulutnya.

“Ke . .. .na .. . pa . ..ka . . kak … ha …rus . .ja . . ha .. t . . se ..per . . ti .. itu . . sa . . ma . . Al .. yssa . . .”

Sepertinya hal yang membuat Rio sakit dan merasa perih dari segalannya adalah saat ia mendengar bahwa gadis ini mulai terisak. Seumur hidupnya Rio tak pernah merasakan sesesak ini. semur hidupnya Rio tak pernah merasakan seperih ini. Ia mencoba menahan kuat-kuat agar rasa sakit di dadanya tak semakin membuatnya sesak. Namun semuannya sia-sia, karena isakan yang ia dengar semakin terasa sangat memiriskan sekali. Apa dirinnya begitu jahat kepada gadis ini?.

“Sakit . .. .tau gak sih rasannya sakit banget . .”isak Alyssa sambil memukul-mukul dadanya sendiri yang benar-benar sakit dan sesak seperti halnya Rio.

“sakit untuk bisa nahan semuannya. Sakit untuk bisa bertahan agar bisa disamping kak rio dan percaya bahwa kak Rio akan bisa berubah. Rasanya sakit saat semuanya itu sia-sia. . .”gadis ini semakin tak bisa mengontrol tangisannya. Dan membuat suara tangisannya semakin memecah. Alyssa tak peduli bahwa dirinnya harus menangis seperti ini dihadapan Rio.

“Berhenti . .. .”

“Berhenti nangis . .. “ujar Rio pelan namun penuh penekanan. Jujur Rio tak sanggup lagi mendengar tangisan Alyssa. Ia benci dengan suara tangisan. Apalagi tangisan gadis yang disebabkan oleh dirinnya sendiri. Rasannya semakin membuatnya benar-benar menjadi orang terjahat sedunia.

“Gue mohon berhenti Al . . “

Alyssa menghembuskan nafas beratnya, ia menghapus air matannya sejenak. Menahan agar tidak terisak lagi. Ia menatap Rio kembali yang masih saja menunduk.

“Setidaknya . . .. .”Alyssa mendongakkan kepalannya. Ia berusaha mencegah air matannya untuk jatuh kembali.

“Setidaknya ada sedikit rasa terima kasih Alyssa ke kakak, . .”

“Terima kasih kakak sudah buat Alyssa mengenal sebuah cinta . Terima kasih kak Rio sudah membuat Alyssa dapat merasakan bagaimana mencintai seseorang. Makasih banyak , Kak Rio sudah mau memberi Alyssa kesempatan untuk menjadi kekasih kakak. Walau pada akhirnya itu hanya sebuah mainan di mata kakak . . Yah . .. Makasih . . .”

“Berdiri …”suruh Alyssa. Ia mengulurkan tangannya ke depan. Rio mematung kaget dengan apa yang dilakukan Alyssa. Dan tentu saja ia sangat binggung sekali.

“Cepat berdiri!!”sekali lagi Alyssa meminta Rio untuk berdiri dari tempat duduknya. Namun Rio masih saja belum beranjak dari duduknya.

“Yaaaa!!!!”teriak Alyssa sedikit keras dan pria itu seketika langsung berdiri tanpa menerima uluran tangan dari Alyssa. Alyssa menatap tangan kanannya dengan hampa. Kemudian ia menurunkan tangan kananya sendiri.

“Alyssa gak bisa marah sama kak Rio . Al . .. Al .. Alyssa terlalu cinta sama kakak”

Rio spontan langsung mendongakkan kepalannya menatap gadis ini. Ia menatap lekat-lekat kedua mata Alyssa yang masih terlihat sembab. Apa dirinnya tak salah dengar dengan ucapan gadis ini? . Bagaimana bisa gadis ini masih bisa mengatakkan kata cinta kepadanya setelah apa yang ia prebuat kepadannya.

“Apa sih yang loe suka dari gue Al ??”kini Rio mulai membuka suarannya, jujur ia sendiri sudah muak dengan apa yang ia lakukan. Dan menyadari betapa bringasnya dirinnya

“.Gue brengsek al. Gue udah perlakukan loe kayak barang, Gue . .gue . gue . . begitu jahat sekali sama loe. Kenapa loe gak sekarang bunuh gue ? atau loe habisi gue disini ? Bukankah puas sekali ? Daripada loe ucapkan kata-kata sampah seperti it . . . “

“Sampah ?? loe bilang apa tadi ? kata sampah ? gue bilang gue cinta loe sampah ??”Alyssa bergidik an sedikit tertawa sinis. Mengalihkan padangannya sejenak. Dan menghapus air matannya sebentar. Setelah itu ia menatap Rio dengan tatapan tajam .

“Loe tau sebesar apa cinta gue sama loe? Loe tau gak ??? Gak tau kan ??”

“Jadi loe jangan pernah bilang kalau cinta gue ini sampah !!! Loe tau gimana kesiksanya gue buat ngilangin rasa cinta gue ke loe ?? Gak tau kan ?? rasanya sakit banget kak. Mending loe kemarin-kemarin gak usah jual gue. !! Loe harusnya bunuh gue kak. !!! Bunuh gue !!”Alyssa mulai menangis lagi. Jujur ia sudah tak bisa menyimpan ketegarannya kembali.

“Gue sayang sama loe. Gue cinta sama loe. Rasannya buat benci loe itu susah banget , dan loe sekrang bilang kalau perasaan gue itu sampah ? Loe beneran kak gak cinta sama gue ? sedikit aja kak ??”Rio tak tega melihat tatapan gadis ini yang penuh dengan kekecewaan kepadannya.

“Loe gak pantes buat gue”jawab Rio singkat.

“Loe lebih baik sama orang yang bener-bener sayang sama loe. Dan bisa jag aloe. Dan bukan gue Al .. . Sekali lagi gue minta maaf udah buat loe sampai seperti ini”Rio tak sanggup lagi untuk menatap Alyssa. Bahkan rasannya untuk berhadapan ia merasa tidak pantas. Rio menyunggingkan senyumnya sesaat setelah itu ia mengambil langkah untuk pergi dari hadapan Alyssa.

Tubuh Alyssa bergetar, isakannya semakin menjadi. Apa yang sebenarnya yanga da di fikirkan pria itu. Jujur Alyssa tak tau. Kenapa pria itu begitu jahat sekali kepadannya.

“Jangan pergi !”ujar Alyssa dan langsung membuat Rio memberhentikkan langkahnya.

“Alyssa udah gak punya siapa-siapa. Aku sayang sam kak Rio lebih dari apapun. Alyssa udah maafin kak Rio. Alyssa gak peduli apa yang udah kak Rio lakukan sama Alyssa. Alyssa mohon jangan tinggalin Alyssa. Jangan buat Alyssa sakit lagi. Alyssa mohon kak . Jangan pergi .”

Perlahan Rio membalikkan badannya. Ia menatap Alyssa yang masih terus menangis. Pelan-pelan pria ini berjalan mendekati Alyssa. Menatapnya dengan tatapan yang lembut. Tatapan yang pertama kali Rio tunjukkan kepada Seorang gadis .

“Jangan nangis . “ujar Rio pelan. Kedua tangan Rio mengusap air mata yang membasahi pipi mungil gadis ini.

“Maaf .. .”lirih Alyssa sambil menatap bibir Rio yang masih berdarah. Alyssa pun mencoba membersihkan darah itu.

“Gue gak apa-apa”jawb Rio ringan dan menurunkan tangan Alyssa. Alyssa menatap Rio dalam. Dan kali ini Rio akan menarik Alyssa kedalam pelukannya . namun baru ia memegang kedua tangan Alyssa gadis ini langsung saja mendekatkan wajahnya dan memberikannya sebuah ciuman hangat.

Rio hanya bisa terkejut, ia dapat melihat gadis ini memejamkan matannya. Jujur, hangat dan tenang itulah yang Rio rasakan. Ciuman hangat gadis ini terasa membuat semua bebannya hilang. Rio pun ikut memejamkan matannya perlahan. Membalas ciuman hangat Alyssa.

Alyssa tak peduli darah di bibir Rio yang asin terhisap iolehnya dan masuk kedalam mulutnya. Ia hanya ingin tidak ada jarak lagi antara dirinnya dan Rio . Rio mengangkat kedua tangannya dan ia lilitkan di pinggang Alyssa. Nafas mereka sama-sama berderu akan ciuman hangat yang mereka rasakan.

Rio melepaskan ciuman mereka pertama kali. Rio masih menatap gadis ini yang juga menatapnya dengan tatapan datar.

“Gue cinta sama loe . . “ujar Rio tiba-tiba dan membuat Alyssa membelakakan matannya tak percaya.

“Kak?”

“Gue janji gue akan jagain loe dan gak akan berbuat seperti itu lagi. Gue akan berada di samping loe, ngelindungin loe dan gak akan nyakitin loe lagi. Dan gak akan buat loe nangis lagi kayak tadi. Maaf Al . “Alyssa menganggukan kepalannya dan tersenyum senang. Akhirnya impiannya untuk membuat Rio berubah bisa terwujud.

Alyssa mengeratkan kedua tangannya saat Rio mulai mendekatkan wajahnya lagi dan mulai memejamkan kepalannya. Perlahan-perlahan jarak Rio mulai mendekati Alyssa. Dan . .

***

“KAK BANGUN !!! LOE UDAH GILA MAU NYIUM ADEK LOE SENDIRI ??”

“RIOOO BANGUN SAYAANGGG !!! RIOOO KAMU KENAPAAA??”

“KAK GILAAA !! AISSHHHH”

BRAAKKKK

Rio merasakan kepalannya terbentur ke lantai. Ia perlahan memejamkan kepalannya dan menyadari adiknya dan mamanya sudah berdiri didepannya dengan tatapan aneh dan kasihan serta kecemasan. Rio mengedarkan pandagannya ke sekitar kamarnya.

“A . . Al . . Alyssa mana ??”

“Al . .Alyssa mana ma ?/ Aly . Alyssa gak disini ??”

“Al . Allysa ??”Rio mulai berdiri dari posisinya tadi. Salsha berdecak sinis.

“jadi loe nangis-nangis semalam ? dan teriak-teriak gak jelas gara-gara mimpi kak Alyssa ?? ck ck ck ck. Mengenaskan “sinis Salsha sambil melipat kedua tangannya di dadanya. Ia menatap kakaknya begitu skeptis.

“Alyssa mana ma ? Sa? Alyssa mana ??”Rio nampaknya tak peduli dengan sindiran sang adik dan tetap mencari Alyssa. Sang mama sendiri ikut binggung. Pasalnya ia pergi ke kamar Rio karena salsha yang terus-terusa menjerit karena kakaknya ingin menciumnya.

“Alyssa siapa ? alyssa ? gak ada. Kamu ngelindur yo “ujar sang mama menyadarkan Rio.

“kak loe jam 9 pulang dari restoran sambil marah-marah gak jelas !! loe langsung tidur tanpa ganti baju loe. Lihat noh!! “Rio pun langsung melihat kearah baju yang pakai. Dan benar saja ia masih memakai kemeja putih lengkap dengan celananya. Wajah Rio langsung berubah.

“Loe semalam nangis tau gak ? Gue sampai takut . “

“Udah gitu loe pakek mau nyium gue . Aisshh. Jijik banget tau gak. Angker gue tidur lagi sama loe kak. Aisshh . . “desis Salsha yang mulai bercerita.

“Gue nangis ?”tanya Rio yang masih antara sadar dan tidak sadar.

“Iya loe nangis. Loe terus bilang gue salah . Gue salah , Maafin gue. Maaf, maaf Maaf “

“Loe aja gak pernah minta maaf sama gue waktu loe buat salah. Kenapa dalam mimpi loe bilang maaf ? loe buat salah sama siapa sih ??”

“banyak omong loe. Udah sana keluar. “

“Mama juga keluar gih “usir Rio yang masih binggung dan tak menyangka itu semua hanyalah mimpi.

“Udah gak jelas. Sekarang ngusir . Loe manusia atau bi . . “

“Keluar gak loe ??”ancam Rio menatap sang adik dengan tajam . sang mama pun yang ikut takut langsung menarik salsha untuk keluar walau sebenarnya salsha gak takut dan ingin sekali melawan sang kakak.

“Ngancem aja loe bisannya . Ahh cupu cupu !! apaan loe malam-malam nangis ? Jones ya loe ? kasihan loe !! aahh cup . . “

BRAAAKKKK

Rio mendesis sinis melihat adiknya yang diseret mamanya dan koar-koar tak jelas seperti itu. Rio menyenderkan tubuhnya di pintu kamarnya. Ingatannya kembali akan kejadian yang terasa sekali begitu nyata baginnya.

Sampai dia bermimpi Alyssa pergi kerumahnya sendiri dan menangis disana. Lalu menemuinnya dan marah kepadannya sampai menangis seperti itu. Rio teringat akan bibirnya yang berdarah, Ia segera memegang ujung bibirnya.

“ternyata mimpi”ujar Rio ringan. Ia tak merasakan apa-apa pada bibirnya saat ini. Rio tersenyum miris sendiri. Perlahan tubuhnya merosot kebawah sampai menundukkan dirinnya.

“Dimana loe sekarang Al ??”

“Apa loe segitu menderitannya ??”

“Apa loe nangis sekarang ?? apa loe ketakutan ?”

“Maafin gue AL. Maaf . Gue mohon kembali Al. Gue mau bayar semua kesalahan gue”

“Kembali Al. Maafin gue . . “tak terasa air mata pria ini mentes walaupun sedikit. Dan menyadari akan hal itu, Rio dengan cepat menghapus air matannya.

“Aisshh. . gadis itu benar-benar . . . aisshh . . . sampai buat gue nangis kayak gini “Rio segera berdiri kembali. Ia menghembuskan nafasnya beberapa kali.

Rio melirik jam dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 6 pagi. Rio lantas memilih berjalan kearah kamar mandi. Hari ini ia harus masuk kembali ke sekolahnya. Walaupun di otaknya mimpi tersebut masih terus berputar tanpa henti.

***
Gabriel masih menuangkan sebotol wine di gelasnya kembali. Entah inis udah gelas keberapa yang ia minum. Yang ia tau dari semalam ia hanya duduk di ruang tamu dan minum sampai puas. Gabriel tertawa sendiri.

“Loe bodoh gab. . Loe sangat bodoh . . Brengsek . … !!! “

Flas Back . . ..

Gabriel memberhentikkan mobilnya di depan rumah Zahra. Ia memulangkan Zahra terlebih dahulu. Gabriel terdiam melihat sebuah mobil pajero putih berhenti di depan rumah Zahra. Gabriel menatap Zahra yang terlihat terkejut.

“Itu mobil siapa ??”tanya Gabriel. Zahra menghelakan nafasnya sejenak. Lalu memberanikan diri menghadap Gabriel.

“Maaf iel. Gue tau gue berhutang nyawa sama loe. Sekali lagu gue kasih tau . Gue gak suka sama loe. Maaf. Gue udah punya kekasih yang gue cinta dan itu bukan loe “

“Dan. . . . Loe pun gak cinta sama gue. Cepat kembali. Dan selamatkan gadis itu. Dia sangat cinta sama loe. Gu . .. .”

“Itu siapa ??”tanya Gabriel sekali lagi tak memperdulikkan ucapan Zahra.

“Itu mobil Roy. Pacar gue. Gue juga gak tau dia tiba-tiba datang. Sorry gab. Gue gak bisa ngelanjutin. Kita putus. Sorry “Zahra segera membuka pintu mobil gabriel dan dengan cepat menjauh dari pria itu.

Gabriel mematung didalam mobil. Semuannya berputar menjadi satu. Apa ini ?? Apakah dia sedang mendapatkan sebuah hadiah ?/ atau ?? hahahaha.

“Lucu banget . . “desis Gabriel dan langsung memukul setirnya kuat-kuat. Setelah itu Gabriel menjalan kan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia tak peduli apa yang akan terjadi dengan dirinnya setelah ini.

Flash end

Gabriel menatap kepintu rumahnya. Bayangan sosok Shilla tersenyum menatapnya muncul kemnali. Yah, kini di otak gabriel hanya ada gadis itu. Menyesal ? tentu saja ia sangat menyesal. Namun ? bukankah sangat percuma jika dia menyesal sekarang.

“Bodoh !! kenapa gue sebodoh ini !! . . “Dan . . . .Seorang gabriel menangis kembali. Yah, dari awal ia masuk kedalam rumah dan langsung minum. Gabriel memang sudah menangis. Dan ia menangis sampai sepagi ini. Wajahnya sudah berantakkan. Kedua matanya membengkak seperti gadis yang baru saja patah hati.

“AAARGHHSSS!!!!!!!! GABRIEL LOE BEGOOO!!! BOODOOOOOOO BANGET!!! “

“AARGGHHSSSS !! SHILLA GUE NYESEL !!! GUE BUTUH LOE !!! “

“SHILLAAAAAAA !!!!!! “

Penyesalan selalu diakhir ? itulah yang dinamakan penyesalan. Jika penyesalan berada di awal ? bukankah semua manusia tidak akan pernah berbuat kesalahan. Dan tentus aja akibat dari sebuah kesahalan adalah sebuah kepedihan dan kesakitan yang luar biasa. Rasanya sangat sakit sekali untuk menjalar di seluruh tubuh ini. Dan itulah yang sedang dirasakan oleh seorang Gabriel.
***

Pagi ini Pak Jo sudah duduk di ruang makan dan sedang menunggu kedua cucunya yang semalam sama-sama bertindak aneh. Dimana Alvin datang-datang langsung memeluknya dan Cakka datang-datang langsung masuk kedalam kamar tanpa memandangnya sama sekali.

Dan sekarang yang pak Jo lihat ?? kedua cucunya ini tiba-tiba bersamaan turun dari tangga dan seperti mengarah ke dirinnya. Pak Jo menutup koran yang ia baca dan menatap Alvin serta Cakka yang melihatnya seolah mereka ingin mengatakkan hal penting .

“Kek, Alvin mau bicara penting “

“Kek Cakka mau bicara penting “ujar kedua pria ini bersamaan dan membuat Pak Jo binggung sekaligus penasaran.

“Alvin dulu”

“Cakka dulu “

“Alvin dulu “

“Cakka dulu “

“Al . .. Cak . ..

“kalian berdua kenapa sih ??”potong Pak Jo menyudahkan pertikaian dua cucunya ini. Alvin dan Cakka sama-sama menghelakan nafas berat mereka.

“Alvin mau ke amerika sekarang “

“Cakka mau ke amerika sekarang “

“HAH??”Pak Jo menganga lebar. Matannya membulat sempurna. Sebenarnya ? apa yang terjadi dengan mereka ? apa mereka sedang membuat couple morning ? dan sedang mengerjainnya ? dengan kata-kata mereka yang dari tadi bersamaan dan tak ada bedannya.

Alvin dan Cakka tak saling melihat atau menoleh. Namun terlihat eksprsi mereka yang sama-sama kaget karena ucapan mereka yang sama. Jujur saja mereka merencanakan sesuatu bersamaan.

“Alvin mau pindah sekolah di new york. Alvin mau ambil kelas fotografer disana. Alvin mohon kakek kabulkan keinginan Alvin”

“ta . . “

“Cakka juga mau nerusin kuliah Cakka di New York. Cakka akan sekolah bisnis disana dan janji akan meneruskan bisnis kakek. Cakka mohon kabulkan keinginan Cakka.

“Kalian berdua sedang men . .. .”

“Alvin mau baikkan sama Cakka jika kakek mengizinkan “

“Cakka juga akan jaga Alvin di new york kalau kakek mengizinkan “Pak Jo memegangi dadanya yang sulit sekali untuk terisi dengan oksigen, rasanya panas sekali dirumah ini. Dan kedua cucunya masih menatapnya dnegan tatapan tajam.

“terserah, . terserah kalian. Kakek gak ngerti sama kalian. . “serah Pak Jo yang menyerah juga. Ia terlalu binggung dengan masalah ini dan tidak ingin menambahi kepusingannya.

“Alvin akan berangkat hari ini/ Tolong urus semuannya “

“Cakka juga kek “ujar mereka berdua sambil menundukkan kepalannya benar-benar memohon. Melihat kedua cucunya seperti ini pak Jo menjadi tak tega. Ia melihat masalah besar ada di ke dua mata cucunya ini.

Pak Jo menahan dirinnya untuk bertanya lagi apa yang sedang terjadi dengan Alvin dan Cakka. Mungkin kedua cucunya ini masih butuh privasi dan ia yakin baik Cakka dan Alvin pasti akan bercerita.

“Alvin janji. Alvin akan kembali “

“Cakka juga kek”

Pak Jo nampak sedikit berfikir kembali. Bahkan ia tak menyangka Alvin berbicara besungguh-sungguh dan seperti bukan Alvin. Pak Jo mulai mengaganggukan kepalannya pelan.

“baiklah. Siapkan barang-barang kalian. Kita berangkat ke New york siang ini “Cakka dan Alvin langsung tersenyum. Namun bukan sebuah senyum kesenangan tetapi sebuah senyum kemirisan. Sangat miris sekali yang mereka sembunyikan karena mereka masih terus menundukkan kepalannya.

“Aku akan kembali. Aku akan mendapatkanmu kembali dan. .. . Anak kita “

“Aku akan terus mencarimu, Aku tetap akan mencintaimu . . . . “

Bersambung . . . ..

Like kalau suka ya. bahkan COMMENT bisa kali ??-_-“ sepatah dua kata gitu ya teman-teman makasih udah mau baca. Maaf kalau jelek. Ini akan sampai di klimaksnya kok. Masalahnya sebentar lagi akan sedikit selesai😀. Keep read ya😀 makasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s