REVIL – 14 “Cerita baru dimulai“

Part Fourteen of Revenge of Devil >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀 .
PG-13 (pengawasan Bapak/Ibu) .

REVIL – 14
“Cerita baru dimulai“

Semuanya terus berjalan seperti yang telah ditakdirkan. Hari demi hari, Bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Namun sebuah masa lalu yang menyakitkan atau menyesakkan bukankah tak akan bisa terlupakan walau itu telah berjadi selama bertahun-tahun.

Dan karena masih ingin memperjuangkan hidup, dan mendapatkan kehidupan yang baru. Sampai saat ini masih terus bertahan. Dengan seluap benci dan dendam yang ada dalam hati ini. Yah., Semua dendam yang harus dibalas lebih menyakitkan!!.

****

7 tahun kemudian . . .. . .

Incheon, seoul .

“Agassi . . Ireonada ( nona . . bangun)”seorang wanita muda sekitar berumur 24 berdiri disebelah kasur berukuran besar.Ia berpakaian hitam-hitam dengan rambut panjangnya yang dikuncir kuda. Tatapannya begitu datar dan tanpa senyum. Ia masih dalam level sabar untuk membangunkan nona majikannya ini yang sudah 7 tahun bersama dirinnya.

“Agassi . . .”sekali lagi wanita ini mencoba membangunkan majikannya yang masih berada di bawa selimut.

“Agassi . . “dan satu kali lagi ia mencoba membangunkan majikannya. Namun sepertinya sang majikan masih tak bergeming sedikitpun. Mau tak mau, wanita muda cantik ini harus menggunakan cara khasnya untuk membangunkan majikannya. Ia menghembuskan nafas beratnya sesaat dan.

“AGASSI PALIII !!! IREONAA!!!! AGASSSIII!!! (NONAAA CEPAATT!!! BANGGUNNN!!! NONAAA!!!) “teriaknya sekencang mungkin dan tanpa menggunakan ucapan formal untuk sang majikan. Dan benar saja dalam hitungan detik seorang gadis cantik dengan rambut pirang panjang yang acak-acakan keluar dari selimut tebalnya.

Gadis tersebut menatap wanita disebelahnya dengan tatapan membunuh. Ia menghembsukan nafasnya berulang kali. Wanita itu memang bagai harimau yang menyebalkan baginya. Kalau tidak ingat bahwa wanita tersebut adalah pengawal pribadinnya diambah manager pribadinya ditambah orang kepercayaan ayahnya mungkin ia sudah akan membunuh wanita ini.

“YAAAKKKK!!! Aigooo . . . arasso arasso !!! (Yaaaakkk!!! Aigoo . .. Aku tahu Aku tahu !!!)”wanita tersebut tersenyum sebentar kepada majikannya dengan senyum yang sangat terlihat menjijikan dan sedetik kemudian ia langsung berekpresi datar lagi.

“Apakah aboji (ayah) ada dibawah ??”tanya gadis ini dengan setengah sadar dan mengganti bahasanya dengan bahasa Indonesia. Yah, ia dari kecil hidup di Indonesia dan berkelahiran Indonesia. Dan setelah suatu kejadian naas yang menimpannya. Menyebabkan dirinnya harus pindah ke Negara gingseng ini.

“Ne Agassi . (iya, Nona). Lee Dae sajangnim (Direktur Lee Dae) telah menunggu anda sedari tadi”jawab sang pengawal wanita ini dengan nada yang dibuat menyeramkan.

“Mampus ., Aisshh . . “dengan cepat gadis berambut pirang dan berdaku tirus ini berdiri turun dari kasurnya. Ia menguncit rambutnya yang berantakkan dan dengan cepat memakai sandal rumahnya.

“Ahh. Agni-ah siapkan semua jadwalku hari ini dan pakaianku juga, Aku akan menemui aboji dulu”ujarnya cepat-cepat sebelum keluar dari kamar. Wanita tersebut yang bernama Agni hanya geleng-geleng saja melihat kelakuan majikannya yang tak pernah berubah. Ia pun segera menjalankan perintah dari sang Agassi.

***
Gadis ini berjalan cepat menuni tangga rumahnya. Rumah yang bagaikan istana dengan dekorasi yang sangat indah. Semuanya bernuansa putih dengan paduan hitam. Meskipun sedikit menakutkan jika dilihat namun rumah ini memang sangat istimewa.

“Anyeong haseo aboji”gadis ini berdiri di samping ayahnya yang sudah duduk manis di ruang makan. Sang ayah yang masih menatap Koran yang ia pegang dengan tatapan datar. Gadis ini mengigit bibirnya sedikit takut. Wajah ayahnya yang memang tergambar sedikit menakutkan dan rambut yang sudah sedikit mulai memutih membuat gadis ini tidak bisa apa-apa jika sudah berurusan dengan ayahnya.

Perlahan pria paruh baya tersebut menumjuk kearah kursi di sebelahnya menandakan menyuruh sang anak duduk. Dan dengan cepat gadis itu duduk di kursi tersebut.

“Sudah 7 tahun . .. . . .”sang ayah menggantung pembicaraanya karena melihat wajah anak gadis nya mulai berubah. Yah, sudah 7 tahun juga tak ada yang membahas itu lagi.

“Apakah kamu tidak ingin kembali ?”

“Aniyo aboji,Aniyo !! (tidak ayah, tidak !!)”jawab gadis ini dengan cepat dan tegas. Sang ayah terkekeh ringan.

Sang ayah dari gadis ini mengeluarkan sebuah map biru tua dari tas yang ada disampingnya dari tadi. Kemudian ia menyerahkan kepada gadis ini.

“Semua pengusaha korea telah aboji kuasai. Musuh-musuh jawab Aboji perlahan menghilang. Saham aboji ada dimana-mana. Dan itu jelas sekali semuanya adalah milikmu. Pria bodoh itu menyuruh aboji menyerahkan semuanya kepadamu. Dan sekarang aboji mengerti alasan dia mengapa dahulu dia melakukan hal seperti itu”

“Karena anak gadis ini lebih menakutkan dari aboji.nya. Iya kan ??”Gadis ini menyunggingkan senyum sinisnya sesaat dan menatap sang aboji dengan wajah sedikit angkuh.

“Mulon imnida aboji (tentu saja aboji) . Seena tidak akan berani melakukan hal sampai sejauh ini jika bukan karena Jio Oppa (kakak Jio). Dia yang menolong Seena saat dulu. Dan dia benar-benar memberikan semuanya pada seena. Kekayaannya bahkan nyawannya. Dan seena tidak akan membiarkan Jio Oppa pergi dengan sia-sia. Karena Seena akan membalas semua orang yang telah menyakiti Jio Oppa, Aboji dan Seena . “

“Buka map itu”suruh sang ayah kepada gadis yang bernama seena ini. Dan dengan cepat seena membuka map tersebut. Terdapat derentetean nama yang sama sekali ia tak kenal disana. Sampai matannya berhenti disebuah nama Negara yang tertulis jelas di atas sana.

“Indonesia ??”tanya Seena sambil memincingkan matanya menatap Lee Dae Sajangnim.

“Itu semua nama daftar pengusaha Indonesia yang harus kamu lenyapkan. Mereka mempunyai peran banyak juga di Korea. Jadi aboji mau kamu mengurusnya . “gadis ini terdiam sedikit lama. Sungguh jika disuruh berkata jujur ia tidak pernah ingin kembali ke Negara itu.

“Ne. (iya) . Seena akan pergi ke Indonesia “jawab Seena sedikit terpaksa. Lee Dae Sajangnim hafal jelas bagaimana anaknya ini. Walau hanya anak angkatnya dan baru 7 tahun bersama gadis ini namun ia sudah mengangap anak ini seperti darah dagingnya sendiri setelah anak kandungnya meninggal tepat saat menyelamatkan gadis ini.

>>> Flash Back <<<<

Bandara Incheon

Seorang gadis dan seorang pria keluar dari bandara. Sang gadis berjalan dengan tatapan kosong. Dan dengan lembutnya sang pria menuntung sang gadis . Ia begitu peduli dengan gadisnya. Walau baru beberapa hari ia bertemu namun ia merasa gadis ini seperti adiknya sendiri.

DOOOOORRRR

Suara tembakkan terdengar begitu keras membahana di bandara ini. Dan tembakkan trsebut mengarah kepada pria ini yang langsung terduduk lemas. Pria ini menatap kea rah sumber penembak. Dan ia dapat melihat dua orang berpakaian hitam akan menembak lagi dan mengarah kepada gadis disebelahnya yang menatapnya syok serta kebingungan.

“AWAASS!!!”dengan setengah kekuatan yang ia miliki. Pria ini langsung mendorong gadis tersebut hingga terpental jauh. Dan tembakkan tersebut malah mengenai dirinnya sendiri Darah segar keluar dari dadanya.

Gadis itu langsung bangun dan berlari kearah pria ini. Ia menangis ketakutan. Banyak orang pun berdatangan . Sedangkan dua pelaku tersebut sudah kabur entah kemana dan tak ada yang tau.

“Kak Jio. . Kak bangun. Kak. . Kak . .Bangun!!!! “

“ka . . mu . . .ha .. rus . . hi . . dup . . . “

“Ba . . las . . se . . mua . . de . . ndam . . ka .. . mu”

“Ja . . ga . .. aya . . ah . . ku . . . “

“Ba . . . wa . . . in . . i . . .”jio menyerahkan tasnya ke gadis tersebut dan setelah itu ia tak sadar lagi. Gadis itu semakin menangis dan menjerit-jerit ketakutan. Cobaan apalagi ini yang menimpannya. Baru saja ia membayangkan bahwa ia akan hidup bahagia di Negara ini.

Tak lama kemudian ambulance dan mobil polisi berdatangan. Gadis tersebut hanya duduk linglung dan dibopong oleh banyak orang untuk masuk ke mobil ambulance. Tak lama kemudian ia pingsan. Mungkin saat ini otaknya terasa begitu panas sekali.
****

1 Bulan kemudian. . .

Gadis cantik dan mungil ini melangkahkan kakinya kedalam rumah yang begitu mewah. Rumah ini berisi banyak pria-pria berbaju hitam disetiap sisi rumah seolah rumah ini adalah rumah presiden yang dikawal dengan ketat.
Gadis ini mencoba tidak takut. Ia melangkahkan kakinya kea rah ruang tamu. Dimana seorang pria paruh baya sudah menunggunya disana.

“Duduklah . .”suruh pria tersebut. Gadis ini pun segera duduk di depan pria ini. Tentu saja gadis ini sudah tau akan siapa dan sedang dengan siapa ia berhadapan.

“Kamu ingat kan dengan janjimu satu bulan yang lalu??”

“Iya tuan”pria tersebut menyuruh salah satu pengawal yang ada di sampingnya menaruh map coklat didepan gadis ini. Gadis ini pun langsung membuka map tersebut.

“Itu adalah 2 akte kelahiran kamu. Nama kamu sudah terganti menjadi Lee Seena seperti yanh kamu inginkan. Dan juga satu lagi akte New York bernama Ify. Dan ada dua passpord. Kamu bisa memakainya. Dan jalankan semua perintahku tanpa ada pembantahan sedikitpun. Mengerti ?”

“Mengerti tuan “

“Panggil aku aboji (ayah). Mulai sekarang aku adalah ayah kamu. Aku adalah wali kamu. Kamu adalah anak kandungku. “

“Baik ayah”Pria paruh baya tersebut Nampak tersenyum begitu senang. Ia merasa gadis didepannya ini akan menjadi gadis yang luar biasa yang mampu membuat hidupnya menjadi lebih bahagia. Dan kedatangan gadis ini akan membawa banyak keberuntungan untuknya.
****
Singapore,

Terlihat seorang gadis sangat cantik dan manis dengan pipi chubby.nya sedang berdiri dengan wajah menakutkan. Kira-kira umur gadis ini sekitar 23 tahun. Sedangkan seorang pria remaja sekitar berumur 16 tahun hanya bisa menunduk dengan wajah malas dan brandalannya, namun wajahnya dan sikapnya selalu menjukkan kedewasaan yang ada dalam dirinnya. Dan itulah yang membuat pria ini begitu terlihat spesial dimata banyak orang.

“Iqbal kamu dengrin mama gak ?”

“yes mom. I always listen what do you say to me. So please. Stop it!! “bantah pria berwajahkan begitu manis dan tampan. Sang mama semakin membeludak.

“Mimpi apa sih gue bisa di titipin anak gila kayak gini”

“Kalau mama gak mau ngasuh iqbal ya gak apa-apa . Iqbal bisa kok hidup sendiri”

“gak usah bantah mama. Dari pada kamu semakin nakal disini. Ayo kita pindah ke Indonesia “

“What ?? Indonesia ?? NO !!”

“Mama ada pekerjaan disana. Dan mama gak mungkin ninggalin kamu di Singapore sendiri. Bisa-bisa kamu jadi semakin brandal disini. Mama gak mau tau. Beresin sekarang baju kamu . kita berangkat nanti sore”

“Mom. . . please . . . “renggek pria tersebut. Sang mama menghelakan nafas panjangnya. Perlahan gadis tersebut mendekati sang anak.

“Bal. Mama juga ingin tetap disini , mama gak ingin kemana-mana. Tapi tuntutan kerja mama yang harus membiayai kamu . Mama juga udah janji sama orang tua kandung kamu yang udah nyelametin mama dulu. Mama udah cerita kan bagaimana nasib mama dulu ? dan mama gak mau kamu jadi brengsek seper . .. .”

“I know I know. Mama gak usah cerita lagi tentang pria brengsek itu. Iqbal ikut sama mama ke Indonesia. “

“Tapi . .. . “gadis tersebut menolehkan wajahnya kembali ke sang anak yang menggantungkan ucapannya.

“Mama gak boleh nemuin pria itu. Iqbal gak akan biarin pria itu nyentuh mama sedikit pun. “

“Hmm . . . makasih sayang”gadis tersebut hanya bisa tersenyum kecut. Mengingat akan masa lalunya yang dulu begitu kelam. Bagaimana ia berjuang untuk melupakan semuannya sendiri. Dan akan kehadiran anaknya ini , hidupnya lebih sedikit berwarna kembali. Meskipun anak ini hanya anak yang dititipkan kepadanya.

“Oh ya ? bukannya hari ini mama harus mengontrolkan keadaan rahim mama ??”

“Memangnya ini tanggal berapa ?”

“14 ma . udah sana kerumah sakit. Iqbal yang nganterin”

“Okey. Kan enak kalau kamu terus nurut seperti ini. “

“Yah ya ya ya ya . . .”

****
Bandung . Perumahan Revilla

Gadis ini tersenyum di depan kaca, wajahnya semakin cantik dan dewasa. Sudah begitu lama sekali ia tak bisa senyum seperti ini. Hidupnya bertahun-tahun begitu kelam. Bertahun-tahun ia harus menjalani rehabilitasi akan kejiwaannya. Dan depresi beratnya.

“Shilla . . Shilla .. .”suara panggilan lembut tersebut menyadarkan gadis ini. Gadis yang bernama Shilla tersebut segera membalikkan badannya saat suara pintu kamarnya terbuka.

“Kakak . . . .”sahut Shilla mendapati seorang pria berbadan tinggi tegap dan sangat tampan.

“Waaww . Cantik banget . .”puji pria itu membuat Shilla tersenyum malu.

“Kamu yakin mau ikut pindah ke Jakarta ??”tawarnya sekali lagi. Shilla mendengus kesal. Sudha berapa ratus kali pria di depannya ini menannyakan hal sama kepadanya.

“Kak dayat. Shilla udah sembuh kan ?Shilla juga gak bisa lama-lama sembunyi disini. Shilla ingin menjalani hidup baru . Shilla ingin hidup seperti yang lainnya . Shilla yakin kak dayat akan selalu jagain Shilla kan ?”

‘Itu pasti. Gak akan kakak biarin kamu sampai seperti dulu . Kakka akan lakuin apapun buat kamu”

“Makasih kak”

“yaudah ayo berangkat . Barang kamu udah didalam mobil kan ?”

“Hmm. Kakak duluan aja ke mobil. Habis ini shilla kesana. “

“Okey”setelah kepergian pria bernama dayat tersebut. Shilla menatap wajahnya kembali ke kaca. Ia mencoba menerawang kembali masa lalunya.

Flash Back . . . .

“Aku bukan pembunuh !!! AKu bukan pembunuh !! Tolong aku !!!! “

“Kaki el jahat!!! Kaki el jahat!!! “

“Aku bukan pembunuh!!! AKu bukan pembunuh!!! “

‘Papa jahat sama SHilla !! Papa jahat!! Semuanya jahaatt!!!! “

Yah, selama hampir 5 tahun gadis ini menjalani rehabilitasi di sebuah rumah sakit jiwa di bandung. Pria bernama dayatlah yang menyelamatkannya. Saat Shilla hampir tertabrak oleh mobilnya malam dini hari 7 tahun yang lalu. Dan karena tak tega dayat berusaha sekali untuk menyelamatkan nasib gadis ini.
Dan akhirnya Shilla dapat dinyatakan sembuh total. Dan memang masih begitu jelas teringat di otak gadis ini bagaimana ia membunuh papa tirinnya dengan tangannya sendiri . Dan bagaimana ia dicampakkan oleh cinta pertamannya yang sudah bertahun-tahun ia cintai. Sakit sekali rasannya jika ia mengingat hal tersebut.
Shilla sudah memantapkan hatinya untuk kembali ke kota kelam itu. Ia hanya ingin mencoba menghilangkan semua masa lalu kelamnya. Ia benar- benar memantapkan hatinya beribu kali untuk hal ini.

< <>

“Oke. Shilla pasti bisa . Semangat “ujar gadis ini kedirinnya sendiri. Ia pun segera beranjak dari kamarnya untuk menyusul dayat.

****
Bandara Soekarno-Hatta

Dua pria betubuh jenjang ini, Nampak menunggu kehadiran seseorang dari pintu keluar bandara soekarno – hatta. Sudah dari 10 menit yang lalu dua pria ini menunggu dengan tidak sabar. Tak lama kemudian datang seorang pria berambut sedikit pirang dengan mengenakkan kaca mata hitam dan di lehernya tergantung sebuah kamera. Pria tersebut berjalan mendekati kedua pria yang sudah menatapnya dengan tajam.

“ALVIIINNNN!!!!”teriak dua pria tersebut dengan membahananya sehingga membuat banyak orang menatap tiga pria ini. orang yang bernama Alvin pun tak kalah histerisnya. Ia langsung berlari ke arah dua temannya ini.

“Wooii brow. Kangen banget gue sama loe sumpah hahaha. Gimana loe berdua udah sukses aja nih “ujar Alvin kepada dua sahabatnya tersebut.

“Sudah dong. Kenalin nih. Rio Andrea Mahesa, SE mau menjadi doktor hahahahaha. . “

“Dan kenalin Gabriel Diraga Pahlevi SH, mau menjadi doktor juga hahahaha. “canda kedua teman Alvin yang tak lain adalah Gabriel dan Rio.

“Gue udah lihat majalah-majalah hasil pemotretan loe. Gue akuin keren-keren banget lah .. “puji Gabriel kepada Alvin membuat pria ini senyum-senyum gak jelas.

“Gak usah senyum-senyum loh. Gak kurang lama loe di canada. Udah gak pernag liburan Indonesia jarang ngasih kabar. Kasihan nih Gabriel jomblo terus “goda Rio .

“Sialan loe Yo. Loe kira gue mahoannya Alvin “gidik Gabriel .

“udah-udah. Yuk ke kantor Cakka. Gue udah ditungguin sama dia daritadi . “Ujar Alvin sambil berjalan beriringan dengan dua sahabatnya ini menuju parkiran.

“Tambah akrab aja hubungan loe berdua”sindir Gabriel

“Siapa ? gue sama Cakka ?? Haruslah. Gue kan bukan anak kecil lagi hahahhaha “bijak Alvin

“SYOK LU!!! “serempak gabriel dan Rio .

****
Jo Crops

Cakka menghelakan nafas panjangnya, Entah harus dengan cara apalagi ia harus mengusur gadis aneh ini. Cakka meletakkan bolpoinnya lantas menatap sorang gadis cantik yang sudah duduk di ruang tamu kantornya.

“Salsha .. kamu gak ada kuliah hari ini ??”tanya Cakka sedikit lembut. Salsha langsung menggelengkan kepalannya dengan semangat.

“Salsha mau nemenin kak Cakka disini”jawab Salsha dengan bahagiannya. Yah, sejak 4 tahun yang lalu. Dimana Cakka berkunjung di rumah Rio atas ajakkan Gabriel dan disaat itulah si gadis kecil Salsha menyukai Cakka sampai saat ini. Salsha seperti tergila-gila akan pria tersebut. Sedangkan Cakka sama sekali tak ada perasaan kepada gadis ini. Cakka hanya menganggap Salsha adalah adiknya saja. Toh, umur dia dan umur Salsha berselisih hampir 7 tahun.

“Aku lagi sibuk Sha. Kamu bisa kan pulang sekarang “

“Kak Cakka ngusir Salsha nih ??”,Salsha mulai cemberut . ia berdiri dari duduknya menatap Cakka dengan air mata yang sudah terbendung. Cakka mencoba sabar. Beginilah yang tak ia suka dari gadis ini. Dimana gadis ini begitu cenggeng sekali.

“Bukan gitu. Tap . . “

“Gak mau!! Pokoknya salsha mau disini. Kalau Kak Cakka mau salsha pergi kak Cakka harus melamar Salsha dulu “

JDAAAKKK!!!

Seperti mendapat hantaman baja kuat di kepala Cakka, Pria ini hanya bisa menghelakan nafasnya berulang-ulang. Ia berharap gadis ini cepat lenyap dari sini. Selama 4 tahun hidup Cakka sudah merasa tidak tenang. Namun ia tidak bisa dan tidak tega untuk membuat seorang gadis menangis.

CKLEEEKKK

“Ngapain loe disini ? cepat pulang sana!! “usir seorang pria kepada Salsha yang baru saja datang bersama kedua pria dibelakangnya. Yah pria tersebut adalah Rio, kakak dari Salsha.

“Gak mau!! Salsha mau nemenin kak Cakka!!”bentak Salsha menolak perintah Rio.

“Loe mau gue tendang? Atau tampar?Pulang gak sekarang ??”kasar Rio yang memang tak bisa halus kepada Salsha. Dan beberapa detik kemudian Salsha sudah menangis tanpa suara.

“Yo, Yo udah loe gak usah marah kayak gitu “ujar Cakka menengahi. Tak tega juga ia melihat Salsha menangis seperti itu.

“Kayak gak ngerti adik loe aja Yo. Dia lagi kasmaran. Halus dikit kek”bisik gabriel mencoba meredamkan emosi Rio.Sedangkan Alvin sudah duduk manis disamping Salsha.

\
“Masih naksir loe sama si Cakka ? setia banget loe sha . “

‘Diem loe sipit!!! “bentak Salsha dalam isakannya. Gabriel dan Cakka hanya bisa menahan tawa mereka.

“Udah sana pulaang!!! “bentak Rio sekali lagi .

“Iya iya . Gue sumpahin loe gak akan pernah dimaafin sama kak Alyssa !! Dan gak bisa ketemu sama kak Alyssa!!! “ujar Salsha penuh emosi dan segera lari dari ruangan Cakka sebelum Rio benar-benar melemparnya dengan meja kaca di ruangan Cakka.

“SIALAN!!! AWAS LOE NANTI DIRUMAH!!! “pekik Rio penuh emosi. Gabriel tertawa puas dan ikut duduk disamping Alvin.

“Hebat juga tuh anak. Sumpah serapahnya kepada loe gak pernah ganti. Itu-itu mulu. Udah gitu asli dijamin sumpah serapahnya jadi kenyataan hahahahha”tawa Gabriel dan diangguki Alvin beserta Cakka.

“Sialan loe semua . Kayak loe semua enggak aja . “

“Oh ya Cakk. Loe jadi minta bantuan gue apaan?”tanya Alvin kepada Cakka. Dimana Cakka sendiri sudah tau bahwa Alvin akan datang ke Indonesia. Toh, dirinnya sering mengunjungi Alvin di canada setiap bulannya.

“Gue ada pemoteretan dengan model-model singapore untuk produc perusahaan kita yang baru. Gue butuh sebuah foto yang bagus dan natural. Mangkanya gue butuh bantuan loe”

“Kalua itu sih biar gue yang ngurus. Tenang saja “

“Oke gue percaya sama loe Vin. Dan gue juga butuh surat kontrak kerja Iel. Loe udah buatin kan ??”

‘Siap tuan. Semuannya udah dibuat serapih mungkin. Nanti sore gue tinggal ketemu sama clien loe untuk perjanjian ini “jawab Gabriel yang memang telah diangkat sebagai pengacara pribadi keluarga Jo dan mengurusi semua masalah-masalah hukum di perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Jo. Bukan itu saja Gabriel sendiri merupakan pengacara yang sudah dikenal banyak orang. Sejak kelulusannya setahun yang lalu, gabriel sering memenangkan banyak kasus.

“Jangan lupa cakk. Gue juga mungkin 20% mau ikut ngasih saham di inves terbaru loe ini “sahut Rio

‘Untuk itu gue udah ngerencanain yo . Jadi untuk produc kali ini. Hanya kita berdua dan satu seorang pengusaha dari korea. Mungkin lusa atau besok gue akan bertemu dengan orangnya. Dia berani menginvestasikan sahamnya 50% ke kita”

“Waaoww . hebat banget tuh pengusaha”decak Alvin, Rio dan Gabriel bersamaan.

“Gue juga sempat kaget banget. Maka dari itu kita gak boleh ngecewain pengushaa tersebut atau dia akan cabut sahamnya dan kita bisa rugi besar . “

‘Okesip”ujar Rio begitu yakin akan rencana barunya dengan cakka ini akan menuaikan hasil yang sangat besar.

****
Beberapa hari kemudian. . .

Bandara Soekarno-Hatta

Ify atau dengan nama seena berjalan anggun di lorong pintu keluar bandara Jakarta ini. Dua lelaki berbada kekar dan berbaju hitam pun sudah siap dibelakang gadis ini. Dan tak lupa assisten pribadi Ify yang bernama agni dan yang selalu setia menemani Ify sudah berada di belakang Ify juga.

“Nona, Kita sudah siapkan rumah yang nona minta”ujar Agni saat Ify sudah berada di dalam mobil jemputan. Ify menghelakan nafas ringan sejenak.

“Kita tinggal di rumah Jio Oppa saja. Biarkan rumah itu kosong. Aku tidak ingin mengingat semuanya lagi”

“Ne Agassi (ya nona)”mobil terus berjalan dengan kecepatan sedang menuju rumah yang diperintahkan Ify.
****

Seorang gadis dari kejauhan hanya diam menatapi keberangkatan mobil yang ditumpangi Ify tadi. Gadis tersebut melepaskan kacamata hitam yang ia pakai sedari tadi dan sedikit menyipitkan matanya.

“Kayaknya aku kenal sama gadis tadi ??”

“Wajahnya gak asing banget. Tapi siapa ya ??”

“MAMAAAA!!!! COME ON!!! “teriak seorang anak pria yang sudah didalam mobil sambil melambai-lambaikan tangannya kepada gadis ini. Lamunan gadis ini pun langsung terbuyarkan. Ia dengan cepat segera berjalan menuju ke arah mobil yang sudah ditumpangi sang anak tanpa memfikirkan lebih dalam apa yang ia lihat tadi.
****

Cakka dan Alvin duduk berdua di sebuah cafe kesukaan mereka berdua selama beberapa tahun jika alvin liburan ke Indonesia. Mereka berdua duduk santai sambil memandangi pemandangan luar yang lumayan dingin karena rintikkan hujan yang sedikit deras.
Bulan-bulan ini memang jakarta sering dibanjiri hujan bercampur angin. Cuaca yang seperti ini memang sangat enak jika digunakan untuk bersantai dirumah atau dimana saja.

“Loe masih belum bisa lupain dia ?”tanya Cakka membuka pembicaraan. Alvin yang sedang mengotak atik kamerannya langsung meletakkannya begitu saja. Ia merasa tertarik dengan pembicaraan saudarannya itu.

“Siapa ? Sivia ??”Cakka mengangguk sekali. Alvin terkekeh pelan dengan tatapan sedikit sinis ke arah Cakka.

“Loe sendiri gimana ??”balas Alvin yang sepertinya tak mau kalah. Membuat Cakka langsung berdesis tak senang.

“Entahlah Cakka. Yang jelas hidup gue sampai sekarang sama sekali gak tenang. Gue selalu dihantui rasa bersalah. Gue selalu kefikiran dia dan . . . . you know lah . ..”

“Anak loe ??”sahut Cakka langsung memperjelas ucapan Alvin. Dan membuat Alvin mengangguk menyetuji ucapan Cakka.

“Jika seandainya kita sama-sama ketemu sama dia . bagaimana ?”tanya Cakka melanjutkan ucapannya.

“maksud loe ??”

“Loe tau kan gak Cuma loe yang masih memiliki perasaan ke dia ? Gue juga sama seperti loe. Dan apakah kita harus bersaing demi dapetin dia ??”

“Aisshh. . Loe ngalah kek sama gue Cakk . .. “sahut Alvin sedikit merenggek. Cakka terkekeh pelan

“No !! Sudah cukup gue ngelepasin dia gitu aja dulu. Dan gue gak mau ngulangin sekali lagi “

“Loe kan udah ada salsha Cakk . . .”

“Loe fikir gue akan pacaran sama gadis labil ?? please yaa !! “gidik Cakka membuat Alvin tertawa sendiri.

“Oke kita sepakat untuk bersaing secara sehat. Deal ?”

“Deal !!”sahut Cakka dengan sangat mantap. Alvin sendiri pun seperti itu matannya menunjukkan keseriusan kepada rivalnya satu ini.
****

Gabriel membuka pintu rumah yang sangat mewah dan besar ini. Hari ini ia membuat janji dengan seorang pengusaha yang mempercayakan Gabriel menjadi salah satu pengacara pribadinya. Dan pengusaha yang menjadi clien Gabriel ini meminta tolong Gabriel untuk mempersiapkan surat-surat perpindahan di Jakarta dan sura-surat akan pembelian rumah mewah ini.
Gabriel duduk diruang tamu, Ia menunggu sang pengusaha yang akan datang dari bandung 15 menit lagi. Gabriel mengakui bahwa rumah ini sangat mewah sekali. Dan rumah ini pun terlihat baru di renovasi dan diisi dengan perlengkapan-perlengkapan barang baru seperti kursi, televisi, almari , dan lain-lainnya.

Mata Gabriel berhenti di sebuah foto besar yang ada diruang tamu. Foto tersebut terlihat seorang gadis memeluk seorang pria yang Gabriel kenal Pria itu merupakan Cliennya. Namun wajah sang gadis yang hanya terlihat dari samping karena memang foto tersebut di ambil hanya dari samping saja sangat familiar bagi Gabriel.

“Apa gu . . . . “

“Kaaaakkk!!!! Tungguin !!! “suara riuh di luar rumah menyadarkan gabriel. Membuat pria ini segera berdiri dari tempat duduknya. Sepertinya cliennya sudah tiba lebih cepat dari waktu yang mereka berdua janjikkan.

Dan benar saja, dua sosok tiba-tiba muncul dari pintu rumah tersebut. Gabriel mengembangkan senyumnya untuk menunjukkan keramahan yang biasanya ia berikan kepada cliennya. Namun tiba-tiba senyum itu langsung menjadi senyum beku saat ia melihat siapa yang berada disamping pria tersebut.

“Gabriel ?? “ujar Pria tersebut yang langsung menghampiri Gabriel dengan senyum ramah khasnya. Namun Gabriel pun masih tetap diam menatap seorang gadis yang ternyata sama diamnya seperti Gabriel. Kedua orang ini saling bertatapan. Terlihat wajah kaget dan syok tergambar jelas di kedua wajah dua manusia ini.

“Shilla . . Kenapa kamu diam disitu ??”tanya pria tersebut yang tak lain adalah Dayat. Dayat langsung menghampiri Shilla yang masih diam di tengah pintu.

“Shi . . .lla … .”lirih Gabriel pelan, demi apapun dia tak pernah menyangka bertemu dengan seorang gadis yang sampai sekarang ia tunggu dan sangat ia harapkan kehadirannya.

“Shilla ? kamu kenapa sayang ??”

“Hah??gak apa-apa kok kak”ujar Shilla yang langsung mengontrol kesadarannya.

Gabriel langsung ikut tersadar saat dengan jelas ia mendengar kata “sayang” dari bibir pria tersebut. Gabriel mencoba tidak memfikirkan suatu kemungkinan yang tidak ingin ia dengar sama sekali.

“Ayo aku kenalin dengan pengacara pribadi aku. Dia pengacara hebat loh”ujar Dayat yang menujukkan wajah yang tidak tau apa-apa . Shilla tersenyum canggung dan berjalan disamping dayat yang sudah memegang erat tangan Shilla.

“Kenalin Gab, Ini tunagan gue. Shilla. Cantik kan. . “

“Dan Shil ini Gabriel “ujar Dayat dengan semangatnya memperkenalkan dua orang ini. Gabriel masih diam saja tak tau harus apa yang ia lakukan. Ia binggung karena pertemuan tiba-tiba dan tak diduga dengan gadis ini. Dan juga kaget akan status kedua orang di depannya ini. Shilla mencoba mengontrol dirinnya untuk berlaku biasa.

“Shilla sudah sembuh, Shilla sudah membuka hidup baru.Shilla gak kenal sama pria ini. Shilla sama sekali gak kenal!!! “

“Salam kenal gabriel . Namaku Shilla tungannya kak Dayat “ujar Shilla menyengunginkan senyum manisnya. Ia pun memajukan lengannya untuk berjabatan dengan Gabriel. Sejenak Gabriel tertegun dan masih diam.

“Na .. na . . Na .. . saya Gabriel . .Salam kenal juga”sahut gabriel sedikit kaku dan membalas jabatan gadis itu.Rasanya begitu lama Gabriel tidak merasakan betapa lembutnya kulit gadis ini. Sangat lama Gabriel tidak memandang cantiknya wajah gadis ini. Dan gabriel sangat merindukkan sekali gadis ini. Pertemuan ini begitu . . . .entahlah, gabriel sendiri tidak tau harus senang atau terpuruk.

“Shilla permisi dulu ya. Silahkan dilanjur pembicaraanya”ujar Shilla yang langsung melepaskan tangannya secara paksa dari genggaman tangan gabriel yang terasa begitu erat sekali. Shilla pun dengan cepat memilih meninggalkan dua pria tersebut dan pergi ke kamarnya yang sudah disiapkan oleh pembantu rumah disini.

Mata Gabriel tak ada hentinnya memandangi kepergian Shilla. Ingin sekali ia memeluk gadis itu atau mengucapkan satu kalimat yang manis. Namun semua itu sungguh tidak akan bisa ia lakukan saat ini.

“gab ?? Gabriel ??’

“gab ? ada yang salah sama shilla ??”

“Hah? Enggak ada kok Pak. Maaf saya hanya merasa seperti kenal dengan tunagan anda “ ujar gabriel tak enak kepada clienya ini.

“Hahahahha. Gak apa-apa. Cantik kan dia ?? tapi kasihan dia dulu punya masa lalu yang kelam . “Gabriel mendengarkan baik-baik ucapan Dayat itu. Semuannya terasa seolah menusuk gabriel dan menyerang Gabriel.

“Aissh. Kenapa jadi bicarain Shilla. Gimana sudah selesai semua surat-surat yang saya butuhkan ??”tanya Dayat mengalihkan topik pembicaraan. Gabriel menghelakan nafas sejenak dan menganggukan kepalannya.

Mereka berdua pun kembali berbincang-bincang mengenai pekerjaan. Gabriel mencoba fokus sejenak untuk profesional. Walaupun terkadang fikirannya selalu terfikir akan gadis itu dan wajah gadis itu saat tersenyum tadi. Aku sangat merindukanmu . . . !!

****

Salsha menata makanan yang ia masukkan ke tempat makan. Wajah Salsha begitu sumringah sekali malam ini.
Rio berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas minuman. Ia mendapati sang adik yang entah dia sendiri tidak tau sedang apa adiknya tersebut. Rio mendekati adiknya.

‘Ngapain loe ??”tanya Rio dan sontak saja membuat Salsha kaget dan sedikit ketakutan.

“Gue ? gak ngapa-ngapain. Gak usah ikut campur deh”jutek Salsha yang memang tak pernag akur dengan Rio.

“Loe jam segini mau kemana pakai dress segala ? udah gitu pakai lipstik tebal banget ??”

“Aisshh!! Banyak nannya loe. Udah gue bilang gak usah ikut campur !! “teriak Salsha tak suka dengan sifat ikut campur kakaknya ini.

“Loe mau nyamperin Cakka??”tebak Rio yang tau betul bagaimana sang adik. Dan benar saja Salsha langsung terdiam seribu bahasa dan terlihat sangat binggung menjawab pertanyaan sang kakak. Rio mendesis sinis.

“Masuk ke kamar loe sekarang!! Gue gak ngizinin loe keluar !! “ujar Rio sangat tajam.

“Gak !! Salsha mau nyamperin kak Cakka!! Salsha mau ngasih makanan ini kek kak cakka!!”bantak Salsha memberanikan diri.

“Masuk ke kamar loe sekaaaaraangg!!”nada suara Rio menjadi meninggi membuat Salsha langsung takut dan tiba-tiba menangis. Karena memamg gadis ini sangat cenggeng sekali.

“Mask Sha!!”bentak Rio sekali lagi.

“Kenapa sih kakak gak pernah suka kalau Salsha suka sama Kak Cakka. ?? Padahal kakak sendiri tau kan kalau Kak Cakka itu pintar, Baik dan masa depannya cerah. Kakak kenapa sih se . . ..”

“Sekali enggak !! tetap enggak Sha !! Jangan buat kak Rio marah !! . Kamu seharusnya sadar kamu itu masih kecil , masih belum tau bagaimana orang dewasa, Dan kakak gak mau membuat Cakka menjadi terbebani karena sifat kekenak-kanakanmu. Cakka itu punya tanggung jawab besar akan perushaan keluarga Jo. Dan kakak gak mau sahabat kakak ngerasa terganggu karena tingkah kamu Sha !!. “mendengar ucapan Rio, salsha semakin terisak.

“Tapi Salsha suka sama kak Cakka!!! “

“Cakka mencari jodoh bukan anak-anak seperti kamu !! jadi cepat sekarang masuk ke kamar “

“Kaaakk. . Ayoolah izinin Salsha pergi . . “renggek Salsha semakin keras tangisannya. Ia benar-benar sangat memohon.

‘KAMU MAU MASUK KE KAMAR KAMU SENDIRI ? APA KAKAK SERET ??”ancam Rio yang memang selalu tegas kepada adik satu-satunya ini. Salsha yang sudah tau bahwa ia tak bisa mengalahkan kakaknya memilih segera masuk ke kamarnya. Salsha berlari sambil menangis. Rasa bencinya kepada sang kakak semakin mencapai level tinggi.
****

Ify memeriksa semua berkas-berkas yang akan diperlukannya besok untuk memenemui salah satu pengusaha yang namannya sudha sangat terkenal. Ify membaca ulang akan profil dari pengusaha tersebut.

“Cakka Ganesh Jotha , Nama yang bagus . Wajahnya juga lumayan “ujar Ify dengan nada sedikit dingin. Entah dia sedang memuju pengusaha tersebut atau sedang meremehkan bahkan bisa diartikan menghina jika siapa saja yang mendnegar kata-kata gadis itu tadi.

“Agni . . . Agni . . . “teriak Ify memanggil asisten pribadinya atau pengawal pribadi Ify.

“Iya nona ??”sahut Agni yang langsung menghampiri Ify.

“Tunda pertemuanku dengn pengusaha ini. Dan coba lebih selidiki lagi akan pengusaha ini”

“Baik nona”ujar Agni menurut.

“Kamu boleh keluar. Aku mau tidur dulu. Besok pagi jangan bangunkan aku !!! “ujar Ify dengan tajam.

“Baik nona”Agni pun beranjak dari kamar Ify.

Ify berdiri dari kursi kerjannya dan berjalan ke arah kasurnya. Ia menatap ponselnya yang terlihat jelas sebuah foto yang dijadikan wallpaper pada ponsel smartphonnya. Dimana Ify tersenyum manis dengan ayahnya yang merangkul tubuhnya.

“Aboji .. , Ify akan lakukan apa untuk Aboji, Ify sangat berterima kasih kepada aboji, makasih sudah merawat ify sampai bisa seperti ini. Gamsahamnida aboji (terima kasih Ayah)”ujar Ify sendiri didepan layar ponselnya . Baru saja satu hari ia meninggalkan seoul. Namun rasa rindunnya kepada sang ayah sudah begitu bergejolak. Ify sudah menganggap ayahnya itu seperti ayah kandunnya sendiri. Bahkan Ify sangat menyayangi sang ayah lebihd ari ia menyayangi dirinnya sendiri. Oleh karena itu , Ify selalu mematuhi apapun yang diucapkan sang ayah baik itu benar ataupun salah. Ify akan selalu menurutinnya.

****

Shilla terdiam dan masih terus terdiam di kamarnya. Bahkan sudah lebih dari 5 jam gadis ini hanya berdiri di depan kaca dengan air mata yang sudah mengalir sedari tadi. Air mata yang sudah lama ini tidak keluar dari mata gadis ini.

“Ke . . ke . . napa bisa ?? . . ke . . kenapa bisa bertemu dengan orang itu la .. gi ??”

“Ke .. kenapa . . Bi . . sa??”

“ke . . na . .pa bi . sa tuhan ??”

“kenapa . .. . ??“

Semua bayangan pedih itu kembali lagi, Semua masa lalu yang sama sekali tidak ingin Shilla ingat datang lagi. Tergambar jelas di ingatan Shilla bagaimana Gabriel tega mencampakkannya seperti itu. bagaimana Gabriel tega memperlakukannya seperti itu.

Shilla mencengkram erat-erat kedua tangannya. Ia tak peduli kuku-kukunya akan patah akibat eratannya sendiri. Shilla tak peduli rasa sakitnya itu. Namun kenapa rasa sakit dihatinya sekarang datang lagi dan rasanya lebih sakit sekali.

“Kak .. ga .. b . ri . . el . . “nama itu keluar kembali dari mulut gadis cantik ini. Dan saat ia menyebutkan nama itu, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Hatinya dan dadanya terasa semakin sesak. Sesak sekali. Rasanya sangat sakit sekali. Air mata Shilla semakin deras keluar. Namun ia berusaha tidak terisak. Ia takut membuat khawatir dayat .

“Ga . k . . Ga . . .k . . Shilla . . gak . . su .ka . sama . . dia . . Shi . . lla . benci sama dia. . Shilla . . gak . .kenal . . sama dia . . Shilla . . gak kenaaalll!!! “lirih Shilla penuh penekanan. Shilla mengusap air matannya dengan cepat.

“Lupakan Shilla !! Anggap orang itu tidak pernah ada !! Lupakaann!! Lupakaaannn Shilla !!! “

Bersambung . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s