The Soul Of Love – 1

The Soul Of Love – 1         

Cast         :  –    Yoo Ryeon-So (OC)

–          Kim Jong In / Kai (EXO)

–          Seok Jin Ah (BTS)

–          Kwan Hyora (OC)

–          Semua member EXO

–          Jung Krystal (Fx)

–          Lee Taemin

Genre       : Romance, Fantasi, Comedy

PG           :  17+

Author     : LULUK_HF  ( @luckvy_s )

Nb            : Cerita ini hanya fiktif belaka, Maaf menggunakan nama-nama para artis korea. Dan ini real dari ide author sendiri tanpa mengcopas siapapun. Dan untuk bertanya tentang cerita ini silahkan comment atau mention di twitter. Dimohon jangan jadi silent reader. Dan minta saran dan comment.nya . terima kasih dan selamat membaca .

*****

Yoo Ryeon-So P.O.V

 

Hubungan kami masih baik-baik saja sampai hari kemarin. Dia melakukan aktivitasnya seperti biasanya. Dengan kesibukannya bak gunung yang akan mengeluarkan larvanya. Dan aku dengan kesibukkanku sendiri dengan kertas-kertas di meja belajarku ditemani televise flat yang hanya aku lihat jika pria itu tampil di layar televisi.

            Namun lusa adalah 23 tahunku. Masa dewasaku akan datang 2 hari lagi. “Eotteokhe??” . “Eotteokhe??” “Eotteokhe??” “Eotteokhe??” “Eotteokhe??” “Eotteokhe??” “Eotteokhe??” “Eotteokhe?”. Hanya satu kata itu yang terus berputar di otakku.

            Fate ? Destiny ? entahlah . Aku ingin sekali tertawa sekeras mungkin saat album pertamannya keluar. Dan saat lagu “Wolf” mulai terdengar kemana-mana rasanya saat itu juga aku ingin sekali menutup telingaku seerat mungkin agar aku tidak pernah mendengar lagu itu. Lagu yang dengan sekejab dapat membuat seluruh bulu ditubuhku berdiri.

*****

            Aku membenahkan masker dan jaket tebalku. Aku tetap berjalan ditengah rintikkan salju hari ini. Tak butuh waktu lama untuk sampai di halte bus. Hari ini aku harus ke Gangwon-do , Aku harus mengambil pilihan sebelum umur 23 tahun itu datang kepadaku.

Aku adalah gadis yang sederhana dan tidak suka banyak berbicara. Aku lebih suka diam dan berbicara seperlunnya. Karena aku hanya takut tidak bisa beradaptasi dengan orang-orang disekitarku. Dan aku sendiri tidak tahu bagaimana aku bisa begitu nyaman berasa disamping Jong In.

            Tak lama kemudian sebuah busway berjalan ke arahku dan tanpa fikir panjang lagi aku masuk kedalam busway yang lumayan cukup ramai menurutku. Aku mengambil duduk paling belakang dan dekat jendela. Tempat favoriteku tentunnya. Busway berjalan dengan kecepatan sedang. Aku merasa sedikit bosan dan memilih menyalakan mp4  yang ada di saku jaketku. Mataku berhenti menatap mp3 silver ini. Entah kenapa perasaan takut dan sakit datang kembali. Yah, aku benar-benar takut kehilangan dia. Ingatanku kembali saat 3 tahun yang lalu aku mendapatkan mp4 ini.

****

            Author P.O.V

 

“Nunna .  . “

“Keumane !!! “

“Nunna . . Nunnaa . .Nunna . . .!!”

“YAAA !!! KIM JONG IN “ pria bernamakan kim jong in tersebut langsung menggelegarkan tawanya melihat gadis didepannya nampak sedikit kesal.

“Tutup matamu “

“Shireo!!!” tegas gadis bertubuh mungil ini dengan wajah tenang. Rambut panjangnya ia biarkan saja terkibaskan oleh dinginnya malam kota seoul.

“Tutuplah .. “

“Shireo!! Aku ingin pulang !!”gadis ini mulai berdiri dari tempat duduknya.

“Apakah kau marah denganku ??”cemas jong in melihat raut wajah berbeda dari gadis itu.

“Aniyo. Kembalilah berlatih pasti teman-temanmu mencarimu”jawab gadis itu sambil membenahkan tasnya. Matanya sama sekali tak melihat raut wajah jong in yang mulai berubah.

“Saengil chukhae Yoo Ryeon-So .  .. .

“Saranghae  . . .”kedua kaki gadis ini langsung membeku sempurna. Kedua pipi putihnya mulai berubah seperti tomat merah segar. Ia benar-benar membeku akan ucapan pria tersebut.

“Terima ini”ujar jong in dengan menyodorkan sebuah kotak merah hati berukuran kecil. Ryeon-so nampak ragu untuk mengambilnya.

“Ambil !! Maaf kalau aku hanya bisa memberikan ini”

“go . . go .. gomawo Jong in-ah ..”Ryeon pun akhirnya menerima kado tersebut. Dengan pelan tapi pasti tangan Ryeon bergerak untuk membuka kado itu. Matanya yang bulat nampak lebih bulat saat ia melihat isi didalam kotak tersebut. Sebuah mp4 keluaran terbaru berwarna silver.

“Ba .. bagaimana bisa kau membeli ini ? Ini pasti mahal sekali.!! Shireo . Aku tidak mau menerimannya !! “tolak ryeon sambil menutup kotak itu kembali dan dengan cepat menyodorkannya ke Jong in. Jong in kaget dengan reaksi gadis ini yang sangat berlawanan dengan yang ia bayangkan.

“Kau tidak mau menerimannya ?”

“bu .. Bukan begitu . .Han . . . “Ryeon binggung sendiri untuk menjelaskannya.  Disisi lain ia tidak tega melihat wajah kecewa Jong in. Disisi lain barang tersebut begitu mewah sekali. Dan ia dapat menebak pasti Jong In membokar tabungannya hanya demi kado ini.

“Aku tidak membongkar tabunganku. Aku meminjam uang kepada JoonMyun hyung. Dan nanti setelah aku debut aku akan mengganti uangnya”jujur Jong In menjelaskan darimana uang ia dapat untuk membeli kado tersebut. Ryeon menghelakan nafas beratnya.

“Arraseo. Aku menerima kado ini.”

“Jinjjayo ??”seketika itu wajah Jong in berubah menjadi senang kembali. Ryeon perlahan berjalan mendekati Jong In lantas memeluk pria didepannya ini dengan penuh ketulusan dan kelembutan.  Terlihat wajah Jong In yang kaget dengan yang dilakukan oleh Ryeon. Karena hal ini merupakan hal yang pertama kali dilakukan gadis ini kepadannya. Ryeon adalah gadis yang dingin dan kaku. Bahkan sangat pendiam sekali. Jika bukan Jong In yang mulai pembicaraan Ryeon tak akan membuka mulutnya. Dan selalu bicara yang singkat-singkat dan seperlunya. Namun darisanalah Jong In menyukai Ryeon-So. Menurutnya dia adalah gadis yang lembut, pendiam dan aura cantiknya sangat kentara saat gadis itu diam bagai putri salju.

“Gomawo Jong In-ah . Jeongmal Gomawo .terima kasih sudah memberikan hatimu hanya untukku selama setahun ini. Terima kasih sudah mau menemaniku selama setahun ini. Maaf aku tidak bisa menjelaskan secara lengkap perasaanku. Saranghae  Kim Jong In . .. “

*****

            Yoo Ryeon-so P.O.V

Aku terbangun dari tidurku, mengontrol kesadaranku sesaat. Setelah itu melihat ke arah jendela busway nampaknya tempat yang akan kutuju sebentar lagi sampai. Aku membenahkan rambut dan pakaianku. Busway ini pun berhenti, dan aku segera berjalan menuju pintu untuk turun dari busway.

Udara Gangwon-do menyambutku sedikit tidak hangat. Aku lebih merapatkan jaket cokelat tebalku meskipun badanku sudah terasa hangat. Aku hanya ingin berperilaku biasa selayaknya orang-orang disekitar.

Tujuanku hanyalah satu “Gunung Seorak” Tempat Omma dan Appaku tinggal. Aku harus menempuh 3 jam lagi dengan berjalan kaki menuju tengah hutan gunung seorak.  Aku hanya bisa memberikan semangat untuk diriku sendiri. Aku mematikan ponselku dan segera melanjutkan perjalananku.

****

3 jam perjalanan memang tidak begitu lama untukku. Aku sudah cukup sering kesini. Hari masih terlihat sore. Meskipun cahaya terang matahari tak dapat terlihat akibat terhalang pepohonan besar. Dan kini aku sudah sampai ditengah hutan yang bagi siapapun saja akan sangat menakutkan.

Suara gemersak dedaunan mulai terdengar berisik menandakan akan ada kehadiran sesuatu. Dan aku sudah tau siapa yang datang tersebut.

“Seok Jin Ah. .Keumanae – ~.. “ujarku membuat pria tersebut langsung berjalan seperti biasa. Ia adalah sahabatku dari kecil. Karena mungin kita sama-sama lahir ditahun yang sama bahkan tanggal dan bulan yang sama. Ia biasanya dipanggil dengan Jin. Dia memiliki mata yang sedikit tajam dan kulit susu putih. Tingginya pun lebih tinggi dariku. Tubuhnya pun sangat bagus. Namun aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri.

“Kapan kau sampai?”tanyanya dengan senyum yang semakin membuat pria ini nampak tampan. Aku sedikit kaget saat menatap wajah Jin Ah. Matanya setiap detik mulai berganti menjadi merah kemudian kembali putih dan menjadi merah lagi.

“Apakah kau sudah siap ? Sepertinya kau sangat senang untuk menyambut masa dewasamu”ujarku dengan nada sebisa mungkin seperti biasa. Jin Ah menganguk antusias, ia tersenyum kembali menunjukkan deretan gigi putihnya.

 

“Tentu saja, Akhirnya aku akan selalu kumpul bersama keluargaku disini. Dan dirumah asliku. Aku sudah mulai muak dengan kebisingan seoul bahkan dengan manusia disana. Errr . ..”

“Jin Ah . . . .”lirihku lemas. Perlahan aku menundukkan kepalaku.

“Wae? Apa terjadi sesuatu dengamu Ryeon-ah ? Wae ??”suara Jin Ah terlihat sangat cemas. Ia memang selalu mengkhawatirkanku sekecil apapun yang terjadi kepadaku. Ia begitu sangat peduli denganku.

“Ak .. Ak . . .Aku tidak bisa  .. Aku .. takut.  .Aku tidak bisa Jin Ah .. .”tubuhku mulai bergetar. Aku meremas kedua telapak tanganku menjadi kepalan yang kuat. Menahan air mataku yang begitu saja dengan mudah turun membentuk butiran-butiran hangat.

“Wae ? kenapa kau menangis ? Apa yang kau takutkan ? Ryeon-ah ? Ada apa ? !!”Tubuhku terasa lebih hangat dan sedikit tenang. Jin Ah memelukku begitu erat sekali. Namun yang ia lakukan malah  membuatku semakin terisak.

“Aku tidak bisa meninggalkan Jong In”ujarku dengan tak beraturan namun cukup jelas. Setelah kalimat itu keluar dari bibirku, tak kurasakan kembali belaian tangan  Jin Ah di rambutku. Pelukannya perlahan ia lepaskan.

“Jong In ? Kim Jong In ? Kai ?”Aku mengangguk polos. Masih tetap menundukkan kepalaku untuk mencoba meredahkan tangisku sendiri.

SREEEEEEKKK . .. ..

AUUUUUUWWW . . …

AAUUUUUUUU

“Anyeonghaseyo Omma, Appa . “aku langsung membungkukan badanku 45 derajat. Dua serigala besar berwarna cokelat dan hitam sudah berada di belakang Jin Ah dan menatapku dengan lembut. Mendengar ucapanku, Jin Ah langsung membalikkan badannya.

“Anyeonghaseyo Ajumma, Anyeonghaseyo Ajussi “Jin Ah pun melakukan hal yang sama kepadaku. Perlahan dua serigala tersebut berjalan mendekati dan aku pun segera memeluk mereka dengan erat.

 

            Yah, itulah ayah dan ibuku. Ayah dan ibu yang melahirkanku. Tentu saja kalian semua binggung kenapa ini bisa terjadi kepadaku bukan ??. Ayah dan Ibuku menikah di usia muda. Sebelum mereka berumur 23 tahun. Usia dewasa bagi seekor serigala. Jika saja mereka menikah setelah masa dewasa mereka maka aku pun akan terlahirkan sejak awal menjadi serigala. Namun ibuku melahirkanku saat usianya 22 tahun. Namun hal tersebut sudah menjadi sebuah nasib atau takdir mutlak jika nenek moyang mereka melahirkan anaknya sebelum usia 23 tahun maka anak cucu mereka secara turun temurun pun harus melahirkan di usia sebelum 22 tahun atau mereka akan mendapatkan kutukan.

            Dan Jin Ah ? nasibnya sama saja sepertiku. Ayah dan Ibunya menikah diusia sebelum masa dewasannya.  Dan maksudku dari masa dewasa adalah masa dimana anak tersebut akan berubah menjadi seekor serigala untuk selamannya. Dan akan diizinkan berkumpul dengan keluargannya di hutan. Dan hal itu akan terjadi kepadaku.

“Omma, Appa . Jeongmal Bogosipo  . . “ujarku dari hati paling dalam. Memang benar aku merindukkan mereka. Aku hanya diperbolehkan mengunjungi mereka setiap bulan kelahiranku. Bulu mereka terasa lembut di kulitku. Mereka mengusap-usapkannya di tubuhku membuatku sedikit geli namun aku senang jika mereka melakukan hal itu kepadaku.

“Aku baik-baik saja. Kalian jangan khawatir”ujarku yang dapat mengartikan tatapan mereka. Meskipun aku belum berubah menjadi seekor serigala namun aku bisa berbicara dengan mereka dengan ikatan batin. Jadi aku bisa mendengar apa yang dikatakan ayah dan ibukku saat ini walau mereka tidak mengeluarkan suara apapun. Begitu pun dengan Jin Ah. Ia juga bisa dapat melakukan hal tersebut.

“Aniyo. Aku tidak menangis. Kenapa aku harus menangis ? Bagaimana kabar kalian ?”tanyaku mencoba mengalihkan topic pembicaraan. Nampaknya ayah dan ibukku sempat melihat aku menangis.

“Kalian memang terlihat sehat sekali. Aku senang sekali melihatnya”

“Hadiah ? tidak ada yang aku inginkan “seketika raut wajahku langsung berubah. Ayahkku menanyakan hadiah apa yang aku inginkan.

            Jika disuruh untuk berkata jujur, Aku mencintai ayah dan ibukku. Rasa sayangku ke mereka sama besarnya dengan rasa sayangku ke Jong In. 4 tahun menjalin kisah cinta dengan pria itu membuatku mengenalnya lebih dari apapun. Begitu juga dengan dia. Walaupun sekarang ia telah menjadi seorang idol terkenal dan aku harus menerima menjadi pacar diam-diamnya yang tak diperbolehkan untuk diketahui public aku masih tetap mencintainnya. Yah, sekarang diadalah salah satu member EXO yang ketenarannya sedang menjadi pembicaraan dimanapun. Tidak hanya di Korea mereka juga terkenal di seluruh dunia. Sebuah BoyBand berisikan 12 pria tampan yang begitu sangat kharismatik dan tidak salah jika mereka bersal dari naungan SM entertainment. Selah satu perusahan industry musik terkenal dan terbesar di korea.

            Semua orang mengenalnya dengan “Kai” tapi aku tidak pernah menyebutnya dengan nama itu. Karena bagiku dari dulu Kim Jong In tetaplah Kim Jong In. Aku mengenalnya sebelum ia debut. Aku mengetahuinya sebelum para fans-fans.nya mengakui keberadaannya. Dan akulah yang selalu berada disisinya sebelum ia menjadi “seseorang” sampai ia menjadi pria yang luar biasa dengan sejuta gadis yang selalu meneriaki namannya.  Beruntung bukan aku ? Menjadi yeojachingu dari salah satu member Exo. Tapi tidak juga, Jika kalian sepertiku? Apakah kalian bisa tahan menjadi pacar diam-diamnya selama 3 tahun ? . Sejak ia debut , kami sudah jarang sekali bertemu. Bahkan  biasanya kita hanya bisa bertemu 3 bulan sekali. Itu pun hanya dengan waktu 1 jam saja. Namun terkadang jika dia tidak ada schedule aku akan datang ke dorm.nya.

            Dan semua cerita itu haruskah berakhir seperti ini ?? Oh tuhan. . Apa yang harus aku lakukan. Walaupun aku tidak pernah menunjukkan langsung bagaimana besarnya rasa cintaku kepada Jong In. tapi dalam hatiku aku benar-benar mencintainya.

“Jong In ? dia baik-baik saja.  Dia sekarang bertambah tampan. Dan aku semakin cinta kepadanya “ibukku menyentuh tanganku dengan tangannya. Membuat air mataku harus turun kembali. Kedua orang tuaku tau tentang hubunganku dengan Jong In. Aku selalu menceritakannya kepada mereka tentang Jong In saat bulan kelahiranku tiba dan aku bisa berkunjung kemari.

“Omma. Eotteokhe . Omma . Eotteokhe . “isakku sedikit kencang. Aku benar-benar merasa tersiksa dan dilanda dilemma yang berat.  Kedua mata merah ibukku perlahan ikut terbasahi dengan air matannya sendiri . Ibukku sangat menyanyangiku lebih dari apa pun. Ia selalu ingin melihat aku bahagia. Dan selalu menurut apa yang aku inginkan.

“Appa Eotteokhe . ?? Eotteokhe?? “kini Aku menatap Ayahku yang juga menatapku dengan sangat kasihan. Ayahku menyuruhku untuk tenang. Namun aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Aku tidak bisa tenang kali ini.

“Bagaimana jika aku tidak bisa bertemu Jong In lagi ? Aku harus memutuskannya ?? Aku tidak bisa. Apa yang harus aku jelaskan pada Jong In ?? Omma? Appa ??Eotteokhe?? Eotteokhe??”Isakku semakin keras. Aku biarkan saja air mataku ini semakin turun dengan derasnya. Ayah dan Ibukku sekali lagi mencoba menenangkanku. Dan aku pun tak mendengarkan suara Jin Ah. Tapi aku bisa merasakan kehadirannya, ia masih berdiri sedikit jauh dibelakangku.

            Inilah yang aku cemaskan selama ini, Jong In adalah cinta pertamaku dan pacar pertamaku. Sejak dulu aku sudah mempunyai tekat untuk tidak memiliki namjachingu, Namun Jong In tiba-tiba datang dan aku pun jatuh cinta kepadannya. Awalnya aku menyepelekan tentang perasaan ini. Aku menjalani hubungan ini tanpa beban. Aku hanya berfikir pasti tidak akan mungkin hubungan kami berjalan lama. Aku menaganggapnya hanya cinta monyet belaka. Namun ?? Yang terjadi adalah sebaliknya. Hubunganku dan Jong In berjalan begitu lama dan sama sekali tidak pernah ada kata putus selama perjalanan cinta kami. Dan jika hal itu tiba-tiba terjadi ?? Pasti menyakitkan sekali bagiku dan juga untuk Jong In.

            Ayahku ikut membelaikan tangannya ke tangannku. Ia mulai membuka suarannya kembali. Ayahku berkata jika ada satu cara untukku untuk menolak menjadi seekor serigala. Wajahku langsung berubah, secercah harapan tiba-tiba saja membayang didepan mataku.

“Mwo ? Apa itu Appa?? Katakanlah ?? Apa itu ??”tanyaku dengan cepat. Appaku mulai menjelaskannya. Dimana hal itu bisa dilakukan dan juga harus ada pengorbanan. Dimana aku harus merelakan ragaku menghilang untuk sesaat dan jiwaku akan menempati sebuah raga baru untuk sementara. Sampai bulan kelahiranku datang kembali. Dan itu berarti terhitung satu tahun. Dan setelah itu baru aku dapat kembali ke ragaku kembali dan seutuhnya menjadi manusia. Memang tidak masuk akal namun inilah kehidupan dunia kami yang sangat tabu bagi kehiudapan manusia.

“Mwo ?? hanya itukah satu-satunya cara ??”Appaku menganggukan kepalannya. Aku hanya bisa mematung tak bisa mengucapkan kata-kata lagi. Kenapa harus seperti ini ?. Ibukku menatapku penuh kasih sayang. Ia mengatakkan menyuruhku untuk segera pulang dan memfikirkan baik-baik semuannya. Ibukku dan Ayahku mendukung semua keputusanku.

“Gomawo . Gomawo Appa . Gomawo Omma. Gomawo . . .”tangisku tak tertahankan dan memeluk mereka kembali. Betapa beruntungnya aku memiliki kedua orang tua seperti ayah dan ibukku. Andai saja mereka dapat berubah menjadi manusia semau mereka seperti film-film twiligt yang sering aku tontong berulang-ulang. Namun itu hanyalah kehidupan film dan tak mungkin terjadi kepadaku.

****

            Jam 11 malam akhirnya aku sampai dirumahku. Seperti yang diucapkan oleh Ayah dan Ibukku tadi menyurhku untuk pulang terlebih dahulu. Namun aku tidak langsung pulang kerumah. Aku mengunjungi tempat-tempat yang menjadi memory terindah antara aku dan Jong In. Dan juga memfikirkan keputusan apa yang akan aku ambil. 25 jam lebih satu detik lagi usiaku akan 23 tahun. Dan itu menandakkan masa kedewasaanku telah tiba. Fikiranku terasa kacau saat ini. Mataku pun sudha tak berbentuk lagi akibat banyaknya aku menangis mala mini.

“Baiklah. Ini pilihanku . !! “

 

*****

            Aku menghembuskan nafasku berkali-kali sebelum aku benar-benar maksud ke dalam apartemen ini. Apartemen yang sudah tak asing tentunya bagiku. Aku menyiapkan diriku terlebih dahulu. Tangan kananku memegang sebuah kresek kardus yang tentu didalamnya berisi barang yang sangat berharga bagiku. Dan inilah keputusanku.

TING TONG . . . .. .

            Aku mulai memencet tombol pintu apartemen ini. Dan sekali lagi aku menghembuskan nafas beratku.

 

“Nuguseo??”suara khas tersebutbegitu aku kenal. Aku mendekatkan mulutku ke sebuah alat kotak persegi yang digunakan untuk menghubungkan suaraku agar terdengar oleh pemilik apartemen ini.

“Aku Ryeon Nunna, Sehun-ah  .. “ujarku datar. Sebenarnya suaraku sudah mulai sedikit serak saat ini.

“Ahh . Ryeon Nunna? Jhakamman Nunna”tak lama kemudian pintu apartemen terbuka. Dan terlihat Pria tampan yang tak lain adalah si maknae yang lucu ini menyambutku dengan cengiran tak jelas. Ia hanya memakai kaos dalam warna putih.

“Ayo masuk nunna. . Kai baru saja tidur dikamarnya. Cepat bangunkan !! Dia memang pemalas!! “aduh Sehun kepadaku. Dia selalu banyak bicara jika didepanku. Karena aku selalu membelannya jika hyung-hyung lainnya sedang membully.nya atau mengerjainnya. Oleh karena itu aku sangat dekat dengan Sehun. Ahh. . bukan hanya dengan Sehun tapi dengan semua member Exo. Tapi tentunya aku paling dekat dengan member EXO-K. Karena dulu mereka pernah terbagikan menjadi dua EXO-K dan EXO-M . menyebabkan  aku jarang bertemu dengan anak-anak EXO-M namun tentu saja aku mengenalnya. Dan kami menjadi mulai lebih dekat saat ini sejak album pertama mereka dibuat.

            Dari semua member EXO, memang hanyalah Jong In yang mempunyai yeojachingu. Dan saat-saat dimana hubungan kita ditentukkan dulu. Dimana Jong In benar-benar tak bersedia untuk memutuskanku. Bahkan dia berani mengancam managernya kalau dia akan mengundurkan diri dari EXO. Benar-benar keputusan yang gila bukan ?. hanya demi aku dia mau melakukan hal tersebut. Dan akhirnya Manager.nya membiarkan Jong In berpacaran denganku dengan satu syarat. Dimana statusku tidak boleh diketahui oleh siapapun. Dan beginilah aku selama 3 tahun. Menjadi Secret yeojachingu dari Kai EXO. 

            Aku memasuki apartemen ini. Seperti biasanya aku harus berhat-hati saat melewati pintu karena banyk sekali sepatu berserakan disini. Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku mereka yang tidak pernah berubah sejak dulu.

“Ryeon-ah . . . Kapan kau datang ? lama tidak berjumpa”suara khas Sunghwan Oppa menyambutku dan membuat para member lain yang sepertinya sedang bermain kartu menatap ke arahku.

“Anyeonghaseyo . .. “sapaku seramah mungkin kepada salah satu manajer Exo ini dan tentunya juga menyapa para member lainnya yang terlihat kaget dengan kedatanganku.

“Ryeon-ah . . !!! Jeongmal Bogoshippo!!! Kemana sajakah kau selama ini ? Aku sangat merindukanmu  . .. “aku hanya terkekeh ringan melihat tingkah chanyeol yang selalu sedikit berlebihan kepadaku. Apalagi sejak dia menobatkan dirinnya menjadi “Fans Kai” membuatnya juga menjadi fansku. Padahal aku selalu menolaknya namun ia selalu memaksa untuk menjadikanku idolanya dengan alasan aku adalah pacar dari Jong In.

“Yaaa!! Yaaa !! Park Chanyeol !! Joyongihae (diamlah!!)!!”teriak si ByunBaek dengan ekspresi lucunya. Ucapan Baekyun nampaknya dapat membuat chanyeol terdiam sebentar namun sedetik kemudian Chanyeol lebih berulah kembali.

            Aku tak menggubris kedua couple Baekyeol yang terkenal “troublemaker” dan memilih tetap berjalan masuk kedalam.

“Ryeon-ah Apakah kau haus? Aku sedang membuat kopi “teriak Xiumin Oppa yang suarannya sepertinya dari dapur. Namun aku sama sekali tidak melihat wujudnya.

“Aniyo Oppa . “jawabku sedikit keras dan benar saja sosok Xiumin Oppa keluar dari dapur sambil membawa segelas kopi.

“Hyung . . Kau jahat sekali kepadaku. Aku memintamu untuk membuatkanku Kopi tapi kau menolaknya. Dan sekarang giliran Ryeon Nunna yang tidak meminta kau menawarkannya. Kau sungguh kejam sekali Hyung . . . “si maknae Tao mulai berkicau ria. Namun Xiumin tak mempedulikannya dan berjalan ke arahku.

“Duduk sini Ryeon-ah. Aku akan memanggilkan Jong In.mu . . “kini leader si kulit putih mulai angkat bicara. Ucapannya sediki membuatku malu dan hanya menunduk kaku. Aku memang selalu tidak bisa berbuat apa-apa jika member-member EXO mulai menggodaku habis-habisan.

“Aigoo . . Pipi Uri Ryeon-so mulai memerah. Aigoo . . .”sahut Luhan Oppa yang duduk disamping Sehun. Akibat uacapan Luhan Oppa semua member yang ada disana menertawaiku begitu puas begitu juga dengan manager Oppa yang paling puas sekali.

“Aniyo . . .”balasku setenang mungkin. Dan ternyata yang aku lakukan begitu fatal. Mereka malah menjadi menggodaku.

“Aniyo ?? Aniyo ?? Aniyo ? Tapi pipinya merah ?? Hahaha. Aniyo . Aniyo . . “baekhyun mulai gencar menggodaku dan menirukan suaraku. Membuat aku semakin sangat malu. Kalau saja tidak ingat aku ada keperluan dengan Jong In sedari tadi aku sudah memilih untuk pulang.

“Keumane . . Keumane (hentikan . Hentikkan) . . .Kasihan . . Uri Dongseo (our Sister in law) .  .”ujar Seunghwan Oppa meredahkan tawa para member untuk berhenti membully.ku. Aku sedikit dapat bernafas legah.

“Apa itu Nunna? Apakah itu oleh-oleh buatku ??”Tanya Sehun yang antusias dengan kresek kardus yang kubawa dan menyebabkan semua member mengarah ke tanganku. Aku dengan cepat mengeratkan kresek kardusku di tanganku dan langsung memeluknya. Karena jika tidak, mereka semua akan menyerbunya.

“Ani . . Ini untuk Jong In.”mendengar jawabanku semua member langsung pura-pura kembali dengan kesibukkan mereka. Seolah merasa kecewa dengan jawabanku. Aku tersenyum ringan. Entah mengapa aku merasa beruntung, bagaimana tidak? Seratus juta lebih gadis diluar sana mengidolakan mereka, dan sangat berharap bisa bertemu dengan mereka, walau hanya menatap wajah mereka saja dari jauh, Namun itu semua sangat sulit sekali mereka wujudkan. Namun Aku ? begitu mudah untuk menemui mereka semua ? Bahkan bukan hanya melihat wajah mereka dari dekat melainkan bercanda tawa dan berbincang dengan mereka. Dan lebih beruntungnya lagi aku merupakan pacar dari salah satu member mereka. Yah, Aku sangat senang sekali dan beruntung tentunya. Namun, sama sekali tidak ada terfikir untuk menyombongkan semua ini. Karena aku mengenal mereka sejak mereka sebelum menjadi artis. Sejak mereka masih masa trainne. Saat mereka terus bercerita tentang kesedihan mereka yang lelah latihan, dihukum oleh pelatih mereka bahkan pernah saat itu Sehun bersembunyi di rumahku hanya karena ia ingin istirahat sebentar saja. Dan membuat semua member mencari Sehun.

            Aku tidak serta merta menjadi bagian terpenting dari mereka, karena selama ini aku pun merasakan bagaimana kerja keras mereka sampai bisa seperti ini. Bagaimana mereka memulai dari nol, Bagaimana mereka selalu berteriak menahan lapar , berteriak ingin menyudahi latihan. Aku sering melihat ekspresi itu dan keluhan-keluhan dari para member. Apalagi keluhan dari mulut Jong In yang sudah terhafal jelas di kepalaku. Ia selalu mengeluh jika ingin tidur dan tidur. Bebannya menjadi lead dance di EXO pasti sangatlah besar.

            Aku mengarahkan kepalaku kea rah pintu kamar satu yang mulai terbuka dan keluar dua pria tampan yang mampu membuat para fangirl diluar sana tak sadarkan diri. Aku berdiri dari dudukku. Terlihat sekali wajah Jong In penuh kelelahan dan masih mengantuk.

“Ryeon-ah ? kenapa tidak memberitahuku jika kau akan kesini ??”Tanya Jong In kepadaku dengan matannya yang masih setengah terbuka. aku memang lebih tua darinya 2 tahun , Tapi aku yang menyurhnya untuk memanggilku seperti itu. Karena aku merasa nyaman jika Jong In memanggilnya dengan nama itu daripada dengan Nunna.

“Mianhae . . . Aku hanya merindukanmu .. “kata itu langsung keluar begitu saja dari mulutku bahkan mungkin aku sendiri tak sadar akan ucapanku. Kedua mataku saat ini hanya terpusat pada sosok tersebut. Aku melihat jelas kedua mata Jong In melebar sempurna. Mungkin ia sendiri kaget dengan ucapanku. Bahkan bisik-bisik para member sedikit terdengar di telingaku. Yah, Aku tidak pernah secara frontal seperti ini. Bahkan mereka menganggpa aku sedang kerasukan. Karena yang mereka semua tau aku begitu pendiam dan tak banyak bicara. Tapi jika sudah pada satu topic yang menyenangkan aku baru akan berbicara sedikit banyak.

“Mwo ? “Jong In terlihat binggung. Aku mencoba untuk tersenyum menahan semua rasa Maluku. Karena tak ada waktu untuk hal itu. Aku tidak punya waktu lagi saat ini. Hanya itulah yang ada di benakku saat ini.

“Bisakah kita berbicara berdua saja ?”

“Aiing . . .. .Eheeemmm. . . . Aingg . . . Uhuukkk Uhuukkk . . . eheeemmm . . “para member dan manager hyung mulai bersorak-sorak tak jelas.

“Shikkeureoweo!!”teriak Jong In ke member lainnya yang tak ada hentinya pura-pura batuk atau semacamnya.

“Ainggg . .. Eheeemmm . . “

“Ayo ke kamarku “ajak Jong In, aku mengangguk saja dan mengikutinya dari belakang menuju kamarnya.

“Hati-hati nanti yang keluar jadi 3 nyawa”teriak Suho Oppa begitu keras. Membuat langkahku dan langkah Jong In berhenti dan secara bersamaan kami berdua membalikkan badan kami kearah sumber suara. Diluar dugaan para member yang lain bahkan Seunghwan Oppa juga saat ini menatap Suho penuh dengan tatapan skiptis. Suho Oppa yang menyadari kesalahan akan ucapannya hanya bisa nyengir kaku.

“Mianh  . . . .”

*****

            Author P.O.V

            Ryeon-So sudah duduk manis di atas kasur Kai dengan kresek kardus yang masih ia pegang tanpa ia lepas sedari tadi. Kai memakai bajunya sebentar karena sedari tadi ia hanya memakai celana pendek. Dan Ryeon-So nampaknya sudah terbiasa dengan kelakukan namjachingunya tersebut.

“Ada apa ?Apa yang ingin kau bicarakan ?”Tanya Kai datar dan ikut duduk di depan Ryeon-So. Nampaknya hubungan 4 tahun membuat mereka sudah saling mengenal dan nyaman satu sama lain. Dan membuat mereka menjadi biasa dan tidak canggung lagi.

“Opso (tidak ada) “jawab Ryeon-So lebih datar dari ekspresi kai. Memmbuat kai sangat binggung merasa ada yang aneh dengan kekasihnya ini. Bahkan sedari tadi kedua mata Ryeon-So tak ada hentinya menatap wajah Kai.

“Apa terjadi sesuatu ?”Tanya Kai yang benar-benar sudah merasa bau-bau tidak enak. Feellingnya selalu tidak akan meleset jika berhubungan dengan gadis ini.

“Opso!! Geunyang . . Bogoshippo . “tegas Ryeon-So sekali lagi dengan suara yang lebih tegas. Kai mengernyitkan keningnya, menyatukkan kedua alisnya merasa binggung apa yang harus ia lakukan.

“Apa . . .Apa .. kah . . kau  . .kau . .benar-benar Soo Ryeon-So ??”Tanya Kai sedikit ragu.

“YAAA!!! Kim Jong In!! Jukeosippo (kau ingin mati)!!”

“Ahh . . . ternyata kau benar Ryeon-So”simpul Kai dengan wajah paling datar yang ia miliki. Ryeon-So kembali menatap Kai kembali.

“Bagaimana kabarmu ?”

“Kabarku ? Kau kesini hanya untuk menayakan kabarku?”Tanya Kai balik karena sekali lagi tak biasanya Ryeon-So menanyai pertanyaan aneh seperti. Kai mulai merasa tingkah Ryeon seperi “orang yang akan pergi jauh”

“Anio . Bagaimana pekerjaanmu ? Apakah kamu senang fans kamu semakin banyak ? Apakah kamu makan dengan teratur ? Apakah kamu masih mudah lelah ? Apakah kamu menari dengan lebih baik ? Apalah Hyung-hyungmu melakukanmu sangat baik ? Ap . .. .”

“Wae?? Sebenarnya ada apa ? “

“Opso!! Apakah aku tidak boleh secerewet ini?”

“Sudahlah. Ayo kita keluar. Tidak enak dengan manager Hyung dan Para Hyung lainnya . .”cerca Kai yang mulai frustasi karena tak menemukan jawaban atas kelakuan aneh dari kekasihnya ini. Kai perlahan berdiri dari kasurnya dan berjalan kea rah pintu kamar.

*****

Kai ( Kim Jong In) P.O.V

            Apa ini ? Sebenarnya ada apa dengan dia ? Apakah ada terjadi sesuatu yang besar ? Aku merasakan pelukannya begitu erat. Bahkan punggungku dapat merasakan nafasnya yang begitu cepat seperti dikejar serigala-serigala hutan. Tiba-tiba Ryeon-So memelukku dari belakang saat aku ingin membuka pintu kamarku.

“Wae geurae (ada apa)?”tanyaku dengan suara melembut. Aku benar-benar binggung dengan kelakuan dari gadis ini. Perlahan aku mencoba melepaskan pelukannya. Namun Ryeon-So nampak tak mau. Ia tetap mempertahankan posisinya seperti itu.

“Aku mulai lelah . . . “beberapa menit kemudian Ryeon-So membuka suarannya kembali. Kedua tangannya perlahan terlepas dari pinggangku.

“Maksudmu ??”tanyaku tak mengerti dengan ucapannya. Aku perlahan membalikkan badanku menghadap ke Ryeon-So. Dan wajahnya kembali dingin seperti semula.

“Aku mulai lelah dengan hubungan kita”

“Mwoya?”ujarku sama sekali tak mengerti dan tak maksud dari kelanjutan gadis ini. Namun saat itu juga jantungku bekerja begitu cepat. Perasaan tak enak mulai menggerauti tubuhku dan fikiranku. Wajah Ryeon-So mulai sangat serius saat ini.

“Heojija (Ayo kita putus)”aku langsung membeku seketika, telingaku rasanya mati rasa. Tubuhku mulai melemas. Apa aku tidaks alah mendengar ? Bahkan sampai saat ini, sampai aku masih bisa bernafas, sampai mataku masih bisa melihat dan semua organku masih berfungsi sama sekali aku tak pernah terfikirkan untuk putus dengan gadis ini.

“Mwo??”

“Ayo kita putus “ulang Ryeon-So sekali lagi dengan wajah yang sama seperti tadi. Wajah yang dingin dan seolah tanpa beban.  Entah menagapa jantungku berdetak lebih cepat dari semula. Keringat dingin mulai keluar dari tangan dan pelipisku.

“ Micheosseo ?? (apa kau sudah gila)?”tanyaku frustasi dan mulai binggung. Aku tidak dapat memastikan ucapan gadis ini sungguh-sungguh atau hanya ingin mengerjaiku. Namun aku sudah mulai cemas sendiri.

“Aniyo. Aku ingin putus denganmu”ujarnya begitu santai.Perlahan senyum kemirisan begitu saja tergambar dari wajahku. Aku menatap gadis ini dengan tatapan tak dapat dibanyangkan lagi. Segumpal emosi mulai menyeruak diseluruh ruang otakku dan mulai menyebar ke setiap sel-sel darahku.

“Apakah ada kesalahan yang aku perbuat ?”

“Opso!”jawabnya begitu singat.

“Lalu ?”

“Aku hanya ingin putus”Aku tertawa pelan dengan nada yang sedikit menakutkan, merasa seperti orang bodoh saja aku saat ini. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh gadis ini !!!.

“Wae? Wae ? Wae? Wae??!! (kenapa)!”aku mulai terbawa emosi. Mendengar suaraku mulai meninggi dan tatapan tajamku tepat di wajahnya, ekprsei wajah Ryeon-So perlahan mulai sedikit berubah ketakutan.

“Aku sudah tidak lagi mencintaimu”jawabnya. Sekali lagi Aku memperlihatkan senyuman remehanku ke gadis ini. Sejak 4 tahun aku menjalin kasih dengannya, pertama kali inilah aku menyuguhinnya dengan senyuman menakutkan seperti ini. Dan benar saja kedua tangan ryeon-So mulai sedikit gemetar. Bahkan terlihat ia memainkan bibir dalamnya. Mungkin ia sedang mengigit lidahnya untuk menahan sesuatu.

“Coba katakana sekali lagi”pintaku dengan nada yang sangat tajam

“Aku sudah tidak men . . . .”

            Aku langsung merengkuh bibir mungilnya. Dan dengan sedikit kasar menciumnya. Aku sudah tak dapat berfikir jernih lagi saat ini. Gadis ini benar-benar membuatku sangat frustasi hanya dalam hitungan menit. Aku menguncinnya dengan menabrakkan punggungnya pada tembok. Ryeon-So sedikit memberontak , tangan kiriku dengan sigap memegangi jakung tirusnya. Dan entah sejak kapan aku sendiri tidak menyadari bahwa kedua tangan ryeon-So sudah melingkar anggun di leherku.

            Aku perlahan memperlembut ciumanku pada bibirnya, dan ia pun mulai membalas ciumanku tersebut. Kedua nafas kami memburu dengan cepat, Kami tidak peduli dengan itu. Kami terus saja berciuman dan semakin sedikit panas.

            Aku sedikit membuka mataku, dan aku benar-benar kaget melihat Ryeon-So menutup matanya namun pipinya basah. Dan jelas sekali basahan di pipinya berasal dari kedua matannya. Dia menangis ? sebenarnya ada apa dengan gadis ini ? Apa yang ia sembunyikan dariku ?.

            Perlahan aku melepaskan ciuman kami, Ryeon-So mulai menundukkan kepalannya dan melepaskan lingkaran tangannya dari leherku. Ini bukanlah ciuman pertama kami. Tapi kenapa rasanya begitu aneh sekali.

“Aku harus pulang”ujarnya begitu saja sambil merapikan rambut panjang pirangnya yang sedikit berantakkan. Aku menatapnya tajam kembali.

“Sebenarnya ada apa ?”

“Opso ( tidak ada)! Ciumanmu tadi sebagai jawaban bahwa kau setuju kita putus”

“MWO????”teriakku dengan keras. Aku tak peduli para member lainnya yang ada diluar mendengar teriakanku.

“Kresek kardus yang aku bawa semuanya adalah barang dari pemberianmu. Terim . .. “

“Coba katakana sekali bahwa kau sudah tidak mencintaiku”pintaku benar-benar ingin memastikannya.

“Angkat kepalamu !! Tatap mataku dan katakana bahwa kau tidak mencintaiku Soo Ryeon-So!!”bentakku tajam penuh penekanan setiap kata-kata yang keluar dari mulutku namun dengan nada sedikit pelan. Aku tak ingin orang-orang diluar mendengar pertenfkaran kami.

            Dan gadis ini perlahan mengangkat kepalannya, memberanikan diri menatapku dengan matanya yang dingin. Tatapannya bagaikan sambaran listrk hebat yang membuat darahku seperti tersetrum untuk sesaat.

“Aku tidak mencintaimu Kai”

            Kai? Dia memanggilku apa ? Kai??. Inilah untuk pertama kalinnya gadis ini memanggil namaku dengan nama itu. Nama yang selalu diteriaki oleh berjuta gadis-gadis lain diluar sana. Dan dia sekarang memanggilku dengan nama tersebut.  Kai ??.

“Apakah kau benar-benar ingin putus?”

“Ne”jawabnya masih berani menatap kedua mataku yang mulai sayu. Aku mencengkram kedua telapak tanganku sangat erat sekali. Menahan semua rasa emosiku yang sudah berada di ubun-ubun.

“Wae?”

“Aku sudah tidak lagi mencintaimu. “

“Jinjayo (benarkah)?”

“Ne . Aku akan pergi dari hidupmu selamanya”dadaku begitu terasa sakit sekali. Apakah ini yang dirasakan oleh orang-orang yang sakit hati ?. Dan aku menarik ucapanku kembali . Kata-kataku yang pernah menghina pria yang menangis gara-gara seorang yeoja. Karena aku merasakannya sekarang, Dan rasanya begitu menyakitkan. Nafasku mulai sesak, rasanya seperti oksigen dan karbon dioksida menyatu di paru-paruku tanpa ada batas yang menghalanginya.

“Geojimal Hajima Soo Ryeon-So (jangan berbohong)!!!!!”Bentakku sangat keras tepat di wajahnya.  Ia sedikit memundurkan badannya .
“Semoga kau lebih bahagia kedepannya. Lupakanlah aku. Giatlah menari dan menyanyi. Semoga kau bisa membuat album solo seperti yang kau impikkan dari dulu. Gomawo Kai-ah. Kau adalah member EXO terkeren”
“Mwo??!! Micheosseo (kamu sudah gila??)”aku masih tak menerima semua ucapannya. Begitu mudahkah dia mengucapkan kata “putus”. Begitu ringan sekali dia mengucapkannya. Apakah dia benar-benar sudah tidak mencintaiku? Apakah dia sudah punya kekasih lain?. Ahh. Apakah itu alasannya.
“Nugu?(siapa?)”tanyaku skiptis. Ryeon-So nampak mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan pertanyaanku.
“Siapa orang itu ? Siapa ?? Hah??!!!! “
“Apakah dia lebih terkenal dariku ? Apa dia lebih kayak dariku ? Apakah dia lebih tampan dariku ? Apakah dia leb  . .. “
“Dia lebih banyak meluangkan waktunya untukkku!!”
            Kakiku langsung terasa lemas, dan aku tak bisa berkata lagi. Tubuhku seketika rubuh. Lututku tak mampu menahan beratnya tubuhku lagi. Aku langsung terduduk begitu saja dibawah lantai. Menatap lantai putih kamarku seolah sedang menertawaiku.
“Mianhae . . .”tiba-tiba kata itu yang  keluar dari bibirku. Tanganku sudah gemetar hebat saat ini.
“Tapi bukankah kau sudah pernah janji akan terus berada di sisiku meskipun aku tidak bisa di sisimu setiap saat, setiap hari, setiap waktu bahkan setiap detik”
            Aisshhh!!!! Shit!! Sejak kapan aku jadi seperti bayi seperti ini!! Kenapa aku menjatuhkan air mataku hanya untuk perempuan!!! Kenapa rasanya sakit sekali! Apakah aku sudah mulai menjadi pria yang rapuh dan lembek !!. Aku segera menghapus air mataku yang jatuh menetes begitu saja. Aku tak ingin Ryeon-So melihatku menangis. Begitu memalukkan sekali. Akmengontrol semua emosiku dan air mataku yang jatuh kembali.
*****
Soo Ryeon-So P.O.V
           
Jong In menangis ? Benarkah ? Ya Tuhan. Apa yang telah aku perbuat kepadannya. Aku membuatnya menangis untuk pertama kalinnya. Tanganku perlahan ingin menyentuh pundaknya. Namun seperti ada sebuah magnet kuat yang menghalangiku untuk melakukannya. Aku menarik tangan kananku kembali.
Aku hanya bisa mengigit lidahku sekeras-kerasnya. Tak peduli darah akan keluar nantinya. Aku hanya ingin menahan agar air mataku tidak terjatuh, Menahan semua rasa gemetar dari seluruh tubuhku. Menahan rasa sakitnya dadaku saat ini. Demi apapun, Rasanyas angat sakit sekali Tuhan. “Jong In-a Mianhae . .” “Mianhae . . “ “Mianhae . . “
Ingin sekali aku mengatakan “Ne . Jong In-ah aku hanya bercanda, Mianhae” “ Jong In-ah apakah kamu terkejut ? Aku hanya bercanda hahaha” “ Jong in-ah Jeogmal saranghae” “ Jong In-ah jeongmal bogoshippo” . “Jong In-ah . . Jong In-ah . . Jong In-ah . . . “ Tapi sayang sekali aku tidak dapat mengatakannya. Aku benar-benar menahannya. “Uljima (jangan menangis) Jong-In-ah. Mianhae. Saranghae . . . “
 
“Pergilah . Semoga bahagia Ryeon-So  Nunna”
 
Bolehkah aku menangis sekarang ? Bolehkah aku berteriak sekeras mungkin ? bolehkah aku mengehantak-hentakkan kakiku sekeras-kerasnya melepaskan rasa sakit di dadaku ini. Bolehkah aku memelukkmu dengan erat Kim Jong In !!!!!
 
“Ne Gomawo. Na Halke ( aku pergi)”
 
“Saranghae . Jeongmal Saranghae . Mianhae Jong In-ah“
 
Bersambung . . . . .
            Jika kalian suka dan tertarik dengan cerita ini berikan comment kalian kalau suka silahkan like. Dan jika banyak yang suka aku bakalan nerusin cerita ini. Terima kasih bagi yang sudah mau membaca.  Dan minta tolong untuk promosiin cerita ini ya. Terima kasih banyak. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s