REVIL – 20 “Truth or Dare ?”

Part Twenty of Revenge of Devil  >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀 .

PG-13 (pengawasan Bapak/Ibu) .

 

 

REVIL – 20

“Truth or Dare ?”

 

 

            Semuanya sudah melingkar di lantai. Meja yang ada diruang tamu sengaja di pindahkan, semuanya menerima tantangan Ify dan memainkan permainan “mematikan” ini. Ketegangan sudah memulai diantara mereka semua. Iqbal memilih tidak ikut, karena ia berfikir sama sekali tidak ada  untungnya ia ikut bermain dengan orang dewasa seperti ini. Iqbal pun memilih duduk diatas kursi dibelakang Sivia.

            Botol sedang tersebut sudah berada di tangan Ify dan siap untuk di putarkan.

 

 

“cara permainannya tentu saja kalian tau kan. Yang mendapatkan ujung depan botol (tutup botol) maka harus memilih “truth or dare” yang mendapatkan ujung belakang botol dia yang diperbolehkan memberikan “pertanyaan atau tantangan” pada orang yang mendapatkan ujung botol bagian depan.

 

 

“Oke”serempak yang lain. Kini tempat duduk mereka acak. Sivia, Ify, Shilla, Cakka, Alvin, Rio dan Gabriel . Dan Ify mulai memutar botol yang ada ditanganya.

 

            Ke 7 pasang mata ini nampak tegang melihat botol yang terus berputar di tengah. Dan perlahan putaran botol tersebut semakin melamban. Semuanya saling berdoa mereka tak mendapatkan ujung depan botol tersebut.

 

 

“Aissh . . . .”desis Gabriel saat ujung botol depan tepat kearahnya. Dan ujung belakang botol menghadap kearah Ify. Gabriel sedikit takut Ify akan bertanya yang tidak-tidak. Apalagi Ify memiliki sifat iblis yang menakutkan.

 

 

“Truth or dare ?”ujar Ify dengan tenang. Gabriel nampak mempertimbang-timbangkan.

 

 

“Truth “jawab Gabriel. Untuk awal ini dia tidak ingin mengambil resiko besar. Ify mengangguk dan berfikir sebentar pertanyaan apa yang akan ia berikan kepada Gabriel.

“Apa reaksi loe jika tau.  bahwa seadnainya Shilla cuma manfaatin loe ?”semua mata langsung mengarah ke Shilla. Merasa kaget dengan pertanyaan Ify. Shilla yang terlihat binggung juga menatap Ify dengan tatapan tak mengerti. Ify hanya tersenyum santai membalas tatapan Shilla.

 

 

“Memanfaatkan ?”Tanya Gabriel binggung.

 

 

“Just question. Seandainya ? Seandainya”ujar Ify memperjelas kembali pertanyaanya. Gabriel mengangguk mengerti dan kini semua mata kembali mengarah ke Gabriel yang nampak berfikir. Pertanyaan Ify cukup strong  di awal-awal permainan seperti ini.

 

 

“Rekasi Gue . . . .”Gabriel melirik ke shilla yang juga sekarang menatapnya lekat-lekat.

 

 

“No problem. Gue rela kalau seandainya gue Cuma dimanfaatin. Dan gue percaya ke Shilla seutuhnya. “ujar Gabriel yakin.

 

 

“Owww . . . . . . eheemm . . .”dehem Rio, Alvin dan Cakka bersamaan. Iqbal pun yang mendengarnya hanya terkekeh pelan. Merasa aneh mendengar jawaban seperti itu.

 

 

“Oke next”ujar Ify dan memberikan botol tersebut ke Gabriel untuk diputar. Gabriel pun menerima botor itu dan segera memutarnya.

 

 

“Stoppp!!!”teriak semuannya. Dan akhirnya depan botol tersebut mengarah ke Alvin. Dan sekali lagi belakang botol mengarah ke Ify . Membuat gadis ini tersenyum kemenangan.

 

 

“Aisshh. .. “Desisi Alvin sedikit frustasi.

 

 

“Truth or Dare ??”Tanya Ify tanpa banyak fikir panjang.

 

 

“Karena gue cowok. Gue akan pilih dare “jawab Alvin yang terlihat menantang ke Ify.

 

“Okey !! “serempak Gabriel dan Cakka yang merasa antusias. Ify tersenyum remeh sebentar ke Alvin.

 

 

“Dare ? Oke. Tantangan gue gampang. Buka baju bagian atas loe “

 

 

“HEH??”teriak Alvin kaget sekaget-kagetnya. Sedangkan Rio, Gabriel dan Cakka sudah tertawa puas. Sivia dan Shilla pun ikut terkekeh mendengar tantangan Ify/

 

 

“Katanya Cowok. Cepet buka!!!”teriak Iqbal yang terlihat sangat puas sekali. Alvin menatap ify dengan tatapan sedikit kesal. Ify seolah tak peduli dengan tatapan Alvin dan hanya mengedikkan dagunya seolah berkata “cepet buka” kepada Alvin. Mau tak mau dan dengan rasa terpaksanya bercampur malu dikarenakan ada 3 cewek disini,  Alvin melepaskan kaos birunya.

 

 

“Uwww . . .. “seru yang lainnya saat Alvin sudah topless  bagian atas. Alvin sedikit tidak nyaman karena bagian tubuh atasnya sekarang tereskpore jelas.

 

 

“Gue sampai kapan lepas baju kayak gini ??”protes Alvin.

 

 

“Sampai permainan selesai “serempak semuanya dengan penuh kepuasan sedangkan Alvin menatap teman-temannya dengan wajah tak percaya.

 

 

“Next !!”teriak Alvin yang ingin cepat-cepat melanjutkan permainan dan ingin mencari mangsa. Ia merasa tak terima jika ia malu sendirian. Alvin pun segera memutar botol tersebut kembali dengan kekesalan yang membara dan dengan tubuh kulit putihnya terekspos jelas.

 

 

            Botol terus berputar dan sampai akhirnya botol tersebut tepat berhenti di depan ify. Dan ujung belakang mengarah ke Alvin.

 

 

“YEESS!!!”teriak Alvin snagat puas sekali seolah ia ingin membalas dendam kepada Ify. Sedangkan Ify cukup diam dan mencoba setenang mungkin.  Ia menatap Alvin dengan wajah datarnya dan tidak takut.

 

 

“Truth or Dare ?”

 

 

“Truth”jawab Ify dengan cepat. Alvin sedikit kecewa dengan pilihan Ify. Karena diotaknya ia sudah menyiapkan tantangan mematikan untuk Ify.  Dan secepat mungkin Alvin memfikirkan pertanyaan yang sangat mematikan bagi gadis di depannya itu.

 

 

“Jujur, Seberapa besar 7 tahun yang lalu loe cinta kepada Rio !!!”Tanya Alvin benar-benar meluapkan balas dendamnya. Ify nampak terlihat kaget dengan pertanyaan Alvin namun ia langsung merubah ekspresi kagetnya dengan ekspresi setenang mungkin. Rio menatap Alvin tajam, sedangkan Alvin seolah tak peduli. Dan yang lainnya pun nampak penasarn dengan jawaban Ify.

 

            Ify terdiam sedikit lama, membuat suasana hening sesaat. Gadis ini nampak terlihat berfikir, setelah menghembuskan nafasnya sekali. Ify menatap kea rah Rio .

 

 

“7 tahun lalu ? rasa gue ke Rio ? . Jujur ? “semuannya mengangguk terkecuali Rio yang sudah panas dingin sendiri. Padahal Ify sendiri santai dengan pertanyaan itu.

 

 

“Sangat besar sekali melebihi cintanya sendiri ke gue, Melebihi rasa sayang gue ke diri gue sendiri “semua nampaknya tak menyangka dengan jawaban dari Ify. Ify semakin menatap Rio dalam, Rio yang tak berani lagi membalas tatapan ify segera menundukkan kepalannya.

 

“ Karena dia cinta pertama gue, Karena dia Orang pertama yang merebut ciuman pertama gue. Dan dia adalah orang pertama yang berhasil menghancurkan hidup gue dalam sedetik. !”

 

 

            Ucapan terakhir Ify membuat semuanya menghening dalam sedetik. Alvin dan Cakka saling menatap merasa situasi ini semakin tak enak.

 

 

“Next!!”teriak cakka mencairkan suasana. Semuanya pun berpura-pura bersemangat ingin melanjutkan permainan ini yang semakin menegangkan.

 

 

“Bagaimana kalau kita acak tempat duduknya. Karena dari tadi yang mendapatkan kesempatan bertanya Ify “usul Gabriel dan langsung di setujui yang lainnya. Mereka pun segera mengacak tepat duduk mereka menjadi cowok, cewek, cowok, cewek. Alvin, Ify, Cakka, Shilla, Rio, Sivia, Gabriel.

 

 

“Perlebar duduk kalian. Biar semuanya mendapatkan “ujar Cakka dan membuat mereka semakin melebarkan lingkaran mereka dan memungkinkan untuk siapapun bertanya meskipun orang yang ditanyai duduk berada disampingnya.

 

 

            Ify pun segera memutar botol tersebut dengan kencang. Dan semuanya menunggu sampai kea rah mana botol itu berhenti.

 

 

“Woww . . .”semuanya berteriak tak menyangka. Bukan karena arah depan botol itu berhenti namun belakang botol itu berhenti lagi dihadapan ify. Ify tersenyum puas karena yang mendapatkan bagian depan tersebut adalah Sivia. Sivia menatap Ify cukup cemas.

 

 

“Truth or Dare ?”Sivia nampak berfikir sebentar.

 

 

“Dare”ujar Sivia yakin . Alasannya memilih tantangan adalah karena ia bisa melakukan apapun walaupun ekstrim. Ia tidak peduli. Namun jika ia disuruh untuk jujur, pasti Ify akan mengarah ke pertanyaan tentang Alvin dan ia tidak mau menjawab apapun tentang masa lalunya yang pahit.

 

 

“yakin ?”tanya Ifymemberi kesempatan Sivia untuk mengganti pilihannya. Namun Sivia tetap memilih Dare . Ify pun menerimannya dengan senang hati.

 

 

“Cium Cakka sekarang juga “ujar Ify tanpa beban

 

 

“HAH??!!!”Cakka, Alvin dan Sivia sama-sama berteriak Shock !!.. Gabriel dan Rio hanya bisa menggaruk-garuk kepala mereka yang tidak gatal. Mereka merasa permainan ini lama kelamaan menjadi ajang yang sangat ekstrim.

 

 

“Loe gak gila kan ??”teriak Alvin tepat ditelinga Ify . Dimana Alvin duduk disamping Ify.

 

 

“Why ? bukankah ini aturan permainannya ? Gue gak ngelanggar kan ?”

 

 

“Gue akan ngelakuinnya “ujar Sivia tak ingin ada pertengkaran antara Ify dan Alvin. Cakka menatap Sivia dengan tak percaya. Begitu juga dengan Alvin.

 

 

“Aisshh. . . “desisi Alvin yang sudah sangat kesal dengan Ify. Sivia menatap Alvin dengan tatapan meyakinkan. Alvin membuang muka begitu saja.

 

 

“Gue boleh nyium terserah kan ? tidak harus di bibir ?”Tanya Sivia tenang ke Ify

 

 

“Whatever “jawab ify santai. Sivia pun berdiri dan menghembuskan nafas beratnya sekali. Kemudian ia berjalan ke arah Cakka yang sudah membeku  dan tak bisa berbuat apapun. Alvin benar-benar memalingkan mukanya tak ingin melihat adegan itu. Gabriel dan Rio melihatnya dengan tatapan tak bisa lagi terbayangkan . Sivia pun tanpa minta izin dari Cakka langsung mencium pipi kanan Cakka.

 

 

“Oke Next!!”ujar Gabriel dengan cepat untuk menghilangkan ketegangan yang pasti terjadi antara Ify, Alvin, Cakka dan Sivia. Sivia pun kembali ke tempat duduknya dan segera memutar botol yang ada ditangannya yang sebelumnya sudah ia ambil.

 

 

            Botol yang diputar Sivia terus berputar dengan cepat dan sampai akhirnya depan botol tersebut berhenti di Cakka. Dan belakang botol itu mengarah ke Rio.

 

 

“Okey!!”teriak Rio sangat senang mendapatkan kesempatan berharga ini.

 

 

“Loe jangan aneh-aneh yo “ancam Cakka, namun Rio nampak sama sekali tak peduli.

 

 

“Truth or Dare ?”Tanya Rio tanpa menunggu lama.

 

 

“Truth “ujar Cakka tak mau mengalami nasib serupa seperti Sivia. Karena ia yakin Rio akan lebih aneh memberinya tantangan.

 

 

“Pertanyaanya . . . “Rio nampak berfikir sebentar.

 

 

“Jika Sivia ternyata milih loe, Apa loe tetap akan mempertahankan Sivia dan mengabaikan perasaan Saudara loe Alvin ?”

 

 

“Pertanyaan bodoh macam apa lagi ini “desisi Alvin snagat frustasi. Cakka menatap tajam Rio seolah pertanyaanya tak seharusnya Rio tanyakan. Namun Rio nampak tak peduli. Sivia hanya diam saja dan sedikit menundukkan kepalanya.

 

 

“Ayo jawab “suruh Ify yang ada di samping Cakka. Dengan sedikit terpaksa Cakka pun menjawab pertanyaan dari Rio.

 

 

“Gue . . . Gue . . . . Gue akan tetap mempertahankan Sivia di sisi gue, dan gak akan gak akan gue lepasin lagi bahkan gue serahkan ke saudara gue sekalipun. Gue akan mengabaikan perasaan saudara gue. “semuanya hanya bisa menganga tak percaya dengan jawaban Cakka. Sivia sudah memejamkan matanya kuat-kuat tak ingin lagi mendengarkan jawaban Cakka.Alvin mengapalkan kedua tangannya kuat-kuat , menatap Cakka sangat tajam sekali.

 

 

“Karena jika Alvin yang ada di sisi seperti gue, gue yakin dia akan melakukan hal yang sama seperti gue. “Alvin meredahkan emosinya. Ucapan akhir Cakka memang sangat benar. Jika dia ada diposisi Cakka pun ia pasti akan melakukan hal yang sama.

 

 

“gue setuju dengan jawaban loe”sahut Alvin dan mengembangkan senyumnya ke Cakka. Cakka bernafas legah karena ia berhasil memilih kata-kata yang sangat baik sehingga tak akan menyebabkan Alvin marah kepadanya atau adanya pertengkaran saudara.

 

 

“Next”ujar Cakka dan segera memutar botol yang ada didepannya.

 

 

            Botol tersebut berhenti lagi dihadapan Ify, dan bagian belakangnya menghadap ke Sivia. Sivia nampaknya puas mendapatkan kesempatan ini. Sivia menatap Ify tajam seolah ingin membalaskan dendamnya.

 

 

“Truth or Dare ?”Tanya Sivia sudah tak sabar lagi.

 

 

“Gue ingin tau bagaimana cara loe balas dendam ke gue”Sivia tersenyum puas sekali ternyata Ify memang bernyali besar. Sivia pun memfikirkan tantangan yang akan ia berikan kepada Ify.

 

 

“Okey!!!Malam yang semakin menengangkan “teriak Gabriel yang semakin semangat. Sivia pun bersiap mengucapkan tantangannya.

 

 

“Loe cium bibir Rio sekarang selama 10 detik”ujar Sivia sambil menyunggingkan senyum sinisnya ke Ify. Nampaknya Ify sudah menduga tantangan yang akan di berikan oleh Sivia.

 

 

“Gila . . . . “desisi Alvin, Cakka dan Gabriel. Mereka tak menyangka permainan ini semakin malam semakin tidak beres.

 

 

“Oke”Ify pun segera berdiri dari tempat duduknya. Ia lantas berjalan kea rah Rio. Menatap Rio yang binggung harus berbuat apa.

 

 

“Aisshh!! Permainan gila macam apa ini !!! . Lama-lama permainan ini berubah kea rah slaing bunuh”desis Iqbal yang langsung berdiri dan tak ingin menlanjutkan melihat permainan gila yang dilakukan orang-orang dewasa ini.

 

 

“Ma. Iqbal ke kamar”ujar Iqbal dan segera berjalan ke kemarnya. Sedikit ngeri dengan yang dilakukan orang-orang diruang tamu itu.

 

 

            Ify menatap Rio seolah menyuruh Rio untuk berdiri. Melihat Rio yang tidak berdiri, dengan cepat Ify menarik Rio membuat pria ini mau tak mau berdiri.

 

 

“Gue gak ada pilihan lain”ujar Ify kepada Rio lantas dengan cepat mendekatkan wajahnya ke Rio sampai akhirnya bibir mereka berdua saling bertaup menjadi satu. Rio memelototkan matanya sedangkan Ify menutup matannya.

 

 

“Satu “Sivia mulai menghitung. Karena yang lainnya hanya terbenggong menyaksikan apa yang terjadi didepan mereka.

 

 

“Dua “Rio mengepalkan kedua tangannya yang terus berkeringat. Merasa badanya benar-benar sangat panas sekarang

 

 

“Tiga”

 

 

“empat”Ify mencoba bersikap tenang dengan posisi seperti itu. Walaupun sebenarnya jantungnya berdetak sangat cepat saat ini. Dan ia juga dapat merasakan nafas hangat dari hidung Rio.

 

 

“Lima”

 

 

“Enam”

 

 

“Tujuh “

 

 

“Delapan”

 

 

“Sembilan”

 

 

“Sepuluh”Ify segera melepaskan bibirnya dari bibir Rio. Dan tanpa beban berjalan kembali ke tempat duduknya. Sivia menatap Ify dengan senyum paling puas merasa ia berhasil membalas Ify. Ify nampak tenang dan tak menghiraukan senyuman Sivia.

 

 

“Next”ujar Sivia dan Ify pun segera memutar botol itu kembali.

 

 

“WOOOOO . . . . “semuanya berteriak histeris terkecuali Ify dan Sivia yang saling bertatapan penuh arti. Kini botol itu berhenti di Sivia dan bagian belakang menghadap ke Ify. Ify tersenyum picik ke Sivia.

 

 

“Oh. . My. . God !!!”ujar Gabriel dan Cakka bersamaan. Sivia menampakkan raut wajah sedikit tegang saat ini.

 

 

“Truth or Dare Sivia ?”Ify memancing Sivia. Dan kali ini Sivia berfikir benar-benar keras. Jika ia memilih Dare sekali lagi. Ify akan membalasnya lebih kejam dari yang ia tantangankan kepada Ify.

 

 

“Truth”ujar Sivia sedikit ragu. Ify tertawa pelan dengan suara yang sinis.

 

 

“Loe takut sama gue ?”sindir Ify

 

 

“Gak”jawab Sivia mencoba tenang. Ify pun sudah menyiapkan satu pertanyaan mematikan di otaknya saat ini.

 

 

“Bagaimana perasaan loe ke Cakka ?”

 

 

“Heh ??”Alvin melirik ke Ify tajam. Gadis disebelahnya benar-benar gila akan member pertanyaan atau tantangan. Sivia menatap Ify tak percaya. Sivia nampak berfikir keras . Agar dia tak menyakiti sipapun baik Alvin ataupun Cakka.

 

 

“Perasaan gue kek Kak Cakka ?? Gue sayang sama dia. Karena dia adalah kakak yang sangat baik saat aku kecil dan sampai sekarang dia sangat sangat baik. Mempunyai charisma yang cukup kuat. “Cakka nampaknya merasa tersanjung dengan ucapan Sivia namun juga cukup kecewa merasa tak puas dengan jawaban Sivia. Alvin menghelakan nafas, karena Sivia tidak membicarakan suatu hal yang sama sekali tidak ia inginkan,. Karena ia pun tau bahwa Sivia masih cinta kepada cakka.

“Next!! “ujar Sivia keras mencoba menyemangati dirinnya sendiri dan dengan cepat memutar botolnya. Dan pada saat itu depan botol tersebut berhenti di Shillla dan belakangnya mengharah ke Alvin.

 

 

“Adek Shilla, Truth or Dare ?”Tanya Alvin yang seolah dimanis-maniskan. Shilla nampak sedikit takut dan ragu.

 

 

“Truth “jawab Shilla yang memang tak ada pilihan lain. Yang ia takutkan jika memilih dare , Alvin akan menyuruhnya mencium Gabriel atau apapun dan pasti tentang Gabriel.

 

 

“Oke. Adek Shilla. Pertanyaan kak Alvin sangat gampang sekalil. Cakepan mana Kak Alvin atau kak Gabriel ??”

 

 

            Rio, Cakka dan Gabriel menatap Alvin dengan tatapan sangat skiptis. Apalagi tatapan Gabriel yang paling taja,. Shilla cukup kaget dengan pertanyaan Alvin yang tergolong aneh. Namun setidaknya Shilla bersyukur Alvin tidak menanyinya dengan pertanyaan yang aneh-aneh.

 

 

“Jijik banget sumpah “desis Rio sedikit gemas dengan Alvin.

 

 

“Kenapa ? Ada yang salah sama pertanyaan gue ?Sewot banget sih loe semua “balas Alvin tak mau kalah.

 

 

“Pertanyaan loe sia-sia. Ya jelas cakepan gue lah “ujar Gabriel sangat bangga dan sangat percaya bahwa Shilla akan mengucapkan namannya.

 

 

“gimana Shil ??”Tanya Alvin sambil menaik turunkan alisnya seolah sedang merayu Shilla.

 

 

“Siapa ya ??”Shilla nampaknya juga binggung. Ia memang sudah mengenal dua orang itu sangat lama. Dan tentu saja baginya yang paling sempurna adalah Gabriel.

 

 

“Gabriel”jawab Shila dengan datar dan membuat Alvin tersenyum kecut sedangkan Gabriel tertawa sangat puas.

 

 

“Pertanyaan loe gak mutu sih”ujar Cakka sambil melemparkan botol kea rah Alvin.

 

 

“Berisik loe semua!!”sewot Alvin. Lantas memberikan botol tersebut ke SHilla.

 

 

“Putar Shil”suruh Gabriel. Shilla mengangguk dan memutar botol yang ada ditangannya

 

 

            Dan kali ini depan botol tersebut berhenti dihadapan Rio dan belakangnya menghadap kea rah Gabriel. Membuat Rio menatap Gabriel dengan tatapan tegang dan takut. Karena Gabriel pasti akan memberikan suatu hal yang macam-macam kepadannya.

 

 

 

“Truth or Dare ?”Tanya Gabriel kepada Rio. Rio menghembuskan nafas beratnya.

 

 

“Dare . Dare. Cowok itu harus Dare . “seru Alvin mengompor-ngompori Rio.

 

 

“Dare Dare Dare “ujar Rio dengan malas. Walaupun ia tau akan konsekuensi yang ia dapat karena tak akan bedanya bagi dia memilih antara Dare ataupun Truth.

 

 

“Okey!!”seru Gabriel dan Alvin yang paling semangat. Gabriel nampak berfikir namun ia menangkap kode Alvin yang sedang melirik kea rah Ify setekah itu menatapnya dan melirik ke Ify lagi begitu berulang-ulang. Gabriel nampaknya mengerti kode dari Alvin.

 

 

“Bopong Ify sambil scotjam 50 kali lalu bilang” Alyssa aku sangat sangat minta maaf “ “ “Rio menatap Gabriel tak percaya. Gabriel nampak tak peduli derita yang akan dihadapi Rio.

 

 

“Ayo”seru Ify yang sudah berdiri. Semuanya kini menghadap ke Ify dengan terbenggong. APalagi Rio yang binggung dengan ucapan Ify.

 

 

“Ayo Yo !! si Ify aja udah berdiri”ujar Alvin membuat Rio mau tak mau berdiri. Rio berjalan mendekati Ify yang juga menatapnya. Rio merasa sedikit gugup. Ify pun santai aja dengan tantangan Gabriel untuk Rio yang membawa-bawa dirinnya. Karena ia berfikir inihanyalah permainan.

 

            Rio pun lantas membopong depan tubuh Ify dengan kedua tangannya. Dan dengan spontan Ify mengalungkan kedua tangannya ke leher Rio membuat jarak mereka terlihat sangat dekat.

 

 

“Alyssa aku sangat sangat minta maaf”Rio mulai melakukan scotjam dan menahan tubuh Ify di tangannya.

 

 

“Satu”seru anak-anak lainnya.

 

 

“Alyssa aku sangat sangat minta maaf”

 

 

“Dua “

 

 

“Alyssa aku sangat sangat minta maaf”

 

 

“Tiga”

 

 

“Alyssa aku sangat sangat minta maaf”

 

 

“Empat”

 

              Rio mulai berkeringat , namun ia tetap menguatkan tenagannya dan ototnya. Ia terus melakukan scotjam sambil mengucapkan “Alyssa aku sangat sangat minta maaf “          dan ditangannya terdapat Ify. Tantangan yang memang cukup berat. Namun Rio semampu mungkin melakukan tantangan ini. Karena Rio pun melakukan tantangan ini tidak semata-matakarena games atau tantangan yang diberikan oleh Gabriel. Karena ia memang ingin meminta maaf kepada Ify.

 

 

“Aly . . ssa aku  . . aku . . san . . .gat sa. . .ngat min . . ta ahhhhss . . .  maaf”

 

 

“49”Wajah Rio mulai memerah, tangannya sudah pada titik maksimal kekuatannya. Rasanya ingin ia lepaskan Ify dari kedua tangannya. Namun ia sudah sejauh ini dan kurang 1 hitungan lagi

 

 

“ALYSSA AKU SANGAT SANGAT MINTA MAAF”teriak Rio sangat keras dan melakukan scotjam terakhirnya. Setelah itu ia melepaskan Ify dari bopongannya dan terduduk lemas. Kaki dan tangannya rasanya ingin putus dari organ tubuhnya.

 

 

“Wowww keren “seru yang lainnya member applause kepada Rio. Sedangkan Ify duduk kembali ke posisinya dengan tenang.

 

 

            Rio segera bangkit kembali dan mengambil botol yang ada didepannya. Setelah itu memutarnya dengan cepat. Dan untuk kesekian kalinnya bagian depan botol itu berhenti di hadapan Sivia dan bagian belakangnya menghadap ke Ify.

 

“Aissh. . “desisi Sivia sangat kesal sekali. Ify malah tersenyum palsu ke Sivia.

 

 

“Truth or Dare ?”Tanya Ify seperti ingin mengajak perang.

 

 

“Truth”jawab Sivia cepat. Ia tak peduli lagi apa yang akan dilakukan Ify kali ini kepadanya atau pertanyaan Ify yang akan membuatnya terpojok.  Ify tersenyum sebentar. Lalu mulai membuka suarannya.

 

 

“Pertanyaan gue simple. Cakka atau Alvin ?”  sial !  !!itulah kata yang terpekik di otak dan batin Sivia. Ia sama sekali tak berfikir jika Ify akan bertanya seperti ini. Baik Alvin dan Cakka mulai cemas sendiri. Disisi lain mereka berdua nampak kasihan kepada Sivia karena kebinggungan namun disisi lainnya lagi mereka sedikit berterima kasih kepada Ify menanyakan pertanyaan ini.

 

 

“Cakka atau Alvin ?”ulang Ify sekali lagi membuat Sivia semakin terpojokkan.

 

 

“Jawab aja Vi. Kita berdua siap menerima semua jawaban kamu “ujar Cakka mencoba menenangkan Sivia. Alvin pun mengnggukkan kepalannya. Sivia mengigit bibirnya tegang. Ia menatap Ify yang sangat puas sekali dengan kebingungannya saat ini.

 

 

“Sampai loe kena gue. Mampus loe !!”batin Sivia berkobar-kobar merasa kesal dengan gadis itu.

 

 

“Alvin”jawab Sivia singkat padat dan jelas dan langsung mengambil botol dihadapannya dan memutarnya seolah tak peduli apapun lagi.

 

           

Semuanya nampak Shock dengan jawaban Sivia. Cakka yang kecewa hanya bisa tersenyum miris, namun ia harus menerima kenyataan tersebut. Sedangkan Alvin tersenyum begitu bahagia dan tak berhenti untuk menatap Sivia yang hanya bisa menunduk.

 

 

“OKEY!”teriak Sivia sangat puas. Tak disangka putarannya dan doanya terkabulkan. Kini bagian depan botol tersebut mengena ke Ify dan bagian belakangnya tepat pada dirinnya. Dan Ify hanya merespon dengan senyum santai.

 

 

“Truth or Dare ?”Tanya Sivia cepat.

 

 

“Santai mbak. Gue lagi mikir “ujar Ify dengan nada sedikit tak enak. Sivia pun tak menanggapinya.

 

 

“Dare”ujar Ify kemudian. Sivia menganggukan kepalannya 3 kali dan tanpa fikir panjang ia langsung memberikan tantangan kepada Ify.

 

 

“Loe ciuman sama Rio 10 menit nonstop gak boleh Cuma bibir nempel !! “ujar Sivia dengan mata penuh kobaran api.

 

 

“Loe lagi nyuruh gue buat film panas ??”sindir Ify tajam.

 

 

“Just Kissing in deep”balas Sivia tak kalah tajam.

 

 

“Aisshh!!! Vi loe gak gila kan !!! “protes Rio tak terima. Sivia menggelengkan kepalannya tanpa beban.

 

 

“Sepertinya permainan ini semakin lama akan semakin bahaya guys  . . “gidik Alvin merinding dan diangguki oleh yang lainnya. Ify menatap Sivia dengan tatapan tajam seolah berkata“Thanks!!”

 

 

“Welcome “jawab Sivia dengan nada suara pelan. Ify pun mau tak mau harus melakukannya. Ify mulai berdiri dari tempat duduknya. Semua menatap Ify dengan meneguk ludah mereka tak percaya. Ify benar-benar akan melakukannya.

 

 

“Gue gak mau!!! “tolak Rio  dengan cepat. Sivia menatap Ify dan Rio bergantian.

 

 

“Konsekuensi seperti aturan awal. Yang tidak mau melakukannya diharuskan tidur dikamar yang sama “ujar Sivia santai.

 

 

“Loe mau tidur sekamar sama gue ??”Tanya Ify dengan nada tak enak kepada Rio. Dan kali ini Rio nampak berfikir ulang. Bisa jadi penyetan tempe jika semalaman ia bersama dengan Ify. Mungkin paginya ia sudah meninggal seketika akibat jantungnya naik turun akibat ucapan-ucapan tajam Ify dan sikap mematikan Ify.

 

 

“gak. Thanks”jawab Rio dengan cepat.

 

“Yaudah pilihan satu-satunya tantangan Sivia harus kita lakukan “Rio menggaruk-garuk kepala belakangnya dengan wajah yang sedikit kesal.

 

 

“Siapa yang dihukum siapa juga yang kena”desisi Rio merasa tak nyaman. Bukan karena dia tidak cinta lagi dengan Ify atau tidak menyukai Ify, namun dengan hubungan mereka yang tidak baik. Dan Ify sangat membencinya lalu tiba-tiba melakukan sebuah “kissng in deep” maka akan terasa sangat tidak tidak tidak nyaman. Baik dirinnya dan juga Ify.

 

 

“Ayo lakuin”ujar Sivia mengingatkan. Ify mendesisi kesal ke Sivia  , setelah itu ia berjalan mendekati Rio.

 

            Mereka berdua nampak ragu melakukannya atau tidak. Ify menghembuskan nafasnya beberapa kali dengan wajah paling tenang. Sedangkan Rio sudah sibuk dengan dunianya sendiri atau bisa dibilang kebingungan. Dan yang lainnya mulai menatap kedua orang ini tanpa kedip.

 

 

“gue gak ada pilihan lahin”ujar Ify pelan dan perlahan mulai mengalungkan kedua tangannya keleher Rio. Rio hanya diam dan menatap Ify yang juga sedang menatapnya. Ify mulai mendekatkan wajahnya ke Rio dan sampai akhirnya bibir mereka berdua saling menempel.

 

           

            Mereka berdua sama-sama diam dan saling menatap. Ify sedikit melototkan matanya ke Rio seolah berkata “bantu gue”. Rio mengalihkan pandangannya sebentar ke arah lain setelah itu menatap Ify kembali.

 

 

“Loe sendiri yang menginginkannya “batin Rio memutskan.  Dan saat itu juga kedua tangannya ia lingkarkan ke pinggang Ify dan lebih menekan tubuh Ify agar dekat dengannya. Ify nampak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Rio.

 

 

“Uwwsss . . . “seru yang lainnya yang tak kalah kaget seperti Ify. Namun tak beberapa lama mereka diam kembali dan konsen dengan mata dan pandangan masing-masing.

 

 

            Rio mengawali melakukan “Kissing In deep” yang dimaksudkan oleh Sivia. Perlahan Rio membuka bibirnya sedikit demi sedikit menciumi bibir Ify bersamaan dengan ia menutup matannya menikmati  ciumannya. Untuk beberapa saat Ify hanya diam tak membalas ciuman Rio. Namun detik berikutnya Ify ikut mengikuti permainan kissing  dari Rio. Ify perlahan memejamkan matannya dan lebih mengeratkan kalungan tanganya di leher Rio .

 

Gleekk

 

            Alvin, Sivia , Cakka, Shilla dan Gabriel hanya bisa menekuk ludah mereka dalam-dalam melihat pandangan so hot dan live seperti ini. Mulut mereka benar-benar terbuka dengan lebar tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

 

            Ify dan Rio terlihat sangat menikmati ciuman mereka. Dan lama kelamaan ciuman mereka menjadi semakin panas. Membuat Shilla langsung menutup matannya merasa merinding dengan apa yang ia lihat.

 

 

“GILAA!!! “pekik Alvin yang lagsung meletakkan kedua tangannya diatas kepalannya merasa tak sanggup juga melihat adegan Ify dan Rio . Apalagi mereka berdua mulai mengeluarkan suara desahan-desahan dan dengan kepala yang terus bergantian kekiri dan kekanan.

 

 

“Loe igila Vi!! “ujar Gabriel kepada Sivia. Sedangkan Sivia tak menanggapi pernyataan Gabriel dan menatap kedua orang hot disana dengan tatapan tak percaya .

 

 

“Ayo kita kembali ke kamar Shil. Permainan ini kalau diterusin bisa jadi film porno”ujar Gabriel yang langsung menggeret Shilla berdiri dan beranjak dari sana.

 

 

“Vin. Vin gue udah gak sanggup. Gue kembali ke kamar “ujar Cakka yang ikut nyerah juga dan dengan gerakan cepat berlari ke kamarnya.

 

 

“Vin. Kembali ke kamar yuk. Ngeri gue “ujar Sivia panas dingin. Dan tanpa fikir panjang Alvin segera menggeret Sivia pergi dari ruang tamu.

 

 

            7 menit telah berlalu, dan kedua orang ini masih saling bertaut semakin panas, mereka seolah tak sadar teman-teman mereka telah meninggalkan mereka. Dan terhanyut akan ciuman panas mereka.

 

            Dan entah mengapa, Ify merasakan sesuatu yang berbeda yang ia rasakan akan ciuman Rio. Meskipun ciuman tersebut begitu panas dan dalam namun Ify merasa suatu kelembutan tersembunyi yang diberikan oleh Rio.

 

            Suara dencitan antar bibir mereka berdua semakin terdengar dan desahan mereka pun semakin keluar berulang-ulang. Rio mulai tak bisa berfikir normal dan masuk dalam duniannya sekarang begitu juga dengan Ify.

 

 

            10 menit pun berlalu, namun mereka masih tak melepaskan ciuman panas mereka. Dan siapa sangka mereka berdua semakin menjadi. Seperti orang yang kemasukan iblis cinta . Rio perlahan mendorong tubuh Ify selangkah demi langkah menuju sofa tanpa melepaskan ciuman mereka. Ify pun mengikuti arah dorongan Rio.

 

BRukkk . . .

 

            Tubuh Ify dan Rio bersamaan terhempas ke atas sofa yang ada diruang tamu. Dengan posisi Ify berada di bawah dan Rio berada diatas dan tangannya sebagai pondasi agar tidak menindih Ify seutuhnya. Kedua tangan Ify pun masih melingkar erat di leher Rio. Mereka semakin panas melakukan kissing in deep tersebut.

 

            15 menit berlalu tanpa terlepaskan, kedua orang ini terus saja meneruskan ciuman mereka. Tidak peduli kanan kiri . mereka tetap menutup mata mereka dan semakin dalam melakukan ciuman tersebut.

 

 

“Emm . .. .  . “Ify mulai melepaskan ciuman Rio.dengan mendorong tubuh Rio, Mau tak mau Rio pun akhirnya melepaskannya. Mereka tetap pada posisi tersebut, saling menatap dengan nafas yang saling beradu.

 

 

Ify menegukkan ludahnya sesaat begitu juga dengan Rio. Cukup lama mereka saling bertatapan.

 

 

“Gue mau ke kamar “ujar Ify dan dengan cepat mendorong tubuh Rio dan berdiri dari sofa. Ify menjernihkan otaknya yang beberapa menit lalu sedang eror. Rio terduduk di sofa dengan masih blank . Mengingat kelakukan bodoh macam apa yang telah ia lakukan .

 

 

            Ify pun berjalan meninggalkan Rio sendirian disana, Ify dengan cepat menaiki tangga dan kembali ke kamarnya. Dan Rio dengan fikiran kosongnya di sofa.

 

 

“Apa yang barusan gue lakukan ?”

 

 

“Aisshh. Bodoh banget . . . “

 

 

            Rio menjambak-jambak rambutnya sedikit frustasi. Meskipun tersimpan sedikit perasaan senang dihatinya namun kenyataan bahwa Ify begitu sangat membencinya datang lagi dan sangat mengganggunya.

 

 

“Andai saja itu nyata dari hati loe “lirih Rio pelan yang begitu berharap.

 

           

            Dan tak mau lama-lama berandai-andai dan memfikirkan yang tidak-tidak. Rio segera berdiri dari sofa dan berjalan menuju kamarnya. Mala mini memang malam yang panjang dan menegangkan yang pernah ia alami.

 

 

Bersambung. . . .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s