REVIL – 22 “One by One ?”

Part Twenty Two of Revenge of Devil  >> follow @luckvy_s . Read and comment . thankyou all😀 .

PG-13 (pengawasan Bapak/Ibu) .

 

REVIL – 22

“One by One ?”

 

“Ada apa ?”Tanya Cakka mendekati Ify dan Rio. Rio menghembuskan nafas beratnya sekali lagi.

 

“Semua dapur kosong. Makanan, Minuman, Bahkan air di westafle juga gak bisa keluar. Kulkas bersih gak ada apapun”ujar Rio membuat mereka semua membelakakan mata tak percaya.

 

“Kolam renang juga sama sekali tidak ada airnya, padahal semalam waktu gue kebelakang airnya masih penuh”lanjut Ify menjelaskan situasi saat ini membuat mereka semakin melemas. Situasi yang tak pernah tebayangkan. Otak yang sudah panas , mereka rasakan semakin panas, Kelemasan seluruh tubuh mulai menjalar, Tulang-tulang mereka seolah patah perlahan-lahan. Ketakutan semakin melanda padahal keadaan sudah pagi. Mereka tak bisa membayangkan jika sampai malam nanti mereka masih disini.

 

“Bagaimana ini ?? Kita harus keluar dari sini!!!! “takut Sivia semakin merangkul anaknya. Iqbal pun sama seperti mamanya sama ketakutannya.

 

“Sumpah . ini gak lucu!!! Siapa yang ngelakuin cepet ngaku!!! . “bentak Alvin keluar kendali. Ia berharap bahwa ini hanya lelucon yang dibuat oleh salah satu dari mereka. Namun melihat semua temannya hanya diam dan terlihat sama frustasinya dengan dirinnya sepertinya bukan teman-teman mereka yang melakukan ini.

 

“Cepat periksa kamar mandi kamar kalian. Apakah ada air disana, Kalau tidak benar-benar mati kita disini”ujar Cakka gugup. Dan mereka semua pun mulai menyebar memeriksa kamar mereka satu persatu, menepis ketakutan mereka sesaat. Toh, hari sudah pagi matahari semakin terang masuk kedalam celah-celah rumah ini.

 

            Suara kamar terbuka terdengar di seluruh ruangan, mereka semua berpencar dan mengecek kamar mandi kamar mereka. Dan berusaha menemukan barang apapun yang berguna. Setelah 15 menit berpencar dengan cepat mereka semua kembali lagi ke ruang tamu.

 

“Air di kamar gue kosong. Toilet pun tersumbat gak bisa digunakan”ujar Gabriel yang sampai pertama di ruang tamu.

 

“Kamar gue gak ada airnya juga”ujar Sivia lemas dan menuruni tangga.

 

“Nothing”ujar Ify yang berjalan di belakang Ify, Shilla pun hanya menggelengkan kepalannya menandakan jawabannya sama seperti Sivia dan Ify.

 

“Kamar gue juga”

 

“gue juga”

 

“gue juga”

 

            Mereka semua terduduk dibawah lantai ruang tamu, sama-sama diam dan mecoba memfikirkan situasi yang dihadapi mereka saat ini adalah bukan lelucon semata. Ini semua memang benar terjadi pada mereka. Ada yang mengincar nyawa-nyawa mereka.

 

“Gue gak mau mati disini. Gue mau pulang!!!!”teriak Ify penuh emosi. Ketakutan bercampur rasa marahnya menjadi satu saat ini. Tempramennya mulai keluar di kondisi saat ini.

 

“Gimana pun carannya kita harus keluar disini. Ayo sekali lagi kita dobrak pintunnya”ujar Rio , ia berdiri dari tempat duduknya. Alvin menggelengkan kepalannya lemas.

 

“Percuma yo, 100 kali pun kita nyoba buka, Pintu itu tidak akan terbuka. Jalan satu-satunya kita harus menemukan jalan lain “jelas Alvin yang disetujui oleh Gabriel dan Cakka.

 

“Walaupun kita bisa bertahan disini tidak akan lama, Jika hanya makanan saja yang tidak ada itu mungkin tidak apa-apa kita bisa menahannya. Namun jika air pun kita tidak dapat, tidak perlu menunggu besok. Bisa-bisa tengah malam nanti kita bisa mati dehidrasi”lanjutnya membuat bulu kuduk mereka seketika medingin sendiri. Mereka tak bisa lagi membayangkan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang akan mereka hadapi.

 

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ?”Tanya Sivia berharap aka nada solusi bagi kondisi mencekamkan yang terjadi pada mereka.

 

“Kita tidak akan mati kan Ma .. “lirih Iqbal yang masih takut dan semakin takut. Sivia tak bisa menjawab apapun dan hanya bisa merangkul sang anak. Memberi kekuatan dan ketenangan untuk saat ini.

 

“Hal yang terpenting, kita harus menyimpan energy kita baik-baik, mencari sesuatu yang bisa menolong kita, atau pun sisa-sisa air dimanapun atau makanan yang bisa ditemukan. “jelas Cakka yang hanya bisa menyarankan hal tersebut saat ini.

 

            Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi, mereka maish saja terdiam di ruang tamu, diam dan terus berfikir berharap dan berdoa agar menemukan jalan untuk keluar. Alvin membuka notebooknya dan mencoba menyalakan modemnya dan sama sekali ia tak menemukan sinyal disini.

 

“Charge ponsel Gabriel “suruh Cakka kepada Alvin , Rio yang membawa ponsel Gabriel segera menyerahkan ponsel tersebut. Dan Gabriel pun segera melemparkan kabel USB.nya ke Alvin. Dengan cepat Alvin memasukkan kabel USB itu ke notebooknya dan menyambungkannya ke ponsel Gabriel.

 

“Aku akan mencari dibelakang mungkin ada sesuatu yang bisa menolong kita”ujar Ify yang tidak mau tinggal diam. Ia berfikir jika ia tidak melakukan apa-apa hanya meratapi nasib dan menyerah seperti ini mungkin ia akan benar-benar mati konyol di rumah ini.

 

“Gue ikut”sahut Cakka dan segera mengikuti Ify dari belakang. Rio hanya bisa melihat punggung kedua orang itu dari belakang. Jujur saja ia pun ingin ikut hanya saja ia tidak tega meninggalkan jasad adiknya yang semakin membiru, rasanya banyak sekali kesalahan ke dia kepada sang adik.

****

            Ify dan Cakka memutari belakang rumah mencari sesuatu disana yang bisa mereka gunakan. Mereka melihat sebuah kamar kecil yang sepertinya bisa dibilang gudang disana. Ify dan Cakka saling bertatapan sebentar memfikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi didalam sana.

 

“Kita kesana?”Tanya Cakka meminta pendapat Ify.

 

“Loe takut :?”sahut Ify dengan tatapan masih tenang. Dan berusaha mengontrol dirinnya sendiri.

 

“Gak”jawab Cakka cepat. Dan setelah itu Ify dan Cakka segera berjalan mendekati gudang tersebut. Ify berdiri di belakang Cakka atas suruhan Cakka. Perlahan Cakka membuka gudang itu.

 

            Petang, tak ada pencahayaan apapun, mereka tak bisa melihat apapun. Tempat ini begitu menyeramkan. Cakka segera mengeluarkan ponselnya begitu juga dengan Ify. Mereka mengarahkan layar ponsel mereka ke gudang tersebut.

            Cakka mencoba berjalan lebih mendekat lebih tepatnya masuk kedalam, Ify yang tak mau diam saja di luar pun ikut masuk. Mereka menemukan 3  bungkus Roti sedang disana yang bungkusnya sudah dipenuhi debu-debu. Dan juga 3 gelas air putih terbungkus tak beraturan. Cakka segera memungutinnya satu persatu .

 

“Gue nemu lilin”ujar Ify dan dengan cepat memungutnya. Lilin yang sudah tak berbentuk dan bisa dibilang terkena banyak debu dan bagian bawahnya sudah patah. Namun Ify tak berfikir panjang dan cepat mengambilnya saja.

 

            Setelah merasa tidak ada apapun lagi. Cakka dan ify keluar dari sana. Dan menutup gudang kembali. Ify membalikkan badannya dan menatap kolam renang yang kosong itu. Ia mengeryitkan keningnya.

 

“Ayo fy “ajak Cakka, Ify tersadar dari lamunanya dan menyusul Cakka yang berada didepannya. Mereka berdua segera kembali ke dalam berjalan menuju Ruang tamu tempat teman-temannya berada.

****

            Ify dan Cakka meletakkan apa yang mereka temukan, Sivia, Shilla, Rio, Gabriel, Alvin mengernyitkan mereka terlihat sedikit jijik dengan roti yang dibawah Cakka sudah terlihat menjamur dimana-mana. Alvin mencoba mencari Exp. Date yang ada dimakanan tersebut.

 

“GILA .!! Ini sudah setahun yang lalu”Alvin segera melemparkan roti tersebut.

 

“Bagaimana kita bisa makan benda menjijikan itu. Errrr. Jamurnya aja udah dimana-mana”lanjut Alvin merinding sendiri.

 

“Setidaknya kita menemukan itu. Dan untuk air.nya kita bagi rata karena hanya ada 3 gelas saja. “Cakka mengambil segelas air minum dan juga memeriksa Exp. Date.

 

“Airnya masih aman untuk di minum. Kita harus menyimpan energy kita. Jangan ada yang minum air ini sampai kalian benar-benar merasa haus”jela Cakka kembali dan disetujui oleh yang lainnya.

 

            Hari semakin siang, panas mulai dirasakan oleh mereka. Keringat mulai mengalir di tubuh mereka. Mereka tetap terjaga dalam diam, walaupun rasa ngantuk mulai menyerang mereka akibat semalam mereka hnya tidur 2 jam saja. Cakka melihat para gadis mulai tak tega.

 

“Yang cewek tidur aja gak apa-apa. Kalian pasti capek. Untuk yang cowok kita bagi tugas jaga. “

 

“Gabriel dan Iqbal jaga di siang hari. Jadi yang lainnya boleh tidur . “

 

“Rio dan . . . .”

“Gue”sahut Ify mengajukkan dirinnya sendiri. Toh , dari anak-anak perempuan yang lainnya ia yang paling berani.

 

“Baiklah, Rio dan Ify kalian jaga jam 6 sampai jam 11saja untuk Ify, dan Untuk Rio sampai jam 1. “

 

“Gue dan Alvin akan jaga sampai pagi jam 11 . dan itu akan terus seperti itu sampai kita keluar dari sini. “ujar Cakka memberikan penjelasannya. Dan sekali lagi mereka hanya bisa mengangguk setuju. Fikiran mereka sudah tidak bisa lagi untuk menolak segala apapun ucapan Cakka. Cukup letih bagi mereka menyuruh otak mereka berfikir kembali.

****

            Waktu terus berjalan, hari pun mulai berjalan gelap. Ketegangan semakin menyelimuti mereka. Takut apa yang akan terjadi lagi malam ini. Rasa lapar dan haus mulai menyerang tubuh mereka. Ditambah lagi panasnya keadaan rumah ini yang memang tanpa listrik. Mereka pun sudah sekali lagi mencari tempat atau celah agar bisa digunakan keluar dari sini. Namun percuma mereka tidak menemukan apapun.

 

“Minum ini, bagi rata “suruh Cakka membuka satu gelas air minum. Ia pun mulai meminumnya satu tegukan sedikit sekali. Setidaknya bisa membuat tenggorokannya kembali basah. Cakka memberikannya kepada Alvin. Alvin pun tak ingin egois walau rasa hausnya sangat besar, ia berusaha menahannya dan meminum sama sedikitnya seperti Cakka. Setelah itu memberikannya kepada Sivia, Sivia ke Iqbal, Iqbal ke Shilla, Shilla ke Ify, Ify memberikannya ke Gabriel dan Gabriel ke Rio.

 

            Keadaan mereka semua benar-benar memriskan. 1 gelas aqua digunakan untuk 8 orang tentu jelas mereka masih merasa haus. Namun mau bagaimana lagi, Jika tidak seperti itu maka mereka bisa mati besok.

 

KRYUUUKK. . .

 

            Suara perut Iqbal terdengar nyaring, Iqbal memegangi perutnya yang terasa perih. Cacing-cacingnya mungkin sudah berteriak-teriak disana meminta asupan nutrisi kepada Iqbal.

 

“Ma Lapar . . “lirih Iqbal pelan. Sivia merasa tak tega melihat wajah Iqbal seperti itu.

 

“Tahan ya Bal. Sebentar lagi kita pasti keluar dari sini “balas Sivia dengan wajah yang miris. Ia melirik roti yang berada tak jauh darinnya. Merasa ngeri jika ia harus memberikan roti itu kepada Iqbal.

 

“Cakk loe sama Alvin tidur dulu aja. Buat save energi. Gue dan Ify akan jaga-jaga dan anak-anak yang lainnya juga pastinya masih belum ngantuk”ujar Rio menyuruh Alvin dan Cakka. Mereka berdua pun menurut dan mulai mengambil posisi untuk tidur sebentar sebelum waktu jaga mereka.

 

            Hari sudah mulai gelap kembali. Sebelum tidur, Alvin menyalakkan senter yang ada di ponsel Gabriel yang ia taruh ditengah-tengah sebagai penerangan. Kemudian ia beranjak tidur. Rumah ini kembali menyeramkan lagi.

            Terdengar suara pohon-pohon bergerak diluar sepertinya angin malam hari ini begitu sangat kencang. Ify berdiri dari duduknya , ia berjalan kea rah pintu rumah tersebut.

            Rio hanya memperhatikan saja apa yang dilakukan oleh gadis itu. Bukan hanya Rio, Shilla, Gabriel dan Sivia yang masih terjaga pun mulai mengarahkan pandagan mereka ke Ify. Merasa penasaran dengan apaa yang dilakukan oleh gadis itu.

 

“Bagaimana bisa pintu ini tertutup seperti ini?”Ify mulai membuka suarannya mempertanyakan suatu pertanyaan yang tidak ada yang bisa menjawabnya.

 

“Aisshh. . .”desisi Ify dan kembali duduk.

 

            Mereka terdiam kembali tak ada yang bersuara, Sikap waspada tetap mereka tunjukkan. Takut terjadi apa-apa setelah ini.

            Shilla menyenderkan tubuhnya ke tembok, Perutnya terasa sangat perih , bibirnya mulai mengering dan memucat. Keringatnya pun tak berhenti keluar.

 

“Aww. . ..”ringis Shilla lemas meremas perutnya yang terasa perih.

 

“Shill loe gak apa-apa kan ?”Tanya Rio yang pertama kali menangkap kondisi Shilla, Shilla menggeleng lemas. Gabriel segera mendekati Shilla.

 

“Shill loe pucat banget ? loe gak apa-apa kan?”Tanya Gabriel mulai cemas. Sekali lagi Shilla hanya menggeleng lemas.

 

“Kasih dia minum iel. Bibirnya kering banget . “suruh Rio, Gabriel Nampak berfikir.

 

“Gak usah”lirih Shilla. Ia tidak bisa egois seperti ini. Yang lainnya pun pasti sama hausnya seperti dirinnya saat ini.

 

“Udah iel cepat kasih Shilla minum”suruh Rio tetap memaksa. Ia melemparkan satu gelas air minum ke Gabriel. Sedangkan Gabriel masih terlihat kebinggungan.

 

“Gak usah kak. Kasihan yang lainnya pasti haus sama seperti Shilla”lirih Shilla semakin melema.s Melihat Shilla yang tak punya tenaga seperti itu membuat Gabriel sangat kasihan sekali.

 

“Cepat kasih minum bodoh!! “bentak Ify yang jujur saja tak tega melihat kondisi Shilla saat ini. Gabriel masih saja diam.

 

“Aisshh!!! Loe mau nambak mayat lagi disini!!!”sentak Ify tajam dan segera merebut gelas minuman tersebut dari tangan Gabriel dan membuka bungkus atasnya. Setelah itu mendekatkannya ke mulut Shilla. Membantu Shilla untuk minum.

 

“Minum lagi”suruh Ify kepada Shilla, dan mau tak mau Shilla menghabiskan air minum tersebut. Ify menahan dirinnya akan rasa hausnya. Ia masih kuat menyimpan energinnya. Tapi ia tidak yakin akan keesokan harinnya.

 

****

            Jam menunjukkan pukul setengah 12 malam, Malam semakin lebih mencekamkan dan menakutkan dari semula. Ify mulai mengantuk, namun ia menahan matannya untuk tidak tertutup. Semua anak pun tak ada yang tidur. Mereka merasakan benar-benar kelaparan saat ini.

 

“Ma lapar . ..”ringgis Iqbal yang mengalami kondisi seperti Shilla.

 

“Kamu tidur aja bal. Buat mata kamu terpejam”suruh Sivia.

 

“gak bisa ma, Perut Iqbal sakit rasannya. “suara iqbal terdengar mulai serak. Pria kecil ini memang benar-benar sangat lapar sekali.

 

“Loe gak gila kan ngasih itu ke anak loe. “ujar Ify mengingatkan Sivia, saat gadis itu melihat lagi kea rah roti yang sudah tak layak makan.

 

“Tahan bal. Mama mohon tahan”suruh Sivia dan mau tak mau Iqbal menurut saja. Iqbal berusaha memejamkan matannya kembali. Menahan semua rasa laparnya.

 

            Alvin dan Cakka menghembuskan nafas mereka berulang-ulang, Mereka pun mulai merasakan lapar yang hebat. Bahkan bibir mereka pun mulai mengering kembali. Mereka mencoba untuk kuat dan kuat.

 

            Gabriel berusaha keras agar tidak tergoda dengan roti yang ada disebalahnya itu, Roti itu memang sangat menjijikan namun jika kondisinya sudah seperti ini apakah dia akan memfikirkan lebih panjang makanan itu menjijikan atau tidak. Rasa lapar Gabriel sudah mencapai level tinggi.

 

“Jangan iel!! “cegah Rio yang dapat menangkap ekspresi Gabriel. Dan untung saja Gabriel segera menyadarkan dirinnya. Menahan semua rasa lapar dan hausnya saat ini.

 

“Vin gue ingin ke toilet”ujar Sivia yang ingin sekali cepat-cepat ke kamar mandi saat ini. Ia sudah kebelet sejak dari tadi namun ia menahan-nahannya.

 

“Yaudah ayo gue temenin”ujar Alvin mulai berdiri. Ia mengambil ponselnya untuk ia gunakan sebagai penerangan.

 

“Gue juga ikut. “ujar Ify yang langsung berdiri dari tempat duduknya. Alvin merasa cukup legah setidaknya ia mendapatkan teman yang mempunyai keberanian seperti Ify.

 

            Mereka bertiga pun mulai berjalan menuju kamar Alvin yang paling dekat dengan ruang tamu. Dengan hati-hati Alvin membuka pintu kamarnya setelah merasakan aman, ia masuk dan menyuruh Sivia serta Ify pun masuk.

           

            Sivia cukup tak berani untuk masuk kedalam kamar mandi, namun mau dibagaimanakan lagi, Apakah dia harus mengajak Alvin masuk? Itu tidak mungkin sekali. Dan menyuruh Ify juga ikut dengannya ? apakah Ify akan mau. Jelas sekali gadis itu tidak akan mau. Dan akhirnya Sivia masuk dengan keberanian yang hanya 0,1 %.

 

            Alvin dan Ify hanya diam tenang tak melakukan percakapan di depan kamar mandi.

****

            Cakka dan Rio mengalihkan rasa lapar dan haus mereka dengan bermain gunting batu kertas ataupun permainan tebak hewan dan yang lainnya. Walaupun sebenarnya rasa lapar dan haus tetap saja mereka rasakan.

 

BRAAAAAKKKK BRAAAAAAKKK

 

“ALVIINNN!!!! ALVINNNNN!!!!! “

 

“Vi  KENAPA VI ?? KENAPAA ?? VI ?? ADA APA ??”

 

            Rio dan Cakka langsung memberhentikkan permainan mereka dan langsung berdiri, Gabriel dan Shilla pun melakukan hal yang sama. Sedangkan Iqbal masih tertidur mungkin pria kecil ini sangat lelah sekali mencoba untuk menghilangkan rasa lapar dan hausnya. Gabriel,Shilla Cakka dan Rio merasa kaget sekali dengan suara teriakan Alvin dan Sivia.

 

“VI ?? LOE GAK APA-APA DIDALAM ?”

 

Kini suara Ify yang mulai terdengar begitu kencang.  Rio , Gabriel , Cakka dan Shilla tak ada yang bergeming untuk saat ini. Shilla mengeratkan pegangannya pada lengan Gabriel.

 

BRAAAAKKKK BRAAAAAKKK

 

“TOLONGGG !! PINTUNYA GAK BISA DIBUKA!!!”

 

            Cakka yang mendengar teriakan Sivia seperti itu langsung berlari menuju kamar Alvin.

 

BRAAAKK

 

            Cakka tersontak kaget , pintu kamar Alvin langsung tertutup begitu saja saat dirinnya mendekat. Rio pun dengan cepat mendekati Cakka.

 

BRAAAKKKBRAAAKKKBRAAAKKK

 

“BUKAIN !!!! TOLONGGG!!!! “

 

“VI LOE TENANG !! LOE TENANG DI DALAM”teriakan Alvin terdengar sangat cemas sekali.

 

“ALVIN !!! IFY !!! SIVIA!!!KALIAN TIDAK APA-APA DIDALAM ??”Tanya Cakka dan mencoba membuka pintu kamar Alvin.

 

“Vin pintu kamarnya tertutup. Bagaimana ini ??”suara Ify mulai terdengar dari luar. Ify pun terlihat mencoba menggedor-gedor pintu.

 

“Tolong !!! yang diluar kita kekunci!!!”teriak Ify lebih kencang.

 

“Fy !! Loe minggir . Gue dan Rio mau dobrak pintunnya”ujar Cakka yang sudah mulai mengambil ancang-ancang begitu juga dengan Rio.

 

“Oke”sahut Ify.

 

BRAAKKKKBRAAAAKKBRAAAAKKK

 

“ALVIN TOLONGGG!!!! GUE TAKUT DIDALAM!!!”jeritan Sivia semakin kencang bahkan terdengar suara serak, sepertinya Sivia menangis ketakutan saat ini.

 

“Vin gue gak bisa lihat apapun. Vin . Loe dimana ??”teriak Ify kebingungan saat tak melihat cahaya apapun didalam kamar.

 

“ALVIN !!! “teriak Ify mencari Alvin yang entah sejak kapan tidak ada keberadaanya.

 

            Cakka dan Rio langsung dengan cepat mendobrak pintu kamar Alvin dalam sekali dobrakan langsung terbuka .

 

BRAAAAAAKKKK

 

            Cakka dan Rio langsung terdiam sesaat saat mendapati kamar ini sangat gelap. Mereka menyorotkan lampu layar ponsel mereka dan mendapati Ify yang sama terlihat kagetnya seperti mereka.

 

“TOOLONGGGG!!! BUKAAA!!!”suara Sivia menyadarkan mereka.

 

“BENTAR VI !! TENANG!!”cakka dengan cepat berjalan menuju kea rah kamar mandi.

 

JDUKKK

 

            Kaki Cakka tersandung sesuatu dan membuatnya langsung terjatuh. Cakka sedikit meringis kesakitan.

 

“Cakk loe gak apa-apa kan ??”Tanya Rio dan membantu Cakka untuk bangun. Namun saat ponsel Cakka jatuh dan menyorotkan pada sesosok tubuh yang sudah tergeletak tepat disamping kaki Cakka.

 

“ALVIIINNNN!!!!!”teriak Cakka, Rio dan Ify bersamaan melihat Alvin tergeletak dan juga darah segar yang semakin mengalir membasahi lantai. Dan jawaban Ify terjawab sudah dimana ia tidak menemukan Alvin sama sekali saat ia berusaha membuka pintu kamar Alvin.

 

“ALVIN!!! ALVIN !!!! “Cakka mencoba berdiri dan membangungkan Alvin. Namun percuma saja Alvin sudah tak sadarkan diri.

 

“ADA APA DILUAR ? ALVIN KENAPA ??”Sivia masih terus saja berteriak dan kini lebih penuh kecemasan daripada ketakutannya.

 

“Yo, Loe buka pintu kamar mandinya cepat!!! “suruh Ify yang ingat akan Sivia. Rio pun mengangguk dan dengan berjalan mendekati puintu kamar mandi.

 

“Via. Loe mundur dulu. Gue akan dobrak pintunya”teriak Rio sedikit kencang.

 

“Iya yo . Iya , Cepet keluarin gue dari sini”ujar Sivia dengan cepat. Rio pun segera  mendobrak pintu kamar mandi dengan sekali dobrakan dari tubuhnya.

 

BRAAAAKKKKKK

 

            Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Sivia yang seperti habis menangis. Sivia langsung memeluk Rio karena sangat ketakutan. Rio merasa kaget untuk beberapa saat, namun ia pun mencoba menenangkan Sivia.

 

“ALVINNN!!!! “jeritan Cakka membuat pelukan Sivia dan Rio terlepas.

 

“Alvin kenapa ?? Alvin kenapa??”Sivia segera menghampiri Cakka dan Alvin. Dan Sivia langsung membelakakan matannya dan membuka mulutnya lebar-lebar saat mendapati tubuh Alvin yang bersimbah darah seperti itu.

 

“Vi . Vi loe gak apa-apa kan?”cemas Rio yang berhasil menangkap tubuh Sivia saat ingin jatuh. Sivia tak bisa berkata apapun saat ini. Ketakutan semakin melanda dirinnya. Ia mulai gemetar hebat.

 

“Cakk, Kita bawa tubuh Alvin keluar dulu”suruh Ify mencoba menyadarkan Cakka. Namun Cakka masih tak bergeming. Pria ini nampak bergetar hebat dan terlihat sedang menangis.

 

“Vin bangun vin. Loe cepat bangun!!! “

 

“Siapa yang ngelakuin ini vin !!! SIAPAAA!!!!”jerit Cakka histeris sama seperti saat Rio kehilangan adiknya.

****

            Mereka semua terlihat sangat tegang diruang tamu. Tubuh Alvin yang sudah tak bernafas pun diletakkan diatas Sofa . Sivia menangis tiada henti, Cakka hanya diam saja disamping jasad Alvin. Mereka benar-benar terpukul. Rio berusaha menenangkan Sivia. Dan Gabriel terus-terusan mencoba mengajak Cakka berbicara walaupun hasilnya nihil. Cakka terlihat masih sangat shock.

 

“Hentikan semua ini!!! SIAPA YANG NGELAKUIN INI SEM UAAA!!!”teriak Cakka sangat kencang membuat yanglainnya langsung kaget. Iqbal yang tadi tidur pun langsung terpeonjak bangun . Suara Cakka sangat mengagetkannya.

 

“Ada apa ini?”Tanya Iqbal binggung saat melihat mamanya samar-samar terlihat menangis. Dan terdapat satu tubuh berbaring didekat Cakka membuat Iqbal menjadi takut dan semakin takut.

 

“Kak Alvin meninggal”ujar Shilla  pelan kepada Iqbal membuat Iqbal membelakakan matannya. Iqbal mulai gemetar dan segera mendekati mamanya.

 

“mama gak apa-apa ? ma Iqbal takut. Iqbal sangat takut “Sivia segera menghapus air matannya dan memeluk Iqbal seerat mungkin.

 

            Rasa kantuk mereka sudah tidak ada sama sekali. Rasa lapar dan rasa haus perlahan mulai hilang dan terganti dengan rasa takut yang sangat kuat sekali. Waktu menunjukkan pukul 2.30 pagi. Dan keadaan hening kembali terjadi.

 

“Tolong hentikkan semua ini . Siapapun yang melakukannya. Gue mohon “lirih Cakka benar-benar sudah sangat frustasi. Tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Cakka. Karena saat ini pun mereka sama takutnya seperti Cakka dan tidak tau siapakah pelaku dibalik kejadian mengerikkan ini.

 

“Apakah benar-benar tidak ada jalan keluar ??”Tanya Sivia penuh harap. Dan seklai lagi tidak ada yang bisa menjawab.

 

“Ma . . “lirih Iqbal pelan. Sivia menatap sang anak yang menggambarkan raut ketakutan dari kedua matannya.

 

“Apakah kita akan mati ??”pertanyaan Iqbal menyohok semua orang yang ada disini. Pertanyaan itu harus tefikirkan mulai saat ini. “Apakah mereka akan mati satu persatu disini ?”. Mereka menundukkan kepala mereka. Kepala mereka sudah cukup pusing untuk digunakan berfikir.

 

            Ify melirik ke arah Shilla yang duduk disampingnya dan bersender di dekat tembok. Terlihat Shilla sangat lelah sekali. Ify memeriksa kening Shilla membuat Shill terpelonjat kaget.

 

“Gue Cuma ngecek. Loe gak apa-apa kan ?”Tanya Ify peduli dan hanya mendapatkan jawaban gelengan kepala dari Shilla.

 

“Wajah loe juga pucat. Bibir loe hamper memutih loe juga gak apa-apa,?”kini giliran Shilla yang bertanya kepada Ify. Ify menggelengkan kepalannya lemas.

           

            Untuk konisi saat seperti ini, hanyalah saling dukung dan saling menyemangati memberikan harapan bahwa mereka akan tetap hidup. Saling peduli antar satu sama lain. Karena tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan.

            Selama beberapa menit, terlihat Ify dan Shilla mulai akrab. Mereka membicarakan hobby mereka yang sama yaitu membaca coimic. Sifat iblis Ify mulai tak terlihat lagi. Dan hanya mulai terlihat sifat Alyssa yang perlahan demi lahan kembali lagi ke gadis ini.

 

“Fy bisa kita bicara sebentar ?”ajak Rio kepada Ify memotong percakapan antara Ify dan Shilla. Ify menatap Rio sedikit binggung.

 

“Ngomong aja”ujar Ify tenang. Rio menghembuskan nafasnya sebentar. Ia hanya berfikir inilah kesempatannya untuk benar-benar meminta maaf. Walaupun itu akan sangat memalukan apalagi didepan teman-temannya. Namun ia tidak punya waktu lagi.

 

“Gue . . Gu ..Gue . . Gue Cuma mau minta maaf sama loe. Gue tau gue salah banget sama loe. Gue buat hidup loe hancur dulu. Gue ngabaikan semua perasaan bersalah loe. Dan gue sudah ngerasakan rasa menderita kehilangan loe . . walaupun rasa sakit gue tidak sebanding dengan yang loe rasakan”Ify mendengarkan semua ucapan Rio dengan tenang.  Tak ada ekspresi apapun yang diberikan gadis ini.

 

“Gue juga tau loe akan sulit maafin gue. Tapi gue sangat berharap loe mau maafin gue. Gue benar-benar ngerasa sangat bersalah sama loe. Selama 7 tahun gue terus nyari loe. Mengorbankan semuanya hanya untuk mencari loe. “

 

“Loe mau ngasih kesempatan gue agar loe maafkan. Sebelum salah satu diantara kita akan merasakan nasib seperti Alvin atau Salsha ? siapa yang tau akan apa yang akan terjadi setelah ini ?”

 

            Kata terakhir Rio cukup membuat yang lainnya merinding, Ify menghelakasn desahan nafas beratnya. Cukup sulit ia untuk memaafkan Rio. Namun mendengar ucapan Rio yang terakhir kali dan memang ada betulnya membuatnya memfirkikannya kembali.

 

“Jujur gue gak bisa maafin loe”Ify mulai membuka suarannya. Dan baik Rio dan lainnya mendengarkan ucapan gadis ini.

 

“Tapi melihat kondisi kita sama-sama sangat memiriskan. Gue gak bisa egois. Dan gue mau berusaha untuk memaafkan loe untuk saatini “ujar Ify tenang. Rio langsung tersenyum begitu sangat senang sekali.

 

“Terima kasih Fy, Gue sangat-sangat terima kasih. Walaupun gue juga gak berharap loe bisa maafin gue seutuhnya. Setidaknya loe benar-benar sedikit maafin gue. Gue sangat senang sekali”ujar Rio yang sangat bahagia melebihi apapun.

 

“Iya”sahut Ify seadannya.

 

            Ify terdiam sebentar, ia mulai mengendus-enduskan bau yang wangi. Ify melihat ke sekitar lebih tepatnya memandangi temannya satu persatu. Ify menyenggol Shilla yang terdiam sambil memejamkan matanya dan membukannya lagi.

 

“Loe nyium bau melati gak ?”Tanya Ify kepada Shilla. Dan membuat Shilla membuka matanya dan ikut mengenduskan indra penciumannya.

 

“Bau melati “ujar Cakka yang ternyata juga merasakan hal yang sama seperti Ify.

 

            Semuanya lantas merapatkan diri mereka. Merasa sangat takut dan merinding dengan bau buna ini. Sivia memeluk Iqbal sangat erat sekali.

 

“Dari mana bau ini ?? kenapa tiba-tiba bisa datang ?”

 

            Bau tersebut semakin tercium kuat sekali. Menyohok pernafasan mereka. Cakka dan Sivia langsung batuk-batuk akibat bau ini. Ify segera menutup hidungnya dengan tangannya. Begitu pun juga yang dilakukan oleh yang lainnya.

            Dan beberapa menit kemudian bau ini langsung menghilang. Keadaan semakin lama semakin menakutkan. Mereka hanya bisa berdoa dan berdoa aka nada keajaiban yang menyelamatkan mereka.

****

            Hari sudah mulai beralih pagi kembali. Jam menunjukkan pukul 4 pagi. Mereka sedikit legah pagi akan dengan cepat segera datang. Iqbal dan Sivia terrlihat tertidur dibawah lantai. Ify masih terus terjaga. Sudah dua hari lamannya gadis ini tidak tertidur. Rio pun menahan rasa kantuknya. Shilla, Gabriel dan Cakka juga yang sama sekali tak bisa tertidur.

 

“Kalian ingin tau apa yang aku fikirkan sekarang ?”Cakka tiba-tiba membuka suarannya membuat anak-anak yang masih terbangun menatap Cakka serius.

 

“Apa?”sahut Ify .

 

“Kita tidak menemukan siapapun didalam rumah ini kecuali kita ber-9. Tidak ada tanda orang-orang lagi. Dan kejadian ini begitu snagat cepat dan menakutkan. Dan menyebabkan 2 nyawa hilang “

 

“Listrik tiba-tiba padam, Tidak ada air , makanan semuanya tidak ada. Dan juga saat sejam yang lalu tercium bau bunga melati “

 

“Loe mau bilang ada sosok gaib yang melakukan ini?”potong Ify yang mencoba menebak pemikiran Cakka. Cakka mengangguk pelan menyahuti ucapan Ify.

 

“:Cisshh. . “Ify mendesis merasa lucu dengan ucapan Cakka.

 

“Gue gak percaya yang seperti itu. Gue yakin satu diantara kita yang melakukannya”ujar Ify sangat yakin dan mulai menampakkan sifat iblisnya kembali. Ia menatap temanya satu persatu.

 

“Danorang yang bisa tertuduh sebagai pembunuh diantara kita semua adalah loe”ujar Gabriel jujur membuat Ify langsung menatapnya tajam.

 

“Gue ?? “Tanya Ify tak percaya.

 

“Gue masih waras kalau buat bunuh orang ditempat seperti ini. Dan loe fikir gue bisa melakukan ini semua ? mematikan semua air,. Mengambil semua makann membunuh Shalsa dan Alvin ??”Ify Nampak terlihat sangat emosi.

 

“Tapi loe jelas-jelas yang sangat tidak suka dengan kita semua!!”Gabriel ikut-ikutan emosi. Ify berdiri dari tempat duduknya.

 

“Udah gue bilang kan. Gue Cuma dendam sama Rio. Gue gak ada urusan dengan loe-loe semua. Dan jika gue ingin bunuh orang. Gue akan cukup bunuh Rio. Dan tidak dengan cara konyol seperti ini!! “ucap Ify tajam kea rah Gabriel.

 

            Cakka yang merasa keadaan sudah tidak enak antara Ify dan Gabriel dengan cepat segera merelaikan kedua orang ini. Ia hanya tidak mau menambah masalah yang ada.

 

“Udah-udah fy, Iel. Cukup. Kita semua tidak ada yang tau pelakunnya”ujar Cakka menenagahi. Ify menghelakan nafas beratnya dan kembali duduk.  Shilla pun berusaha menenangkan Gabriel saat ini.

****

Pagi akhirnya datang kembali. Rasa legah menyelimuti mereka semua. Ketakutan mereka setidaknya mulai berkurang. Terlihat wajah mereka semua dengan jelas. Wajah mereka begitu sangat pucat sekali. Kantung mata hitam terlihat dibawah mata mereka. Rintihan lapar mulai mereka rasakan.

Rio mengeliat terus menerus merasakan rasa laparnya. Sejak semalam Rio tak bisa menahan rasa laparnya. Begitu juga dengan Iqbal yang tak mampu lagi menahan rasa lapar diperutnya. Mereka sudah tidak makan dua hari dan minum dua hari.

 

“Yo buka minumnya”suruh Cakka kepada Rio, Cakka tak tega melihat Rio yang menderita seperti itu. . Rio menatap Cakka dengan sedikit keraguan.

 

“Ini tinggal sisa yang kita punya Cakk”ujar Rio dengan suara yang lemas. Ia meyakinkan Cakka.

 

“Gue tau Yo. Tapi lihat keadaan loe dan Kasihan anak-anak yang lain”balas Cakka yang tak tega melihat Ify yang mulai lemas, Shilla , Sivia, Gabriel dan juga Iqbal seperti orang sekarat.

            Rio pun menuruti ucapan Cakka dan mengambil segelas minum terakhir itu. Ia  membuka bungkusnya dan memulai minuman duluan lagu menyerahkannya ke teman-teman yang lainnnya untuk bergantian minum. Mungkin kali ini porsi yang mereka dapatkan cukup banyak karena sebelumnya ada Alvin dan sekarang teman mereka berkurang menjadi satu.

 

“Awww . . “Rio merintih kembali. Rasa laparnya tak kunjung hilang. Ia melirik kembali kea rah Roti yang sudah tak layak makan itu seperti yang dilakukan oleh Gabriel semalam.

 

“Ma . Lapar . Perut Iqbal sakit banget”kini disusul Iqbal yang tak bisa menahan lagi rasa laparnya.

 

“Yo jangan!!! “cegah Cakka saat melihat Rio akan mengambil roti itu. Semua mata menatap kea rah Rio.

 

“Gue gak kuat Cakk .. “rintuh Rio sampai ia meneteskan air matannya. Rasa perutnya benar sangat sakit sekali. Gabriel menggelengkan kepalannya.

 

“Yo jangan !! Yo jangan > Loe udah ngingetin gue. Dan ini giliran gue ngingetin loe !! “Rio melihat ke teman-temannya dengan tatapan tak bisa terbaca. Dilain sisi ia merasa lapar.

 

“Gue gak kuat”dengan gerakan cepat Rio langsung mengambil roti tersebut dan langsung memakannya.

 

            Mereka semua melihat Rio memakan roti berjamur dengan sangat beringas membuat mereka ingin muntah karena sangat jijik sekali. Shilla menahan kuat-kuat agar dirinnya tidak muntah. Yang lainnya dengan cepat mengalihkan pandangan mereka untuk tidak melihat Rio.

 

“Yo. Loe gila sumpah!!! “desisi Cakka yang merasakan perutnya memuncak. Roti tersebut bahkan seutuhnya sudah bercampur dan mengeluarkan bau tak enak saat Rio membukannya. Dan bagaimana bisa pria itu memakan makaanan tersebut dengan sangat lahap.

 

“Ma Iqbal ingin makan itu juga. Iqbal sudah tidak kuat”isak iqbal. Namun Sivia melarangnya. Iqbal tetap memaksa sang mama.

 

“Bal jangan!! “bentak Cakka. Namun nampaknya Iqbal mengindahkan ucapan Cakka.

 

            Baru saja Iqbal akan berjalan mengambil roti tersebut , Ia langsung terduduk takut melihat Rio mulai kejang-kejang sendiri. Tubuh Rio menegang hebat, kedua matannya melotot begitu lebar. Dan tak lama kemudian mulutnya mengeluarkan banyak busa.

 

“Yo. Yo Yo . . “Cakka mendekati Rio dan berusaha menepuk-nepuk punggung Rio.

 

“Ma . . .Ma . . . “Iqbal langsung kembali kedalam pelukan mamanya karena sangat ketakutan.

 

“Cakk, Tepuk punggungnya lebih keras”suruh Ify. Ia pun menghampiri Cakka dan membantu Cakka.

 

“Yo loe gak apa-apa kan ? Yo loe bisa jawab gue ??”Tanya Caka berulang-ulang. Namun Rio semakin mengeluarkan banyak busa dari mulutnya. Bahkan dari hidung Rio keluar mulai mengalir darah membuat mereka semua semakin ketakutan.

 

DEEEGGGG

 

            Rio langsung tak sadarkan diri, dengan cepat ify mengecek detak jantung Rio dan denyut nadi Rio. Ify menatap Cakka yang menunggu jawaban darinnya.

 

“Rio sudah gak bernafas”ujar Ify lirih dan membuat yang lainnya langsung melemas. Dan untuk ketiga kalinya nyawa melayang hari ini. Cakka langsung berdiri dan berjalan membuang roti tersebut kearah dapur.

            Gabriel mengganti posisi Cakka dan dengan bantuan Ify dan juga Shilla untuk mengangkat tubuh Rio keatas Sofa. Mereka lantas menutupi tubuh Rio dengan jaket yang dipakai oleh Ify.

****

            Cakka berjalan ke arah dapur sendirian, ia sudah tak berfirkir panjang lagi dan dengan cepat membuang makanan tersebut ke tong sampah yang ada didapur. Namun langkahnya langsung terhenti saat ia melihat sesosok dengan serba hitam disana.

 

“SIAPA KAMU !!!”

 

 

Bersambung . . . . 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s