STORY OF DEVIL FAMILY – 1

Oke. Ini aku buatnya udah lumayan lama. Saat otak saya masih fresh. Alhamdulillah. Disini peran Alyn bukan Alyn yang suka sama Stev dulu. ini Alyn yang lain wkkwk. Pokoknya selamat membaca. SEKUEL DELOV >> ” STODY (story Of Devil Family). Semoga suka . Like gak like , comment g comment terserah yg penting dibaca sampai selesai. terima kasih semuannya :D 

 

STORY OF DEVIL FAMILY – 1

 

            Mungkin ini adalah mimpi paling buruk yang pernah terjadi dikehidupan gadis ini. Kehidupannya tidak sebegitu beruntung yang ia kira. Kedua orang tuannya meninggal di umurnya yang ke 16 ini. Dan membuat ia terpaksa harus ikut dengan sebuah keluarga kolongmerat  yang sangat baik dan mau menerimannya. Namun tidak dengan anaknya yang terlihat tidak suka dengan dirinnya. Bahkan selalu mencari gara-gara untuk membuatnya kesal.

            Ditambah lagi, gadis ini disekolahkan sama dengan anak dari keluarga konglomerat ini. Dan menambah derita sang gadis, dirumah selalu di bantai habis-habisan ditambah lagi di sekolah. Kalau tidak ingat akan kebaikan dari kedua orang tua dari anak tersebut mungkin gadis ini akan kabur bahkan akan membunuh anak semata wayangnya tersebut.

            Dan disinilah cerita paling berat dan derita paling mengenaskan yang akan dialami gadis ini.

****

            Rumah keluarga Haling menjulang begitu tinggi, siapa yang tidak kenal dengan keluarga konglomerat ini. Sang pria merupakan pengusaha kaya dengan kepintaran yang luar biasa dan 17 tahun yang lalu menikahi anak dari seorang konglomerat dunia FREEDMOON. Dan menyebabkan kejayaan perusahaannya semakin berkembang. Dan tidak bisa di hitung lagi bagaimana kekayaan keluarga ini. Dan saat pernikahan mereka diusia setahun mereka langsung dikarunia seorang putra laki-laki yang sangat mempesona. Dan menjadikan pria ini menjadi pria idaman banyak wanita dimanapun. Ditambah lagi wajah kedua orang tuannya benar-benar menurun kepada sang anak.

****

            Pria berumur 16 tahun ini memiliki alis yang tebal, tatapan tajam, rahang dagu yang lumayan tirus dank eras. Tinggi badannya sangat ideal dengan postur tubuh yang mendekati sempurna. Dadanya yang bidang serta kulit putih langsatnya begitu menawan. Jika di bumi ini ada sebutan malaikat, pria ini akan dimasukkan golongan malaikat tersebut. Dan dialah pewaris tunggal Haling Corps “ Bima Freedy Haling “

 

“ALYYYNNNNN!!!!!”suara bass tersebut terdengar memenuhi rumah besar ini. Menggema diseluruh ruangan memantul dari satu tembok ke tembok yang lain dan akhirnya tersampaikan pada telinga gadis yang dipanggil.

            Suara langkah kaki terdengar cepat dari tangga , terlihat seorang gadis yang terburu-buru membawa tasnya dengan berantakkan dan rambutnya juga masih belum disisir di tambah dasi merahnya yang digantung begitu saja di pundaknya.

“Ada apa bim? Sorry. Sorry gue telat bangun lagi “wajah gadis ini sudah menunjukkan ketakutannya. Kedua tangannya pun sedikit gemetar dengan keringat yang membasahi telapak tangannya.

            Suara helaan nafas berat terdengar dikursi ruang makan dimana tempat gadis itu berdiri disamping seorang pria yang terlihat begitu bersinar.

BRAAAAAKKK

            Gebrakan meja keras semakin membuat gadis bernama Alyn tersebut ketakutan. Mata elang dari pria ini mulai nampak, dan membuat bulu kuduk dapat merinding begitu saja jika melihatnya secara langsung.

“Mana sepatu gue ??”Tanya pria ini dingin tanpa mengalihkan pandangannya seikitpun. Gadis ini nampak gelagapan sendiri.

“Sepatu. Bentar-bentar gue am . . . “

“Den Bima, Biar Bi Ina aja yang ngambilin. Kasihan non Alyn. Kan dia ju . . .”

“Bi Ina duduk aja, makan sama Bima. Biar si Alien Alie ini yang ngambilin sepatu bima”ujar pria bernamakan Bima tersebut dengan kata-kata yang tak ada beban. Gadis bernama Alyn mulai menngerutu pelan.

“Nama bagus-bagus juga diganti Alien. Lo tuh yang alien”gerutu pelan Alyn bahkan sangat pelan sekali.

“Gue gak budek bego”

“Upss”Alyn segera menutup mulutnya rapat-rapat merutuki ucapannya sendiri. Ia hanya bsia berdoa bahwa nyawannya bisa selamat lagi hari ini.

“Udah cepetan sana ambilin sepatu gu . . .”

“BIMAAAA!!!!!! “suara teriakan seorang wanita membuat Bima langsung berdiri dari kursinnya. Bima memejamkan matannya kuat-kuat menyiapkan mental sebelum mendapat serangan ganas dari pemilik suara itu. Sedangkan ALyn bernafas sangat legah akhirnya dewi penyelamatnya datang setelah beberapa minggu ini tak ada dirumah.

            Wanita tersebut berjalan dengan anggun namun tatapannya begitu tajam. Tatapannya mengarah kepada Bima yang merupakan sang anak. Yah, wanita tersebut adalah Ify. Ibu kandung dari Bima.

“Siapa yang kamu suruh ngambil sepatu ? Alyn lagi ??”Wanita tersebut sudah ada di depan sang anak. Bima hanya diam saling garuk-garuk kepala yang tak gatal. Binggung akan member alasan apalagi kepada bundanya.

“Sudah bunda katakana berapa kali, !!! Alyn bukan pembantu. Dia juga pemilik rumah ini. Jadi hormati dia “

“Gak apa-apa kok Tante, Alyn gak merasa repot bantuin Bima”Alyn mulai beracting sebagai seorang malaikat yang sangat anggun. Membuat Bima langsung berdesis sinis.

“gak usah sok baik di depan bunda gue”desis Bima pelan melirik tajam ke Alyn. Membuat Alyn melirik balik seolah sama sekali tak takut.

“Cish. . Sial “umpat  Bima yang akan kalah dari gadis ini jika bundanya ada dirumah.

“Apa kamu bilang tadi ? “Tanya Ify garang.

“Enggak ada Bun, Yaudah Bima mau berangkat sekolah dulu”ujar Bima yang tak ingin memperpanjang malasah pagi-pagi ini. Bima langsung menyalami bundanya dan mengambil tas serta kunci mobilnya yang ada di meja makan. Setelah itu berjalan menuju keluar rumah.

“Bi Ina sepatu Bima ya”teriak Bima yang sudah menjauh dan memang ia masih menggunakan slipper rumah.

“BIMA TUNGGUIN GUE!!”teriak Alyn yang tersadar bahwa Bima akan meninggalkannya jika ia tidak bergegas. Dengan cepat Bima mendekati Ify dan menyalami Ify.

“Tante Alyn berangkat dulu ya, Takut telat. Tante juga jangan marahin Bima terus. Bima gak salah kok tante. Alyn berangkat tante “Alyn pun langsung berlari dengan cepat keluar dari rumah. Kali ini ucapannya kepada Ify sama sekali tidak acting atau ucapan palsu. Ia tulus membela Bima. Setidaknya terkadang Bima masih memiliki sifat baik kepadanya walaupun jika dipresentasikan Cuma 0,0000000000000001 persen!!!! Catat baik-baik!!

“Iya sayang. Hati-hati. Bilang ke Bima jangan ngebut kalau nyetir”

“Iya tante :”teriak Alyn yang sudah sampai di ruang tamu. Ify melihat gadis itu hanya geleng-geleng saja. Hari ini sudah cukup melelahkan baginnya. Ia menggantikan meeting sang suami di beberapa kota, menyebabkannya dua minggu lalu tidak bisa berada dirumah. Dan dengan berat hati meninggalkan sang anak lagi.

***

            Bima sudah bertengger dengan tenang didalam mobilnya dan sudah memakai sepatunya. Ia melihat kea rah kaca mobil sebentar. Melihat penampilannya yang tanpa diperbaiki lagi pun sudah sangat menawan.

“Sorry. Sorry. Tadi harus pamitan sama tante Ify dulu”ujar Alyn cepat dan segera masuk kedalam mobil Bima. Tanpa membalas dan mempedulikan ucapan gadis disebelahnya. Bima segera menjalankan mobilnya dengan cepat menuju ke sekolahnya.

****

Masih ingat bukan dengan SMA ARWANA, sebuah SMA yang namannya semakin bersinar. Bahkan SMA ini semuannya dijamin berisikan  anak-anak pengusaha terkenal di seluruh penjuru Indonesia. Sama sekali tak ada motor atau sepeda yang terparkir di sekolah ini. Semuannya berisikan mobil-mobil dengan merek terkenal dan harga yang begitu luar biasa.

            Alyn sudah 2 bulan di sekolah ini, Dan ia mengalami masa-masa yang sulit sekali. Dan itu semua adalah karena pria yang sekarang berjalan di depannya dengan gaya yang menurut Alyn SOK COOL !!!. Sedangkan Alyn setiap harinya harus membawakan tas pria tersebut layaknya jongos yang selalu teraniaya.

            Namun selama ini meskipun ia selalu diperlakukan tak enak oleh Bima, anak-anak orang kaya yang lain yang biasannya selalu menindas kaum kasta rendah sama sekali tak pernah membullynya. Bahkan dengan senang hati berteman dengan Alyn. Alyn awalnya sedikit binggung dan penasaran dengan hal itu. Padahal banyak  anak yang dijadikan jongos seperti dirinnya oleh anak-anak orang yang kastanya (pekerjaan orang tuannya/kekayaan orang tuannya) tinggi. Dan dari informasi yang ia dapat, Bimalah yang melakukan itu untuknya. Bima melarang satu pun anak yang membully dirinnya bahkan menyakiti dirinnya dan mewajibkan semua anak berteman dengan dirinnya. Alyn sendiri tak mengerti kenapa Bima melakukan hal tersebut dan secara diam-diam. Padahal Bima sendiri memperlakukannya begitu hina (?).

****

            Dan tidak ada yang heran lagi bagi siswa-siswi SMA ARWANA menikmati pemandangan pagi Tuan besar dan Alien pengikut berjalan di setiap lorong sekolah. Begitulah Bima menyebutkan dirinnya sebagai Tuan besar dan Alyn sebagai Alien pengikut. Bima sangat  bangga dengan sebutan tersebut.

            Banyak gadis yang merasa iri dengan Alyn karena selalu berangkat bersama dengan Bima, dan iri dengan Alyn yang bisa serumah dengan Bima. Seluruh sekolah pun sudah tahu bahwa Alyn diangkat sebagai anak oleh keluarga Haling. Dan mungkin itu juga yang menyebabkan tidak ada yang berani dengan Alyn. Namun Bima selalu menolak keras jika ada suara yang menyebutkan bahwa dirinnya dan Alyn bersaudara. Bima lebih senang menyebutkan .

“Gue Tuan besar dan dia hanya Alien pengikut gue !! “

****

            Mungkin tuhan begitu sayang kepada Alyn, sampai ia harus satu kelas dengan Bima dimana kelas ini berisikan anak-anak yang sangat pintar dan memiliki IQ diatas rata-rata. Sedangkan Alyn ? jujur ia hanyalah gadis biasa dan tidak sepintar itu dan IQ.nya saja hanya rata-rata. Namun dengan kekuasaan Ify, dan memasukkan Alyn kekelas ini yang sebenarnya hanya bisa dimasuki dengan cara tes yang sangat ketat. Alasan ify memasukkan Alyn kesini adalah agar Alyn bisa belajar dengan cepat dan dapat berkembang dengan cepat. Namun itu semua begitu membebankan fikiran Alyn.

****

            Pelajaran pertama telah dimulai dengan Chemistery, Pelajaran kebencian Alyn selama menginjakkan kakinya di dunia SMA. Namun semenjak masuk di kelas ini dan ingat akan kebaikan keluarga Haling kepadanya. Alyn berusaha mati-matian untuk belajar. Ia saja tidak pernah menyangka bahwa ia bisa masuk di sekolah elit seperti ini. Dan melihat banyak gadis-gadis cantik nan modis serta pria-pria tampan bertebaran dimana-mana.

“Aissh. . . .”desisi Alyn melihat teman-teman samping kiri, kanan, belakang, depan, semuannya sudah dengan asik tidur bahkan ada yang bermain game, make up, saat sang guru didepan mendengarkan. Sedangkan dirinnya ? Harus benar-benar memperhatikan apa yang guru tersebut jelaskan. Bagaimana ia tidak frustasi, teman-temannya semuanya meskipun tak mendengarkan penjelasan sang guru, jika ditanya dijamin 100% bisa menjawab semua pertanyaan dari sang guru sesulit apapun itu. Dan yang membuat Alyn kaget adalah fakta bahwa anak terpintar disekolah ini adalah “BIMA”. Tidak heran, dulu bunda Bima pun merupakan anak yang paling pintar juga.

            Alyn melirik ke Bima yang ada di bangku pojok paling depan dan sudah asik tidur dengan headphone di telingannya. Meskipun anak-anak ini tidak memperhatikan sang guru, namun mereka semua menjujung tinggi akan arti “menghormati guru” . Mereka tidak aka nada yang mengeluarkan satu suara pun sebelum sang guru bertanya kepada mereka. Dan itulah yang membuat guru-guru juga masih sangat merasa dihargai oleh sang murid-murid yang cerdas ini.  

“Baiklah. Pelajaran hari ini berakhir sampai disini. Tugas dirumah page 120 sampai 130 silahkan di resume dan page 131 sampai 132 berisikan soal , silahkan dikerjakan. Besok pagi sebelum bel masuk. Buku tugas sudah ada di meja saya. Mengerti ?”semua anak langsung memperhatikan sang guru. Dan menganggukkan kepala mereka.

“mengerti”serempak anak sekelas terkecuali Alyn yang langsung memegangi kepalannya yang terasa berat sekali. Padahal pelajaran baru saja dimulai 30 menit yang lalu dan sudah berakhir begitu saja. Padahal masih ada 1 jam setengah lagi sebelum pergantian pelajaran. Dan sudah dapat dipastikan semua teman-temanya langsung membuka buku dan mengerjakan tugas itu saat ini juga.

*****

“Aisshhh. . . “desis Alys merasakan tangannyaa yang kaku akibat meresume 10 page halaman. Ia membalikkan kitabnya ke page sleanjutnya dan melihat rangkaian-rangkaian kimia disana membuat otaknya terasa terputar-putar semakin berat sekali.

“Pelajaran apaan sih ini .  .”kesal Alys yang tak mengerti deret-deret rumus kimia disana. Dilihatnya suara ribut-ribut di bangku depan. Dimana para gadis-gadis sudah merubungi Bima untuk minta bantuan mengerjakan soal-soal tersebut. Bima nampak kualahan karena gadis-gadis ini membuatnya sulit untuk mencari nafas. Sebenarnya Bima sendiri terlihat tidak mau, namun gadis-gadis it uterus memaksannya. Dan menyebabkan ia tidak punya pilihan.

“Cissh. . “desis Alyn sekali lagi yang selalu muak melihat kelakukan gadis-gadis tersebut apalagi wajah bima juga yang selalu menunjukkan wajah malaikat dan sok baik hati kepada para gadis.

            Alyn yang sudah pusing duluan, lebih memilih menutup bukunnya dan langsung tidur saja. Ia tak mau berfikir panjang lagi. Toh, nanti waktu dirumah ia bisa bertanya kepada tante Ify yang pasti akan membantunnya.

****

            Ify memasuki perusahaan sang suami setelah mendapatkan telfon dari suaminya bahwa ia telah kembali ke Indonesia sore ini. Semua karyawan langsung bersikap sopan dan hormat kepada Ify. Ify yang dikawal dengan dua bodygardnya menaiki lift menuju lantai 5 dimana ruangan sang suami berada.

“Selamat pagi Bu”sapa seorang gadis muda yang merupakan sekertaris dari suaminnya. Entah menagapa setiap kali Ify melewati tempat sekertaris itu, ia langsung teringat kejadian belasan tahun yang lalu.

“Selamat pagi Agni”balas Ify dengan senyum yang ia kembangkan. Gadis yang bernama Agni tersebut mengangguk dan mempersilahkan Ify untuk masuk kedalam. Yah, tidak akan pernah menyangka bahwa nama dari sekertaris baru sang suami sama dengan nama sekertaris sang suami dulu yang benar-benar merupakan orang paling mengesalkan bagi Ify. Namun juga malaikat yang menyelamatkan Ify dan suaminnya.

****

            Ify langsung masuk sendirian tanpa bodygardnya, Ia langsung duduk di sofa seperti yang ia lakukan biasanya dan membuka beberapa majalah bisnis di depannya. Cukup lama Ify focus dengan majalah, Tak menyadari pandagan kedua mata itu sudah memperhatikannya sedari tadi.

“Sambutan loe bener-bener istimewa.”suara sindiran tersebut menyadarkan Ify dan membuat gadis itu menutup majalahnya. Ify menatap kearah sumber suara tersebut dengan wajah datar dan tanpa dosa.

“Ah. . gue pikir gak ada orang”balik Ify menyindir pria tersebut yang tak lain adalah sang suami. 17 tahun menjalani kehidupan bersama dan 17 tahun itu pula pertengkaran lucu mereka tidak pernah hilang. Dan mungkin itu juga yang menyebabkan hubungan mereka begitu hangat dan bertahan sampai sekarang.

“Loe pikir suami loe ini patung. Romantis dikit kek ke suaminnya. Pijitin atau gimana. Gak tau apa suaminnya ini capek bekerja“

“Ngarep banget loe, ke sauna sana kan bisa. Kalau capek yaudah gak usah kerja”balas ify seenak mulutnya  semakin membuat sang suami jengkel.

“Jangan nyesel loh ya kalau di sauna yang mijitin gue cewek-cewek cantik mulus, putih, mempesona”Ify tertawa meremehkan ucapan suaminnya.

“yaudah siap-siap aja loe besok dapat panggilan dari pengadilan”jawab Ify membuat suaminnya mengernyitkan keningnya.

“maksud loe ?”

“Sidang perceraian”jawab Ify santai dan membuka kembali majalahnya.

“YAAA!!! GADIS SETAN IBLIS BIADAB!!! LOE  . . . . . . .”

 

TookkTookkk

 

“Masuk”sahut suami Ify tidak meneruskan amarahnya kepada sang istri.

 

“Pak Rio, Bu Sela sudah datang. Apa diperbolehkan masuk?”Agni masuk kedalam ruangan suami Ify yang tak lain adalah Rio. Sekertaris itu setidaknya dewa penyelamatan bagi ruangan ini akhirnya kedua orang didalam ini memberhentikkan pertengkaran anak kecil mereka.

“Yah. Suruh masuk”suruh Rio dengan raut wajah yang kembali tegas dan berkharisma. 

            Ify berdiri dari tempat duduknya, dan akan beranjak ke arah lorong dalam ruang kerja Rio yang didalamnya terdapat sebuah kamar dan juga dapur. Rio mencegah sang istri.

“Duduk aja, gue Cuma rapat bentar. “suruh Rio membuat Ify kembali duduk di sofa.

            Dan tak lama kemudian, seorang gadis cantik dengan pakaian yang bisa dibilang sexy karena membentuk sempurna pada tubuh gadis itu masuk kedalam ruangan Rio. Gadis tersebut nampak begitu terpesona dengan wajah kharismatik yang dimiliki Rio dan langsung duduk di kursi yang ada didepan meja Rio.

            Ify memperthatikan gadis itu dengan tatapan tidak suka, Gadis itu terlihat sok cantik dan sok manis didepan suaminnya. Apalagi saat ekspresi Rio yang kaget dan terlihat sedikit blank saat melihat gadis itu masuk kedalam ruangannya.

“Cissh. . .”desis Ify pelan dan memilih tak mempedulikan gadis itu. Ia asik membaca kembali majalah bisnis yang ada di depannya.

            Rio melihat-lihat proposal yang dibawah oleh gadis itu yang merupakan sekertaris dari cliennya. Sedangkan gadis itu terus menjelaskan isi proposal tersebut dengan sekali-kali mengajak Rio bercanda. Walaupun Rio sendiri sedikit canggung memblas candaan cliennya. Ia terus melirik beberapa kali kea rah Ify yang nampak focus di majalahnya namun menunjukkan raut wajah tak enak.

“Dengar-dengar Pak Rio sudah menikah ya ? Bagaimana pernikahan Pak Rio ? Apakah Pak rio bahagia dengan istri bapak?”Ify langsung mendongakkan kepalannya saat ia mendengar pertanyaan tersebut. Rio pun langsung melihat kea rah Ify yang melihat kea rah gadis didepannya beberapa detik dan kembali focus ke malajalahnya lagi. Rio tau bahwa Ify tidak suka akan gadis ini dan berharap gadis ini segera pergi dari ruangannya.

“Saya sangat bahagia . . “Rio menutup proposal tersebut dan dengan cepat langsung menandatanganinnya.

“Saya akan menelfon Pak Surya kembali. Proposalnya sudah saya tantangani”lanjut Rio dan mengembalikkan proposalnya tersebut kepada gadis itu. Nampak wajah kecewa dari wajah gadis didepannya tersebut.

“Mmmm. Maaf nih ya Pak Rio. Saya agak kurang sopan bertanya. Tapi Pak Rio kan sangat kaya, mapan, ganteng, semuanya ada. Pasti banyak gadis yang mau jadi istri Pak Rio. Saya aja mau loh pak.  Apa  .. . Pak Rio gak pingin cari selingkuhan atau istri kedua ??”

 

BRAAAKK

            Suara gebrakan majalah yang dilemparkan Ify begitu saja membuat Rio dan juga gadis tersebut langsung menatap kea rah Ify. Gadis itu nampak kaget dengan kehadiran IFy yang sama sekali ia tidak tau.

“Maaf ya mbak. Proposalnya sudah ditantangani oleh Pak Rio kan ? Dan anda sudah tau pintu keluar dari sini kan ?”ujar Ify dengan nada yang halus namun tatapan sangat tajam kea rah gadis itu. Dan tentu saja membuat gadis itu merinding hebat. Rio mengacak-acak rambutnya sedikit frustasi. Karena ia yakin sebentar lagi aka nada perang antara dirinnya dan Ify.

“Anda kok tidak sopan seperti itu. Saya ini cliennya Pak Rio loh. Anda siapa sih “Gadis ini malah nyolot tak terima. Dan sepertinya tidak tau siapa Ify. Ify tersenyum sebentar kea rah gadis itu.

“Saya calon istri keduanya Pak Rio. Dan anda silahkan keluar dari sini”jawab Ify dengan tenang dan membuat gadis itu membelakakan matannya.

“Apa perlu saya yang menyeret anda keluar dari sini ??”Ify yang sudah kehilangan kesabaran langsung berdiri dari tempat duduknya.

“Baik-baik saya akan segera kelaur. Maaf sebelumnya”gadis itu langsung keluar dari ruangan Rio dengan wajah yang sedikit kesal. Ify menghelakan nafas beratnya dan duduk kembali di sofa. Dan seperti seolah tidak terjadi apa-apa, Ify dengan santai membuka majalah yang sempat ia lempar tersebut.

            Rio hanya bisa terdiam binggung, dan terus mengacak-acak rambutnya frustasi. Ify pasti sangat marah kepadannya saat ini. Walaupun gadis itu tidak menunjukkannya secara langsung. Tapi ia tau jelas bagaimana sifat gadis ini. Hampir 4 tahun ia pacaran dengan gadis ini dan menjalani kehidupan bersama selama 17 tahun , tentunya ia sudah hafal bagaimana baik buruknya sang istri.

            Perlahan Rio berdiri dari kursi kerjannya dan berjalan mendekati Ify dengan langkah hati-hati. Ia lantas mengambil duduk disamping Ify, dekat dengan gadis itu yang seolah tidak menghiraukannya dan focus akan majalah yang dibacannya.

“Loe percaya kan sama gue ?”Rio mulai membuka suarannya dan sudah memfirkan matang-matang kata-kata yang akan ia keluarkan.

“Hmm”dehem Ify seadanya membuat Rio mengehelakan nafas beratnya sekali lagi.

“Tenang aja, gue gak akan kepincut dengan gadis man . . . “Ify menutup majalahnya dan meletakkannya di meja. Membuat Rio menghentikkan ucapannya beberapa detik. Ify menolehkan wajahnya ke arah Rio.

“Gue tau. Dan gue gak marah, gue ngertiin pekerjaan loe”ujar Ify dengan suara pelan. Penjelasan singkat Ify tersebut sangat melegahkan hati Rio. Rio tersenyum pelan merasa lucu jika ia selalu khawatir dan takut jika Ify marah kepadannya. Dan jjur saja selama 17 tahun ia menjadi suami Ify, sedikit pun rasa bosan kepada gadis ini tidak pernah muncul. Ia selalu merindukan gadis ini dimanapun dan rasa cintanya tak pernah hilang. Ia sangat mencintai gadis ini.

“Tapi fy. . . mmm. . Kalau seandainya gue cari istri lagi. Loe ngizinin gak ?”ide jail mulai keluar dari otak bulus Rio. Mendengar pertanyaan Rio membuat Ify langsung menatapnya tajam untuk beberapa detik.

“Silahkan aja”jawab Ify santai. Rio membelakakan matannya mendengar jawaban Ify yang diluar dugaannya.
“Beneran Fy ? loe ..loe ngizinin gue nikah lagi ??”Ify menganggukan wajahnya dengan yakin. Rio semakin mengernyitkan keningnya.

“Kalau sama gadis tadi ?”Tanya Rio sedikit ekstrim. Ify nampak berfikir sejenak.

“Loe beneran mau cari istri lagi ?”Ify mulai bertanya balik dengan wajah yang benar-benar serius kali ini. Rio sedikit kebingungan menjawabnya karena melihat wajah Ify yang begitu serius sekali dan terlihat sedikit kecewa  mungkin.

“Silahkan aja. Tapi ceraiin gue dulu”lanjut Ify karena Rio tidak menjawab pertanyaannya. Rio membelakakan matannya.

“Apaan sih. Gue Cuma bercanda tadi Fy”ujar Rio dengan cepat dengan nada sedikit canggung.

“Loh, Gue gak beracanda. Gue izinin loe nikah lagi. Tapi ceraiin gue dulu”

“Ogah!! Gue Cuma bercanda Ify.!! Ngapain juga nikah lagi”serah Rio merasa ngeri sendiri membayangkan dirinnya harus bercerai dengan Ify.

“Lah? Tadi loe bilang sendiri mau nikah lagi. Jarang-jarang loh ada istri yang ngizinin suaminya nikah lagi”Rio menatap Ify sedikit kesal.

“Stop!! Gue gak mau bicarain  itu lagi. Gue Cuma bercanda tadi. !!”tegas Rio sebelum ia benar-benar dengan Ify yang menanggapinya dengan serius. Niatnya membuat Ify kesal malah dirinnya sendiri yang dibuat kesal oleh Ify.

            Ify tersenyum pelan, Ia perlahan menyandarkan kepalannya di bahu Rio membuat Rio kaget, tak biasanya istrinnya seperti ini. Namun Rio membiarkannya saja. Ia melirik Ify yang menatap ke atas seolah menerawang sesuatu.

“Gue ngerasa belum jadi istri sempurna buat loe”ujar Ify pelan dengan suara yang sangat lirih. Rio ingin menyela namun ia membiarkan saja sang istri yang akan meneruskan ucapannya.

“Gue sekali pun gak pernah masakin loe makanan, Padahal gue duah belajar masak tapi tetep gak bisa, Gue sering bolak balik ke prancis buat ngurusin perusahaan papa disana, gue bahkan sering lupa kalau gue udah punya anak dan suami. Gue juga belum bisa jadi bunda yang baik untuk Bima. Jad. . . .”

            Rio membelakakan matannya saat melihat butiran hangat mengalir di pipi istrinnya, dan selama 17 tahun ini, Ify tidak pernah menangis seperti ini. Bahkan membicarakan hal yang menurut Rio diluar nalar dan dan bukan tipe Ify.

“Aisshh. . . “desis Ify segera menegakkan tubuhnya dan menghapus air matannya yang jatuh sendiri tanpa ia sadari.

“Mungkin gue belum jadi istri yang sem . . .”Kalimat Ify terhenti saat Rio menarik dirinnya dalam pelukan pria tersebut. Rio memeluk Ify sangat erat sekali. Seolah tak ingin melepaskan gadis ini sampai kapanpun.

“Ada apa ? cerita ke gue. Sebenarnya ada apa ?”Tanya Rio lembut. Ify menggelengkan kepalannya beberapa kali.

“Gue Cuma berfikir saat loe minta izin buat nikah la . . “

“gue Cuma bercanda Ify. GUE CUMA BERCANDA!! “teriak Rio benar-benar frustasi dengan istrinnya ini. Rio merasa sangat bersalah akan candaannya yang akan berujung seperti ini.

“Ta . . . “

“Gue gak pernah peduli kamu tidak pernh bisa masak, kamu sibuk membantu perusahaan papa kamu . Tapi kamu adalah istri yang sempurna buat aku, Kamu adalah ibu yang sangat sempurna bagi Bima dan tidak akan yang pernah menggantikan posisi kamu selamannya untukku dan untuk bima”jelas Rio dengan cepat sebelum istrinnya semakin melantur kemana-mana lagi. Ify perlahan merengangkan pelukan Rio. Ify melepaskan pelukan Rio lantas menatap wajah sang suami tersebut yang memang terlihat tambah dewasa. Wajahnya sangat berbeda dari 17 tahun yang lalu. Wajah sang suami lebih tegas dan kharismatik sekali.

 

Cuppp

 

            Ify mendaratkan bibirnya ke bibir Rio dengan cepat, memberikan ciuman sekilas dan sempat membuat Rio kaget selama beberapa saat. Rio mengernyitkan keningnya.

“Apa tadi maksudnya ?”pancing Rio yang langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Ify membuat Ify menatap Rio kaget seperti ekspresi Rio saat ia menciumnya tadi.

“Apaan? Gak ada maksud apa-apa. Lepasin gak!!”berontak Ify mencoba melepaskan tangan Rio dari pinggang Rio.

“Loe udah goda gue, dan gue mulai tergoda”Rio semakin mendekatkan tubuh Ify ke arahnya membuat Ify menegakkan ludanya beberapa kali.

“Yo lepasin!!. Gue gak godain loe!! “geram Ify masih sibuk mencoba melepaskan tangan Rio dari pinggangnya. Namun tenaga Rio selalu tak bisa ia kalahkan.

“Gue akan lepasin loe. Tapi loe cium gue dulu”

“Ogah!!!”tolak Ify dengan cepat dan membuat Rio semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh IFy. Ify sedikit menjauhkan wajahnya dari Rio karena wajahnya sekarang begitu dekat dengan Rio. Rio mengembangkan senyum smrik devil khasnya. Membuat Ify sedikit mendesisi kesal.

 

Cuppp  . . .

 

            Dengan cepat Ify mengulangi lagi apa yang ia lakukan tadi, Ia mencium Rio sekali lagi dengan cepat. Rio nampak tak puas dengan yang dilakukan oleh Ify dan semakin ingin menggoda istrinnya.

“Ciuman apaan tuh? Itu mah Cuma ciuman anak SMA, bibir sama bibir doang. Gue gak mau ciuman yang kayak gitu”Ify membelakakan matannya mendengar protesan dari Rio dengan tampang yang tak ada dosannya.

“terus ?loe maunya kayak gimana ? Gue gak ngerti. Lepasin !! Rioooo!!!”Ify mulai sedikit kesal karena ia tau bahwa Rio sedang mengerjainnya saat ini.

“Gue maunya ciuman yang panas. . . .”goda Rio kepada Ify. Suara Rio yang pelan dan tepat pada telingannya membuat sekujur Ify langsung menegang dan merinding hebat. Ify meneguk ludahnya dalam. Ia mulai menyesal dengan apa yang ia lakukan tadi. Seharusnya ia ingat bahwa suaminya tersebut srigala dengan sejuta nafsu (?).

            Bukan Ify namannya jika tidak bisa mengerjai balik Rio. Sebuah ide berlian berputar di otak Ify. Ify menghelakan nafasnya sebentar.

“Baik kalau itu yang loe mau”jawab Ify tenang . Dan kini giliran Rio yang membelakakan matannya mendengar jawaban Ify.

“Loe lepasin dulu  tangan loe dari pinggang gue”suruh Ify dan langsung saja dituruti oleh Rio. Rio seperti kehilangan seratus nyawannya begitu saja. Ify ingin sekali tertawa melihat wajah Rio yang linglung seperti itu.

            Ify berdiri dari tempat duduknya, ia berdiri di depan Rio merapikan sebentar rok yang ia pakai setelah itu dengan tatapan menggoda kearah Rio, Ify langsung duduk di atas paha Rio membuat Rio membelakakan matannya lebar dan menahan nafasnya selama beberapa detik.

“Loe sendiri kan yang minta”bisik Ify pelan tepat di telinga Rio membuat Rio semakin membeku. Rio mengenggam kedua tangannya kuat-kuat tak bisa appaun. Ia seperti patung hidup saat ini. Melihat Rio yang seperti itu semakin membuat Ify gencar menggoda dan mengerjai balik suaminnya. Ify mengikat rambutnya ke atas semua, sehingga terlihat leher putih jenjangnya terlihat sangat cantik.  Untuk ke sekian kalinnya Rio hanya bisa meneguk ludah dan menahan nafasnya. Ify benar-benar menggodanya saat ini.

            Ify menyunggingkan senyum mematikannya, perlahan tangannya ia arahkan kea rah kancing kemeja Rio dan membuka satu kancing dari kemeja Rio. Rio dibuat menegang hebat oleh istrinnya. Dan Ify  perlahan mendekatkan wajahnya mendekat ke wajah Rio. Memringkan wajahnya pelan-pelan dengan tangan yang masih sibuk melucuti kancing baju Rio satu persatu. Ify mulai memejamkan matannya dan membuat Rio ikut memejamkan matannya.

“Dasar om-om otak mesum!!!”bisikkan tajam yang Rio dengar membuatnya langsung menahan segala amarahnya, emosinya dan malunnya saat ini. Perlahan ia membuka matannya dan melihat Ify tersenyum puas dihadapannya.

“Cisshh. . . Lihat wajah mesum loe itu!!!”cercah Ify sadis kea rah Rio membuat Rio merasa harga dirinnya terinjak-injakkan begitu saja. Ify benar-benar mengerjainnya dan tak kira-kira. Rio memcingkan senyumnya.

“YAAA!!!”teriak Ify saat Rio kembali menahan pinggangnya dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rio.

“Loe lihat hasil karya loe . . . “ujar Rio sambil melirik kea rah bajunya yang kancingnya sudah terbuka semua. Memperlihatkan tubuh sexy Rio dengan perut yang benar-benar berbentuk dan dada yang bidang.

 

“Loe udah buat gue terangsang. Dan loe harus tanggung jawab”Ify meneguk ludahnya sedalam-dalamnya. Ia  melihat Rio yang sepertinya kali ini tidak main-main dengan ucapannya. Karena Ify pun dapat merasakan bahwa sedari tadi Rio sudah menegang hebat.

“Loe ja . jangan macam-macam . . “ancam Ify saat tangan Rio kiri Rio mulai menyentuh kancing bajunya.

“Loe fikir gue bercanda ? Gue gak akan bisa konsen kerja kalau gue belum bisa menyelesaikan ini. Aisshh . . Loe benar-benar membangunkan srigala dengan sejuta nafsu“ujar Rio seolah dirinnya orang paling merana di dunia ini. Melihat ekspresi Rio seperti itu membuat Ify jijik dan kesal .

“Jadi gue akan nyelesaiin saat ini juga”lanjut Rio dan langsung tanpa banyak bicara lagi menyambar(?) bibir mungil istrinnya.

            Awalnya Rio hanya mencium pelan dan lembut karena Ify masih diam saja dan tak membalas ciumannya. Namun beberapa detik kemudian. Rio merasakan Ify mengalungkan kedua tangannya di lehernya dan mulai membalas ciumannya. Dan menjadikan ciuman mereka menjadi ciuman yang benar-benar panas (?). Suara desahan nafas mereka yang beraduh memanaskan ruangan kerja Rio.

 

CKLEEEEKKK

 

“UPSSSS . . . . .”

 

            Mendengar suara tersebut Rio dan Ify langsung melepaskan ciuman mereka dengan cepat dan langsung salah tingkah saat mendapati kehadiran Bima yang sudah berada di depan pintu. Ify segera berdiri dari paha Rio dan mengancingkan satu kancing bajunya yang sempat Rio buka, Dan begitu juga dengan Rio dengan cepat mengancingkan seluruh kancing bajunya. Mereka benar-benar malu sekali.

“Sorry. Bima gak lihat apapun kok”ujar Bima tanpa dosannya dan masuk kedalam ruang kerja papanya.

“Bima Cuma mau ngambil buku bima yang ketinggalan di lemari papa”ujar Bima melanjutkan kata-katanya karena kedua orang tuannya sama sekali tak menatpnya dan mencari kesibukkan sendiri karena salah tingkah dan sangat malu kepada anaknya.

            Bima dengan cepat membuka lemari Rio dan mengambil beberapa bukunya disana. Setelah itu ia berjalan lagi kea rah pintu. Sebelum ia benar-benar keluar. Bima memberhentikkan langkahnya beberapa sejenak.

“Pa. Bun, Bima request adek cowok ya”ujar Bima tanpa dosa dan segera mengambil langkah seribu keluar sebelum mamanya menyemburnya.

            Ify menutup kedua matanya dengan wajah frustasi saat mendengar ucapan anaknya yang semakin membuat mereka malu sekali. Ingin sekali Ify mencakar-cakar wajahnya sendiri. Dan bagaimana jika ia nanti bertemu anaknya . Pasti Bima akan menggodanya habis-habisan. Sedangkan Rio hanya salting sesaat dan kembali bertingkah santai lagi.

“Waah. . Fy anak kita udah ingin adek tuh”ujar Rio tanpa dosa. Ify menatap Rio dengan tajam.

“BUAT AJA SENDIRI!! INI SEMUA GARA-GARA LOE!!”teriak Ify keras dan langsung melemparkan sepatunya begitu saja kea rah RIO.

 

BUKKKK

 

“Awww . . .”ringis Rio saat sepatu itu mengenai kepalannya. Untung saja Ify hanya memakai sepatu datar tidak ber-highless.  Rio mengurut kepalannya yang terasa sakit.

“LOE MAU BUNUH GUE ??”teriak Rio balik yang tak terima dengan perlakuan istrinnya.

“PINGIN BANGET DARI DULU!!”balas Ify tak kalah kerasnya.

“Aisshhhh!! Mati gue, AARGHSSS”teriak Ify lebih frustasi sambil mengacak-acak rambutnya dan menhentak-hentakkan kakinya beberapa kali.

“Nyantai aja Fy. Bima juga paling godain doang”serah Rio yang terlihat sangat santai. Ify menatap Rio lebih tajam lagi.

“Loe kira anak loe itu bukan titisan iblis ? Kata-katanya aja kayak pisau tajam banget !”Rio terdiam sejenak.

“Bener juga “Ify mendesis kesal melihat wajah polos Rio seperti itu.

*****

            Bima masuk kedalam rumah dengan senyum-senyum sendiri tadi, Melihat tingkah papa dan bundanya yang sangat lucu membuatnya tidak berhenti tertawa saat di mobil tadi.  Karena mungkin Bima selalu melihat papa dan bundanya bertengkar hanya karena masalah kecil dan membuatnya ikut kesal. Namun Bima akuin jika papa dan bundanya sudah romantis. Pasti sangat mengensankan. Dan jujur saja, Bima sangat iri dengan hubungan papa dan Bundanya.

            Bima ingin sekali memiliki kisah cinta seperti orang tuannya yang penuh perjuangan seperti itu. Bima sempat tidak percaya dengan yang diceritakan om dan tantenya tentang kisah cinta papa dan bundanya. Namun kakeknya dulu pun pernah menceritakkan hal tersebut kepadanya saat ia liburan di rumah kakeknya di prancis dan membuatnya benar-benar percaya. Dan juga Bima sangat kagum akan besarnya rasa cinta yang dimiliki papanya kepada bundanya. Begitu pun sebaliknya. Dan Bima sangat bahagia sekali memiliki keluarga yang begitu sangat sempurna baginnya. Meskipun terkadang sedikit susah baginya untuk bertemu Papanya.

****

            TOOOKK TOOOKKK

 

            Suara kamar Bima terdengar diketok oleh seseorang. Bima yang sedang asik bermain PSP merasa sedikit kesal. Ia pun harus capek-capek berjalan membukakan pintu kamarnya.

“Siapa ?”Bima langsung kaget melihat siapa yang berdiri di depannya yang tak lain adalah Alyn dengan beberapa buku di tangannya.

“Ngapain loe ??”sinis Bima yang nampak tak suka dengan kedatangan Alyn. Alyn menyunggingkan senyum kakunya. Dan terlihat sangat aneh sekali.

“Gue gak bisa beberapa nomer tugas chemistery tadi. Gue mau minta bantuan tante Ify tapi dia belum pulang sampai sekarang. “

“terus ?”Tanya Bima sinis dan berharap bahwa apa yang ia tebak didalam otaknya adalah salah besar.

“Loe bisa ngajar . . “

 

BRAAAKKKK

 

            Bingo!!! Tebakan Bima 100% benar bahwa gadis alien itu ingin meminta bantuannya. Dan tanpa menunggu gadis itu menyelesaikan kata-katanya dengan cepat Bima membanting keras pintu kamarnya.

            Alyn mencak-mencak di depan kamar Bima, sangat kesal sekali dengan pria itu yang selalu tidak bisa baik sedikit kepadanya. Alyn memanyunkan bibirnya, binggung minta bantuan siapa lagi. Meskipun nanti Tante Ify sudah pulang, ia tidak mungkin minta bantuannya. Alyn tidak enak, karena pasti Tante Ify sudah kelelahan. Alyn melirik kea rah jam dindin putih bundar besar di dekat tangga yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alyn benar-benar sudah tidak bisa mengerjakan lagi. Soalnya sangat susah sekali. Padahal ia sudah berusaha sebisa mungkin tapi tetap tidak bisa. Alyn pun sudah ditawari oleh Sena teman sebangkunnya dan juga satu-satunya  sahabat dekatnya untuk mengerjakan tugas tersebut di rumah Sena. Namun karena sudah malam dan tidak enak dengan Tante Ify dan Om Rio, Alyn mengurungkan niatnya.

“Bima . Bantuin dong. . . Gue gak mau kena point. Loe masak tega . .’

“BODO!!”Alyn benar-benar menahan muluntnya agar tidak mengeluarkan sumpah serapah, nama-nama kebun binatang, dan berbagai macam kata suci untuk pria tersebut.

“Bim gue akan lakuin apapun deh. Asal loe ngebantuin gue. Yah Yah “mohon Alyn sangat memohon kepada Bima.

“BOOODOOOO!!!”teriak Bima yang nampak tak peduli. Alyn mendecak kesal.

“Yaudah gue tungguin didepan kamar loe sampai loe mau bantuin gue. Gue gak peduli. Gue gak akan kemana-kemana dan tetap berdiri di depan kamar loe sampai loe mau bantuin gue”

“TERSERAH!!”

“Gue tungguin loe bim”lirih Alyn lemas dan berharap sekali Bima akan membantunya. Alyn benar-benar menunggu Bima di depan kamar pria itu dan terus berdiri di depan kamar Bima.

****

            Bima yang memang sangat tega kepada siapapun, merasa tidak peduli dengan derita Alyn. Ia melanjutkan bermain PSP.nya didalam kamar. Karena satu jam lagi adalah jam tidrunya. Bima selalu mengatur semua hidupnya, jam berapa ia harus bangun, ia harus tidur, ia harus makan dan lain-lainnya. Kehidupannya harus tertata secara percfect . maka tak heran jika banyak gadis yang terpesona kepadanya. Dan sayagnya Bima sampai sekarang belum mendapatkan tambatan hatinya / belum pernah memiliki pacar.

****

            Jam dinding dikamar Bima menunjukkan pukul 11 malam, Bima segera meletakkan PSP.nya dan bersiap untuk tidur. Dan seperti biasanya sebelum tidur ia berdoa dulu dan menatap langit-lagit kamarnya untuk menghayal sebentar. Biasanya ia suka sekali menghayal tentang masa depannya nanti. Namun kali ini.  . . .

“Aisshhh. . . kenapa wajah si Alien yang muncul!!”desis Bima segera menggelengkan kepalannya. Ia pun meneatap langit-langit kamarnya lagi dan sekali lagi yang ia lihat adalah wajah Alyn.

“AISSHHH!!”kesal Bima dan segera bangun dari tidurnya dan berdiri begitu saja. Bima melirik kea rah pintu kamarnya. Mengingat kembali ucapan Alyn sejam yang lalu “gue tungguin didepan kamar loe sampai loe mau bantuin gue. Gue gak peduli. Gue gak akan kemana-kemana dan tetap berdiri di depan kamar loe sampai loe mau bantuin gue”

“Paling juga dia udah balik ke kamarnya. Udah tidur . “Serah Bima dan memilih kembali berbaring ke kasurnya. Namun baru saja ia ingin berbaring, matannya menatap kea rah pintu kamarnya kembali. Kakinya begitu memaksanya untuk membuka pintu tersebut.

“Aisshh. . . “desis Bima sekali lagi yang sangat kesal dengan dirinnya. Ia pun turun kembali dari kasur dan berjalan kea rah pintu kamarnya.

            Dengan wajah yang sudah sedikit mengantuk, Bima membuka pintu kamarnya. Matannya membelakak saat melihat Alyn didepan kaamrnya dan langsung mendongakkan wajahnya saat melihat dirinnya di depan kamar.

“lo  . .loe . . .loe . . loe beneran nungguin di depan??”Tanya Bima benar-benar tak percaya. Gadis ini pastinya sudah berdiri sejam lebih.

“hehehhe. Iya . . “jawab Alyn dengan tanpa dosanya. Dilihatnya wajah gadis itu sedikit pucat dan terlihat wajah lelah tergambar di wajah Alyn. Bima sedikit merasa bersalah namun dengan cepat ia merubah ekspresinya ke ekspresi tenang dan seolah tak terjadi apa-apa.

“Loe bego atau gak ada otak sih. Soal gitu aja gak bisa, Masuk . . . “ujar Bima tak ada enak-enaknya untuk di dengar. Alyn pun menerima saja cacian yang dilontarkan Bima kepadanya. Ia sudah cukup kenyang dan bisa dibilang sudah terbiasa dengan cacian Bima kepadannya.

“Aww .  . “Bima langsung dengan sigap memegangi tubuh Alyn yang sedikit oleng. Gadis ini mungkin merasa kakinya sangat lemas sekali akibat berdiri satu jam didepan kamar Bima.

“Maaf. . . “ujar Alyn canggung dan segera melepaskan diri dari pegangan Bima. Bima yang tersadar pun segera berjalan kea rah meja belajarnya menyembunyikan kekakuannya dengan mengambil buku tugas chemisterinnya.

“Ke balkon sana”suruh Bima kepada Alyn. Alyn pun menuruti Bima dan segera berjalan ke balokn kamar Bima. Alyn cukup terpengangah dengan kamar Bima yang benar-benar sangat luas dan dekorasinya begitu mewah namun sangat nyaman sekali. 

            Bima membuka kulkas yang ada disebelah meja belajarnya, ia mengambil dua gelas minuman kaleng setelah itu berjalan menyusul Alyn yang sudah duduk di balkon. Bima berhenti melangkah saat melihat gadis itu berdiri menikmati udara malam dan membuat rambutnya terbelai oleh angni malam.

 

Gleekkkk

 

            Bima menegukkan ludahnya, ia baru menyadari bahwa Alyn begitu sangat cantik. Wajahnya yang sedikit chubby, mempunyai lesung pipit , dan mata yang bulat, serta rambut panjang bergelombang.  

“Cantik . . .”

            Bima tanpa sadar mengucapkan kata tersebut, membuat Alyn langsung membalikkan badannya.

“Apa Bim?”Bima langsung tersontak kaget dan me nggelengkan kepalannya merutuki apa yang sudah ia lakukan.

“Gak ada. Ayo cepat sini gue ajarin. Gue udah ngantuk”

“iya iya”lirih Alyn menurut dan duduk di kursi yang ada dibalkon. Bima pun duduk di hadapan Alyn.

            Dengan sabar Bima mengajari Alyn beberapa nomer yang tidak Alyn bisa. Dan tidak jarang Bima berteriak frustasi sampai memukulkan buku tugasnya beberapa kali ke kepala Alyn akibat gadis itu tidak mengerti-mengerti.

“Udah faham nomer yang ini??”Tanya Bima sebelum melanjutkan ke nomer selanjutnya. Alyn mengangguk lemas, matannya sudah terasa berat. Alyn meminum minumanya sekali lagi berusaha menyegarkan matannya. Bima melirik Alyn yang berusaha mengatasi ngantuknya.

“Kurang 2 nomer lagi. Tahan ngantuk loe”

“Gue gak ngantuk kok Bim hehee”cengir Alyn dan langsung berpura-pura membuka matannya lebar-lebar. Bima mendesisi saja melihat tingkah bohong gadis didepannya ini. Bima pun memulai menjelaskan nomer selanjutnya. Alyn memperhatikannya benar-benar, Bima memang sangat pandai dan Alyn pun dengan cepat dapat mengerti daripada gurunya dikelas yang mengajar ia lebih suka dan cepat faham jika Bima yang mengajarinya.

“Jangan seperti itu. Kan yang O2 udah disetarakan sama yang ini . Setelah itu kamu car . . . “Bima mendapati Alyn yang sudah tergeletak dengan kepala menyender di meja. Gadis itu tertidur tanpa sadar. Bima berniat membangunkannya. Namun mengingat saat gadis itu berdiri satu jam di depan kamarnya membuatnya tidak tega.

            Bima pun menarik buku tugas Alyn dan menyelesaikan satu nomer lagi yang Alyn tidak bisa. Setelah selesai semuanya dengan cepat bima membereskan buku-bukunya dan buku-buku Alyn. Bima melirik jam tangannya yang sudha menunjukkan pukul 12 malam. Bima mendesah berat, jam tidurnya tertinggal 1 jam.

“Ini semua gara-gara loe Alien gue telat tidur!!”ujar Bima pelan sekali dengan tatapan sadis kea rah Alyn. Namun saat udara malam mengibaskan beberapa helai rambut Alyn senyum ringan tergambar diwajah Bima.

            Bima segera menggeleng-gelengkan kepalannya. Menyadarkan dirinnya secepat mungkin. Bima tak ada pilihan lain selain membopong gadis tersebut. Bima dengan hati-hati menarik meja yang digunakan senderan kepala Alyn. Setelah itu menahan tubuh gadis itu sebentar dan langsung membopong tubuh Alyn dengan hati-hati agar gadis itu tidak terbangun.

            Bima berhenti sebentar di depan kasurnya. Binggung harus menidurkan gadis ini dimana, jika ia membawa Alyn ke kamarnya ia takut akan bertemu sang mama atau papa atau pelayan-pelayannya yang pasti akan menggodanya. Dan Bima tidak mau merendahkan image. Dan nya. Dan tak ada pilihan lain, Bima membaringkan Alyn di atas tempat tidurnya.

“mmmm. . . “gumam Alyn sebentar dan sempat membuat Bima kaget. Setelah itu Bima menarikkan selimutnya menutupi tubuh Alyn dan mematikan lampu kamarnya.

 

Bersambung . . . . . . 

2 thoughts on “STORY OF DEVIL FAMILY – 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s