STORY OF DEVIL FAMILY – 3

Terima kasih yang udah baca crta ini, dan suka dengan cerita ini. Makasih banyak *deepbow*. Dilike silahkan gak dilike juga silahkan. Di comment silahkan gak di comment jga silahkan. Kalian udah baca sampai selesai g setengah2 dan terhibur dg crta ini aja aku udah banyak banyak terima kasih kepada kalian. Maaf kalo aku ada salah. Terima kasih semuannya.

 

STORY OF DEVIL FAMILY – 3

Alyn masih terdiam dan terlihat binggung, bibirnya terasa kaku untuk berbicara saat ini. Ia menatap Bima yang juga menatapnya.

“Loe ingin apa enggak?”pertanyaan kedua Bima menyadarkan Alyn dan entah mengapa gadis itu reflex menganggukan kepalannya dan sekali lagi membuat seluruh pengunjung berteriak histeris dan menyemangati Bima kembali. Bima menghembuskan nafas beratnya dan memulai melakukan push-up kembali dengan kecepatan lebih speedy.

“KEREEENNNN!!!”

“AAAAAHHHHHHH !! SEMANGAAATTT!!!”

“GILAAAA KEREN BANGET TUH COWO”

“GUE PINGIN JADI CEWEK.NYAA HUAAAAAAAAAAAAA”

“YAAAAAAA GILAA GILAA GILAAA”

            Teriakan para gadis-gadis remaja membuat toko ini semakin ramai dan banyak pengunjung yang tertarik untuk menonton apa yang dilakukan oleh Bima. Waktu pun masih terus berjalan dan bima masih melakukan push-up.

“280”

“281”

“282”

“283”

“284”

“285”

“Waktu anda tinggal 1 menit”

“AYOOO SEMANGAATT!! “

“KAMU PASTI BISAAA!!”

“AYOOOO!!!”

            Alyn binggung ingin menyemangati bagaimana, ia sudah cukup shock dengan Bima yang tiba-tiba melakukan ini semua dan dua kali shock dengan banyaknya pengunjung yang meneriaki bima dan dirinnya.

“297”

“298”

“299”

“300”

 

BRUUUKKK

 

            Tubuh Bima langsung ia ambrukkan ke lantai, rasanya ia baru melakukan marathon dengan tangan yang diberi beton 100 kg. Bima tersenyum sangat puas dengan hasil kerjannya. Itulah Bima yang selalu mempunyai semangat tinggi dan harus bisa mencapai apapun yang dia inginkan dan tantangan yang ada dihadapannya.

“HUAAAAA KEREENN!!!”

“KEREENNN BANGEETTT!!!!”

“Ini bonekanya, silahkan diberikan kepada pacarmu. Selamat ya”Bima langsung bangun dari istirahat sebentarnya dan menerima boneka tersebut sedikit canggung karena ucapan penjaga toko tersebut.  Bima mulai binggung harus bagaimana sekarang. Suara riuh pengunjung yang masih disana membuatnya tersenyum kikuk.

“BERIKAN”

“BERIKAN”

“BERIKAN”

“BERIKAN”

            Bima menatap Alyn yang sama terlihat binggungnya dengannya. Tangan Bima sedikit kualahan memegangi boneka jumbo tersebut ditambah ia baru saja melakukan push-up 300 kali.

“udah cepet terima . .”desis Bima ke Alyn dengan cepat sambil menyodorkan boneka tersebut ke Alyn. Kemudian tersenyum canggung lagi kea rah pengunjung yang bahkan banyak mengabadikan moment ini di kamera mereka.

“TERIMA!!”
“TERIMA”

“TERIMA”

“TERIMA”

            Mau tidak mau, Alyn pun langsung menerima boneka tersebut dari tangan Bima. Ia cukup keberatan menerima boneka itu akhirnya ia turunkan ke bawah. Perasaanya sekarang sangat senang mendapatkan boneka itu, binggung kenapa Bima mau melakukannya dan canggung sedikit malu karena pengunjung-pengunjung itu masih disana dan tidak beranjak sama sekali.

“KISS”

“KISS”

“KISS”’

“KISS”

“KISS”

“HEH?”

            Kaget Alyn dan Bima langsung membelakkan mata mereka akibat teriakan dari pengunjung yang awalnya provokasi dari seorang pasangan remaja. Dan menyebabkan semua pengunjung ikutan berteriak. Bima hanya diam dengan wajah paling bodohnya.

“Aduuh. Maaf ya . Maaf. Kita enggak pacaran”Alyn mencoba mengklarifikasi agar para pengunjung semakin tidak salah faham.

“Maaf ya . Maaf “Alyn melambai-lambaikan tangannya sambil menggelengkan kepalannya dan tersenyum canggung kea rah pengunjung lainnya.

“KISS”

“KISS”

“KISS”

“:KISS”

            Namun para pengunjung nampak tak peduli. Mereka bagaikan seorang fans yang ingin mendapatkan fans servis dari kedua artis dadakan didepan mereka. Alyn semakin terlihat binggung. Sesekali ia melirik Bima yang hanya diam saja dengan tersenyum kaku kea rah pengunjung. Bahkan perempuan penjaga toko nampak paling antusias diantara penonton lainnya.

“AYO CIUM DONG CEWEKKNYA!!!”

“AYOOOO!!!”

“AYOOOO”

“Maaf kita bukan pasangan kekasih. Maaf “ujar Alyn sedikit keras namun suarannya bagaikan angin yang berhembus begitu saja. Suara pengunjung lebih keras daripada suarannya saat ini.

“Maaf ya mbak, mas, ibuk, tante, om, semuanya. Kita ini bu  . . .”

            Alyn langsung mematung begitu saja , saat ia merasakan sebuah bibir mendarat di pipi kananya selama beberapa detik. Tubuhnya seperti barus aja tersengat listrik dengan tegangan tinggi serta di siram dengan air ice bersuhu -30 derajat.

“HUAAAAAAA KEREEENNN!!!”

“HUAAAAAAAAAAAAAA GUE FANS KALIAN BERDUA”

“HUAAAAAAAA”

“Terima kasih”

Bima tersenyum sebentar ke arah pengunjung kemudian mengambil boneka yang entah sejak kapan terlepas dari tangan Alyn dan terbaring tak berdosa di lantai. Setelah itu dengan cepat dan tanpa menyadarkan Alyn dari kediamannya , Bima menggandeng Alyn dan beranjak dari sana. Meminta para pengunjung untuk memberinya jalan. Sedangkan para pengunjung masih bertepuk tangan dan berteriak-teriak tak jelas bagaikkan fans gila.

***

Bima menghelakan nafas beratnya dan menghembuskan nafasnya yang sempat terasa sempit akibat kejadia beberapa detik yang lalu. Saat ini ia sudah berada di parkiran tepatnya di depan mobil Bima. Bima menatap kea rah Alyn yang masih diam mematung.

“Alien!!”panggil Bima

“Alien!!”panggilan kedua Bima langsung membuat Alyn tersadar. Alyn menatap Bima sebentar langsung menundukkan kepalannya kembali. Merasa canggung dan sedikit malu saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.

            Beberapa menit mereka hanya diam-diaman, Bima sendiri tidak tau mengapa merasa canggung sendiri dengan Alyn. Ia menatap kea rah lain mencoba menetralisirkan ketegangan dan kecanggungan yang ada diekspresinnya saat ini.

“Bim . .. .”panggil Alyn menghentikkan keheningan ini. Bima mencoba biasa lantas menolehkan wajahnya kea rah Alyn dengan ekspresi seperti biasannya. Ekspresi dingin.

“Apa?”sahut Bima sedikit tajam membuat Alyn binggung untuk mengucapkan kata-katannya. Bima menatap Alyn dengan tatapan menunggu.

“Itu Bim . . . It . . itu . . “

“Loe mau acting gagu lagi?”mendengar ucapan Bima yang sadis membuat Alyn sangat kesal sekali. Ia menatap Bima tajam.

“Tangan loe rasanya kasar banget!!”ucap Alyn sadis membalas ucapan Bima dan langsung menyentak genggaman tangan Bima yang masih di tangannya. Bima nampak kaget, karena ia baru sadar masih menggengam tangan Alyn.

“Loe. . loe . . .  “desis Bima tak terima tangannya dibilang kasar. Sedangkan Alyn sudah buru-buru masuk kedalam mobilnya. Dan dengan cepat Bima segera menyusul Alyn masuk kedalam mobil dan sedikit susah payah memasukkan boneka berang besar tersebut kedalam mobilnya tanpa bantuan Alyn. Karena gadis itu nampak masih kesal sekali dengannya.

****

            Jam sudah menunjukkan pukul setengah 1. Dan baik Bima serta Alyn masih terjaga dalam tidur mereka di kamar masing-masing. Mereka hanya menatap ke atas langit-langit kamar dan membayangkan kembali kejadian tadi.

            Bima sendiri sudah sejak jam 11 mencoba tidur namun tetap saja tidak bisa. Ia menanyakan kepada dirinnya sendiri kenapa melakukan semua itu. Mulai dari melakukan push-up 300 kali sampai mencium pipi kanan Alyn.

            Sedangkan Alyn dikamarnya senyum-senyum sendiri tanpa sadar. Ia memegangi pipi kananya sedangkan tangan kirinya memegang boneka beruang yang diberikan Bima kepadanya dengan pengorbanan yang besar.

            Alyn baru menyadari bahwa kejadian tadi begitu sangat mengangumkan. Baru kali ini ia merasa jantungnya berdetak begitu cepat dari biasanya. Seluruh badannya panas dingin. Ia merasa begitu sangat beruntung sekali.

“Aisshh. .. .”Alyn menggeleng-gelengkan kepalannya merasa seperti orang bodoh. Namun beberapa detik ia tersenyum sendiri kembali. Dan kembali memegangi pipi kanannya.

****

            Pagi pun kembali datang, membawa lembaran kertas baru untuk menuliskan bagaimana cerita manusia-manusia itu untuk hari ini. Dan seperti biasa dirumah keluarga besar Haling semua pemilik rumah melakukan sarapan pagi. Rio , Ify, Bima dan Alyn.

            Rio dan Ify saling bertatapan binggung, mereka melihat kea rah Bima kemudian Alyn dengan bergantian. Dua anak ini sedari tadi diam dan fokus dengan makanannya. Tidak seperti hari-hari biasannya yang terkadang bertengkar.

“Kalian sedang bertengkar?”Tanya Ify sedikit menyelidik. Namun tak ada jawaban diantara keduannya karena lebih tepatnya mereka berdua berada di dunia fikiran mereka yang masih saja memfikirkan kejadian tadi malam.

“Bima kamu apakan Alyn!!”suara Ify langsung meninggi membuat Bima dan Alyn tersentak kaget dan mendongakkan kepala mereka bersamaan. Bima menatap bundanya binggung .

“Apa bun?”Tanya Bima yang tidak tau ucapan Ify sebelumnya. Ify menghelakan nafasnya dengan penuh kesabaran.

“Kamu apakan Alyn ?”

“HAH?”kaget Bima menatap bundanya dengan kedua mata terbuka lebar. Alyn pun sama kagetnya seperti Bima,  bagaimana Ify bisa tau. Apakah kejadian semalam sudah di unggah di youtube ? atau di twitter? Atau di Instagram atau di friendster(?) .

“Kamu apakan Alyn?”Ify masih menatap Bima dengan penuh menyelidik.

“Bim. . bim. . bima gak ngapa-ngapain Alyn bun. Bim . Bim. . Bima Cuma .  cum . .cum . . “

“Cuma apa Bima ??”Bima terlihat kebingunggan menjawab pertanyaan bundanya. Ia seperti tersangka yang terpojok.

“Cum. Cum  .. Cuma itu bun. Cum. Cuma  ..  nyium pipi Alyn, bun”

 

SROOOTTTTT

UHUUKKKK UHUUUKKK UHUUUKKK

            Rio  baru saja meminum teh hangatnya langsung menyemprotkannya kedepan dan terbatuk-batuk hebat saat mendengar pernyataan Bima. Ify pun hanya menganga lebar dengan apa yang baru saja ia dengar. Sedangkan Alyn menundukkan kepalannya sangat malu sekali dan juga takut. Bima menggaruk-garuk kepalannyayang tidak gatal melihat ekspresi bunda dan papanya yang seperti itu.

            Namun beberapa detik kemudian, Ify dan rio sama-sama menahan tawa mereka. Dan mengalihkan tatapan mereka dari Bima.

“Lanj . .lan. .lanjutin makan kamu Bim. Udah lanjutin sana”suruh Ify masih mencoba menahan tawannya. Bima malah menatap kedua orang tuanya binggung dan heran. Bundanya malah tertawa dan tidak marah kepadannya.

“Kalian pacaran ?”Tanya Rio to the point.

“:HAH?”

“ENGGAK!! ENGGAK”serempak Bima dan Alyn secara langsung. Cukup shock dengan pertanyaan Rio yang tiba-tiba seperti itu.

“Enggak om, Kita gak pacaran. Alyn sama Bima gak pacaran “

“Apaan sih Pa. Pertanyaanya gak mutu banget!!”

            Rio menatap kedua remaja didepannya ini dengan kekehan ringan, Merasa lucu dengan sang anak dan juga Alyn. Ify pun mulai membuka tawa pelannya yang ia tahan dari tadi. Ia baru sadar bahwa sang anak kini menginjak remaja.

“Bunda  tanya kamu ngapain Alyn itu bunda kira kamu bertengkar sama Alyn dan buat Alyn marah lagi.  Tapi . . . “

“Nggak taunya jawaban kamu diluar dugaan bunda”ujar Ify jujur dengan tujuan pertanyaannya sebenarnya. Bima membelakakan matannya dan merasa kesal dengan sang bunda.

“Bundaaa . . . “desis Bima melirik tajam bundanya. Namun Ify seolah tidak peduli dan masih terkekeh pelan.

“Bima berangkat .. “ujar Bima yang langsung berdiri degan wajah kesalnya kepada Bunda dan Papanya. Ia menyalami bundanya dengan cepat kemudian juga menyalami papanya . Saat bima berpelukan dengan papanya. Bisakkan Rio membuatnya semakin kesal.

“sekarang Bima sudah besar ya”

“Pliss paa. . jangan mulai . . “

            Bima meninju tangan papanya sedikit keras membuat Rio langsung meringis kesakitan. Ify geleng-geleng saja melihat tingkah laku sang suami dan sang anak.

“Bim !! Belum ucapin Good luck buat papa!! “teriak Rio setengah tertawa namun tak digubris oleh Bima yang terus saja berjalan keluar rumah.

“Alyn juga berangkat ya Om. . “ujar Alyn dengan wajah yang sangat malu sekali.

“Titip Anak om ya Alyn. . .”goda Rio saat Alyn menyalami dirinnya membuat pipi Alyn langsung memerah. Ify terkekeh melihat Alyn yang sangat lucu sekali dan menurutnya terlihat sangat cantik saat Alyn malu-malu seperti itu.

“Belajar yang rajin ya Alyn”pesan Ify kepada Alyn. Alyn mengangguk lantas beranjak untuk menyusul Bima yang pastinya sudah ada didalam mobil.

            Rio dan Ify melanjutkan sarapan mereka dengan tertawa puas sekali. Merasa lucu dengan tingkah Bima yang diluar dugaan mereka. Selama ini mereka tidak pernah melihat anak mereka salah tingkah seperti itu.

“Jadi ingat saat masih muda  . . “ujar Rio yang mulai bernostalgia. Ify melirik Rio sedikit tidak enak.

“Ingat yang mana? Saat loe dikerubungi fans-fans gila ? apa saat loe nyamar jadi stev tapi gagal?”pertanyaan Rio langsung merubah senyum Rio menjadi senyum kecut. Istrinya selalu ada saja membuat moodnya berubah.

“Ingat saat malam pertama kita”goda Rio yang ingin balas dendam kepada Ify. Dan benar saja, Ify langsung meletakkan sendok garpunya dan menatapnya tajam.

“Yo, Gak mulai deh!!”Namun Rio semakin menjadi, Ia menaruh dagunya di tangannya dimana sikunya ia sandarkan diatas meja. Ify mencium bau-bau tidak enak dari tatapam Rio.

“Loe mau gue siram pakek air dingin ? hah?”ancam ify kepada sang suami yang malah senyum-senyum tak jelas ke arahnya.

“Di fikir-fikir saat malam itu. .. Mmm. . Waahhh. Malam yang hebat . .”Rio mulai geleng-geleng dengan wajah yang seolah membayangkan sesuatu.

“RIOOOOOO”teriak Ify frustasi. Ia semakin menatap Rio penuh kekesalan.

“Loe terusin ! Gue bunuh loe sekarang”

“Apalagi saat itu fy, saat loe . . . . “

 

BYUUURRRRR

 

            Ify benar-benar menyiram Rio dengan segelas air dingin, Rio menghembuskan nafas beratnya, membersihkan wajahnya dengan tissue lantas menatap istrinya tajam yang juga sedang menatapnya sinis penuh kemenangan.

“Loe bener-bener gadis iblis, setan , keturunan dedemit !! “kesal rio mengeluarkan sumpah serepahnya.

“bodoo!! Gue udah bilang kan, Loe terusin gue bakal bunuh loe”

“Gue ini suami loe!!”tiaker Rio frustasi akan sifat Ify yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.

“Peduli ? “

“Cisshh ..  .. .”desis Rio melihat tingkah istrinya yang selalu membuat emosinya naik 100 kali lipat.

“Dasar om-om mesum”ujar Ify dengan cepat lantas pergi dari ruang makan meninggalkan Rio yang menganga lebar akan perkataanya barusan.

“APA LOE BILANG ? YAAAA!! GADIS SETAN!! ULANGI LAGI UCAPAN LOE!!! YAAAAAAKKKKKK!!!”

****

            Bahkan sampai di parkiran sekolah, Bima dan Alyn masih sama-sama diam. Selama perjalanan pun mereka tidak mengeluarkan suara sekata pun. Mereka berdua memasuki lorong sekolah menuju kelasnya. Namun yang menjadi keanehan adalah banyak mata anak-anak yang menyorot ke mereka berdua. Tatapan yang berbeda-beda, Ada tatapan keirian, kekaguman, bahkan ada tatapan tak suka dan hanya ditujukan kepada Alyn. Alyn yang berada di belakang Bima hanya menunduk sedikit risih dengan semua tatapan itu. Sedangkan Bima seolah tidak peduli dan terus saja berjalan dengan tatapan lurus.

            Saat masuk kelas pun semua anak-anak yang semula bergerumbul langsung kembali ke bangku mereka ketika Bima dan Alyn memasuki kelas. Alyn hanya binggung dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di sekolah ini. Bima juga sebenarnya penasaran namun nampak tak peduli.

“Bim, kamu keren deh. Salut sama kamu”ujar Adit tiba-tiba sambil mengangkat jempol kananya saat Bima mulai duduk dibangkunya. Bima menolehkan wajahnya ke Adit binggung.

“Keren ? maksudnya ?”kini giliran Adit yang binggung karena Bima malah bertanya balik kepadanya.

“Foto dan  video itu . . Yang kamu push-up 300 kali demi boneka untuk Alyn”Bima langsung membelakakan matannya lebar, seketika itu ia langsung menatap kea rah Alyn yang juga pada saat itu sedang menatapnya dengan tangan memegang ponsel Sena dan sudah dapat Bima pastikan bahwa Alyn mengetahui akan berita itu. Mereka sama-sama meneguk ludah mereka sedalam-dalamnya.

“Bim , sumpah loe keren banget Bro!!”ujar salah seorang pria yang duduk di bangku belakang Bima . Dan membuat pandangan Bima seketika itu teralih. Bima memandang temannya itu dan hanya bisa tersenyum canggung lalu memilih kembali duduk dengan posisi menghadap kedepan.

“Kalian berdua pacaran ya ?”Adit yang nampak kepo alias penasaran terus saja menyerang Bima dengan pertanyaan. Bima ingin sekali membentak Adit namun wajah pria itu benar-benar polos dan tak berdosa. Bima pun hanya bisa menjawab dengan gelengan saja.

“Tapi kok video itu ?  .  . .mmm.  .. .”

“Lalu ? kalau kamu gak pacaran sama Alyn. Kenapa kamu ngelakuin itu semua ?”pertanyaan Adit kali ini benar-benar membuat seluruh sel otak Bima berfikir. Bima baru menyadari kenapa ia melakukan ini semua. Apakah dia . .. .”

“Kalau kamu tidak suka sama Alyn berarti aku punya kesempatan buat pedekate sama Alyn. “Bima langsung menolehkan wajahnya kea rah Adit dengan ekspresi kaget. Sedangkan Adit terenyum sambil menatap Bima.

“Kamu gak marah kan kalau aku deketin Alyn? “

“Ga . . gak kok. Te. .terserah kamu aja”jawab bima sedikit kaku dan kembali menatap ke depan.

“YES!!”sorak Adit yang terdengar sangat bahagia. Sedangkan Bima, hanya diam saja dan tatapannya sedikit aneh. Entah mengapa . . ..

****

            Jam istriahat pun tiba. Surgannya para siwa-siswi. Dan seperti tadi pagi. Gossip hangat itu berlanjut sampai siang hari ini. Bima nampak tidak peduli dan melanjutkan makan siangnya dengan teman-teman lainnya. Begitu juga dengan Alyn yang sudah asik di pojok dengan Adit yang dibawahkan oleh Alyn pancake buatannya.

            Sesekali Bima melirik ke dua orang di pojok sana. Bima melihat Alyn yang tertawa terbahak-bahak seolah semua ucapan Adit begitu membuat ia bahagia. Kalau di fikir-fikir , Bima tidak pernah melihat tawa itu sama sekali. Selama ia bertemu dengan Alyn dan Alyn tinggal dirumahnya, Bima tidak pernag melihat Alyn tertawa bahkan tersenyum ke dirinnya.

“Bim ? loe ngelihat apaan sih ?”tanya Dama teman dekat Bima satu-satunya selama SMP sampai SMA. Dama merasa penasaran karena teman didepannya ini hanya diam dan tidak memakan makannya. Bima yang tidak menjawab pertannyaa. Membuat Dama mengikuti arah pandagan Bima.

“Ahh. Loe cemburu ya pacar loe sama Adit?”

“HAH?”kaget Bima yang langsung menatap ke Dama yang ada di depannya.

“Loe cemburu lihat Alyn sama Adit ?”

“Hah? Enggaklah. Ngapain jug ague cemburu.”Bima segera mengalihkan tatapannya kea rah makannannya dan perlahan memasukkan sesendok nasi kedalam mulutnya dengan sedikit tidak nafsu.

“terus ngapain loe tadi ngelihat kea rah mereka ?”Bima terdiam sesaat merasa tersudut dengan pertanyaan Dama.

“Gue gak ngelihatin mereka. Gue Cuma ngelihat kea rah anak-anak yang main baket”alibi Bima mencari berbagai alasan agar Dama percaya. Dama sebenarnya sangat tidak percaya, namun ia sangat kenal Bima yang selalu menomersatukan gengsinya. Ia pun mengangguk saja mengiyai ucapan Bima.

            Namun sepertinya, dugaan Dama benar. Sekali lagi ia mendapati Bima yang melirik kea rah Alyn dan Adit. Dama hanya geleng-geleng saja melihat tingkah laku Bima yang menurutnya diluar perilaku Bima biasannya.

“Kalau suka langsung ungkapin. Daripada diduluin teman sebangku”sindir Dama sebelum beranjak dari sana mengembalikkan piring dan gelas makannya. Bima tersentak mendengar ucapan Dama. Ia hanya bisa melihat Dama yang sudah beranjak dari hadapannya.

“Cisshh. . “desis Bima sedikit kesal dengan ucapan teman dekatnya itu yang menurutnya tidak masuk akal.

“Gue ? Suka sama si Alien? Gak mungkin “

****

            Hari ini kelas Bima dan Alyn jam pulangnya sedikit telat dikarenakan ada ulangan dadakan sehingga menambah waktu 15 menit. Alyn terus mengeluh akibat satu soal yang tidak ia isi padahal ia bisa. Alyn terus saja mengomel di belakang Bima. Bima sebenarnya merasa terusik namun ia memilih terus berjalan tak ingin menjadi perhatian anak-anak lagi.

“Eh . .”kaget Bima saat tiba di parkiran dan mendapati seorang gadis berdiri di depan mobilnya. Bima yang berhenti tiba-tiba membuat Alyn menabrak punggungnya. Alyn meringis Karena dahinya sedikit sakit.

“LOE KENAPA BERHEN . . .. “belum selesai Alyn mengeluarkan kekesalannya. Bima sudah berjalan cepat dari hadapannya membuatnya semakin kesal.

            Namun Alyn langsung terdiam saat melihat Bima mendekati gadis bahkan langsung memeluk gadis itu. Alyn hanya bisa membelakakan matannya tak percaya.

***

“Kok bisa disini ? pasti udah nunggu lama ya ?”tanya Bima dengan wajah merasa bersalah. Gadis itu menggelengkan kepalannya dan tersenyum kea rah Bima.

“Enggak kok. Ara kangen aja sama kakak”ujar gadis tersebut yang tak lain adalah Ara anak sulung Sivia. Bima mengacak-acak rambut Ara semakin gemas. Memang sudah cukup lama mereka berdua tidak bertemu. Mungkin sudah hapir 3 bulan. Akibat Ara yang sibuk les karena akan mengikuti olimpiade matematika.

“udah makan ?”tanya Bima yang kali ini beralih menggengam erat tangan Ara seolah tidak ingin melepaskannya.

“Belum. Ara niatnya kesini kan ingin ditraktir sama kakak”ujar Ara dengan nada setengah memerintah. Bima terkekeh melihat lucunya gadis ini.

“baiklah!! Ayo kita makan makanan kesu . .. “

“Eh .  itu siapa kak?”tanya Ara melihat seorang gadis yang berada tak jauh di belakang Bima dan tersenyum canggung kea rah Ara. Bima pun lantas membalikkan badannyad an emndapati Alyn disana.

“Ahh. . dia Alyn , pasti bunda sudah cerita kan ?”Ara langsung mengangguk, ia tersenyum kea rah Alyn. Merasa senang juga akhirnya bertemu dengan gadis yang sering dibicarakan oleh Ify kepadannya.

“Hallo Kak. Aku Ara . . “perlahan Ara melepaskan tangan kananya yang digenggam oleh Bima dan menyodorkannya ke Alyn. Alyn sedikit kaget dan dengan senyum yang canggung, ia menyodorkan tangannya dan membalas jabatan tangan Ara kepadannya.

“hallo Ara, Aku Alyn. . “

“Bener kata Tante Ify. Kak Alyn cantik”puji Ara dengan nada yang jujur. Alyn sedikit tersipu dengan pujian Ara.

“Cantik? Keturunan Alien gini cantk ?Cisshh. . “senyum Alyn langsung berubah menjadi senyum kesuraman saat mendengar ucapan Bima yang selalu saja membuatnya kesal. Ara menatap Bima tajam.

“Kak!!! “tegas Ara yang langsung membuat Bima terdiam.

“Iya . Iya maaf. Gak bakal ngulangin. Janji!!”ujar Bima sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya dan dengan senyum yang sumringah. Melihat tingkah Bima yang beda sekali kepada Ara membuat Alyn sedikit kaget dan penasaran siapakah cewek ini.

“Jadi makan gak?”tanya Bima kembali mencoba mengalihkan topik.

“Jadi dong”sahut Ara dengan cepat.

“Kak Alyn juga ikut ya. “lanjut Arad an dijawab dengan senyuman ringan oleh Alyn.

            Akhirnya mereka bertiga pun lantas beranjak dari sana. Posisi duduk mobil yang biasanya di duduki oleh Alyn kini pindah di duduki oleh Ara. Alyn merasa sedikit tidak nyaman duduk di belakang entah kenapa mungkin ia sudah terbiasa duduk didepan. Mungkin lebih tepatnya duduk di seblaah Bima.

            Alyn hanya bisa mendesis kesal saat Bima terus-terusan menggoda Ara dengan rayu-rayuan garing. Perutnya rasanya ingin muntah. Bima tidak pernah menunjukkan sisi bodohnya dan alaynya seperti ini. Alyn pun memilih melihat kea rah luar jendela. Menikmati indahnya senja dan macetnya kota Jakarta yang sudah menjadi hidangannya sehari-hari.

****

            Mereka bertiga memesan makanan kesukaan Ara yaitu Iga bakar dengan nasi uduk.  Alyn sedikit tidak menikmati makannya karena pemandangan di depannya. Dimana Bima yang terus-terusan menyuapi Ara seperti pasangan yang kasmaran.

“Di sekolah kamu tidak selingkuh kan??”bima mulai membuka pembicaraan, lebih tepatnya untuk Ara. Bukan ke Alyn yang saat ini hanya menjadi obat nyamuk antara mereka berdua.

“Gimana mau selingkuh? Dika terus-terusan ngancam kalau Ara dekat sama cowok , bakalan di laporin ke kakak. “dengus Ara sedikit kesal.

“Emangnya kakak bayar Dika berapa sih ? sampai anak itu udah kayak paparazinya Ara. Ara gak suka tau!!”protes Ara kepada Bima. Bima nampak puas dengan kerja pria bernamakan Dika itu.

“Suka gak suka harus suka. Biar  gak ada cowok yang deketin kamu.”

“Kalau gak ada cowok yang deketin Ara gimana ? Ara gak bisa punya pacar dong “

“Kan Kak Bima pacarnya Ara”

 

UhuuukkkkUhuukkkkkkkk

 

              Dengan cepat Alyn meminum jus jeruknya, Rasanya tenggorokannya seperti tersedak dan sangat sakit sekali. Ia sedikit kaget dengan perkataan Bima yang menyatakkan bahwa ara adalah pacarnya. Bisa dibilang Bima dan Ara adalah sepasang kekasih. Bima menatap Alyn sedikit kesal karena merasa terganggu.

“Kak Alyn gak apa-apa kan ?”tanya Ara cemas dan langsung menyodorkan minumannya untuk Alyn yang masih berusaha memukul-mukul dadanya.

“Gak apa-apa kok Ra”jawab Alyn mecoba biasa namun tenggorokannya masih terasa sedikit sakit.

“Tenang aja. Dia gak bakalan mati kok”ujar Bima tanpa kasihan. Alyn menatap Bima sedikit tajam.

“Kak bima. . “desisis Ara skiptis dan membuat Bima langsung nyengir.

“ALYN. . . . !!”sebuah suara pria terdengar kencang membuat pandangan Alyn, Bima dan Ara mengarah kepada pria tersebut

“ADIT “kaget Alyn saat melihat Adit yang ada di depan kasir sambil membawa nampan. Bima mulai memperlihatkan ekspresi kesalnya saat melihat Adit berjalan mendekati kea rah tempat duduk mereka.

“Loh ? Ada bima juga”sapa Adit ke Bima. Bima berusaha untuk tersenyum walaupun terlihat sangat canggung.

“Gadis ini ??”tanya Adit.

“Kenalin , Aku Ara, Aku . . ‘

“Dia pacar gue. Cantik kan”potong bima dengan cepat. Ara melirik kea rah Bima dan langsung menyikut perut Bima tanpa ampun.

“Awwww . . Sakit Ara .  . “ringgis Bima namun tak dihiraukan oleh Ara.

“Jangan dihiraukan , Kak Bima suka bercanda hehe. “Adit hanya tersenyum walau sedikit binggung dengan mereka berdua.

“Aku Adit, Salam kenal Ara”balas Adit kepada Ara. Kemudian Adit langsung mengambil tempat duduk disebalah Alyn.

“Loe ngapain disini ?”tanya Alyn dengan senyum paling sumringah yang ia punya. Ia bagaikan terbebas dari malapetaka yang terjadi kepada dirinnya dari beberapa jam yang lalu.

“Aku kerja disini . hehehe. Kan aku sudah pernah cerita kalau aku tinggal di Jakarta sama tanteku yang sakit hehehe”jelas Adit dengan keramahan namun membuat Alyn tidak enak.

“Maaf Adit gue ti . . . “

“Gak apa-apa Alyn, Oh, ya pancake kamu enak banget tadi. Udah habis aku makan sama teman-temanku”potong Adit dan mengalihkan topik. Bima menatap kesal ke dua orang dihadapannya ini. Sedangkan Ara hanya meneruskan makannya karena ia sangat merasa lapar.

“Waahh. Beneran enak ? apa perlu gue buatin lagi ??”tawar Alyn penuh semangat.

“Boleh kalau gak ngerepotin Alyn. Hehehe”

“Cissh. . . “desisi Bima pelan merasa sedikit kesal melihat wajah sok polos Adit yang seperti itu. Namun beberapa detik kemudian Bima segera menggelengkan kepalannya merasa salah kalau dia marah kepada Adit.

“Ara, udah selesai makannya?”tanya Bima yang melihat Ara sedang meminum minumannya.

“Udah kak”

“Yaudah yuk kita pulang”ajak Bima dengan penuh semangat. Akhirnya dia bisa terbebas dari malapetaka ini. Alyn yang mendengar kata pulang langsung menatap kea rah Bima penuh kekesalan. Seolah Bima sangat tidak suka jika dirinnya bahagia sedetik saja.

“Ara pulang sama Papa kak, Barusan Papa nelfon kalau Papa ada direstoran samping sini. Kalau gitu Ara duluan ya, udah ditunggu Papa soalnya. Makasih Kak Bima udah mau traktir Ara “ujar Ara begitu senang dan mulai berdiri.

“Smaa-sama Cantik. Salam ke Om Alvin ya. “

“Pasti kak, Kak Alyn , Kak Adit , Ara pulang dulu ya “pamit Ara kepada kedua orang didepannya.

“Iya. Hati-hati Ara”serempak Adit dan Alyn yang kemudian melanjutkan obrolan mereka.

              Bima menghembuskan nafas beratnya mencoba meredam kekesalannya yang muncul kembali. Ia bersiap berdiri dari tempat duduknya.

“Ayo pulang”ajak Bima ke Alyn. Alyn menatap Bima sekilas lantas menatap kembali ke Adit.

“Gue pulang dulu ya, Loe semangat kerjannya !! Salut banget sama Adit cari uang sendiri!!”ujar Alyn yang mulai berdiri dan merapikan seragamnya.

“hehehe. Makasih Alyn”

“Jadi pingin kerja disini. Apakah ada lowongan disini?”tanya Alyn kepada Adit.

“Alien!! Ayo pulaangg!! “desak Bima yang tidak sabaran. Alyn menatap Bima semakin kesal.

“Gak ada Alyn maaf ya. Udah sana pulang kasihan Bima udah nungguin”suruh Adit masih dengan wajah yang innocent sekali.

“yaudah gue pulang dulu ya Adit. Besok gue buatin pancake lagi”

“Iya Alyn . Hati-hati ya . Bima juga hati-hati ya”

              Bima hanya tersenyum singkat dan setelah itu berjalan keluar dengan cepat. Alyn mengikuti Bima dengan gumelan tak jelas. Mereka sama-sama menampakkan kekesalan masing-masing. Bima ke Alyn dan Alyn ke Bima. Sampai diperjalan pun mereka tak mau berbicara satu sama lain.

****

              Hari sudah cukup gelap, jam kecil di mobil Bima menunjukkan pukul 6 sore. Jalanan yang macet membuat mereka telat pulang. Bima pun sudah mendapatkan telfon dari bundanya beberapa kali. Bima selalu suka saat bundanya mengkhwatirkannya, Ia tidak pernah merasa bahwa ia adalah anak mama. Ia hanya mensyukuri apa yang ada di hadapannya sekarang dan tidak ingin menyia-nyiakan kasih sayang yang diberikan kedua orang tuannya kepadannya.

“Mmmmm. . Senangnya bisa bertemu sama Ara . .”ujar Bima mulai membuka suara setelah 30 menit mereka terus diam.

“Alien. Ara tadi cantik banget kan ?Dia itu gadis paling keren yang pernah gue kenal. Udah cantik, baik banget, pintar  banget lagi. “Alyn ingin sekali menutup kedua kupingnya rapat-rapat saat mendengarkan cerita Bima. Merasa kekesalannya datang kembali saat ini.

“Wajahnya yang polos, rambutnya yang panjang. Senyumnya yang manis. Apalagi ya ??

“ mmm. . .  Matanya yang indah, bibirnya yang mungil. . . Bener-bener mendekati sempurna”

“Di dunia ini Cuma bunda dan Ara yang paling cantik. Iya kan Alien ?”

“Alien!! Jawab dong!! Diem aja loe”Bima menoleh kea rah Alyn yang diam menatap depan.

“Besok buat pancake rasa apa ya buat Adit ?”Bima langsung menatap kesal dan penuh emosi ke Alyn. Kedua tangannya meremas-remas setir yang ia pegang. Alyn malah tak menjawab pertanyaanya melainkan membicarakan hal yang lain dan sangat sangat tidak disukai Bima entah apapaun alasannya itu.

“Cokelat lagi ? apa dikasih keju sedikit ya ? Adit suka rasa apasih ?”

“Ahhh. Seharusnya tadi gue tanya sama dia kesukaan dia apa . . “

“Aisshhh. . . Alyn Alyn dasar pelup . .. “

“Berisik loe!!”bentak Bima begitu saja. Alyn melirik kea rah Bima yang sudah menatapnya penuh kekesalan.

“Lagi PMS loe?”sindir Alyn tak mempedulikkan kekesalan Bima kepadannya.

“Daritadi ngapain sih loe bicarain Adit mulu. Gak ada bahasan lain apa?”protes Bima yang mulai mengeluarkan emosinnya. Alyn menatap kesal balik ke Bima tak terima dengan ucapan Bima.

“Sedari tadi loe juga bahas Ara dan gue gak sewot. Kenapa sekarang gue bahas Adit loe sewot? Hah?”balas Alyn memprotes ucapan Bima. Bima nampak berfikir sebentar. Merasa ada benarnya juga ucapan Alyn. Namun ia terlanjut dalam percakapan panas ini dan tidak mau mengalah.

“Terserah gue!! Mulut-mulut gue “

“Kok loe ngeselin sih!!”

“Kok loe lebih ngeselin sih!!”

“Aisshh. Gak usah copy kata-kata gue!!”emosi Alyn semakin menatap Bima tajam.

“Aisshh. Gue gak ngerasa ngopy kata-kata loe!!”balas Bima dengan sinisnya. Alyn benar-benar harus menahan asap yang mlai keluar dari kedua telingannya.

“Susah ngomong sama orang kayak loe”

“terus dari tadi loe ngapain neng ?”

“Berak!! Puas loe!!”bentak Alyn keras dan langsung menatap ke depan tak ingin menanggapi kembali pertengkaran memanaskan ini. Alyn mencoba mendinginkan kepalannya yang terasa semakin panas. Bima pun mulai menatap ke depan, karena jalan sudah mulai lancer dan segera melajukan mobilnya.

            Mereka berdua terdiam cukup lama, tak ada yang membuka pembicaraan lagi. Alyn terlihat masih kesal ke Bima. Bima sendiri sudah dapat menghilangkan kesalannya dan sedikit merasa bersalah karena sudah marah kepada Alyn yang jika difikir-fikir kembali memang tidak salah apapun.

“besokbuatinguepancakejuga”ujar Bima dengan nada yang snagat cepan. Membuat Alyn tidak jelas mendengarnya.

“Loe ngomong apa sih ?”tanya Alyn mengernyitkan keningnya. Bima menghelakan nafasnya sebentar.

“Be . be . . bes . bes … “

“Loe lagi acting gagu ?”balas Alyn sangat puas sekali.

“damn it”batin Bima yang merasa dipermalukan akan kata-katanya sendiri yang biasanya ia gunakan untuk mengatai Alyn saat gadis itu gugup.

“Besok buatin gue pancake juga”ulang Bima dengan nada yang lumayan jelas. Alyn yang dapat menngkap kata-kata Bima menatap pria itu dengan tatapan heran.

“Kenapa loe ngelihatin gue kayak gitu?”tanya Bima sedikit canggun dan kaku dengan tatapan Alyn. Alyn tersenyum sedikit remeh.

“Heran aja, loe bukannya gak suak sama pancake buatan gue. Loe bilang pancakae gue rasanya kayak sampah”ujar Alyn mengingatkan kembali saat dulu ia pernah membuatkan Bima pancake dan Bima malah dengan sadis memuntahkannya dan mengata-ngatai pancakenya dengan sumpah serapah tak jelas.

            Bima hanya bisa garuk-garuk kepala, tentu saja ia ingat akan sumpah serapahnya kepada pancake buatan Alyn. Merasa binggung ingin membalas ucapan Alyn.

“Yah. . yah. Mungkin aja pancake buatan loe sekarang lebih enak. “

“Gue gak mau tau. Besok loe harus buatin gue!!”Alys mendesis kesal.

“Kok loe maksa sih!!”protes Alyn tak terima. Bima menatap kedepan dengan tenang dan seolah tak peduli appaun.

“terserah. Mau gak mau loe harus buatin gue”

“Dasar tuan pemaksa”decak Alyn tambah kesal.

“Makasih. Gue emang ganteng kok”sahut Bima sambil menaik turunkan alisnya kea rah Alyn dengan senyum yang sangat bahagia.

“AISSSHHHHHH”desis Alyn menahan penuh kesabarannya akan pria di sampingnya ini. Untung aja pria disampingnya memang benar-benar pria yang tampan. Kalau tidak mungkin ia sudah meludahinya sedari tadi(?).

 

Bersambung . . . . .

 

 

 

            

2 thoughts on “STORY OF DEVIL FAMILY – 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s