STORY OF DEVIL FAMILY – 5

            Sebelumnya aku ada Info , NOVEL DELOV sudah bisa di pesan di @DELOV_ID. Untuk info-infonya silahkan lihat aja Timeline atau favorite @DELOV_ID. Atau bisa tanya ke saya lewat pesan massage, beranda dll. Bagi yang suka DELOV atau STODY beli ya. Hehe makasih banyak. Dan minta bantuannya buat promosiin yaa kalau novel DELOV udah ada😀. Ceritannya beda dengan cerbungnya. Dan insyllh lebih seru, banyak action, romance juga. Pemainnya tetap. Itu aja info dari saya dan selamat membaca. Dan mohon bantuannya ya😀 terima kasih.

 

STORY OF DEVIL FAMILY – 5

            Baru saja Alyn akan mencegah taxi, tiba-tiba Adit menghampirinya sambil berlari-lari dengan tangan membawa kotak makanan. Alyn mengernyitkan kenignnya binggung kenapa Adit memanggilnya.

“Ada apa Dit ?:”tanya Alyn masih berdiri disana tidak jadi menecegah taxi yang lewat. Adit berhenti di depan Alyn sambil nyengir lebar dan menunjukkan kotak makannya.

“Makasih pancakenya”ujar Adit sambil tersenyum senang. Sedangkan Alyn sekali lagi mengernyitkan keningnya kebinggungan.

“Pancake ?”

“Iya, barusan Bima nyamperin gue terus ngasih pancake ini. Katanya dari loe sebagai tanda minta maaf pancake kemarin gak enak. Terus Bima juga minta maaf gara-gara pancake kemarin ulahnya dia”jelas Adit yang langsung membuat Alyn membelakakan matannya tak percaya.

“Bima? Bima ngelakuin itu semua?”Adit mengangguk polos.

“Dit, gue pulang dulu . Bye !”

            Dengan cepat dan tanpa menunggu apapun. Alyn segera menyetop taxi yang ternyata tak jauh dari dirinnya berdiri. Alyn segera menaiki taxi tersebut dan beranjak untuk pulang kerumahnya. Adit hanya berdiri mematung disana melihat kepergian Alyn. Sedikit sedih karena Alyn langsung meninggalkannya begitu saja..

****

            Alyn sampai di rumah megah ini, Ia keluar dari taxi dan membayar kepada supir taxi tersebut. Alyn melihat Bi Ina yang lagi membuang beberapa bungkus tepung dan juga beberapa bungkus cokelat bubuk. Alyn menghampiri Bi Ina yang berada di dekat tong sampah besar di pojok halaman.

“Bi ? habis buat apa?”tanya Alyn yang sedikit mengagetkan Bi Ina.

“Oh . Ini non, tadi Den Bima minta bantuin Bi Ina buatin Pancake.”

“Heh?”

“ Bi Ina juga heran non, gak biasanya den Bima kayak gitu. “

“Tadi den Bima kelihatan semangat sekali buat pancakenya. Sampai dibela-belain gak masuk sekolah. Untung aja non Ify gak dirumah . “Alyn lebih membelakakan matannya lagi. Ia tidak menyangka Bima sampai melakukan hal seperti itu. Dan untuk dirinnya kah ? Entahlah.

“Beneran Bi ?”

“Iya beneran non, Masak bibi mau bohong “jujur Bi Ina

“Yaudah Bi, Alyn masuk dulu ya”

“Iya Non”

            Alyn pun masuk kedalam rumah dengan banyak pertanyaan yang ada di otaknya. Akhir-akhir ini Bima memang sangat aneh, dan berperilaku tidak sewajarnya. Alyn berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Namun saat sampai di ujung tangga, ia melihat Bima keluar dari kamarnya.

****

            Mata mereka saling bertemu. Bima terlihat kaget dengan kedatangan Bima dan Alyn juga kaget karena Bima  tiba-tiba muncul dari balik pintu tersebut. Namun sedetik kemudian Bima seperti tak peduli. Bima berjalan keluar kamarnya dan berjalan melewati Alyn dengan sikap dan ekspresi yang sewajarnya. Seolah ia tidak melakukan apapun.

            Alyn menimang-nimang fikirannya, merasa benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ada di otak Bima. Alyn pun kembali berjalan menuju kamarnya. Niatnya tadi sebenarnya juga ingin berterima kasih. Namun. Bima sudah duluan berjalan melewatinnya. Dan Alyn sedikit gengsi dan takut juga akan ucapannya.

****

            Bima tau bahwa kedua orang tuannya pergi keluar negeri. Ify mengatakkan bahwa mereka ada urusan pekerjaan. Dan itu sudah sangat biasa buat Bima jika ditinggal oleh kedua orang tuannya. Dan masalahnya saat ini. Dia hanya akan berdua dengan Alyn dirumah ini bersama dengan pembantu-pembantunya yang mungkin hanya diam seolah tidak pernah ada di rumah ini. Kecuali Bi Ina tentunnya.

***

            Makan malam pun tiba, dan inilah yang ditakutkan oleh Bima. Ia harus makan berdua dengan Alyn. Namun ia tidak ada pilihan lain. Toh, perutnya sudah sangat lapar. Bima berjalan ke ruang makan. Dimana disana sudah ada Alyn yang sibuk makan sambil membawa buku Fisikannya.

            Bima duduk di kursi dengan tenang dan wajah datarnya. Alyn melihat Bima yang mengambil nasi tanpa mengatakkan sekata appun. Tidak seperti biasanya yang pasti akan sudah memakinya tanpa alasan.  Alyn menaruh bukunya disampingnya.

“Loe marah sama gue ?”tanya Alyn sedikit hati-hati. Bima menyendokkan makannya ke mulutnya.

“gak. “

“tapi kayaknya loe marah sama gue ?”

“Belajar ngedukun dari mana loe ?”

“Gue beneran tau nanyanya. Loe marah sama gue ?”

“Gak.Kenapa gue harus marah sama loe”

“Mungkin aja loe marah sama gue gara-gara tadi pagi.”

“Oh. “

            Alyn memanyunkan bibirnya mendengar respon Bima yang cuek sekali kepadannya. Alyn langsung teringat soal pancake tadi sore.

“Makasih . . “

“Buat ??”Bima masih saja terus meneruskan makannya tanpa menatap ke depan sedikit pun dimana tempat Alyn duduk.

“Buat pancake yang loe kasih ke Adit dan ucapan Maaf ke Adit”

 

UhuuukkkkUhuuuukkkUhuuuukkkk

 

“Loe gak apa-apa kan Bim ?”tanya Alyn khwatir dan memberikan segelas air putihnya ke Bima. Dengan cepat Bima menerimannya karena tenggorkannya seperti tercekat pisau.  Bima meminum habis segelas air putih tersebut.

“Loe beneran gak apa-apa ?”tanya Alyn kembali dan mendapat jawaban lambaian tangan dari Bima. Alyn mengangguk-angguk aja walaupun wajahnya masih nampak binggung.

“Gak usah makasih. Yang buatin juga Bi Ina kok”jawab Bima mencari alibi.

“Oh ya ? tapi kata Bi Ina kamu semangat banget ikut buat pancakenya “

           

UhuuukkUhuuuukkkUhuuuukkkkkkkk

 

                        Wajaj polos Alyn membuat Bima tersedak untuk kedua kalinnya. Dan Bima pun lansung meraih segelas air putih lagi dan meminumnya kembali sampai habis. Membuat Alyn sedikit ngeri melihat Bima yang minum seperti itu.

“Gue udah maafin loe kok . Gue gak marah lagi sama loe soal pancake itu”ujar Alyn kembali tanpa memfikirkan bagaimana sekarang perassaan Bima yang sudah campur aduk mulai dari salting, malu, senang, binggung. Semuannya menjadi satu. Dan Bima sendiri tidak tau kenapa perasaan itu tiba-tiba datang dan muncul.

“hmm. . “dehem Bima singkat karena binggung juga mau menyahuti apa. Rasanya sudah begitu memalukan saat ini untuknya.

“tapi gue gak sepenuhnya maafin loe . .”lanjut Alyn membuat Bima langsung memelotkan matannya ke Alyn.

“Gue akan maafin loe kalau loe mau ngajarin gue fisika . “cengir Alyn dengan tak berdosannya. Bima menatap Alyn skiptis dengan tatapan mematikan.

“Ogah”tolak Bima dengan cepat. Alyn menyedikkan matannya.

“Yaudah kalau gitu gak gue maafin “

“Bodo amat”

“Isshhh. . . Gue beneran gak akan maafin loe .!!”ancam Alyn serius ke Bima.

“Loe gak maafin gue juga gue gak akan rugi”jawab Bima santai. Berbeda dengan sifat cemasnya saat Alyn benar-benar marah sekali kepadannya. Entah kenapa rasanya sangat beda saat Alyn marah dan saat Alyn hanya kesal kepadanya. Rasanya beda sekali.

“Kok loe ngeselin sih. ! Sebenarnya loe ngerasa bersalah gak sih ?”

“Gak juga”

“terus ngapain loe sampai susah-susah gak masuk kelas demi buatin pancake? Terus minta maaf ke Adit ? Terus waktu di Mall juga  ? Ngapain loe sampai bela-belain push-up 300 kaali dan belum lagi loe nyium gue . “

“Upss”Alyn langsung menutup mulutnya rapat-rapat seketika itu juga.

DEEEGGG

 

            Seketika ruang makan hening, Bima mematung dan Alyn lebih mematung merutuki ucapannya yang sudah keceplosan kemana-kemana. Bima berpura-pura meminum lagi segelas air putih padahal perutnya sudah kembung kebanyakan air putih.

“Bawa buku loe ke  kamar gue”

            Bima segera beranjak dari sana meninggalkan Alyn yang langsung menundukkan wajahnya sedalam mungkin. Memukul-mukul pelan kepalannya menyumpahi kebodohannya tadi yang diluar akalnya. Mulutnya selalu tidak bisa diajak kompromi jika sudah berhubungan dengan kekesalannya ke Bima.

“Alyn. . Loe kok bisa keceplosan sih!!”

“Alyn loe pinter banget sih jadi cewek”

“Udah gitu bahas-bahas yang soal itu lagi”

“Mampus gue”

“Mpuss. Mampus. Mampuss . . “

****

            Bima membuka buku fisikannya. Dan didepannya sudah ada Alyn yang hanya diam dan masih canggung akibat ucapannya tadi. Sedangkan Bima sudah bisa menetralisirkan semuanya. Seolah tidak ada apa-apa tadi.

“Mana yang loe gak bisa ?”tanya Bima kembali ke sifat semulanya. Sifat kasarnya yang tak ada baik-baiknya ke Alyn.

“Bab yang ini. . .”ujar Alyn sambil menunjuk ke arah “Mesin Carnot”. Menurut Alyn inilah bab yang paling susah. Mulai dari harus menghitung masing-masing suhunnya ditambah lagi perbandingan efesiensinya yang berbeda. Benar-benar Bab yang membingungkan.

            Bima dengan sabar membalik bukunnya dan mengambil bolpain Alyn yang ada di hadapannya. Bima segera menuliskan beberapa rumus di buku tersebut agar Alyn bisa membacannya juga.

“Ngerti rumus ini ??”tanya Bima sambil menunjuk kea rah rumus di depannya. Alyn menggelenglan kepalannya seperti gadis yang bener-bener bodoh. Bima hanya bisa mendecak sinis .

“Ini rumus cuma tinggal loe mengerti, nanti tinggal di masukin aja sama angka diketahuinnya. Di soalnya pasti udah ada efiensinnya, besar suhu yang diketahui. T1 itu suhu pertama dan T2 itu suhu kedua. Ngerti ?”Dan kali ini Alyn langsung mengangguk mengerti. Benar kana pa yang dikatakan oleh Alyn. Bahwa Bima kalau mengajar pasti akan cepat dimengerti.

“Coba loe kerjain soal yang ini”tunjuk Bima ke buku paketnya . Alyn menganguk dan mencoba mengerjakan soal tersebut.

            Bima mengawasi saja Alyn yang sedang mengerjakan soal itu. Wajah Alyn benar-benar lucu saat ia berhenti mengerjakan dan kebingungan menghitung dan memasukkan rumus tersebut. Bima tersenyum ringan, melihat rambut Alyn yang terhembuskan oleh Angin malam membuat gadis ini terlihat tambah cantik.

“Bim udah selesai. Bener gak ?”tanya Alyn yang langsung menyadarkan Bima. Bima segera menarik buku Alyn dan mengecek hasil pekerjaan Alyn.

“Kok bisa dapat 600 K sih ? kan udah jelas efisein mesinnya 40% . “

“Loe ngitung pakek otak apa pakek dengkul sih ??”Alyn memanyunkan bibirnya lagi. Ini resiko yang wajib ia hadapi jika meminta Bima sebagai guru privatnya.

“YAAAKKK!!! Gue udah berusaha tau. Setidaknyain  gak salah-salah banget kan “ujar Alyn membela dirinnya sendiri.

“Gak salah-salah banget dari mana ? ini loe udah salah semua!! Loe perbandingan suhunnya aja gak bisa. Loe bener-bener bodoh banget ya ? Kenapa bunda bisa masukin loe di kelas sep . . . “

“YAUDAH KALAU GAK MAU NGAJARIN”bentak Alyn keras merasa kesal sekali dengan Bima yang tidak pernah mencerna dulu setiap ucapan sadisnya. Alyn segera menarik bukunnya dan memasukkan alat tulisnya ke tempatnya.

“Gue bakalan minta ajarin sama Adit aja besok”lanjut Alyn yang meluncur begitu saja dari mulutnya.Mendengar kata Adit, Bima langsung mencegah Alyn yang mau berdiri.

“Gak boleh!!”

            Alyn mengernyitkan keningnya dan kaget dengan ucapan Bima yang tiba-tiba dan menatapnya begitu tajam serta tangannya yang mencengkram tangan kanannya. Mereka berdua saling pandang dengan tatapan berbeda. Alyn dengan tatapan binggungnya dan Bima dengan tatapan sengitnya.

“Duduk . . Gue bakalan ajarin loe”ujar Bima tanpa menjelaskan apapun. Dan bagaikan seperti dihipnotis, Alyn duduk kembali dan mengikuti ucapan Bima.

            Bima pun kembali mengajari Alyn , namun kali ini berbeda. Bima nampak sangat sabar dan tidak mengeluarkan sumpah serapah apapun bahkan kata-kata yang biasanya menyakitkan untuk Alyn. Walaupun Alyn terus membuat salah beberapa kali. Dan itu semua membuat Alyn merasa semakin aneh dan sedikit tidak nyaman.

“Loe lagi sakit Bim ?”tanya Alyn mencoba membernaikan diri. Bima yang sedang sibuk mengoreksi hasil pekerjaan Alyn langsung mendongakkan kepalannya menatap Alyn yang melihatnya dengan tatapan binggung dan penasaran.

“gak”jawab Bima singkat dan kembali fokus pada buku Alyn.

“terus ? Kok loe  . . . loe . . loe . . .ka . . ka . . . “

“Gue gak lagi acting gagu, sumpah!!. Enggakk!!”ujar Alyn dengan cepat saat Bima ingin membuka mulutnya. Bima mendesis dan geleng-geleng pelan melihat tingkah Alyn yang selalu seperti itu. Alyn diam kembali, ia garuk-garuk kepala tidak jelas sambil beberapa kali melihat Bima yang terlihat sangat serius .

“Em . . em . .emaang kalau gue minta ajarin Adit . Kenapa ?”tanya Alyn yang selalu ingin tahu. Bima menghelakan nafas beratnya sebentar. Menatap Alyn dengan tatapan sedikit tajam. Bima berfikir apakah gadis ini benar-benar bodoh ?

“Gue gak suka. Puas!!”jawab Bima dengan tegas membuat Alyn mengernyitkan keningnya kembali dan melihat Bima semakin binggung.

“Kenapa gak suka ? Kan Adit anaknya baik. Udah gitu pinter, Nilai matematikannya dia aja tadi sempurna sama seperti nilai kamu”:

 

BRAAAKKKKKK

 

            Bima langsung membanting buku Alyn dengan keras membuat Alyn langsung terpelonjak kaget. Bima menatap Alyn tajam sekali. Menghelakan nafas beratnya berulang-ulang seperti sedang menghadapi peperangan besar.

“Gue gak suka loe bicarin Adit!!”

“Gue gak suka loe deket-deket sama Adit!! “

“Gue gak suka loe sebut-sebut nama Adit!”

“Gue gak suka loe berdua sama Adit! “

“Dan loe harus jauhin Adit!!”

            Alyn menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal sekali lagi. Merasa binggung dengan ucapan Bima yang tidak masuk akal menurutnya. Bima masih menatapnya selama beberapa menit. Namun setelah itu menarik bukunya kembali dan memeriksa kembali hasil pekerjaannya.

“Ke . .. kenapa gak suka ?”

“kenapa gue harus jauhin Adit ?”

“Ken . . . “

“Ya karena gue gak suka!!”jawab Bima santai

“Kok bisa gak suka ??”

“Bisa ajalah “

“Gak sukannya loe gak beralasan “

“terus gue harus suka sama Adit ???? gue gak homo!”sentak Bima tajam membuat Alyn mendesis merasa dibodohkan oleh Bima.

“Maksud gue gak gitu !! . . . “

“Loe gak suka gue deket-deket sama Bima . eh salah maksud gue sama Adit . kan gak berasalan banget gak suka loe sama Adit”

“terserah gue. Gue yang gak suka. Jadi loe gak usah deket-deket sama Adit lagi”Bima memain-mainkan bolpoinnya sambil menghitung jawaban Alyn hanya dengan otaknya tanpa perlu coret-coretan.

“Loe yang gak suka ,kenapa gue yang harus jauhin Adit. “

“Alasan yang gak logis”protes Alyn tak terima dengan alasan Bima yang menurtnya seenaknya sendiri

 Bima sudah kehabisan kesabaran. Ia menaruh sebentar buku Alyn lalu menatap Alyn bukan dengan tatapan tajam biasannya melainkan tatapan mencoba menjelaskan sesuatu. Bima diam sebentar, mencoba memfikirkan sesuatu dengan benar-benar matang.

“Kalau gue bilang gue suka sama loe ??”

Alyn langsung mematung sesaat mendengar pengakuan Bima yang benar-benar tidak dapat ia percaya.  Alyn mengerjapkan matanya beberapa kali. Mencoba benar-benar mencerna ucapan Bima beberapa detik yang lalu.

“HAHAHAHAHAHAHA”tawa Alyn langsung membahana di Balkon kamar Bima. Alih-alih akan tersentuh ? atau shock gadis ini malah ketawa begitu keras membuat Bima langsung menganga dan binggung.

“Ngapain loe ketawa ?”tanya Bima sedikit kesal dengan respon Alyn akan pengakuannya yang mati-matian dan susah payah ia ungkapkan.

“Loe kalau bercanda yang lucu dikit kek. Gak lucu tau gak “Bima mendesis pelan, menggertakan beberapa gigi depannya merasa sedikit frustasi dengan gadis ini.

“Gue serius!!”

“Gak mungkin lah , Loe suka sama gue. Loe lagi ngerjain gue ? Gue gak sebodoh itu kali Bim ‘Bima mencoba bersabar menahan sedikit emosinnya untuk gadis di depannya ini yang bisa dibilang bener-bener idiot ?

“ Alien !! Gue serius!! Gue suka sama loe!”

 

DEEEGGG

 

            Alyn seketika itu mematung, kali ini benar-benar mematung . karena ekspresi wajah Bima memang sedang serius. Alyn menatap kedua mata Bima mencari kejujuran disana. Dan benar saja , Alyn tidak menemukan sama sekali titik kebohongan di kedua mata pria tersebut. Alyn meneguk ludahnya dalam. Binggung harus merespon bagaimana. Pengakuan Bima benar-benar membuatnya shock.

“Lo .  . Lo . . . Loe . . . Loe . . be . ben . .be  . . “

“Loe mau acting gagu lagi ?”potong Bima dengan cepat membuat Alyn mendesis kesal.

“Loe beneran suka sama gue ??”tanya Alyn mencoba meyakinkan dirinnya akan ungkapan Bima tadi.

“Hmm. “dehem Bima dengan mantap. Bima kembali menarik buku Alyn dan mengoreksi saol terakhir yang Alyn kerjakan.

            Alyn tidak tau bagaimana perasaannya sekarang harus digambarkan, Senang entah menapa ia begitu senang., Binggung ? pasti sangat sangat binggung sekali. Ragu ? tentu saja ia ragu. Karena Bima suka sekali mengerjainnya. Ia takut Bima Cuma membohonginnya disaat ia memang begitu senang dan bahagia mendengar pengakuan dari pria di depannyatersebut.

“Loe beneran? Beneran suka sama gue Bim ?”

“Beneran”jawab Bima santai tanpa beban dan tetap fokus dengan buku Alyn.

“Gak bohong ?”

“Loe pernah lihat orang ganteng bohong ?”

“Cisshh. .   . Gue serius! “

“Gue juga serius “

“Demi apa loe suka sama gue ?”tanya Alyn begitu polos sekali.. Wajahnya pun sangat incocent membuat siapapun yang melihatnya pasti sangat gemas sekali.

“Demi kegantengan gue yang ngalahin justin bieber, Zayn Malik. Dan Lee minho”jawab Bima ngasal merasa tidak penting dengan pertanyaan Alyn. Alyn mendengus kesal akan jawaban Bima yang sama sekali tak masuk akal.

“Bima!! Gue serius nanyanya!! “

“Gue juga serius jawabnya . .”

“Nih udah betul semua “ujar Bima menyerahkan buku Alyn. Namun Alyn tidak mempedulikan itu sekarang. Walaupun ada perasaan senang akhirnya ia bisa mengerjakan semua soal tersbut dengan benar dan tanpa salah satu pun. Namun bukan saatnya untuk merayakan itu semua.

“Loe be. Beneran suka sama gue ?”   

            Bima menatap Alyn sedikit kesal. Sudah berapa kali gadis ini menanyakan hal yang sama. Dan sudah berapa kali juga dirinnya menjawab dengan jujur pertanyaan dari gadis ini.

“Apa gue perlu teriak di atas patung pancoran kalo gue suka sama loe ? hah? Atau perlu gue bunuh loe dulu biar loe percaya ?”

“YAAAAAKKK!!!”teriak Alyn kencang membuat telinga Bima sedikit benging.

“Berisik tau gak loe!”sentak Bima membuat Alyn langsung diam. Dan sekali lagi bagaimana Alyn bisa percaya bahwa Bima benar-benar suka kepadannya. Sifat Bima aja bukan seperti orang yang lagi kasmaran dan menyukai seorang gadis. Melainkan sifat pria dingin yang tidak berperi kemanusian dan berperi keadilan (?).

            Alyn mulai membandingkan dengan biasanya film-film yang ia lihat. Jika seorang pria mengungkapkan perasannya. Biasanya pria itu akan gugup dan malu-malu. Nah ? cowok di depannya ini ? Betolak belakang dengan apa yang ia fikiirkan dan lihat di film-film. Dan bagaimana bisa ia mempercayai bahwa pria ini menyukainnya ?.

“Sej. . . Seajak kapan loe suka sama gue ?”

“Gak tau”jawab Bima enteng. Bima membuka permen lollipop yang ada disakunya dan dengan tanpa beban langsung memasukkan permen tersebut kedalam mulutnya dan memainkan batang permen tersebut. Memutar-mutarnya seperti anak kecil. Dan membuat Alyn semakin meragukan pernyataan dari pria ini.

“kok loe bisa suka sama gue ?”

“gak tau juga , Gue tiba-tiba suka sama loe”

“Kok bisa ?”

“Nih, Buktinya bisa “jawab Bima benar-benar tanpa dosa dan tidak ada beban sama sekali.

“Loe beneran suka sama gue ??”tanya Alyn frustasi akibat kelakukan pria ini. Bima melepaskan permen lolipopnya dari mulutnya membalas tatapan Alyn lebih tajam.

“Loe beneran budek  apa gak bisa bahasa Indonesia sih ?”

“Aisshhh. . . . . “desisi Alyn tidak tau harus berbuat apa sekarang dan harus percaya atau tidak dengan ucapan Bima.

“Gue gak suka sama loe!! “bentak Alyn dengan keras membuat Bima membelakakan matannya. Bima menatap Alyn tajam.

“:Loe . .loe .  . Loe ,  Gue gak mau tau. Loe harus suka sama gue “Alyn kaget sekali dengan perkataan Bima, ia hampir saja terjatuh dari kursi yang ia duduki saat mendengar ucapan Bima yang sangat otoriter sekali kepadannya.

“Kok Loe maksa sih!! Gue gak suka sama loe !!”teriak Alyn kesal.

“Oh Ya ? tapi kayaknya loe suka sama gue :”jawab Bima enteng dan kembali memakan perman lolipopnya. Alyn langsung salah tingkah seketika itu.

“Ha? Gu . gu. . gue . . gue . gu su .gue. . gu . .”

“Tuh kan loe acting gagu lagi “

“BIMAAAAA!!! LOE KOK NGESELIN SIH!! “

“Gak ngeselin gak cakep”

“ISHHHH!! GUE BENCI SAMA LOE! “

“Sama gue juga SUKAAAA BANGET SAMA LOE”ujar Bima dengan kepercayaan yang sangat besar dan mengembangkan senyum sok manisnya kepada Alyn membuat gadis itu ingin sekali muntah jijik melihat wajah Bima yang sok manis seperti itu.

“Loe budek ya!! Gue gak suka sama loe! Gue benci sama Loe !! “

“Gue denger kok. Gue juga suka sama loe. Dan gue juga gak bisa benci sama loe. “

            Alyn menarik nafasnya panjang-panjang. Kesabarannya sudah cukup habis akibat pria didepannya ini. Apalagi melihat wajah Bima yang sangat polos, datar dan tanpa dosa membuat Alyn semakin frustasi.  Alyn mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, sedikit menahan emosinnya agar tidak membunuh Bima hidup-hidup dengan mennacapkan bolpoinnya ke mata Bima.

“Terserah loe deh. !! “Alyn segera berdiri dari kursinnya dan membereskan peralatan alat tulisnya kembali. Namun saat ia akan mengangkat buku-bukunnya tangannya langsung ditarik oleh Bima dan membuat tubuhnya langsung ikut tertarik kedepan.

 

GLEEEKKK

            Alyn hanya bisa meneguk ludahnya dalam saat Bima mendekati wajahnya begitu dekat. Ia dapat melihat jelas perlahan Bima melepaskan permen lollipopnya dari mulutnya. Alyn semakin kesulitan untuk bernafas wajah Bima benar-benar sangat dekat dengan wajahnya. Sampai ia bisa merasakan nafas hangat dari hidung Bima.

 

Cuuuppp . . .

 

            Alyn mematung , tubuhnya mulai bergetar dan kedua matannya terbuka sempurna hebat saat ciuman singkat itu mendarat halus di bibir mungilnya yang berasal dari bibir merah Bima yang selalu didamba-dambakan banyak gadis di sekolahnya untuk memegangnya saja. Sedangkan dirinnya saat ini ? sudah dua kalinya mendapat ciuman dari Bima. Bahkan saat ini tepat di bibirnya.

“Loe udah percaya kan kalau gue beneran suka sama loe ??”Alyn tak bisa appaun. Ia hanya diam saat kata-kata tersebut terucap pelan dari bibir Bima.

“Apa perlu gue lahap habis bibir loe baru loe percaya kalau gue su . . “

 

            Dengan cepat Alyn langsung menjauhkan tubuhnya dari Bima dan membungkam mulutnya dengan kedua tanganya. Ia segera menggelengkan kepalannya takut ke arah Bima. Sedangkan Bima tersenyum tak berdosa.

“Pinter? Loe gak mau kan ??”Alyn langsung menggelengkan kembali kepalannya dengan cepat.  Bima mengangguk-anggukan kepalannya beberapa kali. Ia mulai berdiri dar tempat duduknya sambil memakan kembali permen lollipopnya.

“Oke. Gue udah ngantuk. Gue mau tidur. “

“Dan loe juga cepet sana tidur”ujar Bima sambil mengacak-acak puncak kepala Alyn pelan. Membuat Alyn sedikit kaget karena Bima tak pernah melakukan ini. Bima yang sellau kejam kepadannya tiba-tuba berubah menjadi malaikat seperti ini.

“Ingat!! Jangan deket-deket dengan Adit !! Gue gak suka !! Ngerti !! “

“Tapi kan Ad .  .”

“Loe beneran mau bibir itu gue hab  . . . “

“Iya iya iya gue ngerti “ujar Alyn dengan secepat kilat langsung membungkam mulutnya kembali serapat mungkin. Takut Bima akan melakukan hal yang tidak ia duga.

“Gadis pinter “

“Silahkan kembali ke kamar loe. “ujar Bima dengan nada yang sok baik. Alyn pun segera mengangkat buku-bukunya dan berjalan cepat menjauhi Bima menuju pintu keluar kamar Bima.

“Nanti gak usah repot-repot untuk senyum-senyum di kamar sambil pegang bibir loe ya !! “teriak Bima dengan kecang dan langsung mendapatkan lemparan sandal dari Alyn dan tepat sekali terkena di kepala Bima.

 “AWWWW . GADIS ALIEEENNN!!!! “

****

            Setelah kepergian Alyn. Bima langsung mematung sendiri di kasurnya. Berbaring menatap atap-atap langit yang hanya tergambar jelas wajah Alyn. Bima sendiri masih tidak percaya dengan apa yang ia lakukan beberapa menit yang lalu. Ia seperti kesurupan seusuatu dan itu bukanlah dirinnya.

“Apa yang gue lakuin tadi ?”

“Gue bilang gue suka sama gadis itu ?”

“Gue beneran suka sama gadis itu ?”

“Gue gak lagi kesurupan kan ?”

“gue . . gue.  . .”

            Namun saat mengingat dirinnya mencium bibir Alyn, wajahnya langsung berseri-seri. Kedua ujung bibirnya terangkat membentuk senyuman-senyuman lebar. Bima terkekeh beberapa kali dan terlihat seperti orang idiot saat ini.
“Mmm. Sejak kapan gu suka sama si Alien ??  “

“Tapi kok gue bahagia banget ya ?”

“Gue suka sama si Alien ??”

“Waahh . . . “

            Bima menggeleng-gelengkan kepalannya berulang-ulang namun masih tidak bisa berhenti untunk senyum-senyum sendiri seperti orang gila saat ini.  Apa yang dia lakukan tadi benar-benar di luar akalnya. Padahal saat ia melakukannya perasaan gugup , binggung sama sekali tidak!! ” ia rasakan. Tapi mengapa, saat ia berfikir sendiri seperti ini semuannya langsung datang dalam sekejab menyerbu dirinnya.

            Jantung Bima ia rasakan berdetak begitu cepat, dadanya dagdigdug tak karuan dan tubuhnya tersasa begitu dingin. Ke gugupn mulai melandanya sendiri. Mulia binggung bagaimana keesokan pagi akan ia hadapi saat ia bertemu dengan Alym. Apakah ia masih bisa bersikap biasa.

“Bima. Sadar bima!! “

“Udah jam sebelas!! Sekarang ayo tidur!! “

“Urusan besok! Biarkan besok dan berjalan besok “

“Sekarang Holang Hanteng halus Hidul Hulu (sekarang orang ganteng harus tidur dulu)”

“Selamat malam Holang ganteng (?)”

            Bima pun langsung terkejab seketika setelah membaca do’a. Ia tertidur dengan senyuman yang masih tergambar jelas di bibirnya saat ini.

****

            Alyn masih merasakan gemetar, ia pun tak bisa berhenti untuk melepaskanjemari-jemari tangan kanannya dari bibirnya.  Itu adalah “Firs Kiss”.nya. Dan Bima lah yang melakukannya. Bener-bener tidak bisa ia percaya. Bagaimana bisa seorang Bima yang kejamnya tidak bisa di ukur dengan penggaris butterfly (apa ini pliss !!lupakan)  , tiba-tiba menyatakkan bahwa dia menyukainnya dan benar-benar serius serta mencium bibirnya.

 

BRUUUKKK

 

            Buk Alyn langsung terjatuh di lantai. Kaki Alyn melemas dan membuatnya seketika terududk di kasur Big Size.nya. Alyn perlahan mengigit bibir bagian bawahnya. Merasa masih sangat gugup sampai sekarang.

            Jantungnya berdetak kencang terus menerus sejak keluar dari kamar Bima. Ia tak berhenti untuk meneguk ludahnya.

“Bima . .Bima suka sama gue ??”

            Alyn langsung senyum-senyum sendiri dengan tak jelasnya. Memainkan bibir bagian bawahnya sendiri dengan giginya. Merasa seperti orang bodoh saat ini malam-malam harus senyum-senyum sendiri.

“Apa .  Apa gue juga suka sama Bima ??”

“Kok gue jadi seneng kayak gini ?”

“Aisshh.  “desis Alyn sambil geleng-geleng kepala. Namun setelah itu ia senyum-senyum lagi.

            Alyn membaringkan badannya ke kasur. Menatap atas langit-langit langin dan teringat akan kejadian beberapa menit lalu di balkon kamar Bima. Merasa seperti mimpi saja seorang pangeran yang mendekati sempurna mengatakkan suka kepadannya. Meskipun terkadang pangeran itu sangat sangat menjengkelkan dan menyebalkan kepadannya namun Alyn merasa begitu bahagia sekali.

“Bima beneran suka sama gue ?”

“Kok bisa ?”

“Sejak kapan ??”

            Alyn menoleh kea rah boneka beruang besar yang ada disampingnya. Ia menariknya dengan susah payah dan langsung memeluk boneka beruan tersebut dengan sangat erat sekali.

“ Beary , Bima tadi bilang suka sama gue !! “cerita Alyn dengan ekspresi senangnya kepada boneka beruang tersebut yang sudah ia namai “Beary”.

“Apa benaran dia suka sama gue ??”

“tapi. Gue udah ngerasa aneh kenapa dia mau ngelakuin push-up 300 kali, terus buat pancake sampai gak masuk sekolah. Iya kan ??”

“Aduuuhh , Beary gue harus gimana ini ? besok ? apa yang harus gue lakuin besok ??”

“Aisshh. Beary menurut loe gue juga suka sama Bima ??”

“ARGHSSSS!! Gue bisa gila lama-lama. “

“lebih baik gue tidur “

            Alyn pun memeluk bonekannya lebih erat lagi dan perlahan mencoba memejamkan matanya meskipun fikirannya masih tergambarkan akan wajah pria tersebut. Senyum Alyn pun sama sekali belum menghilang.

Bersambung. . .. 

2 thoughts on “STORY OF DEVIL FAMILY – 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s