”A Smile That You Want “

” KLIK LANJUT MEMBACA JANGAN CONTINUE READING . TUNGGU SAMPAI 5 DETIK ADA TULISAN “SKYP DAN KLIK “”

“Short Story by luluk_hf”   

 

  ”A Smile That You Want “

 

LANJUT MEMBACA

Pria ini duduk termenung di halaman belakang rumahnya. Merasakan hangatnya sinar mentari pagi yang menghatkan seluruh tubuhnya. Merasakan hembusan angin yang menerpa wajah dan tampannya. Membuat ia semakin terlihat begitu tampan.

            Air matanya menetes kembali, entah sudah berapa juta butiran air mata yang selalu turun di pelupuk kedua matannya. Entah sudah berapa liter air mata tersebut membanjiri pipi lekuknya. Entah sudah berapa sakit rasa penyesalan yang ada dihantinnya. Dan entah sudah berapa besar rasa yang harus ia tahan akibat menahan semua rasa bersalah, rasa kerinduhan dan rasa penuh terima kasih. Dia tidak bisa lagi menjadi lelaki yang tegar dank eras seperti dulu. Kini ia merasa hanya seorang yang lemah dan terjebak didalam rasa bersalah yang besar.

            Tubuh pria ini kembali gemetar, tatapannya kosong menatap ke depan. Yah, sangat kosong dan gelap. Cahaya sedikit pun tak bisa membuka pupil matannya. Pria ini merasakan bagaimana gelapnya dunia saat ini yang sangat menyiksanya. Namun, bukan itu yang lebih menyiksannya. Bukan karena ia buta. Ada suatu hal penting yang begitu sangat menyiksa hidupnya sampai detik ini.

            Tangannya meraba-raba jari tengah kanannya. Menyentuh sebuah cincin yang terpajang manis di jari tengah panjangnya. Senyum yang terlihat sedikit miris nampak diwajah tampannyanya.

            Ingatannya kembali lagi saat dimana ia masih bisa melihat, saat dimana sebuah cerita yang tak bisa ia jabarkan itu terjadi kepadannya. Cerita cinta yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Sebuah pengorbanan cinta yang sangat besar. Dan cerita cinta yang membuat dirinnya mengerti akan arti cinta sesungguhnya.

****

            2 Tahun yang lalu . . . .

Ify masih menunggu dan menunggu. Berdiri di depan kelas yan bertuliskan “ XII-IPA 2 ”. Dengan kaki yang sudah mulai lelah ia masih setia untuk menunggu.

Bibir gadis ini langsung nampak tersenyum saat seorang pria yang ia tunggu keluar dari kelas bersama dengan teman-temannya. Pria itu nampak begitu senang saat bercanda bersama teman-temannya.

“Kak Rio. . “panggil Ify membuat semua temannya dan pria tersebut langsung menatap ke arahnya. Senyum yang ada di pria itu langsung menghilang seketika. Menatap Ify dengan tatapan tak suka.

“Gue pulang dulu guys . . . “pamit bernama Rio tersebur ke teman-temannya. Kemudian Rio pergi berjalan begitu saja meninggalkan gadis yang bernama Ify tersebut tanpa mengatakan sekata apapun seolah tidak peduli apapun.

****

            Ify segera berjalan cepat menyusul Rio. Langkah Rio yang cepat membuatnya sedikit kualahan. Ify mencoba untuk menyeimbangi langkah kaki Rio, ia terlihat begitu senang ketika melihat pria tersebut.

“Kak tungguin Ify”ujar Ify dengan suara pelan. Ia sedikit takut dengan Rio. Dan saat sampai parkiran Rio berhenti didepan mobilnya. Membalikkan badannya, menatap gadis yang ada di belakangnya tersebut dengan tatapan tajam dan tidak suka.

“Bisa gak loe enyah dari hidup gue !!!”ujar Rio begitu tajam. Ify hanya diam saja dan menunduk. Kata-kata Rio yang menyakitkan sudah biasa ia dengar.

“Gue gak pernah setuju dengan pertunangan ini!! Gue gak pernah suka sama loe!! Loe gak usah ikut campur hidup gue!! “

“Karena loe itu Cuma sampah yang nodain hidup gue!! Loe itu Cuma dikasihani sama orang tua gue! Dan gue sama sekali gak suka dengan perjodohan konyol ini!! “

“Ify akan naik bus aja. Ify gak akan ganggu Kak Rio. Kak Rio hati-hati menyetir. Sampai bertemu di rumah”

            Ify tersenyum sebentar kea rah Rio dengan senyum yang ia paksakan, walaupun Rio nampak acuh dan tak peduli dengan apa yang ia lakukan,  setelah itu ia memilih untuk berjalan menjauhi Rio, Berjalan keluar sekolah dengan tubuh yang sedikit gemetar. Kata Rio kali ini begitu menyakitkannya sekali. Apakah dia benar-benar sepert sampah ?”

 

“Aisshh. . Ify loe gak boleh nangis. Kak Rio gak jahat , Ify. Loe harus sabar. “

 

“Ify Loe harus bisa jaga janji loe ke ayah dan bund aloe. Ify loe harus semangat!! Gak boleh nyerah !! “

“Ify gak boleh nangis!!”gadis ini segera menghampus air matannya yang sempat jatuh dan berusaha untuk tersenyum. Ia pun berjalan kea rah halte bus di dekat sekolahnya. Ify menunggu bus untuk pulang kerumah dimana ia saat ini tinggal serumah bersama Rio.

****

            Ify hanya bisa menangis dan terus menangis melihat kematian kedua orang tuannya. Ayah dan Bunda,nya meninggal karena kecelakaan mobil beberapa hari yang lalu. Bundanya langsung meninggal ditempat. Sedangkan Ayahnya sempat sadar 1 hari dan harus kehilangan nyawanya keesokan hari. Ify masih ingat akan pesan terakhir ayahnya kepadannya.

“Apapun yang terjadi kamu harus berbuat baik ke keluarga Haling. Kamu akan di jodohkan dengan anak tunggal dari keluarga Haling. Kamu mau janji dengan ayah akan selalu menjadi menantu yang baik untuk keluarga Haling ?”

“Hanya keluarga Haling satu-satunya keluarga yang kamu punya. Mereka adalah sahabat Ayah.  Kamu harus selalu berbuat baik ke mereka “

            Setelah pesan terakhir tersbut, Ayah Ify akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ify menangis sejadi-jadinya namun tetap mengingat akan semua pesan ayahnya kepadannya.

            Dan setelah meninggalnya sang ayah, benar saja Ify di jemput oleh keluarga Haling. Ify dibawah keluarga mereka untuk tinggal bersama mereka. Mau tidak mau Ify harus mau, itu sudah wasiat dari sang ayah.

****

            Ify tidak menyangka seminggu ia tinggal disana, dan seminggu itu ia mendapatkan perlakuan tak suka dari anak tunggal dari keluarga Haling yang umurnya lebih tua setahun darinnya. Namun Ify hanya bisa sabar dan selalu ingat akan apa yang dikatakan ke ayahnya. Setidaknya Ify bersyukur Ayah dan Ibu pria tersebut begitu baik kepadanya.

            Seminggu kemudian, acara perjodohan dan sekaligus pertunagannya dan anak tunggal keluarga Haling itu diadakan. Terlihat sekali wajah terpaksa dari anak keluarga Haling. Banyak sekali tamu penting yang datang di acara tersebut. Ify tidak tau apakah dia harus senang atau sedih saat ini. Namun yang ia tahu, bahwa sejak awal ia bertemu dengan anak tunggal keluarga haling tersebut, Ify sudah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Meskipun pria itu begitu membencinya. Namun Ify mencoba untuk sabar dan selalu berbuat baik kepada pria tersebut.

****

            Ify sampai di rumah yang cukup besar ini, ia masuk kedalam rumah tersebut dengan langkah sedikit lemas. Jarak depan perumahan dengan blok rumah ini sedikit jauh dan ia terpaksa harus jalan kaki tadi.

            Rumah ini terlihat sangat sepi, karena memang hanya ditinggali dirinnya , Rio dan 3 pembantu serta 2 satpam yang selalu berjaga di depan rumah. Kedua orang tua Rio hanya akan pulang kerumah setiap hari Minggu. Mereka sangat sibuk dengan bisnis mereka yang ada dimana-mana. Dan itu membuat Ify sedikit tersiksa, karena Rio selalu memperlakukannya tidak baik, Ify bagaikan pembantu di rumah ini. Rio menyamakannya dengan pembantu-pembantunya bukan menganggap dirinnya sebagai tunangan dari Rio.

            Ify masuk kedalam kamarnya, ia langsung duduk di kasurnya meregangkan kakinya yang masih terasa pegal. Namun baru saja ia ingin membaringkan badannya suara gedoran keras dari depan kamarnya mengagetkan dirinnya dan membuatnya langsung berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya.

 

CKLEEEEKKK

 

            Ify membuka pintu kamarnya dan menemukan sosok Rio disana dengan tatapan dingin tentunya. Ify menyunggingkan senyumnya merasa senang Rio berada di depannya saat ini.

“bersihin kamar gue “suruh Rio tanpa rasa kasihan sedikit pun. Ify terlihat sedikit terkejut.

“Loe budek ? sana bersihin kamar gue!!”ujar Rio sekali lagi dengan nada sedikit keras. Ify langsung menganggukan kepalannya.

“Ify ganti baju dulu kak”

“gak usah!! “

“Tap ,  . . “

“Loe mau bantah gue ??”

“Eng . .. enggak , enggak kak. .”

“yaudah sana cepetan!!”Rio dengan sedikit kasar mendorong badan mungil Ify membuat Ify terjatuh kedepan. Rio melihat Ify yang tersungkur seperti itu, tidak membantunya berdiri melainkan langsung berjalan meninggalkan Ify begitu saja.

            Ify menghembuskan nafas beratnya, ia mencoba tersenyum , hatinya menyuruhnya untuk sabar dan ikhlas. Ify membersihkan roknya yang sedikit kotor. Kemudian ia menutup pintu kamarnya dan berjalan kearah kamar Rio yang berada di samping kamarnya.

*****

            Ify melihat kamar Rio yang benar-benar berantakkan bukan main dari ambang pintu, Ify berjalan lebih masuk kedalam kamar Rio. Ia menemukan banyak punting rokok dimana-mana. Ditambah dengan botol-botol yang terlihat seperti minuman keras. Ify sedikit bergedik ngeri.

            Ify  mengikat ke atas rambutnya dahulu. Setelah itu mulai membersihkan kamar Rio yang lebih dari sekedar kapal pecah. Ify menahan segala rasa penatnya, rasa capeknya. Ia mencoba ikhlas mengerjakan ini semua demi Rio.

            Ia melakukan ini karena janjinya kepada sang ayah, dan juga karena Ify sudah terlanjur begitu cinta dengan Rio walaupun sifatnya yang kejam kepadannya.

****

            Akhirnya Ify selesai membersihkan kamar Rio. Ia tersenyum sangat puas dengan hasil kerjannya. Sekarang kamar  Rio terlihat sangat rapi dan  bersih. Sentuhan terakhir, Ify menyemprotkan pengharum ruangan di seluruh ruangan Rio agar bau rokok-rokok dan bau alcohol hilang dan tidak tercium lagi.

“Akhirnya selesai . . “ujar Ify begitu senang. Ia pun segera berjalan keluar kamar Rio.

            Ify membuka pintu kamar Rio, bersamaan itu juga si empu kamar membuka kamarnya. Ify langsung memundurkan langkahnya beberapa langkah terkejut dengan kedatangan Rio yang tiba-tiba.

“Minggir loe . . “ujar Rio dingin dan mau tak mau Ify meminggirkan tubuhnya beberapa langkah agar Rio bisa masuk kedalam kamarnya.

“Loe mau kemana ?”tanya Rio saat melihat Ify berjalan keluar kamarnya. Ify membalikkan badanya menatap ke Rio yang sudah duduk manis di kasurnya.

“Ke kamar kak. Ganti baju”jawab Ify seadannya.

“Sejam lagi loe ikut gue keluar . gue lapar”Ify membelakakan matannya kaget. Apa ia tidak salah dengar ? Rio mengajaknya makan bersama ? Makan malam ?. Senyum bahagia langsung tergambar jelas di wajah gadis ini. Rasa pegalnya yang tadinya ia rasakan begitu berat sekarang langsung hilang begitu saja.

“Ngapain loe senyum-senyum disana? Cepet ganti baju!!”bentak Rio tak sabar. Ify mengangguk dengan cepat beberapa kali.

“Iya kak. Bentar kak . .”

            Ify langsung berlari menuju kamrnya meninggalkan Rio yang mendesis kesal akan tingkah lakunnya. Didalam kamar , Ify dengan cepat mengganti bajunya. Tidak memilih mandi dulu. Ia begitu bahagia sekali saat ini.

            Ify nampak binggung harus memakai baju apa, Ia mengeluarkan sebagian bajunnya dan seperti orang kebingunggan saat ini. Tanpa fikir panjang lagi dan takut Rio marah karena kelamaan nungguin dirinnya. Ify segera memilih sebuah dress santai berwarna putih. Yang tidak terkesan mewah namun nampak elegan dipakai di tubuhnya. Dress ini nampak cocok di pakai untuk apapun, untuk dinner ataupun hanya main-main santai.

****

            Rio menunggu Ify di ruang tamu,  Ia memakai kaos oblong santai dan celana jeans panjang. Rio memainkan ponselnya , melihat beberapa emailnya dan pesan di ponselnya dari teman-temannya.

“Kak Rio , Ayo . .”

            Sauara Ify menyadarkan Rio dan langsung mendongakkan kepalannya menatap Ify yang sudah berdiri tidak  jauh dari tempatnya duduk. Rio meneguk ludahnya dan mematung untuk beberapa detik saat ia melihat Ify yang menurutnya begitu cantik.

            Dimana gadis itu hanya memakai Dress putih santai dan dengan rambut digulung keatas semua terlihatkan leher putih jenjangnya yang menawan.  Rio baru menyadari bahwa gadis ini begitu cantik sekali dan terlihat begitu natural.

Ify sedikit binggung dan kikuk, saat Rio menatapnya seperti itu. Menatapnya tanpa berkedip dan menatapnya sedikit tajam. Membuat Ify sedikit salah tingkah sendiri.

“Kak . . .”Ify mencoba menyadarkan Rio, dan Rio pun langsung tersentak sedikit kaget dan mencoba menetralkan ekspresinya kembali dingin.

“Lama banget sih loe . . “ujar Rio menyembunyikkan ke saltingannya. Rio berdehem beberapa kali lantas berdiri dari tempat duduknya.

“Ma . . maaf kak . .”lirih Ify merasa sangat bersalah dan merutuki kebodohannya yang telah membuat Rio menunggu.     

            Rio langsung berjalan meninggalkan Ify begitu saja, membuat gadis itu lagi-lagi harus mengejar menyusulnya dengan langkah cepat. Mereka berdua pun lantas masuk kedalam mobil dan beranjak dari rumah besar ini.

****

            Ify binggung karena Rio bukan mengajaknya ke restoran melainkan ke sebuah tempat yang sangat ramai dan seperti sebuah Diskotik yang biasnya ia lihat di tv-tv. Ify keluar dari mobil dengan tatapan yang binggung. Melihat banyak gadis-gadis yang memakai baju terbuka dan pria yang merokok dimana-mana serta mabuk-mabukan.

            Rio melirik kea rah Ify yang diam saja dan menunjukkan kebinggungan. Rio mendesis sinis,  Ia memang sengaja mengajak gadis itu kesini. Untuk memperlihatkan suatu yang hebat dan membuat gadis itu enyah dari hidupnya.

“Kak ini tempat apa ?”tanya Ify polos kepada Rio . mencoba memastikan apakah tebakannya benar.

“Diskotik”jawab Rio singkat, rio mengeluarkan sebungkus rokok dari belakang saku celananya Dan mengambil seputuh rokok dari sana dan menyalakannya. Ify kaget sekali melihat Rio yang merokok, karena ini baru pertama kali ia melihat pria itu merokok.

“Ayo masuk . . . “ajak Rio yang berjalan duluan dengan santai. Ify masih diam disana, binggung ikut masuk atau tidak. Tapi jika tidak? Rio akan benar-benar marah kepadannya. Dan Ify tidak ingin itu terjadi. Dengan terpaksa Ify segera menyusul Rio, ia takut karena banyak pria-pria yang mulai menggodannya.

***

            Kebisingan Diskotik menyambut Ify saat masuk kedalam, Ify merasa asing sekali dengan tempat ini. Bau rokok dimana-mana dan juga bau alcohol yang menyenggakkan hidung dan tenggorkan Ify. Kepala Ify mulai sedikit pusing. Ia mengukuti saja di belakang Rio.

“Hai Bro!!! “

“Wooooaaa !!! Rio  . . . .”

“Hallo Bro “

“Lama loe gak kesini !! Apa kabar loe!! “

“Wooii!! Tambah keren aja !! “

“Hallo men  . . . “

            Rio disambut oleh teman-temannya yang duduk berjejer di sofa dengan gadis-gadis yang pakaiannya tidak seronoh menurut Ify. Ify hanya bisa bergedik saja melihatnya.

“hallo, ganteng. Lama gak ketemu “

            Ify membelakakan matannya saat melihat seorang gadis yang  tanpa dosa langsung mendekat kea rah Rio dan mencium bibir Rio. Dan Rio pun hanya diam dan meyambut ciuman dari gadis tersebut.

“Siapa cewek dibelakang loe Yo ?”tanya gadis tersebut sambil menatap Ify sedikit tidak suka. Merasa risih dengan penampilan Ify yang terlalu resmi.

“Iya yo, Siapa tuh cewek ? cantik juga ?”

“Dapat dari mana loe yo ? masih mulus tuh “

“Dia tunangan gue yang pernah gue certain”jawab Rio dengan malas dan mengambil duduk di tengah-tengah temannya dengan dua gadis yang langsung duduk di samping kiri dan kanannya.

“Woooooo . . .”seru teman-teman Rio yangbaru mengetahui wajah tungan Rio yaitu Ify.

            Ify menahan emosinya, perasaan sangat kesal dan cemburu menyeruak di seluruh tubuhnya, rasanya ia ingin menangis dan berteriak sekeras mungkin. Bagaimana bisa Rio berbuat setetga ini kepadannya. Namun ia sama sekali tidak bisa marah kepada Rio. Rasa cintanya membutakkan setiap amarah dan perasaan kesalnya ke Rio, yang ia tahu bahwa ia sangat dan sangat mencintai pria itu.

“Ngapain loe berdiri disana. Duduk sono!!”perintah Rio tak ada manis-manisnya. Ify mengangguk dan dengan sedikit takut perlahan-lahan duduk di pojok sofa. Teman-teman pria Rio menatapnya seperti menggoda.

“Udah loe apain aja tuh tunangan loe Yo ?”tanya salah satu teman Rio.

“Gak gue apa-apain. Gak bisa ada yang bisa disentuh . Tubuh kerempeng kayak gitu “ujar Rio menatap Ify tajam. Sedangkan Ify hanya menunduk saja karena takut.

“masak sih gak ada yang bisa disentuh ??”Ify berusaha menutupi lututnya dan dadanya dengan tangannya. Sangat risih dengan pembicaran mereka.

“Cek aja kalau loe penasaran ?”

“Beneran nih ? boleh gue cek”Ify membelakakan matannya tak percaya. Rio begitu santai mengatakkan kalimat tersebut seolah tak ada beban. Ify semakin menyudutkan duduknya di pojok, semakin takut sendiri.

“Iya silahkan , Kalau emang loe udah bosan hidup “

“yaelah yo”

            Ify menghelakan nafasnya legah, dan juga senang Rio membelannya dan menyelamatkannya dari pria-pria belang itu. Ify mengedarkan pandangannya ke seluruh tempatt ini , baru pertama kali ia masuk kedalam diskotik. Dan benar-benar sangat menakutkan sekali. Pergaulan bebas berada di sini semua. Antara gadis dan pria tidak ada yang basa-basi saling ciuman di manapun. Dan mabuk-mabukan seperti itu.

“Yo, gue kangen nih jalan-jalan sama loe. Masak loe gak kangen sama gue ??”suara cewek yang duduk disebalah kanan Rio membuat Ify kesal minta ampun. Cewek tersebut sok manja kepada Rio.

“Sabar ya, gue lagi sibuk buat ujian nasional. Kalau gue udah selesai sekolah. Loe mau kemana pun bakalan gue turutin “

            Ify merasakan dadanya semakin sesak. Apa-apan yang dilakukan Rio ? malah meladeni gadis yang tidak tau diri seperti itu. Ify mengepalkan kedua tangannya menahan semua amarahnya saat ini.  Giginya ia gertakan kuat-kuat di lidahnya. Tak peduli rasa sakit di lidahnya sekarang. Karena rasanya terkalahkan akan rasa cemburu, panas, dan kesal akan gadis manja itu.

“Yo, cewek itu tunangan loe ? emang gak apa-apa kalau loe mesra-mesraan sama gue kayak gini?”tanya gadis itu lagi sambil mencium pipi kanan Rio sekilas, membuat Ify dengan cepat mengalihkan pandagannya kea rah lain.

“Santai , gue aja gak nganggap dia tunangan gue. Gue gak suka sama dia .”

“Dia Cuma sampah yang ditampung keluarga gue !! “

            Ify menundukkan kepalannya tak berani menatapkan wajahnya kea rah Rio, ia menahan agar dirinnya tidak menangis. Ify mencoba tersenyum dan tersenyum walaupun rasanya sangat kaku dan sulit untuk bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman.

            Apa dia memang tidak penting di kehidupan Rio ? Apakah Rio benar-benar tidak menyukainnya ? kenapa rasanya sangat begitu sakit saat Rio mengatakkan semua kata-kata atajam itu? Dan kenapa ia tidak bisa marah kepada Rio saat kata-kata itu menampar dirinnya bagaikan sebuah kilatan tajam yang dapat merobek isi hatinnya.

“Loe gak marah kan gue sama gadis lain ??”pertanyaan bodoh macam apa lagi yang dilontarkan Rio kepada Ify. Ify cukup binggung untuk menjawabnya. Ia masih tetap menundukkan kepalannya.

“e . . en . . enggak kok kak . “jawab Ify gugup. Ify terpaksa berbohong, ia tidak mau membuat Rio marah dan kesal kepadannya. Ia tidak peduli jika ia disebut gadis yang bodoh. Ia tidak peduli. Ia hanya tau bahwa ia sangat cinta kepada Rio.

“bagus”jawab rio tanpa dosa dan malah kembali bermesra-mesraan dengan gadis itu.

“Yo. . . Ke lantai yuk. . Senang-senang dibawah “ajak salah satu teman Rio dan diangguki Rio.

            Tanpa mempedulikan Ify dan seolah tidak menganggap Ify, Rio dan teman-temannya pergi meninggalkan Ify sendirian disana. Rio berjalan meninggalkan Ify sambil merangkul gadis tersebut begitu mesra sekali. Dan gadis itu pun seperti tak punya dosa dan tak ada rasa tak enak kepada Ify malah membalas rangkulan mesra Rio.

            Ify menghelakan nafas beratnya, menatap tajam kea rah Rio dan teman-temannya tersebut. Setetes air mata mengalir di pipi gadis ini dan dengan cepat Ify menghapusnya. Ia tak mau ia dibuat bahan ejekan orang lain disini karena melihat dirinnya menangis.

“ify. Sabar. Sabar. Loe gak boleh marah . “

“Ify loe  kuat. Loe pasti gak apa-apa. “

“Loe harus ikhlas . Loe sabar “

“Loe tunangannya kak Rio”

“Loe cinta sama Rio. Loe gak boleh marah. Gak boleh “

            Ify menghelakan nafas beratnya sekali lagi. Dan untuk keskian kalinya kesabarannya di uji. Walaupun rasannya sesak dan sakit sekali Ify mencoba untuk tersenyum kembali. Ify berusaha untuk tersenyum mencoba menghibur dirinnya sendiri yang begitu sangat menyedihkan.

“IFY . . . . “sebuah suara tersebut mengadetkan Ify dan mendongakkan kepalanya kea rah pria tersebut . Ify mengernyitkan keningnya melihat pria itu , mencoba mengingat ingat siapa pria itu yang terlihat begitu familiar sekali.

“Alvin . . .”Ify nampak begitu senang melihat pria bertubuh tinggi, berwajah putih dengan kedua mata yang sipit . Pria tersebut berjalan mendekati Ify.

“Loe kok bisa disini ? loe kemana aja selama ini ? Gue nyari loe setelah rumah loe gak ada yang huni”pria tersebut langsung memeluk Ify sangat erat, Ify kaget mendapat pelukan dari pria ini.

“Hehehe. Gue pindah rumah Vin. Hehehe”Ify mencoba melepaskan pelukan Alvin. Takut jika nanti Rio tiba-tiba melihat ini semua dan sangat marah kepadannya. Entah, dari mana Ify bisa mengansumsikan bahwa Rio akan marah. Padahal bisa saja ia membalas balik pelukan pria di depannya ini. Tidak peduli dengan Rio, toh, Rio juga melakukan hal yang sama bahkan lebih tega kepadannya. Tapi, Ify tidak bisa melakukannya. Ia begitu menghargai bahwa saat ini ia mempunyai seorang tunangan.

“Loe sehat aja kan ? Gue turut berduka cita ya. . .“wajah pria tersebut menunjukkan ekspresi tak tega dan kasihan kepada Ify. Ify mengangguk dan mencoba tersenyum bahwa ia tidak apa-apa.

“Loe pindah dimana ? dan loe kok bisa ada disini ? loe kesini sama siapa ? Loe . . “

“Satu-satu Alvin tanyanya . .”potong Ify yang kebigungan menjawab akibat pertanyaan Alvin yang berbondong-bondong. Alvin nyengir seperti kuda sipit. Pria ini mungkin begitu merindukkan Ify yang merupakan tetangganya dan temannya dari kecil.

“Sorry Fy. Habisnya gue semangat banget dan sangat seneng bisa ketemu sama loe. Gue kangen banget tau sama loe. . . “

“Ngapain loe disini? “suara yang tiba-tiba datang tersebut mengagetkan Ify dan Alvin. Ify langsung berdiri saat mendapati Rio sudah dibelakangnya dan menatap Alvin tajam.

“Rio ? gu. .gue bi . gue bisa jelasin . . gu . . “

“Diem loe”tegas Rio tajam dan dingin kea rah Ify dan kembali menatap Alvin yang membalas tatapan tajam Rio dan juga tatapan tak suka.

“Loe bisa lembut dikit gak sama cewek. Fy, Ayo gue anterin loe pulang . . “ujar Alvin nampak tak mempedulikkan Rio.

“Jangan berani nyentuh dia . .”ancam Rio yang langsung menepis kasar tangan Alvin yang akan menggandeng tangan Ify.  Ify mulai mencium bau-bau tidak enak. Ia hanya ketakutan dan binggung harus berbuat apa.

“Apa hak loe ngelarang-ngelarang. Minggir loe “

“Dia tunangan gue”

 Alvin memberhentikkan langkahnya saat ia akan mendekati Ify, matannya menatap ke Ify meminta penjelasan tentang ucapan Rio yang sama sekali tidak bisa ia percaya.

“Fy. . Bener si brengsek ini tunangan loe ?”Tanya Alvin dengan mata menatap Rio tidak suka.

“I . I.iya vin. . “Ujar Ify dengan suara bergetar. Rio tersenyum puas kearah Alvin. Merasa berhasil membuat Alvin langsung down.

“Ayo pulang”

Rio langsung menarik tangan Ify dan berjalan meninggalkan Alvin yang masih diam disana dalam kebingungannya dan rasa tak percayannya dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu.

Ify melihat ke belakang , merasa tidak enak dengan Alvin. Dan pastinya ia harus menjelaskan semuannya ke Alvin. Ify cukup tidak tau hubungan Rio dan Alvin seperti apa. Namun seperti yang ia lihat tadi sepertinya hubungan keduannya tidak bagus.

*****

Rio menyetir mobilnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Ify sampai ketakutan dan harus memegang kuat-kuat kursi yang ia duduki. Mata Rio memerah dan menatap ke depan begitu tajam . Untung saja jalanan malam ini sudah hampir sepi. Jadi Ify tidak harus takut akan terjadi kecelakaan.

 

Sesampainya di rumah, Rio langsung berjalan menuju kamarnya tanpa mengatakan sekata apapun kepada Ify. Membuat Ify begitu sedih dan merasa salah. Meskipun ia sendiri tidak tau sebenarnya kesalahannya apa. Toh, dia sama sekali tidak melakukan apapun dengan Alvin.

“Kak Rio, Maaf . . .”Lirih Ify saat Rio akan menaiki tangga. Rio memberhentikkan langkahnya.

“Hmm”dehem Rio singkat dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ify hanya bisa membuang nafas beratnya yang ia tahan selama perjalanan pulang kerumah. Ia menaiki tangga dengan tubuh dan fikiran yang lemas. Di satu sisi ia sangat senang bisa bertemu dengan Alvin, di sisi lain ia begitu sangat sedih dan menyalahkan dirinnya sendiri membuat Rio sangat marah kepadannya .

******

Ify berangkat sekolah sendiri, pagi-pagi Rio sudah berangkat duluan. Padahal biasannya meskipun semarah apapun dan setidak suka apapun Rio kepadannya , Pria itu masih mau berbaik hati memberikannya tumpangan ke sekolah.

 

Ify memasuki kelas yang sudah ramai, karena memang jam masuk sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu. Tak lama kemudian guru di kelas Ify masuk dan pelajaran pun di mulai. Selama pelajaran Ify hanya diam dan melamun. Ia tidak konsen dengan pelajaran hari ini. Fikirannya terpusat ke Rio.

****

Saat istirahat telah tiba, Ify dengan cepat-cepat ke kantin. Lebih tepatnya untuk menemui Rio yang sudah dipastikan berada disana sambil bersama teman-temannya. Dan biasannya dia yang dijadikan pesuruh oleh Rio untuk memesankan makakanan untuk Rio dan teman-temannya.

 

Ify tersenyum legah , akhirnya ia mendapati Rio yang sedang bergurau dengan teman-temannya dan belum memesan makanan apapun. Dan tanpa fikir panjang lagi Ify berjalan cepat mendekati Rio dan teman-teman Rio. Ify menunjukkan senyumnya saat tiba dihadapan mereka semua.

“Kak Rio mau makan apa ? “

“Kakak-kakak juga mau makan apa?”Semua teman-teman Rio dan juga Rio langsung menoleh ke arah Ify. Ify hanya berdiri, tersenyum dan menunggu mereka membuka suara.

“Pesenin gue , nasi goreng gak pakek cabe sama es jeruk 1″ujar Rio dingin. Mendengar Rio meresponnya membuat Ify begitu sangat semangat sekali. Ify langsung menganggukan kepalannya beberapa kali.

“Kakak-kakak yang lain mau pesan apa ?”Tanya Ify menwarkan dirinnya sendiri. Namun teman-teman Rio nampak tidak enak sendiri.

“Gak usah Fy, kita bis . .”

“Udah bilang aja kalian mau pesan apa, toh dia sendirikan yang nawarin jadi jongos. Mumpung gratis”ujar Rio tanpa beban dengan lirikan tak suka ke arah Ify. Senyum Ify perlahan berubah menjadi sebuah senyumn kecut yang dipaksakan.

“Iya kak, gak apa-apa kok. Kakak-kakak mau pesan apa ?”

Dengan sedikit terpaksa, teman-teman Rio yang lain pun mulai menyebutkan makanan dan minuman yang ingin mereka pesan. Dan dengan kesabaran ekstra dan keikhlasan gadis ini mencatat pesanan mereka.

“Tunggu ya kak. .”Ify pun segera beranjak dari sana dan menuju ke tempat ibu kanti yang jualan.

Teman-teman Rio menatap Rio, merasa masih tidak enak dengan Ify dan kasihan kepada Ify yang selalu tak dianggap oleh Rio. Seluruh sekolah ini pun sudah tau bahwa Rio dan Ify bertunangan, dan Rio yang tidak menggap Ify sebagai tunangannya. Banyak yang kasihan dengan Ify, dan banyak juga yang mengata-ngatai Ify dan merasa senang dengan derita Ify saat ini. Dan itulah sifat manusia, jika diam saja salah , bagaimana jika berbicara? Bukankah akan tambah salah?.

“Yo loe gak kasihan ? Dia kan tunangan loe ??”Tanya salah satu teman Rio dengan hati-hati.

“Tunangan? Cihh. Gue gak sudi punya tunangan kayak gitu”

“Terus ? Kenapa loe mau ?”

“Terpaksalah! Mama dan papa Gue keras kepala banget”

“Apa loe gak kasihan sama Ify?”

“‘Kasihan ? Apannya yang perlu dikasihani ? Dia itu sama seperti sampah-sampah yang parasit dan suka menyebarkan kesialan”

“Udahlah, gak usah bicarain cewek itu. Males gue “lanjut Rio dengan wajah bener-bener tidak suka.

 

Semua teman-teman Rio pun memilih diam saja, tidak ada yang berani membahasnya kembali. Mereka takut Jika Rio akan marah kalau mereka masih membahas tentang hal ini. Karena Rio sangat menakutkan saat marah.

******

Bel pulang pun berbunyi, Ify keluar dari kelasnya, ia berjalan ke arah luar gerbang sekolah. Ia sama sekali tidak berniat untuk pulang bersama Rio, karena ia yakin Rio tidak akan mau menumpangi dirinya. Ify pun memilih untuk pulan naik bus seperti biasannya.

Sesampainya di gerbang sekolah, Ify melihat seorang pria yang sangat ia kenal sedang tersenyum ke arahnya dan melambaikan tangan kepadannya. Ify membelakakan matannya terkejut.

“Alvin??”Kaget Ify dan segera berjalan menghampiri pria tersebut. Alvin masih memakai seragam sekolahnya dan berdiri disamping Ninja merahnya.

“Kok loe bisa tau gue sekolah disini?”Tanya Ify masih kaget dengan kedatangan Alvin.

“Taulah. Gue gitu. Heehehe . Loe pulang naik apa ?”Tanya Alvin karena ia melihat banyak mobil yang sudah keluar dari sekolah ini dan banyak anak yang sudah dijemput oleh supirnya atau keluarganya dan semacamnya .

“Naik bus hehhee “cengir Ify , Alvin membelakakan matannya kaget.

“Loe naik Bus ? Ngapain naik bus. Supir loe biasannya kemana ? Loe gak bawa mobil?”

“Enggak Alvin. Udah ah, dari kemarin loe tanya-tanya terus. Ada apa loe kesini?”Tanya Ify to the point.

“Gue ? Gak ngapa-ngapain . Cuma pingin ketemu sama loe aja “jujur Alvin sambil mengacak-acak rambut Ify.

“Gue kangen sama loe taauuuu… “Setelah itu dengan tanpa dosannya Alvin langsung menarik Ify dan memeluk gadis ini seerat mungkin. Ify berusaha melepaskan pelukan alvin.

“Vin . Vin, gak bisa nafas”ujar Ify berbohong, Ia hanya takut jika Rio melihatnya bersama Alvin. Karena firasat Ify mengatakkan bahwa Rio sangat tidak suka dengan Alvin.

“Hehehe . Sorry fy, sorry” cenggir Alvin dan melepaskan pelukannya. Ify menghelakan nafasnya .

“Loe mau pulang?”

“Iya”jawab Ify polos.

“Yaudah gue anterin. “

“Gak usah banyak protes”potong Alvin saat Ify akan membuka suarannya kembali. Dengan cepat Alvin mengambil satu helm lagi dan langsung memakaikannya di kepala Ify.

“Ayo pulang” Alvin menyeret Ify agar segera naik ke motornya. Ify semula ingin menolak , tapi melihat Alvin yang sangat semangat bertemu dengannya dan ingin mengantarkannya pulang membuatnya tidak tega . Ify pun akhirnya mau dan segera menaiki motor Alvin.

Alvin pun juga segera menaiki motornya dan segera menjalankan motornya berannjak dari sana . Alvin terlihat sangat senang sekali. Tangan Alvin menarik kedua tangan Ify untuk melingkar di perutnya, awalnya Ify tidak mau namun Alvin kembali menariknya lagi. Ify pun pasrah dan membiarkan tangannya terlingkar di perut Alvin.

 Ify dan Alvin tidak menyadari , sepasang mata tajam sedari tadi menatap mereka dari jauh. Mata tersebut terlihat sangat berapi-api dan menunjukkan kemarahan yang hebat. Dengan cepat pria itu segera masuk kedalam mobilnya . Dan menjalankan mobilnya dengan kecapatan speedy. Yah, Pria itu adalah Rio.

*****

Ify pulang sedikit telat, karena Alvin mengajaknya terlebih dahulu ke Restoran untuk makan. Ify tidak enak jika menolak, karena Alvin masih terlihat sangat semangat sekali. Ify memasuki rumah dengan hati-hati.

“Bagus . . Pulang telat. Sama cowok lagi . . Gitu aja terus ” sebuah suara sindiran terdengar dari arah samping pintu. Ify memberhentikan langkanya, ia mulai ketakutan. Perlahan Ify membalikkan tubuhnya dan mendapati Rio berdiri disana dengan tatapan mematikan yang siap menyerangnya.

“Ka . . Ka . . Ka. Kak Ri . . o”

“Kemana aja loe sama Alvin?”Tanya Rio langsung tanpa basa basi. Ify membelakakan matanya kaget. Bagaimana Pria ini bisa tau jika ia baru saja keluar bersama Alvin.

“If . . If . . Ify gak kemana-kem . . Kemana kak. Cum . . Cum . .”

“CUMA APA???!!!!”Bentak Rio keras tepat di hadapan Ify membuat nyali Ify langsung menciut.

“Loe gak tau malu ya , Loe fikir loe siapa hah? Loe itu tunangan gue ! Loe itu gak ada hak keluar sama cowok lain!! Apalagi Alvin!! .. “Rio nampak benar-benar murka, bukan murka karena ia cemburu melainkan murka karena benar-benar sangat marah kepada Ify.

“Loe mau jadi cewek murahan ? Hah??” Kalimat itu bagaikan sambaran petir yang menyambar keras wajah Ify. Apakah Rio belum cukup mengetainya dengan sampah parasit? Dan sekarang kata-kata lebih menyakitkan keluar dengan sangat mudah sekali lagi.

“Kalau kakak menggapnya seperti itu. Ify terima kak. Tapi sumpah Ify gak ada apa-apa dengan Alvin. Ify cu . . .”

“Cisshh. . . Murahan . . “Rio langsung pergi begit saja dari hadapan Ify membuat gadis ini langsung menetskan air matannya tanpa bisa ia tahan lagi. Apakah ia harus bersabar sekali lagi ? Apakah ia harus bertahan demi pria itu ? Apakah dia sanggup.

“Gak apa-apa Ify. Gak apa-apa. Ify gak apa-apa. Bener-bener gak apa-apa”

            Ify segera menghampus air matannya, setelah itu memilih menuju kamarnya dengan hati yang terasa bergetar mengingat akan semua ucapan sadis, kejam, jahat, panas dari mulut Rio yang terdengar sangat menyakitkan itu.

****

            Hari semakin malam, Rio turun tangga menuju ke ruang tengah untuk mengambil beberapa bukunya yang tertinggal disana.

TOOOKKTOOOKKKTOKKK

            Langkah Rio terhenti, ia menoleh kea rah pintu rumahnya yang terdengar ketokan beberapa kali. Rio punsegera menuju ke pintu rumahnya. Suara ketokan pintu tersebut masih terus terdengar dari luar sana.  Rio membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat siapa yang ada di depan rumahnya.

“Ngapain loe kesini ? Tau dari mana rumah gue ?”sinis Rio melihat orang yang ada didepannya tersebut yang tak lain adalah Alvin.

“Gue gak ada urusan sama loe. Gue mau ketemu sama Ify”balas Alvin sengit. Rio mendesis tajam, ia merasa begitu tidak suka dengan pria didepannya ini.

“Loe pergi dari sini!! Gue gak ngizinin loe ketemu sama IFy!!”Alvin nampak tak menghiraukan apapun yang diucapkan oleh Rio.

“IFY !!! IFY!! IFYY!!!”teriak Alvin sangat keras membuat Rio semakin geram.

“Gue masih berbaik hati sama loe. Loe angkat kaki gak dari sini ??!!”bentak Rio geram dengan ulah Alvin. Dan sekali lagi Alvin tak menghiraukannya dan menatap Rio dengan tatapan penuh kerendahan.

“IFY!! IFYY .IF . . . “

 

BUKKKKK

 

            Satu hantaman keras dari Rio mendarat mulus di pipi Alvin membuat Pria itu langsung tersungkur.  Alvin membalas tatapan Rio yang sangat tajam sekali kepadannya. Alvin mencoba untuk berdiri. Membersihkan bibirnya yang mulai keluar darah segar. Menggerakkan otot pipinya yang sedikit kaku.

“Loe fikir loe siapa ? Hah? Gue gak akan pernah rela Ify bertunangan dengan pria brengsek kayak loe!!”

 

BUUKKKKK BUUUUKKK BUKKKKK

 

            Akhirnya baku hantam pun terjadi diantara kedua orang ini. Mereka saling pukul  memukul mulai dari wajah, perut , punggung , kaki , tangan dan hampir seluruh tubuh. Dan tak beberapa lama Ify terlihat di ruang tamu dan kaget sekali melihat apa yangterjadi didepan pintu.

“KAK RIOOO?”

“ALVINN!!”

            Dengan cepat Ify segera berlari mendekati mereka berdua. Ify mulai panic bagaimana memisahkan dua orang ini yang terlihat sangat berkobar-kobar dalam baku hantam.

“STOOPP!! “

“KAK RIOO!!”

“ALVIN HENTIKKAN!!! “

“ALVIINN STOOPP!!”

“ALVIINN GUE BILAANG STOOPPPP!!!”

            Teriakan histeris Ify langsung membuat Alvin berhenti menghantam Rio yang sudah tersungkur dibawah. Banyak darah dan luka lembab tergambar jelas di wajah kedua orang ini. Meskipun wajah Rio yang bisa dibilang paling parah.

“Fy loe ikut gue sekarang!! Loe gak perlu disini! Dia pria yang gak pantas buat loe!!! “ujar Alvin yang langsung mengenggam tangan Ify .

“Maaf Vin. . “Ify melepaskan tangan Alvin dengan wajah yang tidak enak. Alvin mengernyitkan keningnya tidak mengerti maksud kata-kata Ify.

“Gue gak bisa pergi , gue tunangannya Kak Rio. Gue sudah milih tinggal disini. Maaf Vin . . “lirih Ify sangat tak tega mengatakkan ini kepada Alvin. Alvin membelakakan matannya.

“LOE GAK BODOH KAN ?/ LOE GAK BEGO KAN ? LOE MASIH PUNYA OTAK KAN ??”teriak Alvin tepat diwajah Ify membuat gadis ini memejamkan matannya tak kuasa mendengar bentakan Alvin yang sudah mulai kalut.

“Dia itu brengsek Fy!! Dia itu Cuma akan buat loe sakit!! Dia akan buat loe menderita!! Dan gue gak mau loe menderita!!! “tegas Alvin sekali lagi kepada Ify.

“Ini pilihan gue Vin . .”

“Cisshh. . . .”Desis Alvin seolah tak percaya dengan ucapan gadis ini.

“Gue tanya sekali lagi. LOE IKUT GUE ? ATAU PILIH COWOK BRENGSEK INI!! “Alvin menatap Ify tajam, berharap Ify akan mengerti maksudnya dan memilih dirinnya saat ini. Ify mendongakkan kepalannya. Mencoba tersenyum kepada Alvin.

“Namanya Rio , Vin. Bukan brengsek. Gue pilih untuk disini. Maafin gu . . .”

            Belum Ify menyelesaikan kata-katannya. Alvin sudah pergi meninggalkannya begitu saja. Alvin sangat tak menyangka Ify lebih memilih Rio yang jelas-jelas tidak punya hati dan kejam. Dan mengabaikannya yang merupakan temannya sejak kecil.

            Alvin pulang dengan emosi yang membara. Merasa terkhianati oleh Ify dan kebenciannya kepada Rio pastinya akan bertambah banyak.

            Rio menyinggungkan senyum kemenangan melihat kepergian Alvin. Ia berusaha berdiri dengan keadaan yang sudah berantakkan seperti itu. Ify membalikkan badanya menghadap Rio dan langsung membantu Rio untuk berdiri. Ia merasa tak tega melihat wajah Rio yang sudah berdarah seperti itu.

“Kak. Kakak gak apa-apa kan ?”tanya Ify membantu Rio berdiri.

“gak perlu!!”tolak Rio dengan tegas. Ify pun tak berani menyentuh Rio. Rio sudah berdiri tegak walau sedikit sempoyongan. Rio menatap Ify sangat tajam sekali. Tatapan benar-benar sangat membenci gadis di depannya ini.

“Gue gak mau lihat loe hari ini dirumah gue!! “

“Jadi sekarang loe tidur di luar sana!! Jangan balik ke rumah gue sampai besok pagi!!! “Ify membelakakan matannya mendengar ucapan Rio yang seperti mengusirnya.

“Tap. . Tapi Ify tinggal dimana ? If .. “

“Gue gak peduli!! GUE JIJIK LIHAT MUKA LOE!! SEKARANG PERGI !! “

“Tap . . Tapi kak. Ify . . “

“PERGI DARI RUMAH GUE SAMPAH!!!”Rio dengan kasar mendorong tubuh Ify sampai gadis itu tersungkur ke lantai.

“Awww . . “ringis Ify merasakan tangannya sedikit sakit. Ify mencoba untuk berdiri lagi. Dan untuk kesekian kalinnya gadis ini mencoba untuk tersenyum kembali.

“Iya kak, Ify akan tidur diluar. Ify gak akan balik kerumah ini sampai besok. Ify akan turuti apapun kata-kata Kak Rio”ujar Ify memaksakan senyumnya. Suarannya terdengar bergetar bahkan kedua matannya sudah berkaca-kaca. Sedangkan Rio seolah tidak peduli dengan ucapannya. Dan merasa sangat malas untuk menatap Ify. Atau pun mengasihani gadis ini sedetik saja.

            Ify berjalan menjauhi Rio dengan langkah pelan-pelan. Membalikkan badannya dengan bahu yang bergetar. Dan akhirnya airmatannya terjatuh juga. Ify berjalan keluar dari rumah Rio tanpa membawa apapun. Uang ? Ponsel? Semuanya tidak ia bawa. Ia hanya memakai baju tidur biasa.

“Ahh . . Sebelum Ify pergi. Ify boleh ngomong sesuatu ?”Ify membalikkan badannya dan menghadap kea rah Rio kembali. Dan dengan cepat membersihkan air matannya. Ia tak mau Rio melihatnya menangis seperti ini.

            Rio yang masih berdiri disana menatap Ify skiptis. Merasa tidak nyaman kenapa gadis ini kembali lagi.

“5 menit cepetan! Gak usah basa-basi!”ujar Rio kasar sekali tanpa perasaan. Ify mengangguk-anggukan kepalannya merasa sangat senang diberikan kesempatan oleh Rio.

“Terima kasih Kak Rio udah mau ngizinin Ify tinggal di rumah ini walaupun Kak Rio sangat benci dengan Ify.terima kasih Kak Rio udah mau memberikan kebaikan kepada Ify walaupun itu hanya sekecil apapun Ify sangat senang “

“Sebenci apapun Kak Rio sama Ify, Ify gak pernah marah sama Kak Rio. Karena . .. ka . . . karena Ify sudah  suka dan cinta sama Kak Rio sejak kita bertemu. Terima kasih sudah ngizinin Ify untuk cinta ke Kak Rio”

“Ify gak minta Kak Rio untuk mencintai atau menyukai Ify. Ify diberikan tinggal disini dan bisa dekat dengan Kak Rio saja, Ify sangat berterima kasih. “

“Dan. .. . .”entah sejak kapan gadis ini menangis tanpa suara. Hanya aliran air mata yang terus mengalir di kedua pipinya. Ify hanya bisa mencengkram kedua tangannya kuat-kuat merasakan dadanya dan hatinya yang sesak sekali.

“Dan maaf, Maaf Ify selalu buat Kak Rio marah. Maaf Ify gak bisa jadi gadis yang Kak Rio inginin. Maaf Ify hanya jadi parasit atau sampah yang menjijikan buat Kak Rio. Maaf kalau Ify dimata Kak Rio hanya wanita murahan. Maaf Ify gak bisa menjadi setitik emas untuk berdampingan dengan segumpal berlian yang bersinar begitu indah. “

“Sekasar apapun kak Rio kepada Ify, Ify selalu menggap kak Rio adalah pria yang sangat  baik . Terima kasih kak. “Ify menghapus air matannya cepat-cepat dan menyunggingkan senyumnya kepada Rio yang hanya mematung disana. Diam tak melakukan apapun.

“Ify pergi dulu kak.  Kita akan bertemu lagi besok. “

“Ahh. . Besok ulang tahun kak Rio. Ify janji Ify akan bawakan Kak Rio kue yang enak dan kado yang bagus . . . Ify janji sama kakak”

“Ify pergi dulu kak. Selamat malam kak Rio “

            Dengan sedikit berat hati Ify kembali membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya dengan senyum yang sudah hilang. Ify merasa legah bisa mengungkapkan semua itu kepada Rio. Walaupun Rio nampak tidak peduli dengan semua ucapannya. Namun Ify begitu sangat senang sekali.

*****

            Keesokan Pagi

Rio melihat ke sekitar kantin. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia mentraktir anak-anak sekelas pada jam istirahat. Rio tidak melihat adanya keberadaan Ify. Rio sendiri tidak tau kenapa ia harus mencari gadis itu. Karena perasaanya saat ini terbesit ada yang sesuatu yang hilang. Yah, itu ia rasakan karena setiap harinya hidupnya selalu di kelilingi oleh Ify. Dan sejak semalam ia sama sekali tidak melihat Ify.

Rio melihat seorang gadis yang nampaknya teman sekelas Ify. Rio melambaikan tangannya kepada gadis tersebut dan membuat gadis itu mendekati Rio.

“Ify dimana?” tanya Rio datar. Gadis itu mengernyitkan keningnya.

“kak Rio gak tau kalau ify gak masuk hari ini? Aneh.” Gumam gadis itu membuat Rio sedikit kaget.

“Yaudah makasih” ujar Rio kepada adik kelasnya itu. Rio terdiam kembali, kemanakah gadis itu semalam. Apa dia . . .

“Aisshh. . Kenapa juga gue harus peduli sama sampah seperti dia . .” desis Rio yang membodohkan dirinnya sendiri karena telah memfikirkan Ify.Rio pun mencoba konsen kembali ke temannya yang sedang mengajaknya bicara.

*****

            Dirumah Rio sudah jam 8 malam, dan ia masih tidak melihat Ify dirumahnya. Dan entah sudah berapa kali Rio bolak-balik melihat keluar rumah. Namun gadis itu masih tidak nampak. Rio sendiri tidak tau kenapa tiba-tiba dia khwatir dan harus memfikirkan gadis itu. Apakah sejak ucapan gadis itu membuat hatinya tergoyahkan?.

 

DRRRTDRTTTTDRTTTT

 

            Ponsel Rio berbunyi, ada sebuah video call yang tertera di layar ponselnya. Rio lantas menekan gambar hijau tersebut .

            Rio melihat layarnya ponselnya hanya bisa mematung. Jelas sekali dengan kedua matannya ia melihat Ify sedang dikat di sebuah tiang dengan keadaan yang sudah berantakkan. Mulutnya di bekap dengan sapu tangan. Tangannya diikat kebelakang. Mata gadis itu sudah sangat semambab akibat menangis dan terlihat ekspresi yang sangat ketakutan.

 

BEEEEEPPPP

 

            Video call tersebut langsung mati secara tiba-tiba. Rio nampak panik sendiri. Dan tak lama kemudian Rio mendapatkan sebuah pesan dari nomer yang tidak ia kenal sama sekali.

 

/Ke gudang tenis graha sekarang. Sendiri ! atau tunaganmu mati !/

 

            Setelah mendapat pesan tersebut tanpa fikir panjang Rio langsung mengambil kunci mobilnya dan segera beranjak dari rumahnya menuju tempat yang diberitahukan oleh pengancam tersebut. Rio menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa kencangnya. Ia hanya terfokus dengan Ify.

*****

            Baru saja Rio memasuki halaman tenis, mobilnya langsung dihadang oleh beberapa orang. Rio dipaksa untuk keluar. Tangannya langsung diikat kebelakang oleh dua orang berbadan besar. Rio benar-benar tak bisa memberontak saat ini. Ia diseret untuk berjalan mengikuti orang-orang itu. Saat ini Rio mencoba mengikuti permainan mereka.

****

            Rio dibawah ke dalam gudang yang sangat mengerikkan. Gudang yang sepertinya sudah lama tidak di pakai. Rio membelakaan matannya melihat Ify yang menangis dalam bekapan dan mencoba memberontak saat melihat kehadiran dirinnya.

            Apa yang sebenarnya terjadi ? Siapa yang melakukan ini semua? Semuannya berputar di otak Rio. Rio melihat Ify menggeleng-gelengkan kepalannya berulang-ulang dan menghentak-hentakkan kakinya. Rio menatap mata Ify yang mengisyaratkan menyuruh dirinnya pergi dari sini.

*****

            Seorang pria tiba-tiba datang dengan dua bodyguard dibelakangnya.  Rio menyipitkan matannya sedikit mencoba memastikan bahwa pria tersebut benar-benar pria yang ia kenal. Rio mendecak sangat kesal. Tentu saja ia kenal dengan pria itu. Pria yang telah merusak persahabatannya dengan Alvin. Pria yang mempunyai dendam berat kepadannya akibat Rio pernah mempermalukan pria itu di depan teman-teman sekolahnya. Dan Rio pernah hampir membunuh pria ini namun tidak jadi ia lakukan. Dan nyatannya Pria ini sudah lama mengincar dan balas dendam kepada Rio. Rio sedikit menyesal kenapa ia tidak membunuh saja pria ini dari dulu.

“Loe mau apa iel ?” tantang Rio tanpa fikir panjang.

“Mau apa kata loe? loe gak inget apa pura-pura amnesia ? jelaslah gue bales dendam sama loe!!”garang pria bernama iel tersebut. Rio mendesis sinis.

“Banci tau gak loe! kalau mau balas dendam hadepi gue sendiri!! Gak usah bawa-bawa dia “

“Loe khawati sama dia ? Hahahaha. Gak salah ? Hahahahahhaaha”tawa Iel menggelegar keras di ruangan ini.

“Gue sudah satu tahun ngamati loe. Dan gue jelas tau bagaimana sifat loe ketunangan loe ini. Dan ternyata loe gak berubah brengsek!! “

“Asal loe tau !! Gue bales dendam bukan karena loe udah permaluin gue!! Tapi gue membalas bagaimana loe udah nyakitin Shilla dulu!! “

“Dia bener-bener cinta sama loe. Tapi loe mainin dia sesuka loe. Sampai loe putusin dia begitu aja. Loe gak peduli waktu dia malam-malam kehujanan kerumah loe hanya demi untuk ngasih kejutaan ulang tahun loe!! “

“Dia tahu kalau loe udah nyakitin dia !! Tapi dia tetap cinta sama loe dan berusaha buat loe mau kembali ke dia ! Dan loe gak tau gara-gara malam itu dia kerumah loe, Dia perkosa sama genk kampungan!! “

“Cuma gara-gara pria brengsek kayak loe!!! Dia sampai merasakan nasib seperti itu.

“Dan loe gak tau kan ? Gimana menderitannya jadi Shilla . Loe gak tau kan dia sekarang ada dimana ? Loe mau tau dia ada dimana sekarang ??”

“Dia bunuh diri!!! DAN ITU GARA-GARA LOE!!!! “

            Wajah Rio terlihat kaget mendengarnya, seluruh tubuhnya menegang. Memang benar dulu ia sempat memainkan Shilla waktu SMP sampai akhirnya ada kabar bahwa gadis itu sudah pindah sekolah dan Rio tak peduli semua itu . Dan ia sangat tidak menyangka jika terjadi sampai seperti ini.

“Lo .  loe. . loe ngarang cerita kan ??”

“G . . gak. . gak mungkin. . . . “

            Iel menatap Rio tajam, mencoba memberikan tatapan sebenarnya apakah dia sedang bercanda saat ini ?.

“Loe fikir gue bohong ? Perlu gue buka makam nya dia dan gue bawa mayatnya ke hadapan loe sekarang ! HAH??!!! “

“Dan gue gak peduli gue masuk penjara atau di hukum mati!!! Gue akan membalas semua itu !! Loe harus ngerasain apa yang gue rasain dulu dan dirasakan oleh Shilla!!! “Iel perlahan menarik rambut Ify dari belakang. Membuat gadis itu rangsung meringis kesakitan.

“Dan loe akan lihat bagaimana gue nyiksa tunangan loe ini!! “

“Loe jangan pernah nyentuh dia !!! “ancam Rio tajam.

“Waaahhh. Kenapa ? loe jatuh cinta sama tunagan loe? Punya hati juga loe!! “

“Gue akan bunuh loe !! Kalau loe apa-apain dia!! “

“Sayangnya gue bukan pecundang seperti dulu!! “balas Iel tajam dan lebih keras menjambak rambut Ify dengan tatapan yang tajam kea rah Rio.

“Loe mau tau bagaimana malam itu Shilla harus mengalami nasib naas itu ? Loe mau gue tunjukin gimana ??”

“LOE JANGAN MACAM-MACAM IEL!!! “bentak Rio sudah mulai cemas iel akan berbuat macam-macam ke Ify. Sedangkan Ify sudah menangis ketakutan.

“Oke gini aja. Gue kasih pilihan. Gue hanya butuh pembalasan satu nyawa. Dan loe boleh pilih. Nyawa loe atau nyawa tunangan loe ?”ujar Iel sedikit berbaik hati. Mungkin. . .

“Bagaimana cantik ?? “tanya Iel ke Ify dan membuka pembekap mulut di mulut Ify.

“Ify aja kak gak apa-apa. Kakak sekarang pergi aja dari sini. Ify gak apa-apa kok. Lagian Ify juga udah gak ada mama sama papa. Ify juga gak punya siapa-siapa. Jadi gak aka nada yang cari Ify jika Ify mati. Kakak harus tetap hidup dan pulang dengan selamat. Tante sama om pasti khawatir dengan kakak “

“LOE UDAH GILA APA ???!!”

“Waahhhh . . . Loe pakek susuk atau jampi-jampi apa sih yo ? Sudah 2 gadis yang sampai relain nyawanya demi loe. Waahhh. . . . “ujar Iel dengan nada tak percayanya. Rio tak menanggapi ucapan Iel ., ia hanya menatap Ify tajam karena tak percaya dengan yang diucapkan oleh gadis ini.

“Ify sudah pernah janji sama kak Rio. Bahwa Ify akan lakuin apapun untuk kak Rio. Dan Ify I gak pernah minta balasan apapun. Karena Ify tau bahwa kak Rio hanya menganggap Ify sampah. Dan gak akan merubah semuannya kan ? Jadi lebih baik kakak pergi sekarang. Selamatkan nyawa kakak. Pura-pura saja kakak gak pernah lihat ini semua. Toh, Kakak pun selama ini nganggap Ify gak ada. Jadi kakak juga pasti lebih senang kalau Ify gak ada kan”

“Ahhh. Nanti kalau om sama tante tanya Ify dimana. Kakak bilang aja kalau Ify milih pergi dari rumah. Ify batalin pernikahan ini karena Ify ingin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan kakak boleh mengarang cerita apapun. Bilang saja jika Ify selingkuh dengan pria lain. Dan Ify tidak berani pulang. Dengan begitu om dan tante tidak akan menyalahkan Kak Rio. If   . . . “

“LOE GAK USAH BICARA LAGI !!!! DIEM!!! “bentak Rio tajam. Ucapan Ify benar-benar membuatnya downmental. Kini ia baru menyadari bahwa gadis ini benar-benar mau melakukan apapun untuknya sampai seperti ini.

“Loe lepasin dia iel. Urusan loe dengan gue “ujar Rio mencoba tenang.

“Enggak-enggak . Jangan apa-apain kak Rio”ujar Ify dengan cepat ke Iel yang ada disampingnya.

“Loe boleh ngelakuin apapun ke gue , terserah semau loe. Asal loe lepasin kak Rio. Gue mohon.  Ba . ba . . ba . . bahkan loe mau bales dendam kan gara-gara gadis itu diperkosa sama genk preman itu. Loe . . loe. .loe boleh . . pe . . “

“LOE UDAH GILA FY!!! SEBAIKNYA LOE DIEM SEKARANG DARI PADA LOE TAMBAH NGAWUR!!! “teriak Rio kehabisan kesabaran gara-gara gadis ini. Ify sedikit terisak, ia sudah tidak bisa berfikir jernih sekarang. Ia memang sudah terlanjur mencintai Rio. Bahkan jika ia mati pun dia ikhlas. Toh, Dia sudah tidak ada siapa-siapa di dunia ini. Ia hanya hidup sendiri. Hidup seperti parasit seperti yang diucapkan oleh Rio kepadannya.

“Aisshh. Gue disini gak pingin lihat telenovela. Cepet putusin nyawa siapa yang siap dikorbanin “

“GUE!! “serempak Rio dan Ify bersamaan. Rio menatap Ify tajam sedangkan Ify hanya menatap Rio dengan senyuman yang sangat ikhlas sekali.

“Ahhh. Bagaimana kalau begini saja. Gue buat undian kertas . Dan siapa nama yang muncul. Dia yang akan gue tembak saat ini juga “ujar Iel dengan tak berperasaannya.

            Iel pun segera menyuruh orangnya untuk menuliskan dua nama di dua kertas lalu melipatnya. Sedangkan Iel sudah siap engan pistolnya dan berdiri ditengah-tengah antara Ify dan Rio.

“Ini boss”ujar anak buah iel memberikan dua kertas itu. Iel menyuruh anak buahnya untuk mengambil salah satu kertas tersebut.

“Kalian sudah siap ??”tanya iel mentap remeh Rio dan Ify.  Ify nampak begitu siap jika ia yang harus ditembak. Sedangkan Rio sudah sangat cemas jika nama Ify yang akan muncul.

“ini boss. . “ujar anak buah tersebut dan menunjukkan satu nama yang tertera di kertas tersebut.

            Iel tersenyum bringgas, ia menatap Rio lalu Ify secara bergantian. Seolah sudah siap untuk memangsa salah satu dari mereka.

“Apa ada kata-kata terakhir?”

“Aku ada”ujar Ify cepat. Semuanya pun mengarah ke Ify.

“Silahkan”ujar iel mempersilahkan Ify untuk mengucapkan sepatah dua katannya.

“Selamat ulang tahun Kak Rio. Semoga kak Rio bisa sukses ke depannya. Dan aku sangat berharap bahwa kertas itu adalah nama Ify. Dan kak Rio bisa selamat. Dan kak Ri . . . . “

“Harapan loe dikabulin”

 

DOOOOOOORRR

 

DOOOOORRR

DOOOOORRR

 

“IEEEEELLLLL!!!!”teriak Rio sekeras mungkin saat pistol Iel melepaskan 3 peluru kea rah Ify dan membuat gadis itu langsung ambruk seketika.

“Ayo cabut”ujar Iel kepada seluruh anak buahnya dan segera lari dari gedung tersebut.

            Rio pun dengan cepat lari kea rah Ify yang sudah kehabisan nafas. Rio mulai cemas dan kebingungan. Banyak darah keluar dari dada dan perut Ify dimana letak Gabriel menembak gadis ini.

“Fy!! Fy !! Loe tahan sebentar Fy!! Loe tahan!! “

“Kak Rio . . . . .If . . if. .if”

“Loe gak usah banyak ngomong. Gue akan bawa loe kerumah sakit!! “ujar Rio dan segera membopong Ify.

“If .. ify . . cinta . . sama . . kak Rio . . . . “lirih Ify pelan

“Iya gue tau . Gue tau!! Loe diem sekarang !! “Rio segera berlari sambil membopong Ify menuju mobilnya.

*****

            Rio sudah tak bisa konsen menyetir, Ify terus meringis kesakitan sambil memegangi dada dan perutnya yang semakin basah dengan darah segar. Rio semakin mempercepat kecepatan mobilnya.

“Fy. Loe tahan . Gue mohon demi gue loe janji loe akan bertahan . . “

“I . . I . . ya . .kak. If . .if.. ify jan . . ji  . . “

“Loe beneran janji Fy ?”

“I . . iy .. iya . . .”

****

            Ify sudah di bawah kerumah sakit. Dan kondisinya sangat kritis. Bahkan dokter mengatakkan bahwa kesempatan gadis ini untuk hidup hanyalah 3% saja. Rio hanya bisa terduduk lemas disana. Gadis itu tidak pernah salah apa-apa. Dan harus menderita seperti ini. Bahkan Rio belum bisa membuat gadis itu tersenyum bahagia dan mendapatkan pujian darinya. Rio baru menyadari bahwa gadis itu benar-benar mencintainya dengan tulus.

****

            Rio pulang sebentar untuk mengambil beberapa baju Ify.Dirumah sakit, Ify telah di jaga oleh Mama dan Papa Rio yang sudah berada disana setelah ia mengabari bagaimana keadaan Ify. Rio memasuki kamar Ify yang snagat rapid an bersih.

            Rio membuka almari Ify dan memasukkan beberapa baju kedalam koper kecil milik Ify.

 

BUUKKK

 

            Rio melihat sebuah buku diary terjatuh saat Rio tak sengaja menarik salah satu baju. Rio pun mengambil buku tersebut. Dan Rio membuka satu persatu buku diary itu dan membaca isi didalamnya.

 

“ Hari ini gue pindah di rumah baru gue. Dan gue bertemu dengan tunangan gue. Namanya Kak Rio. Dan sepertinya aku mencintai dia sejak aku menatap pria itu. Aku berjanji akan benar-benar mencintainya dengan tulus “

 

             Rio membalik kembali lembar berikutnya .

 

“Kak Rio sepertinya gak suka sama keberadaan gue. Gue harus bagaimana ? Namun Ify gak akan menyerah!! Ify akan terus berjuang buat Kak Rio bahagia dan membahagiakan keluarga ini yang sudah mau nerima gue !! Terima kasih keluarga Haling. Aku menyayangimu “

 

            Rio semakin penasaran, ia membuka kembali lembar berikutnya.

 

“Apakah gue gak bisa mendapatkan perlakuan baik sedikit saja dari kak Rio ? Apakah Kak Rio tidak bisa tersenyum sekali ke Ify ? Bisakah aku melihat senyum manis dan tulusnya suatu saat ? tentu saja pasti bisa Ify !! Semangat!! Setidaknya dia sangat baik bukan mau berangkat dan pulang sekolah bersama kamu . hihihihi. Aku mencintaimu Kak Rio !!

 

            Rio mulai gemetar sendiri. Tangannya membalik lagi lembar halaman berikutnya. Tulisan khas Ify sangat rapi diatas kertas itu.

 

“ Malam ini Kak Rio mengajakku keluar !! Aku sangat marah dengan cewek itu!! Apakah dia tidak tau bahwa Kak Rio sudah punya tunangan!! Bagaimana bisa dia menggoda tunaganku!! . tapi. . apa yang bisa aku lakukan . Bahkan kak Rio saja membenciku dan tidak menyukaiku. Apakah kak Rio tidak bisa sedikit saja mengakui keberadaanku ?. Rasanya sakit saat melihat dia berciuman dengan gadis lain. Aku terlalu jatuh cinta kepadannya . Bahkan aku rela melakukan apapun untuknya “

 

“Loe beneran suka sama gue Fy ? sampai seperti ini ??”

 

“AKu sangat senang jika kak Rio menyuruhku. Walaupun dengan kata-kata kasar. Ify loe gak boleh menangis!! Loe harus kuat dan tegar !! Itu baru namanya Ify calon istri dari Mario. “

 

            Rio membuka lembar yang terakhir, Ify menulisnya sedikit panjang seperti sebuah curhatan gadis itu.

 

“Besok adalah ulang tahun dari Kak Rio. Aku sudah menyiapkan bahan-bahan kue untuk aku buat sendiri nanti malam. Kak Rio sangat lucu jika marah. Apakah dia cemburu saat melihat aku dengan Alvin ? Ahh. Apakah aku terlalu percaya diri ? Tapi dia sangat menakutkan jika marah. Kak Rio , Bisakah aku melihat senyumu sekali saja. ! apakah mungkin ??? . Aku membelikan Kak Rio sepasang sepatu yang aku beli dengan tabunganku. Aku benar-benar menabung hanya untuk sepatu mahal itu. Menyesal ? tentu saja tidak. Doakan semoga Kak Rio suka dengan hadiahku. ! hihihihi “

 

“ Nb : setajam apapun kalimat-kalimat yang lepas dari bibir indahmu, akan ku dengarkan seperti alunan lagu yang indah. Sekasar apapun sikapmu terhadapku, akan aku anggap sebagai suatu perlakuan manis yang tidak akan aku dapatkan dari siapapun. Dan seburuk apapun yang kamu lakukan kepadaku. Aku tidak bisa mencintaimu. Karena aku sudah terlanjur mencintaimu. Kak Rio. Apakah cinta benar-benar membuat orang gila ??”

 

            Buku  diary tersebut langsung terjatuh dari tangan Rio, pria ini tidak bisa berkata apa-apa lagi. Rio memundurkan langkahnya dan terduduk lemas diatas kasur. Kenapa ia baru sadar jika gadis itu sangat tulus mencintainya ? Kenapa dia baru sadar jika banyak hal yang sudah gadis itu lakukan untuknya. Dan sampai rela mengorbankan nyawannya sendiri untuknya.

 

DRRRDDRRTTD

            Deringan ponsel Rio menyadarkannya, Ia segera mengambil ponsel di sakunya dan melihat ada sebuah panggilan dari mamanya. Dengan cepat Rio menekan tombol hijau.

“Iya ma ?”

“Yo cepat kesini!! Ify sangat kritis. Bahkan ia detak jantungnya sempat menghilang beberapa kali. Kamu cepat kesini!! “

“Apa ?/ Iya ma . Rio akan cepat kesana “

 

            Rio tak berfikir apapun lagi. Rio dengan cepat mengeluarkan motornya. Karena jika ia menaiki mobil. Ia akan terjebak oleh macet. Oleh karena itu Rio memilih menaiki motor. Rio menaiki motornya dengan kecepatan kencang. Ia sudah tidak peduli banyak mobil dan kendaraanya lainnya yang mengklasonnya akibat ia menyalib kendaraan-kendaraan tersebut eenaknya sendiri.

            Ponsel Rio bordering kembali. Rio berusaha mengambilnya dari saku celananya. Setelah berhasil mengambil ponselnya tersebut. Rio melihat ada sebuah pesan. Rio sangat kaget melihat nama pengirim tersebut. Rio pun segera membukannya.

 

“    Ify “

Aku mencintaimu .  . .❤

 

            Rio terfokus dengan ponselnya karena sangat kaget dengan isi pesan tersebut. Dan bagaimana bisa ponsel Ify mengirimkan pesan itu. Sedangkan Ify saja sedang kritis di rumah sakit.

            Tanpa Rio sadari,  ada sebuah truk besar di depan Rio dan sedangkan di kanan jalan terdapat sebuah mobil pick Rio dengan kecepatan tinggi. Rio masih melihat ponselnya dan tidak melihat ke depan jalan.

 

TTIIIIIITTTTT TIIIIITTTTTTTT

 

            Rio menghadap kedepan, Ia membelakakan matannya . Dengan cepat Rio membelokkan mobilnya ke kanan. Dan tubuhnya terpental jauh karena mobil pick up tersebut. Rio melayang dengan pasrah. Namun ia menggengam erat ponsel ditangannya. Ia hanya bisa teringat bagaimana wajah Ify yang tersenyum cantik meskipun  ia memarahinya.

“Maafkan gue Fy. . “lirih Rio lantas memejamkan matannya .

 

BRAAAAAAAKKKKKK BRAAAAAAKKKK BRAAAAAAAAKKKKKK

 

*****

            Kecelakaan tersebut bertepatan dengan meninggalnya Ify. Dan akibat dari kecelakaan itu membuat Rio buta permanen. Namun Rio sama sekali tidak marah atau pun menyesal dengan keadaannya sekarang.

            Namun yang ia sesalkan adalah, ia tidak bisa melihat wajah Ify untuk terakhir kali. Ia tidak bisa memberikan senyum tulusnya ke gadis itu seperti yang diimpikan oleh Ify selama ini. Jika diberikan kesempatan dua kali, Rio sangat menginginkannya.

            Dan ponsel yang digenggam oleh Rio saat dirinnya kecelakaan ternyata masih utuh. Namun pesan yang berasal dari Ify sudah tidak ada. Dan itu membuat Rio sangat binggung. Padahal ia yakin, ia tidak menghapus pesan tersebut. Mamanyalah yang mengatakkan ke Rio bahwa tidak ada pesan dari Ify di ponsel Rio saat malam itu.

*****

            Rio tersenyum dan menghapus air matannya lagi. Ia menghirup udara segar kembali. Dalam kegelapan yang dihadapinnya. Setidaknya ia masih bisa membayangkan wajah cantik gadis tersebut. Wajah cantik Ify, dan senyum manis Ify. Dan ia juga selalu merasa Ify ada di dekatnya. Menjagannya dan selalu mencintainya.

 

“ Aku akan terus tersenyum dengan tulus sampai nanti aku mati. Seperti impianmu selama ini. “

 

Tamat

 

Silahkan comment ya tentang cerpen ini. Ini cerpen request dari si Linda karena udah dulu aku janji ke dia. Silahkan kenalan dengan anak cantik turun dari kayangan ini >>  @MLindaPTR  . Dan semoga suka ya dengan cerita ini. Like dan Commentnya ditunggu. Dan tetap tungguin STODY ya. Ini juga bisa dibilang bonus karena aku ngaret banget post STODY.nya. Dimaklumi ya sedang sibuk sama tugas kuliah hehe😀 . terima kasih bagi yang sudah mau nyempetin baca😀

 

2 thoughts on “”A Smile That You Want “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s