STORY OF DEVIL FAMILY – 7

” DIMOHON KLIK LANJUTKAN MEMBACA JANGAN KLIK CONTINUE READING “

Maaf sedikit ngaret tapi aku sudah berusaha buat ngusahain post. Soalnya sibuk banget ngurusin tugas kuliah yang tidak saya duga semester dua ini tidak sesantai semester pertama (?). Jadi maklum ya.
WAJIB BACA
“Oh ya bagi kalian pembaca pertama dan langsung mengomentari akan ada hadiah buat kalian. Baik itu di FP, BLOG dan di FB. Jadi ada 3 hadiah. Eitss. Tapi dilarang comentar dulu baru baca. Jadi setelah kalian baca comentarnya wajib “ Rangkuman singkat dari yang kalian baca cukup satu paragraph saja. Setelah itu comment kalian tentan STODY part 7 ini . Bagi pengomentar pertama kali , Nanti akan mendapatkan GIFT dari author . Selamat membaca dan menjadi commentar pertama “.
“ BACANYA YANG SLOW. DAN MENGHAYATI YA . .hihihihihihi. . . “ Hanya untuk Part ini saja.

Silahkan follow twitter author @luckvy_s . Terima kasih.

STORY OF DEVIL FAMILY – 7

LANJUTKAN MEMBACA

Alyn dan bima sama-sama bertatapan diruang makan. Keadaan canggung mulai menyelimuti suasana mereka berdua. Bima pun dengan cepat mengalihkan wajahnya dari tatapan Alyn dan segera duduk di kursi ruang makan. Alyn pun demikian, ia berusaha untuk tidak salah tingkah dan tidak membayangkan kembali apa yang telah terjadi dengannya dan Bima semalam.
Mereka berdua lantas memakan makanan mereka dalam diam. Sibuk dengan fikiran masing-masing dan aktifitas masing-masing. Dan tak jarang baik Bima dan Alyn terkadang saling curi-curi pandang di sela aktivitas makan mereka.
“Loe gak inget ucapan gue yang kemarin kan”ujar Bima memecahkan keheningan. Alyn menatap Bima dengan wajah sedikit binggung.
“Yang mana? Loe kemarin banyak ngomong”jawab Alyn santai berusaha menyembunyikan rasa canggungnya saat ini.
“Cisshh. . . “desis Bima sedikit tak enak. Ia menatap Alyn lekat-lekat.
“LOE GAK BOLEH DEKET-DEKET SAMA ADIT! NGERTI!!”jelas Bima dengan tegas. ALyn melototkan matannya. Ternyata Bima memang serius dengan ucapannya.
“Ke . . “
“Gak boleh protes!!”potong Bima dengan cepat dan melanjutkan makannya lagi, Alyn hanya bisa mendengus kesal dan memakan kembali makanannya dengan perasaan kesal ke Bima yang selalu seenak sendiri kepadannya.
****
Mereka berdua sudah sampai di parkiran sekolah. Bima dan Alyn segera kelaur dari mobil. Alyn pun berjalan duluan meninggalkan Bima yang masih mengunci mobilnya.
“ALIEEENN!!”teriak Bima dan membuat Alyn memberhentikkan langkahnya. Bima berlari-lari kecil menyusul Alyn.
“Loe pinter, tapi loe gak bisa baca nama orang ya”sinis Alyn kesal. Bima seolah tak peduli dengan ucapan Alyn dan langsung mengenggam tangan kanan Alyn membuat Alyn langsung kaget dalam hitungan detik.
“Ngapain loe!! “Alyn menyentakkan tangannya dari tangan Bima membuat Bima langsung menatap Alyn.
“Loe kan pacar gue sekarang”jawab Bima enteng. Alyn mendengus tak percaya. Ingin menertawakan ucapan Bima tadi.
“Kapan loe nembak gue ? kapan gue nerima loe ?”protes Alyn tak terima.
“Kemarin malam”jawab Bima dengan wajah polosnya seperti anak kecil yang tidak bisa berbohonh.
“Ke . ke .. ke . kkem . kem. . “
“Kan acting gagu lagi. “ujar Bima dengan nada seperti anak kecil.
“AISSHHH!!!”desis Alyn semakin kesal.
“Gue gak mau jadi pacar loe!! “tegas Alyn dan langsung meninggalkan Bima begitu saja. Dan bukan namannya Bima jika tidak bisa berbuat semaunya. Bima pun segera mengejar Alyn dan langsung mengenggam tangan Alyn seerat mungkin.
“Terima kasih sudah menerima cinta gue dan Gue akan menjadi pacar yang baik hati untuk kamu”
“AISHHH!!! Lepasin gak!!Banyak orang yang ngelihat kita!!! “desis Alyn pelan ke Bima. Alyn sudah frustasi dengan tingkah Bima. Dan saat ini mereka berdua berada di lorong sekolah dan semua mata anak-anak menatap aneh ke mereka berdua. Dimana Bima dengan santai berjalan tanpa beban sedangkan Alyn sibuk berusaha melepaskan pegangan tangan bima dari tangan kanannya.
“Bimaaa . . . “desis Alyn yang hanya bisa pasrah saja dan berjalan mengikuti Bima sambil menundukkan kepalanya karena banyak mata para gadis-gadis itu menatapnya bringas seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.
****
Keadaan kelas pun tak sama bedanya. Ketika Bima dan Alyn masuk kedalam kelas seisi kelas langsung menjadi hening. Mata mereka terarah kedua makhluk ini dan juga kedua tangan mereka yang saling bertaut.
Adit yang sedang membaca buku pun hanya bisa kaget melihat apa yang ada di depannya saat ini dimana Bima dan Alyn berdiri di ambang pintu. Alyn menatap kea rah Bima dengan berusaha menunjukkan senyum manis paksanya.
“Udah sampai kelas. Loe bisa lepasin gak ??”pinta Alyn dengan senyum terpaksa.
“Loe janji dulu sama gue ?”
“Apa ? gue gak boleh deket sam Adit ?”
“hmm”jawab Bima dengan mantap dan menganggukkan kepalannya seperti anak kecil.
“Kayak anak kecil tau gak sih loe”
“Biarin. Yang penting gue cakep”
“Aisshh. . . .”desis Alyn tak bisa berkata apa-apa. Pada kenyataanya memang pria ini begitu tampan dan tidak ada yang bisa membantah kenyataan tersebut.
“Yaudah cepetan lepasin”
“Loe janji dulu”
“Ribet tau gak sama loe! iya iya gue janji”Bima pun dengan senang hati melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alyn. Dan ALyn pun dengan cepat-cepat duduk di bangkunya. Ia tak ingin menjadi perhatian anak-anak lainnya.
****
Selama perlajaran berlangsung Adit terlihat tidak tenang. Ia seperti ingin mengajak bicaara Bima tapi tak mempunyai keberanian ditambah juga guru chemistery sedang menerangkan di depan. Adit bersusaha menyimpan pertanyaanya dulu sampai pelajaran selesai.
Dan tak lama kemudian pelajaran pertama pun selesai. Dan ada jam kosong 1 jam. Adit menatap kea rah Bima. Dan mengumpulkan semua keberanian yang dia punya.
“Selamat buat nilai sempurna matematika loe kemarin”Adit langsung kaget karena Bima yang langsung duluan mengajaknya bicara. Adit hanya seperti orang binggung sambil ngangguk-ngangguk.
“Hmmm. Bim aku boleh tanya ?”
“Apaan?”Bima menolehkan wajahnya ke Adit yang sudah menatapnya.
“Emm. .itu. . emmm. Lo. . . emm. Loe . .. lo. . .”
“Loe mau ikut-ikutan acting gagu kayak Alyn ? Aisshh.. . ternyata Alien membawa wabah gagu di sekolah ini”ujar Bima tak jelas sambil geleng-geleng kepala sendiri.
“Enggak itu. Aku .Aku mau nanya. Kamu sama Alyn pacaran ?”
“Hmm. “jawab Bima dengan yakin dan tanpa beban. Adit sedikit kaget dengan jawaban Bima namun ia berusaha untu kak menarik bibirnya agar membentuk senyuman.
“Oh ternyata kalian pacaran. Selamat ya hehehe”lanjut Adit dengan nada canggung dan ekspresi yang berbeda tadi. Seperti sebuah ekspresi kekecewaan. Bima pun dapat melihat jelas ekspresi tersebut.
“Loe gak apa-apa kan ?”tanya Bim sedikit tak enak.
“Ha? Aku? Enggak apa-apa kok. Kan Alyn sukanya sama kamu. Bukan aku hehehe “
“Sorry ya dit ka . . . “
“ADIT!!”
Sebuah suara gadis dari belakang membuat Bima dan Adit langsung menolehkan wajah mereka ke gadis tersebut dan menunduda percakapan mereka. Bima membulatkan matannya saat mengetahui bahwa Alynlah yang memanggil Adit.
“Apa-apaan gadis ini”desis Bima dalam hatinya mulai berapi-api.
“Ada apa Alyn?”balas Adit dengan sopan dan pelan.
“Gak usah percaya dengan ucapannya Bima!! Oke”
“YAAA!! ALIEN!! “teriak Bima begitu saja dan langsung berdiri. Ia menatap Alyn tajam dan Alyn pun menatapnya dengan tatapan tak peduli.
“Kalian berdua pacaran kan?”tanya Adit polos.
“IYA”
“ENGGAK!!” Bima semakin melototkan matannya akibat jawaban tidak dari Alyn. Sedangkan seisi kelas mulai tertarik dengan kejadian ini dan memberhentikkan aktivitas mereka sejenak untuk melihat kisah telenovela abad 21 ini.
“LOE GAK NGAKUIN GUE PACAR LOE ??”
“EMANG LOE BUKAN PACAR GUE!! “
“KAN GUE UDAH BILANG KEMARIN MALAM”
“TAPI GUE GAK SUKA SAMA LOE”
“LOE . . … !!!! “
“jadi kalian gak pacaran ?”
“PACARAN”
“ENGGAK!!”
Bima mendenguskan nafas beratnya benar-benar sangat kesal dengan penolakan nyata-nyata yang dilakukan oleh Alyn. Bima terdiam sejenak untuk beberapa saat , ia mencoba mengontrol emosinya yang sudah diubun-ubun.
“Kita gak pacaran . Gue tadi Cuma bercanda hehehe”ujar Bima dengan berusaha terkekeh pelan walau terlihat sangat terpaksa setelah itu ia langsung kembali menghadap ke depan dengan ekspresi yang berbeda lagi.
Alyn mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan yang dilakukan oleh Bima. Setelah kemarin dan tadi pagi memaksa-maksanya tidak jelas dan sekarang dengan seenaknya berubah fikiran.
“Aissh. Kan gue cuma dikerjain sama dia. !!“dengus Alyn kesal-kesal sendiri dengan kesimpulan yang ia ambil dari kejadian-kejadian kemarin sampai tadi pagi.
****
Alyn merasa aneh dengan Bima, setelah kejadian pertengakarannya dengan Bima tadi dikelas, Bima sama sekali tak mengajak dirinnya bicara bahkan sampai mobil Bima masuk kedalam halaman rumah.

BRAAAKKK

Bima menutup pintu mobilnya dengan sedikit keras dan meninggalkan Alyn begitu saja masuk kerumah tanpa mengunci mobilnya terlebih dahulu seperti biasannya. Alyn pun hanya mengedikkan bahunya tak mau ambil pusing. Toh, Bima biasanya aneh dan kasar seperti itu. Alyn berjaln masuk kerumah mengikuti Bima yang sudah duluan.
****
Alyn membawa banyak buku ke ruang makan, niatnya ia ingin meminta bantuan Bima untuk mengajarinya tugas-tugas yang diberikan oleh gurunnya. Alyn melihat Bima yang sudah makan setengah piringnya. Alyn duduk di kursi makan.
“Bim, bantuin ngerjain tugas dong”pinta Alyn memohon. Bima meminum-minumannya setelah itu langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruang makan seolah tak menganggap keberadaan Alyn.
Alyn membelakakan matannya melihat tingkah Bima, Ia meremas-remas kedua tangannya sangat kesal dengan pria tersebut. Alyn pun terpaksa harus belajar sendiri. Karena ia yakin Bima pasti tidak mau mengajarinnya.

Alyn mengetuk-ngetuk kepalanya dengan bolpoin di tangannya. Ia sudah menyerah dengan tugas yang diberikan gurunnya kali ini. Alyn memainkan kursi ruang tengah yang menimbulkan bunyi dcitan-decitan kecil. Mata Alyn pun dari tadi menatap pintu kamar Bima berharap pria itu keluar dan mau mengajarinya.
“Gimana ini ? Mana dikumpulkan besok “binggung Alyn.
“Ke kamar Bima? Enggak ke kamar Bima ? Ke kamar Bima? Enggak ke kamar Bima? Ke kam . . . .”Alyn menghela nafas berat saat kancing bajunya tepat pada kalimat yang menyuruhnya untuk ke kamar Bima..
Alyn berdiri dengan kedua kaki yang lemas. Hatinya sangat tidak berani untuk menemui Bima namun tubuhnya dengan begitu keras mendorongnya berjalan. Dan mau tau mau Alyn berjalan menuju kamar Bima.
Alyn sampai tepat pintu kamar Bima, namun saat ia mau mengetuk pintu kamar pria itu. Pintu kamar tersebut di buka oleh si empu kamar. Mereka sama-sama bertatapan kaget.
“Ngapain loe ?”tajam Bima dengan wajah tak sukanya melihat keberadaan Alyn.
“It . .It . it . .it . .it . .”
“Minggir loe”Bima dengan kasr mendorong tubuh Alyn dan berjalan begitu saja meninggalkan Alyn yang belum menyelesaikan kata-katannya.
Alyn mendengus kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya berulang-ulang. Menjambak-jambak rambutnya sendiri dengan perasaan frustasi.
“BIMAAA!!! LOE MAU KEMANAA ?? AJARIN GUE NGERJAIN MATEMATIKAA!!”teriak Alyn. Dan ia pun cepat-cepat menyusul Bima yang sudah menuruni tangga.
Alyn mengikuti Bima yang menuju luar rumah, Alyn sudah tidak tau lagi harus meminta bantuan ke siapa. Ify tidak ada dirumah, dan jika ia pergi kerumah temannya ini sudah jam 9 malam.
“Loe mau kemana ?”tanya Alyn melihat Bima memakai jaketnya dan berjalan ke garasi mobil. Namun pertanyaan Alyn tidak ditanggapi oleh Bima.
“Bim, ini udah malam. Loe mau kemana ?”tanya Alyn lagi sambil berdiri di samping mobil Alyn. Bima tetap tak menanggapi dan langsung masuk kedalam mobilnya.
Alyn memanyunkan bibirnya karena Bima sama sekali tak menggubris dirinnya dan mengacuhnya. Melihat mesin mobil Bima yang sudah berbunyi dengan cepat Alyn membuka pintu mobil Bima dan langsung ikut masuk kedalam.
Bima terpelonjak kaget melihat Alyn sudah berada disebalahnya dan duduk di kursi sebelahnya.
“Ngapain loe ? Keluar!!! “usir Bima tanpa ampun. Alyn menggeleng-gelengkan kepalannya tidak mau.
“Loe mau keluar sendiri ? atau gue seret ??”ancam Bima. Alyn terdiam sejenak sedikit takut dengan ancaman Bima yang tak pernah main-main.
“Gue akan keluar , tap . tap. Tapi loe bantuin ngerjain matematika”mohon Alyn sambil menunjukkan wajah memelasnya ke Bima.
“Berisik tau gak sih loe!! Keluar sekarang!!! “
“Yaudah kalau gak mau, Gue akan tetep disini “Bima mendesis mencoba sedikit bersabar dengan gadis ini.
“Yaudah terserah loe”
Bima pun dengan cepat segera menjalankan mobilnya. Alyn membelakakan matanya melihat Bima yang sudah menjalankan mobilnya.
“YAAA. YAAA . YAAA!! Tugas gue belum selesai. BIMAAA!!!”teriak Alyn kebingunggan sendiri.
“BIMA TURUNIN GUE!! BIM!! BIMAA!!! “
Namun Bima semakin mepercepat kecepatan mobilnya. Dan tak peduli dengan rengekkan dan kekesalan Alyn kepadannya. Bima hanya menatap dengan dengan wajah tenang dan fokus menyetir. Ia menggap bahwa di sebalahnya tidak ada Alyn.
****
“Pindah loe kebelakang”suruh Bima masih dengan ekspresi seperti tadi. Alyn menatap rumah besar yang ada di depannya sekarang.
“Ini rumah siapa ?”
“Pacar gue !! udah sana pindah ke belakang”
“WHAT???”Alyn menatap Bima dengan tajam. Entah kenapa saat Bima mengucapkan kata itu hatinya seperti tertusuk benda tajam. Merasa di permainkan oleh Bima dan mungkin merasa cemburu ?
“Kenapa?”
“LOE BRENGSEK TAU GAK SIH!! “emosi Alyn yang keluar begitu saja. Bima yang dikatain seperti itu langsung memelototkan matanya.
“Maksud loe?”tanya Bima berusaha tenang. Alyn menatap Bima sinis.
“Loe punya pacar ?? Dan loe kemarin nyatain loe suka sama gue ? dan tadi pagi loe bilang gue pacar loe. Ma . .Maksud loe apa ??”
“Loe gak nerima gue kan ? loe nolak gue kan? Ada yang salah kalau gue sekarang punya pacar ?”skak mat!! Alyn sudah tak bisa berkata apapun. Toh, memang kenyataanya adalah itu. Dan entah mengapa Alyn merasa kesal-kesal sendiri saat ini.
“Mau protes ? nanti aja protesnya. Pindah sana ke belakang!! “usir Bima seenaknya. Alyn pun harus menerima nasib naasnya dan sangat menyesal kenapa ia masuk kedalam mobil Bima. Alyn segera pindah ke belakang. Dan bertepatan saat itu seorang gadis cantik keluar dari gerbang rumah tersebut.
“Lama ya kak? Maaf ya “ gadis tersebut langsung masuk kedalam mobil Bima. Bima tersenyum dengan lembut sambil geleng-geleng pelan.
“Cissh. . .”desis Alyn kesal saat melihat ekspresi wajah Bima yang benar-benar beda saat bersama dirinnya.
“Loh ada kak Alyn . .”ujar gadis cantik itu saat menyadari Alyn berada di kursi belakang. ALyn mencoba mengembangkan senyumnya walau sangat terlihat terpaksa.
“Hai Ara”sapa Alyn yang memang tau gadis itu dan ini untuk kedua kalinya ia bertemu dengan gadis cantik ini.
“Sorry ya, kalau ada si Alien. “ujar Bima dan segera menjankan mobilnya.
“Gak apa-apa kok kak. Kan rame juga banyak orang. Kita mau kemana kak?”tanya Ara kepada Bima. Bima nampak seperti berfikir.
“Kamu pinginnya kemana cantik ? Aku akan turutin semua yang kamu mau “ujar Bima mulai mengombal membuat Ara terkekeh ringan. Sedangkan Alyn sudah mencak-mencak tak jelas di belakang dengan tanpa menimbulkan suara.
“Kita makan aja deh kak. Lagian udah malam, mama sama papa juga tadi pesan Ara gak boleh pulang malem-malem kakak juga dapat salam dari mama dan papa”Bima mengangguk-angguk saja.
****
Bima mengajak Ara untuk makan malam di restoran outdor dengan pemandangan danau yang sangat bagus di belakangnya. Dan Alyn sendiri pun harus ikut makan bersama mereka dari pada menjadi patung hiasan di dalam mobil. Dan sekarang dia hanya bisa diam seperti nyamuk tak bersayap.
“Mau pesan apa mas? Mbak?”tanya pelayan yang sudah siap dengan buku pesanannya.
“Kamu mau pesan apa Ra ?”tanya Bima kepada Ara yang mulai membuka buku menu makanan.
“Kayak biasannya aja kak”
“Yaudah mas, saya pesan spaghetti satu, steak beefnya satu minumnya dua-duanya jus alpokat. “
“Loe mau pesan apa?”tanya Bima sinis ke Alyn. Alyn mendesis sebentar.
“Saya pesan air putih aja deh mas”ujar Alyn yang memang tak ada nafsu untuk makan saat ini.
“Ada tambahan lagi mas, mbak ?”tanya pelayan tersebut.
“Tidak ada mas”jawab Bima.
“Baiklah . silahkan tunggu pesanan akan segera kami antar”ujar sang pelayan dan beranjak dari hadapan mereka bertiga.
“Kak Alyn kenapa gak makan ?”tanya Ara dengan wajah benar-benar seperti malaikat. Alyn jadi merasa kecil dan tidak sebanding jika dengan gadis di sampingnya ini yang benar-benar mendekati sempurna. Sudah cantik, pintar, anak orang kaya dan berattitude sangat baik. Pantas saja jika Bima menyukai gadis ini.
“Gak lapaer Ra. Hehhee”jawab Alyn kaku. Ara mengangguk-anggukan kepalanya.
Bima memainkan ponselnya membiarkan saja kedua gadis itu berbincang-bincang. Ia seperti sedang menunggu seseorang. Dan tak lama kemudian pesanan makanan mereka datang. Arad an Bima segera memakan makanan mereka. Sedangkan Alyn hanya bisa meneguk segelas air putih di depannya yang rasanya hambar dan tidak terasa apa-apa.
“Maaf. Apakah benar ada yang bernama Ara ?”tiba-tiba seorang pelayan datang sambil membawa sebuket bunga mawar putih.
“Iya saya mas. Ada apa ya ?”
“Ini ada kiriman buat anda. “ujar pelayan tersebut dan memberikan sebuket bunga itu ke Ara. Dengan wajah masih binggung Ara menerimannya. Alyn pun sama binggungnya seperti ara namun ia tidak memfikirkannya lagi toh bukan urusannya.
Sepeninggalan pelayan tersebut. Ara langsung menatap Bima yang duduk didepannya dengan tatapan menyelidik.
“Pasti dari kakak kan ?”tanya Ara skiptis. Bima menggelengkan kepalannya dengan cepat.
“Masih aja gak ngaku. Makasih kak. Ara suka bungannya”ujar Ara sangat senang sekali. Bima ikut tersenyum lembut. Ia sangat suka jika melihat Ara menunjukkan kebahagiaan seperti itu. Sedangkan bagi Alyn ? ia merasakan seperti kacang di panaskan .
Belum lama sejak kepergian pelayan yang memberikan sebuket bunga tersebut, ada pelayan yang datang lagi. Dan membawa sebuah boneka besar berbentuk “Love” berwana pink dan begitu sangat bagus sekali.
“Ada yang namannya Ara ?”Ara melihat pelayan itu dengan kaget.
“Iya saya “
“Ini ada kiriman buat anda”ujar pelayan tersebut dan memberikan boneka itu kepada Ara. Ara menerima boneka itu dengan sedikit sempoyongan. Bima pun membantu Ara menaruh boneka itu disampingnya. Ara kembali menatap Bima menyelidik.
“Pasti kakak lagi kan yang ngasih ? Aisshh. . “desis Ara yang binggung mau senang atau kesal.
“Suka gak ?”tanya Bima sambil mengacak-acak rambut Ara.
Alyn mengibas-kibaskan kedua tangannya ke wajahnya. Ia merasa udara disekitarnya begitu panas. Asupan oksigen di paru-parunya terasa semakin berkurang. Alyn ingin sekali pergi dari sini.
“haaaisshh!! .Loe gak apa-apa Alyn . Loe gak cemburu. Gak mungkin loe cemburu “desis Alyn pelan kedirinnya sendiri.
Bima diam-diam melirik Alyn sedari tadi, ia hanya terkekeh pelan melihat tingkah Alyn yang seperti cacing kepanasan.
“Ra, besok berangkat sekolah gue jemput ya “
“Ha? Gak usah kak. Kakak nanti malah puter balik kejauhan. “
“Gak apa-apa. Demi kamu apa sih yang enggak”
“Najis”gidik Alyn pelan dan ingin muntah mendengar ucapan Bima yang terdengar sangat hina!.
“Yaudah terserah kakak aja. Tapi kak Alyn gak apa-apa ?”tanya Ara kini menatap Alyn.
“Ha? Apa ?”
“Udah dia mah gampang. Besok biar naik taxi aja ke sekolahnya”ujar Bima seenaknya. Alyn menatap Bima tajam.
“Iya kok Ara . gue bisa jalan kaki ke sekolah bahkan bisa pinjam elangnya angling darma buat ke sekolah “ujar Alyn dengan nada dimanis-maniskan dan masih menatap tajam Bima seolah mengartikan “Puas loe?”
“Ara terserah aja deh hehehe”ujar Ara dengan tersenyum canggung. Merasa aneh dengan dua orang didepan dan disampingnya ini yang tidak ada akur-akurnya.
“Maaf. Ada yang bernama ara ?”
“Apa lagi ini. Gak sekalian aja dikasih rumah, mobil, villa, nyawanya aja sekalian”gerutu Alyn tak jelas namun sangat pelan sehingga tidak akan ada yang mendengar. Seorang pelayan yang berbeda mengirimkan sebuah paketan lagi.
“Saya mas.”jawab Ara.
“Ini ada kiriman buat anda.”ujar pelayan tersebut dan memberikan sebuah kotak cokelat dengan hiasan pita berwana merah yang sangat cantik sekali. Ara pun segera menerimannya.
“terima kasih Kak Bima paketannya “ujar Ara dengan senyum dibuat-buat ke Bima membuat pria itu terkekeh ringan.
“Masih ada lagi gak ? “tanya Ara dengan nada yang dibuat-buat marah.
“Masih banyak. Jadi tungguin aja”ujar Bima. Alyn yang mendengar ucapan Bima langsung meneguk segelas air putih dihadapannya sampai habis. Sudah tidak betah dengan panasnya hawa disekitarnya.
“Kak Alyn mau cokelat ini ? Makan aja kak”ujar Ara menawari Alyn.
“gak usah Ara. Makasih. Kak Alyn masih kenyang habis makan ati sama air putih”ujar Alyn sambil setengah melirik kea rah Bima yang pura-pura tidak mempedulikan sindiran Alyn.
“Oh gitu hehehe”canggung Ara sekali lagi mengangguk-angguk saja.
“Gue mau pulang. Gue pinjem uang loe buat naik taxi “ujar Alyn ke Bima yang benar-benar sudah tidak betah disini.
“Loe yakin pulang sendiri ? Gak takut ?”tanya Bima yang berniat menakut-nakuti Alyn. Karena ia tau kalau Alyn tidak berani keluar malam sendirian.
“Ta. . ta . .takut ? en. . en.. en . .. “
“Loe beneran harus di bawah ke dokter spesialis gagu ya”
“GUE GAK GAGU!!! “teriak Alyn sangat kesal karena Bima sering mengatainnya gadis gagu.
“Maaf. Apa ada yang namannya ara ?”tanya seorang pelayan yang sepertinya datang memberikan paketan lagi.
“AIsshh!!! Ada berapa sih paketan untuk Ara ? kenapa gak dikirimin semuanya aja ? kenapa dikirminnya satu-satu ! Alay tau gak sih!! “emosi Alyn yang sudha tak bisa ia control. Ara hanya menatap Alyn melongo dan binggung. Bima pun sama kagetnya seperti Ara.
“Kenapa loe yang sewot ?”tanya Bima ke Alyn.
“Gue gak sewot. Gue Cuma males aja jadi kacang disini. Dan cepet pinjemin gue uang . Gue mau pulang naik taxi!! “tajam Alyn. Bima pun mengangguk-angguk ringan dan segera mengeluarkan dompetnya.
“Makasih mas”ujar Ara dan menerima kotak berwarna silver dari pelayan tadi. Ara segera membuka koak tersebut dan terdapat sebuah note kecil didalam kotak itu yang terdapat tulisan tangan Bima.
“Ahhh. . . “Ara menatap Bima sambil senyum-senyum dan geleng-geleng sendiri setelah melihat dan membaca note kecil di kotak tersebut. Merasa lucu dengan tingkah sepupunya tersebut yang seperti anak kecil menurutnya.
“Mana uangnya sini ?”ujar Ara menagih ke Bima. Dan bima pun memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan ke Ara.
“Kok ara yang dikasih ?”binggung Alyn melihat dua orang ini.
“Maaf ya, gak apa-apa kan kakak gak bisa ngantar pulang ?”
“Ara ngerti kok. Good luck kak. Ara pulang dulu”ujar Ara dan menerima uang dari Bima untuk biaya pulangnya.
“Ini buat kakak”ujar Ara menyerahkan kotak silver tadi ke Alyn dan membuat Alyn semakin binggung.
“Ara pulang dulu kak”pamit Ara dan segera beranjak dari sana.
Alyn menatap kepergian Ara dengan binggung. Ia menatap Bima tajam soleh minta penjelasan dengan semua ini. Namun Bima malah sibuk dengan ponselnya dan tidak mempedulikan tatapan Alyn. Alyn pun segera membuka kotak yang diberikan oleh Ara kepadannya.
Alyn hanya bisa mematung selama beberapa detik saat membaca note kecil yang ada didalam kotak tersebut. Dimana note tersebut bertuliskan “ Sepupuku yang cantik, kasihkan semua peketan yang aku berikan ke gadis disampingmu ya.” .
“Masih mau nolak cinta gue ?”
“Masih gak mau jadi pacar gue ?”
“Masih mau bilang kalau gue brengsek ?”
“Masih bilang kalau gue cuma main-main ?”
Alyn tidak tau harus menjawab apa semua pertanyaan Bima. Ia hanya bisa menahan senyumnya. Entah mengapa rasa panas sedari tadi berubah menjadi rasa kesejukan dan kebahagiaan yang luar biasa.
“Ngapain loe senyum-senyum ? jawab pertanyaan gue”ujar Bima sambil menatap Alyn dengan dagu yang ia senderkan di tangannya. Bima terkekeh sendiri melihat wajah malu-malu Alyn seperti itu.
“It . . it . . in. . ini m. . ma . . in. . . “
“Loe beneran mau gue bawa ke dokter spesialis gagu ?”
“ENGGAK!!! “teriak Alyn dengan cepat sambil menatap Bima tajam.
“Yaudah cepet jawab pertanyaan gue tadi “
“Yang mana? Pertanyaan loe banyak “ujar Alyn dengan nada yang malu-malu.Ia sendiri tidak tau kenapa ia jadi seperti ini. Rasanya semua tubuhnya sudah panas dingin. Bima menghembuskan nafas beratnya. Ia membenarkan posisinya menjadi duduk tegak. Dan mulai menatap Alyn kembali.
“Loe mau jadi pacar gue ?”
Jantung Alyn rasanya ingin keluar dari tempatnya. Darahnya pun terasa mengalir begitu cepat. Panas dingin tubuhnya semakin terasa menjalar di setiap organ-organ didalam sana.
“Mmmmm. . . Mau tapi loe bantuin ngerjain tugas matematika”ujar Alyn dengan wajah cengir-cengir tak jelas. Bima menatap Alyn dengan tatapan tak enak. Kaget dengan jawaban gadis ini.
“Kalau gue gak mau ?”
“Ya gue juga gak mau jadi pacar loe”
“YAAA!! ALIEEENN!!! “amuk Bima benar-benar tak percaya dengan jawaban gadis ini.
“Masak loe nyamain cinta gue sama tugas matematika”protes Bima tidak terima.
“Habisnya tugas matematika gue belum selesai. Terus gue gak bisa”jujur Alyn dengan wajah polosnya.
“Aisshhh. Gue gak jadi nembak loe. Anggap gue gak nembak loe tadi. Udah ayo pulang!!”furstasi Bima dan segera mengambil jaketnya dan memakainya. Alyn terkekeh sendiri menatap Bima yang sangat kesal kepadannya.
“Gue mau jadi pacar loe”ujar Alyn sebelum Bima melangkahkan kakinya. Bima menatap Alyn kembali yang tersenyum ke arahnya.
“Bukan karena tugas matematika?”tanya Bima memastikan. Alyn menggeleng-gelengkan kepalannya.
“Kalau gue gak mau bantuin loe ngerjain tugas matematika gimana ?”
“gak mungkin. Loe pasti bantuin gue “jawab Alyn dengan nada paling percaya dirinnya.
“Kata siapa ?”
“Gue barusan “
“Aisshh. . . “desis Bima dengan wajah tak enaknya.
“Mau kan Bima sayang ?”

DEEGGGG
Jantung bima langsung berhenti berdetak beberapa detik. Tubuhnya menegang sendiri saat mendengar ucapan Alyn tersebut. Membuat pipinya memenas dan sedikit salah tingkah.
“HAHAHAHAHAHAHA” tawa Alyn kencang, ia puas sekali melihat wajah lucu Bima seperti itu.
“Udah ayo pulang. Bantuin gue ngerjain matematika ya sayang”ujar Alyn yang memang ingin cepat-cepat pulang dan semakin gencar mengerjai Bima.
“Yaaa!! Jangan panggil gue kayak gitu!! “protes Bima yang masih sedikit salah tingkah.
“Kenapa ? kan kita sudah pacaran ? Terus gue harus panggil loe apa ? Bimaku ? Honey ? Atau beibh ? Ata . . .”
“Loe gila ya!!! “ujar Bima bergidik ngeri. Ia langsung berjalan meninggalkan Alyn yang semakin menjadi.
“HAHAHAHAHAHA”tawa Alyn yang semakin puas mengerjai Bima. Alyn pun segera mengejar Bima dan tanpa malu langsung merangkul lengan Bima.
“Ngapain loe?”tanya Bima yang mulai salah tingkah lagi.
“Gak ngapa-ngapain”
“Loe gak bawah kado-kado gue ?”tanya Bima karena memang Alyn tidak membawa apapun saat ini malah dengan nyamannya merangkul lengannya dengan kedua tangannya.
“Gak perlu. Gue udah punya Teddy besar di kamar. Dan lebih spesial itu dari pada tadi. Kan loe tadi ngasihnya ke Ara bukan gue “
“Loe cemburu ?”
“Kalau iya. Kenapa?”Bima menghentikkan langkahnya. Dan Alyn pun juga ikut menghentikkan langkahnya. Alyn menatap Bima binggung karena pria itu tiba-tiba berhenti berjalan.
“Loe masih gak percaya kalau gue cinta sama loe ?”
“Heh? . pe . .percaya kok”jawab Alyn gugup.
“Kenapa loe cemburu sama Ara ? Dia hanya sepupu gue. Dan gue sayang sama dia sebagai sepupu”
“Gue kan gak tau kalau dia sepupu loe”
“terus loe cemburu ?”
“I. . ya . . “
“Berarti loe juga suka sama gue ?”tanya Bima dengan senyum yang menghiasi wajahnya
“enggak”jawab Alyn polos dan membuat senyum Bima langsung hilang dalam hitungan sekejab.
“terus kenapa loe nerima gue ?”
“demi tugas matematika”
“YAAA!! ALIEN!!! “teriak Bima dengan sangat keras membuat Alyn sedikit memundurkan tubuhnya.
“LOE !! LOE BEN . . . “

Cuppp
Alyn langsung berjalan cepat meninggalkan Bima yang mematung disana setelah menerima kecupan cepat dari dirinnya. Alyn merasa malu sendiri dengan apa yang baru ia lakukan tadi.
“ALIEEENNN!! TUNGGUIN GUE!!! “teriak Bima dengan tawa ringannya sambil memegangi bibirnya sendiri.
“NAMA GUE ALYN !!! BUKAN ALIEN!! “teriak Alyn dari kejauhan dan masih berlari-lari kecil tanpa menunggu Bima. Ia merasa sangat malu sendiri. Bima memilih untuk berlari agar bisa mengejar Alyn.
Mala mini menjadi malam yang sangat indah bagi dua insan ini. Mereka sendiri sepertinya tidak menyangkah bahwa semua ini akan terjadi kepada mereka.
Dan memang sangat indah jika merasakan sebuah cinta yang saling melengkapi tanpa ada yang namanya bertepuk sebelah tangan. Dan kejujuran dari hati pasti membawakan sebuah kenyataan yang sangat bahagia.
****
Keesokan Hari. . . ..

Rio dan Ify sudah sampai di Indonesia pada jam 8. Setelah itu mereka segera pergi ke kantor Rio karena ada tamu yang katannya penting ingin bertemu mereka berdua. Rio sendiri sangat senang dengan liburan kemarin. Dan merasa beban di otaknya lebih ringan.
****
Sesampainya di kantor, Rio dan Ify segera masuk kedalam ruang kerja Rio. Dimana Agni sudah memberitahukan bahwa tamu yang adalah seorang pengacara kemarin sudah menunggu didalam sejak tadi pagi. Dan hal itu semakin membuat Rio dan Ify sangat penasaran siapa tamu tersebut.
“Selamat pagi”sapa Rio dan membuat pengacara tersebut langsung berdiri melihat kehadiran Ify dan Rio.
“Selamat pagi Pak Rio dan Bu Ify”balas pengacara tersebut dengan sopan.
“Silahkan duduk kembali Pak”suruh Rio kepada pengacara tersebut. Mereka semua pun segera dududk di sofa. Baik Rio dan Ify sangat asing dengan orang di depannya tersebut dan sama sekali tak mengenalinnya.
“Kalau boleh tau anda siapa ya dan ada keperluan apa anda ingin menemui saya dan istri saya ?”tanya Rio to the point saja ke inti dari tujuan pengacara ini.
“Hmmmm. . . “pengacara tersebut terdiam sebentar dan terlihat berfikir keras untuk mengucapkan kalimat yang tepat kepada dua orang didepannya.
“Jadi begini pak . . . “pengacara itu mulai mengeluarkan beberapa map di dalam tasnya. Dan menghembuskan nafas beratnya sebelum melanjutkan ucapannya lagi.
“Saya sangat minta maaf jika kedatangan saya dan berita yang saya sampai kan nanti akan membuat Pak Rio dan Bu Ify terkejut.. Tapi inilah kebenaran yang ada”pengacara tersebut menyerahkan dua map itu kepada Rio dan Ify. Dan dengan rasa penasaran yang tinggi Rio dan Ify segera membuka map-map tersebut.
Baik Rio dan Ify membaca baik-baik semua isi yang ada didalam map tersebut. Mata Ify dan Rio membulat sempurna saat satu persatu kalimat itu mulai tercerna di otak mereka.
“Ga . . Gak mungkin. Ini semua gak mungkin!!”ujar Ify dengan cepat dan menutup map itu tanpa meneruskan kembali isi dari lembaran-lembaran kertas di dalam map itu.
“Bapak jangan bercanda ya. Saya tidak mengenal bapak. Dan tiba-tiba bapak membawa map ini ? Dan saya harus percaya begitu saja ? lebih baik bapak pergi sekarang !! seb . . “
“Fy, tenang. Tenang Fy. “Rio mencoba menenangkan istrinya yang sudah emosi.
“Ini gak masuk akal yo!! Dan 16 tahun ? baru sekarang semuanya … . aishhhh . Gak mungkinlah!!! “Ify masih saja emosi. Rio membelai-belai punggung Ify agar istrinya lebih tenang.
“Bapak tolong jelaskan semua ini. Karena kita tidak bisa percaya begitu saja”ujar Rio meminta penjelasan kepada pengacara tersebut.
“Apakah bapak ingat dengan pak Gabriel clien bapak 18 tahun yang lalu ?.”
“Gabriel ?”
“Kak Gabriel ?”kaget Ify dan Rio.
“Iya. Pak Gabriel.lah yang melakukan ini semua. Sebelum hari dimana ia meninggal. Pak Gabriel sudah mempersiapkan semuanya jika tiba-tiba ia kalah dengan Pak Rio. Pak Gabriel menyuruh orang dipercayannya yang tidak diketahui banyak orang untuk membalas dendam jika nantinya pak Gabriel meninggal “
“Dan orang tersebut melakukan perintah pak Gabriel. Orang itu adalah seorang Bandar narkoba terkenal dan juga pembunuh bayaran. 2 bulan kemarin adalah eksekusi matinya. Ia sudah 16 tahun dipenjara akibat kejahatannya. Sehari sebelum dia di eksekusi, pria itu membeberkan rahasia besarnya kepada saya dan menyuruh saya untuk menyampaikan semua ini kepada anda. “
“Awalnya saya sendiri juga tidak percaya. Namun dia menyuruh saya mengambil berkas-berkas map ini di rumahnya terdahulu. Dan setelah saya memastikan dan menyelidikki keaslian berkas ini. Ternyata memang benar bahwa . . . .”
“Bima bukanlah anak kandung anda. Yang di tukar oleh pria tersebut saat kelahiran anak anda. “
Tubuh Ify langsung melemas begitu saja, bagaimana bisa ini semua terjadi kepadannya dan keluargannya ? Dan haruskan dia percaya begitu saja dengan semua ini ? Namun berkas-berkas tersebut sangat kuat sekali. Mulai dari foto dua bayi yang bersampingan di rumah sakit. Data-data rincian kedua bayi. Dan hari bulan serta tanggal yang memang adalah kelahiran anak Ify. Semuannya lengkap berada disana. Dan juga terdapat foto-foto bayi kecil yang sepertinya adalah anak asli Ify yang di taruh begitu saja di sebuah panti asuhan.
“Pak. Kita masih tidak percaya. Karena ini tidak mungkin? Meskipun semua berkas-berkasi itu masuk akal. Dan terbukti aslinya. Tap . “
“Kalau anda tidak percaya, Saya sudah menemukan dimana anak asli anda “
“HAH?”kaget Rio dan Ify bersamaan.
“Saya sudah mengatakkan. Bahwa selama 2 bulan ini saya menyelidiki keaslian berkas tersebut. Dan mencoba menelusuri dimana keberadaan anak asli anda. Dan ternyata memang benar dia anak kandung anda. Dan saya bisa membawanya kemari “
“Lalu kenapa pria itu memberitahukan ini semua baru sekarang ? kenapa tidak dari dulu ?”
“Sebenarnya pria itu akan membunuh anak anda, namun ia tidak tega membunuh bayi yang baru saja lahir. Jadi dia menukar bayi anda dengan bayi yang ada disamping bayi anda. Dan setelah itu dia awalnya akan berniat membuat hidup keluarga kalian hancur perlahan. Namun dia tertangkap 3 hari kemudian saat sedang melakukan transaksi narkoba dan membuat dirinya terjebak di penjara selama 16 tahun dan akhirnya di hukum mati.”
“Dan sebelum ia mati tanpa melakukan kebaikan apapun. Dia menyuruh saya untuk memberitahukan ini semua kepada anda”
“Gak mungkin Yo !!! Ini semua gak mungkiiinn!!! BIMA ANAK GUE!!! GAK MUNGKIINN!!! “teriak Ify tak dapat menerima semua ini.
“BIMA ANAK KANDUNG GUE!!! “

Bersambung . . ..

Ayo siapa yang menjadi comentar pertama kali dengan rangkuman singkat part 7 ini dan commentnya tentang part ini😀.

Dan bagi yang mau mesen DELOV masih bisa. Silahkan pesan di @Delov_id . Yang merasa suka DELOV ayo pesan dan beli yaa😀 hehehe makasih banyak😀.

2 thoughts on “STORY OF DEVIL FAMILY – 7

  1. Rangkuman singkat cerita : dipagi hari alyn dan bima makan dengan keadaan canggung karena omongan bima kemarin malam yg sangat mengejutkan karena bima bilang ke alyn kalo dia suka alyn,setelah itu alyn kembali dibuat canggung dan malu karena bima terus menggenggam tangannya dri parkiran,lorong sekolah hingga kelas sehingga membuat anak satu sekolahan terheran2, di lain sisi adit sangat bingung dengan pemandangan yg dia liat dan ia mencoba bertanya ke bima apa hubungan mereka berdua dan bima menjawab kalo dia dan alyn pacaran,tetapi bima dikejutkan dengan kedatangan alyn yg bilang ke adit jgn mempercayai omongan bima, akhirnya disitu terlibat pertengkaran kecil bima dan alyn yg ditarik kesimpulan oleh alyn bahwa mereka tidak pacaran. Setelah kejadian kecil itu bima berubah acuh pada alyn,alyn yg sedang kesusahan mengerjakan prpun ingin meminta bantuan bima krn pr akan dikumpulkan besok, namun bima tetap acuh dan memutuskan pergi,alyn yg tdk mau kalah akhirnya mengikuti bima pergi.Alyn dibuat kesal selama dikafe karena kado2 yg diberikan bima ke Ara yg sebenarnya buat alyn,krn dia merasa diabaikan akhirnya alyn memutuskan pulang,namun bima menahannya dan ara memberikan kotak yg berisi bahwa barang2 yg td diberikan sebenarnya buat alyn agar alyn menerima cinta bima, pertengkaran kecil akhirnya terjadi lagi,tp pertengkaran itu menghasilkan statement bahwa alyn menerima cinta bima. Dilain tempat, ify dan rio dikejutkan oleh kenyataan bahwa bima bukan anak kandung mereka , bima adalah anak org lain yg ditukar gabriel (mantan pacar shilla sekaligus musuh rify dimasa lalu) karena dendam kekalahannya. Oengen tau kisah selanjutnya ya di atody part 8… hehe

    komentar : Huaaaa kak, aku suka sama part ini, bima alyn so sweet abis.Ganyangka kalo bima nembak ulang alyn dengan cara gitu.. Aaah, semoga alyn beneran suka bima. Aku suka couple mereka, couple yg kocak. Huhu, aku beneran gapercaya kalo bima bukan anak rify?? Ayo kak lanjut penasaran siapa anak rify sebenarnya, ada feeling yg bilang adit sih tp gatau jg deh, semoga bima beneran anak rify. Amiiin, cepet lanjut kak, aku tungguin!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s