STORY OF DEVIL FAMILY – 8

” KLIK LANJUT MEMBACA JANGAN CONTINUE READING . TUNGGU SAMPAI 5 DETIK ADA TULISAN “SKYP DAN KLIK “”

Follow twitter author @luckvy_s.  Comment dan Like kalau suka dari kalian sangat ditunggu ya😀 dan terima kasih mau setia baca cerita ini. Selamat membaca.

“Yang mau pesan DELOV ayo burun di pesan dan dibeli di @Delov_id. Bagi yang tidak punya twitter bisa pesan di FP  “Lulukhf_Story” . inbox aja kesana. Tulis nama, asal daerah, pesan buku brapa dan nomer yg bisa dihubungi. Harga 60 rbu belum ongkir. “

 

STORY OF DEVIL FAMILY – 8

 LANJUT MEMBACA

“BIMA ANAK KANDUNG GUE!!! “

“Fy . Fy . tenang dulu. Fy kendaliin emosi loe”bisik Rio yang tidak tega melihat Ify seperti itu.

“Pak , kalau begitu tolong bawa anak itu kemari. Dan kita akan percaya jika kita melakukan tes DNA langsung dengan kita menyaksikannya langsung”

“Buat apa yo ? Loe percaya sama orang ini  ? Loe ragu kalau Bima anak kita ?”

“Bu . .Bukan gitu Fy., Setidaknya kita memastikan dulu. Kalau seandainya itu benar  ? Bagaimana ? Anak kita berada diluar sana tidak ada siapa-siapa”

“YO!!! “teriak Ify keras tak menyangkah Rio malah berbicara seperti itu.

“BIMA ANAK GUE!!! GAK ADA YANG LAIN!!! “

“Bu Ify. Benar apa yang dikatakan oleh Pak Rio. Sebaiknya kita benar-benar membuktikan semuanya dahulu. Sebelum terlembat juga “

“Fy . kali ini loe turutin gue ya. Ini semua demi kita “

“Tapi jika benar gimana dengan Bima Yo?, Dia  . . dia . . .anak kandung gue yo. Gue  . . gu . .  “

“Fy setidaknya kita memastikan kebenarannya. Loe mau kan melakukan tes DNA ?”Ify mendenguskan nafas beratnya , kepalannya terasa berat dan pusing saat ini.

“Terserah loe aja deh Yo.  “Rio menepuk-nepuk pelan punggung Ify.

“Tolong bawakan anak itu sekarang Pak. Dan kita melakukan pemeriksaan tes DNA hari ini juga “ujar Rio kepada pengacara tersebut.

“Baiklah Pak Rio. Saya akan melaksanakan perintah Pak Rio. Saya permisi dulu”pamit pengacara tersebut dan membereskan barang-barangnya. Setelah itu pengacraa tersebut keluar dari ruangan Rio.

****

            Ify tidak bisa membuka suara apapun saat ini, Hanya isakannya yang semakin menjadi dan membuat Rio kebingungan. Rio sudah mencoba membujuk Ify agar tidak menangis namun istirnya masih saja menangis.

“Yo, gue yakin Bima anak gue. 16 tahun yo gue yang ngelahirin dia dan merawat dia sampai sekarang. Dan . . .”

“Kalau seandainya benar kalau Bima bukan anak kita ? Apa yang harus kita lakukan Yo ? Apa yang harus gue bilang ke dia ? “

“Gue gak akan percaya Yo. Gue gak percaya !! Bima anak gue. Bukan yang lain”

“Tapi Fy . ka . . “

“YO !! GUE CUMA TAU KALAU BIMA ANAK GUE! UDAH ITU AJA!! “ Ify segera mengambil tasnya dan segera berdiri.

“Loe mau kemana?”tanya Rio melihat sang istri yang ingin beranjak dari kantornya.

“Gue akan ke rumah sakit duluan. Gue gak mau debat sama loe masalah ini”

“Gue anterin”

“Gak usah!!”

 

BRAAAKKK

 

            Rio menghela nafas berat melihat kepergian istrinya yang dipenuhi dengan emosi. Sebenarnya Rio sendiri tidak bisa mempercayai ini. Namun bukti-bukti tersebut bahkan tak ada celah untuk di curigai. Walaupun mereka telah di tipu terlalu sempurna untuk melakukan penipuan seperti itu.

            Dan satu-satunya pembuktian terakhir adalah tes DNA ify nantinya dengan anak yang akan dibawah oleh pengacara tersebut.

            Dan Rio melakukan semua ini demi keluargannya dan kelangsungan pewarisnya nanti yang harusnya adalah anak kandungnya.

*****

            Bima duduk di depan bangku Alyn, hubungan kekasih antara dua anak ini sudah tersebar seentro sekolah karena kejadian kemarin ditambah lagi saat pagi tadi Bima sengaja merangkul Alyn saat melewati lorong sekolah.

            Bima menatapi saja wajah lucu Alyn yang sedang binggung mengerjakan tugas fisika yang harus dikumpulkan hari ini. Alyn memanyun-manyunkan bibirnya dan mengetuk-ngetuk bolpoinnya di dahinya membuat gadis ini terlihat sangat menggemaskan.

“Kalau ini ditaruh disini ? hasilnya salah ? suhunya udah bener aku masukinnya ? tapi hasilnya kok masih salah ??”

“Benerkan pakek rumus ini ?”

“Kok masih g nemu jawabannya juga “

 

TUUUKKK

 

“Awww”ringis Alyn karena Bima mengetok dahinnya memakai penggarisnya. Alyn menatap Bima dengan tatapan bringas.

“Sini bolpoin loe!!” Bima dengan cepat mererbut bolpoin yang di pegang oleh Alyn dan membalik buku Alyn.

“Bukan rumusnya yang salah tapi otak loe yang salah!! .  35 ini  kamu bagikan sama 40 % . Lalu kamu bagikan sama Delta T.nya. Setelah dapat hasilnya dibagi 2 karena ini ka nada 120 jam tapi yang di butuhkan hanya 1 jam saja. Ngerti ?”

“Ohh begitu. Kok gampang ya ?” Bima mendengus sinis melihat wajah polos Alyn yang seperti itu.

“Otak loe isinya apa sih ? sampai gini aja gak bisa “

“Otak gue ? Isinya apa ya , ,  . . “Alyn berlagak seperti berfikir.

“Isinya loe. “

“Otak gue, hati gue semuannya Cuma berisi nama loe dan wajah loe” ujar Alyn sambil cengar-cengir gak jelas. Sedangkan Bima sudah menatapnya dengan wajah jijik.

“Najis tau gak sih kata-kata loe . Pingin muntah gue dengernya!! “gidik Bima yang merinding sendiri mendengar kata-kata Alyn tadi.

“Hahahahahahahah “tawa Alyn puas melihat wajah Bima seperti itu.

“Pulang sekolah gue mau makan spagethi, burger besar, pizza , teruss . .. .”

“Loe laper atau kelaperan ?”heran Bima.

“Laper kan udah lama gue gak makan itu. Loe harus beliin gue “

“Kok jadi gue yang beliin ?”

“Kan loe pacar gue”jawab Alyn enteng. Bima menganga lebar.

“Apa gunanya punya pacar orang kaya ? Kalau gak di gunain kan sayang banget !! “

“YAAA !! ALIEN!!! “

“Why ?? gue kan cewek normal . Gak munafiklah , tanya aja deh sama semua cewek di seluruh sekolah ini kalau bisa cewek di seluruh Jakarta. Kalau punya pacar kayak loe gini pasti lah di gunain”

“Loe matre ya !! “

“Kan gue jujur “

“Jadi selain loe nerima gue gara-gara tugas matematika. Loe nerima gue Cuma gara-gara uang gue ???”tanya Bima skiptis dengan nada sinis.

“Pinginya bilang iya. Tapi takut loe sakit hati!! “

“Loe udah bilang iya , ALIEN!!!! “

“Upss g sengaja keceplosan “ ujar Alyn dengan menunjukkan wajah polos dan datarnya. Bima mengenggam kedua tangannya kuat-kuat. Ia menahan emosinya untuk tidak menendang gadis di depannya ini.

“Mimpi apa gue bisa suka sama cewek kayak loe ?”

“Pastinya mimpi gue dong “ujar Alyn degan sangat percaya diri.  Bima menghela nafas pasrah saja. Gadis ini memang lebih setan dan busuk dari gadis-gadis lainnya. Dan kenapa tuhan harus mempertemukannya bahkan membuat dirinnya jatuh cinta dengan gadis macam Alyn ini.

“Terserah loe!! “serah Bima tak mau fikir panjang.

“Bim. . Adit kemana ? kok gak masuk ?”tanya Alyn saat melihat bangku disebelah Bima kosong. Padahal biasannya Adit selalu berada di kelas walaupun saat istirahat.

“Loe gak punya hati ? atau hati loe gak mau punya tubuh kayak loe . Jelas-jelas di depan loe ini ada pacar loe. Ngapain loe nanyain cowok lain”

“Kan gue cuma nanya”

“Loe boleh nanya cowok siapapapun kecuali Adit “

“Cisshh. . “desis Alyn merasa Bima seperti anak-anak.

“Sen, Adit kemana kok gak masuk ?”tanya Alyn ke teman sebangkunya tanpa mempedulikan Bima yang sudah menatapnya tajam.

“Adit ? gak tau. Tadi gue lihat dia izinin acara keluarga. Ada bapak-bapak yang jemput dia saat gue gak sengaja lewat di ruang guru. Kenapa loe nanya si Adit ? Tuh pacar loe udah berubah jadi srigala”ujar Sena dengan ekspresi bergidik ngeri melihat wajah Bima saat ini.

            Alyn pun menoleh kembali ke Bima dan benar saja Bima sudah menatapnya tajam seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.

“Habis loe gak mau jawab pertanyaan gue “alibi Alyn sebelum Bima menyemburkan sumpah serapah kepadannya.

“Loe sebenarnya suka sama siapa sih ? Gue apa Adit ??”

“ Maunya siapa ?”

“YAAA!! ALIEN!! “

“Ya jelas loe lah. Kalau gue gak suka loe ngapain gue nerima loe”jawab Alyn enteng sambil kembali mengerjakan soal fisika yang ada di depannya.

“Kalau loe beneran suka sama gue . Cium gue “Alyn langsung mendongakkan kepalannya dan menatap Bima.

“Otak loe gak lagi di pinjem sama tetangga sebelah kan ?”tanya Alyn sinis. Ia hanya bisa mendengus kesal dan kembali mengerjakan tugas fisikannya.

“Gue serius”ujar Bima

“Gue lebih serius “

“Yaudah kalau gitu loe hutang 1 ciuman “

“YAAA!!”teriak Alyn tak terima dengan pernyataan Bima.

“Gue ke lapangan basket dulu. Fans-fans gue udah nungguin disana. Bye Alien “

“AISSHHHH!!!! BIMA FREEDY HALING !! MATI AJA LOE !!! “

            Semua mata anak-anak kelas menatap ke Alyn dengan ngeri. Alyn sudah mencak-mencak tak jelas saat ini. Sedangkan Bima sudah pergi bagai badai yang tak punya perasaan.  Sena yang duduk di sebalah Alyn segera memindahkan buku-bukunya ke belakang sebelum Alyn menjadikan sasaran buku-bukunya tersebut.

“Lyn, gue duduk dibelakang ya. Loe lebih nyeremin daripada joker”

“AAAARGHHSSS!!!”frustasi Alyn menmberantakkan rambutnya sendiri akibat ucapan Bima tadi.

****

            Rio dan Ify sudah berada di rumah sakit, dan mereka sedang menunggu pengacara tersebut datang bersama anak yang dimaksudkan oleh pengacara itu. Dan tidak perlu menunggu lama, pengacara itu pun akhirnya datang dengan membawa seorang anak dengan memakai seragam yang tentu tidak asing bagi Rio dan Ify.

“S . . .S . SMA ARWANA ??”kaget Rio dan Ify bersamaan.

“Selamat pagi Pak Rio. Selamat Pagi Bu Ify “sapa pengacara tersebut. Ify dan Rio yang masih sama-sama tercenggang dan terlihat seperti orang linglung saat ini.

“Se . . se  . . selamat pagi om , tan . . tante “sapa pria remaja tersebut.

“Kamu ? siapa nama kamu ?”tanya Rio kepada anak tersebut.

“A.. Adit om”jawab anak tersebut.

“Kamu sekolah di SMA Arwana ? bagaimana bisa ?”tanya Rio lagi. Karena menurut pengacara tersebut anak ini ditinggal dirumah sakit. Dan SMA ARWANA tentunya tidaklah mudah untuk dimasukki orang biasa.

“Adit dapat bebasiswa om”Rio mengangguk-anggukan kepalannya. Entah mengapa keyakinanya menjadi kuat bahwa anak ini mungkin anak kandungnya. Karena tentu saja anak kandungnya pasti sangat pintar. Namun, Bukankah Bima juga pintar ?. Itulah yang masih membuat Rio bimbang dalam delima. Ify diam saja tidak harus berkata saat ini.

“Kamu tinggal dimana selama ini ?”

“Adit diasuh sama tante Adit, tapi 2 hari yang lalu beliau meninggal. Karena kanker”jelas Adit dan terlihat muram. Memang benar jika tantenya baru saja meninggal dan tidak ada yang tahu tentang berita ini. Karena Adit sendiri merahasiakannya.

“Kapan kamu lahir ?”tanya Rio lagi yang sangat penasaran.

“ 12 April om, “

“Tahun ?”

“97” Ify memundurkan langkahnya beberapa langkah. Kakinya sudah semakin lemas saat mendengar jawaban dari anak laki-laki itu. Tanggal, bulan dan tahunnya sama dengan tahun dimana ia melahirkan sang anak dan itu adalah tanggal lahir Bima.

“Fy. Loe gak apa-apa kan ???”

“Yo, ayo cepat kita lakukan tes. Gue mau cepat-cepat pulang. Gue mau pergi dari sini . Gue gak bisa mikir lagi. Gue pingin pulang “ujar Ify ke Rio dengan suara yang tak beraturan. Rio mengangguk dengan cepat.

“Baik kalau begitu kita langsung saja melakukan tes DNA hari ini juga “ujar Rio kepada pengacara tersebut.

****

            Sample darah Ify dan juga Adit sudah diambil oleh dokter. Adit sendiri sudah dijelaskan oleh pengacara tersebut dan sama tidak percayanya seperti Rio dan Ify. Karena yang Adit tau bahwa dua orang ini merupakan orang tua dari Bima. Dan miliyader kaya raya yang terkenal bahkan sampai di Asia dan sebagian Eropa.

“Apakah tante Ify tidak apa-apa ?”tanya Adit khwatir saat melihat wajah pucat Ify setelah keluar dari ruang lab.

“Tidak apa-apa”jawab Ify lemas. Rio pun sedari tadi terus memegangi tubuh Ify.

“Hasil tes DNA akan keluar 3 hari lagi. Sesuai dengan permintaan Bapak Rio dan Ibu Ify kami akan melakukan secepat mungkin dan melakukan tes seakurat mungkin”ujar Dokter tersebut.

“Yo , Ayo pulang “lirih Ify dan diangguki oleh Rio.

“Kami pamit dulu Adit, pak pengacara. Maaf tidak bisa lama-lama. Istri saya sudah terlihat lelah “ jelas Rio kepada dua orang didepannya.

“Iya Pak. Saya juga terima kasih dan maaf jika berita ini benar-benar membuat istri anda terkejut. “Rio mengangguk saja dan segera beranjak dari sana bersama Ify. 

****

            Sesampai dirumah, Ify langsung masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya. Ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun saat ini. Ia mengunci kamarnya sendiri tanpa seorang pun yang boleh masuk bahkan Rio sekali pun.

            Dan Rio sendiri memilih untuk kembali ke kantor. Ia tidak ingin menganggu sang istri dan juga tak mau membuat Ify mengamuk lagi. Emosi Ify sedang tidak stabil saat ini. Karena apapun yang berurusan dengan Bima, Ify selalu monomer satukan hal tersebut.

            Rio sangat tahu, bahwa Ify sangat menyayangi anak tunggal mereka. Dan Rio juga tidak tahu harus bagaimana saat berita itu datang. Dan pastinya Ify sangat terpuruk saat ini.

****

            Bima mengabulkan permintaan Alyn yang ingin kuliner makanan sepulang sekolah. Mereka pun sekarang berada di salah satu restoran yang berada di Jakarta pusat. Alyn menikmati suasana di restoran ini yang sangat tenang. Dan memang terlihat seperti restoran yang tergolong mahal.

“Gue boleh pesan apapun ?”tanya Alyn dengan dua mata yang berbinar-binar.

“Hmm”dehem Bima sambil memainkan ponselnya.

“Kalau begitu gue pesan semuannya “

“HEH???”kaget Bima menatap Alyn dengan wajah tak percaya.

“Siapa yang bakalan habisin makanan sebanyak itu?”protes Bima.

“Gue “

“Yakin habis ?”

“Kalau gak habis, yaahh . . . dihabis-habiskan”Bima hanya bisa geleng-geleng melihat wajah polos Alyn bagaikan rubah berkulit domba saat ini.

“Loe beneran mau morotin uang gue ?”tanya Bima blak-blakan.

“Kan uang loe juga gak akan habis Cuma dibuat beli makan disini”

 

JTAAAKKK

 

“Awwww . . Bimaaa . . “ringis Alyn menyentuh dahinya yang memerah akibat sendok yang di getokan oleh Bima di dahi Alyn.

“Loe fikir gue bank berjalan ?”

“Bukan. Tapi Atm berjalan. . Berisik loe ah dari tadi. Gue udah laper tau!! “

“Cissh. .. . “desis Bima dan mulai memesan makanan seperti yang dirincikan oleh gadis di depannya tersebut.

****

            Sepulang makan dari restoran, Alyn tidak ingin langsung pulang. Ia mengajak Bima untuk beli buku dulu. Dan mau tidak mau Bima menuruti saja permintaan gadis ini. Ia sudah capek berdebat hebat dengan Alyn sedari tadi pagi.

“Loe cari buku apa sih ?”tanya Bima yang terlihat capek. Mereka berdua sudah hampir 1 jam disini dan Alyn masih saja mutar-mutar tidak jelas.

“Cari buku bahasa hewan dan terjemahannya “jawab Alyn enteng tanpa menatap kea rah Bima yang berada di belakangnya. Alyn terlalu asik dengan jejeran buku-buku yang memanjakan matannya saat ini.

“Gak sekalian aja loe cari bahasa alien ! Biar loe bisa pulang ke asal loe sana”

“Ssstt. Berisik!!! “ Bima menggaruk-garuk kepalannya yang tidak gatal.

            Bima menyenderkan tubuhnya di samping salah satu rak. Ia melihat segerombolan cewek-cewek SMA yang berasa dari SMA lain sedang ribut-ribut sambil memandangi Bima. Bima memasang tampang cuek saja. Toh hal ini sudah sering bahkan sangat sering terjadi kepadannya. Bahkan sampai pernah ia dikira artis gara-gara dirinnya di kerumuni banyak cewek yang meminta foto bersama dirinnya saat ia sedang makan malam dengan bunda dan papanya.

            Bima melirikke arah Alyn, sebuah ide jail langsung keluar dari otaknya. Ia hanya ingin membalas gadis ini yang sudah mengerjainnya di restoran tadi dan di sekolah.

            Bima menatap ke gerombolan gadis-gadis itu dan tersenyum kea rah mereka sambil mengedipkan sebelah matannya sontak membuat cewek-cewek tersebut histeris tak jelas. Dan salah satu gadis dari mereka yang bisa dibilang paling cantik diantara mereka perlahan berjalan mendekati Bima. Dan sepertinya rencana Bima berjalan dengan lancar.

“Hai”sapa gadis tersebut yang sudah berada di depan Bima, Gadis itu tingginya bisa disamakan dengan Alyn. Rambutnya lurus dan tertara rapi. Kulitnya putih dan matannya sedikit sipit. Bima saja sempat terpesona beberapa saat karena gadis didepannya memang benar-benar sangat cantik.

“Hai”jawab Bima sedikit canggung.

“Alyra”ujar gadis itu memperkenalkan dirinnya. Bima sedikit kaget melihat gadis didepannya ini yang begitu attractif menurutnya.

“Bima”sahut Bima menerima uluran tangan gadis itu. Dan gadis itu semakin terlihat malu-malu. Pipi putihnya pun terlihat memerah.

“SMA ARWANA ?” Bima menganggukan kepalannya. Gadis tersebut seperti kebinggungan untuk mencari topic conversation karena Bima hanya diam saja tidak menanyai dirinya apapun.

            Sedangkan Alyn masih sibuk dan lebih tertarik dengan buku. Gadis itu tidak menyadari jika pacarnya sedang asik kenalan dengan gadis lain.

“Boleh minta nomer ponselnya ?”ujar gadis tersebut spontan sambil mengeluarkan ponsel smartphonenya dari saku seragamnya. Bima membelakakan matannya kaget.

“Bimaa . . Gue udah nemuin bukunya “teriak Alyn dan langsung mengembalikan badannya. Alyn kaget melihat Bima dengan seorang gadis yang menyodorkan ponsel kea rah Bima.

“Itu siapa? “tanya Alyra yang juga saat ini sedang menatap Alyn yang perlahan-lahan mendekati Bima dan dirinnya. Bima menggaruk-garuk kepalannya tak jelas. Ia seperti seorang pria yang tertangkap basah sedang selingkuh. Ide jailnya malah menjebak dirinnya sendiri. Karena sasaran tarketnya terlalu cantik dan mempesona.

“Siapa ?”kini giliran Alyn yang bertanya kepada Bima dengan wajah binggung.

“Perkanalkan nama saya Alyra. Kamu pasti adiknya Bima ya “Alyra dengan percaya dirinnya memperkenalkan diri ke Alyn dan mengeluarkan sebuah hipotesis yang benar-benar semakin membuat Bima terpojokkan. Alyn mengernyitkan keningnya semakin binggung.

“Alyra siapa lagi ini”batin Alyn tak tahu apa-apa.

“Dia pacar gue “ujar Bima sambil cengir-cengir gak jelas.

“Ha?”kaget Alyra dan langsung mengubah ekspresinya tak enak sendiri kea rah Alyn. Perlahan Alyra memasukkan ponselnya kedalam sakunya kembali.

“Maaf mbak, Tadi pacar mbak yang kedip-kedipin saya “ujar Alyra jujur dan juga tidak ingin disalahkan oleh Alyn tentunya. Namanya juga cewek mencari alibi biar aman. Mendengar pengakuan Alyra, Alyn langsung melirik Bima tajam.

“Aduh maaf ya mbak. Pacar saya ini mata kanannya sedikit eror, ada  batu besar di dalam mata kananya. Dan terkadang dia suka kedip-kedip gak jelas.  Mangkannya setelah ini saya mau memeriksakannya di dokter bedah mata dan dokter OTAK!!. Maaf ya mbak . “

“Ahhh . . .”cewek itu hanya mengangguk-angguk saja

“Kalau begitu saya permisi mbak. “dengan cepat gadis bernama Alyra itu kembali ke segerombolan teman-temannya.

            Dan kini tinggal Alyn dan Bima berdua , Alyn menatap Bima tajam sedangkan Bima sudah meneguk ludahnya dalam  binggung harus berbuat apa saat ini.

“Makam nih buku!! “Alyn langsung melemparkan buku yang ia pegang ke wajah Bima dan membuat Bima kalang kabut sendiri. Alyn meninggalkan Bima begitu saja.

“Alieen tungguin!! “teriak Bima dan segera mengejar Alyn yang pastinya marah kepadannya.

“ALIEENN!!! “

****

            Alyn sebenarnya sama sekali tidak marah kepada Bima. Karena ia juga tahu Bima tidak mungkin menggoda gadis itu. Walaupun ia akui bahwa gadis itu sangat cantik. Alyn sudah terbiasa dengan gadis-gadis yang tergila-gila dengan ketampanan kekasihnya ini.

“Loe masih marah ?”tanya Bima yang akhirnya membuka suara. Mereka berdua sedang menuju perjalanan pulang kerumah. Karena hari sudah mulai petang.

“Enggak . “

“Gue gak godain cewek tadi.  Tapi tuh cewek aja yang godain gue. Kan loe tau sendiri pacar loe ini pesonannya kuat banget “Bima malah bernarsis sendiri.

“Dan loe ke goda ?”sinis Alyn.

“Hehehhe. Dikit. Habisnya cantik banget”jujur Bima dan langsung mendapat lirikan tajam dari Alyn.

“Gue juga cowok normal , coba cewek tadi loe pajang di depan SMA ARWANA gue jamin 100 % semua anak-anak cowok disana pasti ngajak dia kenalan “ ujar Bima member pembelaan dan semakin membuat Alyn kesal.

“Wahh. Sayang banget padahal tadi dia udah mau minta nomer ponsel gue. Andai loe tadi gak balikin badan , kan gue bisa ngasih nomer gue ke gadis itu”gumam Bima pelan namun cukup terdengar oleh Alyn.

 

JDAAAAKKK

 

“Awww . . .”ringis Bima memegangi kepalannya yang mendapat tamparan dari sepatu Alyn.

“Dasar laki-laki buaya darat!!! “kesal Alyn.

“Gue cowok normal jadi gak salah kan kalau gue  . . . .”

“Gue apa ??? Ha??”bentak Alyn emosi sendiri. Bima memilih diam saja tidak meneruskan kata-katannya. Ia berasa cowok yang takut kepada istri. __”

“Loe punya uang 50 juta di kartu loe ?”tanya Alyn serius. Bima membelakakan matannya.

“Buat apa ??”

“Buat bawa loe ke dokter bedah wajah.!! Gue mau operasi wajah loe biar lebih jelek sedikit !! “

“YAAA!! Dimana-mana orang ke dokter bedah wajah itu ingin operasi wajahnya bair jadi cantik. Ini loe mau operasi wajah gue jadi jelek. Loe gak bersyukur apa punya pacar ganteng kayak gue gini ? “

“Gak beruntung banget!!! “jawab Alyn jelas , padat dan singkat!!!

“Loe jago banget ya kalau marah-marah. Sampai penyakit gagu loe juga hilang kalau marah!! “

“AAAISSSHHH!!!”desis Alyn frustasi akibat tingkah Bima seharian ini. Alyn memanyunkan bibirnya merasa kesal sekali akibat ulah Bima.

“Bibir loe minta dicium ?”tanya Bima dingin dan membuat Alyn langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

“Loe masih hutang 1 ciuman ke gue “

“YAAAHHH . .. . . “rengek Alyn seolah memohon ke Bima agar menghapus hutangnya yang tak masuk akal itu.

“Hutang adalah hutang. Loe mau nanti di akhirat hutang loe di tagih sama malaikat , Loe gak malu sama malaikat ? masak punya hutang berbentuk dan berwujud hutang ciuman !! “

“Cisshh. Teori asal dari mana itu ? yang ada dari otak busuk loe!! “cerca Alyn hanya bisa geleng-geleng mendengar cerita katangan Bima yang lebih tak masuk akal lagi. Sedangkan Bima hanya cengir-cengir tak jelas.

“Malaikat maafkan Bima malaikat. Bima khilaf malaikat “

“Mimpi apa gue bisa pacaran sama orang kayak loe. Bener sih cakep, ganteng. Bener sih pinter.  Bener juga sih kaya raya, Tapi agak gila. . “gumam Alyn meratapi nasibnya sendiri yang entah sebenarnya bisa dibilang beruntung atau tidak beruntung.

****

            Bima tau bahwa bundanya sudah pulang, ia diberi tahu oleh pembantunya. Namun sejak makan malam tadi ia tidak melihat bundanya sama sekali. Biasanya bundanya sudah berkicau-kicau ria menanyainya macam-macam. Mulai dari sekolah, nilai, dan kesehariannya. Semuanya. Ia bagaikan anak gadis di rumah ini. Namun Bima tak pernah mempermasalahkan itu. Toh, bundanya memperlakukannya hanya saat berada dirumah.

“Bunda tidur ? tapi kok lama banget “

“Gue ke kamarnya aja deh”

            Bima pun segera berjalan menuju kamar utama di rumah ini, Bima mengetok pintu kamar orang tuannya. Namun tak ada jawaban dari dalam. Bima mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi bundanya. Dan tidak ada jawaban juga. Bima menjadi khwatir sendiri.

“Bunda. . . “

“Bunda . Ini Bima , Bunda ada didalam “

“Bunda . . .”

 

Tookkkk . . Toookkk. . Tookk . .

 

“Bunda . .. .”

 

            Bima pun hanya bisa menghela nafas beratnya dan kembali berjalan menuju ruang tengah. Ia sudah beberapa kali menghubungi bundanya namun tetap bisa.

“Mungkin bunda kecapean . .”simpul Bima dan memilih untuk kembali ke kamarnya.

***

            Ify terduduk lemas di pintu kamarnya, ia menyenderkan punggungnya di pintu tersebut. Ia mendengar jelas Bima mengetuk pintunya dan memanggilnya. Bahkan ponsel ditangannya pun terus bordering sedari tadi.

            Ify membiarkan saja air matannya terjatuh kembali,  Masalah ini benar-benar membuat fikirannya kacau dan ia sangat binggung harus memeprcayai yang mana. Namun hatinya ingin sekali menyangkal semua itu. Dan hatinya percaya bahwa Bima lah anak kandungnya bukan pria remaja tadi yang ia temui.

            Ify segera berdiri, ia berjalan dengan cepat menuju lemari berkas-berkasnya. Ify mencari-cari akta kelahiran Bima dan juga foto-foto kecil Bima disana. Ify mengobarak-abrik semua lemarinya.

“Bima anak gue. “

“Gue yakin Bima anak gue.”

“Ini semua gak mungkin “

“Bima anak gue”

            Tangan Ify terus melemparkan barang-barang yang menurutnya bukan yang ia cari ke bawah lantai. Tangan Ify terus bergerak mencari berkas tersebut. Namun akibat tubuh dan otak Ify yang tidak sejalan membuat gadis ini tidak menemukan berkas itu melainkan semain memberantakkan lemarinya sendiri.

“Ya tuhaan . . . . . .”lirih Ify kembali terduduk lemas. Ia menatap lantai kamarnya yang sudah berantakkan dengan lembaran-lembaran kertas.

            Mata Ify tertuju ke sebuah foto yang berserakkan. Foto tersebut berisikan foto dirinya dirumah sakit setelah melahirkan sambil menggendong seorang bayi dan disebalahnya juga ada Rio. Dan juga foto-foto Bima saat bayi dengan papanya Ify dan juga Iqbal .

“Bagaimana bisa anak ini bukan anak kandungku ??”

            Ify meraih satu foto yang hanya ada dirinya berdua dengan Bima. Ify disana terlihat sangat cantik alami dengan wajah yang masih pucat. Namun senyum Ify begitu bahagia sekali saat menggendong sang bayi.

“16 tahun yang lalu ?”

“Apakah mungkin ??”

“Kalau . . Kalau . Kalau Bima benar bukan anak gue ? Apa yang harus gue lakuin ??? Apa yang harus gue jelasin ke Bima ??”

“Gue berharap tes DNA itu salah. Anak itu bukan anak gue. Bukan . . . bukaannn. . . .”

            Ponsel Ify kembali bordering, Ify mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Ify melihat nama Rio yang tertera di layar ponselnya. Dengan cepat Ify mengangkat telfon tersebut.

“Yo. . loe harus pulang sekarang!! Loe harus pulang!! “isak Ify ketakutan. Dan terdengar suara kecemasan Rio di sebrang sana.

“Loe harus pulang!! Gue takut Yo !!! Loe harus pulang!! “

“Yo, loe harus janji sama gue. Apapaun yang terjadi  Bima tetap akan tinggal di sisi gue. Bima tetap anak kita . Bim . .. Bi . . . “

            Ify tak bisa meneruskan kata-katannya lagi. Suara tangisannya membuat ia kehabisan nafas dan menyebabkan dadanya terasa sakit. Ify hanya bisa terisak saja saat ini.

            Sambungan telefon tersebut sudah di tutup oleh Rio. Pria itu nampaknya sangat cemas daengan keadaan istrinya dan mengatakkan akan segera pulang kerumah. Ify memeluk kakinya sendiri . Tubuhnya gemetar seiring air matannya yang semakin deras.

*****

            Alyn mengambil minum di dapur dan melewati ruang tengah, Ia melihat Rio sedang buru-buru masuk kamarnya dengan wajah cemas bahkan tidka menyadari keberadaanya. Alyn mengernyitkan keningnya heran bercampur penasaran.

“Apakah terjadi sesuatu ??”

“Entahlah . . .”

            Alyn pun memilih kembali ke kamarnya, ia juga tidak tahu apa-apa saat ini.

****

            Rio membuka pintu kamar yang sudah tidak dikunci oleh Ify. Dengan cepat Rio masuk kedalam kamar dan melihat Ify terdiam mematung diatas kasur dengan tatapan kosong. Dan seluruh kamar yang sudah berantakkan.

            Setelah menutup pintu kamar kembali, Rio segera menghampiri Ify dan menarik istrinya dalam pelukannya. Rio memeluk Ify dengan sangat erat sekali.

“Hey . . . gak akan terjadi apa-apa. Dan gak akan ada yang berubah. Loe jangan nangis lagi ya . . “

“Bima tetap anak kita, kita bertiga adalah keluarga . sama seperti 16 tahun yang lalu dan sampai sekarang pun akan tetap seperti itu. Bahkan sampai nanti”

“Jadi gak ada lagi yang perlu loe khwatirkan. Oke Alyssaku ?” tubuh Ify gemetar kembali. Ia menyandarkan seluruh tubuhnya ke tubuh Rio. Ia merasa tidak punya energi lagi untuk menggerakan anggota tubuhnya.

“Loe janji kan Yo ? Gak akan ada yang berubah ??”lirih Ify dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

“Iya sayang . Tidak akan ada yang berubah. “

“Sekarang loe tidur, gue akan temenin loe sampai loe tidur “ujar Rio dan perlahan melepaskan pelukannya. Rio tersenyum pelan dan menghapus air mata Ify yang terjatuh kembali .

            Perlahan Rio mengecup kening Ify setelah itu mencium bibir istrinya sangat lama. Memberikan kekuatan dan energy kembali kepada Ify.

“Sekarang tidur ya . . “suruh Rio dan merapikan bantal untuk Ify, Ify mengangguk menuruti ucapan Rio. Ia segera membaringkan tubuhnya. Rio pun ikut membaringkan tubuhnya disamping Ify. Ia memeluk Ify agar bisa tidur dengan nyaman.

            Rio membelai-belai lembut rambut Ify, menenangkan Ify setiap kali tubuh gadis ini tiba-tiba gemetar. Ify memang sudah berbeda dengan Ify yang dahulu. Sifat dewasanya semakin terlihat. Ify tidak setegar dulu yang bisa berdiri sendiri. Jiwa Ify sudah terbagi menjadi dua yaitu untuk dirinnya dan Bima. Jika ada satu yang hilang akan membuat gadis ini terjatuh seperti saat ini.

“Gue akan lakukan apapun untuk buat loe bahagia Fy “

“Gue gak ingin lihat loe nangis lagi seperti sekarang “

“Cukup terakhir kali dulu saat gue ninggalin loe. Dan gue gak akan ngulangin itu lagi “

****

            Keesokan hari, semua keluarga Haling melakukan aktifitas pagi seperti biasanya. Mereka sarapan bersama. Namun terlihat ada yang berbeda. Karena Ify dan Rio hanya diam saja selama sarapan berlangsung. Bima jadi heran sendiri. Begitu juga dengan Alyn.

“Bunda sama Papa gak berantem kan ?”tanya Bima memberanikan diri. Pertanyaan Bima membuat Ify dan Rio sama-sama mendongakkan kepala mereka.

“Hah? Apa Bim?”tanya mereka berdua bersamaan. Nampaknya Rio dan Ify sama-sama tidak konsen. Dan fikiran mereka berdua melayang kemana-mana.

“Bunda sama Papa gak lagi bertengkar kan ?”

“Bertengakar? Enggak”jawab Rio datar. Toh, memang dirinnya dan Ify tidak sedang bertengakr.

“Terus ? kenapa kalian berdua dari tadi hanya diam ?”

“Bunda juga. Wajah bunda sedikit pucat. Bunda sakit ??”tanya Bima berbondong-bondong. Ify cukup binggung akan menjawab apa.

“Bunda gak apa-apa Bima. Udah habisin cepat sarapan kamu. Dan berangkat ke sekolah sana”

“Iya bund”ujar Bima menuruti saja apa kata bundanya. Meskipun masih ada yang mengganjal di fikirannya.

            Rio tersadar dan teringat sesuatu saat melihat jas almamater mereah yang terpakai di tubuh Bima dan Alyn. Rio sedikit berhati-hati bertanya kepada Bima dan Alyn.

“Bima, Alyn . Apa teman kalian ada yang namannya Adit ?”tanya Rio dan langsung membuat Ify menatapnya tak percaya.

“Yo . . . “lirih Ify pelan . Namun Rio seolah tak peduli.

“Adit ? Adit anak pindahan itu ?”jawab Bima dengan binggung. Karena ia tidak tau Adit yang dimaksud papanya itu yang mana.

“Adit yang dapat beasiswa itu “

“Ohh. Adit Mahesa. Alyn kenal banget om sama dia”jawab Alyn yang sangat antusias. Alyn memang sengaja sedang membuat Bima panas. Dan benar saja Bima langsung menatap Alyn tajam. Sedangkan Alyn malah semakin menjadi.

“Dia satu kelas sama aku dan Bima om . Adit anaknya udah baik banget,  pendiam, ramah sama semua orang. Dan pintar banget om”

“Nilainya di kelas sama tingginya seperti Bima om. Padahal selama ini tidak ada kan ya Om yang menyamai nilai Bima. Tapi Adit mencetak rekor baru Om. Bahkan banyak guru yang terkagum dengan kepintaran Adit. Iya kan Bim ??” Bima menggertakan gigi-giginya. Sendok dan Garpu di tangannya sudah sedikit membengok akibat di cengkram erat oleh Bima.

“Loe terusin sekali lagi mati loe”desis Bima mengancam. Alyn tersenyum evil.

“Udah gitu dia mandiri banget, dia bekerja paruh waktu di restoran dekat sekolah buat uang jajannya. Terus dia juga biayai tantenya yang katannya lagi sakit. Alyn aja salut banget sama Adit om”

“Cukup .  .  . “potong Ify dengan wajah datar dan membuat Alyn langsung terdiam.

“Bima, Alyn. Kalian cepat berangkat ke sekolah. Nanti kalian bisa telat. Jakarta semakin macet “ujar Ify mencoba untuk menyunggingkan senyumnya kea rah Alyn dan Bima.

            Bahkan tak perlu disuruh pun Bima sudah membawa tasnya dan kunci mobilnya. Dan sudah muloai berdiri dari meja makan.

“Bun, Bima berangkat dulu. “

“Pa bima berangkat dulu “

            Pamit Bima begitu saja tanpa menyalami Ify maupun Rio. Nampaknya Bima sangat kesal pagi ini gara-gara Alyn.

“Bima kenapa “tanya Rio heran. Alyn menjadi tak enak sendiri kepada Ify dan Rio.

“Maaf Om. Ini salah Alyn. Hehehe” cengir Alyn sambil garuk-garuk kepalannya tak jelas.

“Bima sebenarnya gak suka kalau ada yang bicarain Adit di depannya. Apalagi nyama-nyamain dirinya dengan Adit. Tadi Alyn sebenarnya Cuma mau ngerjain Bima. Maaf ya om, tante “Ify dan Rio hanya mengangguk-ngangguk saja.

“Kalau begitu Alyn juga berangkat dulu tante “pamit Alyn dan menyalami Rio serta Ify. Setelah itu Alyn segera berlari keluar rumah sebelum Bima benar-benar meninggalkannya.

            Keheningan terjadi beberapa saat setelah mobil Bima terdengar beranjak dari halaman rumah ini. Ify langsung berdiri dari kursinya. Namun tangannya dicegah oleh Rio.

“Gue cuma nanya Fy. Setida . . . “

“Setidaknya apa ? Yo , loe kan yang bilang sendiri kemarin? Kalau tidak akan ada yang berubah ?”sinis Ify tajam.

“Iya . gue janji gak akan ada yang berubah. Gue sudah mikirn semalaman. Jika memang Adit itu anak kandung kita. Kita akan mengangkat dia jadi anak kita juga. Bukankah kamu bilang kalau kamu ingin punya anak lagi “

“terus ? Apa yang bakal loe jelasin ke Bima ? loe akan bilang ke Bima .” Bima sebenarnya Adit ini anak kandung Papa dan Bunda. Bukan kamu “ .  “

“Gitu ??”

“Bu . . bu . . bu . . . .”

“Gue gak percaya sama loe yo . . .”

            Ify menepis kasar tangan Rio dan segera pergi dari hadapan suaminya. Rio menghembuskan nafas beratnya. Fikirannya sudah tak dapat diajak bersatu lagi. Untuk sekali lagi ia membuat Ify marah. Rio sebenarnya hanyalah penasaran saja. Dan jika memang benar Adit adalah anak kandungnya, maka yang mewarisi semua harta warisannya tentunya adalah Adit bukanlah Bima. Namun Ify tidak memfikirkan semua itu. Ify terlalu sayang ke Bima sehingga membuat gadis itu tidak akan melepaskan anak semata wayangnya tersebut yang sudah 16 tahun ia didik dan rawat sehingga menjadi anak yang mendekati sempurna seperti itu.

****

            Bima mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat. Alyn sudah berulang-ulang meminta maaf kepada Bima. Namun Bima nampaknya benar-benar marah. Karena memang Bima sangat tidak suka jika Alyn membahas Adit. Bima sangat cemburu saat Adit bersama Alyn. Karena jelas-jelas Adit sendiri yang mengatakkan bahwa dirinnya menyukai Alyn. Dan Bima tidak ingin Alyn jatuh dalam pelukan Bima.

            Bima cukup sabar membiarkan guru-guru dan teman-temannya mulai membandingkan dirinnya dengan Adit. Karena Bima juga mengakui kepandaian Adit walaupun menurutnya tentu saja masih pintar dirinnya. Namun, jika Alyn yang membandingkannya. Hati dan telinga Bima terasa terrbakar api yang panas. 

“Bim, gue kan Cuma manu manas-manasin loe. Masak loe marah beneran “lirih Alyn memegangi tangan kiri Bima sedari tadi.

“Maafin gue “

“Bima . . . . “

“Lepasin. gue gak bisa masukin gigi mobilnya”ujar Bima dingin tanpa memandang Alyn sekali pun.  Dan mau tak mau tangan Alyn perlahan mulai ia lepaskan dari tangan Bima.

“Kalau loe marah sama gue, nanti gak ada yang bayaran gue makan lagi”

“Kalau loe marah sama gue, siapa yang ngajak gue jalan-jalan lagi”

“Kalau loe ma. . . “

“Kan ada Adit”potong Bima datar. Namun sindirannya sangat mengena sekali ke gadis disampingnya.  Alyn mendengus kesal. Bima benar marah kepadannya.

“Adit kan gak sekaya loe “ujar Alyn mencoba bercanda.

“Yaudah , loe tungguin sama si Adit kaya”

“Gak mau. Gue maunya cuma sama loe “

“oh”

            Alyn menghentak-hentakkan kakinya berulang-ulang seperti anak kecil. Rasanya tidak enak sekali melihat Bima cuek kepadannya seperti ini dan marah kepadannya. Ia lebih memilih Bima menggodanya habis-habisan daripada Bima sama sekali tidak menanggapinya.

“Loe beneran gak mau maafin gue ?”

“Loe gak bisa dibilangin sih “

“Kan gue udah minta maaf.  Gue cuma iseng “

“Gue gak suka “jawab Bima masih sedingin tadi.

“Loe cemburu ? kayak anak kecil aja”dengus Alyn yang sudah menyerah membuat Bima untuk tidak marah lagi kepadannya.

            Bima memarkirkan mobilnya seperti biasannya. Namun ia tidak keluar dulu dari mobilnya. Ia pun mencegah Alyn untuk keluar dari mobil.

“Loe tau  . . . “Bima menatap Alyn sangat lekat. Tatapannya yang tidak seperti biasanya. Dan Alyn juga binggung tatapan ini mengartikan apa.

“Gue akan bilang iya dan tersenyum saat semua orang membandingkan gue dengan Adit. Gue akan tersenyum saat guru-guru mengatakkan bahwa Adit bisa menayamai semua nilai-nilai gue “

“Tapi gue akan sangat marah jika loe yang membandingkan gue dengan Adit .“ujar Bima penuh penekanan. Alyn hanya bisa meneguk ludahnya dalam.

“Loe fikir gue gak frustasi dengan semua ucapan guru-guru dan teman-teman kelas yang selalu muji Adit ? Gue marah ? jelas gue marah. Tapi gue pendem. Gue sadar kalau gue bukan anak kecil yang harus menangis jika mainan mereka direbut”

“Tapi anak kecil juga bisa marah dan menangis jika mainan kesayangan mereka yang benar-benar anak kecil itu sayangi dan sukai direbut oleh orang lain. “

“Anggap saja mainan-mainan gue adalah pujian-pujian dari guru, pujian-pujian teman-teman . Dan mainan kesayangan gue itu adalah loe , Yang jika ada merebutnya gue akan sangat marah besar!!”

“Loe sekarang ngerti kan ?

“Gu . . Gue. . gue minta maaf “lirih Alyn menundukkan kepalannya. Bima tersenyum ringan tidak tega melihat wajah cemberut Alyn sepanjang perjalanan mereka berangkat ke sekolah.

“Jangan ulangi lagi”ujar Bima sambil mengacak-acak rambut Alyn.

“Loe udah gak marah lagi kan sama gue ??”tanya Alyn yang nampak senang sekali.

“Gak akan marah kalau loe nyium gue “

“YAAA!!! “

“Gak mau ? berarti loe hutang 2 ciuman sama gue “ ujar Bima dengan seenaknya dan segera kelaur dari mobilnya.

“YAAAA!!! BIMAAAA!!!! “teriak Alyn tidak terima dengan pernyataan Bima barusan. Alyn pun dengan cepat-cepat keluar dari mobil.

“Dua “teriak Bima dari kejauhan yang sudah berjalan duluan.

            Alyn menghelakan nafas pasarahnya. Menggaruk-garuk rambutnya sendiri seperti orang amnesia.

“Mimpi apa gue semalem ya tuhan. .  .”

 

Bersambung. . . . . 

2 thoughts on “STORY OF DEVIL FAMILY – 8

  1. Huaaa, masih gabisa bayangin gimana perasaan bima nantinya kalo asit beneran anak rify. Huhuhu, buat ify mungkin bima bakalan tetep jadi anak no1nya,tp buat rio kan… Huft, dia malah mikirin harta warisan, yaampun, kebersamaan selama 16 thn ini dikemanain yo.. Berdoa semoga semua ini cuma lelucon-_-Semoga bima yg anak kandung rify, amiiin . Rio aja di delov bisa manipulasi dirinya supaya gaketauan kalo dia masih hidup, apalagi tes dna, bisa ajakan dituker, lagian , kenapa baru sekarang dikasih taunya kalo adit anaknya rify… kenapa momennya bisa pas gitu, adit sengaja disekolahin di SMA yg sama kaya bima… huhuhu, semoga ini boongan yaalloh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s