STORY OF DEVIL FAMILY – 9

“KLIK LANJUT MEMBACA JANGAN CONTINUE READING”

Follow twitter author @luckvy_s. Comment dari kalian sangat ditunggu ya😀 dan terima kasih mau setia baca cerita ini. Selamat membaca. Dilarang keras mengcopas/merepost ulang cerita ini tanpa seizin dari penulis. !!. Kejadian kemarin untuk pertama dan terakhir kalinya. Kalau sampai terjadi lagi aku benar-benar bakalan tegas.

 

STORY OF DEVIL FAMILY – 9

LANJUT MEMBACA

Hasil tes DNA sudah berada ditangan Rio. Ify terdiam saja tak mengatakan apapun sejak setengah jam yang lalu setelah ia membaca hasil tes tersebut dengan kedua matannya sendiri. Rio sendiri berulang-ulang membaca lembaran yang ada di tangannya.

“Fy . . . “lirih Rio pelan. Rio kini duduk di kursi kerjannya sedangkan Ify duduk tenang di sofa ruang kerja Rio.

“Loe sebaiknya gak mengatakan satu kata apapun sekarang Yo”jawab Ify dengan cepat. Rio menghembuskan nafas beratnya. Ia mengundurkan kursi mejanya dan berdiri. kakinya satu persatu ia langkahnya mendekati sang istri.

“Kita bicarakan baik-baik dengan Bima. Dia juga sud . . .”

“Dia sudah besar maksud kamu ??”potong Ify dengan tatapan tajamnya ke Rio. Tangan Ify sudah tergenggam kuat-kuat menahan agar emosinya tidak meluap saat ini.

“Sampai kapanpun Bima anak gue yo. Walaupun hasil tes itu seperti itu. Bima anak gue. Dan gak ada yang boleh buat anak gue tersakiti termasuk loe.”

“Lalu bagaimana dengan Adit ?”pertanyaan Rio langsung membuat Ify terbungkam rapat-rapat. Tatapan tajamnya seketika itu berubah menjadi tatapan kebingungan dan kebimbangan.

“Apa loe gak fikirin dia juga ? Apa loe tega membiarkan dia ? 17 tahun dia nggak pernah merasakan kebahagiaan yang seharusnya dia punya. “Rio mencoba berbicara lembut dan baik-baik kepada Ify. Dan sepertinya caranya ini berhasil.

“Gue gak pernah minta loe jauh dari Bima, gue juga gak pernah minta loe ngusir Bima dari rumah kita. Gue juga gak pernah minta loe untuk tidak sayang lagi ke Bima. Gue Cuma minta loe terima kenyataan yang ada. Dan kita sama-sama membahagiakan anak kita. Bima juga anak kita”

“Kalau loe bilang kalau cuma Bima anak loe dan loe hanya akan sayang Bima. Loe egois!”Ify mengalihkan wajahnya mencoba menyembunyikan air matanya yang tiba-tiba mengalir dengan sendirinya.

“Terima kenyataan bahwa Adit adalah kandung kita”hati Ify rasanya seperti tersobek pisau tajam saat kata itu keluar dari mulut Rio. Kenyataan yang tidak pernah bisa ia terima sampai detik ini.

“Gue akan bawa adit pulang, gue yang akan bilang ke Bima sebenarnya kalau loe gak bi . . .”

“JANGAN!!!! Gue yang akan bilang ke dia. Loe jangan pernah mengeluarkan satu kata pun ke Bima. Gue gak akan biarin kata-kata loe nyakiti anak gue. Cukup gue yang ngerasain tajamnya kata-kata loe itu. ! “

“Dan terserah loe mau ngelakuin apapun. Tapi jangan sekali-kali loe membedakan antara Bima dan Adit. !! “

Setelah itu Ify memilih segera keluar dari ruang kerja Rio, emosi Ify sudah tidak bisa ia pendam lagi. Air matanya pun terus mengalir membasahi pelupuk matanya dan pipi putihnya. Ify memasuki lift dan membiarkan tangisannya meledak keluar.
Kaki Ify perlahan melemas dan membuat gadis ini terduduk dengan tubuh tersender di dinding lift. Ify memegang dadanya yang terasa sakit sekali saat ini.

“Loe tau yo hal apa yang gue takutkan di dunia selama ini setelah kita menikah dan punya anak ?”

“Jika gue diharuskan memilih antara loe dan Bima. “
*****
Bima mengajak Alyn makan siang di restoran dekat rumahnya sebelum mereka pulang kerumah setelah dari sekolah. Hari ini hati Bima sangat berbunga-bunga seperti cerahnya senja sore hari ini. Bima tak berhenti senyum-senyum sendiri dihadapan Alyn. Sedangkan Alyn hanya bisa bergidik ngeri melihat tingkah laku Bima yang menurutnya sangat aneh dan mengerikan.

“Loe gak gila kan?”sindir Alyn setelah memasukan sesendok nasi terakhir ke mulutnya. Bima tak mengatakkan apapun hanya menjawab dengan gelengan ringan sambil nyengir lagi.

“Habis ini kita kemana ?”tanya Alyn mengalihkan topik. Ia melihat jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 4 sore.

“Loe maunya kemana ?”balas Bima. Alyn terlihat seperti berfikir, ia sebenarnya masih males pulang kerumah. Terlalu bosan di kamar terus.

“mmmm. . Kemana ya ??. .. Kalau nonton gimana ??”

“Nonton apaan? Ogah gue gak suka nonton”

“padahal gue pingin banget nonton. “lirih Alyn dengan raut wajah yang sengaja dibuatnya sedikit cemberut.

“Nonton televisi aja. Kan hemat”

“Gak sama tau !!! “

“Bedanya kalau di bioskop ada layar besar kan ? Yaudah nanti selimut loe jadiin layar. Pinjem proyektornya Papa. Bereskan”Alyn menatap Bima dengan kesal.

“Gue bakal nonton sendiri !!! “ujar Alyn kehilangan kesabaran. Bima melototkan matannya saat itu juga.

“Gue gak ngizinin !! “

“Siapa loe ngelarang-ngelarang gue ? Aisshhh”

“Loe pacar gue “

“Baru pacar kan ? Enggak suami juga”

“Sama aja!! Pokoknya gak boleh!! “

“Apanya yang sama. Dimana-mana itu wanita harus nurut sama suami. Gak ada namanya wanita harus nurut sama pacar!! “ujar Alyn mencoba membalas setiap ucapan Bima. Alyn tak ingin kalah dengan pria di depannya ini.

“Yaudah sekarang kita nikah!! “Alyn langsung mematung mendengar ucapan Bima yang benar-benar polos dan spontan itu. Bahkan wajah Bima saat ini pun terlihat masih serius melarang Alyn untuk nonton sendiri.

“Ogah gue nikah sama loe!. Gue mau jadi pacar loe aja loe seharusnya bersyukur !! “cerca Alyn dengan wajah sinisnya. Mencangar ucapan Alyn yang merendahkan Bima membuat pria itu tentu saja tidak terima.

“YAA ALIEN!!! “

“Loe yang harusnya bersykur. Diantara ribuan wanita yang ngantri dan mohon-mohon jadi pacar gue, Gue milih loe !! “

“Bukan gue kan yang milih loe ? tapi loe yang jatuh cinta sama gue !! “balas Alyn datar. Bima kehabisan kata-kata karena memang ucapan Alyn snagat benar adanya dan tidak dapat untuk di gugat lagi.

“Aisshh, Maklum aja , siapa sih yang tidak terpesona dengan kencatikan seorang Alyn”

“Hahahaha, Iya loe cantik. Kalau dilihat dari stasiun gambir “

“YAAAA!!!”kesal Alyn tidak terima dengan ejekan Bima.

“Yaudah sekarang loe pilih gue apa loe nonton ?”ancam Bima menakut-nakuti Alyn namun yang diancam malah tertawa sinis dengan wajah yang tidak takut sama sekali.

“Ya jelas gue milih nonton lah. “

“YAAAA ALIEN!!! “

“Why? ? Loe nyuruh gue milih kan~!!!”

“Kita putus!! “ujar Bima dengan wajah kesalnya.

“Yaudah. Kita putus. Gak sampai 10 menit juga loe bakal minta balikan “jawab Alyn enteng. Bima mendengus sangat kesal rasanya kedua tangannya ingin megobrak-abrik wajah gadis di depannya ini.

“9 menit “ujar Alyn yang malah menghitungi dan ingin membuktikan ucapannya.

“Gue gak akan minta balikan sama loe!! Kita putus !! Putus !! Putus!!! “

“Di Tanah abang juga banyak wajah kayak loe. Jadi gue gak perlu susah-susah nyari “ujar Alyn santai sambil berlagak membenahkan rambutnya.

“Loe kok nyebelin sih !!”

“Gak nyebelin gak cantik”

“Gak usah copy kata-kata gue!! “

“Berasa loe gitu yang nyiptain alfabeth “sinis Alyn kea rah Bima. Sebenarnya Alyn ingin tertawa melihat wajah Bima yang sudah sangat kesal kepadanya.

“6 menit”ujar Alyn sambil melihat jam tangannya.

“Gak akan gue minta balikan sama loe!!! “ujar Bima masih bersih keras.

“Gue sih santai ya . . “jawab Alyn benar-benar tanpa beban dan semakin membuat Bima kesal setengah mampus!.

“Yah, nanti jangan nyesel kalau besok gue bawa cowok baru kerumah “

“Gue juga bisa bawa cewek baru gue kerumah gue “

“Oh ya? Emang hati loe bisa nerima cewek baru ? “

“Bi . bi . bisa”jawab Bima dengan tergagap-gagap membuat Alyn ingin tertawa.

“Loe sebenarnya suka gak sih sama gue ?”

“Suka. . . . . Sama uang loe “

“Cinta sama gue ??”

“Cinta juga. Soalnya wajah loe cakep terus loe kaya. Kan enak hidup gue pacaran sama orang kaya.Terjamin banget!!”Bima menatap sinis dan tajam gadis didepannya sekarang ini. Wajah Alyn benar-benar menyebalkan.

“Gue gak munafik ya jadi cewek, Gue gak mau dong cuma makan cinta. “

“Sumpah di luar sana banyak cewek-cewek yang berpura-pura menyimpan hal buruknya hanya untuk menarik hati gue,sedangkan loe ????”

“Kan loe yang jatuh cinta sama gue. Loe yang tertatarik sama gue . Jadi gue gak perlu susah-susah berpura-pura kan. Lagian loe mau punya cewek bertopeng palsu ??”kini ucapan Alyn berubah menjadi ucapan yang serius membuat Bima sedikit kaget.

“Udah 10 menit “ ujar Alyn dan bersiap untuk berdiri.

“ Kalau loe udah nemu cewek kayak gue dan bisa lebih jujur dari gue, Kenalin ke gue. !! “Alyn mengalungkan tasnya ke bahunya dan segera melangkahkan kakinya.

Namun belum sampai beberapa langkah ia pergi tangannya di tarik oleh Bima. Alyn tersenyum senang dalam hatinya. Ia memang sangat yakin bahwa Bima tidak akan berani memutuskannya. Karena ia tau bahwa pria itu tidak akan pernah meninggalkannya. Bima adalah pria yang hanya akan mencintai satu orang gadis dan akan mempertahankan gadis itu sampai kapanpun. Dan begitu juga dirinnya. Alyn pun sama dengan Bima. Ia mencintai Bima tulus dari hatinya dan ia tidak ingin menunjukkanya begitu saja. Ia ingin bima yang mencari sendiri seberapa besar cintanya kepada pria itu. Kisah cinta yang menarik bukan.

“Gue gak mau kita putus”

“Gue gak akan bisa menemukan gadis seperti itu. Dan gue gak akan pernah memperkenalkan gadis siapapun.” Ujar Bima dengan suara berat khasnya . Posisis Alyn masih membelakangi Bima.

“Jadi ??”pancing Alyn.

“Gue mau kita balikan “Alyn terkekeh sendiri mendengar kalimat itu yang akhirnya keluar dari bibir Bima. Perlahan Alyn membalikkan badannya dan menatap Bima yang terlihat sangat serius. Alyn benar-benar bersyukur mempunyai kekasih seperti Bima. Seperti malaikat yang mendekati sempurna.

“Jadi kita nonton sekarang ??”

“Aisshh!! Itu lagi. Gak mau!! “wajah serius Bima seketika itu menjadi wajah kekesalan lagi bahkan sangat frustasi.

“Yaudah gue nonton sendiri . “

“Kan loe mulai lagi . Jangan kayak telonovela . Jangan kayak drama-drama korea, Alay loe !! “sewot Bima yang sangat kesal dengan kekasihnya ini.

“Aisshh. . .”

“Ayo pulang”ajak Bima

“Kemana ?”

“Kerumah lah. Mau ke hotel ??”

“YAAAKKKK!!!! “

“Berisik loe “tajam Bima dan kini giliran Alyn yang dibuat kesal oleh pria ini.

“Bim, loe gak kelupaan sesuatu kan ?”tanya Alyn sambil melihat Bima sedikit skiptis.

“Apaan?”tanya Bima balik sambil melihat ke badannya. Dan merabah-rabah tubuhnya sendiri.

“Tas loe mana ?”

“Nih “ujar Bima sambil mengangkat tasnya .

“Buka tas loe “suruh Alyn dan Bima pun menuruti saja.

“Mana dompet loe ??”

“Ini “jawab Bima sambil mengeluarkan dompetnya dari dalam tas.

“Buka dompet loe”

“Apaan sih . . “kesal Bima namun menuruti saja ucapan Alyn. Ia pun membuka dompetnya.

“Kartu kredit loe mana ??”

“Loe mau minta uang ??”kesal Bima namun masih saja menuruti ucapan Alyn.

“Nih kartu kredit gue!! Apaan lagi ?”sewot Bima.

“Noh mbak kasirnya sama mas-mas pelayannya dari tadi ngelihatin loe. Belum bayar kan loe ??”

“Sial . . “desis Bima yang baru ingat bahwa ia memang belum membayar makanan yang ia dan Alyn makan.

“Masak gue yang bayar ? Ogah banget “lanjut Alyn sedikit pelan namun cukup terdengar oleh kedua telinga Bima.

“Loe . . . .ben. . bener bener nyebelin ya . . “

“Pura-pura budek ahh . . “

Bima pun tak mempedulikan Alyn dan segera pergi ke kasir untuk membayar makananya tadi. Sedangkan Alyn tersenyum puas melihat Bima sangat kesal seperti itu. Wajah Bima lucu sekali jika pria itu sedang kesal. Tapi tentu sangat menakutkan jika marah atau emosinya meluap-luap.

****

Bima menaiki tangga dengan langkah lemas, hari ini cukup melelahkan karena saat di sekolah ia ada praktek renang dan diajak bermain futsal oleh kelas sebelah. Bima sampai di depan kamarnya dan membuka kamarnya.

“Bunda . . . “kaget Bima yang melihat Ify sudah ada di dalam kamarnya dan sedang membuka kumpulan album foto milik Bima.

“kamu sudah pulang ? Gimana tadi di sekolah ?”tanya Ify mencoba untuk biasa. Bima melemparkan tasnya begitu saja diatas kasur dan segera menarik kursi untuk bisa duduk dihadapan bundanya.

“Yah gitu, biasa-biasa aja. Bunda tumben ke kamar Bima. Ada apa ??”

“Enggak ada apa-apa. Emang gak boleh ? Apa dikamar kamu ada rahasianya ?”

“Enggak gitu, Ya bolehlah bun. Cuma kan bunda gak pernah masuk ke kamar Bima. Kan jarang banget”

“Bunda cuma ingin lihat saja kamar kamu, ternyata kamu sekarang sudah besar ya. Padahal kayaknya baru kemarin kamu bisa jalan”ujar Ify dengan wajah yang sedikit kosong. Dan sepertinya Bima pun merasakan keanehan yang ada di Bundanya.

“Bunda sakit ? wajah Bunda pucat “Bima menyentuh pipi Ify pelan.

“Bunda gak apa-apa Bima . “Ify menarik tangan Bima dari pipinya dan menggengam erat tangan sang anak.

“Bunda boleh tanya ??”

“ta . .tanya ? tanya aja bun. Bima pasti jawab jujur”

“Kamu sudah punya pacar??”tanya Ify sedikit basa-basi. Sebenarnya bukan ini yang akan ia tanyakan.

“eh . . Pa , . .pacar ???, “Bima menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia terlihat binggung harus menjawab apa.

“Ahh. . ternyata anak bunda emang sudah dewasa. Siapa ? kenalin sama bunda”Bima semakin kebingungan menjawabnya. Ia takut jika bundanya tidak mengizinkan ia pacaran dengan Alyn dengan alasan jika bundanya sudah menganggap Alyn seperti anak sendiri.

“Bunda kenal kok . .”jawab Bima sedikit gugup.

“Kenal? Siapa ? kamu gak pernah ngajak anak cewek ker . . . “

“Jangan bilang . . . “Ify mulai menatap Bima penuh menyelidik.

“Hehhe. Iya bun. . .”Ify menahan agar dirinnya tidak melepaskan tawanya. Merasa sangat lucu dengan kisah anaknya.

“Kok Alyn gak ngasih tau bunda?”

“Orang pacarannya juga baru”

“Oh jadi ceritanya cinlok ? Ceritanya benci jadi cinta ?”

“Apaan sih bun. . .”Bima menjadi salah tingkah sendiri saat ini.

“Pokoknya kalau pacaran jangan yang aneh-aneh, harus bisa jaga perasaan cewek. Pacaran kalau bisa satu aja buat selamanya. Jangan gonta ganti gak jelas. Bunda gak suka”

“Lagian siapa juga yang mau jadi kayak gitu. Bima gak gitu kali bun”

“Kan bunda cuma nasehatin”

“Yaudah sana mandi dang anti baju. Biar tambah cakep”

“Gak mandi aja udah cakep bun, apalagi mandi. Bunga-bunga aja pasti pada layu semua bun lihat ketampanan Bima”

“Kamu lagi ngomong sama bunda?”balas Ify dengan tatapan tak enak.

“Gak sama bunda kok. Cuma lagi curhat sama tembok”Ify langsung terkekeh sendiri.

“Udah sana mandi!! Bunda ke kamar Alyn dulu”ujar Ify dan segera berdiri dari tempat duduknya

“Ngapain bun ?”tanya Bima penasaran dan ikut-ikutan berdiri.

“Kepo kamu”

“gak kepo gak tampan bun “

“Cishh. Teori alay dari mana lagi itu.”

“Dari mulut Bima bund, bunda ngapain ke kamar Alyn ?”tanya Bima benar-benar ingin tahu.

“Urusan wanita “

“Wanita jaman sekarang aneh. Sukanya rahasia-rahasiaan. “sewot Bima dengan suara sangat pelan

“Apa kamu bilang tadi ??”

“Gak ada bun, Itu si syahrini baru buat goyang baru . Namanya goyang Monera protista Fungi animalia plantea” Ify hanya terdiam sambil tersenyum saja. Dia baru ingat sesuatu, ia ingat akan kenyataan yang sebenarnya harus dihadapi oleh Bima. Apakah senyum dan tingkah aneh itu akan bisa ia lihat lagi setelah ini ?.

“Bunda sayang sama kamu Bim, Apapun yang terjadi nanti”

“Apalagi Bima, Sangat sangat sayang sama Bunda dan papa”jawab Bima terlihat seperti anak kecil. Setelah itu Ify segera memilih keluar dari kamar Bima. Ify tak kuat lagi melihat wajah polos Bima seperti itu. Wajah penuh kebahagiaan. Apakah dia bisa tega memberitahukan semuanya kepada sang anak?. Apa dia tega mengubah senyum cerita itu menjadi senyum kemurungan ?.
*****
Ify berjalan lemas ke kamar Alyn, Ia menghembuskan nafas beratnya sebelum benar-benar akan melakukan ini semua. Tapi mungkin hanya ini yang Ify bisa. Ify mengangkat tangan kanannya dan mengetuknya ke pintu Alyn.

TOOKKTOKKK

“Siapa?”

“Tante Ify”

CKLEEEKK

Seorang gadis muncul dari balik pintu tersebut, wajahnya masih terlihat basah begitu juga dan rambutnya. Alyn terlihat baru saja mandi. Ify mengembangkan senyumnya kea rah Alyn.

“Ayo masuk tante”ajak Alyn dengan sopan. Alyn sudah menganggap Ify seperti ibu kandungnya sendiri. Karena Ify sangat baik sekali dan Alyn belajar banyak hal dari Ify.

Ify pun melangkahkan kakinya masuk ke kamar Alyn, bau kamar gadis menyebar di indera penciuman Ify. Ia jadi teringat saat dirinnya masih seumur Alyn. Saat ia pertama kalinya bertemu dengan Rio dan berpacaran dengan pria. Merasakan lika-liku percintaan.

“Duduk Al”suruh Ify yang sudah duduk di kasur Alyn. Alyn pun mengangguk dan ikut duduk disamping Ify.

“Ada apa tante ? “tanya Alyn langsung bertanya ke topik. Alyn yakin Ify ingin bertanya ataupun mengatakan sesuatu. Ify sering bercerita banyak hal ke Alyn. Dan itu semua membuat Alyn menganggap Ify seperti tante sekaligus sahabat.

“Jaga anak tante baik-baik ya Al”lirih Ify dengan tatapan sendu. Alyn mengernyitkan keningnya tidak mengerti.

“Maksud tante ??”

“Bima belum pernah jatuh cinta sebelumnya, Hidupnya terlihat sangat datar sekali, Ia punya segalanya, kekayaan, bunda dan papanya, kepintaran, banyak yang ia punya. Tapi tidak untuk cinta “Alyn mendengarkan dengan baik-baik saja. Namun ia sudah merasa bahwa Ify sudah tau tentang hubungannya dan Bima.

“Tapi disaat dia sudah punya cintanya itu, dia akan segera kehilangan semua yang sebelumnya ia punya.”

“ma . . Ma. . ma. . maksud tant . tante apa ya ??”Alyn mulai takut, Ia sangat takut jika saja gara-gara dirinnya Bima akan mendapat masalah. Ify memejamkan matannya untuk beberapa detik. Dan membiarkan saja butiran-butiran hantat mengalir begitu saja membasahi pipinya.

“Tante kenapa nangis ?”tanya Alyn mulai panic sendiri.

“Bi.. . Bi. . . Bima bukan anak kandung tante “

Alyn langsung terdiam, mencerna baik-baik 1 kalimat yang keluar dari mulut Ify. Mencoba mengajak otaknya untuk berfikir.

“Tante gak lucu ah. “canda Alyn dengan canggung karena ia melihat air mata Ify semakin mengalir dengan deras.

“Iya al, gak lucu kan ?, Tante juga ingin kalau ini semua Cuma lelucon”

“Tante sebenarnya apa yang terjadi ? Cerita ke Alyn “Alyn meraih kedua tangan Ify dan mengenggamnya erat. Mencoba memberi kekuatan kepada Ify.

“5 hari yang lalu ada pengacara datang ke kantor Rio, dia ingin bertemu kami berdua.. Pengacara itu mengatakkan bahwa anak kami sebanarnya ditukar oleh salah satu clien Rio yang dulunya memang sangat jahat dan ingin menghancurkan perusahaan rio dan merebut perusahaan Papa tante. “

“Dan tante sama Rio gak percaya begitu saja, akhirnya kami berdua di pertemukan dengan anak itu, Anak yang sebenarnya anak kandung tante. Kita melakukan tes DNA dan tadi pagi tes DNA itu keluar. “

“Hasilnya positive, dia anak tante. DNA.nya sama dengan DNA tante. Dan itu menyebabkan selama 5 hari kemarin tante dan om bertengkar hebat. Tante memihak ke Bima dan Rio memihak ke anak itu”

“Dan lebih lagi, anak itu adalah teman sekelas kalian berdua. “

“te . . .teman se . seke . sekelas Bi.. Bima . .??”

“Anak itu Adit. Teman sebangku Bima kan dia ?”Alyn merasa nafasnya sangat sesak sekali. Bagaimana bisa ini terjadi di keluarga ini. keluarga yang menurutnya benar-benar keluarga yang nyaman, keluarga yang benar-benar sempurna. Ia bahkan sangat iri dan ingin sekali memiliki keluarga seperti ini.

“Tante sayang sama Bima , tante yakin Bima anak tante, Tapi kenyataanya ? Apa yang harus tante bilang ke Bima ? Apa tante tega mengatakan jujur ke Bima kalau dia bukan anak tante? “

“Apa yang harus tante lakukan Alyn ? Apa yang harus tante lakukan sekarang ?”Alyn tidak bisa menjawab apapun sekarang. Otaknya tidak bisa berfikir saat ini. Cerita Ify benar-benar belum dapat ia percaya. Ia merasa seperti sedang berada di cerita-cerita novel karya penulis yang ia gemari. Ia merasa seperti didalam sebuah drama dimana ia berada di posisi kekasih sang pria.

“Besok Rio akan membawa Adit ke rumah ini, Dan pasti akan terjadi sesuatu yang besar di dalam rumah ini. Pertengkaran, percecokan, kesedihan. Dan gak akan ada lagi kebahagiaan”

“Tante . . . “lirih Alyn menghapus air mata Ify yang sudah membasahi penuh di seluruh wajah Ify. Alyn pun tak kuasa ikut menangis saat ini.

“Sebelum itu terjadi, kamu mau kan janji sama Tante ? Kamu mau kan janji akan jadi penguat untuk Bima?.Kamu bisa janji sama tante kamu akan selalu nemenin Bima kemana pun. “

“Jangan biarkan anak tante menangis setetes pun. Biar tante saja yang menangis. Kamu bisa janji kan akan terus tersenyum dihadpaan Bima. Bahkan nyawa tante rela tante berikan asal Bima tidak menangis setets pun”

“Al , . . al . .Alyn janji tante. Alyn janji. Alyn benar-benar janji sama tante bahwa Alyn tidak akan membiarkan setetes air mata pun jatuh dari kedua mata Bima. “

“Kalau sampai itu terjadi, tante boleh marah sama Alyn bahkan tante boleh usir Alyn dari rumah ini”Alyn dengan cepat menghapus air matanya sendiri. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan Ify. Karena sebentar lagi ialah yang menjadi penguat di keluarga ini. Walaupun sebenarnya Alyn belum bisa mempercayai kenyataan tersebut tapi mau bagaimana lagi itulah realita yang ada.

“Terima kasih Alyn, tante serahkan Bima sama kamu “

“Tante gak tau harus bercerita ke siapa lagi. Tante tidak mungkin menangis di depan Bima. Itu pasti membuat Bima lebih sakit lagi”

“Terima kasih kamu mau menjaga Bima untuk tante, Tante harap kamu bisa membuat Bima bahagia lebih dari Tante dan Om selama ini membuat Bima bahagia”

“Alyn akan berusaha semampu Alyn, Tapi Alyn juga minta ke Tante dan Om, nantinya jangan membeda-bedakan Bima dengan Adit. Itu bisa membuat Bima sakit. Walaupun nantinya Bima tidak akan menunjukkan rasa sakitnya. Tapi Bima akan memendamnya serapat mungkin sampai tidak ada yang tahu.”

“Bukan tidak akan ada yang tahu tapi hanya satu orang yang akan tahu. Yaitu kamu. Tante yakin, Bima akan menceritakan semuanya, apapun tentang kesedihannya ke kamu. Tante yakin itu akan terjadi nanti” Ify menghembuskan nafas beratnya, ia mengusapi wajahnya dengan tissue yang diberikan oleh Alyn.

“tante kembali dulu ke kamar, Nyiapin makan malam untuk kalian berdua. Kamu jangan cerita siapa-siapa tentang semua ini. Mengerti ?”

“Iya tante, Alyn janji akan merahasiakannya. Tante jangan nangis lagi. Karena ada Alyn disini yang akan jaga Bima anak tante.”

“Makasih Alyn. Tante sangat berterima kasih. “

“Tante keluar dulu”Alyn mengangguk dan hanya bisa melihat kepergian Ify.

Alyn terdiam dengan wajah blank , ia mencoba mengingat kembali. Menginngat semua ucapan ify kepadannya. Yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Namun melihat Ify menangis seperti itu membuat semua keraguan Alyn terhapuskan.

“Apa yang akan terjadi dengan Bima setelah ini”

Bersambung . . . . . . .

 

One thought on “STORY OF DEVIL FAMILY – 9

  1. Huaaaaaaa,Nyesek parah kak,hikshikshiks😥 Bener2 gaterima kalo adit anaknya Bima. Aduuh-,- perasaan Bima baru aja ngerasain kebahagiaannya bareng alyn masa harus nerima kenyataan sih klo dia bkn anak rify. Seriusan deh,adit gacocok sama sekali jd anak rify. Klo cma kepinteran doang yg sma kan itu relatif, sifat adit tuh bertolak belakang banget sama rify,beda sma Bima yg hampir sma sifatnya kya rify. Seriusan garelaaaaaaaa -_- Aku bete sumpah sma rio disini,apaan sih pake maksain ify buat bilang ke bima. Ngebetein banget. Buat ify yg sabar ya, keep strong, jgn nampakin kesedihan didepan adit. Buat alyn jg tuh jg kepercayaan tante ify. Usahain hrs berada disamping bima. Support terus dyanya. And last, buat adit kelaut aja lo*eh
    Can wait the next part kak!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s