STORY OF DEVIL FAMILY – 13

” DIMOHON KLIK LANJUT MEMBACA “

Follow twitter author @luckvy_s . Comment dari kalian sangat ditunggu ya :D dan terima kasih mau setia baca cerita ini. Selamat membaca. Terima kasih

 

 STORY OF DEVIL FAMILY – 13

LANJUT MEMBACA >>

 

“ Happy Birthday Alyssaku” bisik Rio lembut di telinga Ify.

 

            Ify tidak tau harus berbuat apa saat ini, ia hanya bisa berdiri dan mencoba bertahan pada dua tumpuhan kakinya, karena kedua kakinya saat ini terasa begitu gemetar. Entah sejak kapan juga buih-buih air mata dikedua mata cantik gadis ini turun begitu saja  membentuk aliran sungai kecil di pipi lembutnya.

            Ify dapat melihat jelas Bima yang sedang tersenyum sambil nyengir dan di kedua tanganya memegang sebuah board kecil warna putih yang berisi tulisan

 

“ Bunda, I’m really sorry. I’m your son. You are my best Bunda.  Happy Birthday Bunda. I love you. I Love You, I Love You.   “

 

Ps: Ini semua ide Papa bukan Bima. Bunuh PAPA !!! BUNUH PAPA SEKARANG JUGA!!!

 

“ YAAA!! Apa-apaan kamu Bim!!!” teriak Rio tidak terima dengan tulisan yang ada di board putih yang dipegang oleh Bima. Sedangkan Bima hanya pura-pura tidak mendengarkan papanya.

 

“Aisshh. . .”desis Ify sambil melirik Rio tajam. Rio melihat lirikan menakutkan Ify hanya bisa nyengir kuda.

 

“Happy Birthday  Setaannn Sisterr!!! “ teriakan seorang pria membuat Ify geleng-geleng kepala. Entah sudah berapa lama juga ia tidak berjumpa dengan pria tersebut yang tak lain adalah Iqbal.

 

“Ecieelaah, dikerjain gitu aja pakek nangis segala. Padahal udah beribu kali lo dikerjain tetep aja gak peka. “ Goda Iqbal semakin menjadi, Ia mendekati Ify lantas memeluk kakaknya yang sangat ia rindukkan.

 

“Selamat ulang tahun Kak Ify” bisik Iqbal pelan namun penuh dengan ketulusan. Ify mengangguk-angguk dalam pelukan Iqbal tanpa mengucapkan sekata apapun dan hanya bisa membalas pelukan adiknya tersebut.

 

“Selamat ulang tahun Kakak Ipar “ cengir Salsha dan memeluk Ify setelah Iqbal melepaskan pelukannya.

 

“Terima kasih Salsha. “balas Ify lantas melepaskan pelukannya dari Salsha. Ify mengamati Salsha yang semakin cantik menurutnya, wajahnya terlihat lebih natural. Rambutnya pun semakin panjang.

 Jujur saja Ify masih sangat kaget dengan yang terjadi di depannya saat ini.  Rio mempersiapkan semuanya dengan matang mulai dari mengerjainya habis-habisan bersama Bima dan memberikan suprise party di hotel meskipun yang dapat hanya keluarga dan sahabat-sahabatnya serta kerabat dekat.

 

“MR. BOV!!! “ teriak Ify dan berlari kedalam pelukan papanya. Mr.Bov pun tak segan-segan membalas pelukan Ify dengan sangat erat, sudah cukup lama juga ia tidak bertemu denan anaknya ini. Mungkin sudah 4 sampai 5 tahun.

 

“Happy Birthday my little princess. “

 

“How dare you !!! “ kesal Ify habis-habisan karena ia dikerjain seperti ini. Menurutnya sangat konyol dan kekanak-kanakan tapi berhasil sekali membuatnya mati kutu.

           

            Pesta ulang tahun Ify pun berjalan dengan berhasil dan meriah, Sivia, Alvin dan anak-anaknya, Shilla, Cakka pun hadir dalam pesta ini. Mereka semua menikmati pesta malam ini. Ify mendapatkan banyak kado spesial dari keluarga dan teman-temannya.

            Ify merasakan begitu bahagia sekali walaupun terdapat perasaaan sedikit kesal karena mereka terlalu keterlaluan dalam mengerjai dirinnya sampai sakit. Ify sendiri tidak terfikir sampai kesana. Apa dia sudah mulai bodoh? Entahlah, mungkin ia terllau mencintai putranya sampai tidak terfikir sampai kesana. Rio dan Bima mendekati sempurna memainkan peran mereka. Seolah tidak ada cela kesalahan sedikit pun dalam acting mereka.

*****

            Bima mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, matanya mencari sesosok gadis yang sudah ia tunggu dari tadi namun tak juga kunjung ada. Bima sedikit mulai kesal. Ia merogoh saku tuxedonya untuk mencari ponselnya.

 

“Aisshh. Pakek ketinggalan di mobil lagi” umpat Bima kesal ke dirinnya sendiri. Bima berjalan ke arah papa dan bundanya yang sedang berbincang-bincang bersama teman-temannya.

 

“Pa, Bun, Bima ke parkiran dulu. Ponsel Bima ketinggalan” ujar Bima pamit ke kedua orang tuannya. Setelah itu Bima segera pergi dari sana untuk turun ke bawah menuju parkiran.

*****

            Bima sedikit mulai merasa cemas, ia berlari-larian kecil menuju mobilnya yang ada di parkiran hotel. Setelah sampai di parkiran Bima segera membuka pintu mobilnya dan mencoba mencari ponselnya di dalam mobil.

            Bima menemukan diatas jaket yang ia letakkan di kursi belakang, Bima mengambil ponselnya. Mata Bima membelakak lebar saat melihat 100 panggilan tak terjawab ditambah 50 pesan dan itu semua berasal dari Alyn dan itu sudah hampir 45 menit yang lalu .

            Bima tak bisa berfikir jernih lagi, wajahnya terlihat sangat panik dan cemas dengan gadis itu. Bima segera masuk kembali ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya secepat mungkin. Disela menyetir Bima mencoba untuk menelfon Alyn kembali.

******

45 minutes ago

            Alyn mengunci kamarnya rapat-rapat, suara keributan di luar semakin membuatnya panik. Alyn dapat mendengar suara ketakutan dari Bi Ina dan para pembantu lainnya. Alyn memegang ponselnya dengan kedua tangan gemetar. Alyn berlari ke dalam kamar mandi. Berusaha bersembunyi disana.

            Alyn benar-benar sangat ketakutan, ia terus berkali-kali menelfon Bima namun sama sekali tidak ada jawaban dari sebrang sana. Namun, Alyn tidak berputus asa, ia terus menelfon Bima.

            Alyn mencoba mengirim pesan kepada Bima

 

“ Bim, dirumah lo ada orang asing berbaju hitam. Orangnya banyak sekali. Gue gak tau itu siapa. Lo cepet kesini “

 


“Bim, angkattelfon gue “

 

“ Bim lo dimana??? Cepat ke rumah !! “

 

“Bim gue sangat takut “

 

“Bim, lo kemana??? Kenapa lo nggak bisa di telfon ??’”

 

“BIMA!!! Lo nggak  angkat telfom gue, kita putus!! “

 

“BIMAAAA!!! “

 

“ BIM GUE TAKUT!!! SERIUSAN!!! “

 

            Suara langkah-langkah berat semakin terdengar mendekati kamar Alyn, dan itu semua semakin membuat gadis ini ketakutan dan gemetar, apalagi saat Alyn mendengar pintu kamarnya berusaha di dobrak.  Alyn mencoba berfikir harus berbuat apa sekarang. Ketakutannya semakin luar biasa.

 

BRAAAAKKKKK

 

            Suara pintu terbuka membuat Alyn langsung melemas dan terduduk di lantai kamar mandi, Alyn menekuk kedua kakinya dan menatap pintu kamar mandi penuh harapan ada yang menyelamatkannya saat ini.

            Alyn dapat mendengar suara pecahan-pecahan dan barang-barang yang dibuang. Sepertinya kamar Alyn sedang di geledah saat ini. Alyn membungkam suarannya dengan erat, ketakutannya membuat ia menangis saat ini. Tangan Alyn masih terus berusaha menelfon Bima. Di otak Alyn hanya  terfikirkan nama Bima saja.

 

“Jangan sisasakan satu saksi mata pun. Periksa setiap kamar, pastikan semuanya aman”

 

            Alyn merasa tidak asing sengan suara berat tersebut, Alyn tau itu suara siapa namun setiap kalimat yang diucapkan pria itu membuat Alyn berfikir keras.

 

“Itu suara Adit ?”

 

“Kenapa dia berkata seperti itu??”

 

“Siapa adit sebenarnya??”

 

“Aman? Apa maksud dia ??”

 

“Boss !! Pintu kamar terkunci “

 

            Alyn langsung gemetar hebat 5 kali lipat dari tadi, pegangan pintu kamar mandi berusaha untuk dibuka dan di dobrak. Alyn memejamkan matannya dan terus berdoa agar pintu itu tidak bisa dibuka.

 

“Dobrak pintunya cepat!!!” perintah seorang pria yang tak lain adalah suara Adit.

 

“Alyn ?? apa kamu ada didalam ??” tanya Adit dari luar sana dengan suara yang sedikit menakutkan.

 

BRAAAAAKKKKK

 

            Alyn mencoba mengatur nafasnya berulang-ulang saat pintu kamar mandiberhasil terbuka, Alyn dapat melihat didepannya sekarang ada Adit yang sedang memakai jaket hitam dengan glove warna hitam di kedua tangannya. Di belakang Adit pun terdapat 5 orang berbadan besar memakai baju hitam-hitam, Alyn melihatnya seperti algojo yang akan menghabisi nyawanya kali ini.

 

“Apa yang kamu lakukan disini Alyn ? tidakkan seharusnya kamu berangkat ke pesta itu ??” tanya Adit dengan suara dilembutkan namun tatapan matannya sangat menakutkan. Alyn bernar-benar tidak menyangka dengan sosok Adit yang dilihatnya saat ini.

 

“Bawa gadis itu, dia benar-benar mengguntungkan kita malam ini”

 

            5 orang berbaju hitam itu pun langsung berjalan ke arah Alyn dan menyergap Alyn begitu saja. Alyn mencoba memberontak namun kekuatannya tidak bisa melawan orang-orang ini. Alyn hanya bisa menangis ketakutan saat kepalannya ditutup dengan karung hitam dan tangannya diikat kencang ke belakang.

            Inilah pertama kalinya Alyn mengetahui rasanya di culik dan di sandra. Itu sangat menakutkan sekali baginya.

*****

            Bima mulai curiga saat memasuki gerbang rumahnya yang terbuka dan tidak ada satpam-satpam yang biasanya berjaga disana. Setelah sampai di depan halama rumahnya, Bima segera turun dari mobilnya. Pintu rumahnya terbuka begitu lebar. Bima berjalan cepat memasuki rumahnya.

            Langkah Bima terhenti saat ia melihat seisi rumahnya sangat kacau bagaikan kapal pesiar yang terkena hantaman ombak besar. Bima menatap binggung rumahnya. Bima menghembuskan nafas beratnya dan melangkah lebih masuk lagi kedalam rumah.

 

“ALYN !!!! “

 

“ALYYNN LO DIMANAA !!!! “

 

“ALYYNNN!!! “

 

“ALYYYNN!!!!!! “

 

PYYYYYAAAAARRRRRRR

 

            Suara barang pecah terdengar dari arah dapur, Bima pun berlari ke arah dapur secepat mungkin. Bima membulatkan mata shock saat ia melihat semua pembantu dan para satpam rumah di ikat menjadi satu dengan tali putih seperti tali pramuka. Mereka semua dibungkam dengan menggunakan  sapu tangan tebal. Bima segera melepaskan mereka semua.

 

“Apa yang telah terjadi ?? Kenapa rumah ini seperti ini ??”

 

“Siapa yang melakukan ini ??”

 

“Dimana Alyn ??” tanya Bima beruntun dengan kedua tangan yang masih berusaha melepaskan tali-tali dan bungkaman mereka semua.

 

“A. ..A. . .Den. . Den Adit , yang melakukan ini den. Tad. Tad. Tadi ada banyak orang baju hitam datang, dan, dan, dan den Adit menyuruh mereka semua mengobrak-abrik rumah ini. Ter. Ter terus. Terus non Alyn dibawa sama mereka “

 

“APA???”

 

            Penjelasan Bi Ina tersebut membuat Bima panik sendiri, Bima mulai binggung harus bagaimana saat ini. Ia tidak tau kemana Adit membawa Alyn, dan haruskah ia memberitahu Papa dan Bundanya ?. Apa yang harus ia lakukan?.

 

“Apa mereka meninggalkan surat? Atau apa gitu Bi??” tanya Bima penuh harap kepada Bi Ina. Bi Ina hanya menggeleng lemas sambil membantu satpam dan pembantu lainnya membuka bungkaman dan tali mereka.

 

“Sial!! Gue udah curiga dengan Adit dari awal “ umpat Bima yang teringat akan kejadian kemarin saat ia memukul Adit di dapur.

 

******

            Mata Bima terasa berat, ia berjalan menuruni tangga dengan malas. Stok Air minumn di dalam kamarnya sudah habis. Sebenarnya ia sangat malas untuk mengambil di dapur. Namun, kerongkongannya terasa kering sekali.

            Bima berjalan ke arah dapur dengan langkah beratnya. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia melihat sosok Adit sedang berbincang di telfon sambil membuat kopi panas. Bima perlahan memundurkan langkahnya dan bersembunyi di belakang lemari besar dekat dapur. Bima memasang kedua telingannya baik-baik.

 

“Bawa mereka semua!! Kita habisi kucing-kucing jinak ini sampai habis”

 

“Curiga? Nggak akan. Rio sangat percaya sama gue”

 

“Penyamaran gue selama bertahun-tahun seharusnya meyakinkan buat dia”

 

“Dan kesempatan kita hanya ada besok. Kita harus berhasil!!! “

 

“Untuk Damanik!! “

 

            BRUUUUKKKKKKKK

 

            Hantaman keras langsung di berikan oleh Bima kepada Adit. Ponsel Adit langsung terjatuh begitu saja bersama dengan tubuhnya yang sedikit tidak seimbang. Adit menatap Bima dengan wajah kaget tentunya. Bima memberikan tatapan balik yang sangat tajam kepada Adit.

 

“Siapa yang lo maksud kucing-kucing jinak?”

 

“Siapa yang akan lo habisi? HAH??”

 

BRUUUKKKKKKK

 

            Adit tidak melawan sedikit pun, ia membiarkan saja Bima terus menghajarnya. Tatapan Adit seolah sedang menantang Bima.

 

“Apa yang lo lakuin tadi ??”

 

“Apa yang lo bicarain tadi ??”

 

“Cepat jawabbb!!!!! “

 

BRUUUKKKKKK BRAAAKKKKK

 

“BIMAAA!!!! APA YANG KAMU LAKUKAN???”

*****

            Bima tidak ada pilihan lain lagi. Bima segera menelfon Papanya saat ini. Bima menelfon papanya sambil berjalan cepat menuju kamar Alyn. Berharap akan dapat sesuatu disana.

 

“Hallo, Pa !! Pa dengerin Bima, dengerin Bima sekarang!!”

 

“Rumah kita di obrak-abrik dan sudah tak berbentuk isinya, Adit membawa orang-orang berbaju hitam kedalam rumah, dan Bima nggak tahu sama sekalo apa motiv dia. Sekarang Alyn dibawah sama mereka”

 

“Bercanda?? Ini serius pa!!! Para pembantu dan satpam di iikat di Dapur. Semua perabotan rumah berantakkan. Kamar Papa, Kamar Bima dan Kamar Alyn juga sudah hancur pintunya”

 

“Bima ceritain sejelas-jelasnya nanti. Papa kerumah dulu sekarang juga!! NOW!!! “

            Bima mematikan ponselnya, Ia segera mengeledah seluruh kamar Alyn, mencoba mencari sesuatu yang bisa ia dapatkan.  Bima melihat pintu kamar mandi yang rusak, Bima dapat mengira bahwa Alyn sebelumnya bersembunyi di dalam kamar mandi.

            Bima mengambil ponsel Alyn yang terjatuh dibawah. Bima merasa sangat bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Alyn. Andai saja ia tidak lupa membawa ponselnya tadi.

*****

            Rio menyeret Ify perlahan dari kerumunan, Ify menatap Rio dengan heran karena ekspresi Rio yang mendandakan sepertinya sedang terjadi sesuatu. Rio membawa Ify kepojok jendela dekat gedung acara ini.

 

“Ada apa yo??” tanya Ify yang bisa menebak ekspresi wajah Rio.

 

“Rumah kita dimasuki orang-orang tak dikenal, dan dalangnya adalah Adit. Gue nggak tau maksud dia apa melakukan itu semua. Bima barusan nelfon gue”

 

“Adit? Apa hubungan lo sebenarnya dengan Adit yo ?? Dia suruhan lo kan untuk pura-pura jadi anak kan—“

 

“Lo ingat  Mr. Lay ?? Ingat Roy juga ?? Adit salah satu anak buah dari Mr.Lay sama seperti Roy dan Stev. Gue kenal Adit dari Roy namun kita tidak begitu dekat dulu. Setelah 5 tahun kemudian, Adit tiba-tiba muncul saat gue di London. Dari sana kita menjadi dekat dan dia sering bantu gue saat ada masalah di luar pekerjaan.”

 

“Kok lo nggak pernah cerita sama gue ??”

 

“Gue nggak kefikiran buat cerita karena memang gue sendiri jarang bertemu Adit, hanya saat-saat tertentu saja dia muncul. Dan sekarang? Gue benar-benar nggak tau kenapa dia melakukan hal itu??”

 

“Lalu? Dimana Bima sekarang ??”

 

“Dia ada dirumah, Alyn dibawah sama Adit dan orang-orangnya”

 

“WHAT ???”

 

“Sssttt. . . “ Rio menyuruh Ify agar memelankan suarannya sedikit.

 

“Kita harus kerumah sekarang Yo, gue nggak mau Bima ngelakuin hal bodoh dan kita harus menyelamatkan Alyn. “ panik Ify mulai menjadi.

 

“Gue tau, gue tau. Tapi kita harus menyuruh semua tamu untuk pu—“

 

            Rio menghentikkan kalimatnya karena tiba-tiba Ify memeluknya begitu erat. Rio tidak mengerti kenapa Ify malah memeluknya.

 

“Lo sekarang keluar dari sini Yo, susul Bima sekarang juga!! Ada 5 orang pria yang sedari tadi ngawasin lo. “

 

“Oh Shit!!!”umpat Rio pelan dan berusaha setenang mungkin dalam pelukan Ify.

 

“Gue akan suruh papa, iqbal, salsha dan yang lainnya kelur dari sini. Tapi lo pastikan kalau lo keluar disini tanpa ketahuan. Lo jemput Bima dan kita bertemu di rumah gue yang dulu. Kunci mobil lo udah gue pegang” ujar Ify yang diam-diam sudah merogoh saku jas Rio.

 

            Rio perlahan melepaskan pelukan Ify dan mencoba tersenyum menunjukkan wajah bahagiannya. Begitu juga dengan Ify. Mereka berdua sama-sama mencoba acting seperfect mungkin kali ini.

 

“Tunggu sebenatar ya Fy. Gue ada kado buat lo, gue ambil dulu di lantai bawah” ujar Rio dan mencium kening Ify beberapa saat.

 

“Hmm. Cepat kembali “balas Ify dan melihat kepergian Rio.

            Rio masih tetap mencoba berjalan seperti biasa menuju lift, dan menyapa para tamu lainnya dengan sangat ramah. Saat masuk kedalam lift, Rio langsung menutup lift tersebut agar tidak ada yang masuk.

*****

            Ify bersyukur bahwa 5 orang yang mengawasi Rio tadi sepertinya tidak curiga sedikit pun. Ify mengambil segelas minuman yang ada di meja sampingnya. Kemudian Ify berjalan ke arah keluargannya mencoba membaur.

 

“Dad” panggil Ify mendekati Mr.Bov. Mr.Bov yang sedang asik bergurau dengan Alvin dan Iqbal langsung mengalihkan pandangannya ke Ify.  Saat Mr.Bov sudah menatap Ify, Ify tersenyum sambil mengedipkan matanya 3 kali dengan cepat.

 

            Mr.Bov mengetahui akan kode tersebut, itu merupakan sebuah sandi yang ia ajarkan kepada kedua anaknya. Dimana saat seseorang mengedipkan matanya 3 kali dengan cepat itu mengartikan “ O “ dalam kode morse huruf “O” ditandakan dengan garis-garis panjang 3. O sama halnya dengan Out (dangerous) bagi Ify dan Papanya.

 

“How many ?” tanya Mr. Bov sambil membalas senyum anak gadis semata wayangnya ini.

 

“Senk“jawab Ify dengan menggunakan bahas prancis yang artinya “ Lima “. Jika situasi sudah seperti ini. Ify selalu menggunakan bahasa campur. Agar orang lain binggung akan perbincangannya.

 

“I must go now, you can handle here, right?”

 

“Okey.”

 

            Ify tersenyum ringan lantas meninggalkan Mr.Bov yang kini mulai berjalan ke arah Salsha. Ify berjalan melewati Iqbal dan dengan cepat Ify menepuk pundak Iqbal tiga kali dengan cepat.

 

            Iqbal melihat Ify dengan heran, Ify begitu saja melewatinya dan pergi tanpa menatap dirinnya. Namun, mata Iqbal langsung mengarah kepada Papanya yang sedang berbicara dengan Salsha. Iqbal mulai tersenyum mengerti.

 

“Ara? Apakah kamu tidak ingin om ajak main keluar? Ayo kita beli beberapa boneka untuk adik-adik kamu ??” ajak Iqbal kepada gadis cantik ini.

 

“Boneka??? Benarkah ? om akan membelikan kita semua boneka??”

 

“tentu saja. Ayo kita membeli sekarang “ ajak Iqbal dan langsung menggandeng Ara beserta adik-adiknya tanpa sepengetahuan Sivia dan Alvin tentunya.

 

            Setelah melihat kepergian Iqbal, Mr.Bov mulai berjalan lagi mendekati pengawal dan Asistennya yang berada tidak jauh dari pintu lift. Mr.Bov mengeluarkan ponselnya dan berpura-pura menelfon seseorang menggunakan bahasa Cantonese yang lumayan susah di mengerti. 

*****

            Ify keluar dari hotel melewati pintu belakang, karena ia tidak sengaja melihat beberapa orang aneh di depan hotel. Ify terpaksa mengendap-endap untuk bisa sampai keluar dan ke sebrang jalan untuk menaiki Taxi. Ia tidak bisa menggunakan mobil Rio saat ini.

******

            Rio sampai di rumahnya dengan menumpangi Taxi, Rio langsung berusaha mencari keberadaan Bima yang untungnya masih tetap stay disana dengan wajah cemas.

 

“Kamu tidak apa-apa Bim ??” tanya Rio sangat khawatir daripada mengurusi dan menghawatirkan rumahnya yang saat ini tidak bisa dibilang seperti rumah.

 

“Pa, Alyn Pa? Alyn ngggak ada”

 

“Tenang Bim, sekarang kamu ikut Papa “

“ Bi Ina. Bi Ina. “ panggil Rio dan tak lama kemudian Bi Ina segera datang.

 

“ Iya Den”

 

“ Tolong bereskan semua kekacauan ini. Kunci pintu rumah jangan ada yang boleh masuk. Siapapun. “

 

“Baik Den”

 

“Bim ayo kamu ikut papa sekarang “

 

            Rio dan Bima segera keluar kembali dari rumah, Rio memita kunci mobil Bima dan mereka memilih mengendarai mobil Bima menuju tempat yang sudah Rio dan Ify rundingkan untuk bertemu.

*****

            Ify sudah sampai duluan di rumah lamanya. Ify segera  masuk kedalam dan menuju ke basemant bawah rumah yang baru saja ia bangun bersama Rio sejak mereka berdua tidak menempati rumah ini lagi.

            Ify memasuki basemant bawah dan menyalakkan lampu basemant. Ruangan yang besar dan hanya berisikan pistol-pistol dengan banyak macam. Inilah harta karun terbesar Rio dan Ify yang sudah lama tidak mereka berdua gunakan.

            Ify dengan cepat mengambil beberapa pistol dan mengisikan beberapa peluru. Ia juga menyiapkannya untuk Rio nantinya. Tak lama kemudian, Ify dapat mendengar suara khas dari mobil Bima. Ify memasukkan semua pistolnya kedalam koper hitam yang berukuran sedang. Setelah itu ia segera kelur dari basemant dan menuju mobil dimana Bima dan Rio sudah menunggunya.

*****

            Bima yang tidak tahu apa-apa hanya bisa duduk dibelakang dengan wajah binggung dan cemas. Rio melemparkan ponselnya kepada Ify. Dimana Rio mendapatkan sebuah email ancaman dari Adit, dan seperti yang di duga oleh Ify. Adit pasti akan meminta pertemuan rahasia dengan Rio dan dirinnya.

 

“Apa maksud dari orang ini ??” tanya Ify tidak mengerti.

 

“Lo tau kan kemana kita akan pergi ?? Kalau lo mutusin buat nggak ikut, gue bisa seles—“

 

“Gue iku!! “ ujar Ify tajam.  Rio tak bisa lagi berargumen karena keputusan Ify terlihat sudah bulat.

 

            Adit memberikan email kepada Rio yang berisikan pertemuan di Range Swim, tempat yang penuh sejarah bagi dua orang ini tentunnya. Rio sendiri tidak mengerti bagaimana Adit bisa tahu akan tempat tersebut ?. Sebenarnya apa tujuan Adit melakukan ini? Semuanya masih menjadi tanda tanya bagi Ify.

*****

       Mr. Bov dapat membereska semua situasi kacau di hotel dengan cepat dengan bantuan pengawal-pengawalnya yang langsung datang. Setelah itu acara tersebut seger di bubarkan. Sivia, Alvin, Salsha, Iqbal, Shilla, Cakka dan Mr.Bov memilih untuk pergi ke rumah Sivia dan Alvin. Karena mereka yakin Rumah Ify dan Rio sudah tidak aman sekarang. Mereka semua hanya bisa menunggu saat ini dan berdoa agar Rio dan Ify tidak apa-apa. Walaupun mereka semua sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

 

“ Apakah kamu bisa menghubungi kakakmu Bal??” tanya Mr. Bov panik

 

“Tidak Pa, ponsel Kak Ify sepertinya ditinggal begitu saja:”

 

“Semoga mereka berdua baik-baik saja “

 

“Mereka pasti baik-baik saja Pa” ujar Iqbal mencoba menenangkan papanya.

 

“Kalian semua cepat berpencar dan cari tahu dimana keberadaan Ify dan Rio saat ini” perintah Mr. Bov kepada pengawal-pengawalnya.

 

****

 

             Rio memberhentikan mobilnya di depan halaman Range Swim. Tidak banyak yang berupa dengan tempat ini, mungkin warna cat temboknya saja yang mulai ada perubahan. Bima merasa asing dengan tempat yang ada di depannya. Sedikit menyeramkan menurutnya.

 

“Bim, kamu disini saja” suruh Ify tajam,

 

“Nggak mau!! Bima mau menyelamatkan Alyn”

 

“Bim, Ini berbahaya. Bunda nggak mau kamu ken—“

 

“Bima pokoknya ikut titik!! “

 

“Bim—“

 

“Biarkan dia ikut Fy” ujar Rio mencoba membujuk Ify.

 

“Tapi Yo, Bima masi—“

 

“Bim, kamu janji kepada Papa dan Bunda bahwa kamu tidak akan melakukan suatu hal yang bukan atas suruhan papa dan bunda. Apapun yang terjadi tunggu perintah dari Bunda dan Papa. Mengerti ??”

 

“Hmm. Bima mengerti Pa”

 

“Kalau ada apa-apa dengan Bima. Lo orang yang pertama kali yang akan berurusan dengan gue Yo “ tajam Ify ke arah Rio.

 

“Gue tau. Gue akan jamin Bima nggak akan apa-apa” ujar Rio membalas ucapan Ify.

 

            Ify tidak mau memperdebatkan lagi, Ia segera kelaur dari mobil, begitu juga dengan Bima dan Rio. Untung saja Bima pernah diajarkan oleh Rio bagaimana cara menggunakan pistol bagaimana cara untuk melindungi diri dan lain-lainnya. Walaupun basic Bima tidak semahir Ify dan Rio.

*****

            Rio berjalan di depan disusul Bima dan di belakang sendiri adalah Ify. Awalnya Bima memaksa agar bundanya berada di tengah. Namun, Ify tidak mau karena baginya keselamatan Bima lebih penting dari apapun.

            Mereka bertiga pelan-pelan memasuki kedalam Range Swim. Suara keributan mulai terdengar dari dalam. Rio memberikan abah-abah untuk berhenti dibelakang pintu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam. Karena mereka tidak tau apa yang terjadi di dalam sana.

 

“masuk saja, Tidak perlu sungkan-sungkan yo” ujar suara dari dalam sana yang tak lain adalah suara Adit.

 

“Aishh Shit!! “

 

            Ify yang sudah kelewat sabar langsung saja berjalan duluan dan membuka pintu tersebut, Rio mengumpati apa yang dilakukan oleh Ify karena hal itu bisa membahayakan Ify kalau tiba-tiba saja gadis ini diserang.

 

            Ify, Rio dan Bima kaget saat melihat keadaan didalam.  Dimana di setiap penjuru kolam terdapat orang berbaju hitam dan sudah siap membawa pistol masing-masing. Yang lebih membuat mereka bertiga kaget lagi adalah sosok Adit yang sedang duduk di sebuah kursi layaknya seorang raja dan disampingnya terdapat sebuah kotak kaca berukuran sebesar kulkas namun tingginya sampai 2M. Didalam kotak tersebut sudah ada Alyn dengan tangan dan mulut di bungkam. Ditambah sebuah selang dari atas kotak yang mengeluarkan air yang berasal dari kolam dalam tersebut.  Dan air dalam selang tersebut perlahan memenuhi kotak yang di dalamnya terdapat Alyn. Saat ini air tersebut sudah mencapai dada Alyn.

 

“ALYYNN!!! “teriak Bima saat melihat Alyn menangis ketakutan mencoba memberontak didalam kotak berisikan air tersebut.

 

“JANGAN BIMA!!! “ cegah Rio mencoba memegangi Bima kuat-kuat. Inilah yang ditakutkan oleh Ify, Bima akan kehilangan kontrol jika sudah panik.

 

“Apa yang lo inginkan? Siapa lo sebenarnya ? HA??” tanya Ify to the point dan tak ingin basa-basi lagi. Sedangkan Rio masih berusaha memegangi Bima dan mencoba menenangkan Bima.

 

“Gue?? Ahh. Gue memang harus memperkenalkan diri gue dulu kan ?/ Tak kenal maka tak sayang bukan ??”

 

“Nggak usah banyak basa basi anak anjng!!!” kasar Ify yang kehabisan kesabarannya. Jujur saja Ify dari awal sudah ada feeling tidak enak dengan Adit dan insting awal ify kepada orang yang baru ia kenal tidak akan pernah salah.

 

“Perkanalkan Tuan Rio dan Nyonya Ify, saya adalah Adit Damanik, gue adiknya Gabriel, Ingat bukan dengan nama itu ??”

 

“Ahh. Nama orang brengsek itu kan. Sama brengseknya seperti lo. By the way , Sejak kapan Si Brengsek punya adik ??” tantang Ify semakin menjadi.

 

“Fy, jangan sampai lo membuat dia kehilangan kesabaran. Ingat ada Alyn disana” ujar Rio mengingatkan. Ify menghembuskan nafas beratnya lantas mengangguk mengerti. Ia teralu emosi saat ini.

 

“Gue adik angkatnya, dan sejak 20 tahun ini gue melakukan penyamaran dengan sempurna untuk membalaskan dendam kakak gue. “

 

“Lo bales dendam buat orang yang bersalah ? Bego lo”

 

“Untuk damanik, gue akan lakukan apapun. Dan menghancurkan nama haling begitu saja. Tenang saja gue nggak perlu capek-capek dapetin berkas-berkas perusahaan lo. Karena gue sudah dapat semuannya. “ mata Ify dan Rio langsung membulat sempurna saat Adit membuka sebuah koper berwarna putih yang berisikan map-map tebal yang tentu saja familiar oleh Ify dan Rio.

 

“Darimana lo dapetin itu semua ???” kini giliran Rio yang kehilangan kendali.  Yang dipegang Adit saat ini adalah berkas-berkas penting yang menyangkut perusahaan Haling.

 

“ Bukankah kita teman dekat Yo ? dan bodohnya lo adalah percaya sekali dengan teman dekat lo ini. Gue amati kebiasaan lo selama 18 tahun terakhir ini, gue perlajari semua hal tentang lo. Well, Gotcha lo masuk perangkap gue. Tujuan gue masuk kedalam rumah lo adalah untuk mengambil semua berkas lo dan dengan mudahnya gue bisa masuk kedalam sana tanpa ada yang curiga bukan??”

 

“ Kalian berdua memang pintar namun kebodohan yang paling tolol kalian berdua lakukan adalah kalian tidak pernah mengganti password brangkas kalian, password pin kalian. Password apapun kalian selalu memakai M1210A atau 1312101 . Cisshh. Jadi gue bisa dengan gampang mungut ini dibrangkas kalian “

 

“Ahh.  Tujuan gue sebenarnya juga bukan hanya merampas Haling tapi merampas satu nyawa dari kalian sebagai pengganti nyawa dari kakak gue “

 

“Kalian sudah masuk kedalam dan kalian harus menyerahkan satu nyawa”

 

“Bukan kita yang akan menyerahkan satu nyawa. Tapi lo semua yang akan mati disini !! “ teriak Rio tajam. Ia benar-benar tidak menyangka dengan identitas seorang Adit yang sebenarnya. Karena 20 tahun ini ia mengenal Adit sebagai sosok teman dekat yang baik sekali. Bukan seorang penghianat  seperti ini.

 

*****

“ Lepaskan gadis itu. Dia tidak bersalah !!! “

 

“Lepaskan ?? Oh No!! Bagaimana kalau kita melakukan barter. Gue akan melepaskan gadis ini tapi harus ada yang menggantikan posisi dia didalam ??”

 

“LO GILA DIT!!! “ teriak Rio sekali lagi.

 

“Nyalakan selang airnya. Biarkan gadis didalam ini mati kehabisan oksigen” ujar Adit kepada orang suruhannya.

 

            Alyn mulai ketakutan lagi saat selang air tersebut mengeluarkan air kembali dan membasahi dirinnya dari atas sana, volume air yang ada di kotak ini pun semakin menambah dan membuat Alyn semakin kebingungan. Tinggi kotak ini lebih tinggi dari dirinnya dan besarnya pun lebih besar dari tubuhnya. Jika air didalam kotak ini dipenuhi, ia benar-benar bisa mati kaku didalam.

 

“ALLYYNNN!!! “ teriak Bima tidak tega melihat kekasihnya sudah memberontak minta tolong. Terlihat jelas ekspresi pucat dan ketakutan dari Alyn.

 

“Apa diantara keluarga bahagia ini ada yang mau menggantikan gadis ini ??”

 

“Bim?? Apa lo nggak kasihan lihat kekasih lo ??”

 

“Gue yang akan gantikan dia. Lepaskan dia!! “ ujar Ify dengan segala keberanian yang ia punya.

 

“Lo nggak waras!! . Gue nggak akan biarkan!! “ ujar Rio mencegah Ify.

 

“Bunda!! Jangan lakukan itu. Biar Bima saja yang menggantikan Alyn “

 

“ nafas lo nggak sepanjang gue. Biar gue yang menggantikan Alyn “ ujar Rio lagi mencoba menghalangi Ify.

 

“Lepasin!! Gue yang akan masuk kedalam.”

 

“GUE NGGAK NGIZININ!! “ bentak Rio tajam.

 

“AIR DIDALAM SANA TERUS MENGALIR!! ALYN BISA KEHABISAN NAFAS!! “ teriak Ify kesal kepada dua pria yang ada di belakangnya saat ini.

 

“FY!! UNTUK KALI INI JANGAN LAKUIN ITU !! LO DENGERIN GUE !! GUE BISA MENGGANTIKAN ALYN!!! “ Rio tidak ingin berbaik hati lagi dengan Ify, Rio langsung menarik tangan Ify kasar dan mendorong Ify sampai terjatuh.

 

“Awwwsshhh” ringis Ify sedikit kesakitan akibat dorongan Rio.

 

“Gue yang akan gantikan dia” ujar Rio dan mendekati Adit. Rio membuang pistolnya yang ada di tengannya terlebih dahulu.

 

          Bima membantu Ify untuk berdiri. Ify mengumpati Rio dengan segala macam binatang yang ia tahu. Ify mulai cemas dengan keadaan suaminya tersebut. Jujur saja, lebih baik Ify merasakan kesakitan dari pada dirinnya melihat orang yang penting dalam hidupnya kesakitan karena itu lebih membuatnya terasa sakit dan menderita sekali.

 

          Semua orang suruhan yang ada di sekitar Adit mengarahkan pisetol mereka ke Rio agar, Rio tidak berbuat macam-macam. Adit mulai mengikat kedua tangan Rio dengan kuat-kuat. Dan membungkam mulut Rio sekencangnya menggunakan sapu tangan.

            Alyn sudah diangkat dari kotak tersebut, Tubuh Alyn sudah pucat dan lemas akibat lama berada didalam Air. Rio pun mulai menaiki tangga dan masuk kedalam kotak tersebut. Air didalam selang tersebut dimatikan untuk beberapa saat oleh Adit.

 

“Bunda jagain kamu dari belakang. Sekarang cepat bawa Alyn kesini Bim” ujar Ify kepada Bima. Ify sudah siaga dengan dua pistol yang ada di tangannya. Bima menganggukan kepalannya dan perlahan-lahan berjalan mendekati Alyn yang sempoyongan berjalan ke arahnya.

 

“Bim. . . “ lirih Alyn lemas dan langsung memeluk Bima dengan sangar erat. Bima pun segera membawa Alyn mundur kembali menjauh dari sana. Bima melepaskan jas tuxidonya dan mengenakannya ke tubuh Alyn yang sangat dingin sekali.

            Ify terfokus ke Rio yang juga sedang menatapnya. Rio memberikan isyarat kepada Ify agar tidak khawatir dengan keadaanya. Dan berusaha mengatakkan kepada Ify bahwa dirinnya tidak akan apa-apa.

 

“Sebuah keluarga yang mengagumkan” ujar Adit dengan nada sinis. Adit menyalakan kembali selang tersebut dan membuat selang itu mengeluarkan air kembali dan mulai membasahi tubuh Rio.

 

“ Apa yang lo inginkan sebenarnya ?? Pengecut cara lo seperti ini !! “ teriak Ify mulai tak terkontrol lagi. Ify mengarahkan pistolnya ke arah Adit.

 

            Rio melihat apa yang dilakukan oleh Ify, Rio menggelengkan kepalanya berulang-ulang. Mencoba mengingatkan Ify agar tidak bertindak bodoh. Rio berusaha menjijitkan kakinya agar ia masih bisa menghindari volume air yang semakin naik dan sudah sampai di lehernya.

 

 

“ Lo yakin bisa keluar dari sini dengan hidup-hidup semua ? “ sinis Adit.

 

“Gue akan berbaik hati dengan keluarga ini, karena Rio adalah sahabat gue, ahh mantan sahabat gue  maksudnya, Kotak ini terkunci rapat dan kuncinya ada didalam kolam sana. Gue akan ngizinin satu diantara kalian. Ify atau Bima masuk kedalam sana. Kalau salah satu diantara kalian bisa menemukan kunci tersebut. Kalian semua akan gue bebaskan dari sini itu pun kalau Rio masih bisa bertahan. Tapi kalau sampai Rio tidak bernafas kalian tidak menemukan kuncinya kalian semua mati disini “

 

“Cissh. Lo fikir gue takut ??”

 

“Sepertinya takut !! “ ujar Adit tak kalah menantang dan menyalakkan kembali selang yang ada di kotak tersebut.

 

“OH SHIT!!!! “ teriak Ify langsung membuang pistolnya dan melompat kedalam kolam lebih tepatnya menyelam kedelam.

 

“BUNDAAAA!!!! “ teriak Bima yang tidak harus berbuat apa sekarang di situasi seperti ini. Rio mulai berusaha memberontak untuk memecahkan kotak ini atau pun melakukan apapun  untuk keluar dari sini. Ia tidak bisa membairkan Ify menyelam kedalam kolam yang dalamnya 10 meter lebih itu.

            Sedangkan volume air yang ada di kotak semakin naik menuju mulutnya. Rio terus berusaha menjijitkan kedua kakinya, menegadahkan kepalannya agar air tidak cepat masuk kedlam mulut bahkan hidungnya.

            Bima sendiri binggung harus berbuat apa saat ini, di depannya Alyn duduk lemas tak berdaya, ia tidak menolong bunda dan ayahnya karena ia takut Adit akan berbuat macam-macam dengan situasi seperti ini.

*****

            Ify tidak peduli lagi dengan nyawanya, dengan nafasnya atau apapun. Yang ia pedulikan hanya keluargannya. Ia harus menyelamatkan suami dan anak-anaknya. Ify terus menyelam kedalam walaupun itu sebuah hal yang sedikit mustahil karena ia tidak memakai alat apapun. Ify terus berusaha menyelam kedalam. Keadaan didalam cukup gelap dan Ify tidak bisa melihat apapun.

 

“ Apa gue bisa nemuin kunci itu dalam keadaan seperti ini???”

 

“Sepertinya tidak mungkin”

 

“Tidak ada jalan lain !!! “

 

            Ify langsung kembali menuju ke atas permukaan pelan-pelan, dengan diam-diam tangan Ify menarik dua pistol yang ia sembunyikan pada belakang punggungnya yang tertutup oleh rambut panjangnya.

            Kepala Ify muncul keatas permukaan dengan nafas terenggah-enggah, Adit menatap kemunculan Ify dengan kaget, ia penasaran apakah gadis ini sudah menemukan kuncinya.

 

“Apa lo sudah menemukan kuncinya ??” tanya Adit masih dengan nada remeh khasnya.

 

            Ify memincingkan matannya dan menatap sinis ke Adit sekilas, kemudian Ify menatap ke Rio yang sudah kesulitan untuk bernafas karena volume air yang ada di dalam kotak tersebut semakin bertambah.

 

“BIIIMAA TEMBAK ADIT SEKARANG!! “ teriak Ify dengan cepat bersamaan dengan itu juga Ify menembak kotak tersebut ke sisi yang kosong agar tidak mengenai Rio dan satu pistolnya lagi, Ify gunakan untuk menembak anak buah Adit yang ada di dekat Adit.

 

 

DOOOOORRRR

DOOOORRR

DOOOOORRR

DOOOOORRR

 

DOOOOOORRR

 

DOOOOORRR

DOOOORRRR

 

            Baku tembakkan pun terjadi di area ini. Untung saja Bima langsung gesit setelah mendengar perintah Bundanya. Ify berhasil menembak kotak tersebut dan menyebabkan kotak itu bocor. Bima pun berhasil menembak Adit dan terkena pada bahu, kaki dan tangan pria itu.

            Rio berusaha memecahkan kotak yang sudah berlubang tersebut, Sedangkan Ify dan Bima masih sibuk menembakki anak buah Adit lainnya. Kejadian baku tembak tersebut begitu sangat cepat. Suara adu tembak pun terus bergema.

            Bima terus mencoba melindungi Alyn meskipun ia mulai kualahan karena banyaknya Anak buah Adit, Bima juga mencoba melindungi bundanya yang diserang habis-habisan.

*****

            Bima terfokus ke arah anak buah Adit yang perlahan satu persatu mulai rubuh, Rio sendiri juga masih berusaha untuk keluar dari kotak tersebut. Ify pun membantu Bima menghabiskan anak buah Adit yang terlalu mudah untuk di runtuhkan. Mereka semua sudah tak terfokus kepada Adit yang sebenarnya masih sadar. Bima tak menyadari bahwa dirinya hanya menembak pada bagian bahu, tangan dan kaki Adit saja.

            Adit perlahan mencoba untuk berdiri dan meraih pistol yang ada di sebalahnya, matannya menatap ke arah Bima dengan tajam yang sama sekali tidak melihatnya. Adit menatap Bima dengan tatapan bingas seolah ingin membunuh anak semata wayang yang memiliki segalannya itu. Adit memang begitu sangat membenci Bima.  

 

“MATI LO BIMAAA !!! “

 

“ BIMAAAAA AWAASSS!!!!! “

 

DOOORRRRR!!!!

 

“ BUNDAAAAAA!!!!!! “

 

DOOORRR

 

DOOORR

 

DOOOORR

 

BRAAAAAAAKKKKKKKKKKKK

 

“LO YANG SEHARUSNYA MATI !!!!BRENGSEKK!!!! “

 

 

DOOOOORRRR!!!!!

             

Bersambung . . . . . .

 

 

4 thoughts on “STORY OF DEVIL FAMILY – 13

  1. kaluk,
    kok jadi gini,
    aishhh,
    bima gmana,
    duhh,
    kaluk, panas dingin siska bca a kaluk.
    Rio gmana?
    Ify, apa ify nyelamatin bima lg,
    aishhh,
    kaluk next part a jgn ngaret ya.
    Pleasee?!
    Sumpah siska gak nyangka kalo jadi a bkal kyak gini,
    kaluk jangan apa2in bima, apa lg rio, ify, alyn,
    argghh,
    tanggung jwb kaluk bikin siska gegana.
    Untung aja udah siap SBMPTN a kalo gx,
    bkalan gx konsen.

  2. Itu yang mati siapa ? Aditnya bikin kesel,jadi dag dig dug
    mau lagi dong sampe end terus buat cerita lagi ya

  3. OMG!!!😮 gk nyangka bakal jadi gini X_X buat jantung debar2 bacanya… ah ituu ify di tembak lagii??😦 yaampunn😦 kaa.. lanjutt dooong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s