CRUSHED – 2

CRUSHED – 2

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

Sepasang banyak mata tertuju kepada Ify, tatapan yang bermacam makna. Mulai dari tatapan datar, tatapan dingin, tatapan tak peduli, hanya satu tatapan yang tak ada di dalam kelas ini. Yaitu tatapan hangat. Ify meneguk ludahnya dalam, ia sepertinya harus meralat sekali lagi fikirannya tentang sekolah ini yang sepertinya juga memang benar seperti perkiraannya.

“Rio!!! Bangun!!! “ teriak Mrs. Ara kepada seorang seorang pria yang duduk di meja paling depan namun berada di sudut ujung dekat pintu kelas. Pria itu mengangkat kepalannya dengan malas dan matanya ter arahkan ke depan kelas.

“Ngantuk tante !! “ jawab pria tersebut seenaknya dan meletakkan kepalannya seperti semula. Ara menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pria yang memanggilnya tante tersebut.

“RIO!!! WAKE UP NOW!!!” teriak Mrs. Ara tegas, dan mau tak mau Rio mengangkat kepalannya lagi dengan ekspresi yang mulai berubah dingin dan merasa terganggu.

“Sudah berapa kali saya peringatkan jangan seenaknya kamu di sekolah. Belajar yang sopan”

“Oke Mrs. Ara “ sahut pria tersebut penuh paksaan. Kini mata siswa bernamakan Rio tersebut menangkap gadis yang ada di depan kelas dengan keadaan kaku, tentu saja gadis tersebut adalah Ify. Rio men-scan  Ify mulai dari atas sampai bawah.

“Perkenalkan diri kamu Ify “ suruh Mrs. Ara dan membuat Ify sedikit kaget. Ify mengambil nafas sekali lagi. Ia mencoba untuk bersikap biasa saja.

“Saya Ify”

Singkat, padat dan sangatlah jelas. Anak-anak kelas menahan tawa karena kejadian barusan. Keadaan yang mencekamkan mulai sedikit berubah, Sedangkan Ify hanya heran melihat siswa-siswi di depannya menatapnya dengan ekspresi lucu. Ify sendiri tidak merasa ada yang salah dengan dirinnya. Namun, ketika mata Ify menatap Rio, ia merasa falimiar dengan pria tersebut. Ify mencoba megingatnya. Pria tersebut menatapnya dengan dingin seolah tak peduli siapa dirinnya dan apa maksud dia di sekolah ini.

“Ify, bisa kamu perkenalkan dirimu lebih jelas lagi”

“Itu tadi sudah sangat jelas Mrs” sahut Ify polos, sontak seisi kelas tertawa terkeculi Rio tentunya yang memilih melanjutkan tidur.

“ Maksudnya nama lengkap “ jelas Mrs. Ara mencoba bersabar menghadapi murid barunya ini.

“Ah—, “

“Nama saya Alyssa Ify N. “

“What is the meaning of N ?” tanya salah satu siswi yang nampak penasaran. Mendengar jawaban tersebut Ify hanya menggelengkap kepalannya dengan pelan.

“I also don’t know” jawab Ify singkat dan membuat teman-teman barunya tersebut tentu merasa kaget, heran dan aneh. Bahkan Mrs. Ara sendiri langsung menatap Ify sambil mengernyitkan keningnya.

“Bisa kamu perkenalan dengan lengkap, kelebihan kamu, riwayat hidup, apa pekerjaan orang tua kamu, lalu bagaimana bisa kamu masuk di kelas Gold, berapa yang kamu suap ?”

Tiba-tiba suara salah satu murid yang duduk paling ujung terdengar dengan keras dan membuat kelas kembali mencekam. Semua mata tertuju kepada pria tersebut.

“Sudah. . . Sudah. . . . Pertanyaan macam apa itu “ ujar Mrs. Ara menyudahi kericuhan yang akan mulai terjadi

“Kalau lo nggak bisa jawab, percepat perkenalan lo dan segera enyah. Lo ganggu waktu tidur gue “ timpal salah satu murid pria lagi yang duduk paling depan disebelah kanan samping tembok. Tempat yang sepertinya paling strategis bagi pria tersebut. Pria itu menunjukkan ekspresi wajah dengan wajah yang benar-benar menunjukkan ketidak sukaanya kepada Ify.

“Rio. Jaga ucapan kamu” ancam Mrs. Ara kepada pria yang bernamakan Rio tersebut. Namun pria itu sama sekali tak peduli dan segera kembali tidur. Ify menatap pria itu dan ia langsung teringat bahwa ia pernah melihat pria tersebut.

“Pria aneh yang mabuk di hotel” batin Ify

“Nama Alyssa Ify N. Kelebihan nggak ada, Riwayat Hidup nggak ada, pekerjaa orang tua nggak punya orang tua, bagaimana saya bisa masuk di kelas Gold, saya juga nggak tau “ jawab Ify dingin tanpa menatap penanya pertanyaan tadi. Ify menatap ke arah tembok di depannya dengan dingin.

“Sudah-sudah!! Ify kamu bisa duduk di bangku kosong nomer 3 “

“Thanks Mrs”

“Jangan ramai!! setelah ini Prof. Mike akan segera masuk ke kelas kalian”

“Iya Mrs” serempak anak-anak kelas.

Ify pun tanpa takut lagi seperti awal tadi langsung melangkahkan kakinya menuju ke bangkunya. Kini semua anak-anak kelas kembali nampak tak acuh dan tak peduli. Mungkin memang itulah kebiasaan mereka yang terlalu individualis.

Bangku kelas Gold ini tertata dengan rapi, 1 meja dan kursi diperuntukkan satu orang dan jarak antara 1 bangku dengan bangku lainnya sekitar 60 cm, memperlihatkan sekali bagaimana kelas ini dibuat dengan sangat ketat.

Ify duduk di bangkunya dan menaruh tasnya diatas meja. Ia melihat ke sekelilingnya, teman-teman barunya tersebut sedang asik dengan gadget mereka. Ia  sama seklai tak melihat anak yang sedang belajar atau pun mengerjakan tugas atau melakukan gosip ria.  Ify merasa suasana kelas ini seperti suasana kelas yang ia impi-impikan selama ini. Setidaknya ia mensyukuri satu hal tersebut bahwa tidak akan ada yang namanya ikut campur antara satu dengan yang lainnya.

Tak lama kemudian seornag pria tinggi dengan wajah indo masuk sambil membawa secangkir kopi di tangan kanannya, dan di tangan kirinnya membawa satu bolpoin berwarna merah pekat. Ify dapat menduga bahwa pria tersebut adalah Professor Mike  yang di sebut oleh Mrs. Ara.

“Morning “ sapa Prof. Mike ramah.

“Morning, Prof“ balas seluruh siswa dan siswi. Ify mengukuti saja teman-teman barunya tersebut.

“Mr. Rio, morning” sapat Prof. Mike dengan tenang dan membuat pria yang disapa tersebut perlahan terbangun dengan malas.

“Keluarkan T-Pad kalian. Kita akan test hari ini “ tak seperti di sekolahnya yang dulu, dimana teman-temannya akan bersorak kecewa, sedih dan takut jika guru mereka melakukan test dadakan. Di kelas baru ini, Ify tak melihat situasi tersebut. Yang ia lihat adalah teman-teman barunya tersebut mengeluarkan sebuah benda kotak semacam I-pad dan sebuah benda seperti pensil namun 5 cm lebih panjang, benda tersebut berwarna hitam.

Ify menunjukkan wajah binggungnya. Ia menoleh ke kanan dan kirinnya. Namun, teman-temannya nampak tak mempedulikannya dan fokus sendiri menyalakan alat tersebut. Yang Ify binggungkan adalah ia tidak memiliki alat tersebut, Ify cukup sangat tau apa T-Pad itu. Karena ia sering melihat benda tersebut di Cafe tempatnya bekerja. Benda itu sering dibawah oleh siswa dan siswi SMA ARWANA kemana-mana.

“Kamu boleh memakainya sementara “ tiba-tiba seorang gadis yang duduk disamping Ify menyodorkan peralatan yang dimaksudkan oleh Professor. Ify sedikit kaget.

“Itu Namanya, Tipad, bentuknya memang kayak Ipad, Namun fungsinya cuma ada 1 yaitu mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas, Kita nggak pernah memakai buku. Mangkanya bisa lo lihat kan mereka nggak ada yang bawa tas sebesar SMA-SMA lainnya. “

“Namun hanya kelas Gold aja yang nggak pernah memakai buku dalam pembeljarannya, untuk kelas Silver dan Platinum mereka menggunakan T-Pad juga namun pembelajaran mereka masih menggunakan buku paket “ jelas gadis tersebut dengan jelas dan cepat. Ify hanya tersenyum ringan mencoba menghargai usaha gadis itu yang sudah menjelaskan lebih lengkap kepadanya, meskipun ia sendiri sudah mengetahuinya.

“Kalau ini gue pakai? Lo gimana?”

“Gue nggak berminat mengerjakan test dari profesor satu ini.  Karena hanya satu orang yang bisa dipastikan bisa menyelesaikan soal yang diberikan oleh professor Mike. Lihat aja anak-anak lainnya pasti cuma sekedar formalitas menyalakan T-Pad mereka” Ify pun membuktikannya, ia mengedarkan pandangannya sekali lagi ke seluruh ruangan, dan memang benar anak-anak lainnya meletakkan begitu saja T-pad mereka, akan tetap mata Ify kini terhenti pada seorang pria yang berada di paling ujung depan yang sedang fokus mencoret-coret layar T-Padnya seperti sedang mengerjakan soal. Namun, pria tersebut mengerjakannya dengan posisi kepala yang disenderkan pada meja.

“Dari dulu cuma Rio yang bisa mengerjakannya, kita nanti hanya tinggal dapat copy.an jawabannya.” Ujar gadis tersebut memperjelas apa yang dilihat oleh Ify sekarang.

“Kalau lo pingin nyoba jawab pertanyaanya, nyalain aja T-Pad.nya, nanti lo langsung akan disambut dengan 1 soal mematikan “

Ify yang sangat penasaran sekali, mulai menyalakan T-padnya, Ify mengetahui cara pemakaiannya karena saking seringnya ia melihat benda kotak tersebut.

Ify membukanya dan langsung disambut dengan sebuah soal yang panjangnya bisa diperkirakan sepanjang latar belakang yang ada di makalah, dan soal tersebut bercampur dengan angka-angka yang mungkin di ciptakan oleh planet luar angkasa.

Ify mulai membaca soal tersebut dan mencoba menangkap apa conclusion dari soal yang ada di layar tersebut.

“Lo bisa ngerjainnya ?” tanya gadis yang duduk di samping meja Ify dengan wajah yang kaget. Karena melihat Ify yang tiba-tiba mulai menulis diatas layar menggunakan Pen T-pad tersebut.

“bukannya ini sangat mudah ??” jawab Ify sambil menekan tombol kirim yang ada di pojok sendiri, Ify menolehkan wajahnya kearah gadis disampingnya dengan heran.  Gadis yang ada disamping Ify tersebut nampak tak percaya dan segera merebut kembali T-Pad.nya. Gadis tersebut membaca dengan  teliti soal yang ada disana.

“Aisshh!!” desis gadis tersebut nampak terlihat frustasi melihat soal-soal itu. Ify memperhatikannya saja.

“Miss. Alivia  “ Professor Mike mengeluarkan suarannya.

“Yes Proff!! “ gadis yang disamping Ify tadi langsung mengangkat tangannya dengan kaget. Semua mata di seluruh penjuru kelas menatap ke arah Alivia dengan tatapan tak percaya. Bahkan Rio yang masih mengerjakan soal tersebut pun nampak tertarik.

“Bagaimana kamu bisa mengetahui jawabannya dengan benar dan secepat itu??” tanya Professor Mike yang terlihat takjub sendiri. Karena akhirnya ada satu muridnya yang bisa menyelesaikan soalnya.

“Bu—, Bukan saya Prof yang mengerjakan. Murid baru disebalah saya ini.” Gadis bernama Alivia tersebut menunjuk jari telunjuknya ke arah Ify, sontak kini semua mata tertuju kepada Ify.

“Murid baru ?” professor Mike berjalan mendekati meja Ify.

“Dia nggak punya T-pad Prof, mangkannya saya meminjamkannya dan sekaligus ingin menguji kepandaian dia “ jujur Alivia dengan nada sedikit takut.

“Bagaimana kamu bisa mengerjakan soal ini secepat itu ??” tanya Professor Mike yang kini sudah berada di samping Ify.

“Bukankah setiap interpretasi akan ada variabel-variabel penunjangnya, dalam artian jika 20% itu dikarenakan faktor internal pasti 80% lainnya dari faktor eksternal, saya hanya berfokus pada hal tersebut, dan sisanya tinggal dimasukkan ke rumus integral bertingkat ganda dan dengan hasil dibagikkan masing-masing persenan yang di minta, setelah hasilnya sudah ada, antara faktor satu dan lainnya di selisihkan.”

“tapi kalau tidak teliti pasti banyak yang akan menyelesaikan jawabannya sampai disana, akan tetapi didalam soal cerita awal sudah di sebutkan bahwa yang dicari adalah AVC.nya jadi dilihat aja dari Fix Cost dan output yang dapat di misalkan a dan X, dan hasilnya ketemu “

Semua anak-anak kelas hanya bisa menganga mendengar jawaban dari Ify. Bahkan seorang Rio yang dianggap anak-anak kelas paling pandai dan satu-satunya yang bisa menjawab soal Prof. Mike dengan cepat tak bisa berkata apa-apa. Rio melihat jawabannya yang ternyata ia hanya menyelesaikan pada jawaban selisih tanpa mencari AVC yang merupakan kunci soalnya, dan Rio menyadari adanya pertanyaan inti tersebut setelah mendengarnya penjelasan detail dari Ify.

“Apakah dia manusia?”

 

“What the hell? Alien darimana lagi yang bisa menjawab pertanyaan Prof.Mike “

Suara riuh anak-anak kelas lainnya terdengar membahana dalam ruangan yang sebelumnya hening tanpa suara.

“A+ for you “ ujar Professor Mike dengan bangganya. Anak-anak lain sekali lagi semakin riuh tak percaya dengan ucapan Professor Mike. Ify memecahkan rekor nilai tertinggi dikelas ini. Rio saja paling tinggi selalu mendapatkan skor A tanpa imbu-imbuan +.

Ify tak tau harus ber-ekspresi bagaimana, karena memang sama sekali tak ada yang istimewa di soal tersebut. Ia malah heran kenapa satu kelas Gold tak ada yang bisa menyelesaikannya. Ify jadi ragu bahwa ia saat ini sedang berada di kelas Gold yang merupakan kelas paling pandai diantara yang lainnya.
“Rio, perbaiki jawaban kamu, dan untuk yang lainnya copy jawaban Ify dan segera kirim sekarang juga “ Rio hanya mendecak kesal. Mungkin pria itu merasa terkalahkan dan harga dirinnya merasa dipermalukan. Ia membiarkan saja T-pad.nya tergelatak disampingnya dan melanjutkan tidur kembali. Hari ini seperti hari kemarin baginya. Tak ada yang spesial.

Semua siswa dan siswi langsung menjalankan perintah dari Professor Mike, mereka tak meneruskan kembali kekaguman mereka yang sebenarnya bisa dikatakan sebagai formalitas belaka.

******

Bel istirahat berbunyi, semua murid membereskan barang-barangnya kedalam kolong meja mereka. Sang guru pun mulai keluar dari kelas. Sekolah pun mulai terdengar ramai.

Ify melihat teman-temannya yang masih sibuk membereskan barang-barang mereka.

BRAAAKKKKKK

Kesibukkan kelas 2-Gold terhentikkan ketika seseorang pria dengan dandanan sedikit berantakkan  ah bukan sedikit lagi tapi banyak!! Mengebrak pintu kelas. Dasi pria itu tak terbentuk rapi, seragamnya ia keluarkan seenaknya pria itu membawa tas yang digantung pada bahu kanannya. Wajah pria itu terlihat menakutkan dan penuh amarah. Ify melihat pria itu langsung kaget, kemudian ia alihkan pandangan matanya ke pria yang masih dalam posisi tertidur di meja. Pria yang duduk di depan, posisi ujung kanan sendiri.

“Mereka kembar??” batin Ify kaget. Ekspresi wajah binggungnya pun tak bisa ia sembunyikan.

BRUUUKKKK

“Lo yang ngaduin gue ? Ha.?” Pria yang baru datang tersebut tiba-tiba melemparkan tasnya dengan kasar ke arah pria yang ada di depannya yang sedang nyenyak tidur. Suara tajam pria itu membuat seisi kelas tak ada yang berani bergerak sedikit pun. Murid yang tadinya berdiri ingin keluar dari kelas memilih duduk kembali. Ify memperhatikan saja kedua pria kembar  tersebut. Merasa binggung juga dengan kejadian ini.

“Lo ganggu tidur gue, brengsek!”

BRRUKKKKKK

Pria yang bernamakan Rio tersebut mulai bangun sambil memegangi tas yang dilempar kewajahnya. Kemudian dengan gerakan cepat ia melemparkan tas itu kembali kepada pemiliknya dengan lemparan lebih kasar bahkan barang-barang yang ada di dalam tas tersebut berhamburan. Keadaan kelas mulai menegang.

“Apa yang mereka lakukan?” decak Ify remeh. Ia merasa tak ada urusan dengan permasalan kedua pria itu, Ify memilih berdiri dari tempat duduknya. Ia melangkahkan kakinya untuk menuju luar kelas.

Semua mata mengarah ke Ify yang tanpa beban melangkahkan kakinya menuju pintu. Decakan anak-anak kelas mulai terdengar sepertinya mereka menyangkan apa yang dilakukan oleh Ify sekarang.

“Nggak ada seorang pun yang boleh keluar dari kelas ini”

Suara tajam dan penuh kemarahan tersebut membuat langkah kaki Ify langsung terhenti. Ia berhenti tepat di depan seorang pria dengan dandanan acak-acakan yang 15 menit lalu baru datang ke sekolah ini.

Ify menarap kearah Pria tersebut yang ternyata sedang menatapnya sangat tajam. Ify mencoba menyembunyikan rasa kagetnya ketika menatap ekspresi pria itu yang menurutnya menyeramkan.

“Apa lo lihat-lihat? Kembali ke bangku lo!!!” ujar pria tersebut dengan kasar. Ify langsung mendecak tak percaya.

“Lo berdua yang bertengkar kenapa gu—“

Pria tersebut langsung menarik kerah baju Ify dan mendekatkan wajahnya ke Ify, tatapannya lebih tajam dan menakutkan daripada tadi. Ify kaget dengan apa yang dilakukan pria tersebut. Ia menelan ludahnya dalam-dalam. Jujur saja Ify tak bisa menyembunyikan rasa takutnya sekarang.

“Gue nggak pernah suka dibantah!!! Ngerti ?”

“Lepasin tangan lo!!!” Ify berusaha untuk melawan, walau wajah takutnya masih tak bisa ia kontrol.

“Lo ngelawan gue ??” pria tersebut baru saja akan melayangkan sebuah tamparan ke arah pipi Ify, namun sebuah tangan langsung mencegah tangan pria tersebut.

“Urusan lo dan gue belum selesai.” Ujar Pria tersebut yang tak lain adalah Rio.

“Dan lo, jangan bergerak sedikit pun “ lanjut Rio kepada Ify.

Pria tersebut menimpali tangan Rio dengan kasar, tatapan elangnya tak hilang sedikit pun.

“Gue nggak pernah suka urusan gue dicampuri, jadi berhenti berlagak pahwalan mulai sekarang “

Ah—,  Lo barusan kena marah mama karena ketahuan mabuk semalam?” Pria tersebut langsung dengan kasar menarik kerah baju Rio.

“Gue nggak pernah ikut campur urusan lo, jadi jangan pernah ikut campur ur—“

“Singkirin tangan kotor lo dari baju gue, brengsek!” tajam Rio memperingati.

“Sebenarnya apa yang kalian berdua lakuin? Kalian berdua ganggu anak-anak yang lainnya yang ingin keluar kelas” Ify mulai jenuh dengan situasi yang ada di depannya. Kedua pria tersebut secara bersamaan menolehkan wajah mereka ke arah Ify.

“Gue tadi udah bilang kan? Jangan bergerak sedikit pun!! Termasuk mulut lo!!!” ujar Rio memperingatkan.

“Murahan banget, bertengkar di —“

Belum juga Ify menyelesaikan kata-katanya, kedua pria tersebut langsung menarik kerah baju Ify secara bersamaan. Ify membelakakan matanya melihat apa yang dilakukan oleh kedua pria ini sekarang kepadanya.

“Lo nggak pernah ditampar dua pria sekaligus kan anak baru ??” tajam Rio mempererat cengkramannya.

“Ah—, dia anak baru ??” timpal kembaran Rio.

“Haruskan kita memberi Orientasi dulu sebagai pembukaan??” lanjutnya.

“Lepasin tangan kalian berdua!!! “ Ify mencoba untuk melawan. Ia tidak mau nasibnya di injak-injak sampai akhir nantinya. Melihat Ify yang tetap melawan seperti itu membuat murid-murid yang lain semakin mendecak gregetan dengan yang dilakukan oleh Ify barusan.

“Tangan gue bukan hanya dibuat kasar untuk sesama jenis, tapi untuk lawan jenis pun tangan gue sangat welcome “ ujar pria tadi lebih menyeramkan.

Keadaan luar kelas mulai riuh, anak-anak kelas lain yang lewat di kelas tersebut nampaknya tertarik dengan kejadian di kelas 2-Gold  saat ini.

“Kalian berdua fikir gue akan takut ??”

“dan lo fikir gue main-main dengan ucapan gue ??”

“ Gue nggak bisa nafas, lepasin tangan kalian berdua!! “ sengit Ify masih mencoba untuk sabar. Namun melihat ucapan Ify yang semakin melawan membuat kedua pria kembar ini semakin mengeratkan cengkramannya, Ify langsung terbatuk-batuk karena nafasnya terasa terikat.

“Gu—, gue— , bisa— mati— bodoh!!” teriak Ify tak beraturan. Ia memegangi lehernya yang mulai terasa sakit.

“itu yang gue harapin” serempak mereka berdua dan membuat Ify langsung membelakakan matanya”

“MINGGIR!!! MINGGIR !!!! “

 

 

“MINGGIRR!!!!”

 

 

Seorang gadis berusaha masuk kedalam kelas 2-Gold, gadis tersebut membawa sebuah tongkat basball. Ia menerobos kerumunan anak-anak yang menutupi pintu kelas.  Gadis itu berusaha sampai berhasil masuk kedalam kelas.

“Ckkk—“  decak gadis itu sinis ketika berhasil masuk dan melihat 2 pria yang sedang mencengkram kerah seorang gadis yang terlihat kesakitan.

DUUUUKKKK

 

DUUUUKKKKKK

 

 

“Arggghhhssss”

“Apa yang kalian berdua lakukan??? Ha??”

“Lepasin tangan kalian berdua “

Tanpa menunggu hitungan 1 menit habis, kedua tangan pria tersebut terlepas dengan cepat dari kerah baju Ify. Ify langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Cengrkraman dua pria tersebut benar-benar mematikannya.  Ify mulai melirik ke seorang gadis yang bisa dikatakan menyelamatkan nyawanya barusan.

“Apa yang kalian berdua lakukan barusan??” tanya gadis tadi sekali lagi. Namun baik Rio dan kembarannya tersebut tak menjawab melainkan sibuk mengusap kepala mereka yang masih terasa sakit akibat pukulan tongkat bassball .

“Lo berdua bisu ?? jawab pertanyaan gue!!!”

“Lo nggak ada alat lain apa buat mukul kita berdua ?? Sekalian aja lo pakek palu yang besar nggak usah nanggung-nanggung” cerca kembaran Rio sambil menunjuk ke tongkat yang dibawah gadis di depan mereka.

“Gue niatnya nancepin gunting ke kepala kalian “ tajam gadis tersebut.

“Jangan alihin pertanyaan gue. Apa yang kalian ributkan lagi ??”

“Dan— . “ gadis tersebut menatap Ify dengan heran.

“Siapa gadis ini ??”

“Gue nggak pernah lihat dia. Sepertinya murid baru “

“Cisshh—, tanya-tanya sendiri dijawab-jawab sendiri. Bego!!! “ gumal Rio pelan sekali.

“Lo ngomong apa barusan ?”

“Nggak ada “sahut Rio dengan cepat. Ia merasa tak ingin membuat masalah panjang dengan gadis di depannya tersebut.

“Ngapain juga kalian semua masih ada disini. Lo fikir ini tontonan sirkus. !! Bubar lo semuaa!! “ teriak gadis tersebut mengusir anak-anak yang berperan menjadi penonton. Dalam hitungan detik mereka pun berhamburan dari kelas tersebut. Begitu juga anak-anak yang ada di dalam kelas. Mereka seera memilih keluar saja dari kelas tersebut.

“Lo berdua mau kemana??” cegah gadis tersebut ketika melihat dua pria kembar itu akan melangkahkan kaki keluar.

“Keluar ? “

“Siapa yang nyuruh ??”

“Lo kan!!” ujar mereka berdua bersamaan.

“Lo berdua tetap disini!!! “ ancam gadis itu tajam dan membuat dua pria itu langsung berdecak kesal namun mereka tetap menuruti ucapan gadis tersebut.

“dan buat lo, ke UKS sana, leher lo merah banget.”lanjutnya kepada Ify.

“Makasih” ujar Ify singkat dan mulai melangkahkan kakinya kembali yang beberapa menit lalu sempat terhenti.

BRUUUKKKKK

 

 

“Awwwww”  ringis Ify terjatuh akibat kakinya dihadang oleh kaki kembaran Rio. Lutut kanan Ify membentur lantai dengan keras.

“RIYEELLL!!!! “: teriak gadis tadi dengan penuh amarah.

“Gue nggak ngelakuin apa-apa “ ujar kembaran Rio yang bernamakan Riyel tersebut.

“Cishh—, ya gitu pecundang. Nggak pernah ngakuin perbuatannya” cerca Rio sadis. Riyel menatap Rio tajam. Tangannya baru saja akan ia layangkan untuk menghantam wajah Rio.

“Jangan berantem lagi!!!! “ teriak gadis tersebut penuh murka.

Riyel pun mengurungkan niatnya, ia hanya bisa menatap Rio dengan tajam dan penuh kebencian. Rio sendiri tak segan-segan untuk membalas tatapan kembarannya lebih tajam.

“Aisshhh—“ desis Ify yang berusaha untuk berdiri, namun ia merasa lututnya sangat perih, dan benar saja lututnya mengeluarkan darah segar walaupun tak banyak.

“Oh my god!! Lo berdarah “ ujar gadis tersebut sedikit panik. Ia mendekati Ify.

“Lo nggak apa-apa kan ??”

“udah tau berdarah, masih ditanya nggak apa-apa . Pinter dikit kek”

“Nggak usah ngedumel!! “ tajam gadis tersebut kepada Rio yang hanya bisa berdecak kecut.

“Gue nggak apa-apa “  ujar Ify melepaskan tangan gadis tersebut yang ingin membantunya.

“Gue anterin ke UKS”tawar gadis itu

“ Nggak perlu, gue bisa kesana sendiri”

“Emang lo tau dimana UKS.nya ?” kini gadis itu nampak kesal dengan Ify karena terlalu keras kepala. Ify terdiam sejenak. Memfikirkan ucapan gadis tersebut.

“Lo dan Lo anterin gadis ini ke UKS .”

“Sekarang juga!!!! “ tajam gadis tersebut sambil menunjuk Rio dan Riyel secara bergantian.

“CHAA!! “ teriak kedua pria ini bersamaan, memprotes perintah gadis tersebut.

“Kenapa gue ikutan juga ? yang nyebabin gadis ini berdarah si brengsek ini. Gue nggak mau “ tolak Rio mentah-mentah .

“Gue juga nggak nge—“

“Bantah aja terus!!”

“ Mau ngelakuin ? apa enggak???” tanya gadis tersebut penuh penekanan. Rio dan Riyel langsung membuang nafas berat mereka.

“Lo aja yang nganterin gue, nggak usah mereka “ pinta Ify

“Gue ? kenapa harus gue ? lo gini kan gara-gara mereka berdua . gue disini hanya sebagai penegak keadilan saja, gue —“

“Aisshh!!! Berisik!!! “

“Nggak usah ceramah !!!” kesal Rio dan Riyel akan gadis tersbut.

“Yaudah anterin dia sekarang “ ujar gadis tersebut sambil tersenyum puas.

“Iya iya “ serempak Rio dan Riyel tak ada pilihan lain, mereka berdua pun mulai berjalan keluar .

“Mau kemana lo berdua ??” teriak gadis tersebut menghentikkan langkah kedua pria kembar tersebut.

“UKS!! “ serempaknya tanpa balik ke belakang.

“Mau gue tusuk pakek gunting apa lo bopong gadis ini “

“AISSHHH!!!! “

“Ini semua gara-gara lo tau gak brengsek!! “

“Kenapa gue ?? kalau lo nggak ngaduh ke mama ini semua nggak akan terjadi”

“Gue nggak pernah ngadu ke mama”

“Ngeles aja mulut lo, gue tabok juga lo”

“Lo fikir gue takut ?? Gu—“

“SATU!!!!”

“AISHHHHH!! Nenek lampir !!! “

Mereka berdua langsung membalikkan badan dan berjalan kembali mendekati Ify yang sedari tadi sibuk membersihkan lukannya dengan tissue  yang ia punya.

“Gue bisa ke Uks sendiri, gue bisa tanya ke anak lain “ ujar Ify sangat dingin, ia langsung melewati Rio dan Riyel dengan kaki terpincang-pincang sebelah.

“Eh—“ kaget anak tersebut yang hanya bisa melihat kepergian Ify. Rio dan Riyel pun langsung menolehkan kepala mereka untuk melihat Ify. Mereka bertiga merasakan ada hawa dingin yang tiba-tiba menyerang kelas ini.

“AWWWWWW—“

“AAAWWWW—“

Beberapa menit kemudian gadis tersebut tiba-tiba menarik daun telinga Rio dan Riyel secara bersamaan tanpa ampun. Gadis itu menarik duo kembar keluar kelas.

“Aisshhh!!!! Sakit chaa—, lepasinnn —“

“Achaa!! Lepasin—, Sakittt “

“Nggak akan!!! “

“Achaaa dilihat anak-anak —, harga diri gue — , lepasin sekarang —“

“Nggak akan!!! “

“Chaaa—, lo mau bawa kita kemana? Lepasin—“

“Neraka!!! “

“Aisshh, nenek lampir lepasin—“

“APA LO BILANG ??”

“CHAA SAKITTT SAKITT AMPUUUNN AMPUUUN “

“AMPUUUNNN !!!! “

“Nggak ada ampun bagi kalian berdua!!! “

Bersambung . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s