CRUSHED – 3

CRUSHED – 3

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*******

Ify menghembuskan nafas beratnya, ia sekali lagi menyemprotkan oksigen kedalam hidungnya. Lututnya yang luka sudah dibersihkan dan dibalut perban. Ify memilih untuk berbaring di UKS saja. Mood.nya untuk belajar hari ini sama sekali nol persen. Bukannya ia merasa takut atau apa, ia hanya malas mendengar keributan tak penting seperti tadi. Ify juga tak menyesal dengan apa yang ia lakukan barusan.

“Gilaa!!!! Anak baru tadi bener-bener udah sinting tau nggak!!! “

 

 

“Gimana sih cerita awalnya ?? gue kepo nih “

 

 

“Iya, Ceritain dong !! Kok bisa kayak gitu tadi ??”

 

 

“Itu anak baru??”

 

 

“Lo semua diam, gue akan cerita dari awal “

 

“Riyel tiba-tiba datang marah ke Rio sambil ngelempar tasnya, terus Rio nggak terima akhirnya balas ngelempar balik. Kita seisi kelas melihat itu akhirnya milih duduk lagi. Siapa juga yang berani keluar kelas kalau mereka berdua sudah berantem. Lo tau sendiri kan Riyel gimana orangnya ? dia paling nggak suka ada penganggu saat dia sedang berantem sama Rio “

 

 

“Terus ? terus ??”

 

 

“Si anak baru yang polos tadi jalan keluar kelas, dicegah sama Riyel tapi dia nggak mau dengerin akhirnya Riyel marah sama gadis itu dan gadis itu—“

 

 

“Gue akuin nyalinya hebat, dia ngatain Rio dan Riyel murahan!! “

 

 

“WHAT ???? DIA UDAH GILA APA ???”:

 

 

“Akhirnya baik Rio dan Riyel sama-sama nggak terima dan tak lama Si tuan puteri datang”

 

 

“Acha maksud lo ?”

 

 

“Yah, siapa lagi “

 

 

“Wahhhh, gue heran kenapa Rio dan Riyel nurut banget sama Acha, padahal dia adek kelas kan. “

 

 

“Denger-denger gosip yang beredar dulu, Acha udah dekat banget sama duo kembar itu dari SD, si Acha punya kakak yang dari kecil sahabat duo kembar, tapi tiba-tiba kakak acha hilang entah kemana, katanya sih keluar negeri tapi gue nggak tau juga. “

 

 

“Waahhhh enak banget ya jadi Acha “

 

 

“Iya, iri gue “

 

 

“Hidupnya dikelilingi dua pria yang tampan plus tajir banget “

 

 

“Bukan tajir lagi keleess!!! 20 keturunan juga nggak akan habis itu harta keluarga Freedy Haling “

 

 

“Gue nggak yakin nasib si Ify Ify itu akan aman setelah ini hmmm—“

 

 

“Gue juga nggak bayangin kalo si Ashil datang —“

 

 

“Oh my god bener banget!!! “

 

“Sejak kapan UKS jadi tempat angkirangan gosip ? “

 

 

“Ac—, Acha “

 

 

“Keluar kalian sana!!! “

Ify hanya bisa tersenyum sinis, setidaknya ia mengerti sekarang siapa ketiga orang tadi. Ify merasa hidupnya di sekolah ini akan terasa berat.

SREEEKKKK

Gorden bilik Ify berada terbuka, Yah siapa lagi kalau bukan Acha yang membukanya. Gadis itu datang sambil membawa makanan. Ify menatap gadis tersebut tanpa kaget bahkan tanpa ekspresi sedikit pun.

“Lo udah nggak apa-apa ?” tanya Acha terrlihat basa-basi. Acha menyodorkan makanan yang ia bawah ke Ify. Ify membalasnya hanya dengan gelengan ringan. Ia menerima makanan dari tangan Acha, hanya sebatas menghargai saja.

“Gue Acha “

“Gue udah tau “

“Waahhh apa nama gue sampai seterkenal itu sampai anak baru saja bisa tau “ Ify hanya membalasi dengan senyuman ringan.

“nama lo Ify kan ?” Ify mengangguk singkat.

“Gue denger lo ngalahin nilai Rio dikelas pagi tadi. “

“Wahh —, Pasti lo pinter banget “ puji Acha namun ekspresi wajahnya tak menunjukkan sebuah pujian.

“Lo muji apa ngajak berantem ?”

“Gue fikir lo agak bisu tadi “ Ify mulai bisa terkekeh pelan.

“Oke, sepertinya tugas gue udah selesai. Karena lo udah nggak apa-apa jadi gue nggak usah repot-repot lagi “

“Satu lagi, jangan ngerasa kalau gue baik sama lo tadi, gue pingin jadi teman lo “

“Level temen gue tinggi. Kalau lo mau jadi teman gue, perlu seleksi ketat. “

“Bye, Cepat sembuh!! “

“Sampah macam apa  yang baru aja dia omongin ??” decak ify heran setelah kepergian Acha. Ia menggeleng-gelengkan kepalannya beberapa kali.

“Aisshh —, sebenarnya sekolah apa sih ini!!! “ kesal ify sangat frustasi, Ia merasa kesal dengan dirinnya sendiri, ia menyesali segala keputusannya masuk di sekolah ini.

*****

Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid berhamburan untuk pulang. Ify sendiri memilih kembali ke kelasnya, kakinya masih terasa sakit. Ia pun belum bisa berjalan dengan normal. Otot pada lututnya terasa terkilir.

Ketika ia masuk kedalam kelas, ia hanya bisa menemukan dua makhluk yang tersisa disana. Ify sedikit menrutuki keputusannya kembali kedalam kelas secepat ini. Kedua pria tersebut sama-sama menatapnya dengan tatapan tak suka. Ify mencoba tak peduli dan berjalan masuk ke dalam kelas.

BRUUUUKKKKKK

 

“Arghsss—“ ringis Ify kesakitan dengan tubuh terjatuh. Dengan sengaja Riyel melewatinya dan menabraknya. Dan sekali lagi lutut Ify yang luka menghantam lantai. Rasanya perih dan menyengat sampai ubun-ubun .

Rio menghentikkan langkahnya ketika melihat Ify kesakitan seperti tadi. Rio menatap Ify dengan dingin. Namun, Rio segera tersadar dan kembali melangkahkan kakinya untuk keluar kelas. Ia sama sekali tak peduli dengan nasib gadis tersebut.

“Rio—“ panggil ify memberanikan diri, langkah kaki Rio pun berhenti begitu saja. Ia diam tanpa membalikkan badannya.

“Gu—, Gue, Gu—, Gue bisa minta tolong ?”

“Lo fikir gue tukang tolong-tolong orang “sengit Rio.

“Sekali ini aja “ Mohon Ify benar-benar kepaksa. Ify merasakan lututnya benar-benar sakit. Karena luka sebelumnya belum sepenuhnya sembuh.

“Gue bukan pembantu lo “

“Gue nggak bisa jalan”

“So ?” Ify memejamkan matannya mencoba sabar dan tidak emosi.

“Ambilin tas gue—, gue mohon “

Rio terdiam seketika, suara Ify terdengar surau dan bergetar. Rio membalikkan badanya menatap gadis tersebut yang masih dalam posisi terduduk, gadis itu menundukkan kepalannya sambil memegangi lututnya yang memang benar dapat Rio lihat mengeluarkan darah kembali yang memngalir membentuk line  pada lengan kakinya.

 

“Gue harap ini yang pertama dan terakhir kalinya lo nyebut nama gue! “

Rio berjalan masuk kembali ke dalam kelas, ia berjalan menuju bangku Ify. Rio mengambil tas Ify berwarna Navi dengan gantungan boneka Unicorn di sampingnya.

“Alat tulis gue di kolong meja “ujar Ify dan membuat Rio kembali lagi ke meja Ify. Rio menahan amarahnya agar tak meluap disini.

Rio membuka tas Ify dan memasukkan perlataan tulis Ify ke dalam tas. Aktivitas Rio terhenti ketika ia melihat isi didalam tas gadis itu. Rio mendesis penuh kekesalan.

“Ada apa ?” tanya Ify heran melihat raut wajah Rio.

“Lo baru hari pertama sekolah tapi musuh lo kayaknya sudah se-sekolah “ cerca Rio dan mengeluarkan bungkus-bungkus sampah di dalam tas Ify.

Ify membelakakan matanya ketika melihat banyak sampah di tasnya. Ia menghelakan nafas beratnya. Ia benar-benar merasa bahwa harinya besok, lusa, lusanya lagi dan seterusnya akan sangat sangat terasa berat.

“Pasti Riyel “

BUUKKKKKKK

Rio melemparkan tas Ify begitu saja di hadapan Ify. Ia menatap Ify yang mulai membersihkan darah yang keluar dari lututnya.

“ Riyel nggak pernah mau susah-susah buat ngehancurin orang yang nggak dia suka. “ ujar Rio singkat padat dan jelas kepada Ify. Setelah itu ia berjalan kembali dan  meninggalkan Ify begitu saja di dalam kelas.

Ify tertegun sebentar dengan ucapan Rio, apa pria itu barusan membela saudara kembarnya sendiri. Tapi sepertinya hubungan duo kembar itu tak sebaik yang barusan ia lihat. Tapi kalau di fikir-fikir lagi benar juga ucapan Rio. Riyel tipe orang yang kasar dan langsung pakai tangan.

“Jadi yang gue lihat di hotel tadi pagi itu—“

“ Riyel “

*****

Ify melihat jam yang ada di tangan kirinya, dua jarum tersebut menunjukkan pukul 02.30, Ify mempercepat langkahnya sedikit, menahan rasa sakitnya. Ketika ia berada di coridor luar lorong sekolah, langkahnya terhentikan oleh sekumpulan gadis yang entah wujudnya seperti apa menuut Ify  cabe-cabean ?

“Lo yang buat pangeran kembar kita marah ?”

“Lo kan yang namanya Ify ?”

“Apa lagi ini “ decak ify dengan ekpresi sangat kesal. Belum juga masalah kakinya selesai, Ia dihadapkan dengan masalah lainnya.

“Gue denger sih lo anak baru, terus lo dapat nilai A+ dari Prof.Mike,  lo fikir udah hebat disini ?? “

“Nggak usah sok berani!! “ salah satu gadis tersebut mendorong bahu kanan Ify dengan kasar dan membuat tubuh Ify sedikit oleng.

“ Gue nggak ada urusan sama kalian semua”

“Mumpung gue masih baik, minggir lo semua!!” ancam ify sudah kehabisan kesabaran. Ia menatap satu persatu wajah gadis didepannya dengan ekpresi paling dingin dan tidak suka yang ia punya.

“Lo—, lo—, lo berani natap kita semua kayak gitu “

“Lo—, Lo emang nggak tau diri “

 

BYUUUUUUURRRRRR

 

 

Dalam hitungan detik, gadis-gadis itu langsung menyiram Ify dengan air dingin satu ember. Ify tak percaya dengan yang dilakukan gadis-gadis tersebut.

“Ayo cabut!! HAHAHAHAHA”

Ify membuka matannya perlahan, semua tubuhnya sudah basah kuyup ditambah harus menahan dinginnya air es tersebut. Ify menunduk kebawah melihat luka di lututnya mulai nyut-nyutan lagi. Ia mencengkram kedua tangannya kuat-kuat.

Ify tak bisa berbuat apa-apa, Ia mengontrol segala emosinya, ia berusaha agar tidak menangis. Ini bukanlah hal apa-apa baginya. Ia tak seharusnya lemah. Ia merasa bahwa seterusnya ia akan seperti ini.

“Sampah kalian semua!!!!” ujar Ify penuh penekanan.

*****

Ify mengganti pakaiannya dengan baju kerjanya, tepat jam 2 siang ia mulai bekerja di Cafe depan SMA ARWANA. Banyak siswi yang kaget melihat Ify, nyatanya mereka semua baru menyadari bahwa anak baru  di sekolah mereka kerja disini.

Gunjingan, makian, gosip tak jelas mulai terdengar dimana-maa, dan Ify lah pemeran utama dalam pembicaraan anak-anak SMA ARWANA tersebut.  Ify tak mempedulikannya, Ia tetap bekerja seperti biasanya. Kedua telingannya ia tutup rapat-rapat kalau pun ada kalimat yang tak sengaja masuk di telinga kanannya. Ify tak segan-segan langsung mengeluarkannya dari telinga kirinya tanpa melakukan pem-filteran sensorik.

*****

Rio dan Riyel memasuki rumah mereka secara bersamaan. Rumah berwarna putih bah  istana di dalamnya. Ketika mereka melewati ruang tengah, mereka disambut oleh  seorang wanita yang sangat cantik. Wajah savior mom.nya sangat kentara. Namun, melihat dua anak kembarnya yang sudah besar dan melihat wajahnya masih sangat mudah dan cantik pasti akan berfikir bahwa wanita itu adalah kakak dari dua anak kembar ini.

“ Kalian bertengkar lagi di sekolah ?”  tanya wanita tersebut dengan nada yang lembut.

“Bukannya biasanya seperti itu” sahut Riyel santai

“Kata siapa, Ma ?” kini giliran Rio yang angkat bicara kepada wanita tersebut yang tak lain adalah Mama mereka.

“Acha barusan nelfon Mama”

“Aisshh —, nenek lampir itu “ desis Rio dan Riyel bersamaan.

 

PLAAAAAKKK

 

PLAAAAKKKKK

“Apa lo nenek lampir nenek lampir. Gue gibang juga lo berdua “

Seorang gadis cantik, tak lain adalah Acha tiba-tiba muncul dari belakang dan langsung menoyor kepala duo kembar tersebut.

“SAKIT BEGO!!! “ teriak Rio dan Riyel lagi kepada Acha. Wanita di depan mereka hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kedua anak mereka.

“Siang tante, Acha ke kamar dulu “

“YAA!!!!! LO FIKIR INI RUMAH NENEK MOYANG LO!!!” teriak Riyel sangat keras dan membuat gadis itu memberhentikkan langkah kakinya.

“Jangan ke kamar gue!!! “ ancam Rio sambil menatap tajam Acha.

“Apalagi ke kamar gue!! “ tambah Riyel. Acha nampak tak peduli dengan ancaman mereka berdua.

“Kamar mana dulu ya yang gue masuki ?? Hmmmm???” Acha malah menjadi menjaili kedua anak kembar tersebut.

“YAAAKSS!!!! Lo berani masuk ke kamar gue, nggak hidup lo setelah ini “

“Nggak takut weeekkk!!! “

“nenek lampir!!!pulang sana !!! lo bikin ricuh aja!!! “ teriak Riyel frustasi akan gadis tersebut.
“BYE!!! “ Acha pun langsung menaiki tangga escalator  yang ada di rumah ini. Ia tak peduli dengan Rio maupun Riyel.

“Lo mau kemana!!!!! “

“Ehemmmm—”  Rio dan Riyel berniat  menyusul Acha, namun wanita cantik didepannya yang diam dari tadi mencegahnya dan mulai membuka suarannya kembali.

“Tidak bisakah kalian akur sehari aja ?”

“Negoisasi Failed” jawab Rio dan Riyel serempak. Sang Mama menghelakan nafas panjangnya.

“Riyel,Rio.  Mama nggak ngizinin  kalian berdua tinggal di apartemen lagi. Setelah sekolah kalian harus pulang kerumah, nggak ada alasan kemana-mana. “

“Apa ini hukuman ??” tanya Riyel nampak tak terima.

“Riyel yang semalam mabuk kenapa Rio juga ikut-ikutan “

“Nggak ada negoisasi dan protes. Kalian nggak boleh keluar selama seminggu titik!!! “ ujar sang Mama penuh penekanan.

“Ma, mama ingin anak mama yang tampan ini menjadi kuper ? kurang pergaulan ?”

“Apa yang mama lakukan ini bisa mengakibatkan penghentian masa pubertas kita berdua “

“Masa pubertas kita berdua bisa Failed Ma!! Bisa Failed!! “

“Kita nggak bisa lihat perkembangan dunia luar yang hari demi hari semakin berkembang, Kalau tiba-tiba I-phone 9 sudah keluar dan Riyel tidak tau apa kata dunia Ma? Kalau besok tiba-tiba ada mobil bisa terbang? Riyel Nggak tau ? kan kasihan sekali nasib remaja Riyel !!”

“ Bayangkan Ma kalau anak Mama ini jadi Cupu, culun, Gaptek, Pubertas tertunda,   Bayangkan!! Bayangkan!! Riyel bisa jadi anak dewasa yang setengah normal “

Seketika rumah menjadi sedikit hening, Baik Rio dan Sang Mama menatap Riyel dengan tatapan shock, tak percaya sekaligus bergidik.

“Lo sehat ?” cerca Rio tak habis fikir dengan ucapan kembarannya tersebut. Riyel menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal. Menyadari bahwa ucapannya tadi adalah kesalahan besar.

“Rio nggak mau Ma, lagian kalau ada kerja kelompok gimana? Kalau mama ingin menghukum, sebaiknya Mama hukum Riyel . Rio nggak ngerasa ngelakuin kesalahan apapun “

“Rio masuk dulu ke kamar, Ma “ ujar Rio pelan kepada Mamanya. Ia menyalami mamanya dan pergi begitu saja meninggalkan Riyel dan Mamanya berdua.

“WOOIIII!!! Sejak kapan SMA ARWANA ada yang namanya kerja kelompok ??? HAH???” teriak Riyel tak terima.

“Oke, Riyel nggak bakalan tidur lagi di hotel, Riyel akan tidur dirumah terus. Jangan hukum Riyel Ma, kali ini aja. Riyel janji nggak bakal nakal lagi apalagi mabuk-mabuk kayak kemarin “

“Riyel punya alasan Ma, kenapa Riyel bisa seperti kemarin “

“Hukuman akan Mama hilangkan, tapi kamu janji nilai-nilai kamu minggu ini di sekolah wajib kamu perbaiki “

“Negoisasi Success. I love you Ma, Bye “ Riyel dengan cepat menayalami mamanya dan langsung kabur dari hadapan Mamanya. Sebelum sang Mama berubah fikiran.

Melihat tingkah anaknya seperti itu membuat wanita ini hanya bisa geleng-geleng. Dari dulu ia tak pernah bisa marah dengan kedua anaknya. Bahkan kesalahan dan keributan besar dibuat duo kembar tersebut, wanita ini tetap tak bisa memarahi mereka berdua. Mungkin, ia terlalu sayang dengan anak-anaknya.

*****

Rio memasuki kamarnya, ia tak menemukan siapapapun didalam.  Rio sedikit bernafas legah setidaknya bukan kamarnya yang di masuki oleh Acha. Dengan cepat Rio masuk dan segera mengunci kamarnya sebelum ada yang masuk kedalam. Rio hanya ingin  beristirahat tenang siang ini.

****

Berbeda dengan ekspresi Rio saat memasuki kamar, Riyel langsung mencak-mencak tak jelas melihat Ach sedang asik berbaring di kasurnya dan mengacak-acak bantal dan selimut di kamarnya.

“Yaa!!! Maklampir, pergi sana!!!”

“Gue mau istirahat!! Gue mau tidur “ Acha mendudukan posisinya diatas kasur.

“Lo berangkat sekolah selalu telat, sampai di sekolah lo tidur lagi, dan setelah pulang sekolah lo tidur lagi. Kenapa lo nggak mati aja biar lo bisa tidur selamanya ?”

“ Mulut lo kayaknya belum pernah di ikat sama pecut kuda “ ancam Riyel sambil menutup pintu kamarnya. Ia menaruh tasnya di sembarang tempat. Setelah itu berjalan ke kasur dan merebahkan tubuhnya di samping Acha.

“Lepasin sepatu lo dulu!!! Kasur lo bisa kena najis besar!!! “ teriak Acha kayak emak-emak

“Berisik lo Ah!!!” ujar Riyel sudah sangat kesal. Acha pun dapat melihat helaan nafas berat dari pria disampingnya ini, Ia tak ada niat lagi buat menganggu Riyel. Acha pun memilih ikutan berbaring di samping Riyel.

Keadaan hening beberapa saat, antara Riyel maupun Acha tak ada yang membuka suara. Mereka sama-sama menatap ke atas dinding langit kamar. Lamunan mereka mulai terhambar sendiri-sendiri.

“Ada masalah apa lagi ?” tanya Acha dengan suara memelan.

“Entahlah —“ jawab Riyel seadanya.

“Ah—, lo yang ngaduin ke nyokap kalau gue mabuk semalam?”lanjut Riyel teringat akan hal tersebut. Karena yang ia tau Rio sepertinya tidak mengadukan dirinnya kepada Mamanya.
“Nggak—“

“Nggak? Terus siapa yang ngaduin gue ke ma—“

“Nggak salah maksud gue “  lanjut Acha dengan senyum kemenangan.

“AIHSSHHHHH!!!” desis Riyel dengan tangan yang akan ia tinjukan ke dahi Acha namun gadis itu langsung mendelik ke arah Riyel.

“Apa lo? Mau mukul gue ?? “

“Nggak—“ Riyel menurunkan kembali tangannya.

Mereka pun terdiam kembali. Memilih untuk meneruskan lamunan mereka beberapa menit yang lalu.

*****

Hari mulai petang., Ify menunggu angkot yang biasanya akan datang menjemputnya. Ia pulang tetap memakai baju kerjanya di cafe, karena seragamnya masih basah akibat ulah gadis-gadis tak bertanggung jawab tadi siang.

Tak lama angkot yang ditunggu Ify datang, dengan kaki yang setengah pincang Ify naik kedalam angkot. Nampak pria paruh baya yang duduk di belakang stir melihat Ify dengan heran.

“ify habis jatuh di kelas” ujar Ify langsung ketika ia sudah duduk manis di kuris penumpang. Om Jo menghelakan nafas legahnya. Ify tau bahwa pria paruh baya yang ada disampingnya pasti sedang mengkhawatirkannya.

“Sudah di obati ?” tanya Om jo di sela-sela aktivitas menyetirnya.

“Sudah kok” jawab Ify seadanya.

“Syukurlah kalau gitu “

Ify memilih diam saja, moodnya hari ini sedang tidak baik. Ia mengalami  hari yang berat sedari tadi pagi sampai di cafe tadi. Hidupnya seolah berubah dratis sejak kepindahannya di sekolah tersebut. Seolah ia akan dihantuii banyak masalah setelah ini.

Ify turun dari angkot dan berpamitan kepada Om Jo, setelah itu segera masuk kedalam rumah. Ia harus membersihkan badannya dan mencuci bajunya. Karena memang tak ada waktu istirahat untuknya. Ia harus bekerja kembali di supermarket setelah ini.

Ify menghelakan nafas beratnya sebelum masuk kedalam kamar sang kakek, Ia tak ingin di intograsi kakeknya. Kebohongan akan mulai ia keluarkan setelah ini.

“Kakek—“ Ify membuka pintu kamar kakeknya, ia sedikit kaget menemukan sang kakek sudah tertidur lelap.

Ify mengalihkan pandangannya ke meja kecil yang ada di samping kasur kakeknya, makanan sang kakek dan minuman kakeknya pun sudah habis. Ify tersenyum melihatnya. Ia memilih tetap masuk dan mendekati sang kakek.

“Cepat sembuh ya kek” Ify mengecup dahi sang kakek begitu penuh dengan kasih sayang. Setelah itu Ia keluar dari kamar kakeknya dan memilih untuk ke kamarnya sendiri.

*****

Riyel terbangun dari tidurnya, ia melihat ke arah sebelahnya dan mendapati seorang gadis sedang tidur di sampingnya dan masih lengkap dengan seragamnya. Riyel mendengus melihat wajah gadis tersebut.

“Kalau tidur aja kayak malaikat, kalau bangun nenek lampir punya— “ cerca Riyel dan segera bangun dari kasurnya. Ia berjalan melangkah ke kamar mandi.

Bagi Rio maupun Riyel tidur bersebalahan dengan Acha adalah hal yang sudah biasa, Acha sendiri tidak pernah takut, karena ia sudah sangat percaya kepada Rio maupun Riyel yang selalu menjaganya dan menuruti segala perkataanya. Acha sudah menganggap dua orang tersebut sebagai kakak kandungnya sendiri, dan Acha sangat menyanyangi mereka berdua layaknya keluargannya, itu semua terjadi sejak meninggalnya  sang kakak kandung.

30 menit kemudian

 

          Riyel keluar dari kamar mandi, ia mendapati Rio sedang berada di kamarnya dan asik berbincang dengan Acha. Riyel tak mempedulikannya, ia tetap berjalan menuju almarinya, berniat untuk mengambil kaos.

“Lo dicariin sama Papa” ujar Rio singkat tanpa menatap sang lawan bicara.

“Lo lagi ngomong sama gue ?” balas Riyel tak mau kalah. Namun, tak ada balasan dari kembarannya. Riyel mendecak kesal. Ia pun memakai kaosnya setelah itu memilih untuk keluar dari kamar menemui Papanya.

*****

Riyel berjalan ke lantai 1, tempat ruang kerja Papanya berada. Tak biasanya sang Papa memanggilnya tiba-tiba dan tak biasanya juga sang Papa sudah pulang di sore hari seperti ini. Riyel langsung saja memasuki ruang kerja Papanya.

“Ada apa Pa?” tanya Riyel seenaknya.

“Balik keluar, ketuk pintu” ketus sang Papa, Riyel mendecak dengan ekspresi tak enak. Namun, ia tetap melakukan apa yang diperintahkan Papa.nya.

TOOOKKKKTOOOOKKK

“Masuk —“

Riyel pun segera masuk kedalam, ia menutup kembali pintu ruang kerja sang Papa. Ia mengambil duduk di depan Papanya.

“Ada apa Pa ?” tanya Riyel sekali lagi.

“Ambilkan berkas Papa di kantor, tadi ketinggalan.”

“Heh ??”

“Apanya yang He?” sang Papa menatap Riyel dengan penuh tanda tanya.

“Nggak ada, mana uang jajannya ??”

“Papa nyuruh kamu ngambil berkas, bukan nyuruh kamu ke taman hiburan “tegas sang Papa .

“Pa, dari rumah ketempat Papa itu hampir 1 Jam, kan la—“

“30 menit “

“belum macetnya Pa kan jadinya 1 Jam,bayangin aja Pa berapa kalori yang harus Riyel bakar, Belum lagi akhir-akhir ini Riyel kekurangan lemak dan vitamin. Calsium ditubuh Riyel juga kadarnya sudah menurun. Gim—?”

“Nih— , Nih, udah sana berangkat daripada omonganmu semakin ngawur” Sang Papa langsung mengeluarkan beberapa lembaran uang ratusan ribu. Riyel tersenyum semangat.

“Setidaknya tidak mengeluarkan uang di kartu kredit.  Menghembat lebih baik Pa” ujar Riyel memasukkan uang tersebut ke sakunya.

“Oh ya, Papa sekalian nitip belikan Yogurt di Supermarket 1 Box. “

“Buat apa ??”

“Biar Papa nggak kekurangan Protein, Calcium dan lemak kayak kamu “

“Cisshh—“ decak Riyel mendengr ucapan Papanya. Ia pun mengangguk saja dan segera beranjak dari ruang kerja Papanya.

“jangan ngebut!!!! “

****

Bersambung . . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s