CRUSHED – 4

CRUSHED – 4

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

******

Malam ini supermarket tempat Ify bekerja terlihat rame, karena sejak ditambahkan center point  pada latar halaman Supermarket yang menyediakan tempat duduk, meja dan wifi untuk pelanggan yang ingin nongkrong  disana. Manajemen Pemasaran  yang bagus, ide adanya center point  itu pun dari Ify. Sejak gadis itu masuk menjadi karyawan disana, banyak ide-ide yang ia sarankan kepada pemilik sehingga supermarket tersebut lebih maju.

“Terima kasih sudah berbelanja, datang lagi ya” ujar Ify kepada salah satu pelanggan terakhirnya.

Ify mengambil botol air minum yang ada disampingnya, kemudian ia meminumnya. Hari ini begitu melelahkan sekali. Ify melihat teman-teman lainnya sedang menata dan menghitung jumlah barang yang masuk. Karyawan yang kerja pada shift malam rata-rata adalah cowok semua, dan hanya Ify yang cewek.

Seorang pelanggan terlihat datang, pelanggan tersebut memakai jaket dengan kupluk yang menutupi kepalannya, pelanggan tersebut masuk kedalam supermarket dengan keadaan menunduk menatap ponsel yang sedang ia mainkan.

“Selamat datang, silahkan berbelanja dengan sen

Ucapan Ify terhenti ketika pelanggan tersebut mengangkat kepalannya dan menjalin eyes contac dengannya. Baik Ify maupun pelanggan tersebut nampak sama-sama kaget. Mereka saling menatap cukup lama.

“silahkan berbelanja dengan senang hati “ ulang Ify dan segera memilih mengalihkan pandangannya dari pelanggan tersebut.

Pelanggan tersebut ke meja kasir dengan membawa yogurt 2 box sedang. Ify mencoba tak menatap mata pelanggan tersebut. Ia dengan cepat segera melayani pelanggan didepannya itu. Berniat agar pelanggan tersebut cepat pergi saja dari hadapannya.

“Ah—,  jadi lo kerja disini “ suara berat tersebut nampak khas ditelinga Ify. Suara dingin dan penuh sindirian. Ify tak menjawabnya, ia mengikat kedua box itu mengunakan tali rafiah.

“Sepertinya gue akan menjadi langganan supermarket ini “ tangan Ify terhenti, ia menahan nafasnya untuk beberapa saat. Perlahan Ify mengangkat kepalannya dan mencoba menatap orang yang mengajaknya bicara barusan.

“Totalnya 157.000”

“Eh

“keluarin uang lo, lo nggak mau bayar?” ketus Ify dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda tadi. Orang tersebut berdecak sinis kepada Ify dan mengeluarkan dompet di saku belakang celanannya.

“Tambah rokok satu “ ujarnya, Ify sontak menatap kembali pria tersebut.

“Apa ? bukan buat gue !! “ ketus pelanggan itu membalas Ify

“Gue nggak nanya “

“Lagian gue malah bersyukur kalau yang beli itu lo, setidaknya umur lo nggak perlu panjang-panjang—“ lanjut Ify tanpa menatap lawan bicaranya. Mendengar ucapan Ify, orang tersebut mulai terdengar murka.

Orang tersebut dengan sengaja menjatuhkan bungkusan-bungkusan permen yang ditata rapi di depan meja kasir.

“YAAA!!!! RIYEL!!!” teriak Ify murka dengan apa yang dilakukan pelanggan tersebut.

“Emang gue Riyel ??”

“Eh—“

“Lo Rio ?” binggung Ify seketika itu.

Pria tersebut memincingkan senyumnya dengan sinis,

“Gue nggak akan ngasih tau “ ujar Pria tersebut dingin dengan melemparkan 3 lembar uang seratus ribuan ke wajah Ify.  Ify mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Rasa emosinya mulai memuncak kembali.

“Kembaliannya gue sedekahin buat lo “ teriak pria tersebut saat membuka pintu supermarket. Pria itu keluar begitu saja tanpa menatap wajah Ify dengan membawa 2 box yogurt yang sudah di bungkus rapi oleh Ify.

Sedangkan situasi didalam sedikit membuat Ify panas, ia memasukkan uang yang dibayarkan oleh pria tadi, kemudian Ify seera membereskan kekacauan yang dibuat oleh pelangannya tadi. Ify merasa hari ini memang sangat dan benar-benar mengesalkan, memberatkan. Hidupnya terasa tidak tenang.

*****

Ify benar-benar menyiapkan mentalnya ketika akan memasuki gerbang sekolah yang menjulang tinggi ini. Hari ini adalah hari kedua ia menginjakkan kaki di sekolah barunya tersebut. Sekolah yang benar-benar mengesalkan dan membuat emosinya naik turun setiap detiknya.

Ify menghelakan nafas beratnya, kemudian ia melangkahkan kakinya kembali memasuki halaman sekolah yang mulai ramai. Banyak pasang mata siswa-siswa lain yang keluar dari parkiran menatap dirinnya dengan tak enak. Namun, Ify tak mempedulikannya ia tetap saja terus berjalan.

*****

Ify masuk kedalam kelasnya, ia melihat banyak teman-temannya yang sudah datang. Terutama si duo kembar. Rio yang tidur manis di bangku pojok kanan paling depan dan Riyel sedang sibuk dengan ponselnya di bangku pojok belakang sebalah kanan.

Ify berjalan ke arah bangkunya, namun ketika dirinnya sudah sangat dekat dengan bangkunya berada, langkah Ify terhenti. Ia kaget melihat bangkunya penuh dengan tepung dan telur. Ify mencoba menahannya, ia mengigit bibir bawahnya agar emosinya tertahankan. Ify menghelakan nafas panjangnya beberapa kali.

Ify mengedarkan matanya, kemudian ia melihat ke arah Riyel dengan tatapan dingin dan menduga-duga apakah pria tersebut yang melakukannya.

“Apa lo natap-natap gue ?” sinis Riyel yang menangkap tatapan Ify. Namun, Ify dengan cepat mengalihkan kembali tatapannya. Ia segera berjalan keluar kelas berniat untuk mengambil air dan pel-pelan.

Ify berjalan ke arah kantin, ini untuk pertamanya Ify memasuki kantin dan Ify tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada kantin SMA ARWANA yang bisa dikatakan lebih mewah daripada restoran bintang 5 . Semuannya tertata dengan rapi.

Ify menyadarkan dirinnya, dan segera fokus pada tujuan awalnya ke kantin. Ify mencoba meminjam pembersih kepada salah satu petugas cleaning service.

******

Ify sudah mendapatkan segala peralatan yang ia butuhkan, dengan cepat Ify membersihkan bangkunya sebelum bel berbunyi. Teman-teman kelasnya nampak tak peduli dengan yang dilakukan Ify. Tak ada satupun yang membantunya, malah bisikan-bisikan tak jelas terdengar di telinga Ify. Namun, Ify tak mempedulikannya.

Tepat ketika bel berbunyi Ify sudah membersihkan bangkunya dan mengembalikan perlatan yang ia pinjam ke petugas cleaning service .

*****

Ify duduk di bangkunya dengan manis, sebelum menaruh tasnya diatas meja. Ify menyemprotkan parfurmnya diatas meja agar bau telur bisa tertutupi. Setelah tercium aroma yang lebih enak daripada tadi. Ify meletakkan tasnya.

10 menit kemudian, seseorang datang ke dalam kelas. Ify mengira yang datang adalah gurunya, akan tetapi yang memasuki kelas 2-Gold  adalah seorang gadis cantik, putih, tingi dan dandanan serba mewah menurut Ify. Gadis tersebut tak pernah Ify lihat, bahkan kemarin pun Ify tak melihat gadis ini di kelas ini.

Gadis tersebut memasuki kelas dengan langkah anggun namun tatapannya benar-benar sangat dingin, Kedua tangannya terlipat manis pada dadanya. Gadis tersebut berjalan mengara ke bangku Ify. Dan hal itu membuat Ify sedikit binggung.

“Lo berdiri !! “ ujar gadis itu tiba-tiba kepada Ify. Nada bicarannya terlihat seperti mengusir. Ify membelakakan matanya, terkejut tentunya. Tak mengetahui maksud dari gadis di sampingnya tersebut.

“Eh—“ kejadian ini nampak menarik perhatian anak-anak kelas terkecuali si duo kembar yang nampaknya terbiasa dengan kejadian seperti ini dan menyibukkan aktivitasnya.

“Lo budek? Minggir !! “ suara gadis itu sedikit meninggi dengan alis sebalah kanan terangkat.

“Ta—, tapi kan ini bangku gue” ujar Ify memberanikan diri. Jujur saja ia sedikit binggung siapa gadis ini.

“Gue bilang minggir ya minggir. Ini bangku gue !!! “ gadis itu menatap Ify dengan tajam setiap kata-kata yang keluar dari bibir gadis itu penuh penekanan.

“Gue nggak mau, kepala sekolah men—“

Gadis itu tiba-tiba menarik kerah seragam Ify dengan kasar dan membuat kancing baju Ify yang paling atas terlepas. Ify dua kali terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu.

“Gue bilang minggir, BODOH!!! “ tajam gadis itu masih dengan ekspresi seperti tadi.Emosi Ify mulai menyeruak, dalam hitungan detik Ify langsung membalas tatapan gadis itu lebih tajam. Ia benar-benar sudah kehilangan kesabarannya sekarang.

“Lepasin tangan lo!!! “ ujar Ify dingin, Ia mencoba melapaskan tangan gadis tersebut, namun gadis itu semakin erat mencengkram kerahnya dan membuat dirinya sedikit tercekik.

“Cish—, apa dikelas ini pelajaran utamanya mencengkram kerah orang lain” ketus Ify dengan suara pelan.

“Lepasin!!!” teriak Ify dengan nada yang lumayang keras, tangannya dengan kasar menepis tangan gadis itu sampai tangan gadis itu membentur meja. Teriakan Ify membuat anak se-isi kelas melihat kearah mereka berdua. Bahkan Rio pun langsung terbangun dan menatap ke belakang, dan Riyel yang tadinya sibuk dengan gadgetnya pun mulai tertarik menonton pertengkaran tersebut.

“Awwww—“ ringis gadis itu, ia melihat tangannya sedikit merah. Ify sendiri kaget dengan kejadian barusan. Ia sama sekali tak bermaksud seperti tadi. Ify nampaknya telah membangunkan singa yang tertidur.

“ LO!!!!!”

PLAAAAKKKKK

Semua anak kelas 2-Gold  membuka mata dan mulut mereka lebar-lebar, ketika satu tamparan terlayangkan pada pipi Ify. Bahkan suara tamparan tersebut membuat bulu roma beberapa anak berdiri.

“GUE BILANG BERDIRI YA BERIDI!!! “

“LO MAU GUE TAMPAR LAGI ??”

“LO CARI MATI SAMA GUE !!! “

Ify menunduk sambil memegangi pipi kanannya yang terkena tamparan. Se-umur hidupnya, ini adalah tamparan pertama yang ia alami dan ia terima. Ify menahan agar air matannya tak terbentuk, namun emosi yang sedari tadi sudah memucak dan sekarang rasanya sudah meledak tak bisa Ify tahan lagi.

Perlahan Ify berdiri dari kurisnya, kemudian ia menatap gadis tersebut dengan dingin dan sinis, Tatapan mematikan yang pertama kali ia tunjukkan. Ify membuang nafas beratnya terlebih dahulu. Setelah itu, tanpa menunggu aba-aba Ify langsung menarik kerah gadis tersebut dengan cengkraman yang erat, bahkan dua kancing segaram gadis itu terepas begitu aja.

“Woooo—“ suara riuh anak-anak terdengar. Rasa tak percaya mereka dengan kejadian ini. Mereka geleng-geleng dengan apa yang dilakukan oleh Ify.

“Gila tuh cewek”  ujar Riyel sangat pelan sekali, ia juga sama terkejutnya dengan anak-anak lain.

“Gue sudah bilang kan sama lo? Itu bangku gue yang diberikan kepala sekolah kemarin”

“Dan, kalau lo ingin minta? Minta baik-baik, SAMPAH!!”

 

 

“Lepasin tangan lo dari baju gue!!! “ gadis itu nampak mulai bergetar, kedua matannya bergerak tak pasti, tatapan Ify membuatnya mulai takut.

“I—, Ify kamu di suruh ke ruang kepala sekolah sekarang “ ujar ketua kelas terbata-bata.

Mendengar hal tersebut, Ify segera melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju gadis itu. Namun, tatapannya masih sedingin tadi, Ify berjalan keluar dari bangkunya, Ia melewati gadis itu dengan sengaja menabrak bahu kirinya dengan sedikit kasar. gadis itu hanya memincingkan matannya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ify barusan kepadannya.

“Ah—, sepertinya gue mulai terbiasa dengan pelajaran utama kelas ini “  sinis  Ify yang tiba-tiba berhenti di depan pintu sebelum ia meninggalkan kelas. Ia sama sekali tak membalikkan badannya. Anak-anak yang lain nampak binggung dengan ucapan Ify barusan.

“Hati-hati sama kerah kalian !!!“  dingin Ify kemudian melanjutkan langkahnya kembali.

1 kalimat seperti teror bagi kelas ini. Kata-kata Ify barusan berhasil membuat merinding anak-anak kelas. Bahkan beberapa anak memegangi kerah mereka dan membenahkan kancing serta dasi mereka dengan benar.

Tiba-tiba Riyel bangkit dari kurisnya, ia berjalan melewati gadis tadi sambil memainkan gadgetnya. Tak menatap gadis itu sama sekali. Namun, Riyel berhenti selama beberapa detik.

“Ck—, nggak usah sok kuat” bisiknya sangat pelan. Kemudian melangkahkan kembali langkah kakinya.

“Apa maksud lo??” ketus gadis itu membalikkan badanya ke arah Riyel yang hampir sampai pada ujung pintu. Gadis itu mulai melipatkan tangannya kembali ke dadanya.

“Gue nggak mau ngasih tau” jawab Riyel kemudian keluar dari kelas dengan santai.

“AISSHHH!!!!! BRENGSEK!!! “

Nampaknya Riyel semakin membuat emosi gadis tersebut memuncak, Gadis itu melihat tas Ify yang ada di atas meja. Ia pun dengan kasar dan tak berperasaan melempar tas Ify ke depan kelas dan membuat tas itu terhantam papan tulis. Kemudian dengan santai dan seolah tak ada beban gadis itu duduk di bangku Ify.

“Apa lo lihat-lihat semua!!!” kesal gadis itu. Anak-anak kelas pun segera mengalihkan pandangan mereka dan mencari kesibukkan sendiri.

******

          Ify merapikan seragam dan rambutnya. Ia mengencangkan dasinya agar kancing baju atasnya yang lepas tak terlihat. Setelah merasa dirinnya terlihat membaik, ia masuk kedalam ruang kepala sekolah.

“Selamat pagi, Mrs. Ara” sapa Ify mencoba menyunggingkan senyuman.

“Selamat Pagi Ify, silahkan duduk” balas Mrs. Ara. Ify mengangguk dan mengikuti perintah Mrs. Ara.

Mrs. Ara mengeluarkan sebuah kotak box dan menyerahkannya di hadapan ify, kotak box itu membuat Ify sedikit binggung, karena memang ia tidak tau apa isi didalamnya. Ify sendiri tak berniat bertanya, karena ia yakin Mrs. Ara dengan sendirinya akan menjelaskan padanya.

“Ini adalah T-pad kamu, saya memesankan khusus untuk kamu“ seperti dugaan Ify wanita paruh baya ini membuka suaranya kembali dan menjelaskan apa kotak box tersebut.

“Terima ini” lanjutnya, Ify mengangguk sambil menerima kotak box tersebut.

“Itu hadiah dari saya—“ Ify menatap sang kepala sekolah dengan kaget.

“Hadiah? “ binggung Ify

“Karena kamu mampu mendapat A+ di hari pertama kam dan kamu adalah murid pertama yang berhasil mendapatkan nilai sempurna dari Prof. Mike “ jelas Mrs. Ara. Ify mencoba tersenyum, namun terlihat sekali senyumannya masih canggung.

“Jaga baik-baik T-pad itu, karena saya yakin gaji kerja kamu di tiga tempat tidak akan cukup membeli Tipad tersebut “ ucap Mrs. Ara dengan nada serius.

“Jika itu rusak, saya tidak peduli. Kamu harus beli sendiri dengan uang kamu”

Ify mengangguk-angguk mengerti, kalimat Mrs. Ara barusan tak ditangkap Ify seperti hinaan, namun lebih pada keistimewaan hadiah yang diberikan kepada Mrs. Ara yang sepertinya sangat menyukai dirinnya.

“Makasih Mrs. Saya akan menjagannya dengan baik-baik” ujar Ify dengan sungguh-sungguh. Mrs. Ara mengangguk dan memberikan senyum terbaiknya kepada Ify.

“Yasudah, kamu kembali ke kelas. Belajar yang rajin “

“Iya Mrs “

Ify pun berdiri dari kursi dan tak lupa membawa T-pad barunya, entah  mengapa semua rasa kesal akibat kejadian beberapa menit yang lalu langsung hilang, Ify sangat senang sekali dengan pemberian Mrs. Ara tersebut.

“Oh ya—, darimana Mrs. bisa tau saya kerja di tiga tempat?” tanya Ify yang tiba-tiba. Mrs. Ara nampak terkejut dengan pertanyaan Ify.

“Ah—, diberkas kamu ada “ jawab Mrs. Ara sedikit tidak meyakinkan bagi Ify. Namun Ify megiyakannya saja dan melanjutkan langkahnya keluar dari ruang kepala sekolah.

*****

Ify masuk kedalam kelas yang masih tidak ada gurunya. Ify menatap tas warna navi.nya tergeletak lemah di depan. Ify mencoba tak peduli, dan tak ingin menghilangkan mood baiknya. Ia segera mengambil tasnya.

“Oh, dia anak baru. Gue kira anaknya cleanning service yang lagi nyamar jadi murid “ suara tersebut berasal dari gadis yang sudah duduk manis di bangku ify. Ify menatap gadis itu sekilas setelah itu tak mempedulikannya. Ify segera mencari bangku lain, dan yang kosong hanya tinggal satu. Yaitu bangku yang berada di samping bangku “RIYEL”

 

 

          Ify meneguk ludahnya, ia menatap bangku tersebut setengah miris. Namun, tak ada pilihan lain. Ia berjalan ke arah bangku barunya tersebut dengan langkah setengah hati.

****

Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya masuk dengan membawa beberapa lembaran kertas. Wanita tersebut memakai kacamata dan terlihat seperti guru killer. Karena ketika beliau masuk, anak-anak yang sebelumnya agak rame langsung terdiam seribu bahaasa. Bahkan Rio yang biasanya tidur, kini dengan otomatis terbangun. Dan nampaknya dari situasi tersebut, Ify mengerti peran dari guru tersebut di sekolah ini.

“Keluarkan T-pad kalian semua “ ujar sang guru dengan nada tegas. Para murid pun segera melakukan perintahnya.

Ify pun mulai membuka kotak box yang diberikan kepala sekolah. Ia melihat sebuah T-pad dengan sebuah casing  berwarna navi yang dibelakangnya bertuliskan ukiran “ Alyssa Ify N. “. Ify sangat senang sekali menerimanya dan baginya casingnya sangatlah cantik.

“Buka File-3 dan kerjakan perintah tersebut dengan benar dan jawab dengan tepat “

Mereka semua mulai meng-klik  File-3 yang dimaksudkan. Disana terdapat 1 soal perintah. Semuanya membaca dengan baik-baik soal tersebut. Setelah membaca soal itu, tak ada murid satu pun yang mulai mengerakan pen  mereka. Wajah mereka terlihat sangat frustasi ketika melihat 1 soal itu. Bahkan Ify Rio pun sama seperti yang lainnya.

“Saya beri waktu 15 menit, jika satu kelas tidak ada yang bisa mengerjakannya. Semuanya akan saya beri nilai D tanpa terkecuali”

Mendengar ancama menyeramkan itu, anak-anak kelas mulai menggabung menjadi kelompok. Inilah cara guru mereka membuatkan kelompok pada kelas 2-Gold  yang ter-famlous individualis.nya.

Rio bangkit dari tempat duduknya dengan membawa kursi dan T-pad.nya, semua anak langsung menatap Rio binggung, kaget dan penuh tanda tanya. Karena sejak dulu Rio tak pernah mau bekerja sama atau kerja kelompok dengan siapapun. Ia akan menyelesaikannya sendiri. Bahkan Riyel juga nampak terkejut dengan apa yang dilakukan sudara kembarnya itu.

“mau kemana dia ?” tanya Riyel dengan nada suara pelan dan ekpresi wajah setengah binggung. Ia menatap saja saudara kembarnya itu.

Rio menyeret kursinya dan berjalan ke belakang. Sampai akhirnya ia berhenti di bangku Ify, ia meletakkan T-pad.nya diatas meja Ify kemudian duduk manis di kursinya yang sudah ia taruh di sisi sebelah bangku Ify.

“Waaahhh—“ riuh anak-anak kelas yang tak percaya dengan hal tersebut. Bahkan sang guru pun nampaknya ikut kaget dengan kejadian ini.

“Kayaknya lo sarapan sentrat tadi pagi “ ujar Riyel yang tepat berada di belakang Rio. Tapi Rio nampaknya tak peduli dengan anak-anak kelas lainnya.

Rio menatap ke Ify yang juga menatpnya binggung tanpa kedip. Rio menoyor kepala Ify dan membuat gadis itu langsung tersadar.

“Ayo kerjain” ujar Rio dan mengambil T-padnya.

“Heh? —“ binggung Ify masih tak mengerti.

“Lo mau kita dapat nilai D seisi kelas ?” kesal Rio melihat ekspresi Ify yang benar-benar polos.

“Lo ngapain disini ??” tanya Ify masih binggung.

“Lo ngaak lihat anak-anak lain lagi kerja sama biar bisa mecahin soal ini “

“Waktu kalian tinggal 12 menit lagi “ teriak sang guru.

Rio mulai kehilangan kesabaran karena Ify banyak tanya,  Ia pun memegangi kepala Ify dan dengan sedikit kasar mengarahkan kepala Ify pada T-pad  gadis itu.

“Fokus soalnya!!!”

Melihat Rio dan Ify fokus mengerjakan soal dengan serius membuat anak-anak yang lain bernafas legah dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Karena mereka memiliki kepercayaan dan harapan kepada dua makhluk dengan otak brillian tersebut.

Riyel meletakkan T-pad.nya, setelah itu memperhatikan dua orang di sampingnya tersebut, mereka berdua nampak serius mengerjakannya dan saling membantu dan mengoreksi jawaban masing-masing, dan entah mengapa Riyel merasa mereka berdua terlihat sangat dekat.

“Saya sudah selesai Mrs. Terry ” ujar Riyel sambil mengangkat tangannya. Rio langsung berhenti mengerjakannya. Raut ekspresinya nampak berubah dratis.

“Saya akan mengeceknya “ balas Mrs. Terry dan  segera membuka T-pad.nya. Ia mengecek jawaban yang dikirim oleh Riyel.

Anak-anak kelas tak ada yang kaget dengan hal itu terkecuali Ify tentunya. Ia tak menyangka orang seperti Riyel  bisa mengerjakan soal sesusah ini. Bahkan Ify saja masih belum menyelesaikan jawabannya.

“Pasti jawabannya salah, mana mung—“

“Jawabanya benar semua Riyel! “ujar Mrs. Terry tanpa senyum.

Riyel tertawa penuh kebanggan, semua anak kelas menoleh ke arahnya dengan mengangkatkan jempol dan berterima kasih kepada Riyel. Sedangkan Ify menatap Riyel dengan tatapan masih tak percaya, dan Rio masih saja menunduk sambil mencengkram erat pen.nya.

“Kalian semua hutang  budi sama gue “ ujar Riyel sambil menunjuk teman-temannya satu persatu.

“Lo kalah lagi dari gue, pencundang “ ujar Riyel kepada Rio sambil melemparkan gumpalan kertas berbentuk lingkaran ke kepala Rio.

Rio menahan amarahnya, ia pun seera berdiri dari kursinya dan meraih T-pad.nya. Dan sebelum ia kembali ke bangku asalnya. Rio menatap Ify dengan ekpresi wajah tak enak.

“Sepertinya Prof. Salah ngasih nilai A+ ke orang bodoh kayak lo “

Ify membelakakan matannya melihat kepergian Rio yang meninggalkan kalimat menyebalkan seperti itu. Ify mendesis kesal. Ia kemudian menioleh ke arah Riyel yang tersenyum sinis ke arahnya. Ify pun tak segan-segan membalas senyuman Riyel lebih sinis.

“Kirim jawaban kalian, saya tunggu sampai bel istirahat berbunyi. Sekian pelajaran hari ini “

Mrs. Terry meninggalkan kelas, setelah itu seisi kelas mulai fokus untuk mengerjakan tugas tersebut. Riyel mengirimkan jawabannya ke teman-teman kelasnya semua. Ify pun mencocokan jawabannya dengan jawaban Riyel .

“Padahal sama, kurang dikit aja “ sesal Ify yang baru pertama kali merasakan sebuah kekalahan. Jawaban yang ia kerjakan tak ada bedanya dengan jawaban Riyel. Ia hanya  kurang mengerjakan conclusion akhirnya saja.

*****

Bel istirahat berbunyi, anak-anak berhamburan ke kantin sekolah. Riyel dan Rio juga ke kantin bersama dengan Acha. Awalnya mereka berdua menolak ajakan nenek lampir satu itu, namun akibat ancaman Acha mau tak mau mereka berdua menurutinya.

Ify juga tertarik ingin mencoba masakan disana, toh ia tidak usah membayar. Karena semua fasilitas yang ada di SMA ARWANA adalah gratis, bagi murid lain yang tidak mendapat beasiswa atau membayar normal, semuanya sudha termasuk biaya operasional yang dibayarkan di awal ketika mereka masuk di sekolah ini. Yang tentunya harganya tak main-main.

Ify berjalan sendirian menuju kantin, namanya semakin gencar di bicarakan oleh anak-anak lain. Kejadian tadi pagi sudah menyebar dengan cepat. Sepanjang koridor kelas sampai ke kantin telinga Ify rasanya panas sekali.

“ Lihat aja, dia pasti jadi santapan Ashil setiap hari “

 

 

“Gila tuh anak baru Kemarin Rio sama Riyel dan hari ini Ashil. Hebat!! “

 

 

“Dia? Ashil?? Cari mati dia “

 

 

“Sebenarnya apa yang hebat dari cewek itu. Sok banget!! “

Ify tak peduli dan langsung masuk saja ke kantin. Dari pembicaraan murid-murid tadi hanya satu info yang ia masukkan kedalam telingannya tanpa ia keluarkan kembali. Bahwa gadis yang menamparnya tadi pagi bernama Ashil , dan sepertinya gadis itu terkenal sekali di sekolah ini dan terlihat di takuti banyak murid.

Ify sudah mengambil makanan, ia berjalan untuk mencari tempat duduk. Semua anak yang berada di kantin melihatinya. Ify tak menemukan ada meja yang kosong terkecuali dua meja yaitu meja gadis yang menamparnya tadi yang sedang makan sendirian dan meja Acha, Rio, Riyel terdapat sisa satu kursi.

Ify menghela nafas berat, kenapa untuk makan saja rasanya banyak sekali rintangannya. Jika disuruh memilih lebih baik Ify tidak memilih kedua-duanya, namun jika sudah tidak ada pilihan, ia masih mending memilih duduk dengan Acha, Rio dan Riyel. Ify pun segera melangkahkan kakinya ke meja 3 orang tersebut.

SREEKKK

“Sorry—, mejany udah penuh “ujar Riyel dengan kasarnya menendang kursi kosong yang ada di sebelahnya. Kursi tersebut tergeletak begitu saja. Semua murid terfokus dengan kejadian ini. Banyak pasang mata yang melihatnya.

Ify berdiri diam beberapa saat dengan mata tertunduk. Ia kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap Riyel.

“Kok lo pede banget sih, gue mau duduk disebalah lo “

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Ify langsung berjalan meninggalkan Riyel yang nampak terkejut dengan ucapan Ify.

“HUAKAKAKAKKAKA—“ tawa Acha langsung membeludak sambil menunjuk wajah Riyel yang sudah memerah akibat menahan emosi.  Riyel bahkan mendengar murid lain yang juga ikut tertawa walaupun tak selepas Acha.

“Gue kalah sama lo, tapi lo kalah sama cewek. Siapa yang lebih pecuncang !! “ umpat Rio tanpa melihat Riyel, ia fokus dengan makannya.

“Brengsek!! “ mendengar hinaan dari Rio semakin membuat Riyel memuncak. Ia kemudian berdiri dari kursinya sambil membawa makannya yang belum habis.

“Mau kemana anak itu??” heran Acha, matanya mengikuti kemana Riyel akan pergi.

Ify tidak ada pilihan lain selain makan dengan gadis yang menamparnya tadi pagi yang tak lain bernamakan Ashil . Sejak kejadian tadi, hanya gadis ini yang nampak tak peduli. Ia fokus sekali dengan makannya yang hanya brisikan sayur tanpa peduli dengan sekitarnya.

Ify berdiri di depan Ashil, namun gadis itu tak bergeming sedikit pun, ia menganggap seolah ify tidak ada. Namun, ketika Ify akan meletakkan tempat makannya diatas meja, ia merasakan kepalannya basah.

“Lo harus makan dengan kenyang, penjaga supermarket!! “ suara berat tersebut terdengar dari belakang Ify. Yah, Riyel menuangkan makannya ke atas kepala Ify dan membuat kepala Ify sekarang berisikan makanan 4 sehat 5 sempurna..

 

 

“AAIISSHHHH!!! APA YANG LO LAKUIN !!!! KENA BAJU GUE KAN “ alih-alih harusnya Ify yang marah, melainkan gadis depan Ify mulai berkoar sambil membersihkan beberapa noda yang mengenai seragamnya.

“Lo diem!!! Urusan gue dengan penjaga supermarket satu ini!! “ tajam Riyel kepada Ashil, namun gadis itu terlihat tak terima.

“Lo berdua buat mood gue tambah jelek!!! “

Ashil meraih gelas minumannya yang berisikan susu putih, kemudian tanpa babibu atau menunggu aba-aba Ashil menyiramkan isi minumannya ke arah Ify dan Riyel. Dengan tragis susu putih itu mengenai wajah Ify dan beberapa mengenai baju Riyel.

“Waaahhhhh—“ seru murid-murid yang ada di kantin tersebut. Bahkan penjaga kantin pun nampak menikmati tontonan gratis tersebut.

“Makan tuh Susu!! “ kesal Ashil kemudian meninggalkan kantin.

Riyel membersihkan seragamnya yang sedikit basah dengan sapu tangan yang selalu ia taruh di celananya. Sedangkan keadaan Ify saat ini benar-benar tak bisa tergambarkan lagi. Wajahnya penuh dengan susu putih akibat siraman dari Ashil, rambutnya basah dan berbau amis akibat ikan, nasi, telur dan sayuran yang juga di siramkan di kepalannya. Kuah dari makanan tersebut pun telah berjatuhan mengenai seragamnya.

Ify menatap makanan yang ada di depannya. Ia berniat ingin membalas apa yang dilakukan oleh Riyel. Namun, ia berfikir itu semua sepertinya tidak ada gunanya. Perlahan ify membalikkan badanya. Ia menatap Riyel dengan tatapan dingin.

“Lo puas sekarang ?”  tanya Ify dengan suara pelan dan tanpa ekspresi. Wajahnya benar-benar dingin. Riyel mendapat pertanyaan dan tatapan tersebut langsung kebingungan.

“Cish—, sepertinya sangat puas!! “

Ify kemudian membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan kantin yang langsung ramai. Riyel mematung disana, tak mengerti apa yang diucapkan oleh Ify barusan. Dan entah menagapa ia merasa sedikit bersalah Mungkin? .

“Bodo amat!! “ ujar Riyel dengan cepat menyadarkan dirinnya sendiri.

****

Ify memilih tidak masuk di jam pelajaran selanjutnya, ia membersihkan badanya di toilet cewek. Mengganti pakaiannya dengan baju olahraga yang ada di lokernya. Ify benar-benar tak bisa habis fikir dengan apa yang dilakukan oleh Riyel. Mungkin bukan hanya Riyel saja melainkan gadis yang menamparnya tadi pagi juga.

Ia tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya di sekolah baru akan se-sulit ini dan setidak menyenangkan ini. Padahal Ify berharap ia dapat sekolah dengan tenang dan lulus dengan tenang. Ia tidak pernah berharap apapun di sekolah ini. Ia tidak berharap akan mengalami kisah romance  yang indah seperti drama-drama atau sinetron,  bahkan untuk memiliki sahabat dekat saja ia tak mengharapkannya. Sama sekali. Yang ia harapkan hanya sekolah dengan cepat dan lulus dengan cepat tanpa ada hambatan yang menganggunya.

Namun, kini semua harapannya mungkin 100% sirna sudah, semuanya tidak akan pernah terjadi. Harinya akan terasa semakin sulit. Apakah ia harus kembali ke sekolahnya yang dulu saja ?

Ify keluar dari toilet dengan membawa seragamnya yang kotor, Ify berjalan menelusuri koridor yang sepi. Karena memang semua murid sedang menjalani pelajaran jam kedua. Ify sudah tak ada niat lagi untuk kembali ke kelas.

Langkah Ify terhenti di depan perpustakaan yang berada di lantai 2. Ify pun memilih untuk berdiam di perpustakaan saja. Mennggu jam pelajaran ke-2 selesai. Toh, dia juga belum pernah menjamahkan kakinya disana.

****

Tak banyak murid yang berada di perpustakaan, Suasana sepi, hening dan sangat nyaman sekali terasa di perpustakaan ini. Ruangan perpustakaan sangatlah luas. Bahkan bisa dikatakan seperti sebuah  Hall.

Semua buku tertata dengan rapi, dan segala fasilitas perpustakaan terlihat sangat lengkap. Mulai dari kursi, meja, beberapa ruang yang memang disediakan untuk rapat atau diskusi, proyektor, dan beberapa laptop tersedia semua disana.

Ify berjalan ke salah satu bangku yang ada di pojok perpustakaan. Ia duduk disebalah jendela, sehingga Ify dapat melihat jelas pemandangan diluar dan dibawah, Ia dapat melihat lapangan olahraga yang sangat luas, rumuptan hijau terbentang dihadapan mata Ify. Lapangan olahraga tersebut berada tepat di samping sekolah.

Ify melihat siswa dan siswi sedang berolah raga disana. Tak lama kemudian, Ify memilih mengalihkan pandangannya. Ia menatap ke sekitar perpustakaan. Terlihat sangat membosankan dan tak ada yang menarik. Seperti biasa, Ify menghelakan nafas beratnya berulang-ulang.

“Apa gue harus balik ke sekolah yang dulu?”

“Disini terlalu menyebalkan”

“Sekolah ini sama sekali nggak cocok sama gue “

“Baru hari kedua, Bagaimana hari ketiga? Ke empat? Kelima? Dan seterusnya ??”

“Oh tuhan!!”

Perlahan Ify menaruh kepalanya diatas tangan yang sudah ia lipatkan diatas meja. Ia merasa semua otot ditubuhnya mengencang. Rasa pegal benar-benar menjalar di kaki dan lengannya. Perlahan Ify mencoba menutup matanya, Sampai akhirnya gadis ini benar-benar terlelap.

*****

Bersambung . . . . .

One thought on “CRUSHED – 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s