My Teacher Is My Husband – 1

My Teacher Is My Husband – 1

“MTMH”

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

****

Alys membawa buku tugas bahasa jepang teman-teman dikelasnya untuk dikumpulkan di ruang guru. Demi apapun di dunia ini, Jika setiap hari ia disuruh untuk mengumpulkan tugas bahasa jepang dia akan secepat kilat mau melakukannya. Kenapa hal itu rela ia lakukan ? tentu saja karena guru yang mengajar jepang tersebut begitu membuatnya terpanah.

Alys menyunggingkan senyum paling manis yang ia punya kepada guru muda yang ada di depannya ini. Memang benar, guru tersebut mempunyai good looking  yang dapat membuat gadis manapun akan terpana bahkan melting setiap detiknya. Kulit putihnya dan wajahnya yang tampan sekalipun tidak akan membuat bosan saat melihat guru tersebut. Postur tingginya dan dada bidangnya terlihat mendekati sempurna. Benar-benar pria idaman wanita . Ditambah umurnya yang masih 23 tahun.

Guru tersebut menatap Alys dengan aneh. Ia tentu saja tau bahwa muridnya yang satu ini begitu tergila-gila kepadannya. Dan selama 4 bulan ia mengajar disini ketakutannya akan muridnya yang satu ini semakin menjadi. Alys selalu bertindak aneh di depannya. Dan membuatnya sedikit risih.

“Sensei apa ada yang Alys bantu ??”ujar gadis ini sedikiy mengejutkan guru yang biasanya dipanggil sensei tersebut.

“Tidak ada. Kamu boleh kembali ke kelas. Terima kasih Alys.”

“Hai!!. . . “Alys tersenyum lagi dan ia masih tetap berdiri di depan meja sensei tersebut. Membuat senseinya semakin risih.

“Alys ada apa lagi ?”Alys menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal. Terlihat dari wajahnya ia ingin mengucapkan sesuatu hal yang penting untuk guru tercintannya  ini.

“Hmmmm. . Sensei . . .mmm. . .  . itu .. mmm . Nanti sore Alys boleh main kerumah sensei lagi gak ??”sensei tersebut membelakakan matanya. Membayangkan gadis ini berkunjung kerumahnya lagi ??. Oh my god ! baginya adalah sebuah malapetaka yang besar.

“Maaf Alys nanti saya ada acara saya lagi sibuk. Dan silahkan kamu bisa kembali ke kelas kamu. Sekarang !!”ujar sensei dengan sedikit penekanan pada nada suarannya. Alys menghelakan nafas sedikit kecewa. Ia mengangguk dihadapan senseinya lantas berjalan keluar dari ruang guru.

Banyak guru yang hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng melihat kelakukan Alys. Tentu saja stau sekolah sudah mengetahui tentang berita Alys yang mengejar cinta sensei tersebut. Bahkan Alys tak akan segan-segan mengomeli siapapun yang berani mendekati sensei itu.

***

Alys memasuki kelasnya kembali. Ia saat ini duduk di kelas XII-IPA 2. Senyumnya tak ada henti ia kembangkan. Wajah sensei tersebut selalu terbayang setiap saat di fikirannya. Namun Alys langsung terdiamketika sepasang mata menatapnya dengan tatapan entahlah. Alys menghelakan nafas beratnya. Ia mengalihkan pandangannya  dari orang tersebut. Alys buru-buru duduk di bangkunya.

“Aisshh . . .”desis Alys sedikit kesal. Hana teman sebangku Alys menolehkan wajahnya merasa heran dengan sahabatnya ini. Tidak biasanya Alys cemberut setelah menemui sensei tersayangnya tersebut.

“Kenapa loe? Ditolak sama sensei Bima ??”Alys malah semakin mendesi kesal dengan ucapan hana. Ia menatap hana dengan wajah sedikit cemberut.

“Gue ada salah apa sih sama si Radit ? setiap hari dia ngelihatin gue sinis banget. Kayak gue itu musuh bebuyutannya. Bukannya gue juga udah nyerahkan ngejar dia . Gue sadar gue bukan typikal gadis pilihannya. Gue milih mundur setelah 2 tahun gue harus memendam perasaan gila gue yang terdalam. Dan sekarang gue khilaf suka sama cowok kayak dia !!”cerocos Alys tak ada spasi satu pun membuat hana hanya benggong saja.

“Dia selalu ngelihatin gue dingin banget !! Lihat aja sekarang. Pasti dia masih ngelihatin gue kayak kambing gila”Hana menoleh ke belakang, memastikan benar apa tidaknya ucapan sahabatnya ini. Dan benar saja hana langsung meneguk ludahnya beberapa kali. Ia langsung menoleh kembali ke depan tak berani menatap tatapan Radit ke Alys yang sangat mematikkan.

“Al . Si radit  .. itu . . Si radit . .itu . .. sumpah nakutin banget “

“Tuh kan ? loe aja takut . dimana gue ?. Aisshh. .Bisa gila gue sekelas sama dia lagi. Masak iya 3 tahun gue sekelas terus. Takdir atau musibah sih . . “

“Jangan bilang kayak gitu. Dulu-dulu juga loe cinta mati sama dia. Yah . . walau si radit gak balas perasaan lo . . “

“Ssttt . gak usah bahas masa lalu !! Diem !!”tukas Alys tajam dan membuat hana memilih diam kembali. Alys pun menyibukkan dirinya dengan membaca buku bahsa jepangnya. Sejak sensei bima masuk menjadi guru baru disini, sejak itulah Alys sangat menggilai pelajaran tambahan Bahasa jepang dan tentunya menggilai sang pengejar juga.

****

Keesokan Harinya . . .

 

Jadwal pelajaran bahasa jepang di kelas Alys seminggu 2x setiap pertemuannya 1 jam. Dan hari ini pun pelajaran tersebut sedang berlangsung di kelas Alys. Gadis ini selalu semangat 45 jika melihat sensei Bima. Sebenarnya bukan hanya Alys saja, gadis-gadis lainnya dikelas in pun sama seperti Alys. Namun gadis bernama Alys ini yang paling nampak diantara yang lainnya.

“Tutup buku kalian !! kita akan adain ulangan dalam waktu 15 menit. Saya akan hanya memberikan 1 soal saja!!”ujar Sensei Bima tegas dan membuat suara sorak-sorai kelas ini keluar dengan ramai. Tentu saja bukan sorakan kebahagian melainkan kesialan . Namun bagi Alys itu bukan masalah. Ia malah sangat semangat sekali. Karena tujuannya adalah menunjukkan ke Sensei Bima bahwa ia sangat pandai bahasa jepang.

Hana sudah pusing bukan kepalang, takut ia tidak bisa menjawab, sedangkan sahabat disebelahnya nampaknya lebih dari siap. Sensei bima mulai berputar membagikan selembar kertas  yang hanya berisikan 1 soal.

Dan saat soal tersebut berhenti di meja Alys, gadis ini langsung membelakakan matanya tak percaya. Dari ekspresi wajahnya ia terlihat kebingungan. Ini bukanlah bab yang ia pelajari selama ini. soal yang ada dikertas Alys semuanya bertuliskan huruf “Kanji”. Bayangkan !!  Untuk mempelajarinya saja rasanya hidup mati apalagi ini ia dihadapkan dengan soal yang sama sekali ia tak mengerti.

Alys mengedarkan pandagannya ke seluruh ruangan. Nampak semua teman-temannya bisa mengejarkan soal-soal mereka.  Hana, teman sebangkunya pun senyum-senyum dan begitu lancar mengisi soalnya.

Alys menatap Sensei Bima yang ada didepan. Sensei Bima seolah bersikap seperti tidak ada apa-apa. Alyss memberanikan diri mengangkat tangannya.

“Oh ya. Jika ada yang sampai dapat nilai nol. Silahkan maju kepepan menerima hukuman “

Gleeekkk

Alys menelan ludahnya dalam-dalam.  Ia menurunkan kembali tangannya. Sedikit takut untuk bertanya kepada sensei bima. Namun mau bagaimana lagi. Berani tidak berani ia harus bertanya kepada sensi itu.Atau dia akan mendapatkan hukuman.

“Sen .. sei .. .”panggil Alys dan membuat sensei bima langsung menoleh ke arahnya. Bahkan anak sekelas pun menatap Alys.

“Soal Alys  . . kok be … “

“Kerjakan saja. Saya sudah buat soal yang paling mudah untuk kalian semua”ujar sensi bima enteng. Alys membelakakan matanya sekali lagi. Ini loe bilang gampang ?? Pliss !! . Alys mendengus sedikit kesal. Jujur saja ia paling tak suka jika ia menjadi yang terakhir. Ia selalu takut dengan hukuman. Dan ia bisa saja menangis jika ia dimarahi oleh guru atau yang lainnya. Dan karena pedoman yang itu Alys selalu mendapat peringkat satu di kelasnya sejak kelas 1.

Dan kali ini untuk pertama kalinyalah dirinya tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh gurunya. Dan rasanya  begitu menakutkan buatnya. Alys terus cemas. Ia mengetuk pensilnya beberapa kali. Mencoba untuk memecahkan soal ini. Namun sebagaimanapun ia berusaha. Tetap saja ia tidak tau maksud dari soal ini. Alys tidak pernah belajar huruf kanji. Karena huruf tersebut hanya diajarkan kepada anak bahasa.

“15 menit berakhir skarang kumpulkan !! hitungan ke 5 yang tidak mengumpulkan silahkan maju kedepan !!”

“satu . . . .”semua anak pun lansung bergegas maju kedepan untuk mengumpulkan hasil pekerjaan mereka. Sedangkan Alys masih ragu untuk maju.

“dua . . . “Alys sudah berdiri namun ia tak berani berjalan kedepan. Menatap lembar soalnya yang masih kosong. Raut wajah Alys penuh kecemasan.

“tiga . . . “tak ada pilihan lain untuk gadis ini. Ia pun langsung maju kedepan dan memberikan lembar jawabannya begitu saja kepada sensei Bima. Siap tak siap ia harus menerima hukuman yang aan diberikan oleh sensei Bima.

10 menit anak-anak dikelas ini diam. Mungkin cemas akan nilai mereka nanti. Sedangan sensei Bima dengan gerakan cepat mengoreksi dan memberikan nilai pada lembar jawaban murid-muridnya. Dari smeua murid wajah Alys lah yang sudah tak dapat dijabarkan. Rasanya ingin menangis saja saat ini.

“baiklah. .saya akan umumkan nilainya . .”ujar sensei Bima dan sedikit melirik ke Alys yang memejamkan matanya takut.

“Semuanya mendapatkan nilai 100 kecuali 1 orang . . “rasanya separuh raga Alys menghilang dari tubuhnya. 1 orang ??? yah tentu saja dirinya. Siapa lagi jika bukan dirinya. Mengisi satu huruf saja disana sama sekali tidak ia lakukan.

“Alys Fresya Rafysya  silahkan maju kedepan !”akhirnya nama tersebut terpanggil juga. Semua mata dikelas tersebut membelakak terkejut. Buat mereka itu adalah hal yang tabu . karena tidak mungkin seorang Alys tidak bisa mengerjakan soal bahasa jepang.

Alys melangkahkan kakinya kedepan dengan gontai. Tangannya sudah mengelurkan keringat banyak. Kecemasan semakin memutari dirinyya. Sensei Bima memegang kertas jawaban Alys dengan kuat-kuat.

“Kamu tau kesalahan kamu apa ??”

“Tau sensei. “

“Kenapa kamu tidak bisa mengerjakan soal semudah ini?? Apa kamu sebodoh itu ??”Alys seperti mendapat tamparan  keras di wajahnya. Ia seperti seorang terdakwa yang tak bersalah. Baru pertama kali dihidupnya ada yang membentaknya dan mengatakan dirinya bodoh !!.

“Katanya kamu pintar bahasa jepang ? lihat saja teman-teman kamu bisa mengerjakan soal yang saya berikan. Mereka mendapatkan nilai 100. Sedangkan kamu ??”

“Nilai kamu NOL !! perlu saya perjelas ??”kedua mata Alys sudah mulai menangis. Ia mengigit bibirnya kuat-kuat menahan air matannya yang rasanya ingin ia jatuhkan saat ini. Bukan hanya Alys yang syok dengan kata-kata sensei Bima. Anak-anak dikelas ini pun merasa kaget , tidak biasanya sensei Bima marah-marah seperti ini.

“Mangkannya kalau saya mengajar dengarkan baik-baik!! Jangan berkahayal sesukamu !! apa yang kamu khayalkan ?? “

“Mengkhayalkan saya ?? “Alys memegang kedua tangannya kuat-kuat. Kakinya terasa tak mampu lagi untuk memapah tubuhnya. Gurunya yang satu ini seoleh ingin mencakar-cakar wajahnya didepan teman-temannya. Sensei Bima kini menatap ke murid-muridnya dengan wajah yang sedikit menakutkan

“Saya perjelas disini !! saya tidak akan menyukai murid saya sendiri. Tidak akan pernah !!”

“Apalagi menyukai kamu . . “kini tatapan Sensei Bima mengarah ke Alys. Dan sata mendengar ucapan itu air mata Alys mendarat mulis mengalir di pipinya. Rasanya sakit tentunya mendapat penolakan yang memalukan tersebut.

“jadi berhenti mengkhayalkan saya !! dan fokus dengan pel . . . “Sensei Bima terkejut tiba-tiba Alys mere but lembar jawaban yang ia pegang. Dan dengan cepat gadis itu merobek-robek lembar jawabannya didepan mata sensei Bima. Alys menatap sensei bima tajam.

“Arigato !!”Alys membuang begitu saja kertas jawabannya yang sudah menjadi sobekan-sobekan kecil. Ia pun langsung meninggalkan kelas sambil menghapus air matannya. Tentu saja ia tak ingin lebih malu lagi. Seluruh anak dikelas hanya bisa diam begitu juga dengan sensei Bima yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alys.

Sebenarnya yang ia lakukan hanya ingin membuat Alys sadar dan tidak lagi menyukainya. Karena sensei Bima tidak enak dengan guru-guru lainnya akan berita yang beredar itu. Apalagi Alys adalah murid teladan disekolah ini. Namun sepertunya cara yang ia lakukan tersebut adalah salah besar .

***

Alys menangis sejadi-jadinya di belakang perpustakaan. Tempat yang paling tenang menurutnya. Alys membenamkan wajahnya di meja. Menahan suara tangisannya agar penajga perpustakaan tidak curiga kepadanya.

“Sial !!! Jahat!!! Sumpah jahat banget !!!! “

“Kalau emang gak suka ya bilang aja baik-baik, gak usah permaluin  gue kayak gitu !!!”

“Muda ? soal muda ?? sedeng kali otaknya !! bahkan anak bahasa juga gue jamin gak bakalan bisa ngerjain soal itu !!!”

“Sensei gilaa !! gue benci sama loe !! sangat benci sangat benci !!!”

Alys mengeluarkan kekesalan dan emosinya dihatinya walau dengan nada pelan namun penuh penekanan. Alys segera mengangkat kepalannya dan menghapus air matannya Tidak ada gunanya ia menangis saat ini.

Dan mulai hari ini, Alys bertekat tidak akan pernah berurusan dengan guru tersebut !!. Tidak akan pernah dan ia sangat membenci guru itu !!! .

****

Alys kembali ke kelasnya dimana semua teman-temannya nampak menunggu dirinya. Alys tidak peduli semua mata menatapnya dengan tatapan bermacam-macam. Alys segera duduk dibangkunya. Terlihat sekali bahwa dirinya habis menangis.

“Loe gak apa-apa kan Al ?”tanya Hana yang sangat khawatir. Alys menggeleng lemah.

“Udah gak usah dimasukin omongan sensei . . “Alys terseyum sinis.

“jangan sebut nama itu didepan gue ! gue gak kenal !!”

“Sensei mungkin tadi se . . .”

“GUE BILANG GAK USAH NYEBUT NAMA DIA !! “bentak Alys keras sekali dan membuat semua mata tertuju kepadannya. Hana terdiam membeku, untuk pertama kalinnya ia melihat Alys benar-benar marah seperti ini. Dan menerutnya sangat menakutkan.

“Maaf Han. . “sesal Alys dengan cepat. Hana mengangguk seolah mengatakkan tak apa.  Ia  mengerti akan kodnisi sahabatnya saat ini. Tentu saja jika ia diposisi Alys akan merasakan hal ini dan semarah ini.

Jam pelajaran berganti. Kini rumus-rumus fisika sedang berputar di kelas ini. Bu Lisa dengan sabar menerangkan kepada murid-muridnya. Namun bagi Alys rumus tersebut sama sekali tak masuk di otaknya. Setiap kata dari ucapan Sensei Bima tadi masih mencap jelas di otaknya. Alys merasa begitu terhina saat ini.

Ia menatap papan dengan tatapan tajam. Seolah ingin sekali menampar guru tersebut yang dengan seenaknya menghina dirinya bahkan mempermalukannya seperti itu.

Bahkan saat dulu Radit saja tidak pernah memperlakukannya seperti itu. Meskipun radit hanya bersikap dingin kepadannya. Dan tidak pernah menanggapinya. Namun pria itu tak pernah menghinanya.

***

Ruang Guru

 

Sensei Bima mengacak-acak rambutnya beberapa kali. Sedari tadi ia hanya bertingkah seolah dirinya sedang frustasi. Ia menyadari bahwa ia sudah keterlaluan kepada muridnya tersebut. Dan tidak seharusnya ia berlaku seperti tadi.

“Bim. . loe bodoh banget sih !!! Aisshh . .. “

“Apa yang udah loe lakuin tadi !! dia itu murid loe . Murid loe !! murid paling pintar di sekolah ini dan loe ngatain dia bodoh !! “

“Apalagi loe jelas-jelas nolak dia !! mempermalukan dia !! loe nyari mati apa . Aisshh. . . “

“Gue harus minta maaf sama alys. Gimana pun carannya gue bersalah disini “

****

Sepulang sekolah . . .

 

Alys segera pulang dengan cepat. Berita penolakan sensei Bima menyebar dengan cepat seentro sekolah. Padahal belum 12 jam hal itu terjadi. Alys mendecak kesal. Teman-teman sekalasnya memang ember bocor!!.

Setiap dilorong koridor semua mata menatapnya. Dan bisikan-bisikan tak jelas mengarah ke dirinya. Alys mengambil langkah seribunya. Ia ingin dengan cepat meninggalkan sekolah ini. Ia tak ingin berlama-lama menjadi bahan gosipan teman-temanya.

“Sialan !! sialaan !!!! “

Bersambung . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s