My Teacher Is My Husband – 3

My Teacher Is My Husband – 3

“MTMH”

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

****

“Rumah gue bukan penampungan gadis patah hati .”gadis yang tak lain adalah Alys langsung mendongakkan kepalannya saat mendnegar suara berat itu. Alys langsung menoleh ke sumber suara.

“Ra . . ra ,. , dit ?” Alys meneguk ludahnya dalam. Sedetik kemudian ia segera mengusap air matannya dan membenahkan sedikit rambutnya yang berantakkan.

“Ngapain loe disini?”tanya Radit dengan nada yang masih dingin dan datar seperti tadi. Alys mengigit bibir bawahnya, binggung merangkai jawaban yang masuk akal untuk pria ini.

“Loe habis nangis ?”Alys sedikit mendengus kesal karena radit terus menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang susah sekali untuk Alys jawab saat ini.

“Masuk dulu kerumah gue. Gue gak mau dikira habis ngapain anak orang”ujar Radit lantas berlalu untuk membuka gerbang rumahnya. Sedangkan Alys cukup kaget dan binggung dengan ucapan Radit.

Radit memberhentikkan langkahnya ditengah gerbang, ia menatap Alys yang masih diam disana. Sedikit gemas dengan gadis itu.

“Loe  mau dikira orang gila disana?”ujar radit yang terdengar seperti mengatakkan bahwa Alys memang benar seperti orang gila. Alys pun langsung berdiri dari ayunan dan menganggukan kepalannya berniat menyetujui ajakkan radit untuk masuk dirumah pria itu.

****

Alys mengedarkan pandagannya diseluruh ruang tamu. Radit menyuruhnya untuk duduk diruang tamu. Rumah radit begitu sepi seperti tidak berpenghuni namun suasana di sini begitu tenang. Disamping ruang tamu langsung berhadapan dengan indoor garden (taman dalam) dan disana terdapat air mancur kecil yang begitu indah sekali.

Hati Alys perlahan mulai membaik saat merasakan kehangatan dan ketenangan dirumah pria ini.

“Nih minum dulu”suruh radit sambil meletakkan segelas teh hangat didepan Alys. Alys hanya bisa mengangguk canggung dan segera menyeruput teh tersebut. Hangat, itulah yang dirasakan oleh Alys. Semuanya semakin terasa menenangkan.

Radit mengambil tempat duduk didepan Alys, menatap gadis itu yang sibuk dengan minuman hangatnya. Semburat senyum kecil muncul di bibir radit. Ia merasa gadis ini begitu lugu bahkan begitu cantik saat sedang sibuk dengan dirinnya sendiri. Begitu cantik dengan rambut berantakannya seperti itu dan gaun pendeknya. Selama ini memang radit hanya bisa melihat Alys di sekolah saja dengan memakai seragam dan rambut yang selalu dikuncur kuda atau di kepang.

“Loe kenapa nangis tadi ?”

Uhuukkkk . . Uhuukkkkk . . .

Alys langsung tersedak begitu saja saat radit dengan to the pointnya menanyakan alasan dirinnya menangis tadi. Alys menaruh pelan gelas minumannya di meja. Sedangkan radit masih diam menunggu gadis didepannya ini menjawab pertanyaanya.

“Gu . . gu . . .gue . . . .gu .. . .”

“Kalau gak mau jawab juga gak apa-apa . nyantai aja”potong Radit dengan gaya tenangnya yang mampu membuat detakan jantung gadis manapun menjadi tak beraturan. Dan begitulah yang dirasakan Alys saat ini. Entah menagap perasaanya yang sudah lama hilang kini sedikit mulai muncul kembali. Jujur saja, inilah pertama kalinnya radit mengajaknya berbicara.

“Gue mau pulang”ujar Alys yang tak ingin berlama-lama disini. Keadaan yang begitu awarkd membuatnya ingin cepat pulang dan tidur. Jujur saja tubuhnya juga mulai lelah akibat berlari-lari tadi.

“yaudah silahkan. “Alys mendongakkan kepalannya menatap radit dengan terkejut. Apakah pria ini benar-benar tak punya hati? Dan tak ingin punya niatan untuk mengantarkannya pulang. Apakah ia begitu tega melihat seorang gadis pulang sendiri malam-malam seperti ini. Alys sedikit mendesis pelan.

“Ada apa  lagi?”tanya radit merasa aneh juga dengan tatapan gadis ini.

“Ahh . . loe pingin gue anterin pulang ??”

“Shit!!”itulah kata yang bisa keluar dari otak dan hati Alys saat ini. Ia merasa seperti gadis bodoh yang tertangkap basa. Alys mulai takut dengan radit, Apakah pria ini bisa membaca fikiran gadis ? .

“Ayo gue anterin”lanjut radit lagi karena Alys masih saja terus diam sedari tadi.

“Tunggu diluar gue ambil kunci motor gue dulu”Alys hanya bisa mengangguk saja, ia sendiri binggung harus berkata apa . Kondisinya sudah lemas dan ia memang hanya ingin pulang sekarang. Alys berjalan menuju keluar rumah radit.

****

Radit keluar dengan membawa sebuah jaket putih. Ia memberikan jaket tersebut kepada Alys. Dan dengan sedikit malu Alys menerima jaket itu dan mengenakannya di badanya. Meskipun jaket tersebut sedikit kebesaran untuk ukuran badannya.

Radit mengeluarkan motornya dari garasi rumahnya, Alys pun segera menaiki motor Radit. Mereka berdua pun meninggalkan rumah radit.

Selama perjalanan Alys hanya terdiam, Entah mengapa bayangan 2 tahun yang lalu muncul di otaknya. Saat-saat ia memendan rasa ke pria di ddepannya ini. Saat bagaimana ia berharap sekali akan diantarkan radit pulang dengan motor putih kesayangan radit. Dan ia tak membayangkan bahwa impiannya 2 tahun lalu bisa menjadi kenyataan saat ini.

“Kenapa loe senyum-senyum ??”teriak Radit dari depan karena suara kebisingan jalan raya begitu riuh. Alys membelakakan matanya dan langsung menyembunyikan senyumnya tadi.

“Gak . gu . .gue gak senyum-senyum”jawab Alys dengan cepat. Radit memilih diam kembali saja dan fokus menyetir motornya.

Angin malam sedikit menyibakkan rambut Alys yang tak tertutup dengan helm. Kakinya terasa dingin karena memang ia hanya memakai gaun selutut. Kedua tangannya hanya berani untuk berpegang pada belakang pakaian radit .

15 menit kemudian motor Radit telah berhenti di sebuah rumah yang minimalis berwarna cream dan halaman yang luas di depan rumah tersebut. Alys pun segera turun dari motor radit .

“Makasih udah mau nganter pulang. Maaf ngerepotin”ujar Alys tak enak dan jujur saja ia sangat malu sekali saat ini dengan radit.

“Hmm. .”sahut radit apa adanya.  Alys pun segera membalikkan badanya dan ingin masuk ke dalam halam rumahnya.

“Al . . . “Namun baru saja Alys akan membuka gerbang rumahnya suara panggilan radit memberhentikan langkahnya. Alys segera membalikkan badanya dan sedikit mengernyitkan keningnya.

“Jaket gue”ujar Radit santai sambil menunjuk jaket yang dipakai Alys. Dan sedetik itu juga Alys hanya bisa tersenyum kecut dan merasa sangat tensin. Ia dengan cepat-cepat segera melepaskan jaket radit dan mengembalikkan ke radit yang masih bertengger di atas motornya.

“Makasih ya. Gue masuk dulu”ujar Alys buru-buru. Dua kali ia mempermalukan dirinnya sendiri dihadapan Radit.

“Al . . .“panggil radit kembali dan membuat sekali lagi gadis ini memberhentikkan langkahnya di depan gerbang. Alys mendengus sedikit kesal dan perlahan membalikkan badanya.

“Kenapa dit?”tanya Alys pelan.

“Helm gue”ujar radit santai sambil menunjuk kepala Alys.

SHITT!! DAMN !! WHATDEPAK!!”kata-kata tak layak guna begitu saja keluar dari otak Alys. Seakan ubun-ubunya sudah mengeluarkan asap tebal. Alys tersenyum kecut kembali. Ia segera melepaskan helm radit di kepalannya. Begitu bodohnya dirinya sampai tak merasakan bahwa dia masih memakai helm ini.

“Thanks”ujar Alys canggung dan menyerahkan begitu saja helm radit . dengan buru-buru ia berlari menuju gerbang rumahnya.

“Al . . . “Alys mendengus kesal karena pria ini memanggilnya kembali. Alys tak langsung membalikkan badanya. Ia memeriksa tubuhnya dari atas sampai bawah kaki apa ada barang radit lagi yang masih ia pakai. Namun sepertinya tidak ada. Dengan kesal Alys membalikkan badanya menghadap ke Radit.

“Kenapa lagi? Barang loe ada yang masih gue pakai lagi ??”tanya Alys dengan nada kesalnya. Radit menatap Alys sejenak.

“Loe cantik malam ini dengan rambut digerai. dan gue gak suka lihat loe nangis”

Setelah mengucapkan kalimat tersebut Radit segera menjalankan motornya begitu saja. Pria itu berlalu seperti kilat., Sedangkan Alys hanya bisa mematung seperti es yang ada di kutub utara. Jantungnya langsung berdebar tak karuan. Bahkan tubuhnya pun ikut berdebar sendiri. Kaget dengan ucapan radit yang sama sekali tak disangkanya.

“radit tadi bilang gue cantik???”

“Sumpah ??”

“Radit bilang gue cantik ???”

“AAAARFHHHHHSSSSS!!!”

Dengan refleks Alys langsung teriak-teriak sendiri didepan gerbang rumahnya sambil loncat-loncat tak jelas. Lelah dan capek yang ia rasakan tadi tiba-tiba saja hilang begitu saja. Entah menagapa perasaan 2 tahun yang lalu kini kembali datang lagi. Apa Alys mulai menyukai radit kembali? Entahlah, Alys sendiri tak tahu. Namun saat ini ia begitu bahagia., Bahagia sekali.

****

Keesokan Harinya . . 

 

Alys memasuki kelas dengan keadaan yang lebih baik. Meskipun gosip “tak penting” itu masih saja terdengar dimana saja. Namun ia memasuki kelasnya dengan santai dan duduk di bangkunya.

“Tumben rambut loe diurai ? udah gitu disisir rapi segala . “sindir hana teman sebangku Alys , Ia merasa aneh dengan teman sebangku 3 tahunnya ini

“Pingin aja. “jawab Alys santai. Matanya tak lepas dari pintu kelasnya , gadis ini seperti sedang menunggu seseorang.

“Loe nungguin siapa sih ? sensei Bima? Kan g ada pel .. . “

“Ssssttt diem. Gue gak kenal sama nama itu. okey!!”potong Alys dengan cepat dan kembali fokus ke depan pintu.

Dan tak selang berapa lama orang yang ia tunggu datang juga. Siapa lagi jika bukan pria yang mengantarkannya pulang semalam, Pria yang mengatakkan bahwa dirinnya cantik.  Alys segera menyibukkan diri dengan bukunya. Ia tak ingin ketahuan bahwa ia memperhatikan pria itu. Namun sepertinya ia sudah tertangkap basah dari awal. Pria itu berjalan masuk kedalam kelas.

BRAAAKKKK

Alys sedikit tersontak melihat suara tas yang ditaruh di meja. Alys segera menoleh ke arah bangku disampingnya. Matanya membelakak bulat melihat siapa yang duduk di bangku sampingnya.

“Ky gue duduk dibangku loe ya. Capek gue dibelakang . “teriak pria itu kepada temannya yang bernama Rizky.

“Oke Dit”

Alys mengejapkan matannya tak percaya, ia dibuat heran lagi dengan pria yang sudah duduk manis diseblah bangkunya ini. Pria itu malah dengan santai mengeluarkan ponselnya dan menyibukkan dirinnya sendiri tanpa menyadari bahwa gadis disebelahnya sedangkan melihatnya begitu penuh keterjutan. Yang ia tahu selama ini.  radit tidak suka jika tidak duduk dibelakang.

“Apa wajah gue begitu mempesona”

“Hah?”Alys segera mengalihkan pandangannya karena radit tiba-tiba menoleh ke arahnya dan menyadari bahwa ia sedang diperhatikan oleh Alys. Radit menatap Alys sebentar merasa ada yang berubah dari gadis ini.

“Aoa gara-gara gue bilang cantik semalam sekarang gaya rambut loe jadi diurai??”tanya radit dengan datarnya sontak membuat Alys langsung tensinnya minta ampun.

“Enggak kok. Ini . .in . ini juga gue mau nguncir rambut gue “balas Alys dengan nada yang tak beraturan. Radit tersenyum kecil merasa lucu dengan gadis ini. Alys segera membuka tasnya dan buru-buru mencari kuncir rambutnya. Wajahnya sudah memerah seperti tomat akibat ucapan radit tadi. Dalam hati Alys mengumpati kebodohannya sendiri.

Radit geleng-geleng saja melihat Alys yang masih sibuk mencari kunci rambutnya yang tidak ketemu. Toh, dia tadi hanya bermaksud mengoda saja. Radit kembali menyibukkan dirin dengan ponsel putihnya.

****

Pulang Sekolah . .

Alys berdiri di gerbang sekolah dengan wajah cemberut. Sebelum bel pulang tadi sang mama mengirimkan pesan kepadanya. Bahwa hari ini Bima.lah yang akan menjemput dirinnya. Karena mereka berdua harus melakukan fitting baju pernikahan mereka.

“Menyebalkan !!!”desis Alys kesal sekali. Ia menendang apa saja yang ada dihadapannya. Rasanya ia ingin kabur saja kalau bisa. Tapi ia takut sang mama akan marah kepadanya.

10 menit kemudian, sebuah mobil berwana putih berhenti didepan Alys.  Alys yang sudah capek dan merasa kesal langsung main masuk kedalam mobil putih tersebut. Ia ingin cepat-cepat pulang hari ini

“Ayo cepat jalan”suruh Alys dingin tanpa menatap orang yang ada disebalahnya.

“Loe salah masuk mobil?”

1 detik . . .

2 detik . ..

3 detik . . .

Alys mematung menatap kedepan, ia begitu familiar dengan suara ini. Perlahan ia memberanikan menatap orang yang ada disebalahnya dan  . . . ..

“Ra … dit . . . he . he . .he . . “cengir Alys seperti gadis paling bodoh dan paling memalukan di dunia. Sedangkan radit hanya menatapnya dengan heran.

“Ini mobil loe ya ? sorry gue gak tau. Gue kira mobil . . . . “

 

KLEEEEKKKK

 

“Lama banget sih kak jemput gue. Udah ditunguin tau sama mama .  . “

“Ehh.  Cewek ini siapa ??”tiba-tiba seorang gadis yang berpakaian seragam sama dengan Alys dan Radit langsung membuka pintu Alys dan mengomel tak jelas. Alys melihat gadis ini hanya bisa melongo sedangkan Radit mendesis remeh kearah gadis itu.

“Dia salah mobil . “ujar radit singkat. Tak ingin mendengar omelan gadis itu lagi.

“Salah mobil? Kok bisa ?? “

“Mana gue tau. “jawab radit kembali. Namun sedetik kemudian Radit menatap Alys yang masih diam di sampingnya.

“Loe ngapain masih diam disini?”tanya Radit yang lebih terdengar seperti mengusir.

“Ahh . .iya , maaf banget gue salah mobil. Maaf”ujar Alys dengan cepat dan segera turun dari mobil radit.

Alys hanya menatap gadis itu masuk kedalam mobil radit dan melihat mobil radit yang mulai menjauhinya. Fikiran Alys mulai kemana-mana.

“Gadis itu siapa ??”

“Pacarnya radit ? Gak gak gak gak mungkin . . “

“Tapi? Kenapa bisa masuk mobilnya radit ? dan sejak kapan radit pakai mobil”

“BEGOO!!! GUE TADI SALAH MASUK MOBIL !!”teriak Alys yang mulai menyadari kebodohan utamannya. Ia menepuk jidatnya sendiri berulang-ulang.

“Alys begoo banget sih loee!! Kenapaa loe bisa jadii begoo gini dari kemariinn!! Aduuuhh alysss!!”alys tidak peduli teman-teman lainnya melihat dirinnya dengan aneh. Alys merasa tidak akan berani lagi muncuk dihadapan radit.

Dan tak selang berapa lama sebuah mobil biru berhenti di depan Alys. Mobil tersebut berplat nomer B 1 MA . Dan tentu saja adalah Bima pemiliknya. Alys dengan wajah yang masih ditekuk segera masuk ke mobil tersebut.

“Cepat jalan “ujar Alys lemas. Ia hanya ingin segera pergi dari tempat ini. ia tak tau lagi bagaimana harga dirinnya didepan radit.

Selama perjalanan Bima sedikit cemas karena gadis ini seperti akan menangis dan ketakutan. Bima mulai memberanikan diri bertanya ke Alys.

“Kamu kenapa ??”tanya Bima memberanikan diri.

“Gak kenapa-kenapa”jawab Alys datar. Fikirannya masih terfikir kejadian tadi.

“Wajah loe pucat gitu ? sakit ?”

“Lebih dari sakit”jawab Alys ngacoh dan membuat Bima binggung.

“Mau kerumah sakit dulu ??”

“gak usah. Gue mau pulaaaaaanggggg!!!”teriak Alys sambil merengek. Ia tak peduli disebalahnya adalah Bima. Ia sedang tidak mood marah dengan Bima saat ini.

“Tapi nenek udah nunggu kita”

“Bodoh amaatt!! Gue mau pulaaangggg !! Aaaaahhhhhh Mamaaaaa !!!”tangis Alys tanpa berair mata. Lebih tepatnya menangis akan meratapi kebodohannya. Bima yang mulai binggung dan cemas dengan gadis ini menuruti saja. Ia mengantarkan Alys pulang kerumahnya.

Bersambung . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s