My Teacher Is My Husband – 5

My Teacher Is My Husband – 5

“MTMH”

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

Alys terus berjalan masuk kedalam rumah yang bisa dibilang cukup merah ini. Ia merapikan tali tasnya yang sedikit turun. Inilah untuk pertama kalinya ia memasuki rumah Radit. Ia nampak sedikit canggung dan terbesit perasaan senang dihatinya.

“Duduk dulu aja.  Loe mau minum apa ?”Tanya Radit yang berdiri tidak jauh dari Alys. Alys sedikit kaget dengan suara Radit yang sangat tiba-tiba menurutnya.

“Apa dit ?”Tanya Alys yang memang tidak mendengar suara Radit.

“Loe mau minum apa ?”Tanya Radit sekali lagi dengan sabar.

“terserah aja deh”jawab Alys kaku. Ia cukup nervous berdua seperti ini dengan Radit untuk pertama kalinya.

“Gue gak punya menu minuman terserah. “jawab Radit dengan ekspresi paling polos yang ia punya. Alys yang mendengarnya sedikit mendesis sinis.

“Es jeruk deh “

“Gue gak punya jeruk”

“Teh manis”ujar Alys masih mencoba sabar. Karena dia sendiri adalah tamu disini.

“Stok teh dirumah gue habis “jawab Radit dengan wajah seperti orang berfikir. Alys menghelakan nafas panjangnya kuat-kuat.

“Terus ? dirumah loe adanya apa ?”kini giliran Alys yang bertanya. Radit terdiam berfikir sejenak, mencoba mengingat-ingat sisa minuman dirumahnya.

“Air putih”jawab Radit begitu bangga dengan jawabannya itu. Alys menatap Radit dengan tatapan tak percaya.

“cishh. .terus ngapain loe nawarin gue kalau adanya Cuma air putih doang ??”gemes  Alys dengan pria didepannya ini. Ini adalah untuk pertama kalinya dirinnya dan Radit melakukan percakapan dengan durasi yang lama.

“Basa-basi aja , Gue ambilin”Radit segera menuju ke dapur meninggalkan Alys sendiran di ruang tamu. Alys hanya melongos pasrah. Ia merapikan seragamnya sebentar lantas duduk di ruang tamu.

Dirinya, Radit dan Rizky akan melakukan kerja kelompok Jepang yang diberikan oleh sensei Bima seminggu yang lalu. Mereka berdua baru bisa mengerjakannya sekarang dan dengan perdebatan yang sedikit panjang akhirnya terpilihlah rumah radit sebagai tempat kerja kelompok.

Alys dan Radit pulang duluan sedangkan Rizky nanti akan menyusul kerumah Radit karena ia sedang bermasalah dengan pacarnya yang terus-terusan mengajak Rizky jalan-jalan. Dan jika tidak dituruti akan berakibat fatal. Itulah ucapan Rizky ke Radit dan Alys. Dan mau tak mau Alys dan Radit mengizinkannya.

****

Radit kembali dengan membawa dua gelas air putih penuh, ia langsung duduk di depan Alys yang sedang sibuk menikmati dekorasi rumahnya yang memang terlihat simple namun mengesankan.

“Rumah loe keren dit”ujar Alys masih saja terkagum.

“Loe orang ke dua ratus tujuh puluh ribu yang bilang seperti itu”jawab Radit tenang dan tanpa ekspresi membuat Alys mendesis kembali.

“Lebih baik kita langsung aja buat dramanya setelah itu baru kita jadikan ke bahasa jepang . “

“gak nungguin Rizky ?”

“Loe yakin anak itu datang ? sampai loe nungguin Matahari jadi warna hijau gak bakalan datang. Lagian si Rizky pasti setuju-setuju aja kalau tugas kita udah selesai “jelas Radit panjang lebar yang membuat Alys menganga. Baru kali ini ia mendengar celotehan panjang Radit. Selama ia satu kelas dengan radit , ia mengenal pria itu tergolong pendiam.

“Waaah. Loe bisa ngomong panjang juga ya ? Hebat!!!”Radit menatap Alys dengan pandangan sedikit tak enak.

“Loe piker gue bisu”desis Radit dan segera membuka buku dan notebooknya. Alys sedikit tak enak dengan ucapannya tadi. Ia pun segera menutupi wajahnya yang memerah dengan menundukkan kepalanya dan pura-pura ikut membuka buku dan notebooknya.

Kedua anak ini pun segera mengerjakan tugasnya, Tak ayal perdebatan ringan sampai besar terjadi di dua anak ini. Dan dipastikan selalu Radit yang akan mengalah. Karena Radit cukup pusing dengan suara cempreng Alys yang terusan berkora tanpa henti. Mungkin sampai 3 jam lebih mereka sibuk untuk membuat dramannya.

“Oke fix . Dramannya seperti ini”ujar Alys sambil menunjukkan layar notebooknya. Dimana ia sudah menuliskan cerita dramannya. Radit melihat hasil drama yang dibuat oleh Alys. Ia tentu tidak ragu dengan kemampuan gadis ini yang notabandanya adalah seorang penulis online. Satu sekolah sudah banyak mengetahui kehebatan Alys dalam menulis cerita. Namun entah mengapa gadis ini selalu menolak jiawa ditawari hasil tulisannya untuk di terbitkan.

“Oke . “jawab radit seadannya. Alys nampak cukup kecewa dengan reaksi Radit yang biasa aja. Namun ia segera menyibukkan dirinnya kembali ke notebooknya.

Radit sedikit melirik ke Alys , ia tau bahwa gadis itu sedang menunjukkan raut wajah kecewa akibat reaksinya, namun ia cukup malu jika harus mengungkapkan rasa kagumnya akan hasil tulisan Alys. Ia tidak pandai untuk mengungkapkan sesuatu apalagi di depan seorang gadis.

“Nih udah selesai. Coba kamu ganti kedalam bahasa jepang”suruh Alys sambil menyerahkan notebooknya ke Radit. Alys merengangkan ototnya sebentar yang kaku.  Radit pun menerima notebook Alys kembali dan segera melakukan apa yang diperintahkan Alys.

Alys sedikit merasa lelah, ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam. Ia sudah mendapatkan izin dari mamanya. Ia tak cemas jika akan pulang malam. Alys mulai merasa mengantuk karena semalam pun ia tidur cukup malam. Dan ia tak bisa tidur siang akibat kerja kelompok ini.

Alys lipatkan kedua tangannya diatas meja setelah itu menyandarkan kepalannya di tangannya. Dan tak perlu mengitung sampai hitungan ke satu menit gadis mungil ini sudah terlelap dalam tidurnya.

Radit nampak tak menyadari bahwa gadis di depannya sudah tertidur pulas. Ia sibuk untuk menerjemahan drama tersebut. Bagi radit itu adalah hal yang mudah. Ia sangat suka sekali bahasa jepang walau ia sedikit tidak suka dengan gurunya. Entahlah ia juga tidak tau mengapa ia sama sekali tak suka dengan sensei Bima . Apakah karena gadis di depannya yang tidak menyukainya lagi dikarenakan berpaling hati ke Sensei Bima? . entahlah mungkin hanya Radit dan Tuhan yang tau.

****

Tak memerlukan waktu sampai satu jam. Radit sudah menyelesaikan penerjemahan dramatersebut dan tinggal merapikan semua makalahnya . radit yang merasa tak sanggup lagi segera menutup notebooknya dan memilih untuk menyelesaikan semuanya besok. Toh masih ada beberapa hari lagi untuk dikumpulkan.

Radit melihat Alys yang tertidur pulas di depannya. Nampaknya Radit sedikit kaget dan baru menyadari bahwa gadis ini tertidur padahal sudah 45 menit berlalu sejak Alys tertidur. Radit memperhatikan wajah Alys saat tidur. Ia sedikit menyinggungkan senyumnya melihat wajah gadis itu yang menurutnya entahlah .

Radit melihat jam tangannya sudha menunjukkan pukul 8. Sudah cukup malam, Ia ingin membangunkan Alys namun ia juga merasa tak enak karena gadis ini terlihat sangat lelah. Radit pun berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan mendekati Alys.

Radit perlahan membopong tubuh Alys dengan sangat pelan, ia berhati-hati agar gadis ini tidak bangun. Radit hanya kasihan melihat posisi tidur Alys yang pastinya akan menyebabkan tubuh gadis ini kaku jika bangun .

Radit menidurkan Alys di sofa yang ada di ruang tamu. Membaringkan gadis ini disana. Alys pun sama sekali tak bergeming . Dan benar dugaan Radit bahwa gadis ini sangat kelelahan.

*****

Jam rumah Radit terus berdetak, dan kini sudah menunjukkan pukul 10 malam. Radit sendiri menunggu sampai Alys akan bangun. Radit sudah membersihkan buku-buku dan emmasukkan notebook serta buku-bukunya ke dalam tasnya dan tas Alys. Ia pun sudah mandi, dan mengganti seregamnya dengan baju santai.

Tak lama kemudian, gadis di depanya tersebut perlahan mengerjapkan matannya, nampaknya Alys mulai bangun.

Alys kaget saat menyadari dirinnya ketiduran, Alys segera bangun dari tidurnya dengan wajah linglung dan mendapati radit yang sedang duduk tenangdan memperhatikanny dengan raut wajah datar.  Alys merasa sangat malu dan merapikan rambut panjangnya yang sedikit berantakkan.

“Selamat pagi Nona Alys “sapa Radit tanpa dosa membuat Alys membelakakan matanya. Ia langsung melihat ke jam tangannya.

“mampus gue udah jam 10 pagi ?/ gimana kalau mama gue nelfon ? mama pasti bakal marah banget . Aduuuhh . “Alys mulai sibuk mencari ponselnya di dalam tas. Radit kembali menyunggingkan senyum ringannya merasa lucu dengan gadis ini yang selalu ceroboh dan grusagrusuh.

“Tenang aja masih jam 10 malam “ujar radit dan membuat Alys langsung memberhentikan aktivitasnya mencari ponselnya yang masih tak ketemu. Alys melihat radit sedikit kesal.

“Mau pulang sekarang ?”tawar Radit . Alys masih antara setengah sadar , ia masih mengumpulkan semua nyawannya. Ia sendiri kaget melihat barang-barangnya sudah rapi didalam tasnya. Dan ia menebak bahwa itu pasti kerjaan Radit.

“Iya. Gue telfon mama gue biar dia yang jemput”ujar Alys dan sibuk kembali mencari ponselnya.

“Gue anterin loe pulang”ujar Radit dan sudah siap berdiri dengan tangan yang sudah membawa kunci mobil . Alys tertegun dan terdiam beberapa saat. Apa ia tidak salah dengar ?

“Mau apa enggak ?”Tanya Radit yang melihat Alys hanya diam saja dengan posisi seperti itu. Dengan cepat Alys berdiri dari sofa dan mengalungkan tasnya di bahunya.,

“Mau”jawab Alys sangat semangat sekali. Dan rasa kantuknya pada saat itu langsung hilang seketika. Alys tersenyum dengan begitu bahagia. Melihat Alys yang sangat bersemangat seperti itu entah mengapa membuat Radit pun ikut senang namun ia tidak menunjukkannya. Ia hanya menunjukkan ekspresi tenangnya.

Mereka berdua pun segera berjalan keluar rumah dan masuk kedalam mobil. Dan Radit pun menjalankan mobilnya beranjak menuju rumah Alys.

Terjadi keheningan didalam mobil, Hanya terdengar lagu mirror cover dari Boyce Avenue yang mengisi kehingan diantara dua orang ini. Alys dengan fikirannya dan Radit juga dengan fikirannya dan berkonsentrasi menyetir.

Kruyuuukkk. . .

Alys mengigit bibirnya dan langsung menunduk malu. Ia mencengkram perutnya sendiri merasa kesal karena perutnya tak bsia diajak kompromi. Sebenarnya sejak tadi saat ia selesai menyelesaikan drama tersebut ia sudah mulai lapar namun ia gunakan untuk tidur untuk menghilangkan laparnya. Namun saat ini laparnya kembali datang.

Radit menolehkan wajahnya sebentar kea rah Alys. Ia mendapati Alys yang menunduk seperti patung.

“Ayo kita makan dulu”ujar Radit begitu saja dan langsung membelokan mobilnya di sebuah restoran yang mereka lewati. Alys merasa sangat malu sekali saat ini walaupun ia cukup senang akhirnya cacing-caing diperutnya akan mendapatkan asupan .

****

Mereka berdua langsung memesan makanan yang mereka pesan. Terlihat restoran ini masih cukup ramai. Banyak mata yang melihat kea rah radit dan Alys lebih tepatnya kea rah Alys . Karena gadis ini masih memakai seragam sekolah. Alys sepertinya tak menyadari akan banyaknya mata pengunjung restoran melihatinya. Ia cukup sibuk dengan makananya.

Radit yang sudah menyadari sedari tadi dan merasa sangat risih, segera melepaskan jaket yang ia pakai saat keluar dari mobil. Ia langsung menyerahkan jaketnya ke Alys.

“Pakai ini”suruh Radit membuat Alys menghentikkan kegiatan makannnya dan menatap Radit binggung.

“Buat ?”Tanya Alys binggung.

“Gue gak mau dikira nyulik anak orang malam-malam”ujar Radit sibuk memakan makannya tanpa menatap Alys kembali. Dan benar saja ALys baru menyadari bahwa banyak mata menatapinya. Ia pun segera mengambil jaket milik Radit dan segera memakai jaket tersebut. Meskipun sdikit kebesaran Alys membiarkannya saja dan melanjutkan makannya kembali.

****

Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju rumah Alys, perut mereka sudah terisi kenyang. Alys tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya mala mini. Radit begitu keren sekali dimatannya untuk mala mini. Mulai dari mengantarkannya pulang, Memberikan jaketnya kepadanya ,Membayari makannya sampai . . . .

Tunggu. . . !!!

Alys mengingat lagi saat dirinya terbangun dari tidur .  Dan ia merasa bahwa ia tidak tidur dengan posisi seperti itu. Ia sangat ingat bahwa tertidur dengan kepala yang ia senderkan di tangannya yang berada diatas meja. Dan  saat ia bangun tadi , ia berada diatas sofa. Dan . . ..  . .

Wajah Alys langsung memerah sendiri, ia merasa pipinya terasa panas. Senyumnya pun tak bsia berhenti ia sunggingkan. Entah menagapa ia begitu senang sekali. Dan mungkinkah perasaan yang lama ia kubur itu kembali datang.

“Loe gak gila kan senyum-senyum sendiri ?”sindir radit yang memang tak sengaja melihat Alys senyum-senyum. Mendapat sindiran seperti itu senyum Alys seketika langsung menghilang. Dan sekali lagi ia dibuat malu oleh Radit .

“mmmm.  . . .Dit . . “panggil Alys sedikit ragu.

“hm”dehem Radit datar. Alys nampak menimbang-nimbang pertanyaan yang akan dia ajukan untuk radit. Namun mau tak mau yang namannya Alys pasti tidak akan punya malu untuk menanyakan hal itu.

“Gue tadi kok bsia pindah tidur di sofa ?”pertanyaan Alys langsung  meluncur mulus dari bibir gadis itu dengan tanpa beban. Sedangkan Radit yang mendengar pertanyaan tersebut langsung terbatuk-batuk sendiri. Ia merasakan tenggorokannya tersonggok sesuatu.

“Loe gak apa-apa kan Dit ?”tanya Alys yang sedikit cemas karena Radit terus batuk-batuk. Dan sampai akhirnya Radit sudah bisa meredahkan batuknya sendiri.

“Loe beneran gak apa-apa kan ?”Tanya Alys sekali lagi. Radit menggelengkan kepalanya lemas, batuknya sedikit menguras tenagannya. Alys merasa bersalah menanyakan pertanyaanya tadi.

“Maaf. “lirih Alys tak enak kepada Radit. Radit menolehkan kepalanya ke Alys merasa binggung kenapa gadis ini minta maaf kepadanya.

“Untuk?”

“Pertanyaan gue”ujar Alys tak berani menatap ke Radit. Radit menghembuskan nafasnya sebentar/.

“Gue gak tega lihat loe tidur kayak gitu . “jawab Radit dengan jujur, mendengar jawaban Radit membuat pipi Alys kembali memerah dan memanas. Dan ia benar-benar menahan perasaanya yangbegitu sangat senang sekali.

“Makasih . . “ujar Alys dengan nada malu-malu. Radit tak membalas kembali ucapan Alys dan sibuk untuk berkonsentrasi menyetir. Sebenarnya dirinya pun berusaha sebisa mungkin menyembunyikan rasa malunya sendir. Ia belum terbiasa untuk berbicara dengan Alys apalagi berdua seperti ini.

****

Alys sedikit kesal karena ditengah istirahatnya tiba-tiba ia harus di panggil ke ruang guru lebih tepatnya dipanggil oleh sang guru Jepang. Alys berjalan menuju ke ruang guru dan menemui snag guru sekaligus adalah calon suaminya .

“Apa ?”sentak Alys dengan nada tak enak saat ia berada di depan meja Bima. Bima yang baru mengecek hasil makalah kelas-kelas lain sedikit kaget dengan kedatangan ALys yang tiba-tiba dan wajah yang penuh kekesalan.

Banyak mata guru yang melihat kedua orang ini, Siapa disekolah ini yang tidak mengetahui tentang Alys yang begitu menyukai guru jepangnya dan berita Alys tiba-tiba membenci guru jepangnya pun langusung menyebar luas dan sampai sekarang masih jadi topik utama disekolah.

“Kenapa loe gak ngangkat telfon gue ?”Tanya Bima dengan suara pelan dan berlagak dengan memeriksa kembali makalah yang ada didepannya. Alys memincingkan mata kananya , mengernyitkan keningnya sebentar,

“Oh itu nomer loe”sahut Alys dengan nada yang begitu keras membuat semua mata kembali menuju ke dua orang ini. Bima sedikit merutuki ucapan gadis ini. Dan dilihatnya Alys yang menatapnya santai tanpa beban. Bima mendesis dan melirik sinis ke Alys.

“Jaga ucapan loe disekolah”desis Bima .

“Suka-suka gue dong”sahut ALys masih dengan wajah santainya dan wajah kesalnya. Ia merasa begitu malas untuk menemui gurunya ini. Dan tak bsia membayangkan jika lelaki ini sebentar lagi akan menjadi suaminya. Oh My God !!.

“Loe ngehapus nomer gue ?”Tanya Bima mencoba sabar. Ia masih berbicara dengan suara pelan agar guru-guru yang lain tudak dapat mendengar percakapan mereka.

“Penting gitu gue punya nomer loe ? Loe nyuruh gue kesini Cuma untuk nanyain gue punya nomer loe apa enggak ? Aissh. Gak penting banget”

Semua guru pun menghentikkan aktifitas mereka, mereka nampak asik dan mulai tertarik dengan pertengkaran Bima dan Alys. Bima melirik ke kanan dan kekiri merasa sangat malu sekali dirinnya saat ini. Sebuah kesalahan ia menyuruh Alys untuk menemuinya.

“Loe ikut gue sekarang”dengan cepat Bima berdiri dari duduknya dan menyeret Alys keluar dari ruang guru.

“Apaan sih!! Lepasin!!”teriak Alys mencoba melepaskan tangan Bima yang menggengam erat lengannya.  Bima terus saja berjalan melewati lorong-lorong sekolah dan mendapatkan banyak perhatian dari siswa lainnya. Semua siswa berhamburan melihat kejadian ini.

“Lepasin sakit tauu!!! “teriak Alys semakin kencang. Ia kualahan mengikuti langkah cepat Bima dan juga lengannya yang terasa panas akibat Bima mencengkram lengannya terlalu erat. Bima sedikit kalap karena kesal dengan kelakuan Alys yang tak sopan dan membuatnya malu di ruang guru tadi.

“Bim !! Lepasin gue !!”Bima semakin terlihat kesal karena Alys seolah menganggapnya teman disekolah bukan sebagai gurul.

“SENSEI LEPASIN!!!! “teriak ALys kencang saat keduanya melewati kantin. Dan bahkan para pedagang di kantin ikut-ikutan melihat kejadian ini.

“Lepasin dia!!”langkah Bima langsung terhenti saat tangannya yang memegangi lengan Alys dicengkram oleh seseorang. Alys pun cukup speechless beberapa saat melihat pria tersebut yang tak  lain adalah Radit.

“Dia kesatikan. Tolong sensei lepaskan”suruh Radit dengan wajah yang sesopan mungkin. Mereka bertiga kini menjadi bahan tontonan anak-anak sekolah. Bahkan para guru pun tak mau melewatkannya. Bima menatap Radit sedikit tak suka.

“Saya ada urusan dengan dia. Tolong kamu minggir”

“lepasin dulu tangan Sensei dari Alys”kekuh Radit dan berusaha melepaskan cengkraman Bima namun Bima malah semakin mengeratkan cengkraman tersebut.

“Aww . . “ringis Alys kesakitan. Radit menoleh ke Alys yang kesakitan setelah itu menatap Bima dengan pandagan sedikit tajam.

“Sekali lagi saya minta sensei lepaskan tangan sensei dari tangan Alys”

“Maaf. Saya sedang ada urusan dengan Alys. Jadi tolong jangan ganggu”jawab Bima dengan penuh penekanan. Radit menghelakan nafasnya sebentar sepertinya ia tidak bisa untuk mengalahkan gurunya satu ini.

“Tapi bisa dengan cara baik-baik. Dia kesakitan sensei”jelas Radit kembali dan kembali berusaha melepaskan cengkraman Bima. Dan sepertinya tidak  mudah.

“Awwwww!!!”teriak Alys benar-benar kesakitan. Bima menatapkan tatapan tajam ke arah Radit dan tanpasadar akan cengkramanya di lengan Alys begitu sangat keras . Radit tersentak kaget dengan teriakan Alys begitu juga dengan Bima. Keduanya menatap Alys yang melirih kesakitan dan hampir menangis.

“LEPASIN TANGAN SENSEI DARI TANGAN PACAR SAYA !!!”bentak  Radit begitu keras dan menatap senseinya begitu tajam seolah ia tidak peduli apapun resikonnya nanti. Dan dalam satu sentakkan Radit berhasil melepaskan genggaman Bima dari lengan Alys.

Semuanya terdiam, Alys menatap Radit shock dans angat kaget. Begitu juga dengan Bima yang sangat sangat sangat kaget melebihi siapapun. Radit langsung menggenggam jemari-jemari Alys begitu saja. Dan Alys yang masih binggung hanya diam saja. Sedangkan semua orang yang menonton adegan tersebut langsung riuh membicarakan kekagetan mereka. Tak menyangka akan yang diucapkan Radit.

“Pacar ?”ulang Bima mencoba memperjelas apa yang telah ia dengar. Bima menatap Alys yang menunjukkan wajah shock sama seperti dirinya kea rah Radit.

“Yah, Dia pacar saya.”jawab Radit dengan begitu tenang dan yakin sekali. Seketika itu Bima merasa ada yang menimpahkan tronton ke tubuhnya. Cukup lama ketiga orang ini terdiam seperti itu. Dengan fikiran masih-masing dan perasaan yang sama kagetnya.

“Sorry . . .”ujar Bima lemah dan membungkam kehenigan diantara merek bertiga. Bima menatap Alys sekilas yang tak berani menatapnya. Setelah itu ia langsung berjalan meninggalkan Radit dan Alys disana.

****

Radit dan Alys hanya terdiam sedari tadi di greenhouse sekolah. Dimana setelah kepergian Bima, Radit langsung membawa Alys kesana untuk menghindari anak-anak. GreenHouse sekolah sendiri berada di belakang sendiri dan jarang ada orang disana. Terkecuali saat pelajaran Linkungan Hidup. Dan saat ini pun masih jam istirahat.

Mereka saling berhadapan sama-sama diam, ALys meunduk binggung. Dan Radit hanya menatap gadis didepannya ini dalam diamnya.

“Makasih . . “akhirnya dengan keberanian yang ia punya, Alys mengeluarkan suarannya.

“Untuk ??”Tanya Radit balik dengan gaya tenang dan manly  yang ia punya.

“udah nolong gue .”jawab Alys kembali masih kaku. Mulutnya terasa begitu susah untuk mengeluarkan satu kata saja.

“Nolong ? gue gak nolong loe”Alys langsung mendongakkan wajahnya menatap Radit dengan binggung.

“Gue gak bohong dengan ucapan gue tadi”lanut Radit dan langsung membuat Alys membelakakan matannya. Untuk kesekian kalinya radit  membuat jantungnya mau terlepas dari tempatnya.

“Pa . .. car . ..??”Tanya Alys dengan gugup dan binggung untuk menrangkai pertanyaan yang teopat.

“Yah. Loe pacar gue”jawab radit begitu tenang sekali. Alys semakin membelakakan matanya dan membuka setengah mulutnya karena saking kagetnya dirinnya.

“Ba . .bagaimana bisa ?? lo . . loe aja gak pernh . . gak pernah nembak gue ?”tanya Alys tak beraturan. Radit menatap Alys sambil tersenyum pelan seolah ada suatu yang lucu dengan ucapan gadis didepannya ini.

“Nembak ? teralu mainstream. “jawab Radit tanpa beban.

“Emang loe gak mau jadi pacar gue ?”lanjut Radit yang langsung saja to the point dan membuat gadis didepannya langsung salah tingkah dan kebingungan.

“Hah ??”binggung Alys yang tidak tau saat ini ia harus menjawab seperti apa.
“Ahh . .Loe kan sukanya sama sensei Bima iya kan ?”

“HAH ENGGAK !! ENGGAK !!! GUE GAK SUKA SAMA SENSEI KEJAM ITU”teriak Alys kalap saat mendengar nama orang yang dibencinya itu. Radit terkekeh pelan. Gadis didepannya memang sangat lucu dan enatah mengapa ia selalu suka dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini.

“Jadi ? Loe mau jadi Pacar gue ??”sekali lagi Radit mengungkapkan perasaanya dengan tanpa beban dan tanpa fikir panjang. Alys langsung terdiam nampak berfikir. Walaupun senyum yang ada di bibirnya tidak bisa ia sembunyikan. Radit dengan sabar menunggu gadis ini membuka suarannya.

“Jadi gimana ??”

“Gu .  . “

Alys memebalakakan matanya, dan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Ia merasa nafasnya tercekat dan darahnya mengalir 50 kali lipat dari biasannya. Belum juga ia me nyelesaikan jawabannya Radit tiba-tiba saja mengangkat dagunya dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Alys. Alys cukup gemetar beberapa detik, ia merasakan nafas hangat radit menyapu wajahnya . Dan saat radit melepaskan jarak mereka, Alys langsung menunduk malu sekali. Wajahnya pasti sudah sangat memerah kali ini.

“Gue anggap loe setuju“ujar Radit sambil mengacak-acak rambut Alys membuat gadis itu semakin melayang dan tak bisa mengambarkan kebahagiannya sekarang. Ingin sekali ia berteriak atau menampar pipinya meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi. Alys sendiri tidak tau sejak kapan perasaanya terhadap Radit tumbuh kembali. Apakah perasaannya ke Bima benar-benar sudah hilang ?.

 

TEEEEEEETTTTTTTT

Bel pun berbunyi menadankan jam istirahat telah habis, Alys sedikit bersyukur ia tidak harus lama-lama dalam kecanggungan ini.

“Ayo masuk “ujar Radit dan begitu saja berjalan meninggalkan Alys. Membuat Alys langsung kecewa.

“Serius gak sih dia ngajak pacaran. Ninggalin gitu aja . Jahat banget”gumel Alys pelan dengan nada kesalnya.

“Gue denger!!”ujar Radit yang sudah sampai di pintu keluar Green House sekolah. Dimana Radit membalikan tubuhnya kembali menghadap ke belakang. Alys langsung menutup mulutnya merutuki gumelannya tadi. Mengigit bibirnya kuat-kuat.

“Samapai kapan loe mau disitu ? Sampai gue harus nyium loe lagi ??”

“Apaan sih!!”sewot Alys yang sebenarnya sangat malu di goda seperti itu. Alys langsung memilih berjalan dengan cepat dan melewati Radit begitu saja saat di pintu Green House. Radit terkekeh pelan melihat tingkah salting Alys.

Radit pun segera meneruskan jalannya. Ia mengikuti Alys dari belakang yang semakin berjalan dengan cepat. Radit memandangi saja punggung gadis itu. Melihat rambut panjang Alys  yang bergerak mengikuti irama langkah Alys.

“Cantik “

Bersambung . . .. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s