ENLOVQER DEVIL – 2

ENLOVQER DEVIL – 2

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

“Hari ini kakak kamu pulang ke Indonesia”

 

“Dia akan menjaga kamu dan adik kamu mulai sekarang!!”

 

“Seriuslah dengan masa depan kamu dan jaga dirimu dengan baik disana”

 

“Berhentilah bermain-main, jaga dirimu baik-baik!!”

 

“Papa ada meeting 5 menit lagi”

 

“Papa har—,”

 

Tanpa harus menunggu ceramah singkat tersebut selesai, gadis ini menutup sambungan telfon dengan tanpa dosa.

 

 

“Nona—, bagaimana bisa nona menutup telfon tuan besar seperti itu? Tuan besar bisa marah” Pria paruh baya dengan setelan jas hitam dalaman kemeja putih dengan dasi hitam dan dandanan yang sangat rapi mulai berbicara kepada gadis tersebut.

 

 

“Tentu saja bisa! Gue tinggal pencet tombol warna merah!! Apa lo nggak bisa?” gadis ini memincingkan senyumnya, menyiniskan ekspresinya ke arah pria dihadapannya.

 

“salam ke tuan besar lo,Mmm… siapa namannya gue lupa?”

 

“Mr.Bov nona”

 

“Yah namanya itulah, gue sangat cinta sama dia!!”

 

“Bye”

 

Gadis tersebut berdiri dari kursinya, merapikan rok seragam sekolahnya dan mengambil tas ransel yang ia taruh disampingnya sedari tadi.

 

“Kenapa dia selalu berkata jaga diri baik-baik , jaga diri baik-baik”

 

“Gue nggak kenapa-kenapa”

 

“Dari dulu gue sehat wal-afiat!!”

 

“Belajar yang rajin?”

 

“Aissh—, apa nggak cukup juga gue selalu peringkat pertama dari SD sampai SMA sekarang?”

 

          Ia terus meggumel pelan, menggerutu akibat telfon yang ia angkat parusan, tak lain berasal dari papanya sendiri.

 

 

“Nona mau kemana?”

 

 

“Gue? —“

 

 

“ Mau ke sekolah. Biar pintar!!  Jadi dokter ! Puas?!!”

 

 

Suara langkahnya menggebu, menujukkan rasa kesal yang masih kentara di raut wajahnya. Nafas tak beraturan, ia berulang kali menghembuskan beberapa kali untuk mencoba mengendalikan kemarahannya sendiri.

****

Kenapa seseorang perlu sekolah? Apa pentingnya sekolah? Itulah yang sedang ada dibenak gadis bernamakan Dafychi Guanni Freedy. Ia sangat membenci yang namannya sekolah, dan hal yang membuatnya lebih kesal kembali. Bodygard-bodygard tak berotak tersebut menangkapnya dan memaksanya untuk berangkat ke sekolah dan terus saja mengikutinya tanpa henti. Ia sudah muak dengan ini semua!!!!.

 

Tanpa sekolah ia bisa mendapatkan nilai 100,  home-run perfect!!. Tanpa sekolah menurutnya pengetahuannya lebih banyak dari pada guru-guru yang mengajarnya di sekolah. Menurutnya!!.

****

Ify melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas, ia melihat teman-temannya terkejut menatap kehadiranya. Ify tak menggubris tatapan tersebut, ia berjalan ke tempat duduknya. Menaruh tasnya diatas bangku yang paling strategis menurutnya untuk tidur!!!.

 

“IFY!! Lo masuk sekolah!!” suara teriakan cempreng membuat Ify tidak jadi tidur. Ia melihat kearah pemilik sumber suara tersebut yang kini telah duduk disampingnya dengan senyum terbahagia yang dipunya.

 

 

“Lo yang ngasih tau ke Mr.Lay kemarin gue kemana? “tuding Ify langsung.

 

 

“Ify maafin gue kali ini maafin gue” gadis itu langsung meraih tangan kanan Ify dan mengenggamnya erat, wajahnya sudah seperti orang yang akan menangis.

 

 

“Kakak lo terus nelfon gue kemarin. Gue coba bohong tapi dia ngancam gue, kalau sampai gue nggak ngasih tau dimana lo, beasiswa gue bisa dicabut. Maafin gue!!” melasnya. Ify mendesah berat.

 

 

“Lo penghinat! Jangan deket-deket gue!” tajam Ify dan membuat gadis didepannya semakin ketakutan.

 

 

“Gue traktir lo makan deh nanti jam istirahat. Lo mau makan apa? Gue baru aja gajian kemarin. Lo mau 8 wings box crispy? Ahh… enggak—,  16 wings box crispy ?”

 

 

“How? —“

 

 

“Termaafkan!!” ujar Ify dengan cepat. Ia melihat gadis di depannya yang kini menghembuskan nafas legahnya. Yah, kelemahan gadis cantik bernamakan Ify ini hanyalah satu! Bisa disuap dengan chicken! Makanan kesukaannya!.

 

 

“Kakak gue masih ngejar-ngejar lo?” tanya Ify mulai pembicaraan ringan dengan sahabatnya tersebut.

 

 

“Hmm” jawab gadis itu sambil mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.

 

 

“Lo masih tetap nolak dia?”

 

 

“Hmm”

 

 

“Gue sampai sekarang masih nganggap dia seperti abang gue, seperti lo nganggap dia sebagai kakak. “

 

 

“Nggak lebih?” gadis tersebut terlihat berfikir sebentar.

 

 

“Tidak lebih!”

 

 

“Waah—, lo emang sahabat terbaik gue!! Selera kita memang sama!!”

 

 

“Gue nggak faham kenapa semua gadis di dunia ini tergila-gila dengan kakak gue. Aisshh—,”

 

Percakapan mereka terhenti karena dosen Kimia mereka telah memasuki kelas. Seperti biasannya Ify akan tidur dengan cantik dan sahabat Ify, Sivia yang akan mencatat semua mata pelajaran dan dengan sennag hati memberikannya ke Ify padahal Ify sendiri sama sekali tidak menginginkannya, ia tak sepenuhnya tidur, sayup-sayup ia mendengar apa yang guru tersebut ajarkan. Ia adalah seorang genius, once again. . . . . menurutnya sendiri!

*****

Ify berjalan ke arah kantin, menyusul Sivia yang sudah duluan kesana untuk mencarikannya tempat duduk, Ify memberhentikkan langkahnya di pintu kantin ketika melihat Sivia memunguti makanan yang jatuh dibawah lantai. Ify men­-scann pandanganya lebih keatas.

 

Ia dapat melihat jelas 3 gadis-gadis  berambut cabe hangus tertawa dan menatap licik ke arah Sivia. Apa yang harus dilakukannya sekarang?

 

 

“Tentu saja gue bunuh mereka betiga!!”

 

Ify berjalan dengan langkah dingin, menghampiri shooting drama  tersebut.

 

 

“Ify datang!! Ify datang!!” ujar salah satu dari merek bertiga, dan membuat wajah merea bertiga berubah sedikit panik.

 

 

“Jangan panik!! Jangan takut!! Gue nggak takut!!”ujar ketua dari mereka bertiga.

 

 

“Bangun Vi!” tajam dan dingin Ify, mau tak mau Sivia langsung berdiri.

 

 

“WOI—, SUDRAA!! “

 

 

“Siapa yang suruh lo bangun? Pungutin makanan gue !!!” ucapan Ify dibalas oleh sang ketua. Ify tak mengubah ekspresinya sama sekali, tetap datar dan dingin tanpa panik ataupun takut sedikitpun.

 

 

“Gue yang suruh! Kuping lo cuma satu?

 

 

“Fy, udah nggak apa-apa. Lo jangan bikin masalah lagi”

 

 

“Dia anak—,”

 

 

“Anak presiden!” sahut Ify tegas memotong ucapan Sivia. Langkahnya ia majukan, mendekat ke arah gadis yang menantangnya tadi.

 

 

“Jangankan anak presiden, anak harimau pun nggak akan buat gue mundur satu langkah sedikitpun!”

 

 

Ekspresi Ify mulai berubah, kedua mata elangnya semakin menajam tak lepas dari kedua mata gadis tersebut. Semua anak – anak yang lain sudah mulai berbisik-bisik.

 

Ify berdiri didepan gadis tersebut dengan  jarak kurang dari 5 cm, sangat dekat sekali. This Showtime!

 

 

 

“Gu—,Gue—,Gue nggak takut sama lo!!!”

 

 

“Lo gemetar!!” taam Ify dengan suara yang pelan mungkin hanya cukup terdengar dirinnya dan gadis di depannya.

 

 

“Bahkan kekuasaan lo nggak bisa ngeluarin gue dari sekolah ini, sampah!!!”

 

 

Ify memundurkan beberapa langkahnya, melihat ekspresi gadis tersebut yang terlihat tak bisa menyembunyikan ketakutannya membuat Ify tersenyum sinis.

 

 

“Lo bertiga cium dan sujud di kaki sivia sekarang!!”

 

 

“IFY!! Apa yang lo lakuin!!” Sivia langsung menarik lengan Ify, namun gadis itu menghentaknya, tak mempedulikan sahabatnya.

 

Sedangkan anak-anak yang lain terkejut dengan ucapan Ify tersebut, terutama 3 gadis dihadapan Ify.

 

 

“Shil, gimana ini??”

 

“Shil, kita pergi aja!”

 

“Dia nakutin, ogah gue sujud ke si sudra!!”

 

Ify semakin puas melihat ketigannya ketakutan seperti tikus sampah.

 

 

“Gue hitung sampai tiga!!”

 

 

“Satu—,”

 

 

“Shil, gimana ini???”

 

 

“Dua—,”

 

 

“SIAPA LO BERANI-BERANI NYURUH GUE DAN TEMEN GUE? HAH??”

 

 

Ify tak harus menjawab pertanyaan macam bodoh seperti itu. Seluruh sekolah juga jelas tau bahwa namanya adalah Ify dengan julukan Si Thriller Genius. Ify kembali menjukkan smrik menakutannya. Semua anak lain yang melihatnya bisa pingsan mendadak jika tidak mengantisipasi.

 

 

“Shilla, Maafkan Ify. Dia lagi nggak sehat!! Maaf! Gue udah pungutin semuannya!! Maafin Ify ya”

 

Sivia dengan cepat menarik Ify dari sana, dan mau tak mau Ify mengikuti Sivia, karena kuatnya tarikan Sivia pada lengannya. Ify menghelakan nafas kesal. Sivia selalu saja menghancurkan semuannya.

 

 

“DASAR PECUNDANG!! NGGAK BERANI KAN LO LAWAN GUE!!”

 

 

“JELAS LAH!! GUE ANAK PRESIDEN!! CATAT GUE ANAK PRESIDEN!!”

 


“LO YANG SAMPAH!!!”

 

 

Ify menghentakkan kasar tangan Sivia, menatap Sivia dengan tajam. Mereka berdua berada di depan toilet belakang dekat kolam renang. Sivia meneguk ludahnya, bersiap mendapat amarah dari sahabatnya tersebut.

 

 

“Apa lo akan terus hidup kayak gitu? Hah!!!” benar saja Ify marah kepadannya, sangat marah!!

 

 

“Gue nggak apa-apa Fy, lagian mereka cuma minta tolong kok, mereka bukan nyuruh gue makan snack yang jatuh itu, mereka Cuma minta gue pungutin sn—,”

 

 

“Lo senang hidup lo selalu di injak-injak?” sinis Ify.

 

 

“Mereka nggak nginjak injak hidup gue kok Fy., emang gue Cuma sebatang kara yang miskin”

 

 

Ify menghembuskan nafas panjang, pasrah. Jika Sivia sudah memelas seperti ini ia tidak tega lagi untuk memarahi sahabatnya tersebut.

 

 

“Terserah lo deh!! Gue mau pulang!! Lelah!! “

 

Ify berjalan melewati Sivia kembali ke kelas untuk mengambil tasnya. Ia berencana untuk kabur lagi kali ini.

 

“Fy . lo nggak kabur lagi kan??”

 

 

“Fy!! Kita masih ada 2 perlajaran lagi!!” Sivia setengah berlari membuntuti Ify.

 

 

“Fy!! Lo jangan bolos lagi”

 

 

“Fy!!”

 

*****

Ify mencoba bersembunyi di belakang tong sampah besar. Ia benar-benar tertangkap basah membolos lagi. Kenapa mereka bisa mengetahui keberadaannya. Apa mereka akan selalu mengikuti dirinnya terus? Aissh—.

 

Ify tidak bisa bersembunyi terus, ia memilih untuk keluar dari persembunyiannya dan berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari bodygard-bodygardnya tersebut. Berlari menyelamatkan nyawannya dari amukan papanya nanti.

 

Ify melihat sebuah mobil berjalan ke arahnya, dengan nekat ia menghadang mobil tersebut, merentahkan kedua tanganya, Hidup  matinya bertaruh pada mobil ini.

 

Mobil tersebut berhenti mendadak, 99% seperti dukaan Ify, ia sudah memastikan bawha dirinnya tidak akan pernah mati konyol karena tertabrak mobil.

 

Ify segera masuk kedalam mobil tersebut, tak peduli siapa pemilik didalamnya. Ia harus menyelamatkan nyawannya terlebih dahulu.

 

“Jalan!!” suruh Ify dingin, matannya sama sekali tidak melihat ke arah pemilik mobil ini.

 

“Keluar!!!” tajam seorang pria disamping Ify.

 

“Gue bilang jalan!!!” balas Ify tak kalah lebih tajam. Ia tidak peduli dengan pria disampingnya. Sama sekali tak peduli!!!

 

“Lo siapa? Gue bilang keluar!”

 

“Lo juga siapa? Gue bilang jalan!!!”

 

Ify menolehkan kepalannya, menatap Rio dengan wajah sangat sangat kesal. Apa susahnya juga tinggal menjalankan mobil ini? Ify sudah tidak ada banyak waktu untuk berdebat dengan pria ini!!.

 

“Adek, mumpung gue masih sabar. Lo keluar sekarang!”

 

“Adek?” Apakah barusan dirinnya tak salah dengar? Adek? Kenapa lagi pria disampingnya ini. Ify menyunggingkan bibir sebelahnya, menyinisi pria disampingnya.

 

“Sejak kapan emak lo ngelahirin gue, bang!”

 

“Lo jalanin mobil lo sekarang, dan lo bis—“

 

TOKKTOKKK

 

Ify  menghentikkan ucapannya, sebuah ketukan pada kaca jendela disampingnya membuat ia memejamkan kedua matannya. Menghembuskan nafasnya dengan berat. Harinya setelah ini akan menjadi hari yang terpamjang. Sial sekali dirinnya hari ini.

 

“Sialan!!”umpatnya tak bisa menahan kekesalannya..

 

“OKE GUE NYERAHIN DIRI!!!” teriak Ify keras kepada bodygard-bodygardnya tersebut. Sebelum ia benar-benar keluar dari mobil tersebut, Ify menyempatkan untuk memberi salam kepada pria  disampingnya tadi yang sudah merusak semuannya.

 

“Gara-gara lo, brengsek!!”

 

Setelah puas menyumpah, dan tak peduli bagaimana reaski dan ekspresi pria tersebut Ify keluar dari mobil itu. Ia langsung di gandeng oleh bofygard-bodygard tersebut. Ify hanya bisa pasrah saja sekarang. Tak ada yang bisa ia lakukan kali ini. Yah dia benar-benar pasrah!.

 

*****

Ify terpaksa kembali ke sekolahnya dan mengikuti 2 mata pelajaran yang niatnya tadi ia tinggalkan. Siang yang semakin panas ini membuat darahnya naik sampai ke ubun-ubun. Kalau saja ada orang yang mecari gara-gara dengannya, sudah bisa dapat ia pastikan tamat riwayat orang tersebut!!! Pasti!!!.

 

Akhirnya bel pulang sekolah telat berbunyi. Ify bangun dari tidur panjangnya, dogeng 2 pelajaran tadi sungguh-sungguh membosankan. Dengan cepat Ify keluar dari kelas, yang disusul oleh Sivia di belakangnya.

 

 

“Lo langsung pulang? Kan gue udah janji mau traktir lo” ujar Sivia mencoba mengikuti langkah Ify yang semakin cepat.

 

 

“Fy—, Gue mau traktir lo”

 

 

“Fy lo masih marah sama gue?”

 

Ify memberhentikkan langkahnya tiba-tiba dan membuat Sivia menabrak punggung belakang Ify.

 

 

“Aisshh—“ desis Sivia sedikit kesal dengan Ify. Sedangkan Ify seolah tak merasa bersalah, memundurkan beberapa langkahnya hingga berdiri tepat disampingnya.

 

 

“Sivia tercinta, lo nggak lihat pria-pria hitam bodoh di depan gerbang sana?” sinis Ify tajam. Sivia mencari pemandangan yang di-deskripsikan  Ify barusan. Dan benar saja beberapa bodygard berbadan besar sudah menatap ke arahnya dan Ify.

 

 

“Ah—, Sepertinya gue harus pulang sekarang. Gue lupa cucuain gue masih diluar, jadi belum gue ambil hehehe” cengir Sivia tanpa dosa. Ify semakin menatap tajam Sivia.

 

 

“Bye-bye Ify, besok gue traktir!! Bye” Sivia segera kabur duluan, meninggalkan Ify yang menatapnya dengan wajah tak menyangka.

 

 

“Aissh— penyihir licik!!”

 

*****

          Ify masuk kedalam rumah yang bah istana ini. Ia melihat adiknya sedang bermain Playstation diruang tengah. Tak perlu heran, itulah yang dilakukan oleh sang adik setiap harinnya.

 

 

“Bal, ambilin gue minum!!” Suruh Ify seenaknya kepada sang adik, Ia duduk di sofa disamping adiknya.

 

 

“Ogah!!” tolak adiknya tegas, dan tetap fokus pada permainanya.

 

 

“Gue hitung sampai tiga” ancam Ify.

 

 

“Satu, dua, tiga!!” sahut adiknya tanpa ada rasa takut. Ify mengertakan giginya, merasa sangat kesal kepada sang adik.

 

 

“Lo adik durhaka!!! “ kesal Ify.

 

 

“Lo kakak durjana!!” sahut adiknya tak mau kalah. Ify menarik nafasnya dalam-dalam, berusaha mengontrol amarahnya yang memang sulit sekali ia kendalikan.

 

 

PLAAAKKK

 

            Dengan kasar Ify melempar remote ke kepala adiknya. Namun, seolah menjadi suatu yang biasa, adik Ify yang bernamakan Iqbal tersebut tidak meringis ataupun protes bahkan marah sedikitpun. Iqbal tetap meneruskan permainnanya. Dan tentu saja semakin membuatnya sangat sangat kesal.

 

“LO—, BENERAN CARI MAT—“

 

“Kalian berdua berdiri yang tegak!! Posisi Siap!!”

 

Sebuah teriakan tersebut langsung membuat Ify dan Iqbal berdiri dalam hitungan kurang dari satu detik. Mereka berdua segera berdiri dengan sigap dan posisi siap seperti seorang paskibra.

 

Seorang pria dengan pakaian polisi, menghampiri dua anak ini. Wajahnya terlihat dingin dan serius.

 

“Silahkan laporan!!”

 

“Nama Iqbal Guanna Freedy, melaporkan bahwa kak Ify baru saja melempar remote ke kepala Iqbal, dia juga sering bolos sekolah, dia tidur di kelas dan sering dapat panggilan dari BK hampir setiap hari. Laporan selesai!!”

 

Tamat sudah riwayat Ify, ia memejamkan kedua matannya rapat-rapat. Berharap bahwa tuhan yang maha esa mencabut nyawannya saja saat ini. Adiknya benar-benar titisan gaib dari neraka paling bawah sendiri.

 

“Next”

 

“Nama Ify Guanni Freedy, semua yang dikatakan Iqbal benar” pasrah Ify. Mau berbohong macam apa lagi juga pria yang sekarang ada di depannya ini pasti sudah tau kenyataannya. Ia tak perlu capek-capek membuat alibi. Setidaknya ia bersyukur tidak perlu membuat laporan panjang-panjang.

 

“Yang tegas kalau laporan!! “

 

 

“Aisshh—, “ desis Ify sudah tak tahan lagi. ia menatap tajam pria di depannya.

 

“Nama  Ify Guanni Freedy, gue udah bolos sekolah ratusan kali, gue tidur dikelas dan barusan gue coba bunuh adik gue tapi kakak gue datang menyelamatkannya. !! Laporan selesai! “

 

“Puas?”

 

Pria tersebut menggeleng-gelengkan kepalannya, dan sedikit menyunggingkan senyumnya.

 

“Ckk—, kalian berdua masih saja selalu bertengkar” ucap pria tersebut sambil mengacak-acak puncak rambut kedua adiknya, kemudian memeluk kedua adiknya dengan erat.

 

 

“Long time no see sister brother. Miss you so much” ucapnya dengan tulis. Ify dan Iqbal saling tatap, merasa tercekik dengan pelukan kakak mereka.

 

 

“Lo seneng pria kaku ini pulang?” bisik Ify dengan sengaja ke arah Iqbal.

 

“Sama sekali nggak!!” sahut Iqbal tajam.

 

Pria tersebut segera melepaskan pelukan kedua adiknya. Menatap adiknya sedikit kesal. Apakah ini sambutan yang didapatnya setelah hampir 3 tahun lebih tidak bertemu?.

 

“Silahkan lari komplek 5 kali. Pulangnya beli nasi rendang dan padang di restoran dekat supemarket” tegas kakaknya tanpa ekspresi. Ify dan Iqbal mendengus menyesali ucapan mereka barusan.

 

 

“Nggak mau lakuin??”

 

“Aisshh— gara-gara lo sih kak” umpat Iqbal menyalahkan Ify.

 

Ify dan Iqbal tidak bisa melawan, mereka pasrah dan mulai keluar rumah untuk menjalani hukuman dari sang kakak tercinta!!.

 

“Sambutan yang menyenangkan!!!”

*****

Mereka bertiga menonton televisi bersama di ruang tengah. Percakapan ringan terjadi, candaan seperti biasannya. Sudah sangat lama mereka bertiga tidak berkumpul seperti ini. Yah, tentu saja mereka bertiga merindukkan sekali keadaan seperti ini.

 

“Lo disini selamanya? Apa balik lagi ke seattle?” tanya Ify kepada sang kakak, asik memakan snak yang berada di mangkok kecil.

 

“Mungkin selamannya. Papa nyuruh gue untuk jagain lo berdua” jawab sang kakak dengan nada malas.

 

“Waah!! Benar-benar hari yang sangat indah!! Gue harus hidup selamannya bersama 2 pria terkutuk ini”

 

“Lo lebih terkutuk!!!” sahut kakak dan adik Ify bersamaan. Tak terima dengan ucapan Ify tentunya.

 

Suara truk dan riuh-riuh terdengar dair luar. Mereka bertiga langsung hening, mengerutkan kening, menajamkan kedua telinga mereka.

 

“Apa ada yang pindah ke depan rumah?” tanya Kakak Ify.  Dan mendapat jawaban gelengan dari kedua adiknya.

 

“Professor Bams sudah tidak tinggal disana?” sekali lagi kedua adiknya hanya menggelengkan kepalannya dengan wajah tak berdosa.

 

“Yaah!!! Kalian berdua tetangga macam apa? Bagaimana kalian tidak tau tetangga kalian pindah?”

 

“Kita cukup sibuk dengan kehidupan kita!” alibi Ify dan langsung diangguki oleh Iqbal. Kakak mereka Cuma bisa mendesis pasrah. 1 lawan 2 tentu saja dia akan kalah telak!!.

 

“Sudah cukup malam, Kalian berdua ke kamar. Cuci kaki, tangan, muka dan tidur. Besok bangun pagi-pagi kita olahraga bersama dan bersiap-siap untuk sekolah kalian. Mengerti?”

 

“Coba aja lo nggak selalu bolos kak? Papa pasti nggak nyuruh pria kaku ini balik ke Indonesia!!” tajam Iqbal ke Ify

 

“Apa kita akan hidup seperti militer lagi?” melas Ify

 

“Bukan militer tapi tentara perang!!” tegas Iqbal dan membuat Ify hanya bisa memelas pasrah. Hidupnya benar-benar akan berubah setelah ini!!.

 

“Karena gue dengar ucapan kalian, besok bangun jam 4 subuh!! Tidak ada protes dan negoisasi!!”

 

“Selamat malam semua!! “

 

“YAAA!! ANDO BRENGSEKK!!!! “ Umpat Ify pelan ke sang kakak. Dan jelas saja umpatannya terdengar ke sang kakak yang baru saja akan berdiri.

 

“Gue denger lagi. jam 3 subuh!!”

 

“YAAA!!! MULUT LO HARUS DAN PERLU DIPERBAN !!! “ teriak Iqbal sangat kelas kepada kakak perempuannya Tercinta ini!!!

 

Sedangkan Ando, sang kakak tertuannya meninggalkan adik-adiknya dengan puas. Membiarkan kedua adiknya bertengkar mulut, tangan dan lainnya. Ia yakin mereka berdua tidak akan sampai saling membunuh. Jadi, ia tidak perlu khawatir.

*****

Benar saja, jam 3 subuh men!! Ando membangunkan adik-adiknya, dan tanpa belas kasih menyiram adiknya dengan air dingin. Mau tak mau Ify dan Iqbal harus bangun sepagi tersebut dengan mata yang setengah terbuka. Mereka masih ngantuk sekali.

 

“Lari lebih cepatt” teriak Ando yang mengikuti kedua adiknya dari belakang. Mau tidak mau Ify dan Iqbal menaikkan speed larinya sedikit cepat. Mereka berdua mendengus kesal.

 

“Kak, udah capekk!!” teriak Iqbal, nafasnya ngos-ngos.an tak kuat lagi untuk berlari.

 

“Gini aja” Ify berhenti berlari, mau tidak mau Iqbal dan sang kakak ikut berhenti.

 

“Biar fire, kita gunting batu kertas. Yang kalah terus berlari yang menang bisa pulang. Setuju?”

 

“SETUJUUU!!!” teriak Iqbal antusias, Ando menatap adiknya binggung.

 

“Ayo” ujar Ify yang sudah siap-siap menjulurkan tanganya begitu juga dengan Iqbal.

 

“Peraturannya yang tangannya beda sendiri dia yang kalah. “ Semuanya menganguk.

 

“Gunting-Batu-Kertas”

 

“YEESSSS!!!”

 

“YEESS!!!!”

 

Ify dan Iqbal berteriak penuh kemenangan, mereka berdua meluncurkan kertas sedangkan sang kakak meluncurkan  Batu. Ify dan Iqbal sudah sangat memprediksi bahwa kakaknya akan mengeluarkan Batu. Karena menurut prinsip Ando Guanna Freedy seorang laki-laki sejati harus mengeluarkan Batu.

 

“ Ayoo Ball kita pulang dan tidur lagi”

 

“Ayoo Kak!!”

 

Keduannya saling berangkulan dan segera kabur dari pandangan kakaknya yang hanya bisa geleng-geleng. Setidaknya ia sudah tau kelicikan kedua adiknya. Ando memilih untuk melanjutkan lari subuhnya ini. Menurutnya sangat sehat. Ia sudah terbiasa bangun jam 3 malam. Ia menjalani training yang lebih berat dari ini.

 

“Mereka memang adik-adik yang luar biasa—“

 

Jahanam dan Durjana”

*****

Ify sudah siap duduk cantik dan memakan makannya, ia tidak bisa berangkat telat dan bolos lagi kali ini. Kakaknya benar-benar menjadi pengacau dan pengintai hidupnya. Ia tidak bisa lagi berbuat sesukannya atau hidupnya akan berakhir di tangan sang kakak.

 

“Waahhh—, Nona Ify rajin sekali pagi-pagi sudah pakai seragam dan duduk cantik di kursi makan” sindir Iqbal yang baru saja datang. Ia duduk disamping Ify dan meletakkan tasnya di samping.

 

“Berisik lo!!!” tajam Ify dan terus makan.

 

Ando tersenyum ringan dan geleng-geleng lagi melihat kedua adiknya yang sepertinya tak bisa akur.

 

“Gue anterin lo berdua ke sekolah”ujar Ando ditengah-tengah kegiatan sarapan mereka bertiga.

 

“Gue bisa naik bus, “ tolak Iqbal dengan cepat.

 

“Dia lagi jatuh cinta sama kakak kelasnya, mangkannya dia tiap hari naik bus biar bisa ketemu sama kakak kelasnya itu” aduh Ify, yang langsung mendapat lirikan tajam dari Iqbal.

 

“Upss sengaja keceplosan!”

 

“Thanks atas informasinya kak Ify” sinis Iqbal, kedua tangannya menggengam erat garpu dan sendok.

 

“Tidak perlu sampai terharu gitu bal” sahut Ify dengan senyuman paling bahagiannya, sedetik kemudian ia menatap tajam ke arah kakaknya.

 

“Dan—, gue tau maksud lo mau anterin gue—“ Ify mengarahkan jari telunjuknya ke arah Ando.

 

“Lo mau ketemu Sivia kan? HAHAHAHA” Ify menambahkan efek ketawa yang dibuat-buat. Sedangkan Ando yang mendengar tuduhan Ify hanya menatap sang adik datar dan melanjutkan makannya kembali.

 

“Sivia nggak masuk hari ini, dia lagi sakit. Kemarin dia pingsan” cerita Ify dengan wajah meyakinkan. Ia menatap makannya seolah setengah tidak nafsu. Membuat agar ceritanya benar-benar menyentuh.

 

Benar saja, mendengar cerita Ify, seketika Ando berhenti makan. Menatap adiknya sebentar lalu berdiri dari meja makan.

 

“Kalian berangkat sendiri, Gue ada perlu!!”                       

 

Bah, kilat yang menyambar di malam hari, Ando sudah hilang dari pandangan kedua adiknya. Ify melepaskan tawannya yang ia tahan dari tadi. Ia geleng-geleng sendiri melihat kakaknya yang seperti itu.

 

“500 ribu mana? “

 

“Gue udah nyelametin hidup lo, dan tidak melewatkan kesempatan lo pagi ini untuk ketemu kakak kelas cantik idaman lo”  ujar Ify sambil menjulutkan tangannya, dengan lagak memalak.

 

“Lo bohong sama kak Ando?” tanya Iqbal mencium bau-bau pembohongan.

 

“Jadi gini adik gue tercinta. “

 

“Ketika ada Harimau, Singa dan Macan  bersama, itu sangat bahaya. Mereka bisa saling memakan satu sama lain. Mereka bisa perang darah”

 

“Lo lagi ngomong apa sih?? “sinis Iqbal, tak faham dengan cerita kakaknya barusan.

 

“Cerita Harimau, Singa dan Macan” jawab Ify santai

 

“Harimau dan Macan apa bedannya?” kesal Iqbal dibuat darah tinggi oleh sang kakak. Sejak kapan kakaknya ini jadi sedikit bego.

 

“Beda!!!” Ify ikut-ikutan kesal dan berteriak.

 

“Harimau itu di mulai dengan Ha kalau macan dimulai dengan Ma

 

“Wajah lo kayak HAMA!!!”  sentak Iqbal penuh amarah dan langsung berdiri dari kursi makan. Hidupnya sudah sangat kacau dengan kakak perempuannya yang menurutnya tidak normal kini ditambah kakak laki-lakinya yang lebih tidak normal lagi.

 

“OH TUHAN!!!!” teriaknya frustasi meninggalkan Ify yang hanya mengangkat kedua baunya seolah ia tidak ada salah sama sekali.

 

Bersambung . .   .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s