ENLOVQER DEVIL – 3

ENLOVQER DEVIL – 3

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

 

Rio, illy dan Mamanya sudah pindah di rumah baru mereka pagi ini. Rio hanya mampir sebentar untuk mengantarkan adik dan mamanya, karena ia harus menghadiri rapat di kantor dengan Dinas Pajak pusat. Membicarakan Pph (pajak penghasilan) perusahannya yang di luar negeri. Rio tidak ingin ada masalah dengan tuntunan kasus korupsi pajak atau semacamnya nantinya. Ia ingin menjadi warga negara yang terhormat untuk selalu membayar pajak!.

 

“Gue sudah urus semua sekolah lo”

 

“Besok lo sudah bisa masuk ke sekolah baru lo” ujar Rio ke sang adik yang sedang asik memakan sandwich di depan Televisi.

 

“Sekolahnya bagus nggak? Ellite nggak? Hits nggak?”

 

“Lo mau sekolah atau mau jadi cabe-cabean?” sengit Rio dan membuat adiknya cemberut.

 

“Sekolah yang bener, jangan sia-siain uang gue buat sekolahin lo mahal-mahal”

 

“Iya Iya. Kayak presiden aja tiap hari ceramah, udah gitu nada suarannya datar melulu, nggak ada intonasinya!!” gerutu illy semakin cemberut.

 

 

“Lo harus dapat peringkat 1” tambah Rio tajam.

 

 

“Kenapa gue harus selalu dapat peringkat 1 ?” tanya illy tak terima. Ia sudah merasa lelah dengan tuntutan kakaknya yang selalu ingin dirinnya mendapatkan peringkat teratas. Dan itu sangat membuatnya terbeban.

 

“Yang dapat peringkat 1 di sekolah baru lo, mendapatkan biaya SPP dan DPP gratis selama satu tahun” jelas Rio dengan wajah datar tanpa dosa. Sedangkan illy menatap sang kakak tak percaya.

 

“Lo bangkrut ??”

 

“Nggak!”

 

“Lo nggak mampu biayain sekolah gue?”

 

“mampu”

 

“So?”

 

“Biar gratis “ singkat jelas dan padat. Rio meninggalkan adiknya dengan senyum puas sepuas-puasnya.

 

“ DASAR PENGUSAHA PELIT!! museumin sana uang lo. Sekalian hidup lo juga museumkan!! BIAR DIKENANG SEPANJANG MASA!! ” teriak Illy kalut tak peduli kakaknya akan menerkamnya habis ini.

 

 

“Dasar kakak biadap!!! “

 

*****

Ando memberhentikan mobilnya di depan sebuah gang, ia keluar dari mobil lalu berjalan kedalam gang tersebut. Gang yang hanya cukup dimasuki satu sepeda motor, gang yang didalamnya hanya ada 3 rumah dan cukup sepi.

 

Ando terlihat mengingat-ingat, ia mengedarkan pandangannya mencoba memastikan ingatannya pada rumah yang akan ia cari. Ando memberhentikan langkahnya seketika itu, ia melihat seorang gadis berseragam dengan rambut di gulung ke atas. Gadis itu sedang mengunci pintu rumahnya. Ando hanya terdiam menatap gadis tersebut.

 

“Lo nggak apa-apa?” tanya Ando dengan suara tenang, Gadis itu terkejut dengan kedatangan Ando dan sudah berdiri di depannya saat ini dengan hanya jarak 2,5 meter.

 

“Gue? Kenapa?” tanya gadis itu balik, tak cukup faham dengan pertanyaan Ando.

 

Ando mendesah kesal, membodohi dirinnya sendiri. Ia baru sadar bahwa Ify sudah mengerjainnya. Dan, begonya ia terkena prank sang adik tersebut.

 

“Ify ngerjain gue, dia bilang lo lagi sakit” ujar Ando setengah tersenyum.

 

“Gue legah lo nggak apa-apa” lanjutnya dan menjalankan kakinya beberapa langkah. Sedangkan gadis itu masih diam saja disana.

 

“Gue anterin lo ke sekolah” pinta Ando, dengan wajah penuh harap bahwa gadis di depannya mau menerima tawarannya.

 

“Gue bisa naik bus—,kak”

 

“Gue di tolak lagi” simpul Ando masih dengan wajah tenang, namun kedua matannya dapat tergambar jelas kekecewaan. Gadis itu menunduk sedikit bersalah.

 

“Maaf—“ lirihnya.

 

Ando tersenyum simpul, gadis di depannya memang benar-benar pendiam, pemalu, dan menurutnya type ideal –nya sekali.  Mulai dari postur, wajah, sifat. Ando benar-benar menyukainya sejak pertama bertemu dan itu terbilang sudah sangat lama. Dan sampai sekarang—. Cintanya tetap bertepuk sebelah tangan. !

 

“Yaudah berangkat sana. Lo bisa telat”

 

Gadis tersebut langsung melihat jam tangannya, dan benar saja sudah pukul 06.20, ia melihat ke arah Ando sebentar.

 

“Sivia berangkat dulu ya kak, Maaf”

 

Tanpa menunggu balasan dari Ando, gadis manis nan lugu ini langsung meninggalkan Ando ditempat. Ia berlari-lari agar tidak ketinggalan bus.

 

“Waah—, 141 kali gue udah ditolak”

 

*****

Sivia masuk kedalam kelas, terkejut melihat Ify sudah duduk manis di bangkunya dengan buku didepannya. Gadis itu terlihat serius membaca buku tersebut. Sivia berjalan ke arah teman tercintanya itu. Heran dan binggung.

Sivia menyentuh kening Ify, seketika membuat gadis itu tersentak kaget dan melihat ke arah Sivia. Ia menyingkirkan tangan Sivia dari dahinya.

 

“Lo nggak sedang sakit kan?” Sivia menaruh tasnya dan duduk disebalah ify.

 

“Gue sakit parah!!!” jawab Ify penuh dramatis. Sivia mengernyitkan keningnya tambah binggung.

 

“Kok bisa? Sakit parah? Maksudnya?” binggung Sivia. Ify menghelakan nafas berat, menutup bukunya lantas menatap ke arah Sivia.

 

“Hidup gue nggak akan tenang sekarang” desah Ify mengingat kejadian kemarin dan pagi dini hari tadi.

 

“Kok bisa?”

 

“Ando balik ke sini selamanyaa—“

 

“What?? Mati gue!!!” kini giliran Sivia yang menepuk jidatnya, dan giliran Ify pula yang binggung menatap sahabat tercintanya.

 

“Kok jadi lo yang mati?” desis Ify sinis.

 

“Lo jangan pernah nyuruh-nyuruh kakak lo datang kerumah gue lagi!!!”

 

“Gue nggak tau harus nolak kakak lo kayak gimana lagi!! “ desis Sivia lebih sinis ke arah Ify, seketika itu Ify terkekeh ringan. Aneh juga sahabatnya tersebut.

 

“Lo beneran nggak suka sama kakak gue?”

 

“JUJUR!!” tanya Ify benar-benar dengan nada serius kali ini. Dan untuk pertama kalinnya ia bertanya seperti ini ke Sivia dengan wajah seserius ini dan menuntut jawaban yang  serius pula. Sivia terlihat terdiam cukup lama.

 

“Nggak” jawab Sivia menatap ify mencoba meyakinkan. Sedangkan Ify menyunggingkan kedua sudut bibirnya sedikit.

 

“Dasar pembohong!!”

 

“Gue nggak bohong, gue jujur. Beneran!!”

 

“Menurut The Career Builder, ciri-ciri wajah orang berbohong ekspresinya kayak lo”

 

“Gue nggak bohong!!” paksa sivia meyakinkan. Ify mendesis sekali lagi.

 

“Iya iya gue percaya lo nggak bohong” pasrah Ify mengalah. Ia tak ingin berdebat panjang karena masalah yang menurutnya bukan urusannya.

 

Ify membuka bukunya kembali dan fokus membaca, membiarkan Sivia yang juga mulai mengeluarkan beberapa buku dan belajar, Ify melirih ke arah Sivia. Ia geleng-geleng sendiri melihat sahabatnya. Heran, bagaimana bisa ada orang yang hobinya selalu saja belajar. Dan yang Ify herankan juga kenapa selalu dirinnya yang dapat peringkat pertama? Padahal yang setiap hari belajar dan mendengarkan guru di depan adalah Sivia.

 

Dan, untuk itu Ify selalu melepaskan beasiswanya dan memberikannya kepada Sivia yang selalu mendapatkan peringkat kedua pada peringkat paralel seluruh sekolah setelah Ify tentunya.

*****

 

Ify pulang sekolah terlebih dahulu meninggalkan Sivia yang sedang melakukan pekerjaan part-time.nya sebagai petugas perpustakaan sekolah. Hari ini, Ando menjemput adik-adik tercintanya di sekolah. Mau tak mau Ify harus menuruti perintah Ando dan tidak bisa bermain-main.

Ify masuk kedalam mobil, disana hanya ada sang kakak.

 

“Gue bukan supir lo, kedepan!!” perintah Ando tegas. Wajahnya datar, tenang dan dingin. Ify mendesis pelan, membuka pintu mobilnya lagi dan pindah duduk di depan tepatnya di samping Ando.

 

“Si—“

 

“Dia ada kerja part-time di perpustakaan, dia pulang jam 5 sore nanti. Laporan selesai!!” ketus Ify. Ia memasang seatbelt.nya, menyenderkan tubuh dan menatap ke depan. Ando melihat sang adik hanya geleng-geleng sendiri.

 

“Iqbal ada extrakulikuler taekwondo, dia bilang pulang sedikit malam”

 

“dan lo percaya?” Ando mengernyitkan keningnya.

 

“Aisshh—, pantes aja lo ditolak Sivia berkali-kali. Otak lo nggak pernah lo pakai!!”Ando masih menatap Ify binggung.

 

“Iqbal udah 1 semester nggak ikut taekwondo lagi, pergelangan kaki kanannya cedera di perlombaan terakhir. Dan dia masih dalam masa pemulihan”

 

“Alasan dia nggak mau lo jemput karena dia lagi ngejar kakak kelasnya yang setiap hari pulang sekolah naik bus” jelas Ify panjang kali lebar. Ando mengerti dan mengangguk-angguk ringan.

 

“Kirim pesan ke Iqbal, bilang sampai rumah dia harus sit-up 100 kali” dingin Ando lantas menatap kedepan dan menjalankan mobilnya.

 

 

“ASSAAA!!!” teriak Ify penuh semangat. Seperti mendapatkan sebuah hadiah yang besar. Melihat adiknya menderita adalah kebahagiaannya.

 

Ify mengeluarkan ponselnya dengan cepat mengirimkan pesan ke Iqbal.

 

To: Stupid 1

Pulang sekolah sit-up 100 kali. Ando yang nyuruh. SELAMAT!!!

 

Ify senyum-senyum puas melihat pesan yang ia kirim kepada sang adik. Tak lama kemudian ia mendapatkan balasan.

 

From: Stupid 1

Lo B3 . Betrayer, Bandit, Bastrad, !!

 

Ify menutup ponselnya tak berniat membalas lagi. Ia tersenyum lebih puas dari tadi. Pasti sekarang adiknya sedang menyumpah serapahi dirinnya dengan nama-nama binantang yang ada di ragunan.

*****

Ify mengernyitkan keningnya binggung, kenapa Ando memberhentikan mobilnya dan memarikirkannya kedalam sebuah restoran. Ia tidak meminta untuk makan siang, ia sudah cukup kenyang hari ini.

 

“gue nemuin teman gue sebentar.  Ayo ikut:”

 

“Ogah!!” tolak Ify tegas.

 

“Kalau lo mau disini yasudah”

 

“Aisshh—“

 

Ify menatap Ando sangat kesal, mau tidak mau ia mengukti Ando yang sudah duluan masuk kedalam restoran tersebut.

*****

Ando mengedarkan pandangannya, mencari sesosok yang sangat ingin ia temui. Ia akhirnya menukan sosok pria tersebut yang duduk di meja ujung dekat jendela. Pria itu tidak menyadari keberadaan Ando yang sudah datang, asik dengan pemandangan di luar. Ando melangkahkan kakinya mendekati pria tersebut.

 

“Long time no see, brother” sapa Ando dan membuat pria itu tersentak, terbuyarkan lamunanya.

 

“Wass’ up” sapannya setelah tersadar. Menerima jabat tangan Ando. Pria itu mempersilahkan Ando duduk.

 

“Geser lo” Ify tiba-tiba datang dan menyuruh Ando bergeser ke kursi sebelah.

 

Pria di depan Ando menatap Ify sedikit terkejut dan merasa familiar.

 

“Lo—!!”

 

Ify menatap pria yang ada di depanya yang menatapnya dengan tatapan  aneh menurutnya. Ify menatap balik pria tersebut dengan setengah tak nafsu.

 

“Lo kenal adik gue?” tanya Ando kepada pria di depannya tersebut. Pria itu mencoba  mengingat lebih keras.

 

“sepertinya kenal”

 

“Lo yang tiba-tiba masuk ke mobil gue kan? Dan ngatain gue brengsek?” pria itu mulai menatap Ify sedikit tajam. Sedangkan Ify membalas tatapannya dengan tak peduli.

 

“Gue? Nggak tuh!!” jawab Ify tanpa dosa. Sedangkan Ando sudah menatap sang adik dengan tatapan sengit.

 

“Gue nggak kenal sama om-om ini!!” tegas Ify mencari pembelaan, merasa risih dengan tatapan Ando.

 

“Jaga ucapan lo” tegas Ando dengan nada pelan dan cukup terdengar Ify.

 

Sedangkan pria di depan mereka mencoba menahan amarahnya. Mengingat bahwa gadis tersebut adalah adik dari sahabat lamannya.

 

“Biarin Ndo, masih kecil juga. Gue maklum” ujar pria itu terpaksa mengalah.

 

“Sorry ya Yo, adik gue sebenarnya lucu-lucu kok” balas Ando mencoba menyairkan suasana.

 

Ify melirik ke pria di depan, jujur ia sangat ingat dengan wajah itu. Ia mengingat bahwa ia pernah bertemu pria itu dan masuk dengan tak sopan ke dalam mobil pria tersebut. Ia tidak menyangka bahwa ia akan bertemu lagi dengan pria tersebut. Dan sepertinya pria itu adalah teman dekat kakaknya. Karena ia tidak pernah bertemu dengan teman Ando sama sekali, ini untuk pertama kalinnya. Ando memang terbilang pria yang cukup pendiam dan susah bergaul, pria yang sangat kaku!!.

Ify menatap pria di depannya dengan tatapan om-om aneh. Pria itu masih terlihat cukup muda, namun cara pakaiannya seperti om-om hidung belang. Memakai setelan jas, dan sangat rapi sekali. Ify cukup tidak suka dengan style seperti itu.

Ify hanya mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan, singkatnya yang bisa Ify resume kan dari pembicaraan mereka adalah bahwa Ando sangat senang bertemu dengan teman lamannya yang dulu pernah masuk trainning militer di seattle yang bernama Mario, dan yang paling tragis lagi dan membuat Ify juga kaget pria itu pindah rumah di depan rumahnya!!!.

 

“Apa ada yang pindah ke depan rumah?”

 

            Ify ingat sekarang, suara truk dan suara barang-barang pindahan di depan rumah kemarin yang dipertanyakan sang kakak adalah barang-barang pria di depannya ini. Dan pria di depannya ini adalah tetangga barunya. Ify menatap ke arah dua pria tersebut. Mereka tertawa begitu bahagia. Ify mendesis, sepertinya hidupnya benar-benar akan terancam.

 

“Thanks berkat lo, gue bisa dapat rumah di Real Estate Jaguar” ujar Rio sangat berterima kasih kepada Ando.

 

“Sama-sama, gue fikir pihak pemasarannya nggak mau setujuin, soalnya waktu gue minta langsung mereka masih mempertimbangkan, jadi gue nggak ada kefikiran kalau tetangga di depan rumah gue itu lo” jelas ando panjang kali lebar. Ify berdecak kagum, bahwa sang kakak bisa berbicara sepanjang itu. Keajaiban sungguh keajaiban.

 

DRRTTDRTTTD

 

Suara ponsel Ando berbunyi, menghentikan percakapan dua pria tersebut. Ando mengangkat sambungan ponselnya yang terlihat sangat penting.

 

“Selamat siang komandan “

 

“Baik komandan, 15 menit lagi saya sampai disana”

 

Ando menutup sambungannya. Ia menatap ke arah teman di depannya.

 

“Kapten gue manggil, SK gue sudah turun, dia nyuruh gue kesana untuk menjelaskan kantor gue di bagian mana. Gue harus kesana sekarang” jelasnya.

 

Ify menatap kakaknya tak percaya. Lalu? Bagaimana dengan nasibnya? Apa ia harus ikut dengan kakaknya ke kantor komandannya? Oh my God!!.

 

“ Lo habis ini kemana Yo?”

 

“pulang ke rumah “ jawab Rio ringan.

 

“Gue boleh nitip adik gue? Sekalian antar dia pulang” pinta Ando memohon.

 

Ify menatap kakaknya dua kali lebih tidak percaya? Apa yang sedang dilakukan oleh pria bodoh ini? Apa dia fikir adiknya ini barang yang bisa di titip-titipkan? NO!!!

 

“Gue bisa naik taxi” potong Ify dengan cepat/

 

“Nggak!! Lo pulang sama Rio, dia bisa dipercaya!”

 

“gue nggak mau lo keluar-keluar nggak jelas”

 

“jangan bahayain diri lo!!! “

 

“Gue nggak mau lo kenapa-kenapa” Ando menatap Ify sangat tajam, dan tatapan tersebut tak bisa terbantah oleh Ify. Ify sendiri tidak tau kenapa Ando begitu kaku kepadanya. Seolah-olah dirinnya adalah anak kecil yang harus dijaga 24 jam.

 

“Gue janji, gue langsung pulang!!”

 

“Gue titip adik gue yo. Gue langsung cabut sekarang ya!! “ Rio menatap Ando setengah binggung dan hanya mengangguk-angguk seperti orang bodoh.

 

“Thanks, nanti sore gue kerumah lo”

 

“Lo pulang sama Rio! Perintah!!” tegas Ando sekali lagi dan menatap adiknya dengan wajah tegas. Ify tidak bisa melawan lagi, tatapan Ando yang terakhir menunjukkan bahwa itu adalah tatapan tak ada penolakan.

 

Ando menjabat tangan Rio setelah itu beranjak dari sana meninggalkan Rio dan Ify sendiri. Mereka sama-sama diam, merasa sangat canggung. Ify memalingkan wajahnya dengan tatapan sangat kesal.

 

“Lo masih mau duduk disini sampai kapan?”

 

Ify mengangkat kepalannya, melihat pria bernama Rio yang merupakan teman kakaknya tersebut sudah berdiri. Pria itu menatapnya dengan wajah sengit dan menunjukkan tak suka. Sangat kentara sekali ekspresinya.

 

Ify tak menyahuti dan segera ikut berdiri.  Ia mengikuti Rio seperti ekor. Hari ini bukanlah hari keberuntungannya. Sampai dirumah ia benar-benar akan menyumpahi Ando.

 

Ify masuk kedalam mobil Rio. Mobil BMW M6 Gran keluaran terbaru. Keadaan di dalam sangat canggung. Mengingat mereka sama sekali tidak saling mengenal dan fisrt impression keduannya sangatlah buruk.

 

“Gue ke toko kue sebentar” ujar Rio lantas menjalankan mobilnya. Ify diam saja, ia sudah malas berdebat dan hanya ingin cepat sampai dirumah.

*****

Rio memarkirkan mobilnya di depan toko kue Baking Authority atau cukup dikenal dengan nama (BiEi) , Toko kue ini sangat terkenal karena hargannya yang mahal, kualitas tinggi dan memang hanya untuk segmen golongan atas. Harga kue termurah disana adalah Rp.300.000 itu pun kue pancake kecil.

 

Rio keluar dari mobilnya begitu saja, meninggalkan Ify didalam mobil sendiri menganggap bahwa Ify tak ada disana. Ify sendiri juga tak mau ambil pusing. Ia menunggu dengan kesabaran tingkat tinggi.

*****

Rio membawa dua bungkus kresek kue. Untuk mama dan adiknya, ia berjalan mendekati ke arah mobilnya. Ia membuka mobilnya, dan sedikit terkejut karena Ify tidak ada didalam mobil.

Rio mengedarkan pandangannya ke sekitar. Mencoba mencari keberadaan gadis tersebut, setidaknya ia masih punya hati karena ia sudah mendapatkan amanat dari sahabat lamannya.

 

Dua kresek kue yang dibawah Rio langsung ia buang, matannya melihat seorang gadis yang sedang dibekap dan mencoba memberontak. Gadis itu dipaksa masuk kedalam mobil jeep berwarna hitam. Rio sangat tau jelas bahwa gadis itu adalah Ify. Apalagi seragam yang dipakai gadis itu adalah seragam yang dipakai Ify tadi.

 

“Brengsek!! “ umpat Rio penuh kekesalan. Rio langsung masuk kedalam mobilnya, mobil jeep tadi sudah beranjak pergi. Rio memilih untuk segera cepat-cepat mengejar mobil tersebut. Nyawa adik sahabatnya sedang dipertaruhkan. Dan yang pasti ia harus menyelamatkan gadis itu.

 

*****

Ify memilih untuk diam, mencoba tenang. Ia sendiri tidak tau bahkan tak mengenal siapa preman-preman brengsek yang berani membekapnya ini. Kepala Ify terbungkus dengan kain hitam. Tangan dan kakinya sudah di ikat sangat erat. Mulutnya pun disumpal dengan sapu tangan. Ia tak bisa berkutik.

 

“Gue nggak mau mati bodoh disini!!!” umpatnya dalam hati. Ia mencoba tenang dan tidak takut. Ia percaya bahwa ia bisa lepas dari preman-preman ini.

 

Mobil yang membawa Ify berhenti. Ify bisa mendengar suara-suara bass tersebut sedang riuh.

 

“Cepat keluarkan gadis itu!!”

 

“Bagaimana kalau kita salah??”

 

“Dia pasti pacarnya!!”

 

“Sudah cepat bawa gadis itu, kita bisa dapatkan uang banyak kalau benar gadis ini pacar pengusaha kaya itu”

 

“Okeoke”

 

Ify mendesis sinis. Ia mengerti sekarang, bahwa preman-preman bodoh ini mengira dirinnya adalah pacar dari Mario.

 

*****

Bungkus kepala Ify dilepas, Ify mengedarkan pandangannya seketika itu. Ia cukup kaget bahwa dirinnya saat ini sedang berada di sebuah gudang gelap dan terdapat banyak preman-preman berbadan besar. Mereka menatap Ify dengan tatapan bingas. Ify menghembuskan nafas berat. Ia mulai cemas.

 

“Apa kalian yakin bahwa kekasinya akan datang kesini??” tanya seorang pria yang sepertinya ketua diantara preman-preman ini.

 

“Yakin bos!! Pengusaha tadi mengejar kami!! “

 

“Baiklah kita tu—“

 

 

BRRRAAAAAAAKKKKKK

 

Pintu gerbang diterabas oleh sebuah Mobil BMW berwarna kuning, yah siapa lagi jika bukan mobil Rio. Ify menghembuskan nafasnya sedikit legah. Setidaknya ia memiliki kesempatan untuk selamat kali ini.

 

Tubuh Ify diseret mundur, preman-preman tersebut bersiap mengeluarkan senjata mereka. Mulai dari pisau, celurit, pistol, kayu bahkan ada yang membawa panci  yang sedang hits di acara home shopping (?).

*****

Sivia selesai dengan pekerjaannya, ia dalam perjalanan untuk pulang. Ia tidak memiliki banyak waktu untuk bermain-main. Ia hidup sebatang kara dan harus menghidupi dirinnya sendiri saat ini. Ayah dan Ibunya sudah lama meninggal akibat kecelakaan kereta Api yang terjadi 4 tahun lalu. Sivia tidak punya keluarga lain di negara ini

Yang ia tahu, bahwa ayah dan Ibunya menikah tanpa restu dari keluarga ayahnya. Ayahnya dulu adalah anak seorang pengusaha kaya di singapura. Sampai sekarang Sivia tidak pernah bertemu dengan keluarga ayahnya. Sedangkan keluarga ibunya pun sudah tidak ada. Mengingat Ibunya merupakan anak tunggal.

Sivia harus menanggung hidup berat ini sejak umur 12 tahun. Ia sempat terpuruk, namun orang-orang disekitarnya yang selalu mendukungnya membuatnya untuk bangkit. Umur yang masih dini seperti itu harus membuatnya terjun langsung menjalani hidup yang sangat sulit.

Dan Sivia sangat mengingat jasa kebaikkan dari keluarga Ify. Kalau bukan keluarga Ify yang membantunya mungkin ia sekarang sudah jadi gelandangan. Ayah ify memberikan bantuan untuk sekolah SMP Sivia dulu, namun kini Sivia sudah menolak bantuan itu dan memilih untuk mengejar beasiswa, ia tidak ingin menyusahkan orang lain lagi. Ia merasa sudah besar sekarang dan punya tanggung jawab yang besar.

*****

 

Sivia masuk kedalam rumahnya yang sederhana, bahkan dibawah dari sederhana. Rumahnya sangat kecil sekali. Sivia segera membersihkan diri. Jam 7 malam ia harus bekerja lagi sebagai kasir supermarket tak jauh dari rumahnya.

Sivia berjalan ke ruang tamu, memakan makana yang sempat ia beli di kantin sekolah tadi sore.

 

TOOKKKTOKKK

 

            Suara ketukan pintu, menghentikkan aktivitas makan Sivia. Ia berjalan ke arah pintu dan membukannya.

 

“Pak RT ? ada apa?” kaget Sivia melihat kedatangan ketua RT di tempatnya.

 

“Maaf dek Sivia malam-malam ganggu. Saya mau menyerahkan surat acara bersih-bersih tahunan desa” Sivia terlihat sedikit binggung, biasannya surat tahunan desa langsung diberikan oleh Bu Arya istri dari Ketua RT. Sivia mencoba tidak memfikirkannya terlalu dalam.

 

“Apa saya boleh masuk?”

 

“Eh—?” binggung Sivia untuk kedua kalinnya. Kenapa bapak RT.nya meminta untuk masuk. Bukankah tujuannya hanya memberikan surat tersebut. Karena takut dianggap tak sopan Sivia dengan sangat terpaksa mengiyakan Pak RT.nya dan memiarkannya masuk.

 

Pak Arya duduk disalah satu ruang tamu, matannya mengedarkan pandangan di seluruh rumah Sivia. Sedangkan Sivia sudah merasa ada sesuatu yang tak enak. Mungkin. .

 

“Kamu apa tidak takut tinggal sendiiri Nak Sivia?” tanya Pak RT. Sivia menggeleng pelan.

 

“saya sudah terbiasa Pak” Sivia hanya bisa berharap bahawa bapak-bapak paruh baya ini cepat keluar dari rumah.

 

“PAA!!! DICARIIN MAMA!!!”

 

Tuhan yang maha esa mendengarkan doa Ify, anak dari Pak RT menyelematkannya. Sivia menyembunyikan senyum kelegaannya.

 

“Iyaa, Bilang ke Mama papa sebentar lagi kesana” ujar Pak RT kepada sang anak.

 

“CEPAT PAA!!!” teriak anak gadis tersebut sambil melirik tak enak ke Sivia.

 

“Iya iyaa”

 

“Sivia saya pulang dulu, ini suratnya. Kalau ada apa-apa, atau butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan meminta bantuan kepada saya” ujar pak RT sambil memberikan surat edaran tersebut kepada Sivia.

 

Sivia hanya tersenyum tak membalas ucapan pak RT tadi. Ia merasa ngeri dengan sikap Pak RT.nya yang sangat aneh dan tak seperti biasannya. Sivia segera menutup pintu rumahnya dan menguncinya setelah peninggalan Pak Arya tadi.

 

Sivia tak mau memfikirkannya lagi, ia melanjutkan makannya saja saat ini.

****

Illy melihat ke arah jam rumahnya sudah pukul 5 sore, ia menunggu kue datang sudah 2 jam lamannya namun kue itu tak kujung datang. Bahkan tukang delivery yang harus sudah sampai sejak 2 jam lalu juga belum menampakkan batang hidungnya.

 

“MAAA!!! Kak Rio LAMA BANGET!!! “teriak illy kehilangan kesabarannya.

 

‘Sabar illy”

 

“Dari tadi udah illy coba telfon tapi nggak diangkat sama sekali!!”

 

“Sabar illy, mungkin kakak kamu tiba-tiba ada meeting”mama illy mencoba menenangkan. Illy mendesah tambah kesal.

 

“Daritadi sabar mulu mama ini”

 

“Yaudah kamu keluar beli kue aja sendiri. Jangan manja”

 

“Iya iya” illy cemberut, merasa masih kesal. Ia berdiri dari tempat duduknya dan bersiap untuk keluar dari rumah.

******

Illy keluar dari pagar rumahnya dengan menaiki balance scooter electrinya.  Ia berniat membeli kue di dekat perumahan. Ia sempat melihat ada toko kue di dekat danau perumahan.

 

Illy mengendari BSE (balance scooter electrc)  miliknya cukup kencang, karena dirinnya belum terlalu alih dalam menggunakannya bahkan terkadang tubuhnya tak seimbang dan menyebabkannya kewalahan sendiri.

 

“Nggak ada mobil kan? Bodo amat”

 

Illy sedikit frustasi dengan BSE.nya. Ia akhirnya mengendarai dengan seenaknya saja. Mengendarai tepat ditengah-tengah jalan mencari keleluasaan agar tetap bisa seimbang.

Tepat di tree junction samping taman perumahan, illy terlalu fokus menjaga keseimbangannya dan tidak sadar ada sebuah mobil yang mengarah ke arahnya sampai akhirnya.

 

BRUKK

 

Illy terserempet mobil tersebut dan menyebabkan dirinnya langsung jatuh tergeletak. Untung saja ia sempat menghindari mobil itu dan menyebabkan hanya lengannya saja yang tergores mobil.

Illy tejatuh dan duduk di pinggir jalan. Ia mengecek apakah tidak ada yang gores di tubuhnya. Untung saja sama sekali tidak ada. Illymengangkat kepalannya, menatap ke arah mobil yang menabraknya yang sudah berhenti tak jauh dari dirinnya. Illy sudah bersiap akan memarahi dan menyumpahi pengendara mobil tersebut. Namun, ketika si pemilik mobil itu keluar, sepertinya membuat illy langsung berubah fikiran.

 

Ia menatap orang tersebut bah malaikat tanpa sayap. Wajahnya benar-benar sangat menawan. Apalagi postur tubuhnya yang tinggi, dada bidang semuannya terlihat sangat sempurna. Illy tak sadar senyum-senyum sendiir ketika orang tersebut sudah ada didepannya.

 

“Kamu tidak apa-apa?” tanya orang tersebut menyadarkan lamunan illy.

 

“Ha? Apa?”

 

“kamu tidak apa-apa?” tanyanya sekali lagi. melihat pria itu dekat dengan dirinya membuat fikiran iblis  illy muncul.

 

“Kaki kanan gue sakit. Sepertinya terkilir” Ratu manipulasi mulai beraksi. Ia menunjukkan bakat actingnya. Dan lebih bodohnya lagi pemilih mobil tersebut percaya dengan acting illy. Ia menujukkan kecemasan dan bersalah.

 

“Apa kamu bisa jalan?” tanya pria tersebut.

 

“Sepertinya nggak bisa” illy memelas. Ia mengeluarkan suara ringisan agar lebih terlihat dramatis dan real.

 

“Kamu tinggal dimana? Biar aku antarkan pulang”

 

Oh YES!!!” dewsa fortuna berada di pihak gadis iblis satu ini. Illy dengan cepat menyembunyikkan senyumnya. Mencoba mengontrol ekspresinya.

 

“Gue tinggal di rumah nomer 21”

 

“itu rumah di depan rumahku” ujar pria tersebut terlihat sedikit terkejut, dan illy pun sama terkejutnya. Ia mencoba mengingat-ingat sepertinya pernah bertemu pria ini.

 

“Ahh—, polisi cakep depan rumah”batinnya mengingat.

 

“Aku antarkan kamu pulang” ujar pria tersebut dan mencoba membantu illy berdiri. Namun, aksi illy tidak sampai disitu. Gadis ini menginginkan lebih.

 

“Awww—“ ringisnya manja. Ia pura-pura ambruk agar terlihat tidak bisa jalan.

 

“Sakit banget!!” ringisnya dan terlihat seperti akan menangis, dan aksi illy ini membuat pria tersebut semakin merasa bersalah.

 

“aku— bo—, bopong nggak apa-apa?” izin pria tersebutd dengan sopan. Illy berteriak keras dalam hati.

 

“Ya nggak apa-apalah!!!!”

 

“Itu yang gue harapin. Aelaahh!!!”
            Illy berlagak seperti menimbang-nimbang. Ia menatap pria tersebut yang sedang menunggu jawabannya.

 

“Mmm—, iyadeh nggak apa-apa. “

 

Yess!!! Menang besar!! Illy bahagia dan gembira sekali. Actingnya benar-benar diatas rata-rata. Jika ia teruskan bakatnya mungkin ia bisa mendapatkan penghargaan Festival Film Canes.

Pria itu dengan maskulinnya membopong tubuh illy, dan secara spontan dan disengaja illy melingkarkan kedua tangannya pada leher pria itu.

 

Bersambung . . .  . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s