ENLOVQER DEVIL – 5

ENLOVQER DEVIL – 5

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

 

“AWAAASS!!!!!”

 

Rio hanya terdiam binggung ketika tubuhnya ditarik oleh gadis didepannya, tubuhya terjatuh kesamping, lengan kananya tergesar aspal hanya terasa perih saja. Ia mencoba berdiri, namun ketika ia melihat kondisi gadis didepannya membuatnya mematung seketika.

 

 

“DOOOOORRRR”

 

          Suara tembakan terdengar dari pistol Ify, Rio berjalan pelan mendekati Ify, matannya tak lepas dari pisau yang menancap pada bahu gadis itu.

 

“Ba—“ belum menyelesaikan kata-katannya Rio dibuat gidik ngeri oleh gadis itu kembali.  Ify melepaskan pisau itu dalam satu hentakan. Darah segar keluar bercucuran.

 

 

Rio dapat mendengar gadis itu meringis dan perlahan tubuhnya ambruk didepannya. Rio dengan cepat menahan tubuh gadis itu.

 

 

“Bawa gue kerumah sakit!” itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Ify kepadannyas ampai akhirnya gadis itu benar-benar tak sadarkan diri dalam pelukannya.

 

Rio tak mau berfikir lama dan harus beracting dramatis bah sinetron-sinetron. Ia melepaskan jas yang dipakainya kemudian melepas kemeja putihnya. Dengan kekuatan penuh ia menyobek kemeja putihnya tersebut.

 

Beberapa helaian dari sobekan, ia buat untuk mengikat luka Ify agar darahnya bisa tertahan. Rio melakukan pertolongan pertama agar darah Ify tak bercucuran terus menerus.

 

Setelah memastikan balutan kain di bahu Ify sudah erat. Rio dengan cepat memakai jasnya lagi tanpa ia benahkan kancingnya, lalu ia bopong Ify dan membawanya ke mobilnya. Ia hanya befikir bahwa gadis ini harus segera sampai dirumah sakit agar nyawanya bisa selamat.

 

 

“Lo harus selamat!!!”

 

*****

 

 

Hari ini merupakan hari pertama sekolah illy, ia sudah siap mengenakan seragam barunya dan siap menyambut hari bersama teman-teman barunya, ia memasuki mobilnya, ia memaksa mamanya agar dapat membawa mobil sendiri. Tentu saja dihari pertama ia harus memberikan kesan yang bagus, dia bukan orang munafik yang tidak mau menyombongkan apa yang dia punya. Pengakuan kelas sosial bagi illy sangat penting!!

 

Illy mengikuti arah GPS dimobilnya, karena ini untuk pertama kalinya illy ke sekolah. Illy keluar dari perumahan, ia berangkat lebih siang karena menurutnya tuan putri harus datang terakhir, toh ini hari pertamannya.

 

 

“Ehh—, seragamnya sama kayak punya gue”

 

 

Illy melihat seorang gadis yang di halte bus, wajah gadis itu menunjukkan kecemasan dan berkali-kali melihat ke arah jam tangannya. Illy meminggirkan mobilnya, mendekatkan ke gadis tersebut.

 

Illy menurunkan kaca jendelannya, ia melihat gadis itu masih sibuk dengan jam tangannya, tak sadar dengan kehadiranya.

 

 

“Heii!!” teriak illy, gadis itu melihat illy kemudian memutarkan pandangannya, memastkan apakah benar yang gadis didalam mobil itu memanggilnya.

 

 

“Aku?” gadis itu bertanya dan menunjuk dirinnya sendiri.

 

 

“Yaiyalah!! Terus siapa lagi yang seragamnya sama kayak gue” gemas illy. Gadis itu mengangguk-angguk polos.

 

 

“Lo mau berangkat sekolah? Ayo naik ke mobil gue!!” ajak illy dengan baik hati. Gadis itu menatap illy binggung setengah tidak yakin, apalagi ia belum pernah melihat sosok gadis ini berkeliaran di sekolahnya.

 

 

“Tenang aja gue bukan penjahat!! Gue anak baru di skeolah lo, ini hari pertama gue” jelas illy.

 

 

“Lebih baik lo cepat masuk dalam mobil, daripada kita berdua telat!!!” tegas illy dan membuat gadis itu langsung mengangguk tanpa berfikir lagi.

 

Gadis itu masuk kedalam mobil illy dengan attitude yang sangat sopan. Illy pun segera menjalankan kembali mobilnya.

****

Ify melihat jam di dingin kamar, menunjukkan pukul 06.45, dan 15 menit lagi pintu gerbang sekolahnya akan ditutup. Ify bangun dengan malas, akibat tengah hari terbangun, ia tidak bisa tidur lagi sampai jam 5 tadi baru bisa tidur dan menyebabkannya telat bangun kali ini.

 

“Ando nggak bangunin gue?” tanyanya ke dirinnya sendiri dengan suara serak layaknya orang yang baru bangun tidur.

 

“Bodoh amat!! “

 

Ify segera beranjak, dengan langkah sedikit cepat ia masuk kedalam kamar mandi untuk segera bersiap-siap berangkat ke sekolah. Ia tidak peduli jika nanti ia telat dan dihukum atau semacamnya. Ia sudah menyiapkan 100 jurus alasan agar dirinnya tidak dihukum.

*****

Sivia turun dari mobil, ia menunggu si pemilik mobil yang sedang mengambil tasnya di kursi belakang. Beribu pertanyaan berada di otak Sivia, siapa gadis ini? Darimana dia asal? Murid baru? Ditengah  tahun pelajaran? Kok bisa?.

 

“Lo kelas berapa?” tanya gadis itu tanpa ada takut-takutnya dan seolah ia merasa sudah kenal Sivia sejak lama. Sivia tersentak, terkejut tentunya. Gadis itu berjalan mendekatinya.

 

“2-A” jawab Sivia dengan wajah lugunya. illy tersenyum girang.

 

“Berarti kita sekelas. Gue juga kelas 2-A” sahutnya penuh semangat. Sedang Siva hanya bisa tersenyum kaku, binggung harus merespon seperti apa.

 

“Nama gue Floly Adira Haling , panggil gue illy” illy mulai mengenalkan dirinnya, ia mengulurkan tangan kananya ke sivia.

 

“Nama lo siapa?” tanyanya ke Sivia.

 

“Sivia” jawab Sivia singkat, ia sedikit mulai malu, ia berfikir bahwa gadis seperti illy tidak akan mau berteman dengannya. Ia merasa illy adalah gadis kaya raya.

 

“Ayo masuk” ajak illy tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.

*****

Sivia masuk ke kelas, setelah tadi sempat mengantarkan illy ke ruang kepala sekolah, duduk dibangkunya, ia tidak melihat sahabat sebangkunya datang. Sivia hanya geleng-geleng saja melihat kelakuan Ify yang tidak pernah berubah.

 

“WOYYY ADA ANAK BARU!!! “

 

“CANTIK BANGETT!!!! “

 

Suara Ray sang ketua kelas berkumandang membahana di kelas. Sivia menatap ketua kelasnya sedikit begidik, selain mendapatkan jawabatan sebagai ketua kelas, Ray juga punya kerja sambilan sebagai pencari informasi alias pengosip di kelas.  Bahkan gosipnya lebih akurat daripada ratu penggosip.

 

“DAN LO TAU GEYS!!! “

 

“DIA ADIKNYA PENGUSAHA TAJIR, DIA ANAK KELUARGA HALING!! “

 

Woooooohh—, suara kelas semakin ricuh, kali ini Sivia ikut terkejut dan membelakakan kedua matannya. Ia mencoba mengingat lagi.

 

Nama gue Floly Adira Haling , panggil gue illy”

 

 

“Ah—, iya” ingatnya, ia baru sadar kali ini. Sedikit takjub dan tak menyangka bahwa yang memberikan tebengan pada dirinya tadi adalah seorang gadis kaya raya bahkan adik dari miliyader ternama di indonesia.

 

 

Bel masuk berbunyi, semua anak-anak kelas berhamburan masuk. Sivia menghelakan nafas, Ify masih belum datang juga. Ia hanya bsia berharap bahwa gadis itu akan selamat kali ini ditangan guru penjaga.

*****

Kelas 2-A mulai pelajaran seperti baisa setelah illy masuk kedalam kelas dan mulai memperkenalkan diri. Banyak pria-pria  dikelas itu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kecantikan dan sifat illy. Gadis itu memang sangat periang.

 

 

“Gue sepertinya jatuh hati dengan gadis ini!!” ucap Ray sang ketua kelas, suarannya dapat didengar oleh Sivia yang duduk dibelakangnya.

 

 

Sivia menepuk pungung Ray dan membuat pria itu meringis, menoleh ke belakang.

 

“Terus Ify lo kemanain?” goda Sivia.

 

 

“Ify tetap nomer satu, gadis ini akan jadi pemanis nomer 2 di hati gue”

 

Sivia bergidik ngeri, ia menyuruh Ray untuk menghadap ke depan kembali. Tak ingin memperpanjang urusan dengan Ray. Usut-diusut Ray adalah pengagum Ify sedari kelas 1 dan Ify dengan mentah-mentah menolaknya. Tapi Ray tidak pernah menyerah bahkan dirinya pernah hampir dihajar oleh Ify karena memaksa untuk mengantarkan pulang Ify. Dan hanya seorang Ray yang berani menyukai  Ify bahkan sampai sekarang. Yah, mungkin perasaannya sudah terbelah dua saat ini.

 

 

Illy mengambil tempat duduk di bangku depan Sivia. Illy dengan ramahnya melambai-lambaikan tangan ke Sivia, dan Sivia sendiri merespon dengan senyum yang tetap kaku. Masih merasa asing tentunya.

****

 

Jam istirahat telah tiba. Surga diatas segala kebahagiaan bagi para siswa-siswi ini. Sivia menatap ke sampingnya, Ify masih belum juga datang. Ia berfikir apakah gadis ini tidak masuk? Tapi kenapa? Ify tidak akan berani bolos karena adannya Ando.

 

 

“Vi, ayo ke kantin” ajak illy kepada Sivia.

 

 

“Gu—“

 

 

Belum sempat Sivia menyelesaikan kalimatnya, illy langsung menariknya begitu saja. Mau tak mau Sivia mengikuti gadis mungil itu.

 

 

“Gue yang traktir!!” ujar Illy mantap.

 

 

Suara kantin menjadi riuh ketika illy dan Sivia masuk kedalam. Semua mata terarah kepada illy, parasnya yang cantik dan senyum manisnya pasti mampu membuat setiap pria meleleh.

 

Shilla and the gangs, menyorot ke Sivia dengan tak suka, merasa sangat iri karena Sivia bisa dekat dengan illy. Kabar illy masuk ke sekolah ini dan siapa identitas illy sudah menyebar begitu cepat, dan Shilla and the gangs selama pelajaran tadi sudah merencanakan untuk mengajai illy masuk kedalam gangs mereka dan menjadi teman mereka.

 

Menurut Shilla, jika illy menjadi temannya pasti ia memiliki banyak keuntungan. Dan ia semakin bisa menguasai sekolah ini, namun bayangannya dan rencananya sepertinya akan musnah. Dan dikarenakan oleh Sivia.

****

Illy menyuruh Sivia duduk disalah satu kursi paling ujung. Sivia pun menuruti saja, ia ditinggal oleh illy yang berjalan ke meja kasir untuk memesan makanan. Dan saat sendirinya itulah, Shilla and the gangs mendekatinya. Sivia tidak sadar dengan kehadiran mereka.

 
“AWWWW—“

 

 

Sivia terpelonjat, air panas mengenai pahannya dan membuat roknya basah. Siapa lagi jika bukan ulang Shilla. Sivia meniup-niup pahannya yang terasa sangat panas, pahannya memerah.

 

Semua mata para siswa di kantin menyorot, banyak mereka hanya bisa geleng-geleng dan tidak mau ikut campur. Kejadian ini tentu sudah tidak asing lagi.

 

 

“WOII—, SUDRAA!!”

 

 

“Lo berani banget deketin illy!! “

 
“Lo pingin berubah jadi kaya??”

 

 

“Golongan lo Sudra, sadar dong!! Jangan mimpi jadi parvenue atau lainnya! “ Shilla menyodor kepala Sivia dengan kuat. Sivia menunduk tak berani melawan.

 

 

“Bahkan untuk kelas poseur pun lo sama sekali nggak pantes!”

 

 

Illy melihat kejadian tersebut, ia mengerutkan keningnya, tidak langsung menghampiri Sivia. Ia menscan apa yang sedang terjadi disana.

 

 

“Kenapa lo nggak berani ngelawan??”

 

 

“HAHAHA, NUNGGU PAHLAWAN DATANG?”

 

 

“Cih—, DIA UDAH MATI!!”

 

 

“NGGAK BAKAL NYELAMETIN LO!!!”

 

Shilla semakin menjadi, bahkan dengan agresif nya. Shilla menarik kerah Sivia dan membuat gadis itu terangkat. Sivia merasa lehernya tercekik. Ia mencoba untuk tidak menangis, namun tubuhnya yang bergetar tidak mampu ia tutupi.

 

 

“Wahh—, lo takut ?? HAHAHHAA”

 

 

“Hajar aja Shill!!” ujar dua teman Shilla yang selalu mengikuti Shilla.

 

 

“Lo itu kelas rendah!! Nggak pantes berteman sama illy. !!”

 

 

“Apa lo masih belum sadar juga selama ini?”

 

 

“Gue itu sayang dan sangat peduli sama lo Sudra!! “

 

 

“Kurang perhatian gimana lagi gue biar lo itu sadar dan tau jelas dimana kelas sosial lo?”

 

 

Shilla mendorong Sivia sampai terjatuh. Tak sampai disitu, Shilla mengambil air minum milih meja sebelah dan langsung menyiramkannya di rambut Sivia.

 

Illy membelakakan matannya melihat kejadian tersebut, ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya untuk mendekati Sivia. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis datang dan langsung mendorong Shilla sampai keujung tembok kantin. Illy membelakakan matannya kedua kali. Ia terdiam dan hanya bisa menyaksikan saja.

 

Kantin menjadi semakin ricuh ketika sosok Ify munvul, gadis itu menatap Shilla tajam dan tanpa ampun mendorong Shilla hingga kakinya kualan akan dorongan Ify dan membuat dirinya berjalan mundur hingga terpojokkan.

 

 

“LO BENERAN SAMPAH!!!”

 

 

Ify mengunci leher Shilla dengan lengannya, membuat gadis itu ketakutan dan susah bernafas. Ify menatap Shilla dengan tatapan membunuh. Kesabarannya seolah sudah habis dengan gadis ini.

 

 

“Le—,le—,lepasin—,lepasin gue!!!”

 

 

“Lepasin?” sinis Ify, ia malah semakin menekan lengannya dileher Shilla.

 

 

“Gue bahkan nggak segan kotorin tangan gue buat bunuh lo disini!!”tajam Ify dan membuat Shilla semakin takut. Kedua tangannya gemetar hebat.

 

 

“GU—, GUEE ANAK PRE—, PRESIDEN!! GUE BISA BUAT HIDUP LO TAMAT!!” teriak Shilla dengan suara berantakkan.

 

 

“Anak presiden? “

 

 

Cuiihhh

 

Ify meludahi Shilla tanpa rasa takut sedikit pun. Semua penonton melongo dan berdecak tak menyangka. Ify benar-benar sudah tidak waras menurut mereka. Bagaimana bisa ia berani melakukan itu kepada anak presiden?.

 

 

Shilla semakin gemetar, kedua matannya mulai berkaca-kaca. Ia merasa sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh Ify saat ini. Ia ingin sekali melawan tapi Ify sangat menakutkan dan kuat. Ify sangat mempermalukannya.

 

 

“LEPASIN GUE!!!” teriak Shilla memberanikan diri. Ia membentak Ify dengan keras.

 

 

“Sekali lagi, lo nyentuh seujung rambut Sivia, mulut gue  nggak akan segan buat ngeludahin lo beribu kali!!”

 

 

Ify menyeret Shilla dan mendorongnya kasar hingga terjerungkup ke lantai. Shilla meringis kesakitan, Ia melirik tajam ke arah Ify. Kedua mata mereka bah  seekor  macan dan singa yang ingin saling menerkam.

 

Shilla di bantu oleh dua teman lainnya berdiri. Shilla meneteskan air matannya.

 

“Gue pastikan  si SUDRA lebih menderita!!”

 

“Gue akan balas lo!!! “

 

 

Shilla kemudian beranjak dari kantin bersama dengan dua temannya. Suara kantin menjadi sorak-sorai. Memuji keberanian Ify yang sangat sangat gila.

 

Ify melihat ke arah Sivia yang masih terduduk disana, tubuh Sivia bergetar menandakan gadis itu sedang menangis.

 

 

“Pecundang!”

 

 

“Apa harus selalu gue datang dulu?”

 

 

Ify mendecak sinis, alih-alih membantu Sivia berdiri gadis ini malah mencaci sahabatnya sendiri.

 

 

“Gue nggak minta lo bantuin gue” jawab Sivia, suarannya terdengar serak.

 

 

“Terus? Lo minta bantuan siapa? Ayah lo? Ibu lo?”

 

 

“Mereka udah mati!” ucapan Ify semakin kasar dan membuat Sivia semakin terisak.

 

 

“SUDRA?”

 

 

“Siapa yang peduli kelas sosial!! “

 

 

“Harga diri sama sekali nggak ada hubungannya dengan kelas sosial”

 

 

“Lawan kalau lo benar!”

 

 

“Lo bukan hewan, lo sama-sama makan nasi kayak mereka”

 

 

“Kalau lo terus merasa dibawah, selamanya lo akan berada dibawah!”

 

 

 

“Dan—“

 

 

“Gue nggak pernah berteman sama hewan!”

 

 

Ify meninggalkan Sivia begitu saja, meninggalkan Sivia yang menangis disana. Yah, begitulah Ify. Gadis dingin yang menakutkan. Bahkan sisi baiknya tidak bisa ada yang tau. Gadis macam apa Ify? Apakah dia pernah tersenyum? Apakah dia pernah tertawa sampai lepas. Entahlah, siapa yang tahu.

 

*****

 

Illy dengan cepat mendekati Sivia, memberikan Sivia beberapa tissu untuk mengusap air matannya dan ingusnya yang memenuhi wajah gadis manis tersebut.

 

 

“Lo nggak apa-apa Vi?” tanya illy benar-benar khawatir. Sivia tak mampu menjawab dengan kata, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.

 

 

“Ayo kita ke UKS, obati paha kamu memerah.”

 

 

“Gue akan belikan seragam baru di koperasi sekolah”

 

 

Sivia menurut kali ini, ia sudah tak ada daya melawan, Ia dibantu oleh illy menuju ke UKS sekolah. Setidaknya ia tidak akan bertemu dengan Ify untuk sementara waktu. Ia perlu waktu untuk menenangkan dirinnya. Ia dapat melihat bahwa sahabatnya tadi benar-benar sudah sangat marah kepadanya melebihi marahnya kepada Shilla.

****

 

Illy masuk kedalam kabin Sivia setelah gadis itu selesai diobati dan mengganti seragam dengan seragam baru yang dibelikan oleh illy.

 

 

“Nanti gue ganti uang seragam—“

 

 

“Apaan sih, nggak usah diganti kali”

 

 

“Kalau lo cuma kasihan sama gue, nggak perlu ly”

 

 

“Siapa juga yang kasihan, gue cuma menjalankan sila ke 2 yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab”

 

 

“ Wahhh— hebat juga gue masih hafal sama pancasila hehehe” sedetiknya illy malah memuji dirinnya sendiri, maklum saja ia cuma pernah stay di indonesia beberapa tahun dulu dan harus pindah lagi ke luar negeri.

 

Sivia tersenyum ringan, entah kenapa ia merasa senang setidaknya ada Illy di sisinya. Gadis di depannya itu terlihat sangat tulus membantunya, sangat tulus mau berteman dengannya dan sangat tulus tersenyum ke arahnya.

 

 

“Thanks ly” ujar Sivia yang dibales dengan anggukan serta senyuman manis dari illy.

 

 

“Jadi—“

 

Illy menarik salah satu kursi dan ia hadapkan ke sivia, setelah itu ia duduk di kursi tersebut. Menatap Sivia seolah ingin mengadili gadis itu. Sivia mengernyitkan kening, menunggu saja apa yang akan dilakukan oleh Illy.

 

 

“Siapa 2 cewek tadi?”

 

“Yang mana?” tanya Sivia datar.

 

 

“Yang bully lo tadi”

 

 

“Itu Shilla”

 

 

‘Siapa dia ?”

 

 

“Anak presiden”

 

 

“Dia anak presiden? Yang bener aja?”

 

 

“Dia sebenarnya anak baik, mungkin dia lagi ada masalah keluarga atau masalah apa mangkannya dia berbuat kayak gitu”

 

 

“Waahh—, lo kayaknya setengah nggak waras. Udah di siksa masih aja belain itu nenek sihir satu” illy geleng-geleng sendiri. Sivia tidak tau harus merespon bagaimana, ia hanya bisa tersenyum canggung. Tapi, ia benar-benar tulus mengatakannya tadi. Setidaknya ia mencoba untuk tetap tidak membenci siapapun termasuk Shilla yang sudah berbuat kejam padannya selama ini.

 

 

“Terus yang satu lagi?”

 

 

“Yang mana lagi?” tanya Sivia balik

 

 

“Yang ngehabisi si nenek sihir”

 

 

“Ify”

 

 

“Dia siapa?”

 

 

“Sahabat gue”

 

 

“Sahabat? Kok dia kasar banget?”

 

 

‘Dia emang gitu anaknya, Tapi dia sangat sangat baik. Gue aja yang salah”

 

 

‘Wahhh—, lo belain lagi. Lo emang sedikit sakit jiwa”

 

 

“Sahabat apa yang malah ngehina sahabatnya sendiri di kantin”

 

 

“Dia nggak ngehina, dia emang bicara situasi nyatannya”

 

 

“Kenalin gue sama Ify” ujar Illy nampak tertarik.  Sivia menatap Illy setengah tak yakin.

 

 

“Jangan!!”

 

 

“Why?? Lo nggak ngenalin gue sama si Ify? Apa gu—“

 

 

“Bukan gue yang nggak mau. Tapi Ify pasti langsung nolak lo mentah-mentah”

 

 

“Maksudnya?”

 

 

“Ify nggak pernah suka berteman”

 

 

“Tapi lo temannya kan?”

 

 

“Itu pengecualian. Gue aja juga nggak tau bagaimana bisa gue sahabatan sama Ify. “ binggung Sivia sambil nyengir.

 

 

“Pokoknya kenalin gue titik”

 

 

“Apa kita bertiga buat group ? trio keren? Trio hits? Trio beauty? atau—“

 

 

“anggotanya siapa? Gue, lo dan Ify?” tanya Sivia mencoba meyakinkan bahwa dugaanya tidak salah.

 

 

“YAPS!!” jawab Illy mantap dan langsung mendapat sahutan tawa sinis dari Sivia.

 

 

“ Lo bakal di bunuh sama Ify kalau ucapan lo tadi lo sampaikan ke dia”

 

 

“Kok bisa?”

 

 

“Dia bukan manusia. Dia iblis berhati dingin”

 

 

“Oh ya? Gue akan buktikan kalau gue bisa buat group trio. Gue akan buat dia mau temen an sama gue. HAHAHAHA”

 

 

Sivia hanya mengangkat bahunya saja, merasa sangat tak yakin dengan ucapan Illy. Apalagi melihat kelakukan illy yang super hyperaktiv, dan Ify sangat tidak suka orang yang berisik.

 

 

“Kita lihat aja”batin Sivia.

 

*****

Rio dan Ando keluar dari mobil masing-masing yang diparkir di depan rumah Rio. Beberapa bodygard Rio pun bermunculan dan berdiri tegak seolah siap siaga dengan jarak agak jauh.

 

 

“Thans Bro” ujar Rio sambil menjabat tangan Ando.

 

 

“Sama-sama” Balas Ando dengan mengangguk.

 

 

“Lo langsung cabut?” tanya Rio kembali.

 

 

“Gue harus jempu Ify” jelas Ando, Rio mengangguk-angguk.

 

 

“Bukannya dia sudah ada pengawal?”

 

 

“Dia iblis licik, bisa kabur dan melawan pengawalnya. “ Rio mengangguk-anggukan kepalannya.

 

 

“Kenapa? Ada yang aneh ?” tanya Ando yang merasa bahwa raut wajah Rio masih ada yang ganjal.

 

 

“Kenapa adik lo perlu pengawal? Sedangkan lo dan adik terakhir lo nggak pernah gue lihat ada pengawal yang ngikutin?”

 

 

“Dia gadis yang sangat penting!! “ bisik Ando dengan nada setengah bercanda. Rio mengernyitkan keningnya tak mengerti.

 

 

“Dia suka bolos sekolah, mangkannya papa gue nyuruh pengawal buat ngawasin dia” ujar Ando menjelaskan kebinggungan Rio, dan Rio tak ingin mencampuri urusan keluarga lain. Sepertinya ia hanya khilaf sesaat tadi. Kenapa ia harus jadi penasaran tentang gadis itu?.

 

 

“Yaudah hati-hati”

 

 

“Oke, thanks. Bye”

 

 

“Bye”

 

*****

Ando memberhentikkan mobilnya dengn cepat. Keluar dari mobil dengan langkah sedikit berlari. Ia melihat sosok gadis yang menurutnya mirip dengan Ify bukan tapi gadis itu memang benar sang adik. Ify.

 

 

“FY!!!” teriak Ando. Ia mempercepat larinya. Gadis itu menoleh ke arahnya, memberhentikan langkahnya.

 

 

“kok udah pulang?” tanya Ando binggung. Sang adik diam saja menatap Ando dengan wajah kosong.

 

 

“Kam—, kamu kenapa?” tanya Ando mulai khawatir, wajah Ify terlihat sedikit pucat.

 

 

“Gue mau pulang” singkat gadis ini. Wajahnya terlihat sedikit memohon.

 

 

“Ayo pulang, Kita pulang”

 

 

Ando dengan cepat menggandeng adiknya, menuntun Ify masuk kedalam mobil. Tanpa banyak bertanya. Ando segera membawa Ify pulang kerumah dengan kecepatan mobil yang lumayan kencang.

 

*****

 

Ando menghembuskan nafas beratnya, menatap semua pria-pria ber-seraham hitam yang ada di depannya ini dengan ekspresi sedikit  emosi. Semua pria itu hanya tertunduk. Takut tentunya!.

 

 

“Apa kalian lelah menjaga dia?”

 

 

“Apa kalian tidak becus lagi?”

 

 

“Maaf kan kami tuan!!”

 

 

“Maaf??”

 

 

“Kalau dia kabur!! Kejar!!

 

 

“Kalau dia hilang! Cari!! “

 

 

“Kalau dia tidak ada di depan mata kalian, langsung gerak !!! “

 

 

“Harus saya ulang berapa kali? Kalau dia gadis yang berharga !! “

 

 

“Kalian mau mati ditangan Mr. Bov?”

 

 

“Maafkan kami tuan!! “

 

 

“Kami tidak akan mengulanginya lagi”

 

 

“Kami akan menjaga nona lebih baik lagi!”

 

 

Ando menghentikan kemarahannya, ia mendapati Iqbal yang baru saja pulang sekolah. Iqbal menatap kakaknya dengan raut yang tegang. Pasti telah terjadi apa-apa dengan kakak perempuannya.

 

 

“Gue masuk dulu” ujar Iqbal tak ingin terlibat. Saat ini bukan waktunya untuk bertanya kepada Ando.

 

 

Untuk mendapatkan jawaban dari kebinggungannya, ia tidak langsung masuk ke kamarnya. Iqbal langsung pergi ke kamar sang kakak.

 

 

“Lo kenapa ?”

 

 

Iqbal tak sengaja melihat kakaknya sedang mengobati luka di bahu sebelah kiri. Iqbal memajukan langkahnya perlahan. Ify sedikit terkejut pastinya, namun ia tak menghiraukan sang adik. Kembali mengobati lukanya.

 

 

“Tutup pintunya!! “ tajam Ify, Iqbal langsung menurut. Ia menutup dan mengunci rapat-rapat pintunya. Jika Ando tau mampuslah dirinnya dan semua pengawal-pengawal tadi.

 

 

“Lo—,”

 

 

“Nggak ada wawancara! “

 
Iqbal menghembuskan nafasnya, belum juga ia menyelesaikan pertanyaannya..

 

 

“Ando masih marah-marah dibawah?”

 

 

“Masih”

 

 

“Ando tau bahu lo?”

 

 

“Bisa mati mereka semua sampai Ando tau”

 

 

“Lo nggak apa-apa?” Iqbal benar-benar terlihat sangat cemas. Ia mendekati kakaknya lebih dekat. Membantunya, menempelkan perban di lukannya tersebut.

 

 

“Well” jawab Ify singkat.

 

 

Ia memakai kembali piyama tidurnya. Membalikkan badannya menghadap sang adik.

 

 

 

“Why? Wajah lo nakutin kalau kayak gitu” sunggut Ify mencoba mencairkan suasana.

 

 

“Lo mau nyawa gue sama Ando melayang ?”

 

 

“Gue nggak apa-apa!!” serah Ify. Ia berjalan ke kasurnya.

 

 

“Keluar sana!! Gue capek! “ usir Ify tak ingin berdebat dengan sang adik.

 

 

“KAK!!! “ teriak Iqbal frustasi. Ify yang ingin membaringkan badannya, mengurungkan niatnya. Ia duduk kembali. Menatap sang adik.

 

 

“Lo udah janji kan? Nggak akan bahayain nyawa lo lagi”

 

 

“Gue juga nggak mau ini terjadi! “ jawab Ify tak ingin disalahkan.

 

 

“Gue nggak mau ancam lo. Tapi ini benar-benar peringatan dari gue! “

 

 

“Turuti apa kemauan pengawal lo! Jangan lepas dari mata mereka! “

 

 

“Kenapa gue harus turutin mereka ?” Ify mulai memuncak.

 

 

“Gue juga ingin bebas! Gue ingin kemana pun sesuka gue! “

 

 

“Gue nggak suka dikekang kayak gini! Kemana-kemana harus di buntutin! “

 

 

“Ini demi kebaikan lo!! “ tegas Iqbal. Tak peduli bahwa yang sedang ia hadapi adalah kakaknya sendiri.

 

 

“Kebaikan gue? Yang mana??”

 

 

“Gue ingin kayak lo!! Nggak usah ada pengawal. Free life, gue dari kecil kayak gini!! “

 

 

“Gue bukan tuan putri!! “

 

 

“Lo emang bukan tuan putri, Tapi lo—“

 

 

“Tapi gue apa?” Iqbal tak bisa melanjutkan ucapannya. Kata tersebut adalah kata yang tabu untuk diucapkan. Belum saatnya kata itu terkeluarkan.

 

 

Suara pintu kamar Ify terbuka, sosok Ando nampak disana. Ando memberikan kode kepada Iqbal untuk keluar dari kamar Ify sekarang juga.

 

 

“Jaga emosi lo” bisik Ando tajam ketika Iqbal melewatinya.

 

 

Iqbal tak menjawab dan segera melanjutkan langkahnya begitu saja. Ando menatap Ify yang mencoba mengatur emosi disana.

 

 

 

“Lo istirahat ! “

 

 

Ando menutup kamar Ify, dan dengan sengaja mengunci kamar Ify dari luar. Berharap bahwa gadis itu tidak akan keluar kemana-mana.

 

 

“AISSSHHHHH!!! “

 

Ando tak mempedulikan gadis itu berteriak frustasi didalam sana. Ia membiarkan saja.

 

******

Bersambung. .    . .

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s