ENLOVQER DEVIL – 6

ENLOVQER DEVIL – 6

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

 

Pagi ini kembali semula, Ify dengan wajah dingin, Iqbal dengan ekspresi tak acuh dan Ando dengan perintahnya yang kayal. Mereka bertiga duduk manis di meja makan dengan khidmat.

 

“Gue ada pelatihan selama 5 hari sampai seminggu paling lama .” Ujar Ando memberikan pengumuman.

 

“Lo nggak ada dirumah selama seminggu ?” tanya Iqbal lebih memperjelas. Ando menganggukkan kepalannya.

 

“Assaaa!!!! “ teriak Ify penuh dengan semangat.

 

“ Kok tumben lo nggak seneng Ando nggak ada dirumah?” tanya Ify melihat sang adik. Iqbal mendecak sedikit kesal.

 

 

“Gue juga ada pelatihan scoot  selama 5 hari .”

 

“Jadi? Lo berdua nggak ada dirumah selama 1 minggu dan 5 hari?”

 

 

‘Waahhh—, surga macam apa yang datang dihari ini??”

 

 

“Lo fikir Ando bakal biarin lo bebas? HAHAHAHA!!”

 

 

“Sweet Dream Honey !!!”

 

Tawa Ify menghilang, benar juga yang dikatakan oleh Iqbal. Ia menatap Ando yang menunjukkan smrik khasnya.

 

 

“Aissh— , menyebalkan!! “

 

“Para pengawal akan standby 24 jam disamping lo, mereka akan terus mengikuti lo . Jangan coba kabur! “

 

“Gue juga sudah minta Rio untuk sering-sering ngecek rumah.”

 

“Dia akan jadi mata-mata gue! “

 

 

“Siapa? Om gila depan rumah ?”

 

“Apa dia nggak punya kerjaan sampai harus mau ngelakuin yang lo suruh ??”

 

“Ah—, iya. Kenapa dia langsung mau ketika gue mohon?” Ando juga sedikit binggung. Menurutnya, Rio bukan tipe pria yang mudah dimintahi minta tolong seperti ini, meskipun itu dirinnya yang meminta.

 

 

“Gue nggak akan kabur. Gue akan dirumah 24 jam! “

 

 

“Jadi nggak usah pakek pengawal dan om-om gila itu!! “ rutuk Ify sebal.

 

“Keputusan gue adalah perintah!”

 

Ify mendengus pasrah, tak ada gunanya juga aduh mulut lagi. Ando tetap tidak akan merubah keputusannya.

*****

Ify keluar dari mobil, dan merasa terusik. 4 pengawal dibelakangnya benar-benar mengikutinya sampai kelas. Biasannya, ia bisa menolak, tapi kali ini mereka tidak ada yang mendengarkan amukannya.

Semua sorot mata menatap dirinnya, dan Ify sangat tidak suka menjadi bahan tontonan. Ify masuk kedalam kelas, duduk dibangkunya. Ia mencoba menghembuskan nafas kelegaan. Karena hanya didalam kelasnya, semua pengawalnya tidak ikut masuk.

 

“Waah—, udah kayak tuan putri aja lo”

 

Sivia menyapa Ify dengan wajah takjub. Mengambil kursi disamping Ify dan duduk.

 

“Diem lo!!” sengit Ify. Sivia terkekeh renyah. Mereka berdua seolah sudah lupa dengan kejadian kemarin. Yah, beginilah persahabatan mereka. Kemarin adalah kemarin dan sekarang adalah sekarang!.

 

“Tumben pengawal lo ikut masuk?”

 

“panjang ceritanya, males gue cerita! “

 

 

“Shilla aja nggak sampai dikawal kayak gini. Waah—, lo emang the best deh Fy”

 

“ Lo kira enak dibuntutin pengawal kayak gitu!! “

 

“Siapa yang ke sekolah bawah pengawal? Kayak artis aja? Apa dia anak orang penting banget?”

 

Suara cempreng Illy terdengar begitu keras membahana kelas 2-A. Semua makhluk di kelas bahkan semut  sekalipun merutuki apa yang dikatakan oleh Illy barusan. Gadis itu mengernyitkan binggung melihat wajah teman-temanya dan tak ada yang menjawab pertanyaanya.

 

“Vi? Pengawal siapa itu?”

 

“Sok banget, sekolah pakek pengawal ??”

 

Illy berjalan mendekati Sivia dengan wajah tak berdosa, sedangkan Sivia hanya bisa cengengesan melihat mata elang Ify yang mulai memerah.

 

“Jangan di dengerin ya Ify sayang. Lo tidur aja. Lo pasti masih ngantuk kan?”

 

“Jangan didengerin. Anggap itu kicauan burung gila!! “

 

“Atau anggak aja cewek buta nada yang lagi nyanyi sumbang “

 

“Anak kelas ini yang bawa penagwal? Siapa? Kepo deh gue!”

 

“Sepenting apa dia?”

 

Ify menatap Illy tajam. Dia belum pernah melihat gadis ini, ia memincingkan senyumannya.

 

“Gue yang bawah! Ada masalah nona?” Illy melihat ke arah Ify. Ia menegukkan ludahnya, tatapan Ify benar-benar menakutkan.

 

“mmmm—, Nggak, gue Cuma kepo aja kenapa ke sekolah bawah pengawal segala” Illy mencoba untuk tidak takut.

 

“Fy, tenang ya. Ify!! “ Sivia mencoba meredahkan emosi sahabatnya.

 

“Gue juga kepo, kenapa lo sekolah nggak bawa otak lo ?”

 

Illy membelakakan wajahnya, apa ia tidak salah dengar barusan? Gadis didepannya ini baru saja mengatainnya?

 

“Lo bilang gue nggak bawa otak?”

 

“Lo nggak tau siapa gue?”

 

“Perlu gue tau orang kayak lo?” sinis Ify.

 

“Waahh—, gadis ini kayaknya belum tau siapa gue. Lo akan kaget kalau tau siapa gue”

 

“Gue jadi nggak sabar buat ekspresiin kaget gue” tantang Ify semakin menjadi.

 

“Kenalin gue adik dari Mario Haling. Gue anak dari keluarga Haling. “

 

“Terkejut bukan?”

 

Ify terkekeh remeh. Menyiniskan wajahnya. Ia mengangguk-angguk berapa kali.

 

“Haling? Apa itu nama club? Atau nama komunitas pencinta tikus?”

 

“YAAA!!!!! “

 

“lo tau siapa gue ?” Ify mulai berdiri. Sivia sudah mencium bau-bau tak enak. Ia ikut berdiri mencoba menghalangi Ify.

 

“Tau, lo Ify si gadis kasar yang sok-sokan bawa pengawal ke sekolah!! “ tantang Illy, ia terpancing emosi gara-gara Ify yang telah mengatainnya.

 

“Bukan! —, “ ucapan Ify menggantung.  Tatapnnya semakin ia tajamkan ke arah Illy.

 

“Gue gadis yang bisa bunuh siapa aja. Sekalipun anak presiden sekalipun anak keluarga Haling”

 

Ify menabrak Sivia kasar dan melewati Illy begitu saja. Ia langsung keluar kelas. Hawa dikelas sudah membuat moodnya sangat jelek. Siapa lagi anak baru itu tadi? Ia sangat tidak menyukainnya.

 

*****

 

Sepeninggal Ify, tubuh Illy akan ambruk kalau saja Ray dari belakang tidak menangkapnya. Illy mengatur nafasnya beberapa kali. Tatapan Ify lebih seram daripada Film The Counjuring ataupun Anabelle yang pernah ia lihat di bioskop.

 

“Dia manusia kan tadi ??”

 

“Nggak—, Nggak— dia bukan manusia”

 

Illy terus mengigau tak jelas, melihat Illy yang sok seperti itu membuat Sivia tak tega. Ia mengeluarkan botol air minumnya. Dan memberikannya kepada Illy yang sudah di dudukan di kursinya oleh Ray.

 

“Tenangin diri lo dulu ya Princess illy, Tenang “

 

“Ambil nafas pelan-pelan”

 

“Hembuskan pelan-pelan”

 

Illy menuruti saja instrukur dari Ray. Setidaknya manjur juga membuatnya tenang.

 

“Lo jangan lagi nyoba ngadepin Ify “

 

“Si Shilla yang anak presiden aja bisa dia ludahin. Apalagi lo?”

 

“Bisa dibunuh sama dia!!”

 

“Tapi gue anak keluarga haling” ujar illy dengan nada datar dan kosong.

 

“Meskipun lo keluarga Haling, keluarga Bakrie, atau pun keluarga dari Kerajaan England”

 

“Jangan coba-coba melawan Ify. Dia itu keturunan iblis dan dewi. “

 

“Wajahnya cantik tapi hatinya dingin”

 

BUKKKKKK

 

Ray memegangi puncak kepalanya yang digebuk oleh Sivia dengan tas. Ray meringis.

 

“Lo niat ngejelikin Ify apa muji dia?”

 

“Dua-duanya!!”sunggut Ray. Sivia geleng-geleng.

 

“Ify anaknya baik, dia lagi nggak mood aja. “

 

“Dan lo jangan nantang dia kayak tadi. Dia nggak suka!! “

 

“Gue nggak tau” kedua mata illy mulai berkaca-kaca, ia masih shock tentunya.

 

“Udah jangan nangis, Ify nggak bakal marah lagi sama lo, nggak usah takut”

 

“Gue nggak takut, masih shock aja!!! “kesal illy. Dua kakinya ia hentak-hentakan di lantai seperti anak kecil.

*****

Bel istirahat berbunyi. Semua anak-anak keluar untuk menuju ke kantin. Illy membalikkan badannya, menghadap ke Sivia. Namun, sebelumnya ia sedikit melirik ke arah Ify yang duduk disamping Sivia.

 

“Iblis itu tidur”

 

“Vi, ayo kita ke kantin” ajak Illy penuh semangat.

 

“Ify nggak pingin keluar kelas. Jadi, gue juga mau nemenin Ify disini”

 

“Yaudah, kalau gitu gue juga disini aja. Gue mau nemenin lo”

 

“Jangan!! Lo ke kantin aja “

 

“Nggak apa-apa,gue disini aja. Kantin juga pasti rame banget”

 

“Tapi—“

 

“Lo berdua sebenarnya pingin ke kantin apa nggak sih??”

 

“Berisik tau nggak!!! “

 

Sivia dan illy langsung menciut, meneguk ludah mereka masing-masing, Ify tiba-tiba bangun dan dengan mata yang masih terpejam, ia mengeuarkan sumpah serapahnya kepada mereka berdua.

 

“Nggak, kalau lo nggak ikut” jawab Sivia dan illy serempak. Ify membuka matanya, dan kedua matannya langsung ia arahkan ke Illy.

 

“Sejak kapan lo akrab sama gue? Sampai nungguin gue?”

 

“Gue nungguin Sivia bukan lo” Ify mendecakkan bibirnya.

 

“Lo berdua ke kantin sana!! “

 

“Lo gimana?” tanya Sivia sedikit khawatir.

 

“Gue bukan anak kecil kali Vi. Emangnya gue kenapa?”

 

“Wajah lo pucet Fy, gue takut lo kenapa-kenapa. Lo pasti tertekan gara-gara pengawal itu.”lirih Sivia menjelaskan ke khawatirannya sedari tadi. Ify terdiam sebentar.

 

“Lo berdua khawatir sama gue?” Sivia mengangguk mantab dan dengan begonya juga illy ikut menganggukkan kepalannya.

 

“Bantu gue kabur dari pengawal-pengawal itu!!! “

 

Sivia dan illy mematung seketika, kepala mereka terputar menghadap ke para pengawal berbaju hitam berjumlah 4 orang dengan postur tubuh yang cukup waow. Kemudian beberapa detik kemudian menatap ke Ify kembali.
“Lo masih waras kan?” gidik Sivia

 

“Lo nggak pingin bunuh gue sama Sivia kan?” tambah illy.

 

“Nggak bisa kan? Yaudah sana ke kantin aja. Gue males keluar. Nanti di ikutin sama mereka semua sampai kantin”

 

“Memalukan tau nggak sih” illy mengangguk-angguk, sepertinya ia sudah salah mengatai Ify tadi pagi tentang pengawalnya.

 

“Yaudah, gue belikan beberapa makanan dulu di kantin, gue bawa ke kelas buat kalian berdua”

 

Tanpa meminta persetujuan dari pihak Ify maupun illy, Sivia langsung meluncur ke kantin meninggalkan mereka berdua di kelas.

 

Illy menatap Ify yang sudah kembali tidur, entah kenapa ucapan Sivia yang mengatakan bahwa Ify adalah gadis yang baik mulai ia percaya. Ia dapat melihat bahwa wajah gadis cantik ini well dia sangat mengakui bahwa Ify sangat cantik kini sedang tertekan dan seolah terdapat masalah.

 

“Lo mau sampai kapan ngelihatin gue?”

 

“Nggak pernah lihat orang cantik?”

 

UhuukkkUhukkk

 

            Kerongkongan illy seolah tersedak sesuatu, ia langsung batuk-batuk seketika itu. Bagaimana gadis itu mengetahui bahwa dirinnya sedang memperhatikannya. Ify mengangkat tubuhnya kembali, membuka matannya.

 

“Lo nggak pergi sama Sivia?”

 

“Dia udah duluan! “

 

“Aisshh—“

 

Ify mendesis kesal, ia langsung berdiri dari kursinya.

 

“Kenapa ?” tanya illy yang binggung.

 

“Dia bisa dihabisin sama Shilla di kantin!! “

 

Ify langsung bergerak cepat, illy hanya bisa menepok jidatnya dan kemudian mengikuti Ify yang sudah berlari ke arah kantin. Dan tidak luput 4 pengawal Ify mengikuti Ify disepanjang koridor kelas yang telah menjadi tontonan bah film thriller.

 

Benar saja dugaan Ify, Shilla semakin menjadi. Kini Sivia diperlakukan kembali seperti sampah di pojok kantin.

 

“WOOYYYY!!!! “

 

Ify menoleh ke belakang, itu bukan suarannya. Melainkan illy, gadis itu melewatinya dan setengah berlari mendekati Sivia yang telah di bully habis-habisan oleh Shilla and the gengs.

 

“Lo nggak ada kerjaan lain?”

 

“Kalau mau bully orang, lawan lo harus sepadan !!! “ Illy kini sudah berdiri di depan Shilla,

 

“Lo mau jadi pahlawan kedua si SUDRA?” Shila mulai menantang.

 

“Lo anak orang kaya. Bangsawan bisa dibilang.  Kelas lo atas, lebih dari atas like me. Lo nggak pantes belain dia. “

 

“Gue masih buka lowongan anggota. Lo pantasnya berteman sama gue!!! “

 

Illy mendecak sinis, menatap Shilla dengan tatapan jijik.

 

“Gue nggak pernah berteman sama sampah!! “ Shilla membulatkan matannya. Tak menyangka bahwa ia akan mendapatkan siraman kata kejam dari illy. Padahal ini adalah pertama kalinya mereka berdua saling bertatap muka.

 

“LO!!! “ Shilla bersiap-siap untuk menampar illy namun sebuah tangan menahannya. Illy menatap pemilik tangan tersebut.

 

Yah, pemilik tangan itu  tak lain adalah Ify. Ia menolong illy dari kekejaman nenek sihir seperti Shilla. Ify menangkap dan menghempas kasar tangan Shilla, membuat gadis itu meringis kesakitan.

 

“Gue udah peringatin lo kan? Dan lo nggak nurutin ucapan gue ?”

 

“Terus? Gue harus ngapain lo sekarang ??” Ify semakin mendekatinya, tatapannya sangat mengerikan.
“Gue nggak takut sama lo!!! “ tantang Shilla.

 

“Lo mau gue ludahin lagi?” Shilla meneguk ludahnya. Ia sangat tahu bagaimana Ify, gadis itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Apalagi kini di belakang Ify sudah ada 4 pengawal yang siap anytime anywhere menjadi guardian, membuat nyali Shilla menciut.

 

“Awas aja lo!!! “ Shilla langsung beranjak dari sana. Meninggalkan Ify dan semua orang yang menonton pertunjukan setiap hari itu.

 

Ify menarik nafas panjang-panjang, dan menghempaskannya. Ia membalikkan badannya, membuat 4 pengawalnya membelah untuk memberikan dirinnya jalan. Ify mendekati Sivia yang telah dibantu oleh illy.

 

“Paha Sivia melepuh, kayaknya dia disiram air panas sama shilla” aduh illy kepada Ify. Sivia hanya menunduk, menangis, menahan sakit dalam diam.

 

“Bopong Sivia ke UKS sekarang juga” suruh Ify kepada pengawalnya.

 

“Siap nona”

 

Ify dan illy mengikuti dari belakang, mereka berjalan dengan tenang. Toh, Sivia sudah diurus oleh 4 pengawal Ify.

 

“Kenapa Shilla selalu ganggu Sivia? Apa tidak ada bahan lain yang dia bully?”

 

“Sivia terlalu baik, dan karena dia adalah sebatang kara. Oleh karena itu Shilla berani membullynya, sedangkan Sivia tidak bisa apa-apa”

 

“Sebatang kara? Ibu? Ayahnya?”

 

“Mereka sudah meninggal “ illy mengigit bibir dalamnya, ia merasa bahwa hidup Sivia pasti sangat berat.

 

“Kalau lo kasihan sama dia, jangan pernah lo tunjukin ke dia. Karena Sivia paling benci dikasihani”
“Terus? Dia hidupnya gimana? Makannya?” illy terus bertanya ke Ify, penasaran tentunya. Ify mengambil duduk di kursi depan UKS. Illy pun mengikutinya.

 

“Dia kerja”

 

“KERJA??”

 

“Nggak usah teriak kali” sinis Ify. Illy mengangguk-angguk menuruti. Takut kena amuk Ify tentunya.

 

“Pelayan restoran, kasir supermarket, cleaning service hotel. “

 

“Dia bekerja kayak anjing gila tiap hari”

 

“Kok lo nggak bantuin dia? Kasih uang kek? Atau apa kek”

 

“Lo kira gue nggak ngelakuin apa-apa?”

 

“Gue udah bantu dia sebisa gue.”

 

“Wait, sejak kapan gue jadi deket sama lo kayak gini?”

 

“Jauh-jauh lo dari gue!!! “ usir Ify kembali menjadi kejam. Ia sendiri tidak tau bagaimana bisa ia menceritakan begitu saja kepada illy. Gadis yang baru saja ia temui hari ini. Mengherankan.

 

“Gue sahabatnya Sivia, lo sahabatnya Sivia, jadi gue juga sahabat lo!!”

 

“Presepsi siapa yang lagi lo buat??”

 

“Ogah gue jadi sahabat lo!!! “tolak Ify mentah-mentah. Illy mendengus.

 

“Enaknya kita bikin trio apa? Kita harus ada namannya dong? Jangan kalah kayak Shilla and the gengs” Ify mendengus. Menatap Illy tajam.

 

“Gue sudah bilang kan? Gue nggak mau temenan sama lo!!”
“Bodo, menurut gue. Lo, Sivia dan gue menjadi sahabat!! “ Illy langsung merangkul bahu Ify dengan antusias.

 

“Awww—“ ringis Ify, membuat illy langsung melepaskan rangkulannya. Illy tak sengaja mengenai luka Ify.

 

“Bahu lo kenapa ?” kaget illy. Ify menatapnya tajam agar ia tidak keras-keras berbicara. Jika ketahuan pengawalnya bisa gawat.

 

Ify tak menjawab pertanyaan illy, ia segera berdiri dan meninggalkan illy sendirian disana. Ify berjalan menuju kelasnya kembali. Ia tidak usah khawatir dengan Sivia toh sudah ada illy yang pastinya akan menjaga Sivia disana.

*****

Mobil Ify dan Mobil illy bersamaan berhenti dirumah mereka masing-masing. Keduannya keluar dari mobil mereka. Tatapan mereka tak sengaja bertemu, tentu saja mereka langsung terkejut bukan main.

 

“Ngapain lo berhenti disini??” tanya illy binggung.

 

“Lo ngikutin gue? Lo pingin banget temenan sama gue sampai ngikutin ke rumah gue?” Ify mulai teriak-teriak emosi. Illy mendengus tak terima. Ia berjalan mendekati Ify.

 

“Ini rumah gue!!! “ illy menunjuk ke arah rumahnya. Ify melongo sesaat. Dia hanya bercanda kan?.

 

“Non, penghuni baru rumah itu adalah keluarga Haling” bisik salah satu pengawal Ify. Oh My God!!

 

“Jadi? Ngapain lo ngikutin gue?”

 

“Lo udah ngakuin kalau gue anak dari keluarga Haling yang kaya raya?” Sombong illy kemana-mana, ia seolah menang melawan Ify.

 

Ify geleng-geleng saja, tak mau mengubris orang nggak waras seperti illy. Ia langsung meninggalkan illy dan berjalan masuk kedalam rumah.

 

“WOYY!!! FY!! JAWAB!! “

 

“NGAPAIN LO MASUK DIRUMAH SANA??”

 

“RUMAH SIAPA YANG LO MASUKIN!! “

 

‘WOOYYY!!!”

 

“Maaf non, ini adalah rumah nona Ify. “ jawab salah satu pengawal Ify kepada illy dengan sopan. Dan sedetik kemudian illy mematung disana, melebarkan mulutnya dan kedua matannya.

 

“What??”

 

“Gue? Sama Ify tetanggan?”
“Selama ini??”

 

“HELLL!!!”

 

Illy baru mengingat sesuatu.

 

“Jangan-jangan? Cowok ganteng itu kakak dari Ify??”

 

“Waahh!!! Gue harus baik-baikin Ify dong!!”

 

“Aishhh!!!”

 

“Gue harus mulai berbuat baik dengan calon adik ipar gue!! “

*****

Ify menyalakan shower kamar mandi, ia membasahi seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah. Mendinginkan fikirannya. Entah mengapa ia merasa hari-harinya semakin berat. Ia sendiri tak tau sebenarnya apa yang sedang terjadi dengannya.

30 menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi. Memakai baju santai rumahnya. Ia akan berjalan keluar kamar, namun pintu kamarnya terkunci dari luar. Ify mencoba beberapa kali menggerakkan gagang pintu kamarnya. Nihil.

 

BRRAAKK BRAAKKK

 

BRAAAKK BRAAAKKK

 

“WOOYYY!!! SIAPA AJA YANG DILUAR!! BUKAIINN!!!! “

 

“BUKAIINNN WOOYYY!!! “

 

“GUE HABISIN KALIAN SEMUA!!!

 

“GUE DOBRAK PINTUNYA!!! “

 

“GUE HITUNG SAMPAI TIGA!!!! “

 

Ify terus berteriak tak jelas, ia sangat kesal sekali. Yang ia lakukan sangat percuma, pintunya terbuat dari kayu  jati dimana didalamnya terdapat besi padat jadi akan sangat susah untuk di dobrak. Ify berjalan ke meja belajarnya. Duduk dengan frustasi. Ia melihat ada sepucuk surat. Ia dengan cepat membukanya.

 

 

            Pintu kamar kamu hanya bisa terbuka pada pukul 16.00 sore dan 21.00 malam. Sisanya kamu hanya boleh di dalam kamar, belajar dan istirahat! Ini adalah perintah! Jangan coba-coba melanggarnya!!.

 

“Belajar?? Apa yang harus gue pelajarin??”

 

“Istirahat? Gue kenapa? Gue tidur 12 jam tiap hari apa masih kurang?

 

“Aishhh—“

 

“Ando brengsek!! “

 

“Saya hanya akan mengecek bagaimana kondisi dia, “

 

“Ando yang menyuruh saya “

 

Suara berat seorang laki-laki terdengar dari luar, Ify merasa sedikit familiar dengan suara tersebut. Ketika pintu kamar terbuka, Ify dapat melihat sosok pria berbadan tinggi nan gagap. Mulai masuk kedalam.

 

“Ngapain lo kesini?” tajam Ify merasa tak suka dengan kehadiran pria tersebut.

 

“Gue juga nggak mau kesini! “

 

“Kalau bukan karena Ando” jawab pria tersebut tak kalah tajam dari Ify. Siapa lagi pria ini jika bukan Rio.

 

“Lo udah makan ?”

 

“Sejak kapan lo jadi perhatian sama gue?”
“Kita nggak sedekat itu! “

 

“Ini daftar pertanyaan yang harus gue tanyakan ke lo!! “

 

Rio melemparkan selembar kertas kepada Ify, ify melihat kertas tersebut terjatuh di lantai. Ia mendapati tulisan tangan Ando tertulis dengan tinta merah.

 

“Gue nggak butuh lo! “

 

“keluar sana!! “

 

“Nggak usah kesini lagi!! “ usir Ify.

 

“Oke, dengan senang hati”

 

Rio membalikkan tubuhnya, ia keluar dari kamar Ify. Meninggalkan Ify sendiri lagi didalam kamarnya.

*****

Rio melihat pintu kamar Ify di kunci oleh pengawalnya, membuat dirinya sedikit heran tentunya. Kenapa pintu kamar gadis itu harus dikunci segala? Apakah gadis itu saking bahayannya?

 

“Entahlah!”

 

Rio tak mau memfikirkan panjang-panjang, ia berjalan keluar untuk kembali ke luar rumahnya.

 

“Hallo brothers!! “

 

Sebuah sapaan seorang gadis menghentikkan langkah Rio.

 

Bersambung. . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s