ENLOVQER DEVIL – 7

ENLOVQER DEVIL – 7

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

*****

 

          Ando masuk kedalam rumah Rio, ia langsung saja masuk. Toh, Rio tidak akan melarangnya.

 

Ando menemukan Rio yang sedang asik berbaring di kursi balkon kamarnya.

 

 

“Yo “ sapa Ando, dan membuat temannya tersebut membuka kaca mata hitamnya.

 

 

“Ada apa?” Rio mengubah duduknya lebih sigap. Setidaknya ia tau cara sopan santun meskipun itu dengan Ando.

 

 

“ Gue ada pelatihan 1 minggu di Borneo, gue titip adik gue”

 

 

“Maksud lo?”

 

 

“Adik gue suka kabur, gue Cuma minta tolong lo cek keadaan dia aja”

 

 

“Dia punya pengawal bukannya?”

 

“Iya, tapi gue khawatir aja. Lo bisa kan bantu gue?”

 

 

“I—, i—, iya” Rio sendiri binggung harus menjawab apa. Menolaknya? Tidak mungkin juga. Selama ini Ando sudah banyak membantunya.

 

 

“Thanks Bro, Gue nitip adik gue ya.”

 

 

“Gue mohon banget. Gue percaya sama lo”

 

 

“ Ini hal yang perlu lo tanyain ke dia” Ando menyerahkan sepucuk surat, dan dengan pasrah Rio menerimannya saja.

 

 

“Tugas lo Cuma ini aja kok”

 

 

“Thanks “

 

****

 

 

“Hallo brothers!! “ sapa illy dengan wajah nan ceria. Rio menatap adiknya binggung.

 

“Lo pasti mau tanya ngapain gue ke rumah ini kan??”

 

“Nggak!! “

 

Rio melanjutkan langkahnya, meninggalkan sang adik yang sudah menyumpahi dirinnya dengan bahasa-bahasa alien tak pantas.

 

“Aissh—, si kunyuk itu makin lama makin kejam!! “

 

Illy tak menggubris dan melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam rumah Ify.

 

“IFY!!! “

 

“IFY!!! “

 

“IFY!!! “

 

Seorang penagwal pendekati illy,

 

“Aada apa ya non?”

 

“Ify dimana?”

 

“Non Ify di dalam kamarnya. “

 

“Suruh dia keluar dong, gue ada perlu sama dia” illy menyuruh dengan seenaknya membuat pengawal tersebut sedikit harus bersabar tentunya.

 

“Nona Ify tidak boleh ke luar non, “

 

“Why??”

 

“Itu perintah tuan Ando”

 

Illy terdiam sesaat.

 

“Kalau gitu gue boleh masuk dong ke kamar Ify? Gue teman sekalsnya. Gue mau tanya soal tugas nih!! “

 

“Tap—“

 

“OM MAU TANGGUNG JAWAB KALAU NILAI SAYA JELEK??”

 

“AKU CUMA MAU TANYA OM!! “

 

“BESOK ADA UJIAN MINGGUAN!! “

 

“OM JAHAT BANGET SIH!! “

 

“Biarkan dia masuk” ujar salah satu pengawal yang terlihat seperti ketua dari pengawal lainnya.

 

Illy tersenyum kemenangan.

 

“Om.nya udah baik cakep lagi. mwah! “

 

Illy diantarkan menuju kamar Ify.

****

Pintu kamar Ify terbuka, Ify sudah menduga siapa yang akan masuk. Dari suara teriakanya tadi saja membuat Ify ingin menampar pemilik suara itu. Sangat berisik!!!

 

 

“Hallo calon adik ipar”

 

Mata elang Ify sedikit memerah, menatap senigt illy, seolah ia sangat tidak suka dengan kehadiran gadis tersebut. Illy sendiri sepertinya cukup terbiasa dengan tatapan tajam itu. Ia menutup pintu kamar Ify dan menguncinya dari dalam. Dan dengan tak berdosannya langsung berbaring ke kasur Ify.

 

“Lo kayak Rapunzell aja dikurung di kamar” cerca illy.

 

“Lo keluar!!! “

 

“Siapa? Gue?”

 

“Ogah!! “tolak illy. Ify mendengus kesal.

 

“Lo ngapain kesini??”

 

“Ah—, benar ada yang mau gue tanyain” illy berdiri dari kasur, ia mengganti posisinya menjadi duduk. Ify menunggu saja lanjutan dari ucapan gadis ini.

 
“Ando itu kakak lo?”

 

“Mau apa lo?”

 

“Jodohin gue sama dia”

 

“Hell!!! “

 

            Ify tidak tau harus beraksi apa, ia hanya bisa terdiam dengan mulut sedikit terbuka. Gadis ini benar-benar sudah tak waras.

 

“Ogah!! “ tolak Ify tegas.

 

“Ayo dong Fy!!! “

 

“Gue jatuh cinta sama kakak lo di pandangan pertama!! “

 

“Sumpah kakak lo cakep banget!! Bangetaann!!! “

 

“Nggak kayak kakak gue, aduuuhh—, “

 

“Lo udah liat kan kakak gue? Yang barusan dari rumah lo”

 

“Dia kaya sih, banyak juga cewek-cewek yang ngejar-ngejar tapi menurut gue dia sama seklai nggak ada charmingnya!! “

 

Ify binggung harus menanggapi kayak gimana, illy terus saja nerocos tak ada hanti-hentinya. Ify menghelakan nafas berat.

 

“Lo keluar dari kamar gue!!! “

 

“Tap—“

 

“KELUARR!!!” bentak Ify tajam dengan tangan mengarahkan ke arah pintu. Kali ini illy sangat takut. Ia pun segera berdiri dari kasur Ify dan berjalan menuju pintu.

 

“Gue besok kesini lagi loh ya!! “

 
“Gue nggak akan berhenti sampai lo mau jodohin gue sama kakak lo”

 

“Lo harus jodohin gue!! “

 

Ify baru aja akan mengambul sandal dari kakinya, namun illy sudah dengan cepat kabur dari kamarnya. Ify memegangi kepalannya yang terasa semakin pusing. Hidupnya terasa tambah berat saja.

*****

Pukul 2 malam, Ify terbangun dari tempat tidurnya. Fikirannya tak tenang, seolah ada sesuatu hal yang menghantuinnya. Ia sangat butuh udara segar. Tapi? Apa yang harus dilakukannya? Ia sama sekali tidak bisa keluar dari kamarnya sendiri.

 

“Sebenarnya apa sih tujuan Ando ngurung gue?” kesal Ify tak dapat memahami kakaknya. Menurutnya, dirinnya terlalu ditahan.

 

Ify berjalan ke balkon kamarnya, hembusan angin malam menerpa kulit-kulit di sekujur tubuhnya. Dingin, yang ia rasakan, Ify mengambil oksigen pagi hari sebanyak-banyaknya, berharap otaknya akan terpenuhi banyak oksigen dan menjadi lebih segar.

 

Ify melihat sebuah mobil warna merah berhenti di depan rumah depan, Ia mempertajam pengelihatannya, menunggu siapa yangkeluar dari mobil tersebut. Seorang pria berjaket hitam dengan topi hitam keluar.

 

“Siapa pria itu?”

 

Pria itu nampaknya mengetahui keberadaan Ify, ia melihat Ify yang berada diatas balkon, Alih-alih sembunyi Ify malah menatap balik pria tersebut tanpa ada rasa takut. Mereka saling bertatap cukup lama. Ify merasa tidak pernah melihat pria itu sama sekali tidak mengenalnya tapi mengapa ia merasa sedikit  familiar.

 

Pria itu mengalihkan tatapannya dari Ify, berjalan masuk kedalam rumah di depan sana. Ify tak mau berfikir panjang. Ia kembali kedalam kamarnya, menutup pintu balkon kamar. Setidaknya fikirannya sedikit tenang.

*****

Rio  terbangun jam 2 malam, ia keluar ke kamarnya, berjalan ke arah dapur untuk mengambil beberapa makanan yang semoga aja bisa mengganjal perutnya. Keadaan rumahnya gelap dan sepi.

Rio meneguk air putih beberapa gelas,

 

TRINGGG

 

Rio mendengar suara gerbang rumahnya seperti dimasuki seseorang, ia berjalan pelan menuju pintu rumahnya. Insting pendengarannya cukup tajam.

Rio tidak langsung membuka pintunya, ia mengintip dari jendela rumahnya, ia melihat seorang pria berbaju hitam masuk kedalam mobil berwarna merah dan melesat begitu saja. Rio mengernyitkan keningnya.

 

“Siapa pria itu?”

 

Rio dengan cepat berjalan ke arah pintu rumahnya dan membuka pintu rumahnya. Ia mengecek halaman rumahnya apakah ada sesuatu yang mengganjal. Rio tidak menemukan apapun. Ia terdiam didepan gerbang cukup lama. Matannya mengarah ke arah rumah depan, lebih tepatnya ke sebuah kamar yang lampunya masih menyala.

 

“Apa yang dilakukan gadis itu malam-malam seperti ini?”

 

            Rio dapat melihat siluet dari seorang gadis yang sedang berjalan mondar-mandir dikamarnya, Rio merasa angin dingin lebih menusuk kulitnya. Ia segera masuk kembali kedalam rumahnya. Tak mempedulikan gadis itu, toh dia tak perlu memfikirkannya.

*****

Pada malam week-end ku turut Mama ke Alastian

            Mengendari Jet istimewa ku duduk di muka

            Ku duduk disamping Mama yang sedang Membaca

            Ku pikir majalah wanita eh ternyata majalah dewasa

            Whoiii . .. .

            Tuk Tik Tak Tik Tuk Tik Tak Tik Tuk

            Tuk Tik Tak Tik Tuk Tik Tak Tik Tuk

 

Rio menatap adiknya sambil menggaruk-garuk kepalannya yang sama sekali- sama sekali dan sama sekali tidak gatal. Adiknya terus menyanyi tak jelas dengan ransel warna pink di belakang punggungnya. Entah lagu apa itu, Rio tidak ingin mendengarkannya lagi. Adiknya benar-benar tak waras.

 

Mama dan Adiknya akan mengunjungi pengungsian di Alastian, Sang Mama adalah Principle of human caring,  yang merupakan perkumpulan ibu-ibu sosialita di dunia yang bergerak dalam memberikan bantuan untuk daerah yang baru saja terkena bencana atau pun mengalami kelaparan.

 

“Gue ke Alastian 3 hari, lo jaga rumah dengan baik!! “

 

“Jangan lupa beri makan Puppy” ujar illy mengingatkan kakaknya akan kucing persia warna putih kesayangannya. .

 

“kenapa harus gue?”

 

“Terus siapa lagi yang gue suruh kalau bukan lo!!”

 

“Gue nggak mau!” tolak Rio mentah-mentah

 

“Lo nggak akan gue beliin oleh-oleh”

 

“Gue nggak minta! “

 

“Lo nyebelin tau nggak!! Gue Cuma minta buat ngasih makan puppy 3 kali sehari, sama vitaminnya tiap malam, dan mandiin tiap sore. Apa susahnya??”

 

“Lo tega lihat puppy mati? Ha? Lo nggak sayang sama makhluk ciptaan tuhan? Ha?”

 

“Lo nggak punya hati!! Lo tega banget jadi orang. Kuncing itu juga makhluk hidup, lo harus tau ka—“

 

Rio segera berdiri dari sofa dan meninggalkan sang adik begitu saja. Ia tak peduli lagi dengan ocehan adiknya. Toh ada asisten pribadi rumah yang selalu siap sedia menuruti permintaan adiknya. Kenapa harus dirinnya?. Aisshh—.

 

“MARIOOOOO SI  KUNYUK!!! “

 

Teriak illy penuh frustasi. Ia tak peduli mamanya akan memarahinnya karena ia tak pernah sopan dengan sang kakak. Menurutnya, bukan salah dirinnya. Kalau kakaknya bisa bersikap lebih manis kepadanya pasti ia tidak akan emosi terus-terusan ke sang kakak.

*****

Rumahnya kini damai, sepi dan tenang. Tak ada lagi suara cempreng yang selalu mengusik dirinnya. Sang Mama dan Adiknya telah berangkat jam 1 siang tadi dengan keadaan yang sehat wal afiat. Harapan Rio 3 hari kedepan hanya mamanya yang balik kerumahnya dan adiknya tersesat di Alastian dengan suku Alastian dan tidak akan kembali lagi. Amin.

 

“Apa yang harus gue lakukan ?”

 

Rio mulai binggung, ia tidak biasannya menganggur seperti ini. Ia sudah meminta libur 1 minggu kepada Agni. Ternyata tak melakukan apapun lebih tidak enak. Ia sudah terbiasa dengan kesibukkan di kantor.

 

“Lebih baik gue jogging sore”

 

*****

Ify mencoba menghubungi adiknya dan kakaknya, namun mereka berdua sama sekali tak bisa ia hubungi. Ia melihat ke arah jam dinding kamarnya. Dari kemarin ia belum keluar dari kamar. Perutnya terasa kosong namun ia menahannya.

Makanan yang sudah disiapkan di meja makan tidak ia sentuh, Ify tidak mau keluar karena setelahnya ia pasti akan dikurung lagi. Ia berfikir kalau mogok makan akan membuat mereka takut dan mengizinkan dirinnya keluar rumah.

 

“Apa gue kabur aja lagi?”

Pikiran picik mulai terancang menjadi konsep tersturktur di otak Ify. Ia segera mengganti bajunya menjadi baju santai. Ia memakai sepatu sneakers  yang membuat dirinnya nyaman jika berlari.

 

“Bukain pintunya!!”

 

“Gue mau makan!! “

 

Pintu kamarnya langsung terbuka. Ify melihat 4 pengawalnya tersenyum legah mendengar niatnya untuk makan, namun senyum itu langsung berubah keheranan melihat dandanan Ify seolah ingin keluar entah kemana.

 

“Nona mau kemana?”

 

“Makanlah!” dingin Ify, ia melewati pengawalnya begitu saja yang langsung bersiap mengikuti di belakangnya. Ify mendengus dalam hati.

 

“Nona kok pakaiannya seperti orang mau bermain keluar?” penasaran salah satu pengawal.

 

Ify membalikan badannya, membuat semua pengawalnya berhenti melangkah mendadak.

 

“Terus? Lo pingin gue pakai baju kayak gimana?”

 

“Bikini atau  Telanjang?”

 

“Maaf Nona, bukan itu maksud saya. Maafkan saya  nona”

 

Ify mendecak sinis, membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya kembali.

 

“Gue mau  jogging “ ujar Ify di anak tanga terakhir.

 

“Maaf Nona, tuan Ando tidak mengizinkan Nona keluar sama sekali”

 

“Heh?” kaget Ify.

 

“Sama sekali?”

 

“Iya nona. Nona hanya diperbolehkan keluar ketika nona akan pergi ke sekolah dan makan.”

 

“Gue akan coba telfon Ando”

 

Ify mengeluarkan ponselnya, dan mencari kontak ando, menyambungkannya. Menndekatkan ponselnya ke telinga kanannya.

 

“Kak, lo nggak izinin gue keluar?”

 

“Gue Cuma mau jogging sebentar! “

 

“Siapa?”

 

“Mr. Lay ?” Ify melirik ke Mr. Lay yang merupakam ketua dari pengawalnya.

 

“Wait”

 

Ify memberikan ponselnya kepada Mr. Lay yang menerima ponsle Ify ddengan sopan.

 

“Iya tuan?”

 

Semua pengawal fokus kearah Mr. Lay.

 

Ilmu pertama dalam dunia psikis manusia : Seluruh manusia diciptakan dengan rasa ingin tahu dan penasaran yang tinggi daripada makhluk hidup lainnya. Ketika terdapat objek yang bisa membuat mereka teralihkan. Itulah sebuah kesempatan emas!!

 

Semua pengawalnya tak ada yang melihat ke arahnya, dan dengan langkah seribu, Ify segera kabur dari hadapan semua pengawalnya. Berlari sekencang mungkin ke arah pintu rumahnya.

 

“Hallo? Tuan Ando?”

 

“Hallo?”

 

“Hallo??”

 

Mr. Lay melihat layar ponsel Ify, dan mendapatkan tak ada panggilan tersambung sama sekali.

 

“Nona Ify kabur lagi!! “

 

Teriak salah satu pengawal yang menyadari tak adanya nona mereka. Semua pengawal bergegas untuk berlari keluar rumah. Mereka dapat melihat sosok Ify keluar dair pintu rumah.

Untung saja pintu rumah Ify menggunakan password untuk membukannya, jadi ia tidak memerlukan kunci atau semacamnya untuk membuka pintunya. Masalah terakhir adalah pintu gerbangnya. Terdapat beberapa penjaga disana.

Ify tak ingin ambil resiko, ia berlari ke halaman timur. Dan dengan kemampuan yang ia punya, Ify memanjat tembok rumahnya yang  lumayan tinggi. Keahlian Ify tidak dapat diragukan, Ia pernah belajar patkur sewaktu liburan di Norwegia 3 tahun lalu.

 

*****

Ify berlari kencang mengarah ke taman perumahan. Jarak dirinnya dan pengawal-pengawalnya sedikit lebih jauh walaupun para pengawalnya bisa nampak di kedua matanya.

 

“Mereka sungguh menakutkan dengan pakaian hitam seperti itu!! “

 

“Aisshh SIAL!! “

 

Ify terus mengumpat sepanjang pelariannya. Ia seperti orang bodoh, yang berlari tanpa arah. Ify mencari tempat untuk bersembunyi. Ia tak dapat menemukan apapun.  Tidak mungkin kan dia bersembunyi dibelakang pohon? Atau dibelakang bunga-bunga dan semacamnya? Jangan fikir ini seperti adegan film yang tiba-tiba pengawalnya tidak menemukannya dan melewatinya begitu saja yang tengah bersembunyi di semak-semak. Aissh!!menjijikan.

Ify melihat toilet umum berwarna biru. Toilet yang hanya ada 2 ruang untuk wanita dan untuk laki-laki. Ukurannya tidak terlalu besar.

 

“Bodo amat!! “

 

Ify mempercepat larinya agar tidak terlihat oleh pengawalnya. Dengan tanpa fikir, Ify masuk di toilet tersebut lebih tepatnya masuk di toilet laki-laki.

 

“APA YANG LO LA—.”

 

******

Sudah hampir 1,5 jam Rio terus berlari memutari perumahan yang besarnya bukan main. Ia kemudian berhenti untuk ber-istirahat di taman yang begitu rindang. Rio melihat botol minumannya sudah habis.

 

“Aissh—, gue kebanyakan minum”

 

Rio merasakan kandung kemihnya mengeras. Ia butuh untuk ke toilet. Ia meninggalkan tempat minumannya dan dengan langkah cepat berjalan ke toilet umum yang tak jauh dari tempat duduk.

Rio buru-buru dan sudah tidak kuat lagi, dan tanpa mengunci toiletnya.

 

“Ahh—, leganya”

 

Rio menatap kaca di depannya sambil membenahkan celana trainning pendeknya.

 

CKLEEEKKKK

 

BRAAAKKKK

 

“APA YANG LO LA—.”

 

Mulut Rio dibungkam oleh seorang gadis, Rio hanya bisa membelakakan matanya ketika gadis itu menatapnya dengan tajam. Bungkaman gadis itu sangat kuat. Rio mencoba untuk memberontak.

 

“Gue mohon diem. Kali ini aja”

 

“Selamatkan gue”

 

Tatapannya berbeda dari biasannya. Gadis ini benar-benar sangat memohon kepadannya. Rio seolah terhipnotis dengan tatapan dan ucapan tersebut. Ia mengangguk-angguk seperti boneka yang digerakkan oleh pemiliknya.

 

Rio menunjuk ke tangan gadis tersebut, memberikan isyarat agar gadis itu melepaskan bungkamannya.

 

“Aisshh—“ desis Rio akhirnya bisa bernafas legah. Gadis itu memeberikan tatapan tajam kembali kepada Rio dengan tangan telunjuk yang ditempelkan ke bibirnya. Rio mendengus pelan. Untung saja ia sudah selesai dengan urusannya di toilet dan sudah membenahkan celanannya.

 

Mereka berdua berdiri dengan jarak yang sangat dekat. Tubuh Rio dibelakangi oleh gadis itu yang menghadap ke depan. Rio dapat mencium aroma sampo dari rambut gadis tersebut. Lavyos

 

“Seleranya cukup tinggi juga”

 

Suara nafas gadis tersebut pun terdengar cukup tidak teratur.

 

“Kalian cari di bagian timur!! “

 

“Cari nona Ify sampai ketemu!!”

 

“Cepat !!! “

 

“NON IFY!!! “

 

“NON IFY!!! “

 

            Yah, gadis yang sedang berada di depan Rio saat ini tak lain adalah Ify. Rio tak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Ify? Kenapa ia harus masuk ke toilet pria?.

 

“Gue sedang kabur! “

 

Rio sedikit kaget, apakah gadis ini bisa membaca fikirannya? . Rio tidak menyahuti, toh ia sama sekali tidak bertanya.

 

“ DI TOILET WANITA KOSONG MR. LAY”

 

“KALIAN SUDAH MENGECEK TOILET PRIA??”

 

“TOILET PRIA?”

 

“TIDAK MUNGKIN NONA MASUK KESANA”

 

            Ify sedikit memundurkan badannya, mulai cemas. Meneguk ludahnya dalam-dalam, keringat dingin terus keluar di pelipis wajahnya.

 

“BUKA TOILET PRIA!! “

 

“ BAIK KETUA”

 

Ify semakin memundurkan langkahnya, membuat Rio terpojokkan kebelakang. Ia ingin bertertiak marah tapi entah kenapa mulutnya menyuruhnya untuk tetap diam. Suara tangan menyentuh gagang pintu toilet pria dapat teredengar oleh Ify maupun Rio.

 

“Slot.nya?” bisik Rio pelan, mereka berdua melihat ke arah slot pintu yang tidak disenderkan (tidak dikunci).

 

Ify memejamkan matannya, pasrah!!. Ia pasti akan tertangkap.

 

CKLEEEKKKK

 

Ify membelakakan matannya, ketika sebuah tangan menariknya ke belakang dan membuat tubuhnya terbentur keras di tembok toilet. Namun, yang bikin dirinnya sampai shock dan membuka matanya lebar-lebar adalah yang dilakukan oleh pria di depannya ini.

 

“Aisshh!!! —“

 

“ Maaf Maaf !! “

 

Pintu toilet di tutup kembali dengan cepat oleh salah satu pengawal Ify.

 

“ADA APA?”

 

“NONA IFY DISANA?”

 

“ADA ORANG CIUMAN DI DALAM”

 

“AISSH!! APA TIDAK ADA TEMPAT LAIN”

 

“KITA BERPENCAR KE TEMPAT LAIN!”

            Ify tidak tau harus merespon bagaimana, bibirnya kini dengan jelas terasa hangat dan tertempel oleh bibir lain. Jantung Ify berdetak tak teratur. Suhu tubunya tiba-tiba mendingin, Apa yang harus dilakukannya sekarang? Apa ?? Apa??

 

“Sorry, gue nggak ada pilihan lain”

 

Rio melepaskan jaraknya, terlihat wajahnya sangat kaku dan awakward. Ia memundurkan langkahnya dari tubuh Ify. Ia tak berani melihat Ify yang masih mematung disana.

 

Ify tak membalas, ia tak lagi mendengar suara pengawalnya disana, dengan cepat ia melewati Rio dan keluar dari toilet tersebut. Ia tak bisa berfikir jernih saat ini. Kejadian tersebut sangat cepat dan mengejutkan.

 

“Gue nggak bermaksud melakukan tadi:”

 

Langkah Ify terhentikan,

 

“Gue tau” jawab Ify tanpa membalikkan badannya. Ia takut Rio melihat wajahnya yang sudah memerah akibat  malu.  Honestly, that is her first kiss.

 

Ify memempercepat langkahnya  agar dapat menjauhi Rio.

 

“Lo mau kemana?”

 

“Aisshh!! Kenapa sih om-om gila itu terus memanggilnya!! “

 

“Kaburlah!! “ jawab Ify tak menghentikkan langkahnya kali ini.

 

“Jangan kesana, lo  bisa tertangkap! “

 

“TERUS GUE KEMANA??”

 

Ify kehilangan kesabaran dan akalnya. Ia membalikkan badan dan langsung membentak Rio.

 

“Ter-se-rah!!”

 

Rio kembali bersikap acuh setelah mendapat bentakan dari Ify. Tatapan dinginnya kembali ke semula. Pria itu berjalan meninggalkan Ify begitu saja. Tak peduli gadis itu menghentak-hentakan kaki menyumpahinya.

*****

Bersambung . . . . . . .

 

 

 

 

           

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s