ENLOVQER DEVIL – 8

ENLOVQER DEVIL – 8

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

 

*****

 

 

“ Gue melakukannya demi kebaikan dia!”

 

“Gue tidak merasa di untungkan!”

 

“sebaliknya, gue merasa dirugikan! “

 

“So?”

 

“Santai yo!”

 

Rio membaringkan tubuhnya dengan gaya casual seperti biasa, kedua tanganya terlipat dibelakang kepala menjadi sandarannya. Ia mencoba bersikap santai tanpa memfikirkan lagi kejadian beberapa jam yang lalu. Meskipun, bayangan adegan “tak seharusnya” terus membayangi otaknya. Ia mencoba acuh!

 

****

Ify menaiki pagar rumahnya, ia sudah tak tau lagi mau kemana. Ia lupa tidak membawa dompet bahkan ponselnya tadi langsung ia berikan kepada Mr. Lay. Sungguh pelarian yang sia-sia dan sangat bodoh!!!

 

“Aisshh!!! “

 

Ify berjalan ke arah kamarnya. Rumahnya samgat sepi. Mungkin para pengawalnya masih sibuk dan kebinggungan mencarinya.

 

Ify menemukan ponselnya diatas meja makan, dengan cepat ia mengambilnya kemudian segera masuk kedalam kamarnya.

****

Ify menatap dirinya di kaca kamar mandi. Ia menatap pantulan wajahnya sangat lama sekali. Perlahan, ia mengigit bibir bawahnya.

 

“AISHHHH!!!! “

 

“DASAR OM-OM MESUM!!! “

 

“KENAPA JUGA PAKAI CI—“

 

“AISHHHH!!!! “

 

Dengan cepat Ify membersihkan bibirnya, membasuhnya dengan air berulang-ulang, berharap bibirnya akan steril lagi. Ia masih belum bisa percaya dengan kejadian tadi sore? Kenapa om-om itu menciumnya ? Kenapa cara menyelamatkannya seperti itu? Kenapa? Kenapa? Kenapa ??

 

“DASAR OM GILA!!!! “

 

Ify mendengus kesal. Menatap tajam dirinnya sendiri pada kaca di depannya.  Memperlihatkan semua ekspresi dan perasaannya saat ini. Menyebalkan!

 

****

Jam 1 pagi, Rio mendapatkan telfon dari kantor, membuat kenyamanan tidurnya terusik. Tapi mau bagaimana lagi? ini adalah situasi yang darurat dan mengharuskannya ke kantor dini hari seperti ini.

 

“Ag, siapkan  semuanya di ruang rapat!”

 

“Para manajer tiap divisi suruh hadir sekarang”

 

“15 menit on the way!”

 

Rio menancap gas mobilnya setelah menutup sambungan telfonnya dengan sang sekertaris, keadaan sekitar sangat sepi seperti tak ada kehidupan sama-sekali. Membuat Rio dapat menaikkan kecepatannya.

 

Rambu lalu lintas berwarna merah, meskipun tak ada mobil yang lalu lalang,. Rio adalah tipe pria yang selalu mentaati peraturan. Menurutnya “ Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar! Hanya orang tak berotak  saja yang selalu suka menyalahi aturan “

Rio mengedarkan pandangannya ke sekitar. Matannya berhenti di satu titik. Ia merasa sedikit tertarik untuk terus memperhatikannya.

 

“Bukankah itu pengawalnya gadis rumah depan?”

 

“Apa mereka masih belum menemukannya sampai saat ini ?”

 

Rio mengangkat bahunya, seolah tak peduli. Toh, memang bukanlah urusannya jika gadis itu hilang.

 

“WAITT!!! “

 

“Bukan urusan gue kan ?”

 

Rio memberhentikkan mobilnya ditengah jalan tiba-tiba, Untung saja jalanan benar-benar sangat sepi. Tak ada satu kendaraan pun yang sedang beroperasi.

 

“Adik gue suka kabur, gue Cuma minta tolong lo cek keadaan dia aja”

 

 

“Thanks Bro, Gue nitip adik gue ya.”

 

 

“Gue mohon banget. Gue percaya sama lo”

 

 

“Oh My God!!!”

 

Rio dengan cepat memutar balik mobilnya, ia melajukan mobilnya mengarah kembali kerumah. Ucapan Ando sangat mengantuinnya. Ia memang tipe pria yang TIDAK PERNAH PEDULI DENGAN URUSAN ORANG LAIN!! . But, dirinnya bukann juga tipe pria yang SUKA INGAR JANJI!!

 

“ Ag, suruh wakil direktur pimpin jalannya rapat “

 

“Saya mendadak tidak bisa datang! “

 

“Wakil direktur sudah saya jelaskan permasalahanya dan solusi alternatifnya “

 

“Kamu bisa langsung ke Jepang untuk mengurus kontrak yang belum selesai”

 

“saya percayakan ke kamu dan wakil direktur! “

 

Rio menutup sambungannya, laju mobilnya semakin ia percepat. Entah kenapa ia berfirasat bahwa gadis itu sudah kembali kerumah. That is just what he think .

 

*****

Rio melihat sebuah mobil berwarna merah terparkir di depan rumah Ify. Rio mendongakkan wajahnya, lebih tepatnya mengarahkan pandangannya ke arah kamar Ify yang tepat berada di lantai 2 depan sendiri.

 

“Apa lagi ini!! “

 

Rio tak memarkirkan terlebih dahulu mobilnya, ia membiarkan saja mobilnya terlalang di tengah jalan. Ia keluar dari mobilnya dengan langkah buru-buru, dan segera masuk kedalam rumah Ify. Gerbang rumahnya terbuka lebar tanpa terkunci.

Yang Rio lihat barusan adalah siluet bayangan seorang gadis yang sedang menodongkan sebuah pistol dan terdapat 3 sosok pria berbadan sedikit besar didepan gadis itu. Feeling Rio menjelaskan bahwa gadis itu dalam bahaya.

*****

Rio masuk kedalam dengan mengendap-endap. Tidak mau menimbulkan suara. Ia mencari lebih tepatnya dimana kamar gadis itu, mengingat rumah ini cukup luas. Rio mendengar suara teriakan dari seorang pria. Kaki Rio segera terlangkahkan kesana.

 

“Katakan dimana kakak kamu!!! “

 

“Serahkan perjanjian kontrak perusahaan kakak kamu dengan Atom Corporation”

 

“Atom Corporation ?” Rio mengernyitkan keningnya binggung. Bukankah perusahaan itu yang sedang menjalani kerja sama dengan perusahaannya?  Dia baru saja menyuruh Agni untuk menghampiri pemimpin perusahaan tersebut besok di Jepang.

 

“Ando punya perusahaan ?”

 

“Ando bekerja sama dengan Atom Corporation? Untuk?”

 

“ GUE  NGGAK NGERTI MAKSUD KALIAN!!! “

 

“KAKAK GUE POLIS!!! “

 

“KAKAK GUE NGGAK PUNYA PERUSAHAAN!! “

 

Rio mengerti sekarang, 3 orang tersebut sepertinya salah rumah. Yang mereka incar adalah dirinnya, dan mereka kira Ify adalah illy, mengingat nama dua gadis itu hampir sama. Ditambah dengan kejadian semalam ia melihat seorang pria yang akan masuk kedalam rumahnya. Mungkin berhubungan dengan orang-orang ini.

 

“Kamu akan menunjukannya? Atau kami yang akan menunjukanmu jalan pulang ke tuhan ?”

 

“Jalan pulang ke Tuhan ? “

 

“Sorry bang, tuhan tadi sempat nelfon gue. Katannya habis ini dia mau jemput 3 orang bego ! “

 

Rio mendengus pelan, tak habis fikir dengan ucapan gadis itu yang sama sekali tak masuk akal dan tak pantas untuk diucapkan.

 

“Baiklah kalau mau kamu menyerahkan nyawamu sendiri!!! “

 

“ Apa aku yang kalian cari ?”

 

Rio menampakkan wajahnya. Membuat 3 orang tersebut segera membalikkan badannya ke arah sumber suara. Baik 3 orang tersebut maupun Ify dibuat terkejut tentunya.

 

“Apa lagi om gila satu ini!!! “ Ify mendecak sinis. Ia sangat tidak berharap om-om mesum ini datang. Ia sama sekali tidak takut dengan kedatangan 3 orang bego ini, dan ia percaya bahwa ia bisa menghabisi 3 orang ini dengan cepat.

 

“Sepertinya kalian bertiga memang bego”

 

“Kalian salah rumah! “

 

“seharusnya, rumah yang kalian tuju adalah rumah depan! “

 

“Itu rumah saya. “

 

“Ru-mah pe-mi-lik Ha-li-ng Cor-po-ra-tion”

 

Rio menaikkan sudut kiri bibirnya, menunjukkan senyum meremehkan 3 orang ini. Benar saja, sedetiknya 3 orang pria ini dibuat kebingungan dan saling menyalahkan karena telah salah sasaran.

 

“Waahhhh ?? Ternyata kalian salah ngerampok rumah orang ??”

 

“Benar-benar perampok bego ya kalian bertiga!!! “

 

Ify mulai mengamuk. Ia merasa kenyamanannya sudah terganggu. Istirahatnya sangat terganggu sekali oleh 3 komplotan pria berbaju hitam ini.

 

“Kalian akan saya beri 2 kesempatan”

 

“Pergi sekarang juga?”

 

“Atau habis ditangan saya ?”

 

Rio mulai mengancam

 

“Serahkan perjanjian perusahaanmu!!! “ tantang salah satu pria. Rio memberikan senyum sinis

 

“Lo  sedang malak anak SD??? ” Rio mulai sedikit kehabisan kesabaran.

 

“Sampai kalian nangis darah pun, saya tidak akan memberikannya!”

 

“Sa-ma-se-ka-li!!!”

 

            3 pria ini dengan cepat mengeluarkan pisau jungle dari belakang tubub mereka. Dan dengan cepat mereka todongkan mendekat ke arah Rio.

 

Rio sedikit memundurkan langkahnya.

 

“Aissh—, kenapa harus dirumah gue!! “ desis Ify merasa sangat sial.

 

Ia berdiri menyender pada jendela dikamarnya, menyaksikan pertarungan sengit om-om gila tanpa senjata apapun melawan 3 pria bego dengan pisau jungle. Ify mencoba menikmatinya.

 

BUKKKKKK

BUKKKKKKK

BUKKKKKK

BRAAAAKKKK

 

            Menurutnya pertarungan tersebut kurang seru, ia sudah dapat menebak siapa yang memenangkan pertarungan ilegal ini. Keahlian bela diri Rio 5 kali lipat daripada pria-pria ini. Padahal mereka membawa pisau ditanganya tapi sama sekali tidak berguna.

 

Dalam waktu hitungan tak sampai 10 menit, ketiga pria itu sudah terjungkur dan segera berlari kabur. Rio tak mendapatkan luka pukulan ataupun sayatan pisau sedikit pun. Lawannya sangat tidak imbang menurutnya.

 

“Lo kenapa disini?”

 

Rio menatap Ify yang juga sedang menatap dirinnya. Rio mendecak sedikit kesal melihat bagaimana wajah meremehkan gadis itu kepadannya dan bagaimana posisi gadis itu yang dengan santainya bersender di jendela tanpa dosa.

 

“Ini rumah gue! Seharusnya gue yang nanya. Lo ngapain disini??”

 

Rio terdiam cukup lama, ia binggung juga untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tidak mungkin juga ia menjawab “ Ando nyuruh gue buat ngecek keadaan lo” . Tidak!! Tidak!!! Harga dirinnya bisa jatuh saat ini juga didepan gadis angkuh didepannya!

 

“Tiba-tiba masuk dirumah orang!! “

 

“Sok jadi pahlawan pula!! “

 

Ify terus saja menyerangnya dengan kata-kata kasar. Rio mendesis, emosinya mulai terpancing.

 

“Gue nyelametin  nyawa lo!”

 

“Sama sekali nggak!! “ balas Ify enteng

 

“Lo ngapain disini?” Ify bertanya lagi dan untuk kedua kalinnya Rio terdiam cukup lama.

 

“ Lo bukannya kabur! “ Rio mengalihkan topik dengan cepat. Tak berniat menjawab pertanyaan Ify tersebut.

 

“Gu—“

 

PRAAAANGGGGGG

BUUUUKKKKK

 

            Ify dan Rio sama-sama mematung saat itu juga, suara kaca pecah akibat lembaran batu dan suara kepala yang terkena lemparan batu terdengar begitu keras.

 

“Da—, rah! “

 

            BRRRRUUUKKKKK

 

            Ify ambruk begitu saja setelah melihat aliran cairan berwarna merah menetes perlahan ke bajunya, bau amis menyengat pada hidungnya. Namun sedetik setelahnya ia tak bisa menyanggah tubuhnya sama sekali dan tak sadarkan diri.

*****

 

PRAAAANGGGGGG

BUUUUKKKKK

 

Rio tak tau apa yang barusan terjadi, ia melihat kaca jendela di belakang Ify pecah yang sepertinya diakibatkan sebuah batu yang cukup besar. Namun, yang membuatnya lebih terkejut adalah tetesan darah yang perlahan berjatuhan ke lantai.

 

“Da—, rah! “

 

BUUUUKKKKK

 

Ify langsung terjatuh ke lantai. Dengan cepat Rio berlari menghampiri Ify. Ia dapay melihat 3 pria tadi menatapnya puas dari bawah sana dan masuk kedalam mobil merah yang terparkir di depan rumah Ify;

Rio mengalihkan pandangannya ke arah Ify. Aliran darah pada belakang kepala Ify semakin banyak.

 

“Fy!!”

 

“Fy!!! “

 

“IFY!!!

 

“Bangun!!! “

 

Tak ada respon sama sekali, dengan cepat Rio membopong Ify untuk segera ia bawah kerumah sakit.

 

*****

Jam 3.15 dini hari, Rio menunggu di UGD, Ify sedang menjalani CT Scan pada daerah kepalannya dan telah mendapatkan 12 jaitan dikepalannya. Rio mengacak kepalannya frustasi di kursi ruang tunggu.

 

“Kenapa harus gadis ini lagi?”

 

“Kenapa selalu karenanya dia terluka?”

 

“Kenapa!!! “

 

“Apa yang harus gue jelaskan ke Ando!!!”

 

“Oh God!!”

 

Rio berdiri dari kursinya ketika seorang suster mendekatinya.

 

“Pasien Nona Ify sudah sadar. Dia ingin bertemu dengan anda”

 

Rio mengangguk, dan membuntuti suster tersebut.

 

Rio mendekati Ify, gadis itu hanya terdiam menatap ke dinding langit-langit rumah sakit dengan wajah kosong dan datar. Kepala gadis itu terperban rapi.

 

“Gue mau pulang” suara lirih Ify mulai terdengar.

 

“Hasil CT-Scann lo belum keluar”

 

“Gue nggak apa-apa”

 

“Kita tunggu hasilnya”

 

“Gue bilang, gue nggak apa-apa”

 

“Ki—“

 

Gue Bisa Pulang Sendiri!!! “

 

Ify mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, ia merasakan kepalannya terasa sangat sakit dan pusing. Rio menatapnya saja dari dekat tak melakukan apapun.

 

“Gue bisa!!!

 

Ify melepaskan infuse yang menancap di tangan kanannya, Setelah itu ia mencoba berdiri dari kasur rumah sakit.

 

“Aww—“

 

Ringisnya kesakitan, ia memegangi kepalannya kembali. Kalau saja Rio tak segera menangkap tubuhnya mungkin ia sudah ambruk kembali.

 

“Lo sedang apa-apa ! “

 

“Kepala lo 12 jahitan!”

 

Rio menekankan ucapannya,

 

“Lepasin gue!!” sentak Ify, ia menyingkirkan tangan Rio dengan kasar. Merasa sama sekali tak butuh bantuan Rio.

 

Ify mencoba berdiri kembali. Ia tak peduli ada berapa ratus jahitan di kepalannya. Yang ia mau adalah keluar dari rumah sakit sekarang!! Ia sama sekali tidak suka ditempat ini! Terlalu sering ia berkunjung diisni. Ia hanya takut akan menjadi kebiasaan untuk mengunjungi lagi! hahaha.

 

Rio memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana pendeknya, langkahnya pelan mengikuti langkah seorang gadis yang sedang berjuang berjalan untuk keluar dari rumah sakit.

 

“Aisshh—“

 

Kaki Ify ambruk kembali, ia terduduk di bawah lantai.

 

“Dasar gadis angkuh!!”

 

Rio mendekati Ify,

 

“Apa yang lo lakuin!!! “

 

Teriak Ify ketika Rio tiba-tiba membopong tubuhnya. Rio menatap Ify dingin.

 

“Lo mau pulang kan?”

 

Ify mengalihkan pandangannya dari mata Rio, ia tak menjawab. Membiarkan saja Rio membopongnya dan melanjutkan langkah pria tersebut. Ia percaya bahwa Rio akan membawannya pulang.

 

*****

Rio mengeluarkan Ify dari mobilnya dengan hati-hati, setidaknya ia sedikit punya hati nurani. Mengingat gadis ini terluka juga bisa dikatakan karena dirinnya. Lagi!!.

 

Rio membopong tubuh Ify, kali ini tak ada perlawan sama sekali darinnya.

 

“Rumah gue disana!!”

 

Ify menunjuk ke arah rumahnya karena Rio malah berjalan ke arah rumahnya sendiri.

 

“Lebih aman dirumah gue!”

 

“Rumah lo nggak ada siapa-siapa”

 

“seluruh pengawal dan penjaga lo masih sibuk nyari lo diluar sana! “

 

“Gue bisa ja—“

 

“Kalau lo mati! Gue juga yang repot!! “ tajam Rio tak ingin dibantah lagi. Ify mendengus, sepertinya ia harus menuruti om-om satu ini. Tatapan tajamnya seolah akan menerkamnya.

 

“Kalau lo mau nyerahin nyawa sekali lagi”

 

“Jangan pernah libatkan gue !!” Ify menautkan dua alisnya menjadi satu.

 

“Maksud lo? Semuanya gara-gara gue?”

 

“Emang lo fikir gue mau buat jadi tumbal lo? Buat nolongin lo!!”

 

Rio sebanrnya tak ada maksud berkata seperti itu, ia jelas tahu bahwa ia berhutang budi kepada gadis ini, dan gara-gara dia juga hari ini gadis ini mendapat 12 jahitan. But, inilah dirinnya, yang tidak ingin merasa direndahkan, harga dirinnya tak pernah mau untuk ia permalukan. Ia juga merasa waktunya sia-sia karena kejadian barusan.

 

“Ini sem—“

 

“Aww—“

 

Otot-otot Ify yang mengenceng akibat kemarahannya merangsang jahitan dikepalannya. Rio memberikan tatapan dinginnya ke Ify.

 

“Sudah?”

 

“Gue capek bopong lo terus! “

 

“Lebih baik diam! Kita masuk! “

 

Melihat tak ada perlawanan lagi dari Ify, Rio segera masuk kedalam rumahnya.

 

****

Rio membopong Ify ke dalam kamarnya, sebenarnya ia akan menaruh Ify ke kamar ruang tamu tapi kamar tersebut masih belum di rapikan oleh mamanya, ia akan membawa Ify ke kamar adiknya, percuma saja illy pasti mengunci rapat kamarnya sendiri. Sebenarnya Rio curiga kenapa adiknya sangat protektif dengan kamarnya. Ia curiga bawah adiknya menyembunyikan hal-hal tak senonoh disana!!

*****

 

Rio mendudukan Ify diatas kasur, mereka sama sekali tak ada yang berani saling tatapan ataupun saling buka suara.

 

“Gue haus”

 

“Gue bukan pembantu lo”

 

“Samping lo ada air putih! “

 

Ify melirik ke arah sampingnya, benar saja ada segelas air putih diatas meja kecil. Ify sedikit tensin, om-om yang sedang bersama dirinnya selain mesum ternyata sangat dingin, kaku dan angkuh! Lebih angkuh dari dirinnya!!

 

“Kenapa? Nggak jadi minum?” tanya Rio dengan nada yang sepeti biasannya. DINGIN tanpa intonasi dan tanpa feel !!.  Ia tak melihat Ify mengambil gelas disamping.

 

“Nggak jadi haus!! “ bentak Ify yang sudah hilang nafsu hausnya.

 

Rio mendecak ringan, namun terlihat jelas wajah tak sukanya. Kenapa dirinya harus berhadapan lagi dengan gadis ini? WHY???!!!

****

Rio melangkahkan kakinya untuk beranjak keluar kamar. Ia memilih untuk tidur di ruang tamu saja. Karena jika ia memilih tidur di sofa kamaarnya sama saja ia sedang berada dalam ujian kecanggungan dengan gadis satu ini.

 

“Jangan dimatikan!! “

 

Larang Ify ketika Rio akan mematikan saklar lampu kama. Rio mengernyitkan kening.

 

“Gue nggak suka gelap! “ jelas Ify. Kerutan di dahi Rio mengendur kembali, sepertinya ia telah mendapatkan jawaban.

 

Rio mengurungkan niatnya. Ia langsung saja menutup pintu kamar, membiarkan Ify istirahat dikamarnya.

 

Setelah kepergian Rio, Ify menghelakan nafas kelegaan. Ia menyentuh kepalanya yang sebenarnya ia tahan rasa sakitnya. Ia sama sekali tidak ingin terlihat lemah oleh om-om mesum tadi!!.

 

“Aisshh—, kalau ando sampai tahu mati gue!! “

 

“Kenapa harus gue??”

 

“Kenapa 3 orang bego itu bisa salah rumah!! “

 

“seharusnya bukan gue!! “

 

Ify terus mengumpat kesal. Suarannya sama sekali tak ia pelankan, ia tak peduli jika Rio mendengar kekesalannya.

 

*****

Sinar matahari menerobos masuk, mengukuhkan kekuatan mereka akan segala cahaya yang mereka punya untuk disombongan ke semua makhluk yang berada di bumi. Terutama pria ini, ia dapat merasakan bagaimana kesombongan cahaya matahari yang membuat kedua matannya menyerah untuk terbuka.

 

Rio mengerjapkan matannya beberapa kali, ia merasakan seluruh tubuhnya sakit semua. Posisi tidurnya diatas sofa sama sekali tidak menguntungkan. Rio berdiri dari sofa dengan mata masih setengah terbuka, ia berjalan ke arah dapur untuk mengambil air putih.

 

****

Rio baru saja kembali dari luar, ia membelikan sebungkus bubur ayam untuk Ify. Sekali lagi, semua itu ia lakukan karena hati nurani bersalahnya.

 

Rio membuka pintu kamar, ia melihat Ify yang sudah terbangun. Gadis itu duduk bersandar dengan tatapan kosong kedepan. Rio meringis pelan, merasa sedikit menyeramkan tatapan gadis itu, wajahnya pun pucat pasi.

 

“Gue belikan bubur”

 

“Lo bisa makan dulu”

 

Ucapan Rio membuat Ify menolehkan kepalannya. Ia menatap Rio dengan wajah tanpa ekspresi dan terlihat sedikit binggung.

 

“Kamu siapa?”

 

“Heh? —”

 

Kali ini Rio yang dibuat binggung. Ada apa dengan gadis ini? Apa ada masalah dengan otaknya lagi? padahal ia tadi pagi sudah menelfon dokter yang merawat Ify dirumah sakit semalam, dokter tersebut menjelaskan bahwa tidak ada masalah dengan otak dalam Ify. Semuannya normal.

 

“Aku dimana?”

 

Mata Ify mulai teredarkan ke seluruh ruangan. Tatapannya benar-benar kosong.

 

Rio masih membeku ditempat. Tidak tau harus berbuat apa. Situasi macam apa yang sedang ia hadapi ini? Ia sama sekali tidak tau.

 

“Fy, lo nggak apa-apa kan?”

 

Tanya Rio memastikan. Hanya pertanyaan itu yang muncul di otaknya saat ini. Namun, gadis itu sama sekali tak mengindahi pertanyaanya.

 

“Fy!” panggil Rio sekali lagi. namun tak ada respon sama sekali.

 

“IFY!! “

 

Volume suara Rio ia tinggikan 1 oktaf, gadis itu menatap ke arahnya kembali. Ekspresinya masih sama seperti tadi.

 

“Ify?”

 

“Namaku?”

 

“Aku siapa?”

*****

 

 

Bersambung . .  . . .

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s