ENLOVQER DEVIL – 9

ENLOVQER DEVIL – 9

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

 

*****

 

 

“Aku siapa?”

 

Kalimat terakhir dengan 2 kata yang berhasil dan sukses membuat bungkusan bubur ditangan Rio terjatuh. Apa yang terjadi dengan gadis ini.

 

Wajahnya mencoba tidak panik, meskipun dapatkentara dari kedua matannya yang bergerak tak pasti. Rio sedikit ragu untuk melangkahkan kakinya, bibirnya pun tak henti bergerak.

Rio memberanikan diri mendekati Ify.

 

“Lo—, Lo—“

 

“Lo nggak bercanda kan?”

 

Gadis didepannya nampak tak mengerti yang dirinnya maskud. Ia hanya diam saja blank menatap Rio.

 

“Nama gue?”

 

“Lo tau nama gue?”

 

“Bukan—“

 

“Nama kakak lo?”

 

“Lo kenal Ando?”

 

“Rumah didepan ?”

 

“Lo tau rumah siapa?”

 

“illy?”

 

“Lo kenal adik gue?”

 

Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup Rio berbicara banyak, melontarkan banyak pertanyaan dan dengan intonasi, tak berkata dengan nada dingin seperti biasannya. Kecemasan membuat dirinya sedikit tak terkendali.

 

“aku nggak tau”

 

Nafas Rio terhempas, gadis ini benar-benar tak ingat apapun. Ekspresi tajam dan angkuh dari Ify yang biasannya ia lihat sekarang pun tak nampak sama sekali di wajah paras cantik tersebut. Bibirnya memucat, dan jika dilihat lebih dekat kulitnya lebih memutih.

 

“Lo istrahat dulu aja”

 

Rio membantu untuk menidurkan Ify kembali. Gadis itu menurut tak ada perlawanan. Rio menaikkan selimut sampai dibawah leher gadis itu. Memberikan kehangatan. Rio berniat untuk beranjak dari sana, meninggalkan Ify agar dapat istirahat.

 

“Jangan pergi”

 

Rio memberhentikan langkahnya, membalikkan tubuhnya menatap Ify.

 

“Aku takut”

 

Kedua matannya berkaca, memohon. Ia mencegah Rio agar tidak beranjak dari sana. Rio seperti sedang melihat seorang gadis yang baru saja ditinggal kabur oleh keluargannya dan tidak ada tujuan sama sekali. Rio terdiam cukup lama tak menjawab apapun.

 

“Aku haus”

 

Tidak menjawab dingin seperti semalam, Rio langsung mengambilkan segelas air minum diatas meja kecil disamping gadis itu. Membantunya duduk kembali agar bisa meminumnya.

 

Keadaan didalam kamar menjadi begitu tenang. Mereka berdua sama-sama diam. Tak banyak yang mereka ucapkan.

 

“Kita kerumah sakit”

 

Ajak Rio kepada gadis itu, tak ada pilihan lain. Ia tak menemukan jawaban apapun selain membawa gadis ini kembali kerumah sakit dan memeriksan kembali seluruh kondisinya.

 

“Hmm” dehem gadis tersebut sebagai jawaban.

 

Rio tertawa sedikit hambar, gadis didepannya saat ini benar-benar 360 derajat berbeda dengan kemarin malam. Nadanya yang biasanya kasar, tatapan tajam, keangkuhannya sama sekali tidak ia lihat. Yang ada didepannya saat ini adalah gadis yang berwajah manis, sopan, penurut dan Rio baru saja mengakui bahwa Dia cantik.

****

Rio menyuruh Ify untuk menginap di rumah sakit, ia melakukan pemeriksakan CT-Scann kembali pada seluruh tubuh gadis tersebut. Tidak mungkin jika gadis ini tiba-tiba tak ingat apapun di pagi hari. Amnesia.

Rio meninggalkan Ify untuk pergi keruang dokter setelah menunggu gadis itu sampai tertidur. Melangkahkan kakinya dengan cepat, seluruh hasil kesehatan Ify sudah keluar.

****

Dokter Andi memberikan hasil CT-Scann kepada Rio, dan menjelaskan beberapa hal.

 

“Bisa kamu lihat sendiri, semua hasilnya normal”

 

“Tidak ada retak apapun di tulang otaknya”

 

“Atau problem di tubuhnya”

 

“Jika seperti yang kamu ceritakan barusan, gadis itu tiba-tiba amnesia”

 

“Kemungkinan ia masih sedikit Shock, untuk saat ini biarkan dia istirahat yang cukup”

 

“Nanti sore Dokter Winda spesialis Syaraf baru datang, dia akan langsung menangani Ify”

 

Rio mengangguk mengerti, ia pernah sempat masuk di pendidikan kedokteran ketika dirinnya berada di seatlle, namun akibat ayahnya yang meninggal ia harus mengurungkan niatnya dan fokus di dunia perusahaan.

 

“Terima kasih dok”

 

*****

Rio berdiri di depan pintu kamar rawat Ify. Wajahnya menegang, kebingungan, menimbang-nimbang apakah ia harus menghubungi Ando saat ini? Ataukah ia diam saja sampai Ando pulang?. Tapi keadaan ini sudah sangat darurat. Rio memutuskan untuk menghubungi Ando saja.

Ia mengeluarkan ponselnya dari saku sebelah kanan, mencari kontak Ando disana.

 

CKLEEEKKKKK

 

“Ngapain lo disini?”

 

Suara seorang gadis mengejutkan Rio dan membuat ponsel ditangannya terlempar sampai akhirnya jatuh tak berdosa diatas lantai. Rio melihat Ify berjalan dengan normal tanpa infus yang tadi menancap di tangannya.

 

“Lo—,

 

“Lo—, Lo“ Rio melongo frustasi.

 

“Sejak kapan lo jadi gagu gini?” tangkas Ify dengan nada kasarnya

 

Waaah—, si gadis iblis kembali ke sifat asalnya. Tapi tunggu sebentar?? Bukankah dia tadi amneisa? Apakah dia barusan sudah kembali? Sudah ingat semua?

 

“Nama lo siapa?”

 

“Lo udah ingat nama lo?”

 

Ify mengernyitkan keningnya, kedua matannya sedikit menyipit. Tak faham dengan maksud pria diepannya tersebut.

 

“Jelaslah gue inget nama gue”

 

“Lo kira gue amnesia! “

 

HELL!!! Apakah gadis ini sedang mempermainkan gue?? Apa dia sedang memerankan lakon lain sebagai gadis polos, santun, pendiam dan yang baru saja ia sebut cantik dan semua itu sudah menghilang dalam sekejab digantingkan dengan gadis angkuh dan kasar!

 

“Lo mempermainkan gue?”

 

“Lo ngerjain gue?”

 

Emosi Rio terpancing, ia tertawa pelan, lebih tepatnya menertawai dirinnya sendiri.

 

“Maksud lo apa sih?”

 

Namannya juga Ify, jika dibentak? Ia akan ikut dibentak, emosinya mudah memuncak kapanpun tanpa ada tombol controll disana.

 

“Lo tadi pagi tidak ingat apapun”

 

“Nama lo, kakak lo, rumah lo”

 

“Lo amnesia! “

 

Ify tertawa lebar, dengan wajah yang sangat tidak percaya.

 

“Ngaco lo!! “

 

“Lo kira gue akan percaya dengan om-om mesum, pembohong seperti lo!! “

 

Rio tak ingin memperpanjang urusannya dengan gadis ini. Entah dia sudah dipermainkan atau bagaimana, ia sangat menyesal telah menyelamatkan gadis ini.

 

“Gue nggak ingin kita bertemu lagi!! “

 

Rio membalikkan tubuhnya, berjalan menjauhi Ify. Pernyataannya barusan bukan hanya sekedar ucapan, melainkan sebuah ancaman untuk dirinnya sendiri dan juga untuk gadis itu. Sejak bertemu dengannya, hal-hal yang sangat tidak penting menghabiskan waktunya.

 

“DASAR PRIA GILA!!! “

 

“OM MESUM!!! “

 

“KEBANYAKAN NONTON DRAMA SIH LO!! “

 

Ify tak peduli jika disini adalah rumah sakit. Penjelasan Rio barusan memang benar-benar tak masuk akal dan tidak dapat ia terima. Ia menatap kepergian Rio dengan wajah tak suka.

 

“Gue? Amnesia?”

 

“Yang bener aja, Cih—“

 

Ify sama sekali tidak percaya bahwa dirinnya amnesia atau hilang ikatan. Ia merasa bahwa dirinnya baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan dirinnya sendiri. Ia ingat siapa namannya, siapa nama kakaknya, siapa ayahnya, siapa adiknya bahkan nama semua pengawalnya ia juga ingat! Jalan kerumahnya pun ia masih jelas sangat ingat!!

 

“Lebih baik gue pulang! “

 

******

Ify  menendang pintu rumahnya berkali-kali, emosinya sudah dipuncak. Ia terkunci di luar rumahnya sendiri. Dompet, ponsel, kunci rumah semuanya dia tidak punya. Belum lagi supir taxi yang masih menunggu di depan rumahnya.

 

“Ahs—, apa yang harus gue lakukan sekarang”

 

            Pengawal Ify masih sibuk mencari keberadaan nona mereka yang masih belum ketemu. Ify sedikit menyesal kenapa dia pakai acara kabur segala jika tau endingnya kayak gini.

 

“Apa gue harus lakuin itu?”

 

Ify mengigit bibirnya, ekspresinya benar-benar serius befikir apa ia menuruti fikirannya saat ini, atau menolak satu-satunya ide mepet yang ada di otaknya. Yah, tak ada pilihan lain, daripada dirinnya dilaporkan polisi gara-gara tidak membayar taxi ia harus melakukannya. Tetangga rumah depan!!

 

Ify menaiki pagar rumahnya yang cukup tinggi, driver  taxi hanya bisa melongo dan geleng-geleng melihat kelakuan gadis yang sedang beraksi disana. Ify menghampiri lagi bapak driver taxi.

 

“Pak, wait ya”

 

“ Rumah ke kunci. “

 

“Aku pasti bayar”

 

Driver taxi mengangguk percaya. Bagaimana tidak percaya? Real Estate Jaguar adalah Real Estate yang sangat terkenal, dan hanya orang  dengan kekayaan luar biasa yang bisa tinggal didalam sini. Bahkan tak sembarangan mobil bisa masuk kedalam. Tamu masuk pun harus melalui keamanan yang ketat dan dipersulit.

Driver Taxi merasa honored tidak menyangka bahwa ia dapat menikmati pemandangan real estate ini untuk pertama kalinya dan ia dapat masuk dengan muda melewati satpam. Meningat Ify termasuk warga dari real estate ini.

 

****

 

Ify meninggalkan driver tersebut sekali lagi. Ia kini berhenti di depan rumah yang bersebrangan dengan rumahnya. Siapa lagi jika bukan rumah teman tercintanya dan the thievs of her first kiss!!. Ia menarik nafas dalam-dalam, mengeluarkan dalam satu hembusan. Ia tidak pernah merasa segugup ini. This is not you, girls!.

 

“Kenapa lo harus takut?”

 

“Nggak ada apa-apa lo sama dia! “

 

“Dia Cuma om-om mesum!”

 

‘Lo Cuma perlu masang wajah cat tembok cap badak!”

 

Ify meyakinkan dirinnya sekali lagi. Ia mulai membuka pintu pagar rumah tersebut yang tidak di tutup. Dan ia yakin pemilik rumah ada didalam, mobilnya terparkir cantik di halaman rumahnya. Ify berjalan menuju teras dan bersiap memencet bel rumah tersebut.

 

Ting Tong

 

Ting Tong

 

Tak ada jawaban! Mampus !

 

Ting Tong

 

Ting Tong

 

Ify mencoba peruntungan kedua kalinnya. Jujur dalam hatinya ia berharap 50:50, fifthy pemiliknya tak ada dan fifthy ada yang membukakan pintu untuknya dan meminjamkan uang kepadannya.

 

CKLEEEEKKK

 

            Ify tidak tau harus mengucapkan rasa syukur atau gulung-gulung ditempat . Pintu terbuka bersama dengan munculnya si pemilik rumah yang hanya memakai kaos lengan pendek dan celana kain pendek. Your answers is bingo, guys !

 

 He is Rio !!

 

Wajah Rio menunjukkan  ekspresi terkejut yang sesaat namun sedetik kemudiannya kembali D2, datar and dingin.

 

“Uang”

 

Ucap Ify menjulurkan telapak tangannya kedepan, Rio mengernyitkan keningnya, menautkan kedua alis. Batinnya bertanya-tanya, apa lagi yang di inginkan gadis penganggu ini.

 

“Lo ngemis? “

 

Mulut Ify setengah terbuka, tangannya ia turunkan berganti terkepal. Ia mencoba untuk sabar dan tidak emosi dengan ucapan pria di depannya tersebut. Tak menyangka dengan statement tak masuk akal itu. Hanya perlu sebentar untuk sabar! Ify benar-benar menahannya.

 

“Gue pinjem uang! “ jelas Ify dengan nada sedikit frustasi. Rio terdiam sebentar.

 

“Buat?”

 

“Taxi di depan” jawab Ify singkat padat dan jelas. Yang terpenting dapat menjabarkan seluruh situasinya saat ini.

 

“Kalau gue nggak mau?”

 

Ify tak bisa lagi untuk disuruh sabar kali ini. Ia menatap Rio dengan tajam. Matannya membulat sempurna.

 

“Gue akan lapor polisi”

 

Rio tertawa sinis,

 

“Lo ngelaporin gue ke polisi?”

 

“Yes!! “

 

“Atas tuduhan??”

 

“I—, Itu—, I, berbuat tidak senonoh kepada anak dibawah umur”

 

Kini giliran Rio yang membelakakan matannya dan melebar sempurna.

 

“Lo gila!! “

 

“Gue nggak ngapa-ngapain lo!”

 

“Lo pergi da—“

 

“Lo nyiuum gue! “

 

Upss—, keduannya terdiam mendadak. Mata Ify mencari pandangan lain dimanapun asal tidak menatap ke arah mata Rio, sedangkan Rio sendiri mengacak-acak rambutnya furstasi. Ini adalah hari liburnya, ia hanya ingin tenang tapi kenapa gadis ini terus mengusik hidupnya.

 

“ Berapa?”

 

Mengalah! Hanya itu yang bisa Rio lakukan, biar gadis ini cepat pergi dari hadapannya.

 

“80 ribu”

 

Rio mengarahkan telunjuknya ke Ify dengan penuh penekanan seolah berkata lo tunggu disini!! . Setelah itu ia masuk kembali untung mengambil dompetnya di dalam kamar.

 

Tak perlu menunggu lama, Rio sudah keluar kembali dengan uang 100 ribu ditangannya dan langsung ia lemparkan dihadapan Ify.

 

“Lo kira gue pengemis” kesal Ify di puncaknya. Uang berwarna merah yang jatuh tak berdosa diatas lantai tersebut menjadi sasi bisu bagaimana kejadian ini berlanjut.

 

“Lo emang ngemis kan” balas Rio tak kalah tajam. Sudut bibir kanan Ify terangkat, alisnya naik setengah senti.

 

Ify melangkahkan kakinya mendekat ke Rio, menarik bagian atas baju Rio dengan kasr membuat Rio kaget dan sedikit kualahan.

 

“Lo—, apa yang lo lakuin! “

 

“Lepaskan!!” Rio mencoba  menyingkirkan tangan Ify.

 

Ify melepaskan kaos Rio. Ia menghelakan nafas berat. Tatapannya perlahan mengarah ke arah bawah. Mendengarkan saja ucapan Rio yang semakin angkuh dan tajam.

 

“Lo pergi dari hadapan gue! “

 

“Jangan pernah muncul didepan gue! “

 

Ify menurutinya, ia langsung beranjak dari sana, pergi meninggalkan Rio begitu saja tanpa mengambil uang tak berdosa tersebut. Ia masih cukup punya harga diri. Ia menyesal dan sangat menyesal kenapa ia pergi kerumah itu.

******

 

Rio langsung masuk kedalam rumah dan menutup pintu rumahnya cukup keras sepeninggalan Ify di depan teras. Lagi-lagi langkahnya terhentikkan.

 

“Gue percaya sama lo, yo !”

 

“Gue nitip adik gue ya”

 

“Thanks”

 

“AISHHH!!! “

 

Ia langsung membalikkan badannya, setengah berlari Rio keluar dari rumahnya keluar ke jalanan depan rumah.

 

Rio melihat Ify sedang berdiskusi dengan driver Taxi. Rio mendesah berat. Mengacak rambutnya semakin frustasi. Ia mendekati dua orang tersebut.

 

“Pak, ini uangnya. Kembaliannya ambil saja”

 

Rio memberikan uang 100 ribuan kepada driver tersebut.

 

“Kurang mas, semuanya 150 ribu. “

 

“Heh—?”

 

Kedua mata Rio layaknya robot otomatis terarah kepada gadis iblis yang sedang berlakon pura-pura tak tau. Gadis itu sama sekali tak menatapnya dan bersiul ria. Ia mengontrol ekspresinya, walaupun kejadian barusan sangat memalukan! Untuk pertama kalinnya!! Gara-gara gadis angkuh dan kasar !

 

“Maaf pak”

 

Rio mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang 100 ribuan kembali, ia memberikannya ke driver pria paruh baya itu.

 

“Kembaliannya ambil aja” ulangnya dengan wajah sedikit malu.

 

“Makasih mas”

 

Dirver tersebut mengambil uang dari Rio, kemudian segera beranjak dari sana meninggalkan keturunan adam-hawa yang sedang mengibarkan bendera perang mereka.

 

“Lo kesini!! “ tajam Rio. Kesabarannya untuk gadis ini tidak ada! Nol!!

 

Ify masih berlagak  budek. Menyanyikan lagu acak tak jelas dari mulutnya.

 

“Gue nolongin lo karena kakak lo! “ tegas Rio tak mau memperpanjang.

 

Ia kemudian membalikkan badannya, meninggalkan Ify kembali di tengah jalan.

 

“Tolong gue sekali lagi”

 

Ify mengatakannya dengan speed cepat dan sedikit tak jelas. Namun, berhasil membuat langkah Rio terhenti dan berbalik badan.

 

“What? Tolong?”

 

“Lo kira gue Host acara  minta tolong!

 

Ify mendesis, tak seharusnya ia berkata tadi.

 

“NGGAK JADI!! “ bentak Ify keras. Ia kemudian berjalan kerumahnya dan berniat memanjat pagar rumahnya kembali.

 

Rio menatap gadis tersebut hanya bisa geleng-geleng. Ia tak pernah menemukan gadis yang lebih tak waras dari adiknya. Bagaimana bisa ia berhadapan dengan dua gadis yang sama-sama gila. Perusak hidupnya. !!

 

BRUUUKKKK

 

“Awas”

 

“AWWWW!!!”

 

“Ja—“

 

“Tuh!”

 

“GUE UDAH JATUH BEGO!! “ teriak Ify bercampur ringisannya.

 

Ia tak tepat menaruh kaki kirinya dan menyebabkan dirinnya terpeleset akhirnya mendarat tak sempurna di bawah tanah. Kaki kirinya terkilir dan warnanya berubah menjadi biru keungu-unguan.

 

Rio berdecak 3 kali, menggelengkan kepalanya 4 kali. Gadis ini memang ajaib. Ajaib gilanya!. Ia menatap gadis itu benar-benar iba. Senyumnya menyinis. Ragu untuk menolong.

 

“Nggak usah nolongin gue! “

 

“Gue bisa sendiri! “ teriak Ify ketika Rio akan melangkahkan kakinya.

 

Mendengar ucapan Ify tersebut membuat tawa dingin Rio keluar.

 

“Dompet gue jatuh “

 

Jawab Rio enteng, ia membungkukan badannya memungut dompetnya yang memang benar jatuh. Sedangkan Ify sudah memejamkan kedua matannya sangat malu!. Ia mencoba untuk berdiri.

 

“Aww”

 

Ia cukup bisa untuk berdiri, tapi kaki kirinya memar tak bisa ia gerakkan. Untuk situasi tak menguntungkan seperti ini  membuatnya frustasi. Lalu dirinnya harus kemana? Menunggu semua pengawalnya datang? KAPAN?? !!

 

Ify berjalan dengan hanya menggunakan kaki kanan, wajahnya menunjukkan kesakitan dan terus meringis kecil. Ify sedikit mendengus karena pria mesum itu sama sekali tak menolongnya, pria itu hanya menatapnya dingin tak melakukan apapun .

“Aisshh!! “ desis Ify semakin kesal dengan dirinya sendiri.

 

Rio melengos, kemudian berjalan mendekati Ify,

 

“Nggak usah bantu gue!!”

 

Rio memberhentikkan Ify, menatap gadis didepannya setengah tak yakin.

 

“Gue cu—“

 

“APA LAGI YANG JATUH??”

 

“MATA LO?”

 

“HIDUNG LO?”

 

“APA LAGI??

 

Rio melongo dengan mulut setengah terbuka. Bagaimana bisa ada gadis yang mulutnya hanya berisi sumpah serapahan tak sopan kepada orang yang lebih tua, Rio tak habis fikir attitudeI anak zaman sekarang makin lama makin tak karuan. Mereka fikir dengan melakukan seperti itu akan terlihat keren? Sama sekali tidak!!!.

 

“Otak loo yang jatuh!”

 

Rio melanjutkan langkahnya, semakin mendekati Ify. Ia langsung berjongkok didepannya, dan mengecek kaki Ify yang memar.

 

Aww” ringis Ify ketika kakinya disentuh oleh Rio.

 

“Kayaknya kaki lo harus di amputasi deh”

 

Ify membelakakan matannya.

 

“YAA!! Lo kira gue bego! “

 

“Gue Cuma kekilir! Cuma memar biasa, beberapa hari lagi juga sembuh! “

 

“Otak lo yang perlu diamputasi!”

 

Rio berdiri kembali. Menatap Ify sambil mengangguk-anggukan kepalannya beberapa kali.

 

“Waah—, bagaimana bisa gue nyium bibir yang berisikan kotoran seperti itu!!”

 

“LO!!!! BENER-BEN—“

 

“Gue capek berdiri disini terus.” Potong Rio dengan cepat sebelum Ify lebih melakukan absent semua hewan di kebun binatang.

 

“Lo tetap disini, atau kerumah gue?”

 

“Tetap disini!” jawab Ify mantap dan penuh keyakinan.

 

“Yakin?” tantang Rio. Mata Ify bergerak tak pasti, ia mulai sedikit ragu.

 

“Yakin”

 

“Baiklah”

 

Rio tanpa fikir panjang, segera meninggalkan Ify ditempat. Ia berjalan melangkah ke arah rumahnya tanpa berbalik lagi. Tak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan gadis itu. Bukan urusannya! Ia sudah menawarkan tapi gadis itu menolaknya mentah-mentah!.

 

Ify menahan agar tidak meanggil nama Rio. Ia merasa kuat, ia percaya pengawalnya akan segera datang sebentar lagi. Sangat yakin!

 

“Siapa juga yang butuh om mesum itu!”

 

“Nggak butuh!! “

 

“Angkuh, Sok, kasar!”

 

“Bukan tipe gue banget!”

 

Ify memilih untuk duduk didepan pagar rumahnya, ia sedikit memijit-mijit luka memarnya. Setidaknya ia pernah belajar menangani luka memar seperti ini walaupun hanya sedikit saja.

 

Bersambung  . . . . .

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s