ENLOVQER DEVIL – 13

ENLOVQER DEVIL – 13

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

 

****

INFO SEBENTAR YAA GEYS :

 

PO BLOOD GLASSS

 

OPEN ORDER E-BOOK ” BLOOD GLASS ”

Jadi, E-book ini akan ada 5 seri dan akan muncul setiap awal bulan. Genre E-book ini thriller, action, mystery dan romance.

E-BOOK ini dibuka hanya 200 pemesan, dengan harga Rp. 25.000, jadi Fast Grab It !!! Cepat Pesan sekarang. Caranya :

Sms ke admin : 081946779081 , dengan format :

– Nama :

– No. Hp :

– Alamat email :

– Pesan E-book: .

.Setelah itu admin akan membalas dan memberitahukan cara pembayaran dan proses transaksinya .

.Yang membeli e-book ini akan mendapatkan 2 bonus :

1 PART KEBENARAN REVIL .

2 LOGO BLOOD GLASS dengan TTD AUTHOR ( Penulis) .

 

Jadi, Cepat pesan sekarang, admin akan langsung membalas, hanya untuk 200 ebook !! Terima kasih banyak 😊 . .

. NB : bagi yg ingin memeli e-book luxerious dan Savo juga bisa dengan harga sama Rp.25.000 . Beli sekarang yaaa 😊💋👏 . .

#swagreaders # bloodglass # ebook #5series

Maaf atas intermezo singkatnya, dan silahkan membaca😀 mwah

 

******

 

 

         

“Gue suka sama lo. Dari awal kita bertemu gue udah jatuh cinta pada pandangan pertama”

 

“Lo mau jadi pacar gue ?”

 

“Ahh nggak, jadi suami gue?”

 

“Ah maksud gue pendamping hidup gue di dunia dan akhirat!! “

 

“Lo mau kan kak? Mau kan? “

 

“Please jangan tolak gue!! “

 

 

          Suara auangan kodok dan jangkrik tiba-tiba bersatu di ruang makan, Ify dan Iqbal terbengong dan Ando hanya bisa melongo mendapatkan seragan jantung mendadak tanpa terlihat dampaknya.

 

 

“Gue hitung 3 kali, kalau lo nggak jawab”

 

 

“Gue anggap YES”

 

 

“ satuduatiga” ucap illy dengan nada yang sangat sangat duper cepat.

 

 

“YES!!! GUE ANGGAP LO MAU JADI PACAR GUE!!!” teriaknya kegirangan. Ando tersadarkan. Wajahnya seperti orang bego bercampur binggung dengan kejadian barusan.

 

 

“Sorry, gue nggak faham maksud lo barusan”

 

 

Ify berdiri dari tempat duduknya, ia langsung menarik illy jauh-jauh dari sang kakak yang terlihat dalam situasi canggung dan tak enak. Ify sangat tau bagaimana sang kakak, meskipun tegas, menakutkan namun kakaknya sangat tidak tega dengan perempuan dan dia sangat bodoh dalam masalah perempuan. Faktanya? Dia sudah ditolak Sivia 141 kali tapi dia tetap mengejar tanpa henti? Bukankah dia sama saja dengan orang bodoh yang tidak tau penolakan!!

 

Ify mendorong tubuh illy seenaknya namun tidak dalam perlakuan kasar, sewajarnya.

 

 

“Dia udah punya orang yang disuka! Lo nggak usah mimpi jadi pacar kakak gue! “

 

 

“Lo gila !! setres!! Edan! Sakit jiwaa!!! “

 

 

“Lo pulang sana kerumah lo!!! “

 

 

“Gue nggak sudi punya kakak ipar kayak lo!! “

 

 

“Gue nggak sudi lo jadi pacar kakak gue!! “ Emosi Ify membara, illy menatap Ify dengan tak suka.

 

 

“Bodo amat!! Yang gue suka kakak lo bukan lo!! “ balas illy tak mau kalah sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati Ando lagi. Namun, dengan cepat Ify menangkap tubuhnya, menghalanginya dan mendorong illy kembali.

 

 

“LO PERGI DARI RUMAH GUE!!!” usir Ify kehabisan kesabaran.

 

 

“Gue mau pergi kalau kakak lo yang nyuruh” kekuh illy keras kepala. Ify menghela nafas berat. Ia menghadap sang kakak, dengan tatapan “ cepat usir orang gila ini!!”

 

 

Ando masih tak dapat menangkap situasi ini. Apa yang dilakukan oleh illy tadi dan apa yang dipertengkarkan oleh adiknya dan adiknya Rio. Ando menggaruk-garuk tengkuk kepalanya yang sama sekali tak gatal.

 

 

“Lo berdua aja yang keluar dari rumah ini!! “

 

 

“LO BERDUA BERISIK TAU NGGAK DARI TADI!!”

 

Suara Iqbal mulai keluar, illy dan Ify langsung menatap Iqbal dengan tatapan membunuh. Iqbal meneguk ludah, ia menyesali 2 pernyataanya tadi. Ia dengan cepat kabur dari sana sebelum dirinnya dimakan hidup-hidup oleh dua gadis liar didepannya.

 

 

“Kak duluan, gue masih pingin hidup” pamit Iqbal ke Ando.

 

 

“Bal, lo mau kemana?”

 

 

“Selamatkan gue juga bal!!”

 

 

“Bal!!” teriak Ando yang mulai ngeri berada diruang makan ini.

 

 

“CEPAT USIR DIA!! “ teriak Ify kepada sang kakak, kesabarannya diatas puncak.

 

 

“Gimana carannya gue ngusir” binggung Ando mengangkat kedua tangan dan bahunya.

 

 

“Gue akan pergi, tapi kasih nomer ponsel kak ando dulu” ucap illy dengan nada yang manja dan dibuat-buat, Ify menatap gadis didepanya, rasanya ingin mengeluarkan semua yang ada diperutnya diwajah illy.

 

 

“Ri—, Rio punya nomer gue” jawab Ando kaku.

 

 

“Dia nggak bakalan ngasih!!” rengek illy.

 

 

“Lo jangan harap dapat nomer kakak gue!! “

 

 

“Lo pergi dari rumah gue sekarang orang gilaa!! “

 

 

“Nggak mau!!” tantang illy.

 

 

“LO MAU GUE SERET??”

 

 

“KALAU LO BERANI!!!”

 

 

“LO—“

 

 

“Fy, Fy udah! Udah” Ando berdiri dari kursi, ia melerai dua gadis remaja labil. Ia menarik tangan Ify untuk menjauh dari illy.

 

 

“Ini nomer ponsel gue” Ando memberikan ponselnya ke illy, kebahagiaan dan secerca harapan bah mentari pagi yang begitu menyilau di wajah illy yang disambut suara teriakan kegirangan. Ia pun dengan cepat mencatat nomer Ando di ponselnya.

 

 

“KAK!!” teriak Ify tak percaya.

 

 

“Thank you my future husband. See you later “ illy memeluk Ando dan dalam hitungan cepat langsung melepaskannya, kabur begitu saja. Ia tak ingin di injak-injak, dimutilasi oleh Ify. Karena wajah Ify barusan sudah sangat menyeramkan dan siap menerkamnya mentah-mentah.

 

 

Ando meneguk ludah, pelukan singkat dan tak tau apa maksud tujuannya baru saja menyerang tubuhnya. Ia sangat binggung.

 

 

 

“Kenapa lo ngasih nomer lo gitu aja??” tanya Ify kesal. Pipinya mulai memerah menunjukkan amarahnya yang belum meredam.

 

 

“Dia adiknya Rio, dan tetangga kita. Apa ada yang salah?”

 

 

“SALAH BANGET!!!”

 

 

“Dia itu bukan manusia!! Dia itu harimau betina ganas!! “

 

 

“Lo bisa diterkam sama dia!!”

 

 

“Gue kan bisa nembak pakek pistol” jawab Ando dengan wajah sepolos pantat bayi. Dengan jari jempol dan telunjuk diangkat membuat parody sebuah pistol di tangan kanannya.  Ify melongo, melihat sang kakak dengan gemas.

 

 

“Lo ngomong sendiri sama piring-piring disana!! “

 

 

Ify mendesah berat beberapa kali dan pergi meninggalkan kakaknya yang menurutnya sangat bodoh! Sedangkan Ando tidak tau menau kenapa semua orang malah sensi dan aneh kepadanya. Apa dia melakukan hal yang salah?

 

 

“Apa salah gue?” tanyanya kepada siapapun yang berkenan menjawab. But nothing!!

 

 

*****

Illy masuk kedalam rumahnya, ia meloncat-loncat kegirangan, berteriak sesuka hati tidak peduli dengan kanan kiri. Pokoknya dia sangat senang sekali hari ini.

 

 

“YES!!!! “

 

 

“TAHAP PERTAMA MISSION COMPLETE !!”

 

 

“Kenapa lo?” tanya Rio yang baru turun dari tangga dan melihat adiknya bertingkah sakit jiwa.

 

 

“Hayo coba tebak gue kenapa!!” balas illy seolah ingin main rahasia-siaan. Ia begitu terlihat gembira.

 

 

“Ma-les! “ senyumnya langsung buyar mendengar jawaban sang kakak. Rio meninggalkannya begitu saja.

 

 

“YAA!!!! Lo nggak kepo apa kenapa gue seneng-seneng kayak gini!!” Protes illy dan membuntuti kakaknya yang berjalan ke arah dapur.

 

 

“Nggak !!”

 

 

“Bilang kepo kek!!! “ renggek illy.

 

 

“Urusan lo adalah urusan lo dan urusan gue adalah urusan  gue” jawab Rio penuh bijak. Ia menuangkan jus jeruk instan yang didapatkannya dari kulkas.

 

 

“Aisshh!!! Kenapa gue bisa punya kakak kayak lo!! “

 

 

Rio menatap adiknya tak percaya,

 

 

“Minggir!! “ Rio mendorong tubuh adiknya yang menghalangi jalannya.

 

 

“Bodo amat lah sama lo, yang penting gue dapat nomernya Ando LALALALALA” girang illy tak mempedulikan sang kakak yang terus berjalan kembali ke kamarnya.

 

 

****

Rio masuk kedalam kamar, mengeryitkan kening. Ia tak sepenuhnya tidak peduli, tentu saja sedikit terbesit penasaran pasti ada. Dan ia sangat kenal sang adik, meskipun ia tidak meminta penjelasan adiknya pasti akan dengan gampangnya memberikan jawaban akan rasa penasaran Rio yang hanya se-upil.

 

 

“Ngapain juga Ando ngasih nomernya! “

 

“Tamat riwayat dia!! “

 

*****

 

Sivia langsung masuk kedalam rumahnya, tetangga-tetangga disekitarnya mulai bergosip ria dan memfinahnya secara sepihak tanpa mengetahui kebenaran sesungguhnya. Kejadian beberapa hari yang lalu membuat namanya semakin menjadi perbincangan.

 

“Masih kecil kok udah ganggu rumah tangga orang!!”

 

“Hati-hati jeng, suami jeng nanti juga diganggu sama bocah ini!!”

 

“Kelihatannya aja kalem, pendiam!! Pencitraan aja !!”

 

“Dasar wanita perusak !”

 

“Wanita penggoda suami orang!!”

 

Sivia menghela nafas, menenangkan fikiranya untuk sekian menit. Ia duduk di kursi. Mencoba untuk tidak marah. Ia mencoba rilex, tenang dan tidak membeban.

 

“Semuanya nggak bener, jadi lo nggak perlu takut! “

 

“Nggak apa-apa Sivia”

 

“Tenang, tenang”

 

Sivia mengambil air minum yang ada didepannya, meminumnya sampai habis.

 

DRTTDRTTT

 

Suara ponselnya berdering, ada telfon masuk. Sivia menatap nama layar disana.

 

KAK ANDO

 

Sivia tidak enak jika tidak mengangkat panggilan tersebut. Ia segera menekan tombol hijau.

 

“Iya kak?”

 

“Lo dirumah?”

 

“Iya”

 

“ Gue ada didepan gang rumah lo sekarang, keluar”

 

“ Kakak ngapain disana?”

 

“Nungguin lo”

 

Sivia dengan cepat keluar dari rumahnya.  Ia sedikit berlari untuk sampai di depan gang.  Ia dapat melihat Range rover Sport warna biru bertenger disana. Seseorang pria keluar dari mobil tersebut dengan senyum bodohnya.

 

“Temenin gue makan”

 

“Aku ta—“

 

“Gue nggak mau ditolak yang ke 142 kalinya!!” potong Ando dengan cepat. Sivia langsung terdiam, merasa tak enak.

 

“Silahkan masuk tuan putri”

 

Ando membukakan pintu mobilnya, mau tak mau Sivia menuruti permintaan Ando. Ia sungkan jika menolaknya lagi. Selama ini Ando sudah sangat baik dan banyak membantu dirinnya.

 

Mereka berdua pun pergi beranjak dari sana untuk menuju ke restoran terdekat.

 

****

 

Ify keluar dari rumahnya, ia mendapati Rio yang sedang memanasi mobil. Terlihat seperti mobil baru, yah dia tentu ingat bahwa mobil Rio sudah hancur kemarin akibat insiden mencekamkan itu.

 

Rio disebrang sana sama sekali tak melihatnya bahkan bisa dibilang tak menganggap keberadaannya.

 

“Bodo amat!! “

 

“Gue juga nggak berharap !!”

 

Kaki Ify akan beranjak dari sana, namun langkahnya tertunda akibat seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba memanggilnya.

 

“Neng Ify adiknya Ando ya!”

 

Suara panggilan dari rumah sebrang itu membuat Ify berhenti, terdiam dan binggung, Siapa wanita itu? Ify melirik ke arah Rio yang juga sepertinya kaget mendengar panggilan namannya. Rio melihatnya sekilas namun langsung mengalihkan pandangannya secepat mungkin. Ify mendengus.

 

Wanita paruh baya itu keluar dari rumahnya, menyebrang  jalan  dan melangkah dengan anggun mendekati Ify. Kaki jenjangnya terlihat sangat indah, sedangkan Ify masih binggung dan tidak tau harus melakukan apa. Ia mencoba tersenyum, walaupun terlihat sangat kaku. Otot pipinya terasa susah untuk diangkat.

 

“Kamu temannya illy juga kan?”

 

“Satu sekolah sama illy?”

 

“Iya tante” jawab Ify mencoba sopan.

 

“Tante mamanya illy dan Rio. Itu anak saya!”  yah, wanita paruh baya tersebut adalah Mama Rio dan illy yang baru semalam sampai dirumah setelah melakukan perjalanan ke Alstian.

 

“Ah mamanya duo trouble maker” batin Ify mengangguk-angguk.

 

“Yo, sini kenalan sama Ify!!” teriak Nyonya Abahay, nama Mama Rio dan illy.

 

Rio yang berada di halaman rumah, disamping mobilnya terlihat benggong dan binggung. Kenapa mamanya memanggilnya. Ify sendiri hanya bisa garuk-garuk kepala tak jelas. Kenapa dengan tante ini, fikirnya. Tentu saja ia sudah sangat kenal dengan Rio. Gimana tidak kenal? sampai sudah keluar negeri bersama. Berasa honeymoon suami-istri!!

 

“Apa ma?” sahut Rio yang sama sekali tak beranjak.

 

“SINI DULU NAH!!” teriak sang mama dengan logat kentalnya, Rio terlihat berjalan dengan malas, meninggalkan aktivitasnya sejenak.

 

Ia menyebrang jalan, mendekati sang mama yang sedang berdiri bersama Ify. Rio sama sekali tak menganggap keberadaan Ify, matannya hanya terarah ke sang Mama, seolah didepan mamanya tidak ada siapapun.

 

“Nih, tetangga kita. Adiknya Ando. Kenalan dulu” ujar sang Mama menyuruh sang putra sulung.

 

Kini, Rio menatap Ify, benar-benar menatap gadis itu untuk pertama kalinya tanpa mengalihkan pandangannya.

 

“Rio sudah kenal” jawab Rio santai dan ingin beranjak pergi namun dengan cepat dicegah mamanya.

 

“Apalagi ma?”

 

“Ify habis ini ada acara nggak?” tanya Nonya Abahay begitu santun namun tetap menunjukkan wibawah khasnya. Ify binggung mau menjawab bagaimana,

 

“Enggak ada tante.”

 

“Waah—, kebetulan banget. Tante mau ngajak illy pergi ke acara pernikahan teman tante, nah! Rio harus datang ke acara bazar pelelangan gantiin tante, Ify mau nggak nemenin Rio?”

 

Baik Rio dan Ify sama-sama kaget. Rio menatap sang mama dengan tatapan tak habis fikir.

 

“Ma, kita bicara sebentar”

 

“Nggak mau” tolak mamanya dengan cepat,

 

“Bagaimana Ify? Maukan? Acarannya setahun sekali. Dan nggak mungkin kan Rio ke acara itu harus sendiri lagi. Tante malu, dikira anak tante nggak laku”

 

“Ma!!!”

 

“Gimana ya tante—,” Ify sebenarnya sangat ingin menolaknya, kenapa dirinnya harus terjebak lagi dalam skenario yang tak ia harapkan.

 

“Rio bisa pergi sendiri Ma, atau Rio ajak teman Rio aja”

 

“Teman yang mana? Sekertaris kamu atau yang mana?”

 

“Mangkannya temenan itu juga sama cewek, jangan cuek dan dingin sama cewek, masak setiap kali ke pesta yang kamu ajak kalau nggak illy ya sekertaris kamu. Itu melulu.”

 

“Kalau kamu nggak mau mama khawatir dan terus mengusik kehidupan kamu, cepat cari menantu buat mama!! “

 

“Pintar, cerdas, tampan, miliader kaya, semua predikat sudah kamu punya. Tapi sama sekali nggak ada cewek yang mendekat! “

 

“Mama itu sudah hampir mau meledak selalu ditanyain mana calon menantu mama, gosip kalau kamu nggak laku, sampai gosip kalau kamu itu gay! “

 

Rio menahannya, karena wanita ini adalah sang Mama, ia begitu sangat malu mamanya memarahi dirinnya di depan Ify. Rio mencoba sabar, toh memang ini semua kesalahannya.

 

“Kamu masih suka cewek kan?” tanya Nyonya Abahay mulai sedikit ragu. Rio menatap mamanya dengan kedua mata membuka lebar. Tak percaya sang mama akan bertanya seperti itu.

 

“Masih lah ma!!”

 

“Tapi kok mama nggak pernah lihat kamu keluar sama cewek? Gandeng cewek? Didatengin cewek? Skandal dengan ce—“

 

“Rio normal ma” ujar Rio penuh penekanan.

 

Ify tidak tau situasi apa yang sekarang menjadi tontonannya, Ibu dan Anak sedang bertengkar dihadapannya dan ia hanya pihak ketiga yang sebenarnya tidak diperlukan disini dan tidak ada sangkut pahutnya dalam pertikaian mereka. Ingin rasanya dirinnya  pergi dan beranjak saja.

 

“Apa buktinya kalau kamu normal?”

 

“Mama itu butuh bukti, kalau kam—“

 

“Rio kemarin ciuman sama Ify”

 

          Kedua mata Ify membulat, kenapa lagi ini? Counter-attack apa lagi yang baru saja ia dengar? Ada apa dengan mulut pria didepannya ini. Apa dia sudah gila ? Ciuman? Itu bukan ciuman!! Menurut Ify bibir mereka hanya saling menempel tidak lebih dan itu pun ketika mereka di dalam toilet. Yah, Ify hanya ingat ciumannya bersama Rio diwaktu itu. Hanya itu.

 

Nonya Abahay mulai senyum-senyum tak jelas setelah terkejut sebentar dengan pengakuan putra sulungnya. Ia menatap Ify yang terlihat terkejut, kesal bercampur kebingungan.

 

“Ma—, mama nggak percaya” tantang Nyonya Abahay sambil membenahkan sanggul pasangan di rambutnya.

 

“Apa perlu Rio melakukan reka ulang disini? “

 

“YAAA!!!” teriak Ify langsung ke arah Rio. Ia melihat wajah Rio mulai memerah menunjukkan bahwa pria itu sudah sangat kesal karena mamanya yang terus memojokannya.

 

“Kalian berdua pacaran ?”

 

“IYA”

 

“NGGAK”

 

Ify melihat Rio dua kali tak percaya. Apa pria ini benar-benar sudah sinting? Miring? Sejak kapan dia menjadi pacarnya? Ify harus meluruskan semuannya sebelum telat. Ini tidak boleh terjadi!! Tidak boleh!!

 

“Tan—“

 

“Rio mau beritahu ke mama ketika waktunya udah tepat” ucapan Ify langsung terpotong oleh Rio. Ify pasrah! Ia harus apa saat ini?

 

Nyonya Abahay nampak begitu sangat senang, dan legah dengan pengakuan anaknya. Ia merasa sedikit bersalah telah menuduh anaknya dengan kata yang cukup kasar.

 

“Tante ify bisa jelasin, ini semua nggak bener”

 

“Ify bukan pacarnya Rio“ ujar Ify mencoba meluruskan. Nyonya Abahay menatap Ify binggung.

 

Rio mendekati Ify dan langsung menggengam tangan Ify. Spontan Ify kaget dan refleks, ia berusaha melepaskan namun Rio mengenggamnya begitu erat.

 

“Dia takut Ando tau, jadi mama nggak usah cerita dulu ke Ando biar Rio nanti yang cerita sendiri. “ Ify mendesah berat sekali lagi . Apa yang harus ia lakukan?. Pasrah!!

 

“Tenang aja Ify, tante nggak bakal cerita ke kakak kamu. Tante seneng banget denger kalian berdua ternyata pacaran “

 

“Nanti kamu ke pelelangan bersama Ify. Titik!! “ ancamnya ke sang putra.

 

“Iya ma” jawab Rio menurut.

 

“Yaudah, kalau gitu mama masuk dulu. Biar kalian bisa berbincang-bincang berdua “

 

“Mama nggak mau ganggu”

****

         

          Rio melaspkan genggaman tangannya dari Ify, ia menundukkan kepalannya, menghela nafas berat berkali-kali. Hari yang berat.

 

“ Lo boleh marah sepuasnya” ujar Rio sebelum Ify membuka suarannya.

 

Rio membodohi dirinnya, ia sedari tadi sudah memendam amarah, kekesalannya agar tidak kalah dengan mamanya, Namun, mamanya berhasil memancingnya dan membuatnya terpojokkan, Alahasil ia terpaksa membuat skenario tak jelas dan semakin akan menyusahkan dirinnya untuk kedepan.

 

“ GUE NGGAK MAU PACARAN SAMA LO!!”

 

“LO UDAH NGGAK WARAS!! “

 

“LO GILAAA!! “

 

“AISSHH!!!”

 

Ingin rasannya ia menendang dan memukul pria didepannya sepuas mungkin, Namun sekali lagi nasi sudah menjadi bubur. Apakah harus dimakan saja kali ini?.

 

Ify menatap ke atas, wajahnya penuh kefrustasian. Ia mencoba menahan amarahnya karena baginya akan percuma saja. Ia sudah dapat  sedikit mengerti bagaimana sifat Rio.

         

 

“Lo siap-siap sana”

 

“Kemana?”

 

“Pelelangan” jawab Rio dengan polosnya. Ify mengengeratkan kedua tangannya.

 

“Nggak mau!!! “

 

“Gue mintaa maaf sebelumnya, tapi semua sudah terlambat”

 

“Mama gue sudah percaya bahwa lo pacar gue, dan dia pasti sekarang sudah menyebarkan berita kalau lo pacar gue “

 

“Itu urusan lo, bukan urusan gue!!!”

 

“Mama gue akan selalu ngejar lo, dan nggak akan berhenti ngusik lo karena dia menganggap lo calon menantu dia”

 

Ify langsung melemas, ia mengigit bibir dalamnya dan semakin mengeratkan kepalannya. Semuannya terasa tiba-tiba dan begitu cepat. Ia tidak mau terjebak permainan keluarga ini. Ia tidak ingin melakukannya !!!

 

“Bodoh amat!! “

 

“Pokoknya gue nggak mau jadi pacar lo!! Gue nggak mau ke pelelangan sama lo!! “

 

“Gue nggak maksa” jawab Rio enteng.

 

“Gue akan tinggal bilang ke mama kalau lo nggak mau”

 

“Dan mama gue pasti akan ke rumah lo dan maksa-maksa lo”

 

“Dia bahkan akan rela berlutut sampai lo mau”

 

“Lo ngancam gue?”

 

“Nggak, it’s the fact”

 

“LO SUKA SAMA GUE??” kekesalan Ify sudah berada di puncak. Apa sebenarnya keinginan pria ini? Apa sebenarnya motif dari semua ini?

 

“Nggak” jawab Rio sangat santai! Dan membuat Ify semakin kesal.

 

“LALU KENAPA LO BILANG KALAU GUE PACAR LO??”

 

“Karena lo ada disini tadi”

 

“HELL!!!”

 

Kenapa jadi dirinnya yang dipersalahkan dalam situasi ini.

 

“Gini aja, gue nggak mau ribet. Kita pura-pura pacaran selama sebulan setelah itu gue akan bilang ke mama kalau gue nggak cocok sama lo dan kita putus”

 

“Lo kira gue sampah!!

 

“ GUE NGGAK MAU JADI PACAR LO!! “

 

“Gue juga nggak mau”

 

“Gue nggak nyuruh lo jadi pacar gue beneran”

 

Tangan Ify sudah siap untuk dilayangkan, ubun-ubunnya mengkerut beserta kedua alisnya. Wajahnya semakin memerah. Pria didepannya ini benar-benar tidak tau diri dan kasar!!.

 

“GUE NGGAK MAU JADI PACAR PURA-PURA LO!!! “

 

“DAN SEMUANYA ITU URUSAN LO!! “

 

“JANGAN LIBATIN GUE”

 

“GUE NGGAK MAU!!! “

 

“Oke” jawab Rio singkat padat dan jelas.

 

Rio dengan tanpa dosanya, dan dengan ekspresi dingin khasnya membalikkan badan, berjalan kembali kerumahnya meninggalkan Ify yang sudah mencak-mencak tak karuan didepan rumah akibat ulahnya.

*****

Ify meng-obrak abrik apapun yang ada didepannya. Mulutnya komat-kamit tidak jelas mengeluarkan sumpah serapah, mengelist nama binatang ditaman satwa dan lainnya. Sampai pengawalnya hanya bisa geleng-geleng dan tidak berani mendekat.

 

“Gue pacaran sama dia?”

 

“Sorry!! Level gue tinggi!! “

 

“Ogah gue sama dia!!! “

 

Ify masuk kedalam kamarnya, dan membanting pintunya sekeras mungkin. Tidak peduli dengan pengawal-pengawalnya dan orang seisi rumah lainnya. Ia sudah sangat kesal, marah dan merasa harga dirinnya direndahkan oleh pria yang bernama RIO !.

 

*****

Pukul 19.00 , Kediaman AII

 

Ify membuka matannya perlahan, ia baru saja akan terlelap namun sang adik membangunkannya membuatnya sedikit kesal. Ia tidak mempedulikan panggilan Iqbal dan menaikkan selimutnya untu menutupi seluruh tubuhnya.

 

“Kak bangun, kak!!”

 

“Kak bangun!!”

 

“KAK !!” Iqbal kehilangan kesabaran, ia menarik selimut kakaknya.

 

“Mamanya kak Rio ada didepan kamar lo!!”

 

Dalam hitungan kurang dari sedetik Ify langsung terbangun, kedua matannya terbuka lebar. Rambutnya terlihat acak-acakan, mulutnya terbuka setengah. Benar-benar tampak menyeramkan. Iqbal geleng-geleng melihat penampakkan sang kakak saat ini.

 

Seorang wanita paruh baya yang berparas cantik, elegant meskipun terlihat beberapa lambiran keriput diwajahnya namun semua itu tidak dapat menyembunyikan kecantikan aslinya. Nyonya Abahay masuk kedalam kamar Ify dengan senyum yang dapat membuat tekanan bagi siapa saja yang ditujukan untuk senyum itu. Yah, kali ini Ify adalah korban dari the danger smile tersebut.

 

“Ify, kata Rio kamu nggak mau ke pelelangan ya?” tanya Nyonya Abahay dengan nada dan ekspresi kecewa.

 

Ify melengos, apa yang harus ia jawab. Rio benar-benar tidak tau diri dan sukanya melimpahkan masalah ke orang lain!!.

 

“Tante, Ify bukan pacarnya Rio” ujar Ify, mencoba  menjelaskan sekali lagi.

 

“Udah Ify, tante nggak akan bilang ke kakak kamu”

 

Ify melengos kedua kalinya, ternyata benar kata Rio bahwa percuma saja untuk menjelaskan ke mamanya. Sudah terlambat dan benar-benar percuma.

 

“Kalau Ify nggak kesana, tante bakal terus berdiri di sini sampai Ify mau”

 

“Heh?”

 

“Ify mau kan nemenin Rio ke pelelangan?”

 

“Tante akan siapkan semua pakaiannya, make upnya Ify hanya tinggal diam saja. Tante yang ngurus semuannya”

 

“Tapi tan—“

 

“Masak Ify tega lihat tante berdiri disini? Tante ini cuma mau lihat anak tante bahagia bersama calon menantu tante. Tentu saja tan—“

 

“Ify mau tante, ify mau”

 

“Tante nggak perlu susah-susah menyiapkan apapun. Biar Ify sendiri yang menyiapkan diri Ify, “

 

“Tante bisa pulang sekarang” pasrah Ify menyetujui permintaan Nyonya Abahay. Menurut Ify, wanita paruh baya ini sangat berbahya dan pintar sekali membuat tekanan batin untuk orang lain dan sangat pandai memojokkan orang lain sampai keinginannya itu terkabul.

 

“Jadi, ify setuju menemani Rio ke pelelangan?”

 

“Iya tante” Ify memaksakan senyumnya untuk terangkat. Ia memaksakan otot-ototnya bekerja.

 

“Terima kasih banyak ya calon menantu tante” Nonya Abahay langsung memeluk Ify dengan suka cita.

 

“ Calon menantu ? “

 

Bersambung . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s