ENLOVQER DEVIL – 15

ENLOVQER DEVIL – 15

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

 

****

 

Illy melihat kakaknya yang baru bangun dengan mata setengah terbuka dan langkah sedikit malas, kedua mata illy perlahan menyipit, merasa ada yang aneh dengan atmospere makan malam dirumahnya ini.

 

“Lo kenapa akhir-akhir ini dirumah terus?”

 

“Lo bangkrut?”selidik illy, memang tak biasannya kakak-kakaknya berada dirumah. Dulu, di waktu 6 bulan saja dapat dihitung dengan tangan ia bertemu dengan kakaknya. Namun, akhir-akhir ini kakaknya sering nampak seenaknya.

 

“Hmm gue udah bangkrut berat!”

 

“So—“ Rio mengambil kursi dan duduk disebelah sang adik. Ia menatap kedua adiknya lekat-lekat yang juga sedang konsen dengannya.

 

“Lo harus dapat peringkat 1 biar biaya sekolah lo GRATIS!!”

 

 

“YAAAA!!” teriak illy dengan spontan, hampir saja ia memukul sang kakak dengan gelas yang ada di depannya.

 

Rio tak menggubris adiknya dan mulai memakan apa yang sudah disiapkan sang mama di piringnya.

 

“Yo, habis makan kamu antarkan kue bronis ke rumah Ify ya”

 

“illy aja ma” tolak Rio dengan cepat.

 

“Kalau ada kak Ando, baru Illy mau antarkan” sahut Illy dengan jelas.

 

“Ando ada dirumahnya, gue tadi habis nelfon dia”

 

“Benerean? Serius? Lo nggak bercanda kan? Demi apa??”

 

“Demi lo enyah dari bumi ini!”

 

“YAAAAA!!!” illy tak segan langsung menjambak rambut kakaknya dengan kuat dalam sekali hentakan.

 

“Aisshh—“ ringis Rio, merasa rambut dan kepalannya secara bersamaan lepas dari anggota tubuhnya. Ia melirik adiknya tajam.

 

“Sudah !! Sudah!! Kalian ini selalu saja bertengkar”

 

“Kalau nggak ada nyariin!! kalau bertemu udah ngalahin anjing kucing!! “

 

“Gue bakal aduhin ke mama kalau lo semalam nggak pulang sama Ify terus bibir lo merah banget!! Pasti lo habis—,”

 

“ Habis itu—“

 

“Habis ngapa-ngapain sama Ify! GUE AKAN KASIH TAU MAMA!! “

 

“Gue bakal aduhin ke mama!! “

 

“Lo udah aduhin, bodoh!! “tajam Rio dan hanya bisa memegangi kepalannya yang semakin terasa berat.

 

Uppss

 

Benar saja, illy melirik ke mamanya yang menatap kakaknya dengan kedua mata terbuka lebar, mulut setengah terbuka pokoknya ekspresi paling kacau menurutnya. Illy berusaha untuk pergi dari meja makan sebelum dirinnya dibunuh sang kakak.

Begitu juga dengan Rio, ia berusaha pelan-pelan berdiri. Ia tak ingin mendapatkan introgasi menyeramkan dari mamanya.

 

“Kalian berdua  mau kemana? Kembali duduk!!! “  tajam Nyonya Abahay

 

“Iya ma” serempak illy dan Rio dengan nada dan ekspresi pasrah, mereka kembali ke tempat duduk mereka kembali. Menundukan kepala mereka. ngeri

 

“Kamu beneran pacaran sama Ify?” tanya Nyonya Abahay dengan wajah yang sangat serius dari biasannya. Rio tak berani menatap sang mama.

 

“Hell—, emang mau Ify sama dia?” nerocos illy yang langsung mendapat tatapan tajam dari mamanya.

 

“Sorry, illy bakal diem”

 

“Jawab yo!! “ tekan sang Mama.

 

“Hmm” jawab Rio dengan desahan nafas berat.

 

“Kalau begitu nikah saja kalian berdua”

 

“What??” tidak hanya Rio, illy pun sama dibuat terkejutnya dengan ucapan Nyonya Abahay.

 

“Mama serius!”

 

“Ma, ify masih SMA. Rio nggak mau nikahin anak SMA”

 

“Lalu kenapa kamu pacarin? Terus semalam kamu ngapain sama dia sampai nggak pulang?”

 

Rio melirik ke Illy meminta pertanggung jawaban, namun sang adik telah memasang wajah tak bersalahnya dan tak tau malunya. Masa bodo!!

 

“It—, It—“

 

“Rio ad—“

 

“Lo tidur bareng sama dia?”

 

“Lo kira gue sehina itu?” jawab Rio yang semakin kesal dengan sang adik.

 

“Gue kan Cuma tanya!” alibi illy tak mau disalahkan meskipun ia merasa memang awal dari masalah malam ini karena dirinnya.

 

“Rio nggak bisa cerita, sorry ma”

 

“Yaudah nikah aja sama Ify, mama bisa buat Ify tetap sekolah meskipun kalian sudah menikah.”

 

“MAA!!”

 

“Kamu udah 25 tahun yo, dan mama nggak pernah lihat kamu bawa pacar kamu atau apalah, mama udah capek dengar kabar kalu kamu homo lah, apalah, lainnya lah”

 

“Mama nggak mau tau, kamu menikah sama Ify!!”

 

“Mama nggak bisa paksa Rio dan Ify”

 

“Ify masih kecil ma”  Rio mencoba mencari pembelaan.

 

“Kalau gitu putuskan Ify, temui gadis yang mama pilih”

 

“Nikahi gadis pilihan mama” Rio kehabisan kata, mamanya benar-benar sangat licik!.

 

 

“Oke, Rio mau nikah dengan Ify !” tegas Rio yang tak ingin kalah dengan mamanya.

 

“ tapi—“

 

“Kasih waktu buat Rio bujuk Ify. Hubungan kita belum sedekat yang mama fikir ”

 

“Oke, Mama setuju. Mama berikan waktu 3 bulan”

 

“ 6 bulan”

 

“ 4 bulan”

 

“oke!” pasrah Rio. Ia pun segera beranjak dari kamarnya tak ingin memperpanjang masalah tersebut lebih panjang lagi.

 

*****

Nasib kue brownis pun akhirnya ditangan illy, ia memasuki rumah Ify tanpa dosa. Ia melihat 3 pemilik rumah ini sedang menonton TV diruang tengah, dengan tatapan fokus ke depan dan tak menyadari kehadiran Illy.

 

“Hallo calon pacarku, hallo calon kakak iparku”

 

“ Ah bukan, adik ipar? Entahlah aisshh!! “

 

Ify, Ando dan Iqbal menatap illy heran. Kenapa gadis itu?

 

 

“Siapa yang lo panggil kakak ipar? Cuih” Ify bergidik ngeri, ia menyeruput minumannya

 

“Lo! “

 

“Lo sama kak Rio pacaran kan!!”

 

 

SROOOTTTT

 

 

Dalam sekali semburan, Ify menyemprotkan minuman di dalam mulutnya kedepan. Kini semua pasang mata mengarah ke Ify.

 

Upsss

 

Illy menutup mulutnya, ia kini membuat satu masalah lagi. Memang benar dirinnya adalah setan licik dan sang trouble maker handal.

 

“Lo pacaran sama Rio?” tanya Ando dengan nada dan ekspresi serius.

 

“Nggak” jawab Ify dengan tegas.

 

“Jangan percaya sama tuh tukang ngibul!!” Ify kini menuduh illy, ia benar-benar sangat kesal dengan ucapan illy barusan.

 

Illy merasa harga dirinnya di jelek-jelekan di depan Ando, ia tentu saja tidak terima. Ia tak mau Ando berfikir yang tidak-tidak tentangnya. Ia tak mau namannya tercemar. Apalagi dihadapan Ando. Tidak akan pernah ia biarkan!!

 

“Gue nggak bohong!! “ bela Illy dengan cepat.

 

“Tadi habis makan, mama tanya ke kak Rio dan katanya lo pacaran sama kak Rio dan mama mau kak Rio sama lo nikah secepatnya!”

 

 

SROOOOTTTTT

Kini semua mata terarah ke Iqbal, pria itu menyemburkan minuman dari dalam mulutnya. Sama seperti yang dilakukan Ify beberapa menit yang lalu.

 

“Lo malam-malam ngacau dirumah orang! Siapa juga yang mau nikah sama kakak lo!! “

 
“GUE NGGAK PACARAN SAMA KAKA LO!!!”

 

 

“LO TUKANG NGARANG!!” emosi Ify meletup-letup bah gunung meletus yang akan menumpahkan seluruh lava.nya

 

“GUE NGGAK NGARANG!!! “ nada tinggi illy ikut muncul, kepribadiannya hampir tidak ada beadannya dengan Ify, emosinya yang gampang sekali keluar pun ikut terpancing, Ia tak terima dengan ucapan Ify.

 
“ LO JAWAB GUE SEKARANG DEGAN JUJUR! “

 

“LO SEMALAM NGGAK PULANG SAMA KAK RIO KEMANA? HA?”

 

“GUE LIHAT KAK RIO PULANG DENGAN BERANTAKAN SEMUA !! “

 

“LO HABIS NGAPAIN SAMA DIA??”

 

 

Ify mengigit bibir dalamnya, merutuki semuanya, kedua tangannya terkepalkan memendam segala emosinya yang siap untuk meluncur. Illy benar-benar sudah diluar batasnya, ia benar-benar sangat membenci gadis itu!!Sangat!!!

 

 

Ando dan Iqbal hanya bisa melongo, tak bisa berkata apapun. Situasi apa ini sebenarnya? Siapa yang harus mereka percaya? Tapi melihat Ify yang kini diam tak bisa menjawab apapun. Sepertinya illy benar.

 

 

“Gue emang pacaran sama Ify “

 

Suara tersebut memecah segalannya, semua mata tertuju ke sumber suara. Begitu juga dengan Ify yang langsung memasang wajah dan ekspresi paling tajam daripada lainnya. Yah, suara tersebut adalah milik Rio.

 

“Sejak kapan lo pacaran sama adik gue?” tanya Ando tak bisa percaya. Butuh beberapa detik untuk menyadarkan fikirannya.

 

“Mm—, mungkin beberapa minggu yang lalu” jawab Rio benar-benar tenang. Seolah tak ada kebohongan sama sekali di kedua matannya.

 

 

“Gue mau bicara sama lo”

 

Ando berjalan dengan cepat keluar dari rumah, dan Rio sendiri pun mengikuti Ando dari belakang. Wajah Ando terlihat sangat serius.

 

Ify menjatuhkan tubuhnya ke kursi, tamatlah riwayatnya. Entah bagaimana nasib Rio nantinya. Ify yakin bahwa Rio akan habis ditangan Ando. Illy terdiam sendiri disana, ia mulai menyesal karena telah membuat masalah ini begitu besar dan sangat besar.

 

“Fy, Sorry—“

 

“Lo keluar sana! “ usir Ify

 

“Sorry, gue nggak tau kal—“

 

“KELUAR!” bentak Ify tajam dan keras. Illy pun menahan agar tidak menangis, Ify sangat menakutkan, Dengan cepat illy meletakkan kue brownis diatas meja dan segera berlalu dari hadapan Ify dan Iqbal.

 

“Kak—“

 
“Gue nggak mau jawab pertanyaan apapun!”

 

Iqbal pun kembali diam saja setelah mendengar penolakan dari kakaknya tersebut.

*****

Ando berhenti di taman kompleks yang tidak dekat dan tidak juga jauh dari rumahnya. Ia mengatur nafasnya sebentar, menenangkan fikirannya.

 

BUUUUUKKKKKK

 

          Ando menghantamkan pukulannya langsung kewajah Rio membuat pria itu tersungkur dalam waktu kurang dari 1 detik. Rio meringis, dan menahan agar dirinnya tidak ikut emosi. Ia tentu saja merasa pantas mendapatkannya.

 

 

“Gue nyuruh lo jaga dia!!

 

“Bukan macarin dia, brengsek!!! “

 

“Sorry! “

 

“AAARGGHHHSS!!! “ teriak Ando mencoba meluapkan emosinya.

 

 

Ando mengulurkan tangannya ke Rio untuk membantu pria itu bangun, Rio pun dengan senang hati menerimannya. Rio tertawa kecil sesaat, ia sangat kenal bagaimana Ando. Pria ini tidak mungkin bisa marah besar dengannya. Sangat tidak bisa! .

 

 

“ So—“

 

“Lo ngerestuin gue sama adik lo?”

 

Ando mengangkat kepalannya, menatap Rio dengan tatapan entahlah.

 
“ Nggak tau ah!! ” nyerah Ando yang cukup pusing dengan masalah ini. Ia menendang apapun yang ada di bawah kakinya.

 

 

“Lo ragu sama gue? Nggak percaya kalau gue bisa jaga adik lo?”

 

 

“Bukan itu masalahnya” Ando menghelakan nafasnya sekali lagi. Tidak yakin apa ia perlu mengatakan semuanya. Tapi, Ia sudah begitu sangat mengenal Rio. Buruk dan Baiknya pria itu ia mengetahui segalannya.

 

 

“Lo mau nerima dia apa adannya? Semua kekurangan dia ?”

 

Rio terdiam sebentar, mencoba memahami maksud dari pertanyaan Ando barusan.

 

“Ah—“

 

“Maksud lo kekurangan dia yang punya 2 kepribadian atau gue bisa menyebutnya dengan—”

 

“Alter Ego?”

 

Pupil di kedua mata Ando seolah ikut membesar, ia menatap Rio dengan tajam. Pria ini ternyata sudah banyak tau tentang adiknya.

 

“Gue sudah pernah melihatnya 2 kali”  lanjut Rio mencoba membuat sahabatnya agar tidak panik.

 

“Bukan Alter-Ego, melainkan Xeitr-Ego” jelas Ando membetulkan.

 

“Xeitr-Ego? “ tanya Rio yang seolah dirinnya pernah mendengar nama penyakit itu tapi dia tak sebegitu mengingatnya.

 

“Bisa dibilang hampir  mirip dengan Alter-Ego melainkan lebih berbahaya Xeitr-Ego, Dia bisa mendekati Amnesia tapi bukan juga amnesia. Penyakit itu adalah penyakit yang baru dan masih langkah. Bahkan kata dokter penyakitnya bisa semakin aneh dan berkembang tanpa di duga. Ify mengidapnya sejak umur 12 tahun, 1 minggu setelah Mama nggak ada”

 

“Xeitr-Ego nya biasannya akan muncul setelah dia pingsan, maka dari itu kenapa gue selalu takut dia kenapa-kenapa dimanapun, gue takut dia hilang dan tak bisa pulang.”

 

“Bahkan dulu dia pernah tidak kembali ke dirinnya lebih dari 1 bulan. Keluarga gue sangat mencemaskan dia. Jadi lo bisa tau sendiri kenapa banyak pengawal di rumah gue”

 

Rio mengangguk-anggukan kepalannya, mengerti. Kini jawaban atas rasa penasarannya terjawab sudah. Apa yang sebenarnya terjadi kepada gadis itu.

 

“Ify nggak tau kalau dia memiliki penyakit itu. Jadi lo jangan pernah bertanya kepadannya”

 

“Tidak bisa disembuhkan?”

 

“Untuk saat ini masih belum ditemukan terapi yang benar-benar bisa menyembuhkannya. Ditambah Ify yang tidak tau menau penyakitnya akan sulit membohonginya jika kita mengajaknya ke rumah sakit”

 

“ Kenapa nggak jujur aja sama dia?”

 

“Andai bisa”

 

“Maksud lo?”

 

“Jika dia tau bila ia memiliki penyakit itu, dia pasti akan terus memfikirkannya dan berakibat dirinnya akan terus merasa cemas, ketakutan dan Xeitr-Ego nya akan langsung menyerangnya begitu saja dan mengintimidasi seluruh tubuhnya. Maka dari itu kenapa gue bilang penyakit itu lebih berbahaya dari sekedar Alter-Ego”

 

“Jadi terserah lo sekarang mau tetap pacaran sama dia atau melepaskan dia, Gue nggak ngelarang.”

 

“Gue sedikit bersyukur juga pria itu adalah lo. “

 

“Jadi lo restuin gue ?”

 

“May be”

 

“ Ah, ada satu lagi—“

 

“Apa?” tanya Rio yang sepertinya cukup penasaran.

 

 

“Papa gue sangat menakutkan.!”

 

*****

 

Ando dan Rio berjalan bersamaan ke rumah Ify. Di ruang tamu tidak ada lagi Ify, hanya tertinggal Iqbal yang masih berkutik serius dengan layar televisi. Ando mengedarkan pandangannya  mencari adik perempuannya.

 

“Dimana Ify?” tanya Ando kepada Iqbal.

 

“Nggak tau, dia barusan aja keluar”

 

“Lo nggak ngelihat dia?”

 

“Perbaiki bahasa lo!!” tegas Ando dan membuat Iqbal langsung melengos.

 

“Kakak nggak lihat kak Ify?” Ralat Iqbal dengan wajah yang dibuat semanis mungkin.

 

“Gue akan cari dia, gue ingin bicara sesuatu juga sama dia” sela Rio dan segera beranjak dari sana.

 

****

Rio menghentikan mobilnya, akhirnya ia menemukan gadis itu yang sedang duduk di dekat danau buatan di kompleks perumahannya. Tidak ada siapapun disana terkecuali gadis itu, penerangan yang tidak begitu terang membuat danau itu terlihat indah namun juga sedikit menakutkan.

 

Rio keluar dari mobil, dan berjalan mendekati gadis itu yang duduk membelakanginya dan tentu saja tidak tau kehadirannya.

 

Buukk

 

“Aissh!!” ringis Ify sedikit terkejut, Rio tiba-tiba menjatuhkan jaket ke kepalannya.

 

“Lo bisa di culik orang kalau keluar dengan baju kurang bahan”

 

Ify melirik ke arah pria sebelahnya yang telah duduk tanpa dosa disampingnya. Ify melemparkan balik jaket Rio. Ia merasa tak sudi untuk memakainya. Biarkan saja kulitnya terekspos dan merasakan dingin angin malam. Ia tak peduli! .

 

Untuk waktu yang cukup lama mereka berdua sama-sama diam. Tak ada yang bicara, hanya suara hewan malam dan helaan nafas mereka berdua yang beberapa kali keluar. Ify tidak peduli dan memilih tetap diam saja, menganggap bahwa Rio tak pernah ada disebelahnya. Sedangkan Rio sepertinya tidak suka dengan atmospere ini. Ia butuh memperjelas semuannya.

 

“Gue serius dengan ucapan gue tadi”

 

Rio mulai membuka suarannya, Ia memungut jaketnya yang dibuang sembarangan oleh Ify. Kemudian dengan wajah yang tenang ia menyampirkannya ke kedua paha Ify. Gadis itu hanya memakai celana yang pendek dan kaos oblong.

 

Ify dibuat terdiam seribu bahasa, ia tentu saja tak mengerti maksud dari Rio.

 

 

“Gue mau lo jadi pacar gue”

 

“Cihh—“ Ify mendadak tertawa sinis, penjelasan Rio yang begitu sangat jelas cukup membuatnya sedikit shock.

 

“Lo mau  nyatain cinta ke orang atau mau malak orang ? “ sinis Ify tajam. Pria disebelahnya memang pria yang super dingin dan tak tau malu. Ucapan Ify membuat Rio terdiam sambil menggaruk-garuk belakang kepalannya yang sebenarnya tak cukup gatal.

 

“Gu—, Gu—“

 

“Gue nggak pernah nyatain cinta ke cewek” jujur Rio dengan wajah tak berdosanya. Seluruh kepala Ify langsung tertolehkan ke sebelah. Mendadak ingin tertawa namun ia tahan.

 

“Waah!! Keren dong gue dapat pengakuan cinta pertama kali oleh pemilik Haling Corps”

 

“Gue cinta pertama lo?”

 

“Nggak” jawab Rio dengan cepat.  Ify mengangguk-aggukan kepalannya.

 

 

“Bentar deh —“ Ify kembali menatap Rio. Ia masih tidak begitu yakin dan sedikit binggung dengan apa yang dihadapinnya saat ini.

 

 

“Lo suka sama gue?”

 

“Nggak juga” jawab Rio tenang dan semakin bertampang tanpa dosa.

 

“Lo ngajak gue bercanda disini” tajam Ify.

 

“Lalu ngapain lo minta gue jadi pacar lo!! “ emosi Ify mulai muncul kembali.
 

“Buat nikahin lo”

 

Ify terdiam dan menatap Rio dengan sinis.

 

“Lo mau gue bunuh disini? “ ancam Ify merasa bahwa pria disampingnya sudah setengah gila.

 

Rio sendiri sebenarnya tak yakin, yang dilakukannya ini benar? Bagaimana perasannya kepada Ify sesungguhnya? Apakah ia melakukan ini untuk serius atau hanya tak ingin dijodohkan oleh mamanya?  Entahlah, ia  tidak yakin dengan ucapannya namun percaya dengan keputusannya. Yah, Itulah kharismannya.

 

“Jadi intinya lo mau nggak jadi pacar gue ?”  tanya Rio akhirnya dengan pertanyaan yang benar.

 

“Yajelas nggak mau lah!! “ Tolak Ify mentah-mentah. Ia mematap Rio dengan sinis dan tanpa takut sedangkan pria didepannya sudah menatapnya tak kalah tajam.

 

“Umur lo sama gue gap nya hampir 8 tahun lebih, gue pacaran sama om-om, lo kira gue nggak laku? “ Rio tak percaya dengan mulut pedas gadis sebelahnya. Kenapa juga harus gadis ini yang menjadi pacarnya? Lo emang sudah gila Rio!!.

 

“Diluar sana banyak cewek yang mohon-mohon jadi pacar gue!!” tajam Rio dengan penekanan setiap kata.

 

“Yaudah, lo minta aja cewek-cewek itu jadi pacar lo” balas Ify tak mau kalah.

 

“Gue nggak suka mereka”

 

“Terus lo suka sama gue?” Ify semakin menyudutkan.

 

“Nggak tau” jawaban Rio kali ini membuat Ify terdiam. Alih-alih menjawah “Nggak juga” seperti jawaban pertama, pria ini mengganti jawabannya.

 

Ify mendadak frustasi dengan pria ini. Ia menjadi sangat percaya kali ini jika pria ini tidak pernah pacaran mungkin tidak pernah menyukai seorang wanita.

 

“Lo nggak homo kan?” tanya Ify mencoba memastikan. Rio mendecak

 

“Lo ngajak gue bercanda?” balas Rio sama tajamnya dengan pertanyaan Ify yang sebelumnya.

 

“Ah—, nggak mungkin. Lo juga masih doyan bibir cewek”

 

“Aisshh—“ desis Rio mencoba untuk tetap sabar. Mulut Ify memang terkadang lebih parah daripada mulut illy.

 

“Jadi gimana lo mau apa enggak?” tanya Rio untuk terakhir kalinnya.

 

“Tetep nggak!! ” Rio mengangguk-anggukan kepalannya. Ia berdiri dari tempat duduknya dengan tenang. Tanganya mulai merogoh saku celanannya, mengeluarkan sepucuk foto.

 

Rio melemparkan foto itu tepat di wajah Ify membuat gadis itu mendesis semakin kesal. Ify pun mau tak mau mengambil foto tersebut dan melihat gambar apa yang ada disana.

 

“Gue juga punya videonya dengan durasi lengkap. Kalau—“

 

“Lo mau!! “

 

Rio menepuk-nepuk puncak kepala Ify beberapa kali kemudian beranjak disana dengan rasa tak bersalahnya bahkan tak berdosannya. Sedangkan Ify sudah tak dapat lagi meng-ekspresikan kemarahannya. Foto tersebut teremas-remas perlahan oleh kedua tangannya. Kedua matannya memerah padam.

 

“MAAARIOOOOO BRENGSEEKKKKKK!!!!! “

 

******

Keesokan Hari,

 

Ify menggebrak bangku mejanya, membuat se-isi kelas beserta guru yang mengajar terkejut bukan main. Ify menghela nafas panjang kemudian duduk kembali.

 

“Maaf bu” ujar Ify dan membuat teman serta gurunya lebih 4 kali terkejut. Sejak kapan Ify jadi sesopan itu? Waah, ada angin apa gadis itu bertingkah aneh.

 

Pelajaran kimia kembali dilanjutkan, Sivia melirik ke arah sahabatnya. Merasa ada yang aneh dengan Ify hari ini. Tak seperti biasannya, ia tak melihat Ify yang tenang dan tak pernah menghiraukan sekitarnya seolah tak mendapatkan masalah apapun.

 

Jam istirahat akhirnya datang, semua murid dikelas Ify pun dapat merasakan kelegaan setelah beberapa jam berkutik dengan molekul-molekul dan kawan-kawannya. Sivia membuat 3 bekal makanan. Ia berikan kepada Ify dan Illy.

 

“Lo kenapa?” tanya Sivia melihat Ify yang tidak ada henti-hentinya menghelakan nafas berat berkali-kali sedari tadi.

 

“Dia tertangkap basah pacaran sama kakak gue”  ujar illy sambil mencomot sandwich buatan Sivia.

 

“Pacaran? Kakak lo? Mario Haling?” tanya Sivia memastikan. Illy mengangguk tanpa dosa.

 

Ify kembali menggebrak meja dengan keras. Ia membalikkan badannya seperti yang dilakukan oleh Sivia, yang saat ini telah berhadap-hadapan dengan illy.

 

“il, kakak lo nggak pernah pacaran?”

 
“Lo pacar pertamannya.” Tawa illy seolah itu adalah aib yang harus diterima oleh Ify.

 

“Kalau lo pernah ciuman sama dia, berarti itu ciuman pertama dia juga, HAHAHAHA” tambah illy semakin menjadi dan membuat Ify seolah dirinnya sangat sangat tidak beruntung.

 

“Kenapa dia nyuruh gue jadi pacar dia?”

 

“Dia nyuruh lo? Nggak nembak lo?” illy mencoba untuk menahan tawannya.

 

“Jangan ketawa lo,!! “ ancam Ify dan membuat illy mengangguk-anggukan kepalannya.

 

“Gue akan tahan, gue akan tahan”

 

“Dia maksa banget biar gue jadi pacarnya!!”

 

“Biar dia nggak di jodohin! “

 

“Dia maunya nikah sama lo!” lanjut illy yang begitu semangat mengompori Ify.

 

“Pacaran sama dia aja gue nggak mau, apalagi nikah!” gidik Ify pelan yang tak bisa membayangkan semua itu jika menjadi kenyataan.

 

“Terus lo mau pacaran sama dia?” kini giliran Sivia yang menjadi sosok detektiv amatir.

 

“Entahlah.” Serah Ify tak mampu menjawab.

 

“Lo pasti diancam sama dia? Yakan?”

 

100% tepat akan pertanyaan illy barusan. Ify telah diancam oleh sang kakak. Gara-gara foto semalam ia tidak punya pilihan lain selain menjadi pacar dari om-om gila tersebut!!.

 

“ Tapi gue ngerasa kakak gue beneran suka sama lo”

 

“Lo ngajak gue bercanda? Gue yang nggak suka sama sekali sama kakak lo!!! “

 
“Yaa!! Emang kakak gue seburuk itu? HA?!!” illy tiba-tiba emosi dengan ucapan Ify barusan.

 

 

“Sangat buruk!! Lo aja nggak suka sama kakak lo!!”

 

“Ah—, iya bener hehehe” cengir illy yang tidak jadi marah. Toh, memang benar juga perkataan Ify barusan.

 

 

“Lo jangan kayak gitu, bisa-bisa lo nanti suka sama dia” ujar Sivia mengingatkan.

 

“Siapa? Rio? Si om mesum?”

 

“HELL !! NGGAK BAKAL! SAMPAI GUE SUKA SAMA DIA, GUE AKAN LAKUIN APAPUN YANG LO SURUH!”

 

“GUE PEGANG!”

 

“GUE CATAT !!”  ujar Sivia dan illy secara bersamaan. Ify pun mengangguk dengan yakin tanpa ragu sedikit pun.

 

 

“Terus? Gimana? Lo tetap mau jadi pacar dia?” tanya illy mengembalikkan Ify ke fakta yang harus ia hadapi.

 

 

“Mau nggak mau”

 

 

“Jalani aja dulu, lo juga udah lama nggak pernah pacaran kan!” titah Sivia memberikan nasehat kembali.

 

 

“Tapi kenapa gue harus pacaran sama om-om ber-umur 25 tahun”

 

“Gue ada ide.” Ujar illy memberikan solusi.

 

“Apaan?”

 

“Atur makan malam gue dengan kak Ando”

 

“Oke! “ jawab Ify tanpa ragu sedikit pun dan membuat illy sedikit terkejut.

 

“Lo serius?”

 

“Double serius gue, Cepetan apa ide lo?”

 

“Buat kakak gue mutusin lo”

 

“Carannya?”

 

“Lo kuras aja uangnya, lo minta ini, minta itu, lo berlagak manja aja di dia. Dia paling benci cewek yang manja banget”

 

“ Dan dia paling nggak suka denger ucapan Lo lebih milih pekerjaan lo dari pada gue”

 

“ 100% gue jamin. —“

 

“GUE JAMIN!!  Hari itu juga kakak gue langsung ilfeel sama lo, dan lo bakalan diputusin!!”

 

Ify berdiri dari kursinya dan memberikan standing ovation kepada illy.

 

“Sumpaah!! Lo beneran jenius! “ puji Ify akhirnya mendapat penerangan dengan permasalahannya ini.

 

“Jangan lupa makan malam dengan Ando”

 

“Oke ! “

 

Mereka berdua tak sadar, jika tiba-tiba satu teman mereka terdiam begitu saja.

 

Bersambung . . . .

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s