ENLOVQER DEVIL – 34

ENLOVQER DEVIL – 34

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

****

 

TrringggTrrringggTringg

 

Alarm di atas nakas dekat kasur Ify  berdering kencang, Ify memgerjapkan matanya beberapa kali berusaha menyadarkan diri. Ia tak pernah menyalakan alaram sebelumnya, namun pengecualian untuk hari ini. Ia harus tepat waktu tiba di sekolah, akan ada apel pagi penting, sehubungan dengan dinobatkan dirinya menjadi Queen of  Clever – 121  di sekolahnya. Sekali lagi, ia tidak boleh telat bukan karena dirinya ingin di-expose seluruh sekolah dengan penobatanya melainkan Kepala sekolah pasti ada disana juga. Dari seluruh warga di sekolahnya, Kepala Sekolah adalah orang paling aneh, kejam, dan kaku. Ify tak ingin berurusan dengan orang itu. Sudah terlalu lelah!

 

“MAMPUS!!!” teriak Ify melihat jam kecil berbentuk bulat itu, menunjukkan pukul 06.35 a.m. Ia hanya memiliki waktu 25 menit lagi.

 

Ify bergegas bagun, dengan gerak cepat ia masuk ke kamar mandi, dan bersiap-siap dalam waktu kurang dari 10 menit.

****

Ify menuruni tangga terburu-buru, dasi dilehernya hanya di gantung tanpa di lilitkan dengan benar. Ify menggerutu kesal. Gara-gara semalam ia keluar dengan Rio dan tidak bisa tidur, akhirnya dirinya kesiangan seperti ini.

 

“Lo kenapa sih?” tanya Ando melihat adiknya heran. Ify saat ini sedang meminum Vanilla-milk-nya tanpa napas.

 

“Gue udah telat!” jawab Ify sambil menaruh gelasnya. Ia mengambil tissue mengusap mulutnya.

 

“Sejak kapan lo takut telat?” tanya Ando lagi dengan nada menyindir.

 

“Sejak kapan lo disini?” Ify mengindahkan pertanyaan Ando, kedua matanya setengah terbuka melihat Rio telah duduk manis di meja makan sambil mencomot roti bakar.

 

“Sedari tadi” jawab Rio enteng, meneruskan makannya.

 

“Anterin gue ke sekolah!” perintah Ify seenak jidat.

 

          Rio menghentikkan aktivitasnya sejenak, menatap Ify.

 

“Lo kan punya supir sendiri” jawab Rio enteng

 

“Lo nggak nganterin gue ke sekolah?”

 

“Gue bukan supir lo”

 

“Aisshh!! —“ Ify menatap Rio tajam bercampur kesal.

 

Ia  paham sekarang, bahwa seorang pria jika sudah mendapatkan kemauannya dia akan bersikap semakin seenaknya, dan perbuatan baik mereka sebelumnya adalah palsu belaka! That’s Right!.

 

“Udah sana berangkat katanya telat!!” ucap Ando mengingatkan, Ify pun tanpa mengubris dua om-om di meja makan segera berjalan cepat keluar rumah. Ia tidak boleh telat!!.

 

“Gue jemput nanti di sekolah!!” teriak Rio sepeninggal Ify, entah gadis itu mendengarnya atau tidak.

 

Ando melempar sapu tangan di depannya ke wajah Rio, menatap dengan tajam.

 

“Auhh! Kenapa harus lo yang jadi pacar adik gue” gidik Ando masih tidak bisa terima dengan realita yang menimpanya.

 

Rio menyengir tanpa dosa.

 

“ Gue tanya sama lo, jawab serius” Ando membenahkan duduknya, menatap Rio dengan benar-benar kali ini.

 

“Lo sebentar lagi umur 26 tahun, lo pasti akan nikah kan? Lo nggak kef—“

 

“Gue akan nikahin adik lo” jawab Rio tenang dan dapat menebak arah pertanyaan Ando.

 

Ando bersiap akan menyiramkan teko yang berisikan air putih hangat ke arah Rio, namun dengan cepat Rio berdiri dari tempat duduknya.

 

“Lo siram gue bunuh lo sekarang!” ancam Rio dengan wajah sedikit ngeri melihat Ando.

 

Ando mendesis pelan, menaruh kembali teko ditangannya. Kedua matanya tak lepas dari Rio.

 

“Lo ng—, mmm—, Arghss!!” Ando tak dapat meneruskan kata-katanya, ia kehabisan vocabullary  untuk diungkapkan.

 

“Lo kira gue pacaran sama adik lo cuma main-main aja? Gue sadar umur.!” Rio mencari pembelaan.

 

“Jarak antara lo dan adik gue jauh banget yo, dia juga masih SMA, lulusnya 2 tahun lagi. lo mau nikahin anak sekolah?”

 

“Why not?”

 

“Cihh—, lo beneran udah nggak waras!!”

 

“Lo nggak ada bedanya kayak gue” tuding Rio menyerang balik Ando.

 

“Maksud lo?”

 

“Lo suka sama Sivia kan? Dia teman iIfy? Dan Lo teman gue?”

 

“Kalau lo pacaran sama dia apa lo nggak 11-12 kayak gue?”

 

Ando langsung terdiam, ekspresinya sedikit miris mengingat nama gadis itu. Padahal dalam beberapa hari ini ia sedikit lupa.

 

“Gue nggak mungkin pacaran sama dia” jawab Ando tenang.

 

“Tapi lo suka sama dia kan? Apa bedanya lo sama gue?”

 

“Seandainya gue pacaran sama dia,  gue nggak akan nikahin dia sekarang. Gue akan nikahin dia kalau udah lulus”

 

Rio manggut-manggut paham,

 

“Gue nggak mau jadi perjaka tua” ucap Rio penuh keyakinan.  Ia tersenyum paksa ke arah Ando kemudian bergegesa pergi dari sana, meninggalkan Ando yang hanya diam tak membalas lagi pernyataanya. “Thanks sarapnnya!”

 

*****

Ify duduk di kursi tempat duduknya, menyeka keringat yang membasahi pelipis. Ia menurunkan mahkota yang harus dipakai selama apel tadi. Untung saja ia tidak telat tadi. Bisa mampus dirinya ditangan kepala sekolah. Ify mendesah berat.

 

“Selamat woyy!” ucap illy menepuk punggung Ify.

 

“Congrats Dafychi” tambah Sivia, mengambil duduk disamping Ify.

 

“Sumpah lama banget apelnya tadi!” gerutu Ify sediki kesal. Dirinya harus berdiri disamping kepala sekolah kurang lebih 2 jam lamanya, ia tak dapat melakukan apapun selain diam.

 

Ray berjalan, mendekati 3 gadis most-beauty yang sedang asik bercengkramah. Mata Ray ter-arah ke Ify.

 

“Fy, dicarin noh” ucap Ray menunjuk ke arah pintu kelas dengan dagunya.

 

Ify, Sivia dan illy langsung mengernyitkan kening, menatap Ray bingung sekaligus heran. Siapa yang mencari Ify? seumur gadis itu menginjakkan kaki di sekolahnya, tak ada yang berani ber-urusan dengan Ify baik dalam hal keperluan penting maupun tidak penting.

 

“Siapa?” tanya illy mewakili dua temanya.

 

“Ketua osis, dia nunggu diluar”

 

Dahi ketiga gadis ini semakin mengkerut, tambah tak paham. Kenapa seorang ketua osis yang gap-relationship.nya sangat jauh dengan Ify, tiba-tiba memanggil. Pasti ada sesuatu yang penting, batin Ify.

 

Ify memilih menemui ketua osisnya.

 

Ify mendapati seorang pria jakun, tinggi dengan kulit kuning langsat. Pria itu sedang berdiri bersender tembok, dan terlihat memaksakan senyum ketika gadis-gadis melewatinya. Yah, itulah ketua osis yang katanya keren-banget dan selalu mendapat pujian dari seluruh guru dan siswa lainnya dengan segala prestasinya. Ariel!.

 

“ Ada apa kak?” tanya Ify tak ingin basa-basi, Ariel tersentak tak menyadari keharidan Ify.

 

“Minggu besok akan ada trainning-upclass untuk seluruh kelas 12, kepala sekolah ingin lo ikut”

 

“Kenapa harus gue?” Ify nampak tak suka dengan perintah itu.

 

“Karena lo Queen” jawab Ariel tetap tenang tanpa takut dengan Ify seperti siwa lainnya. Bagi Ariel tak perlu ditakutkan dari gadis ini, ia tidak kenal Ify begitu dekat tapi ia tau bahwa gadis ini sangatlah baik meskipun dingin dan tak pedulinya luar biasa dengan sekitar.

 

“Aishh, gue nggak mau!” tolak Ify mentah-mentah, tak ada takut-takutnya dengan kakak kelas.

 

“Oke, gue akan bilang kepala sekolah kalau lo ngg—“

 

“Lo ngancem gue?” pekik Ify paham arah ucapan Ariel.

 

“Ya” jawab Ariel tak berdosa, Ify menatap pria itu semakin kesal.

 

“Sampai bertemu minggu besok, Dafychi”

 

Ariel meninggalkan Ify begitu saja, sedangkan Ify terdiam lama ditempat. Merasa sedikit aneh ketika pria itu memanggil namanya seperti itu. Karena hanya orang terdekatnya saja yang akan memanggilnya Dafychi.

 

“Cih! Menyebalkan!”

 

Ify tak memfikirkan lebih lanjut, ia kembali ke masuk kedalam kelas.

*****

 

Pulang. Ify berjalan ke gerbang sekolah, tidak ada tanda-tanda pengawalnya berkeliaran disana, Ify berfikir pasti mereka semua belum datang menjemputnya. Langkah Ify terhenti ketika melihat sebuah mobil Lamborghini Aventador hitam . Ify mendesis kesal, karena banyak siswa yang memperhatikan mobil tersebut dengan kagum. Seolah tak ada sesuatu yang menarik lagi disekitar mereka.

 

Ify berjalan ke arah mobil tersebut dan langsung saja masuk kedalam.

 

“Sudah gue bilang kan jangan bawa mobil ini!” kesal Ify ketika masuk kedalam.

 

“Lo salah mobil?”

 

Ify mematung, terbungkam seribu bahasa. Ini bukan suara khas dari Rio, dengan cepat Ify memutar 90 derajat kepalanya. Ia terkejut bukan main yang dilihatnya bukan Rio melainkan ketua osis-nya. Ariel!

 

“Ngapain lo disini?” tanya Ify semakin terlihat bodoh.

 

“Lo yang ngapain di mobil gue?” balas Ariel yang juga terlihat bingung,

 

Ify mendesis kesal dengan kecerbohannya. Ia mengigit bibir dalamnya, sangat malu!.

 

“Lo ingin banget gue anterin pulang?” tanya Ariel dengan nada menyindir. Ify langsung menajamkan tatapannya.

 

“Nggak! Gue akan tu—“

 

Ify belum menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Ariel menarik seatbelt di dekat Ify dan memakaikannya, Ify membulatkan matannya.

 

“GUE MAU TUR—“

 

Ify kalah start, Ariel telah menjalankan mobilnya cepat. Ify menatap Ariel dengan tajam, sangat emosi!.

 
“Turunin gue disini sekarang!!”

 

“Gue bisa pulang sendiri!!” tukas Ify penuh kemarahan, namun Ariel tak mempedulikannya dan tetap fokus menyetir.

 

“Gue bisa lompat dari mobil lo!!” ancam Ify, melepaskan seatbeltnya menakut-nakuti Ariel.

 

“Silahkan aja”

 

Ify mengepalkan kedua tangannya, semakin kesal dengan kelakukan ketua osisnya itu. Ia menyerah saja, membuang mukanya ke arah lain. Tak mungkin juga dirinya loncar dari mobil ini, ia masih waras dan ingin hidup lama. Toh, jika diambil positif.nya ia bisa pulang cepat tak perlu menunggu pengawalnya. Anggap saja kesialan yang sedikit berkah, Fy!

 

“Rumah lo dimana? Mmm…. Kalau nggak salah dari rumor yang beredar rumah lo di real estate mewah itu kan?” Ariel membuka pembicaraan, namun sama sekali tak dijawab oleh Ify. Gadis itu tetap diam dan bertingkah acuh.

 

“Lo nggak semenakutkan yang anak-anak di sekolah bilang”

 

“Menurut gue, lo menarik”

What is that? Apakah barusan ketua osisnya tersebut membuat sebuah pengakuan di dirinya. Waah! Lo benar-benar hebat Fy, belum menginjak 1 bulan sudah 3 pria yang mengakui perasaanya ke lo!. Ify bergidik ngeri.

 

“Gue nggak tertarik sama lo”  jawab Ify sinis.

 

Ariel tersenyum ringan,

 

“Lo udah punya pacar?” Ify melirik Ariel tajam, pria disampingnya lama-lama semakin menyebalkan. Ingin sekali ia remas mulutnya agar diam!.

 

“Sudah!! “ tegas Ify penuh penekanan. Ariel manggut-manggut

 

“Syukurlah kalau gitu” jawabnya dengan kedua sudut bibir mengembang. Ify mengernyitkan kening heran, jawaban Ariel tak sesuai ekspektasinya.

 

“Gue jadi lebih tertantang” lanjutnya tak berdosa.

 

HELL!! Pria ini apa udah nggak waras? Gila? Mereka baru saja pertama kali bertatap muka secara langsung, berhadap-hadapan tadi pagi di sekolah, dan pria ini sudah berani menggodanya? Ify tak habis pikir. Apakah Ariel sebenarnya sudah lama menyukainya? Yah, mungkin saja! Itu bisa saja terjadi!.

 

Ify memilih diam kembali, tak menggubris pertanyaan Ariel yang semakin lama tak jelas. Ia bersikap semakin acuh.

 

****

Ify segera turun dari mobil Ariel dengan cepat, tak betah dekat-dekat pria itu. Ia melihat Ariel ikut keluar dari mobil.

 

“Ahh… jadi ini rumah lo” ucap Ariel men-scan penampakkan rumah Ify dari depan.

 

Ify mendecak kesal,

 

“Udah sana pulang!!” usir Ify kasar.

 

“Nggak nawarin minum dulu? Atau ap—“

 

“NGGAK!!”

 

Ariel tersenyum ringan,

 

“Lo nggak terima kasih ke gue? Gue udah anterin lo pulang?”

 

Sreeekkk

 

Pintu gerbang rumah Ify terbuka, keluarlah dua om-om ganteng idaman para wanita yang tak lain dan bukan  adalah Rio dan Ando. Kedua pria ini mendadak terdiam, melihat Ify dan Ariel.

 

Glupp

 

Ify tak tau harus bereaksi bagaimana saat ini, ia hanya bisa meneguk ludahnya. Ia menatap Rio, memperhatikan ekspresi pria itu. Sama sekali tak terbaca.

 

“Kalau gitu gue balik dulu Fy, gue juga seneng bisa nganterin lo pulang”

 

Ify menatap Ariel dengan cepat, tak percaya dengan kalimat yang baru saja diucapkannya. Sungguh tak masuk akal!!. Ify mengepalkan kedua tangannya sangat kesal sekali!!!. Tidak tau apa, kalau dirinnya semakin berada di situasi emergency!.

 

“Gue nanti telpon lo, bahas acara kita minggu besok”

 

Ariel menebarkan senyum-mempesonanya ke Ify kemudian menatap Ando dan Rio bergantian.

 

“Saya pamit dulu kak, maaf tidak bisa memperkenalkan diri lebih lama. Selamat sore” ucap Ariel pamitan.

 

“Iya hati-hati, terima kasih sudah nganterin Ify”  jawab Ando sebisa mungkin sopan.

 

“Iya kak”

 

Ariel masuk kembali ke dalam mobilnya, dan beranjak dari sana meninggalkan tiga lakon yang hanya saling diam.

 

BaakkBaakkBaak

 

          Ando menepuk-nepuk bahu Rio beberapa kali, menatap pria itu sedikit prihatin.

 

“Yang sabar ya, bro.” Ucapnya kemudian memilih masuk kembali ke dalam rumah. Tak ingin mencampuri urusan rumah tangga orang lain.

 

Ify mendesis pelan, menyumpahi kakaknya kenapa malah masuk kedalam. Ia bisa habis di tangan Rio saat ini. Mengingat pria itu kini telah menyandang sebagai kekasihnya. Ekspresi Rio masuk tidak berubah sama sekali, datar dan dingin like usually!!.

 

“Cie selingkuhan baru”

 

Pernyataan Rio diluar dugaan Ify, ia melirik Rio tajam, sedikit kesal di sindir seperti itu. Dirinya benar-benar terlihat seperti gadis yang tertangkap selingkuh dari kekasihnya. Ditambah dengan ekspresi Rio yang sangat menjengkelkan!. Datar sekali!

 

“Yang kemarin mana? Si Brian?”

 

“Apaan sih!!” sunggut Ify tak suka dengan godaan Rio.

 

Ify membenahkan tasnya, berniat untuk berjalan masuk kedalam rumah. Namun, dengan cepat Rio mencegah, meraih tangan-nya.

 

“Apa lagi? Gue mau masuk!!” sinis Ify, sejujurnya ia hanya ingin kabur dari Rio. Ia takut nyawanya dihabisi oleh Rio detik ini. Ucapan Ariel tadi sudah keterlaluan dan tak masuk diakal!!.

 

“Lo nggak bakalan cemburu juga kan?”

 

“Lepasin!!” lanjut Ify membernikan diri menatap Rio dengan tajam.

 

Rio malah tersenyum mendapati tingkah Ify tersebut, ia berjalan mendekat membuat tubuh Ify seketika menegang.

 

“Ma—, mau apa lo?”

 

“Nggak usah dekat-dekat!!”

 

Bersambung . . . .

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s