ENLOVQER DEVIL – 35

ENLOVQER DEVIL – 35

( EL )

foto

By : Luluk_HF . Follow >>

Instagram : Luluk_HF

Twitter : “ @luckvy_s “

Fans Page (FP) : “ Lulukhf_STORYS ”

Blog : hyoluluk.wordpress.com

****

 

“Nggak usah dekat-dekat!!”

 

Ify memundurkan langkahnya sedikit, mengigit bibir dalamnya, mengontrol jantungnya yang berdegup cepat.  Rio masih terus menatapnya, walaupun ekspresinya tetap datar.

 

“Bulu mata lo jatuh”

 

Rio mengambil dua  bulu mata Ify di dekat hidung. Ify bernafas legah, ia kira pria didepannya ini akan berbuah macam-macam. Genggaman Rio sedikit mengendor namun masih tak dilepaskan.

 

“Lo udah makan?” tanya Rio tak ada manis-manisnya.

 

Ify mendesis pelan.

 

“Udah!! sama cowok tadi!” kesal Ify tak peduli dengan ucapan palsunya.

 

“Pesan kamar hotel juga kayak kemarin?”

 

          Glup! Rio memang sangat brengsek! Pria ini terlihat tidak cemburu, tidak peduli tapi ucapannya selalu menusuk! Tidak peduli dengan siapa lawan bicaranya. Bahkan dengan kekasihnya pun, ia tak pernah pilih-pilih kalimat dari mulutnya! Asal meluncur kayak perosotan anak TK. !

 

“Gue capek! Lepasin tangan gue!” Ify mulai kehabisan kesabaran, nada bicaranya semakin dingin.

 

Rio tersenyum kembali, ia menuruti perintah Ify, melepaskan genggaman tanganya.

 

“Nanti malam gue berangkat ke New Zealand”

 

“Disana, selama 1 minggu”

 

Ify mendadak diam, ini pertama kalinya Rio akan meninggalkanya dengan jarak waktu yang sedikit lama. Rio mulai sibuk ke rutinitasnya dan pekerjannya. Ify mencoba memahami.

 

“Lo mau temenin gue makan sekarang?”

 

Ify menatap Rio lekat-lekat, raut wajah pria itu berubah. Sedikit memohon. Ify tersenyum ringan, kekesalannya perlahan mendadak hilang begitu saja.

 

“Gue ganti baju dulu”

 

Rio mengacak-acak puncak rambut Ify,

 

“Hmm…., Gue tunggu disini”

 

Ify mengangguk, kemudian beranjak masuk kedalam rumah meninggalkan Rio.

 

****

Mereka berdua makan di restoran dekat perusahan Rio, salah satu restoran jepang kesukaan Rio. Mereka berdua makan dengan anteng menikmati hidangan  menu yang telah datang beberapa menit lalu.

 

“Lo sebegitu sukanya sama pedas?” tanya Rio sedikit bergidik melihat kekasihnya menambahkan wasabi di atas sushi-nya.

 

“Nggak juga, Cuma pingin aja” jawab Ify seadanya, kemudian memasukkan sushi tersebut kedalam mulut.

 

Ify mengunyahnya pelan-pelan, ia sedikit risih karena Rio masih saja memperhatikannya. Pria itu sudah menghabiskan makanannya.

 

“Masih ada 4 jam lagi, lo mau kemana?” tanya Rio setelah melihat jam tanganya sekilas.

 

Ify mengernyitkan kening, berpikir.

 

“ Nonton? Gimana?” usul Rio sedikit tak sabar melihat Ify yang tak kunjung memberikan jawaban.

 

Ify menunjukkan ekspresi ragu,

 

“Gue nggak suka tempat gelap” tolaknya dengan ekspresi sedikit ngeri.

 

“Ada gue”

 

“Sama aja tetap gelap!!”

 

“Perlu gue bawakan sentolop?

 

Ify mendesis sinis, pertanyaan Rio benar-benar sangat garing tak ada lucunya sama sekali.

 

“Lo mau sampai kapan takut gelap?”

 

“Dicoba dulu, siapa tau lo nggak takut disana, gimana?” Rio mencoba membujuk Ify.

 

Ify berpikir keras, menimbang-nimbang tawaran Rio.

 

“Oke” serah Ify pasrah mengiyakan, walaupun dalam hati sedikit ada rasa takut dan bimbang.

 

Rio tersenyum senang mendengar jawaban Ify. Setidaknya, ia juga ingin mengajarkan Ify untuk tidak trauma dengan gelap terus-terusan.

 

****

 

Rio menghampiri Ify kembali setelah memesan tiket dan membeli pop-corn caramell large. Gadis itu ia suruh menunggu di loungue. Ia mendapati Ify sedang asik memainkan ponselnya.

 

“Ayo” ajak Rio, membuat kepala Ify terdongak.

 

“Nonton apa?” tanya Ify karena memang tidak tau tentang jadwal bioskop hari ini dan movie apa yang dipesan kekasihnya.

 

“Train to busan”

 

Ify mengertakkan giginya, sedikit gemas dengan Rio. Ia menatap Rio sedikit tajam sedangkan yang ditatap tersenyum tak berdosa dan tak merasa bersalah.

 

“Lo beneran sengaja pesan itu?”

 

“Yap” jawab Rio enteng, Ify mendecak tak percaya.

 

“Motivasi lo sebenarnya apa ngajak gue nonton? HAH?” tanya Ify dengan suara bah orang naik pitam. Kedua mata Rio menyipit.

 

“Mmm…. Biar lo terus meluk gue”

 

“HELL!!”

 

Ify ingin beranjak untuk kabur, namun Rio dengan cepat merengkuh pinggangnya menguncinya rapat. Ify melirik Rio tajam.

 

“Ayo masuk”

 

Rio menyeret Ify dengan paksa, mau tak mau Ify mengkikuti Rio dengan segala kepasrahan. Meskipun ia memohon, Rio sama sekali tak menurutinya. Sekali lagi yang bisa ia katakan adalah Rio sangat Brengsek!!.

***

          Ify mendesah berat, Rio memang sangat sengaja dan sepertinya sudah mem-planing segalanya. Pria itu selain brengsek ternyata sangat licik. Rio memesan studi couple-seat di platinum. Padahal, ia mengira bahwa Rio setidaknya memesan Deluxe Studio atau The Premiere..  Untuk kedua kalinya, Ify duduk dengan pasrah!.

 

Mereka berdua duduk di urutan kursi nomer 2 dari atas, dan paling pojok. Sungguh sangat strategis!!

 

Studi ini terlihat sangat fancy, dan dengan fasilitas yang terbilang waah. Tempat duduknya pun layaknya sofa mahal yang sangat nyaman, desain ruangannya pun terlihat menarik tidak seperti studio bioskop standarnya, benar-benar memanjakan penonton. Bisa dibilang juga bahwa studio ini dibuat untuk orang-orang eksklusif seperti Rio contohnya!.

 

Tubuh Ify mulai panas-dingin, bukan hanya karena takut lampu akan segera dimatikan namun juga dikarenakan suhu AC di studio ini sangat dingin, ia menghembus-hembuskan napasnya beberapa kali.

 
“Lo nggak ada keinginan buat ngasih jaket lo ke gue?” tanya Ify skiptis.

 

Rio menoleh ke arah Ify, mengerjapkan matanya beberapa kali.

 

“Gue juga dingin” jawabnya polos, datar tanpa diosa.

 

Ify menggeram pelan, mencoba sabar. Otaknya bekerja cepat, mencoba menimbang-nimbang harus ia apakan pria di sampingnya ini.  Mutilasi? Ludahi? Atau tendang ?

 

“Lo ben—“

 

Ify terkesimak, Rio tiba-tiba merengkuh bahunya dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh Rio. Pria itu tersenyum,

 

“Gue yang akan hangatkan lo”  ucap Rio lebih merapatkan tangannya agar Ify semakin dekat dengannya. Ify bergidik ngeri, sedikit jijik dengan ucapan Rio. Dengan cepat ia menjauhkan tubuhnya.

 

“Sensor otak lo kayaknya lompat-lompat!!” ucap Ify menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, masih sedikit gelih dengan ucapan Rio barusan, bukan seperti Rio biasannya!.

 

Rio menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dengan cengiran tak berdosa di wajahnya.

 

Tak selang berapa lama, Train To Busan pun di mulai. Lampu perlahan meredup sampai akhirnya mati, layar putih LCD didepan sana melebar, suara riuh dari penonton pun ikut mengilang. Semuanya fokus ke film di depan.

 

Ify menghembuskan napas berat ketika lampu telah padam, untung saja cahaya dari layar didepan sedikit melegahkannya, setidaknya ia masih bisa melihat sekitar. Ify mencoba untuk tidak cemas atau takut. Setidaknya ia hanya takut dengan  gelap tidak takut dengan film horror atau menakutkan sejenisnya. Ia ingin menikmati film ini.

 

Tanpa di duga, semuanya tak berjalan like Rio bayangkan. Gadis disampingnya malah asik fokus menatap layar depan. Ketika semua penonton teriak ketakutan, tegang dan lainnya Ify tak bergeming sedikit pun. Ekspresinya sangat santai bahkan kelewat santai. Gadis itu tak ada takut-takutnya sama sekali. Rio mendesis sinis, rencananya GAGAL TOTAL!!

 

“Lo nggak takut?” bisik Rio pelan.

 

“No” jawab ify singkat tanpa menolehkan kepalanya ke lawan bicara. Rio menggertakan giginya, mulai semakin gemas.  Perlahan, ia mendekatkan tubuhnya ke Ify dan melingkarkan tangannya ke pinggang Ify.

 

“Lepasin tangan lo !” sentak Ify dingin, nyali Rio menciut dan mengendorkan rengkuhannya. Ia mendesah berat. Ify tak semudah yang difikir, gadis itu semakin lama, semakin cerdas saja.

 

Ify semakin terbawa dengan jalan cerita film yang dilakonkan oleh aktor-aktiris korea dengan genre thriller ini. Suara gemuruh penonton yang ketakutan terus terdengar, sedikit membuat konsentrasi Ify terusik, ditambah sang kekasih tak kunjung diam. Ia tak paham dengan kelakuan Rio, pria itu sepertinya kehabisan obatnya!. Sungguh!!

 

“Fy gantengan mana gue atau aktor utama itu?” tanya Rio iseng.

 

“Dia” jawab Ify singkat padat nan jelas. Rio mendecak pelan, raut ekspresinya tak suka dengan jawaban Ify.

 

“Kalau gue punya anak cewek gue mau dia kayak cewek SMA itu, awesome!” Rio menunjuk ke arah seorang gadis dengan kedua mata single-eyelid, rambut panjang, kulit putih, dengan ekspresi wajah yang cukup cantik.

 

“Terserah lo”

 

Rio menggertakan giginya,

 

“Kalau gue punya anak cowok, gue pingin namain dia Bobo”

 

Kepala Ify bergerak 90 derajatke arah barat, tepat menatap Rio yang. Pria itu tersenyum tak berdosa. Ify mengernyitkan kening,

 

“Terus nama panjangnya, Boboho”

 

Ify menahan agar tawanya tak meledak, kekesalannya sirna dan pudar entah kemana. Melihat ekspresi Rio yang polos dan tanpa beban saaat mengatakan jokes-garing barusan sungguh lucu!. Ify menggeleng-gelengkan kepalanya, ia baru tau bahwa Rio punya sisi lucu seperti ini.

 

“Kalau anak cewek namanya siapa?” pancing Ify ingin menanggapi percakapan Rio.

 

“Mmmm….”

 

Ify menunggu, Rio mengangkat satu sisi alisnya. Berpikir keras.

 

“Sella”

 

“Sella?”

 

Rio mengangguk mantap.

 

“Nama panjangnya?” tanya Ify penasaran.

 

Rio tersenyum nyengir, penuh arti.

 

“SELLAAAAAAAAAAAAAAA…..MAT MALAM”

 

Ify terbungkam seribu bahasa, kedua matanya mengerjap beberapa kali, menatap Rio semakin lekat.

 

“Nggak lucu ya?”

 

Tawa Ify langsung memecah mendengar perntanyaan polos dari bibir Rio barusan. Ify membungkam mulutnya agar suara tawanya tak menganggu penonton lainnya. Ify merasakan bulu ditangannya berdiri semua, Rio memang sama sekali tak ada bakat melawak. Sungguh sangat jayus!.

 

“Lo jangan pernah ngelucu lagi, jijik gue”

 

“Oke”

 

Ify memilih kembali fokus kedepan, mengikuti film tersebut kembali meskipun ia ketinggalan beberapa scene. Gara-gara Rio!. Tapi ia sedikit bersyukur, karena dirinnya mulai mengenali sesuatu hal yang baru lagi tentang sosok Mario. Ia merasa beruntung.

 

Deepppphhh

 

“AAAAAHHH!!!”

 

Semua penonton sontak teriak heboh ketika layar tiba-tiba mati begitu saja, semuanya langsung gelap tak ada cahaya sedikit pun di studio ini. Suara bisikan-bisikan mulai terdengar, menunggu layar menyala kembali. Sepertinya ada sedikit gangguan, fikir mereka.

 

“Lo nggak apa-apa?” tanya Rio, ketika lampu padam beberapa detik lalu Ify langsung mencengkram lengannya erat. Gadis itu mematung, Rio merasakan tangan Ify yang terasa sangat dingin.

 

Rio mendekat, merengkuh tubuh Ify untuk menenangkannya. Rio mengambil ponsel disakunya,

 

“Kok ponsel gue mati!!”

 

“Ponsel gue juga nggak bisa nyala!!!”

 

“Maaf, ponsel kamu nggak bisa nyala juga?”

 

“Ponsel gue kenapa? Tadi batrainya masih full kok!!”

 

“Loh? Kenapa nih ponsel gue!!”

 

Penonton semakin heboh, mendapati ponsel mereka yang tiba-tiba mati tak bisa menyala. Mereka sedikit ricuh, menghadap ke belakang bertanya ke orang di dekatnya dan sebagainya. Mereka terlihat mulai panik, ditambah film train to busan yang cukup menegangkan tadi masih terasa di fikiran mereka menambah ketakutan mereka.

 

“Ponsel gue juga” lirih Rio pelan melihat layar ponselnya yang tak bisa hidup.

 

Rio hanya dapat melihat wajah kekasih-nya samar-samar, kedua tangan Ify bergerak memeluknya sedikit erat. Rio membelai lembut rambut Ify.

 

“Gue ada disini, sebentar lagi pasti nyala” bisik Rio menenangkan. Ify mengangguk menurut.

 

Deepppphhh

 

Layar kembali menyala, namun tidak menyangkan film  Train to Busan seperti semula, melainkan seorang pria dengan memakai topeng ala scream. Sedikit aneh dan menyeramkan, semua penonton berteriak terkejut. Pria itu memakai jas hitam, dasi hitam kemeja hitam bahkan latar baground dibelakangnya pun hitam.

 

“Perasaan gue mulai nggak enak” ucap Ify sangat pelan, namun cukup terdengar oleh Rio membuatnya semakin mengeratkan tangannya ke Ify, melindungi.

 

          Hallo, Little Princess of President. Ashilla. How are you?. Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sekian lama.

         

Semua mendadak bingung, tak paham yang dimaksud oleh stranger-man tersebut. Tidak terkecuali Ify, ia mengernyitkan kening dan benaknya terus bertanya. Ashilla? Apa yang dimaksud adalah Shilla temannya?. Sudah lama ia tidak mendengar kabar gadis itu.

 

          Nyalakan lampunya sekarang!!

 

Deepppphhh
Seluruh lampu di dalam studi menyala, kembali terang. Ify mengedarkan pandangannya, ia melihat semua orang sangat ketakutan dan saling berpegangan, ekspresi wajah mereka sangat kasihan bahkan ada yang sudah menangis saking takutnya. Ify masih tak menemukan keberadaan gadis bernama Ashilla.

 

          Namun, tak selang berapa lama dua pria berdiri sambil menodongkan sebuah senapan besar, menarik seorang gadis agar berdiri. Mereka tepat di kursi paling tengah sebalah kanan. Ify membulatkan matanya semakin lebar, gadis itu terlihat gemetar, dari belakang saja, Ify dapat menebak bahwa gadis itu memang Shilla teman sekolahnya. Dari postur tubuh, rambut, semuanya! Sangat mirip Shilla.

 

“Aarrhh!!” beberapa penonton berteriak terkejut ketika salah satu pria bertopeng hitam itu menarik kasar tubuh Shilla untuk mengikutinya.

 

Gadis itu menangis gemetar ketakutan. Ify sedikit iba dan kasihan.

 

“Lo kenal dia?” tanya Rio yang sedari tadi bergantian melihat ke kejadian depan dan menatap kekasihnya. Ia merasakan bahwa Ify mengenali gadis tadi.

 

“Teman gue sekolah” jawab Ify dengan suara parau. Rio mengangguk mengerti.

 

 

Gadis yang berada di depan kalian semua adalah anak kesayangan dari Presiden negara kita. Tujuan saya hanya ingin mendapatkan pernyataan bahwa Presiden mengundurkan diri dari jabatannya atau anak kesayangannya akan kehilangan nyawanya sia-sia.

 

“Cih! Dikira lepas jabatan semuda itu” desis Rio pelan, tak paham dengan ide gila pria layar sana.

 

          Tenang, tenang jangan takut kalian kaum bangsawan dan kaum parvenu  kalian semua akan tetap hidup jika kalian tidak berbuat macam-macam. Kalian akan tetap disini sebagai sandra bersama anak kesayangan Presiden sampai bapak Presiden tercinta mengeluarkan momentum-nya.

 

Suara derap sepatu boots mulai terdengar, sampai akhirnya muncul 20 pasukan hitam-hitam bertopeng dengan senapan besar ditangan mereka, membuat riuh teriakan penonton semakin keras.

 

“Tolong lepaskan kami!!”

 

“Kami tidak ada hubungannya dengan anak presiden!! Kami hanya seorang warga sipil yang tak bersalah!! Kal—“

 

DOORR!!

 

          Satu perluru dilepaskan dari sarangnya oleh salah satu diantara pria hitam-hitam tersebut, suara teriakan terkejut, ngeri, dan takut mencuak di seluruh ruangan. Pria paruh baya tak berdosa itu kini tewas ditempat, bersimba darah di seluruh dadanya.

Ify mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia mencoba untuk tidak takut. Ini tidak untuk pertama kalinya ia menghadapi hal seperti ini, Rio mendekatkan tubuhnya.

 

“Lo bawa senjata? Apapun itu?” bisik Rio pelan.

 

Ify menggelengkan kepala, Rio mendesah berat. Mereka berdua sama sekali tak membawa apapun untuk menyelamatkan diri.

 

Kalian hanya perlu diam disini atau nyawa kalian akan hilang jika ada satu saja yang bergerak. Ikuti perintah dari saya! Mengerti. !!

 

*****

4 jam lamanya. Mereka semua telah terjebak di dalam studio,  tak bisa mendengar suara apapun dari luar, mereka semua bah terpenjara. Beberapa orang harus menahan rasa sakit kantong kemih-nya karena ingin ke toilet, dan sudah 4 orang yang hilang nyawa begitu saja akibat beranjak dari tempat duduknya.

 

Rio melirik jam tangannya, ia sudah telat 15 menit dari jadwal keberangkatannya ke New Zealand. Ponselnya masih tak bisa menyala, pasti banyak orang yang mencarinya. Ia sebenarnya bukan tidak bisa melakukan apapun, hanya saja jika ia bertindak gegabah taruhannya adalah seluruh penonton di studio ini. Belum lagi ia memfikirkan keselamatan Ify, ia sudah berjanji kepada Ando, dan ia juga tak ingin kehilangan Ify dari sisinya.

 

Rio berfikir keras!.

 

“Kita nggak bisa disini terus!” pekik Ify mulai kehabisan kesabaran. Rio menatap Ify, kedua mata gadis itu dipenuhi kobaran api bercampur kelelahan.

 

“Lo jangan ngelakuin aneh-aneh”

 

“Kasihan Shilla! Dia sudah pucat disana! Bisa-bisa dia mati ditempat”

 

Rio memutar kepalanya, melihat keberadaan Shila di depan layar sana. Benar saja yang diucapkan oleh Ify gadis itu berlutut dengan keringat dingin, wajah pucat dan beberapa luka diwajahnya akibat mencoba melawan.

 

BUKKKK

 

“Huaaaa”

 

Seluruh orang berteriak kembali, Shilla tergeletak tak berdaya, gadis itu pingsan tak sadar diri!.  Ify memekik tajam, kebsaranya telah habis. Ia bukan tipe gadis yang akan diam saja melihat orang tak bersalah tertindas dan terluka, sekalipun itu adalah Shilla. Ia pasti akan menyelamatkannya.

 

“Lo bisa alihin mereka semua?” tanya Ify nada suaranya sangat serius.

 

Rio mengernyitkan kening,

 

“Lo mau apa?” sahutnya dingin, ia mencium bau-bau curiga dengan ide gila Ify.

 

“Lo alihin mereka semua, gue akan coba diam-diam mengambil senjata yang mereka bawa”

 

“Lo gila!!” Rio benar-benar terkejut dengan ide kekasihnya tersebut, ia menggeleng keras!. Menolaknya! Rio tak menyetujui ide Ify.

 

“Kita nggak bisa disini terus! Ini udah mau 5 jam. Gue nggak mau mati kedinginan disini!!”

 

“Lo nggak kasihan lihat Shilla pingsan di depan tapi nggak ada yang nolong? Dia bisa mati!”

 

“Lo juga bisa mati!!”

 

Ify dan Rio bertengkar dengan suara yang cukup pelan, untung saja mereka berdua duduk di tempat pojok, belakang. Ify mendesis, tak tau harus bagaimana lagi membujuk Rio. Tanpa sadar kedua tangannya terkepalkan.

 

Ify kembali menatap Rio, kali ini tatapanya begitu dalam, Ify memberikan tatapan sendu membuat Rio berfikir keras maksud dari tatapan kekasihnya itu apa. Perlahan Ify membelai pipi Rio dengan lembut, semakin membuat Rio mematung tak mengerti.

 

Cupp

 

“Sorry” lirih Ify pelan setelah mengecup sekilas bibir Rio.

 

Ify berdiri dari tempat duduknya, mengangkat tangan kananya dan dengan cepat mengeluarkan suara.

 

“Saya ingin menawarkan diri!”

 

DOOORRR

 

Suara peluru terlepas dari sangkar senapan kembali terdengar, peluru itu dengan cepat ke arah Ify, namun gadis itu dengan lihai menemukan titik arah peluru dan memindahkan tubuhnya, menyangkalnya. Bidikan peluru tersebut meleset!.

 

“Lo ben—!!” Rio langsung naik pitam, sangat kesal bercampur emosi dengan yang dilakukan oleh Ify.

 

Gadis itu terlihat begitu tegar, berani dan menyembunyikan rasa takutnya sangat sempurna. Kedua tanganya terkepal kuat.

 

“Biarkan gadis pingsan di depan itu berbaring di kursi sleayaknya orang sakit, saya yang akan gantikan dia didepan”

 

“LO GILA?!!”

 

Ify melirik sekilas ke Rio, namun detik berikutnya ia kembali menatap ke depan. Tak mengindahkan ucapan keterkejutan Rio. Mungkin tidak hanya Rio saja, melainkan para sandra yang lain nampak takjub berserta melongo dengan tawaran Ify. Very Insane!

 

Layar tersebut kembali menyala.

 

“Kenapa saya harus menerima tawaranmu? Seberapa penting dirimu?”

 

“Kamu begitu berani sekali? Saya bisa membunuhmu saat ini”

 

“Silahkan saja! Jika bisa!. Saya hanya gadis SMA bisa dan—“

 

DOOORRR

 

Tubuh Ify dengan cepat bereaksi pindah, satu peluru lagi dibidikkan ke arahnya.

 

Pria bertopeng disana, tersenyum sangat sinis membuat siapapun yang melihatnya akan merinding hebat.

 

“Bawa dia kedepan!!”

 

Dua orang berbaju hitam-hitam berjalan ke arah Ify, mereka tanpa ampun menyeret Ify bah hewan peliharaan. Tubuh Ify diseret dengan cepat dan sedikit kasar. Ify menahan ringisannya,

 

Ia langsung mendekati Shilla, mengecek kondisi Shilla.

 

“Shil, Shil” lirih Ify pelan, menepuk-nepuk pipi Shilla.

 

Gadis itu sedikit merespon, membuka matanya sekitar ½ cm dan mulai bergumam tak jelas.

 

“Lo harus selamat! Lo jangan sampai drop! Lo harus selamat!”

 

“Aww!!”

 

Ify meringis merasakan panas di akar rambutnya, salah satu dari pria yang menjemputnya tadi dengan ganas menjambak rambutnya, menyuruhnya berdiri, Ify mendesis menahan amarah dan rasa sakit di kepalanya.

 

          Jika dalam waktu 2 jam lagi, Presiden tidak memberikan responnya! 2 gadis di depan ini akan menjadi orang yang pertama kali kehilangan nyawa. Setelah itu, saya akan mencoba bernegosiasi kembali, apabila dalam waktu 4 jam lagi Presiden tak kunjung membuka suara juga, nyawa kalian semua yang akan hilang!.

 

****

Rio menatap tajam bagaimana Ify diperlakukan seperti itu, amarahnya semakin berkobar hebat. Kedua tangannya terkepal kuat, siap untuk ia hantamkan ke siapapun. Gigi-gigig Rio menggertak, saat ini perasaanya bercampur tak menentu.

 

“Gue akan habisin lo semua!!”

 

 

Bersambung . . . . .

 

****

#Cuap-Cuap Autor

 

Aku mengucapkan banyaaak-banyaak bahkan beribuuu terima kasihh kepada semua “READERS” yang sudah berkenan membaca cerita-ceritaku di blog ini. Aku berharap kalian tetap dan always baca ceritaaakuu yaa jangan bosan-bosan. Amin.

 

Maaf juga karena tidak bisa membalas comment kalian yang di blog tapi aku selalu baca comment-comment kalian, terima kasih atas kritik, saran dan dukungannya. Benar-benar buat aku lebih semangat buat nulis. Makasih banyaakk yaaaa jangan bosan-bosan untuk selalu memberikan commentnyaaa mwaaahh.

Dan habis ini cooming soon ” EBOOK – BLOODGLASS SERIES 2 dan EBOOK 365 DAYS” 

 

Yang ingin membeli “EBOOK BLOODGLASS SERIES 1 ” bisa langsung sms admin ke 081946779081 .

 

( Yang belum taau EBOOK itu apa, jadi ebook itu novel tapi dalam bentul file ” word ” bukan dalam bentuk buku. Nanti pengirimannya melalui email . Yukkkk dibeeeliiii koleksi semua cerita-cerita LULUK HF . Mwaah”

 

Thankyuuuu so much, Laaftyyuuu geyss. mwaaah😀

 

 

2 thoughts on “ENLOVQER DEVIL – 35

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s